Lembar Kerja Peserta Didik "Konversi Lahan Pertanian Terhadap Perubahan Ruang dan Interaksi Antar Ruang"

Pendahuluan

Pernahkah kalian mendengar negara Singapura melakukan reklamasi untuk memperluas daratan? Reklamasi adalah alih fungsi lahan pantai menjadi daratan. Reklamasi tersebut disebut salah satu bentuk alih fungsi lahan yang disebut konversi lahan. Biasanya, mengubah area pertanian menjadi area dengan kegunaan lain, misalnya menjadi permukiman atau industri. Konversi lahan menjadi fenomena yang sering dijumpai di negara-negara ASEAN.

Konversi Lahan Pertanian Terhadap Perubahan Ruang dan Interaksi Antar Ruang

Tidak hanya dilakukan diluar negeri, reklamasi juga dan telah akan dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia. Beberapa contoh kawasan reklamasi di tanah air antara lain di teluk Jakarta, Pantai Mamuju, Denpasar, Manado, Semarang, Tangerang, dan juga di Makassar.

Proyek reklamasi dan revitalisasi di pantai utara Jakarta ditujukan untuk membangun kawasan tersebut menjadi daerah kawasan aktivitas bisnis, perekonomian maupun pemukiman. Dengan gagasan itu juga, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan beberapa perusahaan mitra kerjanya ingin menjadikan Jakarta sebagai “Water Front City”.

Kemudian, proyek reklamasi di pantai Mamuju, Sulawesi Barat. Mempercantik kota menjadi tujuan dari proyek reklamasi di lahan seluas 8,3 hektar ini. Jalan dua jalur akan dibangun di sekitar kawasan ini. Selain itu, fasilitas pelayanan publik juga akan dibangun. Dengan adanya pembangunan fasilitas publik ini, reklamasi diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi Mamuju. Contohnya adalah, proyek pembangunan pusat jajanan serba ada (pujasera), bisnis, perumahan, perkantoran, perbelanjaan, dan hotel.

Selanjutnya reklamasi di Denpasar, Bali. Reklamasi di lahan seluas 380 hektar ini bertujuan untuk menghubungkan gugusan pulau Serangan. Lalu, reklamasi pantai di kota Manado, Sulawesi Utara, kawasan ini akan dikembangkan sebagai kawasan fungsional dengan pola super blok dan mengarah pada terbentuknya Central Business District (CBD).

Konversi lahan pertanian sering terjadi di negara-negara ASEAN dengan laju pertumbuhan penduduk relatif tinggi, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja, dan Filipina. Konversi terjadi terutama di daerah pinggiran kota ataupun area persawahan yang letaknya berdekatan dengan fasilitas umum, seperti di dekat pasar. Konversi lahan pertanian bersifat menular, artinya ketika satu petak lahan telah dikonversi, lahan pertanian di sekitar petak tersebut juga rawan dikonversi. Hal ini berpengaruh terhadap kelangsungan kehidupan masyarakat di daerah tersebut.

a. Pengaruh Konversi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Industri

Konversi lahan pertanian menjadi lahan industri banyak terjadi di negara-negara sedang berkembang, seperti negara-negara ASEAN. Konversi lahan pertanian menjadi lahan industri banyak terjadi di pinggir kota. Biasanya, pemilik perusahaan mendirikan industri di sana karena beberapa alasan, di antaranya sebagai berikut.

  1. Pembangunan industri lebih memilih lahan yang strategis. Sebagian besar lahan strategis tersebut merupakan lahan pertanian.
  2. Harga lahan pertanian relatif lebih murah dibandingkan dengan lahan terbangun.
  3. Pembangunan industri memilih akses yang lebih mudah.
  4. Industri dibangun dekat dengan bahan baku lahan pertanian menjadi pilihan yang baik
  5. Faktor sosial dan budaya hukum waris. 
Konversi lahan pertanian menjadi industri mengakibatkan petani “terusir” dari tanah mereka digantikan oleh uang. Awalnya, petani di pedesaan mempunyai tanah, namun kemudian mereka menjadi petani gurem dan tak bertanah. Kondisi ini memengaruhi sistem social dan budaya hukum waris yang berorientasi pada nilai uang. Anak-anak petani tidak lagi diwarisi lahan pertanian, tetapi diganti dengan pembagian uang hasil penjualan lahan pertanian.

Penggunaan lahan dalam pembangunan industri memerlukan perhatian beberapa negara industri. Pasalnya, tidak semua industri yang akan atau sudah dibangun berada di lahan yang tepat dan tidak menempati lahan produktif seperti lahan pertanian. Berbagai masalah akan timbul akibat konversi lahan dari lahan pertanian menjadi industri, antara lain:

  1. Lahan pertanian berkurang, yang membuat produktivitas pangan dari pertanian menurun.
  2. Lahan pertanian sekitar industri berpotensi terkena imbas pencemaran akibat limbah atau polusi dari industri baik tanah, air, maupun udara.
  3. Konversi lahan itu menular, yang mengancam ketersediaan lahan pertanian.

b. Pengaruh Konversi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Permukiman

Permukiman menjadi kebutuhan pokok manusia. Semakin banyak jumlah manusia, area permukiman yang dibutuhkan juga semakin luas. Kondisi ini terjadi juga di negara-negara anggota ASEAN. Konversi lahan pertanian menjadi permukiman marak dilakukan di negara-negara ASEAN.

Konversi lahan pertanian menjadi permukiman pasti akan menimbulkan dampak, sama seperti konversi lahan pertanian menjadi lahan industri. Biasanya, selalu berdampak negatif apabila dilihat dari sisi fungsi lahan pertanian itu sendiri. Adapun dampak negatifnya itu adalah sebagai berikut.

  1. Luas lahan pertanian semakin berkurang sehingga produktivitas pangan semakin kecil.
  2. Petani dan buruh tani kehilangan mata pencahariannya.
  3. Hilangnya lahan ruang terbuka hijau (RTH).
  4. Berkurangnya lahan resapan air.

Konversi lahan identik dengan perubahan kondisi ruang. Konversi lahan tidak dapat dicegah karena kebutuhan manusia akan ruang tidak dapat dihindari. Mencegah konversi lahan bisa jadi menghambat pembangunan suatu negara. Oleh karena itu, konversi lahan pertanian harus tetap terjadi. Meskipun demikian, kita harus mengawasi konversi lahan yang terjadi, jangan sampai mengganggu keseimbangan alam, ekosistem, dan kelangsungan hidup sebagian warga negara.

Rincian Kerja

  1. Baca pendahuluan diatas !
  2. Perhatikan foto/gambar lahan pertanian diatas !
  3. Diskusikan dengan anggota kelompokmu mengenai gambar  1, 2 dan 3, 4 !
  4. Paparkan hasil diskusi kelompokmu tentang apa yang terjadi pada ke dua kelompok gambar/foto tersebut dan apa dampaknya !
Pertanyaan
  1. Sebutkan apa yang dimaksud dengan konversi lahan !
  2. Jelaskan sesuai dengan pendapatmu apa yang terjadi pada gambar   1, 2  dan 3, 4 !
  3. Sebutkan masing-masing 3 dampak atau masalah akibat konversi lahan pertanian menjadi lahan industri dan pemukiman !

logoblog

Meningkatkan Kemampuan Menghapal Melalui Kegiatan Menggambar

Menggambar dapat membantu siswa mengingat detail suatu topik, para peneliti telah menemukan, bahkan jika mereka membuat sketsa dengan cepat saat membuat catatan tertulis.

cara menghapal melalui gambar

Telah lama ada hubungan antara visualisasi dan seni yang berasal dari Roma kuno dan Yunani ketika mendongeng dikaitkan dengan serangkaian objek dalam aktivitas yang disebut istana memori . Saat ini, ketika para ahli menawarkan tip untuk membantu orang dewasa mengingat nama atau barang lain, mereka sering menyarankan agar mereka memvisualisasikan sesuatu tentang penampilan orang atau barang yang terkait dengan nama tersebut.

Tetapi para peneliti Kanada dalam serangkaian eksperimen telah menemukan hubungan yang lebih langsung yang menghubungkan proses menggambar dengan peningkatan memori.

Bagaimana Menggambar dapat Membantu Menghafal?

Dalam beberapa eksperimen di Laboratorium Ilmu Saraf Kognitif Universitas Waterloo, para peserta diminta untuk menulis atau menggambar item dari daftar kata. Hasilnya, yang diterbitkan dalam Quarterly Journal of Experimental Psychology, menunjukkan bahwa siswa yang menggambar mampu mengingat kata-kata yang telah digambar dengan lebih baik daripada yang hanya menuliskannya.

Hal itu mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa anak-anak berusia enam tahun yang diminta menggambar apa yang terjadi selama suatu peristiwa melaporkan lebih detail dengan lebih akurat daripada mereka yang hanya berbicara tentang apa yang terjadi, terutama dalam menanggapi pertanyaan verbal.

Penelitian yang lebih baru mendukung keduanya dan mengatakan bahwa "eksplorasi sistematis keefektifan menggambar sebagai strategi encoding" menunjukkan "keunggulan besar dan andal dalam performa memori untuk item yang sebelumnya digambar relatif terhadap yang ditulis ..."

“Menggambar stimulus yang harus diingat lebih baik daripada menuliskannya, terlepas dari apakah orientasi pengkodean menginstruksikan peserta untuk menekankan detail atau pengulangan. Selanjutnya, efek ini direplikasi dalam pengaturan kelompok besar yang valid secara ekologis, ”para peneliti menemukan.

Mereka juga menemukan bahwa menggambar lebih unggul daripada pemrosesan tingkat dalam, citra visual, atau melihat gambar untuk pengkodean. Eksperimen lain menunjukkan bahwa menggambar membantu dengan daftar item yang panjang dan durasi encoding yang pendek.

“Kami berpendapat bahwa mekanisme yang mendorong efeknya adalah bahwa terlibat dalam menggambar mempromosikan integrasi tanpa batas dari banyak jenis kode memori, termasuk elaborasi, citra visual, aksi motorik dan memori gambar menjadi satu jejak memori yang kohesif, dan inilah yang memfasilitasi pengambilan nanti dari kata-kata yang dipelajari. "

Bisakah Semua Siswa Mendapat Manfaat dari Menggambar?

Para ahli mengatakan bahwa proses menggambar suatu item mengharuskan siapa pun, apa pun gaya belajar mereka, menempatkan subjek dalam bentuk yang berbeda dan bahwa "terjemahan" dan "elaborasi" pada subjek melalui gambar menanamkannya dalam memori. Selain itu, siswa yang mendengarkan guru bersifat pasif dan dapat terganggu, tetapi tindakan menggambar melibatkan mereka dan membutuhkan aktivitas fisik, yang mendukung daya ingat.

Ingatan menjadi lebih kuat ketika ada lebih banyak koneksi saraf yang dibuat di otak, dan menggambar meningkatkan proses itu karena kita menciptakan koneksi tingkat seluler dengan tiga cara - dengan memikirkan topik, menggambarnya dan mempertimbangkan maknanya secara lebih rinci, dan memikirkannya. bagaimana gambar dan subjek berhubungan.

Beberapa ahli juga percaya bahwa menggambar menghindari kekhawatiran tentang gaya belajar ketika digunakan dalam pengajaran karena memungkinkan siswa untuk menggunakan keterampilan terkuat mereka sejak subjek menjadi visual, fisik, dan terkait dengan kata-kata.

Cara Memanfaatkan Menggambar di Kelas

Berikut adalah beberapa gagasan untuk menggunakan gambar untuk membantu siswa mengingat fakta:

  • Ketika siswa membuat catatan, mungkin berguna untuk meminta mereka menggambar materi pelajaran sesekali, menciptakan materi interaktif, terutama tentang poin-poin penting. Ini akan membantu mereka menyerap informasi pada saat itu, memecah kebosanan proses belajar, dan berguna saat mereka mengulas materinya nanti. Bahkan sketsa kecil yang cepat dengan catatan juga bagus.
  • Terkadang sulit untuk menunjukkan manfaat dari karyawisata atau kegiatan langsung, tetapi meminta siswa menangkap beberapa pengalaman belajar penting dari kegiatan semacam itu dalam sebuah gambar mungkin membuat peristiwa tersebut lebih berharga.
  • Fakta sejarah selalu menjadi item yang muncul di pikiran kita ketika kita memikirkan tentang menghafal dalam pendidikan, dan akan sangat membantu jika siswa menafsirkan suatu peristiwa dengan satu atau serangkaian gambar yang menggambarkan peristiwa tersebut, dengan memperhatikan signifikansinya.
  • Bahkan dalam matematika, masih ada peluang. Selama bertahun-tahun, pendidik telah menjelaskan penjumlahan dan pengurangan menggunakan gambar, dan animator telah membuat prosedur matematika yang lebih kompleks menjadi hidup. Siswa dapat ditantang untuk berpikir tentang matematika - terutama rumus berulang - dengan cara yang lebih visual dalam gambar.
  • Data semakin penting, dan meskipun ada banyak perangkat lunak yang memungkinkan siswa membuat grafik atau bagan, representasi data yang digambar tangan juga membantu. Bagan dengan grafik atau dibuat dari gambar dapat membuat prosesnya lebih menarik.
  • Beberapa guru meminta siswa membuat buku tentang suatu topik, meminta mereka untuk mengembangkan narasi dengan fakta tetapi juga gambar yang berhubungan dengannya.

logoblog

5 Cara Untuk Mendukung Pembentukan "Personal Brand Equity" Siswa

Dalam dunia profesional, terkadang kita selalu memiliki pendapat tentang orang lain dan pekerjaannya. Ini sekarang dikenal sebagai Personal Brand Equity ( nilai merek pribadi ) dan merupakan kumpulan pemikiran berdasarkan persepsi seseorang. Biasanya tentang kemampuan profesional, pengetahuan, pengalaman, keterampilan, bakat, dan karakteristik pembeda seseorang.

5 Cara Untuk Mendukung Pembentukan "Personal Brand Equity" Siswa

Dalam dunia ekonomi yang lebih global, teknologi, seluler, selalu mengalami perubahan, Ekuitas Merek Pribadi seseorang menjadi sangat berharga. Kita semua dapat belajar untuk membentuk dan mengembangkan siapa kita, apa yang kita tawarkan, apa yang membuat kita unik, dan bagaimana kita dapat mengkomunikasikan semua ini kepada orang lain. Ini bukan bertujuan untuk promosi diri, melainkan memaksimalkan diri kita yang terbaik kepada orang lain. Untuk pengembangan siswa, bagaimana kita bisa mengajarkan konsep yang tak ternilai ini jauh sebelum mereka memulai karir mereka? Berikut ada lima cara alternative untuk mencapainya:

1. Portofolio

Indeks Prestasi Kumulatif bukan hal yang penting dan utama pada bagian ini. Kita sekarang berada dalam dunia portofolio dan ekonomi. Siswa kita akan menghabiskan seumur hidup untuk berbagi / menjual ide mereka dan bekerja untuk menambah nilai bagi orang lain. Portofolio adalah Ekuitas Merek Pribadi.

Siswa dapat mengatur, berbagi, dan menampilkan elemen Ekuitas Merek Pribadi mereka pada portofolio digital. Ada banyak situs komersial gratis (lihat 21 Pembuat Situs Web Gratis Terbaik ). Semua ini memiliki peningkatan komersial, tetapi tidak diperlukan untuk memiliki situs dan portofolio yang berfungsi penuh.

Di beberapa Negara maju, banyak siswa tidak dapat lulus dari sistem K-12 (SD sampai SMA) tanpa portofolio digital profesional yang memamerkan karya, proyek, keterampilan, dan atribut unik terbaik mereka.

2. Menerbitkan (Blog / Vlog / Saluran Video)

Pada jaman dahulu Penerbitan harus disahkan atau diakui oleh para ahli publikasi. Saat in ini sudah berubah. Orang dapat memulai karier, usaha, dan kesuksesan baru terkadang dalam hitungan menit. Sekaran banyak teknologi di mana setiap orang dapat bermain di dunia digital yang besar. Tantangan pendidikan adalah bagaimana menunjukkan kepada siswa bahwa ini bukan hanya tentang minat pribadi, tetapi tentang pekerjaan dan ide yang mereka buat, kembangkan, dan bagikan dengan dunia.

Wajar bagi guru untuk menggunakan blog sebagai sarana bagi siswa untuk tidak hanya mempublikasikan, tetapi juga belajar untuk merefleksikan, meringkas, mengidentifikasi suara, dan pada akhirnya menerima umpan balik. Tetapi penerbitan semacam itu benar-benar sesuai untuk semua bidang subjek dan proyek. Dengan lebih dari 80% konten online dikonsumsi menjadi video, kita perlu mengajari siswa tentang kekuatan menggunakan video untuk menceritakan kisah mereka, serta berbagi proyek, tutorial, dan banyak lagi. YouTube telah mendominasi video online, tetapi masih banyak yang lain diantaranya : 7 Situs Berbagi Video Gratis untuk Menonton & Mengunggah Video .

3. Kontes atau Kompetisi

Menantang siswa untuk memasukkan pekerjaan mereka ke dalam kontes hanyalah satu cara lagi yang memungkinkan orang untuk mendapatkan ketenaran dan kesuksesan berdasarkan penerapan bakat. Para atletik dan seni pertunjukan sudah lama menikmati mengikuti berbagai perlombaan lokal, regional, nasional, bahkan internasional. Career Technical Education telah lama menyadari bahwa kontes — seperti Skills Challenge USA — hanyalah salah satu dari banyak cara untuk melibatkan siswa, serta membuat pekerjaan mereka tampak lebih nyata, relevan, dan dapat diterapkan. Nah, sekarang kita bisa menambah atau membuat kontes, atau kompetisi, di semua bidang pekerjaan siswa jika kita mau. Ada ribuan kontes online untuk hampir setiap usaha yang bisa dibayangkan. Terkadang kita hanya perlu memasukkan ini sebagai opsi atau membuat siswa kita sadar.

4. Pembelajaran Berbasis Kerja / Service Learning

Pada akhirnya, Ekuitas Merek Pribadi kita harus memiliki konten yang signifikan. Untuk terhubung dengan Ekuitas Merek Pribadi profesional jangka panjang , serta terus mencari hal yang menjadikan kita unik, kita perlu menciptakan peluang bagi siswa kita untuk terlibat dalam pembelajaran layanan dan berbasis kerja yang berkualitas tinggi. Jenis pengalaman ini tidak hanya memungkinkan kita untuk berjejaring, dibimbing, dan menghubungkan keterampilan dan bekerja dengan pembelajaran kita, tetapi mereka juga menciptakan konten berkualitas yang perlu kita bagikan untuk meningkatkan kualitas Ekuitas Merek Pribadi kita. Tidak ada yang berbicara lebih banyak tentang dunia kerja, serta pendidikan tinggi, selain siswa yang terlibat dalam pekerjaan nyata yang signifikan (dibayar atau tidak). Di sinilah siswa dapat menunjukkan nilai dan diferensiasi.

5. Media Sosial

Banyak dari kita telah lama mengadvokasi pendidikan untuk melihat media sosial sebagai salah satu literasi baru. Pertama, semakin banyak perguruan tinggi, serta perusahaan, yang melihat profil media sosial kandidat untuk membuat keputusan tentang mereka. Hal tersebut tentunya bisa menjadi masalah jika seseorang memiliki banyak aktivitas sosial media yang negatif (sumpah serapah, rasisme, seksisme, narkoba dan alkohol, seks). Tapi itu juga menjadi masalah jika seseorang tidak memiliki jejak apa pun. Siswa secara inheren melihat media sosial sebagai media social belaka. Itu tugas kita, sebagai pendidik, untuk menunjukkan kepada mereka kekuatan media sosial yang sebenarnya dan eksponensial.

Mari kita hadapi, setiap perusahaan, organisasi, atau berbagai grup lain semuanya menggunakan media sosial. Ini benar-benar bukan opsional secara profesional. Bagaimana jika semua siswa membagikan karya terbaik mereka di Twitter, Facebook, Instagram, Snapchat, dan lainnya? Memang, hal itu tidak hanya menjadi cara langsung untuk mengembangkan literasi digital, tetapi juga cara bagi orang untuk mendorong orang lain ke pekerjaan mereka. Jika kita membuat video dari karya kita, berkompetisi dalam kontes profesional, dan berpartisipasi dalam pekerjaan dan pembelajaran berbasis layanan, maka kita harus memiliki konten yang bagus untuk dibagikan di media sosial.

Ekuitas Merek Pribadi Untuk Semua

Ini adalah konsep yang sangat berharga untuk diajarkan kepada semua siswa kita jauh sebelum karir mereka diperkuat. Kita tidak hanya berhutang pada mereka pengetahuan dan kekuatan Ekuitas Merek Pribadi, tetapi juga kesempatan terbaik bagi mereka untuk mengoptimalkan diri terbaik mereka untuk pengejaran profesional seumur hidup.

logoblog

Manfaat Menulis Deskriptif Bagi Siswa di Kelas

Menulis deskriptif adalah inti dari kegiatan siswa yang mengungkapkan detail yang hidup melalui proses menulis. Jenis tulisan khusus ini sangat penting untuk menciptakan penulis karena memungkinkan siswa untuk mengekspresikan diri. Penulisan model ini melampaui batasan hanya dengan menetapkan topik dan menulis esai. Penulisan deskriptif meningkatkan kreativitas, keterlibatan , dan kesenangan bagi penulis dan pembaca.

Manfaat Menulis Deskriptif Bagi Siswa di Kelas

Apa itu Penulisan Deskriptif?

Penulisan deskriptif memberi pengertian kepada pembaca bahwa mereka dapat memvisualisasikan apa yang penulis tulis. Siswa “menunjukkan dan tidak menceritakan” dalam tulisan mereka. Penulis menutup mata dan membayangkan apa yang mereka dengar, cium, lihat, rasakan, dan rasakan. Mereka menggunakan detail sensorik menggunakan panca indera untuk membantu menulis deskripsi. Guru mendorong siswa untuk mengambil gambaran mental tentang apa yang mereka gambarkan.

Siswa membutuhkan topik atau gagasan utama untuk difokuskan selama penulisan deskriptif. Mahasiswa menulis tentang satu topik, dan ini akan menjadi pernyataan tesis. Penting untuk bertanya pada diri sendiri apa yang ingin Anda katakan tentang topik tersebut selama proses penulisan ini. Kemudian, tambahkan detail pendukung menggunakan indra Anda untuk apa yang Anda dengar, lihat, cium, rasakan, dan rasakan.

Saat menulis detail pendukung, siswa harus spesifik dan menyertakan frasa deskriptif. Ini juga merupakan cara yang bagus bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas mereka dan membuatnya lebih menarik. Menggunakan detail memberikan gambaran yang lebih akurat tentang apa yang mereka tulis.

Saat menulis secara deskriptif, hindari redundansi dan jelaskan detail dengan perumpamaan dan metafora. Siswa menghindari pernyataan sederhana seperti. Wanita itu bosan. Jelaskan tanpa memberi tahu dan beri tahu pembaca apa yang membuat wanita itu bosan dan bagaimana Anda mengetahuinya. Penting untuk memilih beberapa detail dan menguraikannya. Gunakan kata sifat dan detail yang jelas untuk menunjukkan efek dari apa yang Anda coba gambarkan. Tip bagus lainnya adalah dengan menekankan item yang tidak diperhatikan dalam deskripsi.

Apa Manfaat Menulis Deskriptif?

Ada banyak sekali manfaat menggunakan tulisan deskriptif. Jenis tulisan ini memungkinkan guru dan siswa untuk berkreasi. Ini meningkatkan dan mempromosikan bahasa, kosakata baru, dan mendorong siswa untuk belajar tentang hal-hal yang tidak mereka kenal. Ini memungkinkan siswa untuk berpikir di luar kepala dan mengembangkan pemikiran mereka.

Penulisan deskriptif memungkinkan otonomi siswa dalam memilih apa yang mereka tulis. Siswa mungkin ingin menulis lebih banyak jika diberi kebebasan dan memiliki energi yang berbeda. Mereka didorong oleh tujuan batin dan memiliki lebih banyak kegembiraan sehubungan dengan tugas tersebut. Ini adalah motivasi intrinsik , dan mereka memiliki tingkat kendali atas apa yang mereka pelajari. Memberikan kesempatan ini juga meningkatkan kemungkinan untuk keterampilan berpikir tingkat tinggi lainnya seperti melakukan penelitian .

Jenis tulisan ini juga meningkatkan pengorganisasian dan memperjelas pemahaman. Tulisannya menjadi sangat deskriptif sehingga pembaca bisa melihatnya dalam benak mereka. Mereka menggunakan proses penulisan tertentu, dan kemudian membiarkan kreativitas mereka mengalir. Memotivasi siswa untuk mengeksplorasi lebih dalam adalah memancing pemikiran. Sungguh menakjubkan melihat apa yang dapat dilakukan siswa ketika diberi kesempatan.

Cara Menggunakan Penulisan Deskriptif di Kelas Anda

Guru hendaknya memberikan kesempatan yang teratur dan bervariasi kepada siswa untuk menggunakan tulisan deskriptif di kelas mereka. Siswa dapat memilih topik yang sedikit mereka ketahui tetapi perlu diteliti lebih lanjut. Ide umum untuk memanfaatkan penulisan deskriptif adalah menyediakan topik dalam tulisan. Siswa akan memilih topik secara acak. Ide ini meningkatkan kemampuan mereka untuk meregangkan dan mempelajari topik baru.

Contoh lain termasuk siswa yang membawa gambar tempat liburan favorit mereka atau waktu luang favorit mereka (misalnya memancing) dan memungkinkan mereka untuk menjelaskan tujuan tersebut kepada audiens mereka. Keterlibatan sangat tinggi dalam tugas ini karena siswa menulis tentang sesuatu yang mereka sukai dan nikmati. Guru juga dapat menggabungkan kontes dengan tulisan dan memajang karya siswa di Dinding Menulis .

Menulis dapat dimasukkan ke dalam banyak bidang subjek. Contohnya termasuk menulis rincian tentang bagaimana siswa melakukan percobaan sains atau menulis tentang tokoh sejarah yang terkenal. Ini adalah cara yang bagus untuk membuat siswa tertarik, dan mereka mempelajari begitu banyak fakta karena mereka mencakup banyak keterampilan dalam prosesnya.

logoblog

Menggunakan Digital Storytelling di Kelas

Mendongeng terjadi setiap hari dan terkadang berlangsung terus menerus. Apakah seorang siswa sedang mendeskripsikan apa yang terjadi di taman bermain saat Anda berjalan-jalan untuk makan siang atau menggunakan imajinasi mereka saat bermain dengan mainan di saat tenang, materi cerita akan diceritakan. 

Menggunakan  Digital Storytelling di Kelas

Bercerita di abad ke-21 telah memperkuat suara siswa, membuatnya didengar tidak hanya secara lisan tetapi juga digital. Apa itu mendongeng digital, bagaimana cara untuk mendongeng digital di kelas, dan apa saja aplikasi dan alat digital yang dapat digunakan ?

Apa itu Digital Storytelling?

Mendongeng secara digital adalah memadukan video, audio, gambar, dan teks untuk menyampaikan cerita dan informasi. Mendongeng digital adalah sesuatu yang mungkin (dan kemungkinan besar) sudah Anda lakukan di kelas tanpa menyadarinya. Mendongeng digital adalah cara yang ampuh untuk menghubungkan pelajar ke semua bidang keaksaraan. Aspek digital memudahkan siswa non-pembaca atau yang tidak mengerti bahasa cerita untuk menambahkan suara ke cerita mereka. Mendongeng digital juga sangat serbaguna, dan ada banyak cara pendidik dapat menggunakan mendongeng digital di kelas mereka dalam berbagai mata pelajaran dan tingkat kelas.

Cara Menggunakan Digital Storytelling

Ada banyak cara yang dapat digunakan guru dalam mendongeng digital di kelas mereka, baik mengajar secara langsung atau jarak jauh. Untuk waktu kerja mandiri, siswa dapat menggunakan cerita digital untuk menceritakan kembali apa yang terjadi dalam teks yang dibacakan kepada mereka. Siswa-siswa ini dapat merekam penjelasan audio untuk menceritakan kembali. Untuk pelajar bahasa Inggris, mendongeng digital dengan cara-cara ini membantu memberikan kesempatan otentik bagi pelajar untuk mempraktikkan kosakata mereka dan memberi mereka suara yang setara.

Mendongeng digital juga bisa digunakan dalam mata pelajaran selain membaca. Siswa dapat menggunakan cerita digital untuk mendokumentasikan eksperimen sains langkah demi langkah atau membuat jurnal digital yang menjelaskan seperti apa jadinya jika mereka berada di di suatu tempat. Bahkan di kelas spesialis seperti pendidikan jasmani, siswa dapat menggunakan cerita digital untuk menjelaskan cara menembak bola basket atau cara melempar lembing. Pilihan dan peluang bisa seluas imajinasi seseorang.

Aplikasi dan Alat Mendongeng Digital

Dengan menjelaskan pentingnya mendongeng dan beberapa yang dapat digunakan, berikut adalah beberapa aplikasi dan alat bercerita digital yang merupakan tempat untuk memulai.

StoryBird adalah alat seni bahasa yang semuanya tentang mendongeng digital. Ini mengkurasi seni asli dari ilustrator dan menyediakan perpustakaan 10.000+ gambar untuk menginspirasi penulis untuk membuat apa pun dari buku bergambar, komik, buku bab, puisi, atau fiksi flash. StoryBird juga memiliki kurikulum menulis yang menawarkan 600+ pelajaran dan kuis serta petunjuk menulis yang semuanya selaras dengan Common Core. StoryBird memiliki 800.000 ruang kelas yang berpartisipasi yang dapat menjamin kegembiraan dan keterlibatan yang diberikannya kepada pelajar dari segala usia.

My Story mengiklankan dirinya sebagai aplikasi mendongeng dan membuat buku paling sederhana untuk anak-anak di kelas. Dengan antarmuka yang sederhana, ini cocok untuk anak-anak usia 5-12 tahun. Setiap anak memiliki perpustakaan pribadi tempat mereka menyimpan kreasi mereka. Format seret dan lepas memungkinkan penyusunan ulang dan penyesuaian halaman dengan mudah, bahkan untuk pengguna terkecil. Kreasi buku siswa dapat dengan mudah dibagikan melalui format film ke tempat-tempat seperti Facebook dan Twitter. Keluarga senang memiliki sarana lain untuk terhubung ke ruang kelas anak mereka!

Cloud Stop Motion adalah paket animasi stop motion yang menarik yang dapat dijalankan langsung di browser pada perangkat modern apa pun. Apa yang membuat alat stop motion ini berbeda dari yang lain adalah tidak ada yang harus dipasang dan semuanya disimpan di cloud. Kemampuan untuk dapat berpindah perangkat kapan saja dan masih memiliki akses ke kreasi sangat bagus untuk siswa yang berada dalam skenario hybrid tahun ajaran ini. Cloud Stop Motion memungkinkan siswa untuk bercerita secara digital dengan efek suara, musik, judul, balon ucapan… apa saja. Gunakan alat ini untuk memprediksi, menceritakan kembali, dan membuat. Ini adalah tempat yang tepat untuk cerita digital menjadi hidup.

Book Creator membebaskan kreativitas siswa dengan buku digital yang mengagumkan. Siswa memiliki kemampuan untuk membuat cerita interaktif, portofolio digital, jurnal penelitian, laporan sains, petualangan komik. Aplikasi ini daftarnya terus bertambah. Guru dapat membuat sumber daya pengajaran mereka sendiri, atau membiarkan siswanya memegang kendali. Kemampuan untuk menjadi sederhana atau kompleks membuat Book Creator menjadi toko serba ada untuk siswa di kelas.

Sock Puppets adalah alat mendongeng digital lain yang disukai siswa. Pada aplikasi ini siswa membuat video lip-sync mereka sendiri menggunakan, Anda dapat menebaknya, boneka kaus kaki. Siswa dapat memilih properti, pemandangan, dan latar belakang mereka sendiri. Dengan hanya menekan 'rekam', boneka secara otomatis selaras dengan suara Anda. Sock Puppets adalah salah satu cara termudah dan tercepat untuk menyediakan platform mendongeng yang menyenangkan bagi siswa.

Abad ke-21 telah memperkuat suara siswa dalam hal mendongeng. Sekarang, pelajar tidak hanya dapat berbagi cerita dengan bahasa lisan mereka, tetapi juga dengan alat digital yang memungkinkan mereka merancang, menggambar, dan menciptakan apa yang mereka ingin dengar. Dengan menggunakan alat mendongeng digital seperti StoryBird, My Story, Cloud Stop Motion, Book Creator, dan Sock Puppets, siswa dapat menemukan alat teknologi yang tepat yang memungkinkan imajinasi mereka menjadi hidup dan pengalaman mereka didengar. Temukan cara untuk menyesuaikan alat seperti ini ke dalam pelajaran Anda.

logoblog

Lembar Kerja Peserta Didik "Keragaman Etnik dan Budaya Indonesia"

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang memiliki suku bangsa dan budaya yang beragam. Suku bangsa sering juga disebut etnik. Menurut Koentjaraningrat, suku bangsa berarti sekelompok manusia yang mempunyai kesatuan budaya dan terikat oleh kesadaran budaya tersebut, sehingga menjadi identitas. 

Lembar Kerja Peserta Didik "Keragaman Etnik dan Budaya Indonesia"

Kesadaran dan identitas biasanya dikuatkan oleh kesatuan bahasa. Jadi, suku bangsa adalah gabungan sosial yang dibedakan dari golongan golongan sosial sebab mempunyai ciri-ciri paling mendasar dan umum berkaitan dengan asal-usul dan tempat asal serta kebudayaan. 

iri-ciri suku bangsa memiliki kesamaan kebudayaan, bahasa, adat istiadat, dan nenek moyang. Ciri-ciri mendasar yang membedakan suku bangsa satu dengan lainnya, antara lain bahasa daerah, adat istiadat, sistem kekerabatan, kesenian daerah, dan tempat asal.

Keberagaman bangsa Indonesia, terutama terbentuk oleh jumlah suku bangsa yang mendiami berbagai lokasi yang tersebar. Setiap suku bangsa mempunyai ciri atau karakter tersendiri, baik dalam aspek sosial atau budaya. Menurut penelitian Badan Pusat Statistik yang dilaksanakan tahun 2010, di Indonesia terdapat 1.128 suku bangsa. Antarsuku bangsa di Indonesia mempunyai berbagai perbedaan dan itulah yang membentuk keanekaragaman

di Indonesia.

Kehidupan sosial budaya masyarakat Indonesia sangat beragam. Keragaman tersebut dipengaruhi faktor lingkungan. Masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan akan lebih banyak menggantungkan kehidupannya dari pertanian, sehingga berkembang kehidupan sosial budaya masyarakat petani. Sementara itu, daerah pantai akan memengaruhi masyarakatnya untuk mempunyai mata pencarian sebagai nelayan dan berkembanglah kehidupan sosial masyarakat nelayan.

Keragaman bangsa Indonesia tampak pula dalam seni sebagai hasil kebudayaan daerah di Indonesia, misalnya dalam bentuk tarian dan nyanyian. Hampir semua daerah atau suku bangsa mempunyai tarian dan nyanyian yang berbeda. Begitu juga dalam hasil karya, setiap daerah mempunyai hasil karya yang berbeda dan menjadi ciri khas daerahnya masing-masing.

Keanekaragaman budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke merupakan aset yang tidak ternilai harganya, sehingga harus tetap dipertahankan dan dilestarikan. Ada sebagian warga Indonesia yang tidak mengetahui ragam budaya daerah lain di Indonesia, salah satunya budaya melukis tubuh di Mentawai, Sumatra Barat, tindik sebagai tanda kedewasaan dan masih banyak kebudayaan lain yang belum tereksplorasi.

Setiap daerah memiliki kebudayaan yang khas. Keragaman budaya tersebut dapat diketahui melalui bentuk-bentuk pakaian adat, lagu daerah, tarian daerah, rumah adat, upacara adat dan lain sebagainya.

Rumah Adat

Indonesia kaya akan budaya dengan terdapatnya wujud keanekaragaman budaya bangsa kita yang tersebar di berbagai profinsi pada umumnya, hal yang paling kongkerit adalah adanya rumah adat di setiap daerah profinsi di negara kita. Berikut ini tabel beberapa contoh rumah adat di setiap daerah di Indonesia : Krong Bade, Rumah Joglo, Rumah Gadang, Rumah adat Gapura Candi Bentar, Rumah adat Honai, Rumah adat Istana Buton, Rumah adat Lamin, Banjar atau Betang, Musalaki, Betang, Honai.

Pakaian Adat

Pakaian adat tradisional di Indonesia begitu banyak dan beragam, ini merupakan nilai-nilai budaya Indonesia yang tak ternilai harganya yang seharusnya kita jaga dan lestarikan karena kalau bukan kita yang menjaga dan melestarikannya lantas siapa lagi? Jangan sampai kita menjadi peduli ketika budaya-budaya kita diklaim oleh negara lain. Berikut ini ada dua contoh pakaian adat dari daerah di Indonesia yaitu Biliu, Makuta, dan ngambe.

Tarian Daerah

Tari merupakan salah satu aspek seni untuk mengungkapkan perasaan melalui gerak. Tarian setiap daerah memiliki ciri khasnya tersendiri, biasanya memiliki makna dan simbol tertentu yang terkandung didalamnya. Berikut ini beberapa contoh dari tarian di beberapa daerah di Indonesia antara lain seudati dan legong

Dari contoh tarian di atas, menunjukkan betapa kaya dan beragamnya kebudayaan Indonesia. Gerakan yang indah diiringi dengan irama musik yang memukau, dapat menyuguhkan suatu pertunjukan karya seni yang luar biasa. Setiap tarian atau pertunjukan di tiap daerah Indonesia memiliki keunikan dan ciri khasnya masing-masing.

Tabel 1.contoh rumah adat di Indonesia

Nama Daerah

Nama Rumah adat

Nanggroe Aceh Darussalam

 

Yogyakarta

 

Sumatra Barat

 

Bali

 

Papua

 

Sulawesi Utara

 

Kalimantan Timur

 

Kalimantan Selatan

 

Nusa Tenggara Timur

 

Kalimantan Tengah

 

Papua

 


 Tabel 2. Contoh Pakaian daerah dan Tarian Daerah

Nama Daerah

Pakaian Adat

Tarian Daerah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Rincian Kerja 
  1. Baca pendahuluan diatas !
  2. Siapkan buku sumber atau sumber lain seperti internet !
  3. Diskusikan dengan anggota kelompokmu tentang persebaran rumah adat, pakaian daerah dan tarian daerah di Indonesia !
  4. Perhatikan dan lengkapi tabel 1 dan 2 diatas !
Pertanyaan
  1. Sebutkan rumah adat Nanggroe Aceh Darussalam, Yogyakarta, Sumatera Barat, Bali, Papua dan Sulawesi utara ?
  2. Sebutkan nama pakaian adat dan tarian daerah darai Bali, Sulawesi Selatan, Papua, dan Sumatera Batrat ?

logoblog

Menggunakan Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Mengeksplorasi Masalah Keadilan Sosial

Pembelajaran berbasis proyek memungkinkan siswa untuk memperoleh pengetahuan dan pendidikan yang lebih dalam tentang masalah dunia nyata. Ini bisa menjadi salah satu cara paling efektif untuk mengeksplorasi masalah keadilan sosial. Masalah sosial dapat ditelusuri dari kurangnya pengetahuan dan pemahaman. 

Menggunakan Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Mengeksplorasi Masalah Keadilan Sosial

Siswa memanfaatkan eksplorasi aktif tantangan dunia nyata dengan masalah keadilan sosial dan fokus pada pekerjaan yang penting. Masalah keadilan sosial meliputi ras, jenis kelamin, usia, orientasi seksual, agama, kebangsaan, pendidikan, dan kemampuan mental atau fisik. Mengaitkan masalah ini di ruang kelas saat ini adalah penting, dan kaum muda menawarkan penyelesaian.

Manfaat Menjelajahi Keadilan Sosial

Ada banyak sekali keuntungan mengeksplorasi isu keadilan sosial di kelas. Siswa melakukan koneksi real/nyata, mengidentifikasi dengan masalah, perasaan, kegembiraan, dan frustrasi yang memunculkan aspek keadilan sosial. Sebagian besar siswa dipengaruhi oleh masalah keadilan sosial dalam beberapa aspek, dan pendidikan memungkinkan mereka untuk membuat hubungan pribadi. 

Mempelajari dan mengeksplorasi keadilan sosial adalah nyata dan relevan. Penting untuk memungkinkan siswa menghadapi ketidakadilan sosial. Mereka belajar dan memanfaatkan empati dalam berbagai bentuk. Keadilan sosial adalah tema dan jawaban umum untuk masalah dunia nyata. Siswa dan guru mendapatkan wawasan dan menumbuhkan etika kesadaran awal tentang keadilan sosial

Menjelajahi masalah ini di kelas adalah tujuan penting bagi pendidik. Ketika siswa diberi kesempatan ini, mereka menjadi warga global yang lebih berwawasan dan menghadiri acara terkini yang memengaruhi semua aspek kehidupan mereka. Banyak orang merasakan urgensi untuk peduli dengan keadilan sosial akibat peristiwa yang terjadi baru-baru ini. Jenis pembelajaran di kelas ini mempromosikan aktivisme dan hati.

Menjelajahi topik ini juga dapat memberdayakan mereka untuk meningkatkan kesadaran dan mempengaruhi perubahan. Beberapa contohnya termasuk menjadi sukarelawan, mengambil tindakan jika memungkinkan, dan memberikan advokasi. 

Mempelajari keadilan sosial membawa dekrit kemanusiaan ke dalam kelas. Kaum muda sering kali menyadari kebutuhan dan mengambil inisiatif untuk perubahan positif. Banyak siswa mulai terhubung dengan sejarah dan menceritakan kisah mereka sendiri. Salah satu manfaat terpenting adalah memungkinkan siswa untuk terikat sebagai kelompok.

Sejarah terjadi dalam waktu nyata, dan guru perlu mengakui kompleksitas dan konteksnya untuk mengajarkan pandangan yang lengkap tentang sejarah tentang keadilan sosial. Guru mendidik siswa tentang pemahaman yang lebih besar tentang sejarah dalam kaitannya dengan peristiwa yang terjadi di negaranya saat ini.

Mengapa Pembelajaran berbasis proyek baik untuk Menjelajahi Keadilan Sosial

Pembelajaran berbasis proyek adalah salah satu cara paling efektif untuk mempertahankan pengetahuan dan belajar secara mendalam. Ini melibatkan siswa dan meningkatkan pengalaman belajar mereka. PBP menarik, aktif, dan menciptakan peluang berpikir tingkat tinggi. Memanfaatkan PBP membantu siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan keberanian untuk meningkatkan keadilan sosial. 

Siswa mengambil kepemilikan dalam pembelajaran mereka, dan ini sering mengakibatkan mereka menemukan masalah yang mereka sukai. Mereka menjadi mandiri dengan sifat PBP dan melakukan penelitian, memecahkan masalah, dan membantu mempersiapkan mereka untuk dunia nyata. Ini juga mengajari mereka cara bekerja dengan orang lain sebagai tim dan berkolaborasi secara efektif.

Mengajar dan mempromosikan pemikiran kritis adalah manfaat langsung dari memasukkan peluang PBP di kelas. Berdasarkan sistem kemanusiaan, anak-anak perlu dilibatkan dalam pemecahan masalah di dunia mereka. Pemikiran kritis dan pemecahan masalah harus diajarkan di kelas, dan PBP adalah contoh sempurna dari metode ini. Memanfaatkan penelitian dan pengalaman tentang keadilan sosial memungkinkan siswa untuk menjadi lebih memahami tentang keanekaragaman dan betapa pentingnya hal itu dalam setiap aspek kehidupan kita.

Pembelajaran berbasis proyek dibatasi dalam ruang lingkup dan durasi. Siswa mengerjakan konten yang telah mereka pelajari dan menangani masalah dunia nyata. Siswa memiliki suara dan pilihan. Mereka merefleksikan pembelajaran mereka dan bekerja langsung dengan orang lain. Mereka bekerja dengan lebih teliti, mengembangkan pengetahuan konten yang lebih dalam, dan tetap terlibat. Mereka menjadi komunikator dan kolaborator yang lebih efektif.

Contoh Pembelajaran berbasis proyek

Memanfaatkan PBP meningkatkan komponen KKN dari keadilan sosial. Ada banyak contoh dan cara guru memasukkan PBP di kelasnya. Penelitian mendukung bahwa adalah efektif untuk memanfaatkan sekelompok siswa yang mengerjakan proyek berorientasi hasil daripada tugas individu. Siswa dapat melakukan penelitian, memberikan umpan balik, membuat video pendidikan, membuat poster, dan melibatkan audiens pada aspek apa pun dari suatu topik.

Cara yang bagus untuk mengembangkan pemahaman kritis tentang sejarah keadilan sosial menggabungkan proyek-proyek yang dapat menumbuhkan hal positif seperti membuat poster protes. Ide lain dapat mencakup pembuatan blog perspektif siswa tentang keadilan sosial. Orang lain dapat mempelajari seni politik dan puisi dari seluruh dunia dan membuat proyek seni mereka sendiri terkait minat mereka pada subjek tersebut. Guru dan siswa dapat menyertakan pengalaman dan kisah pribadi mereka.

Guru saat ini dapat belajar dari pertemuan generasi sebelumnya dengan teman sebayanya yang telah mengalami keadilan sosial. Mengundang kuliah tamu dan mengadakan diskusi panel atau debat tentang masalah keadilan sosial sangatlah berarti dan menarik. Siswa dilibatkan dalam pelajaran yang menantang karena mereka meneliti masalah dunia nyata, bertukar pikiran, menerapkan rencana, dan mengevaluasi temuan. Mereka juga mendengarkan dan berbagi cerita dan pemikiran pribadi.

logoblog

Bagaimana Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa

Filsuf dan reformis pendidikan John Dewey terkenal karena menciptakan istilah berpikir kritis . Keyakinannya terhadap konsep ini berakar pada apa yang dia sebut sebagai pemikiran reflektif. Seiring dengan perkembangan zaman, begitu pula definisi keterampilan ini, yang dianggap paling penting dalam kesuksesan pribadi dan profesional.

Bagaimana Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa

Dictionary.com mendefinisikan pemikiran kritis sebagai "Pemikiran disiplin yang jelas, rasional, berpikiran terbuka, dan diinformasikan oleh bukti."

Sekarang setelah kita memahami konsep ini, mari kita tentukan berbagai strategi yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis di antara siswa.

Menanyakan pertanyaan

Disiplin utama untuk berpikir kritis adalah penyelidikan, atau mengajukan pertanyaan. Saat tumbuh dewasa, anak-anak sering kali diberi tahu bahwa "tidak ada pertanyaan bodoh". Untuk sebagian besar orang, masih menghormati pernyataan ini sebagai kebenaran universal, dan pernyataan yang sering ingatkan kepada siswa kita setiap hari. 

Ketika siswa mundur dan menahan diri dari mengajukan pertanyaan, mereka dipandang sebagai pembelajar pasif. Apalagi, para guru tidak memiliki pemahaman tentang ilmunya. Akibatnya, untuk mengaktifkan keterampilan bertanya, guru harus melakukan yang terbaik: Model. Ketika siswa melihat kekuatan mengajukan pertanyaan , mereka akan merasa lebih cenderung untuk mengikutinya.

Guru harus merumuskan pertanyaan terbuka yang tidak memiliki jawaban benar atau salah. Siswa juga harus memahami bahwa komponen utama dalam mengajukan pertanyaan adalah menyimak. Mendengarkan secara aktif dan obyektif dari perspektif orang lain adalah yang dirangkum oleh inkuiri. Guru harus mengingatkan siswa untuk mendengarkan untuk memahami, bukan menanggapi. Membuat catatan selama pertukaran ini sangat dianjurkan.

Berpikir Mandiri

Pemikiran mandiri terdiri dari dua komponen: Refleksi dan penelitian.

Setelah siswa berlatih mendengarkan secara aktif, waktu untuk memproses informasi yang telah mereka kumpulkan menjadi penting. Melakukan percakapan atau mencatat tidak ada gunanya jika siswa tidak diberi waktu untuk merenungkan apa yang telah mereka terima. Mereka juga harus merefleksikan perspektif atau analisis situasi mereka sendiri.

Siswa mungkin kesulitan merumuskan pendapat mereka sendiri dan tidak boleh didorong untuk mengambil pandangan orang lain sebagai "Jadilah semua, akhiri semua." Inilah sebabnya mengapa penelitian juga merupakan ciri dari berpikir mandiri

Apakah siswa menemukan artikel, fakta Google, berkolaborasi dengan kelompok orang tambahan, dan / atau mengeluarkan buku, siswa harus memberikan bukti untuk mendukung alasan mereka. Mendukung perspektif sendiri berasal dari mendengarkan secara aktif, meneliti, dan kemudian merefleksikan perspektif orang lain bersama dengan perspektifnya sendiri

Perluas Peluang Belajar

Ada berbagai aktivitas yang dapat dilakukan guru untuk mendorong pemikiran kritis. Salah satu contoh yang sederhana, dan dapat dilihat sebagai kegiatan pemecah es untuk meningkatkan keterampilan ini, adalah tes penjepit kertas. Kegiatan ini mengajak siswa untuk memikirkan klip kertas terlebih dahulu dan mencatat penggunaannya. Setelah itu, siswa dapat dipasangkan, dikelompokkan, atau bekerja secara individu untuk kemudian mempertimbangkan cara-cara kreatif di mana klip kertas dapat digunakan.

Pembelajaran berbasis proyek adalah cara lain untuk memperkuat keterampilan berpikir kritis. Ini memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi dan mengeksekusi. Ketika siswa dapat melihat apa yang telah mereka buat, mereka merasa memiliki atas pembelajaran mereka dan bangga dengan pekerjaan mereka. Kreativitas adalah kunci dalam pembelajaran berbasis proyek.

Pemahaman klasik lainnya yang perlu dipertimbangkan pendidik adalah memungkinkan siswa bergulat. Jangan berikan solusi kepada mereka; biarkan mereka membuat sendiri. Kreasi / kreativitas / kreasi adalah kuncinya. Ketika siswa didorong untuk berpikir di luar batasan perasaan, kebutuhan, atau keyakinan mereka sendiri, mereka mampu menganalisis secara kritis dengan lebih baik.

logoblog

10 Strategi Pengajaran untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi pada Siswa

Salah satu komponen utama abad ke-21 yang guru ingin siswanya gunakan adalah pemikiran tingkat tinggi. Ini adalah saat siswa menggunakan cara-cara kompleks untuk memikirkan tentang apa yang mereka pelajari.

10 Strategi Pengajaran untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi pada Siswa

Pemikiran tingkat tinggi membawa pemikiran ke tingkat yang sama sekali baru. Siswa yang menggunakannya memahami tingkat yang lebih tinggi daripada hanya menghafal fakta. Mereka harus memahami fakta, menyimpulkan, dan menghubungkannya dengan konsep lain.

Berikut adalah 10 strategi pengajaran untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada siswa Anda.

1. Membantu Menentukan Bagaimana Pemikiran Tingkat Tinggi itu

Bantulah siswa memahami apa itu pemikiran tingkat tinggi . Jelaskan kepada mereka apa itu dan mengapa mereka membutuhkannya. Bantulah mereka memahami kekuatan dan tantangan mereka sendiri. Anda dapat melakukan ini dengan menunjukkan kepada mereka bagaimana mereka dapat mengajukan pertanyaan yang bagus kepada diri sendiri. Itu membawa kita ke strategi selanjutnya.

2. Hubungkan Konsep

Pimpin siswa melalui proses bagaimana menghubungkan satu konsep dengan konsep lainnya. Dengan melakukan ini, Anda mengajar mereka untuk menghubungkan apa yang sudah mereka ketahui dengan apa yang mereka pelajari. Tingkat pemikiran ini akan membantu siswa belajar membuat koneksi kapan pun memungkinkan, yang akan membantu mereka mendapatkan lebih banyak pemahaman. Misalnya, konsep yang mereka pelajari adalah "Tahun Baru China". Konsep yang lebih luas lagi adalah "Liburan".

3. Latih Siswa untuk Menyimpulkan

Ajari siswa untuk membuat kesimpulan dengan memberi mereka contoh "dunia nyata". Anda dapat memulai dengan memberikan gambar kepada siswa tentang orang-orang yang sedang mengantri di dapur umum. Minta mereka untuk melihat gambar dan fokus pada detailnya. Kemudian, mintalah mereka membuat kesimpulan berdasarkan apa yang mereka lihat dalam gambar. 

Cara lain untuk mengajar siswa muda tentang bagaimana menyimpulkan adalah dengan mengajarkan konsep yang mudah seperti cuaca. Mintalah siswa untuk mengenakan jas hujan dan sepatu bot mereka, kemudian minta mereka untuk menyimpulkan menurut mereka seperti apa cuaca di luar.

4. Dorong Siswa untuk Bertanya

Ruang kelas tempat siswa merasa bebas untuk mengajukan pertanyaan tanpa reaksi negatif dari teman atau guru mereka adalah ruang kelas tempat siswa merasa bebas untuk berkreasi. Imbaulah siswa untuk mengajukan pertanyaan, dan jika karena alasan tertentu Anda tidak dapat menjawab pertanyaan mereka selama di kelas, tunjukkan kepada mereka bagaimana mereka dapat menjawabnya sendiri atau minta mereka menyimpan pertanyaan tersebut hingga hari berikutnya.

5. Gunakan Graphic Organizers

Penyelenggara grafis memberi siswa cara yang bagus untuk membingkai pemikiran mereka secara terorganisir. Dengan menggambar diagram atau peta pikiran, siswa dapat lebih menghubungkan konsep dan melihat hubungan mereka. Ini akan membantu siswa mengembangkan kebiasaan menghubungkan konsep.

6. Ajarkan Strategi Pemecahan Masalah

Ajari siswa untuk menggunakan metode langkah demi langkah untuk memecahkan masalah. Cara berpikir tingkat tinggi ini akan membantu mereka memecahkan masalah dengan lebih cepat dan lebih mudah. Dorong siswa untuk menggunakan metode alternatif untuk memecahkan masalah serta menawarkan mereka metode pemecahan masalah yang berbeda.

7. Mendorong Berpikir Kreatif

Berpikir kreatif adalah ketika siswa menemukan, membayangkan, dan merancang apa yang mereka pikirkan. Menggunakan indra kreatif membantu siswa memproses dan memahami informasi dengan lebih baik. Penelitian menunjukkan bahwa ketika siswa menggunakan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang kreatif , hal itu meningkatkan pemahaman mereka. Imbaulah siswa untuk berpikir “di luar kepala”.

8. Gunakan Alam Pikiran

Ketika konsep yang sedang dipelajari sulit, dorong siswa untuk membuat film dalam pikiran mereka. Ajari mereka untuk menutup mata dan membayangkannya seperti pemutaran film. Cara berpikir tingkat tinggi ini akan benar-benar membantu mereka memahami dengan cara yang kuat dan unik.

9. Ajarkan Siswa untuk Menguraikan Jawaban Mereka

Pemikiran tingkat tinggi menuntut siswa untuk benar-benar memahami suatu konsep, bukan mengulang atau menghafalnya. Imbaulah siswa untuk menguraikan jawaban mereka dengan mengajukan pertanyaan yang tepat yang membuat siswa menjelaskan pemikiran mereka secara lebih rinci.

10. Latih siswa dengan QARs

Question-Answer-Relationships, atau QARs, mengajarkan siswa untuk memberi label jenis pertanyaan yang ditanyakan dan kemudian menggunakan informasi tersebut untuk membantu mereka merumuskan jawaban. Siswa harus menguraikan apakah jawabannya dapat ditemukan dalam teks atau online atau jika mereka harus mengandalkan pengetahuan mereka sendiri sebelumnya untuk menjawabnya. 

Strategi ini terbukti efektif untuk pemikiran tingkat tinggi karena siswa menjadi lebih sadar akan hubungan antara informasi dalam teks dan pengetahuan mereka sebelumnya, yang membantu mereka menguraikan strategi mana yang akan digunakan ketika mereka perlu mencari jawaban.

logoblog
Copyright © Manajemen Sekolah. All rights reserved.