Revolusi Industri 4.0 menciptakan perubahan mendasar dalam semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Semua elemen harus disiapkan, bukan sekadar teknologi. Transformasi pendidikan di Indonesia menuju pendidikan 4.0 perlu dipersiapkan. Kesiapan ini bukan hanya infrastruktur namun semua pemangku kepentingan, utamanya siswa, guru, sekolah, dan penyelarasan kurikulum.

Transformasi pendidikan digital di Indonesia atau Pendidikan 4.0 perlu dipersiapkan. Sehingga diharapkan berbagai pemangku kepentingan seperti pembuat kebijakan, ilmuwan, akademisi, guru, peneliti, dan praktisi lainnya untuk bertukar pengetahuan, ide, dan pengalaman untuk mendukung transformasi pendidikan di Indonesia menuju Pendidikan 4.0.
Pendidikan 4.0 setidaknya menyentuh empat sisi. Pertama, para siswa tidak hanya disiapkan dalam penguasaan TIK. Tetapi yang utama membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis dan dapat memecahkan masalah, berkomunikasi, kreatif, dan mampu berkolaborasi.
Baca Juga : - Pentingnya Penggunaan Teknologi dalam Pendidikan
- Teknologi Blockchain
Kedua, para guru juga perlu diubah mindset atau pola pikirnya untuk beradaptasi dengan TIK dalam pembelajaran. Saat ini baru sekitar 30 persen sekolah yang memanfaatkan conten dalam Rumah Belajar yang disediakan Pustekom. Padahal, sebagian besar dari sekitar 390.000 sekolah sudah terhubung dengan layanan internet. Sisanya ada 40.000 sekolah yang belum terkoneksi internet.
Keempat, perlu penyesuaian kurikulum. Materi yang membekali siswa untuk memahami soal big data, kecerdasan buatan, masyarakat digital, hingga sistem informasi harus dikembangkan. Perkembangan TIK dalam pendidikan ini juga jadi tantangan untuk tetap menguatkan pendidikan karakter.
Dalam menghadapi Revolusi 4.0 jangan hanya terpaku pada urusan penyiapan teknologi. Penyiapan berbagai pemangku kepentingan mulai dari siswa, guru, pimpinan sekolah, orangtua, institusi pemerintah, hingga individu tidak boleh dilupakan.
salah contoh lembaga pendidikan yang telah menggunakan TIK sejak lama adalah Universitas Terbuka. Pengalaman Universitas Terbuka yang diberi mandat untuk mengembangkan pendidikan jarak jauh sejak 1984, membuktikan dengan pemanfaatan TIK mampu membuka akses pendidikan tanpa batas. Buktinya, Universitas Terbuka mampu melayani lebih dari 300.000 mahasiswa yang ada di Indonesia dan 32 negara lainnya.
Dunia pendidikan harus ikut serta untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada. Namun, dalam pendidikan berbasis TIK pun, pembentukan karakter tetap juga jadi komitmen.