Pengertian Metode Mengajar

1. Pengertian Metode Mengajar

Arti metode menurut Pupuh Fathurrohman dan M. Sobry Sutikno (2007) secara harfiah adalah "cara". Secara umum, metode diartikan sebagai suatu cara atau prosedur yang dipakai untuk mencapai tujuan tertentu. Adapun kata "mengajar" berarti memberi pelajaran . Jadi, metode mengajar adalah cara-cara penyajian bahan pelajaran kepada siswa untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Dr. Wina Sanjaya (2007) menyatakan bahkan metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata, agar tujuan yang telah disusun dapat tercapai secara optimal.

Pengertian Metode MengajarJika proses pembelajaran ingin berhasil dengan baik, yang pertama harus diperhatikan adalah metode atau pendekatan yang akan dilakukan sehingga sasaran yang diharapkan dapat tercapai atau terlaksana dengan baik. Metode atau cara pendekatan sesuai fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan. Dengan demikian, pengetahuan tentang metode dapat diaplikasikan dengan tepat. Selain itu, sasaran untuk mencapai tujuan pun akan semakin efektif dan efisien.

Pemilihan metode berkaitan langsung dengan usaha-usaha guru dalam menampilkan pengajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi sehingga pencapaian tujuan pengajaran diperoleh dengan optimal. Salah satu hal yang mendasar untuk dipahami guru adalah bagaimana memahami kedudukan metode sebagai salah satu bagian bagi keberhasilan kegiatan pembelajaran yang sama pentingnya dengan bagian-bagian lain di dalam keseluruhan struktur pendidikan.

Metode mengajar yang diterapkan dalam suatu proses pembelajaran dikatakan efektif jika menghasilkan sesuatu sesuai dengan yang diharapkan. Atau dengan kata lain, tujuan tercapai. Semakin tinggi kekuatannya untuk menghasilkan sesuatu, makin efektif metode tersebut.

Sementara itu metode mengajar dikatakan efisien jika penerapannya dalam menghasilkan sesuatu yang diharapkan itu relatif menggunakan tenaga, biaya, dan waktu yang minimum. Dengan kata lain semakin kecil tenaga, biaya dan waktu yang dikeluarkan untuk keberhasilan suatu usaha, semakin efisien juga metode itu.

Metode atau cara atau pendekatan yang diharapkan dapat terlaksana dengan baik, jika materi yang akan diajarkan dirancang terlebih dahulu. Artinya, untuk menerapkan suatu metode, cara, atau pendekatan dalam proses pembelajaran, terlebih dahulu harus menyusun strategi belajar pembelajaran.

Dengan strategi yang telah tersusun, dapat ditentukan metode mengajar atau teknik mengajar yang pada akhirnya dapat dipilih alat atau media pengajaran sebagai pendukung materi pelajaran yang akan diajarkan.

Dipihak lain, peran serta orang tua siswa merupakan kewajiban utama dalam pengembangan pembelajaran. Menurut J. Drost, kewajiban dan tanggung jawab orang tua adalah mendidik anak (siswa) agar memiliki kebiasaan, tingkah laku dan nilai-nilai yang baik (tertib, disiplin, sopan, dan lain-lain). Hal ini merupakan dasar dari pembelajaran yang penerapan berikutnya agar siswa siap menerima pesan yang berupa metode dan media pembelajaran dari lingkungan di sekolah.

Dalam ilmu komunikasi, metode atau cara pendekatan yang merupakan prioritas bagi para komunikator untuk menyajikan pesan kepada komunikan, selayaknya merupakan metode atau cara pendekatan yang diketahui, dimengerti, dan dipahami oleh komunikan.

Perlu diperhatikan, bahwa metode dan cara pendekatan yang akan dilakukan oleh si komunikator, penataan pesan, tergantung kepada sifat metode dan media yang digunakan sebagian ilmu (science), keterampilan (skill) dan seni (art).  Tuntutan ini merupakan tuntutan profesionalisme seorang guru agar dalam penyampaian pesan terhadap siswa, apa yang disampaikan itu menjadi sesuatu yang menarik bagi mereka.

2. Ciri-ciri Umum Metode yang Baik

Seperti telah dijelaskan di atas,  terdapat beragam jenis metode pembelajaran, di antaranya ceramah, tanya-jawab, karyawisata, tutorial, demonstrasi dll. Yang tentunya metode-metode ini dalam penerapannya sangatlah dipengaruhi situasi dan kondisi yang tepat untuk mendapatkan hasil evaluasi yang baik.

Seperti yang diungkapkan oleh Smith (1987) bahwa mengajar adalah menambahkan pengetahuan dan keterampilan (teaching is importing knowledge or skill). Adalah kata yang paling tepat untuk memulai metode apa yang harus diterapkan saat pengajaran dimulai contohnya tujuan pengajaran, materi pengajaran, materi pelajaran, struktur kurikuler, dll.

Jika metode pembelajaran telah disajikan kepada siswa, diharapkan rangkaian respon yang terjadi dalam proses belajar mengajar akan menimbulkan perubahan tingkah laku akibat dari pengalaman dan pengetahuan, baik aktual maupun potensial dan berlaku dalam waktu relatif lama. Selain itu, perubahan tersebut terjadi karena adanya usaha.

Perbedaan kepribadian dan latar belakang kultural yang ada pada siswa sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran yang efektif. Oleh karena itu, diperlukan metode source attractiveness (daya tarik komukator). Seorang guru harus mempunyai kemampuan untuk mengubah sikap siswa melalui mekanisme daya tarik. Artinya siswa merasa bahwa guru terlibat aktif sehingga antar siswa merasa memiliki kesamaan ideologis dan demografis.

Metode pengajaran seorang guru sangat dipengaruhi oleh kompetensi guru tersebut, tersedianya sumber belajar yang sesuai untuk materi pelajaran yang akan dipresentasikan, serta karakteristik lingkungan tempat ia mengajar.  Administrasi sekolah merupakan unsur penunjang keberhasilan dalam proses belajar dan mengajar.

Administrasi sekolah menuntut pertimbangan-pertimbangan yang cermat atas dana yang tersedia, faktor teknis perlengkapan media dan kerjasama yang harmonis antara guru, tenaga ahli media dan kepala sekolah atau supervisor dalam suasana demokratis dan kreatif akan menunjang keberhasilan pembelajaran.

Menurut Gagne, ada aspek-aspek yang perlu dipertimbangkan dengan cermat mengenai prosedur pemilihan instruksional. Bagan stimulus berikut ini menunjukkan alur kerja  proses tersebut.

Pengertian Metode Mengajar

Berikut ini contoh beberapa penyajian metode pembelajaran dengan kelebihan dan kekurangannya:
  1. Metode ceramah. dapat diartikan sebagai cara penyajian pelajaran secara lisan. Metode ini sampai saat ini masih sering dilakukan oleh para guru terhadap siswa didik. Metode ini murah dan mudah tanpa harus memerlukan media peralatan pendukung dan tidak memerlukan persiapan yang rumit. Penyajian materi dalam ceramah dan tujuan yang dikandung. Sedangkan kekurangannya adalah siswa terbatas menguasai materi ceramah dikarenakan pada apa yang dikuasai guru. Jika guru tidak memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik maka ceramah tersebut membosangkan, dan melalui ceramah sangat sulit mengetahui apakah siswa sudah mengerti apa yang dijelaskan atau belum.
  2. Metode demonstrasi. Melalui metode ini, siswa diminta secara langsung memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan. Disamping itu, siswa tidak hanya mendengar tetapi juga melihat apa yang terjadi dan siswa dapat mencermati atau memperhatikan serta membandingkan antara teori dan praktek. Kekurangannya adalah metode demonstrasi ini memakan waktu yang cukup lama dengan persiapan yang rumit serta memerlukan motivasi dan profesionalisme seorang guru.
  3. Metode diskusi. Tujian metode ini yaitu memecahkan suatu permasalahan, memahami, menjawab pertanyaan dan membuat keputusan. Diskusi lebih bersifat bertukar pengalaman dan wawasan antarsiswa. Kekurangan dari metode diskusi ini yaitu sering terjadi pembicaraan dalam diskusi hanya dikuasai oleh 2 atau 3 orang saja, bahan yang didiskusikan sering meluas sehingga kesimpulan menjadi tidak jelas serta memakan waktu cukup lama.
  4. Metode simulasi. Metode ini menggunakan situasi tiruan untuk memahami suatu konsep, prinsip atau keterampilan, misal melalui video game. Kekurangannya, metode simulasi tidak selalu tepat dan sesuai dengan kenyataan. Sering kali alat simulasi menjadi alat hiburan sehingga tujuannya jadi terabaikan.
  5. Metode psikodrama. Metode ini biasanya hanya untuk terapi, lebih cenderung bertitik tolak dari permasalahan-permasalahan psikologis.
  6. Metode role playing. Metode yang menghasilkan suatu peristiwa atau kejadian yang mungkin terjadi dimasa mendatang, di masa lalu, atau aktual dengan melihat kondisi dan kebutuhan saat ini.

logoblog
Previous Post
Newer Post
Next Post
Older Post

Post a comment

Copyright © Manajemen Sekolah. All rights reserved.