Pentingnya Penggunaan Teknologi Dalam Pendidikan

Pemerintah terus mendorong akses pendidikan dan penggunaan teknologi di seluruh daerah agar siswa Indonesia semakin melek teknologi. Pemahaman teknologi dibutuhkan guna meningkatkan daya saing dan memperluas kesempatan dalam berbagai bidang kehidupan. Siswa di Indonesia memiliki kesenjangan pemahaman teknologi dalam pendidikan yang cukup besar.

Seluruh anak Indonesia memiliki hak untuk memperoleh pendidikan yang sama dengan yang ditempat lain. Apalagi keterampilan yang dibutuhkan pada abad ke-21 ini adalah 5C, yakni critical thinking, creativity and innovation, collaboration, communication skil, dan confident. Teknologi pendidikan adalah peralatan yang digunakan untuk mengembangkan pengalaman belajar.

Pentingnya penggunaan teknologi dalam pendidikan
Penggunaan teknologi pada pelaksanaan Ujian Nasional
 Masalah yang dihadapi saat ini adalah mempercepat penggunaan teknologi di sekolah yang masih tertinggal. Kemudahan mengakses fasilitas pendidikan masih belum merata di berbagai daerah, apalagi terhadap teknologi. Siswa-siswa di daerah terpencil dinilai harus bekerja dua kali lipat lebih keras untuk mengejar ketertinggalan mereka di bidang teknologi pendidikan dengan siswa di perkotaan.

Beberapa kolaborasi telah dilakukan pemerintah dengan swasta misalnya dengan Samsung Electroncs Indonesia yang meluncurkan kelas berbasis teknologi, dengan nama Samsung Smart Learning Class (SSLC). Penggunaan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar di kelas dapat membantu guru menyampaikan materi secara interaktif dan menarik. Sedangkan siswa dapat memahami pelajaran dengan lebih baik dan menyenangkan.

Pendekatan belajar berubah, tetapi guru kebanyakan dibesarkan tanpa teknologi sehingga ada gap pengetahuan mengenai teknologi. Sekolah yang telah memliki teknologi pendidikan juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya dan sumber informasi bagi komunitas sekitar mengenai penggunaan teknologi untuk kegiatan belajar mengajar.

Penggunaan teknologi untuk pembelajaran harus menjungjung nilai-nilai kehidupan. Dengan kata lain, guru dan murid harus memiliki kematangan emosional dan kebijaksanaan dalam menggunakannya. Teknologi harus digunakan untuk memecahkan masalah dan menjalin relasi yang bermakna.

Siswa saat ini merupakan generasi Y dan Z yang lahir ketika teknologi telah maju. Sedangkan guru kebanyakan merupakan generasi yang lebih lama. Pendekatan belajar berubah, tetapi guru kebanyakan dibesarkan tanpa teknologi sehingga ada gap pengetahuan mengenai teknologi. Sekolah-sekolah masih beradaptasi untuk menemukan metodologi mengajar yang tepat agar guru tidak gagap saat mengajar.

Baca juga :ujian nasional berbasis komputer versus berbasis kertas pensil

Kendati demikian, peran guru tidak akan bisa digantikan oleh teknologi dalam hal mendidik anak untuk memiliki karakter yang baik. Terobosan pembelajaran di era digital yang terus berkembang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengalami secara langsung konsep dan prosesnya sehingga meningkatkan pengetahuan dan membentuk karakter. Kini pembelajaran berkualitas terbuka bagi siapa saja karena tidak lagi bergantung pada guru dalam bidang itu.

Dengan memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan, materi ajar dapat dikembangkan secara konprehensif. Siswa dapat belajar secara mandiri dan bersama-sama dengan asyik memahami konsep atau teori sekaligus langsung mempraktikkannya.

Di era sekarang butuh peran guru yang berbeda dari masa lalu. Untuk menyampaikan pengetahuan, guru tak lagi mengalami kesulitan dengan memanfaatkan teknologi. Kehadiran guru sebagai motivator dan mengambil peran yang tak dapat digantikan oleh sistem pendidikan digital saat ini yang harus terus digali.

Secara kompetensi pengetahuan, sesungguhnya guru bisa kalah dari sumber belajar digital yang beragam dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Saat ni yang penting adalah bagaimana guru memotivasi supaya siswa terus berjuang sehingga mau terus belajar meskipun banyak melakukan kesalahan. Atau membantu membangun mental anak yang tidak siap menerima kekalahan dalam kompetisi belajar dan peran lain yang tidak bisa disediakan sumber belajar digital.

Guru punya banyak kesempatan untuk belajar menemukan hal baru yang mereka bisa berikan kepada siswa.  Saat ini sudah menjadi kenyataan bahwa pembelajaran diruang kelas pun sudah bisa dilakukan oleh robot. Dengan terobosan pembelajaran yang memanfaatkan eknologi digital, para siswa merasa senang belajar dan tertantang.

Para guru harus mau berubah untuk terus belajar dan mencari terobosan. Diera digital ini, dunia pendidikan harus mampu lebih dulu dalam menghadirkan inovasi. Diharapkan para guru dan sekolah di Indonesia semakin banyak yang memanfaatkan pembelajaran digital untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan nasional.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Manajemen Sekolah. All rights reserved.