Workshop Membuat Website dari Nol tepat bagi Anda yang ingin membuat website sekolah, website pembelajaran, website personal, website organisasi, portal berita, dan website lainnya. Pastikan Anda bergabung di kegiatan ini! Yuk, langsung cek dan daftar melalui link dibawah ini

Pentingnya Membaca Secara Ekstensif

Gerakan literasi tidak akan berhasil tanpa mengajak anak atau siswa menyukai buku. Melalui metode membaca ekstensif, anak sejak dini diajak menyukai buku dan menganggap buku sebagai sumber hiburan dan inspirasi.

Membaca ekstensif adalah teknik membaca dalam hati dimana pembaca harus bisa membaca wacana panjang dalam waktu yang terbatas. Membaca ekstensif disebut juga  dengan membaca sekilas atau membaca dangkal.

Pentingnya Membaca Secara Ekstensif


Pengertian membaca ekstensif yang lain yaitu membaca wacana dengan cepat dan menyeluruh untuk memporoleh isi atau makna dari teks atau wacana. Hal yang perlu diperhatikan dalam membaca cepat atau membaca ekstensif ini yaiyu teks yang akan dibaca biasanya beragam dan luas dan waktu membacanya harus singkat.

Pentingnya Membacakan Buku pada Anak Usia Dini

Sekolah dan rumah hendaknya mengembangkan kemampuan membaca ekstensif untuk anak. Setelah itu, baru mulai dilatih untuk membaca intensif dan membuat ulasan serta refleksi terhadap materi yang telah dibaca.

Membaca ekstensif dapat juga dikatakan membaca tampa beban. Di sekolah siswa dibebaskan memilih buku, majalah, atau pun koran yang hendak dibaca. Sesusai membaca, siswa tak perlu diminta berefleksi atau pun menulis ulasan mengenai apa yang dibaca itu. Kegiatan ini murni bertujuan memenuhi hasrat membaca dan mencari kesenangan.

Membaca ekstensif harus dikembangkan sejak awal karena kegiatan ini kunci dari terbentuknya kebiasaan membaca. Melalui metode membaca ekstensif, anak sejak dini menyukai buku dan menganggapnya sebagai salah satu sumber hiburan dan inspirasi.

Permasalahan yang terjadi di sekolah pada umumnya  adalah jumlah buku non pelajaran yang tersedia di perpustakaan sangat terbatas. Kalaupun ada, beberapa buku tidak sesuai dengan minat dan usia anak di sekolah. Tanpa ada buku menarik seperti novel dan kumpulan cerpen, target mengembangkan kebiasaan membaca ekstensif sukar terwujud.

Kendala lain adalah guru belum bisa menjadi teladan membaca. Sekolah menyadari belum semua guru memiliki kemampuan membaca, jadi tidak mungkin minat baca siswa bisa diolah lebih lanjut tanpa mengintervensi guru terlebih dahulu.

Bangkitkan Kembali Gerakan Membaca Secara Konservatif

Salah satu pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah bauk pusat dan daerah, di sekolah umum maupun madrasah adalah dengan caea menyuruh guru menulis buku, sehingga ada program satu guru ditargetkan menerbitkan satu buku dalam satu tahun.

Tampa banyak membaca tidak mungkin bisa menulis. Kalau dipaksa terus, nanti tulisan yang dihasilkan bisa jadi hasil jiplakan dari tulisan-tulisan orang lain atau mutu tulisannya buruk karena dikerjakan tanpa keterampilan literasi mumpuni.

Satu-satunya cara ialah mengajak guru banyak membaca ekstensif. Secara bertahap, baru guru belajar membaca intensif, yaitu membaca dengan tujuan tertentu seperti untuk ditelaah isinya atau kemudian dibuat kritik terkait topik yang dibahas.

Pengajaran terhadap siswa juga serupa. Sebelum meminta mereka mengulas dan memceritakan kembali, keterampilan itu perlu diajar dan dilatih terlebih dahulu. Setelah itu, baru diujicobakan dengan mengulas teks-teks pendek sampai akhirnya bisa mengulas sebuah buku.

Gerakan Literasi Bukan Sekadar Baca-Tulis

Penelitian yang dilakukan oleh Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan Badan Bahasa dan Perbukuan Kemdikbud ditemukan penelitian terhadap 6.000 siswa di SMP-SMP yang bukan berasal dari sekolah terasesmen PISA (Program Asesmen Siswa Internasional). Dari skor 200 hingga 800, nilai rata-rata siswa adalah 489.

Ditemukan anak-anak yang mendapat nilai di atas 600, walaupun bersekolah di pedesaan, ternyata orangtua mereka terbiasa membacakan buku cerita sejak bayi. Siswa-siswa ini terbiasa dengan buku dan memiliki minat membaca sejak dini sehingga bagi mereka mudah untuk mengetahui jenis-jenis teks.

Hal penting adalah petugas perpustakaan sekolah rutin mendata koleksi buku yang ada. Mereka juga harus membuat pemetaan selera membaca siswa sehingga sekolah bisa menyediakan buku-buku yang diminati siswa.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Manajemen Sekolah. All rights reserved.