Kolaborasi Dalam Pemanfaatan Data Raksasa atau Big Data

Big Data adalah istilah umum untuk segala himpunan data (data set) dalam jumlah yang sangat besar, rumit dan tak terstruktur sehingga menjadikannya sukar ditangani apabila hanya menggunakan perkakas manajemen basis data biasa atau aplikasi pemroses data tradisional belaka. Tantangannya meliputi pemerolehan, kurasi, penyimpanan, penelusuran, pembagian, pemindahan, analisis dan visualisasi data.

Tren kian membesarnya himpunan data terjadi akibat bertambahnya informasi dari himpunan-himpunan besar yang saling terkait, dibandingkan dengan himpunan-himpunan  kecil lain dengan jumlah total data yang sama. Korelasi baru dapat ditemukan dalam analisis himpunan data guna mencermati tren bisnis, menentukan kualitas penelitian, mencegah penyakit, melawan tindak pidana, dan mengetahui kondisi lalu lintas jalan raya secara waktu nyata.


Kolaborasi antara pemerintah, industri, peneliti, dan akademisi sangat diperlukan untuk optimalisasi pengolahan data berukuran raksasa. Dengan kolaborasi, pemanfaatan teknologi analisis data berukuran raksasa bisa lebih mudah diimplikasikan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik.

Data berukuran raksasa saat ini relevan dimanfaatkan di berbagai bidang. Misalnya, bidang telekomunikasi, manufaktur, kesehatan, retail, sektor publik, pendidikan, dan penelitian.  Untuk itu, kolaborasi harus diperkuat, terutama dari akademisi dan industri. Tujuannya agar proses pengembangan teknologi dan pemamfaatan big data (data raksasa) bisa lebih cepat tercapai (Mirna Adriani, Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia/kompas.id/15/05/2018).

Selama ini berbagai riset sudah dilakukan oleh pihak akademisi dan peneliti, namun karena tidak terintegrasi dengan industri, hasil riset terkadang belum berorientasi pada produk. Untuk itu, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia memberikan program bagi mahasiswa untuk bekerja sama dengan sejumlah perusahaan dalam pengelolaan data yang sesuai dengan kebutuhan (Mirna).

Dalam satu proyek, mahasiswa diminta melakukan praktik untuk mengelolah masalah yang diajukan perusahaan. Dengan begitu, mahasiswa bisa secara konkret memanfaatkan big data untuk menyelesaikan permasalahan yang dibutuhkan perusahaan.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk dan luas wilayah yang besar, Indonesia berpotensi menghasilkan dan menggunakan data berukuran raksasa. Data ini merupakan sumber penting untuk mendukung kemajuan bangsa, terutama pada perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Namun potensi big data yang dimiliki harus diimbangi dengan kemampuan dalam pengelolaan data. Jangan sampai data ini justru tidak dikelola dengan baik dan bangsa kita hanya sebagai 'penonton' pihak lain yang mengekslorasi keberagaman data kita (Ricky Joseph Pesik, Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia/kompas.id/15/05/2018).

Untuk mendukung hal tersebut, pengumpulan data raksasa harus bisa diintegrasikan dari berbagai sektor. Selama ini kendala yang dihadapi dalam proses pengelolaan data ialah data yang masih tersebar dan format yang belum seragam. Pemerintah diharapkan bisa mengintervensi dalam pengumpulan data masyarakat.

Upaya pengelolaan data raksasa perlu didukung dengan etika dan perlindungan data pribadi. Data saat ini dianggap sebagai komoditas baru yang dikatakan lebih memiliki nilai keberlanjutan daripada minyak. Pemanfaatan data raksasa ini sudah dilakukan oleh perusahaan besar seperti Facebook, Google, Amazone, dan Microsoft. Perusahaan ini mengelola data melalui proses ekstraksi data dan dengan alogaritma bisa menjadikan data tersebut sebagai informasi yang bernilai. Perlindungan data pribadi ini harus ditingkatkan di tengah pesatnya pemanfaatan data raksasa (Stephane Bressan dosen senior departemen Ilmu Komputer dari National University of Singapore/kompas.id/15/05/2018).

logoblog
Previous Post
Newer Post
Next Post
Older Post

Post a comment

Copyright © Manajemen Sekolah. All rights reserved.