Workshop Membuat Website dari Nol tepat bagi Anda yang ingin membuat website sekolah, website pembelajaran, website personal, website organisasi, portal berita, dan website lainnya. Pastikan Anda bergabung di kegiatan ini! Yuk, langsung cek dan daftar melalui link dibawah ini

Apa dan Bagaimana Model Pembelajaran Diferensiasi

Diferensiasi berarti menyesuaikan instruksi untuk memenuhi kebutuhan individu. Apakah guru membedakan konten, proses, produk, atau lingkungan belajar, penggunaan penilaian yang berkelanjutan dan pengelompokan yang fleksibel menjadikan ini pendekatan pengajaran yang berhasil.

Apa dan Bagaimana Model Pembelajaran Diferensiasi

Tujuan Pembelajaran pada materi ini

Bagaimana memvariasikan tingkat konten yang akan disajikan

Bagaimana menyediakan berbagai lingkungan belajar

Berbagai cara siswa dapat menunjukkan apa yang telah mereka pelajari

Pada tingkat paling dasar, diferensiasi terdiri dari upaya guru untuk menanggapi perbedaan di antara peserta didik di kelas. Setiap kali seorang guru menjangkau individu atau kelompok kecil untuk memvariasikan pengajarannya dan menciptakan pengalaman belajar terbaik, guru itudisini membedakan cara belajar.

Guru dapat membedakan setidaknya empat elemen kelas berdasarkan kesiapan, minat, atau profil pembelajaran siswa:

  • Konten - apa yang perlu dipelajari siswa atau bagaimana siswa akan mendapatkan akses ke informasi;
  • Proses - kegiatan di mana siswa terlibat untuk memahami atau menguasai konten;
  • Produk - proyek tepat yang meminta siswa untuk berlatih, menerapkan, dan memperluas apa yang telah dia pelajari dalam sebuah unit; dan
  • Lingkungan belajar - cara kerja dan perasaan ruang kelas.

Kandungan

Contoh membedakan konten di tingkat dasar meliputi hal berikut:

  1. Menggunakan bahan bacaan pada berbagai tingkat kesulitan;
  2. Menempatkan bahan teks pada tujuan yang tepat;
  3. Menggunakan daftar ejaan atau kosakata pada tingkat kesiapan siswa;
  4. Menyajikan ide melalui sarana pendengaran dan visual;
  5. Memanfaatkan teman dalam membaca; dan
  6. Bertemu dengan kelompok kecil untuk mengajarkan kembali ide atau keterampilan untuk memperluas pemikiran atau keterampilan pelajar tingkat lanjut.

Proses

Contoh pembedaan proses atau kegiatan di tingkat dasar meliputi:

  1. Menggunakan kegiatan berjenjang di mana semua peserta didik bekerja dengan pemahaman dan keterampilan penting yang sama, tetapi melanjutkan dengan tingkat dukungan, tantangan, atau kompleksitas yang berbeda;
  2. Menyediakan materi minat yang mendorong siswa untuk mengeksplorasi subset dari topik kelas yang menarik bagi mereka;
  3. Mengembangkan agenda pribadi (daftar tugas yang ditulis oleh guru dan berisi pekerjaan yang sama untuk seluruh kelas dan pekerjaan yang memenuhi kebutuhan individu peserta didik) yang harus diselesaikan baik selama waktu agenda tertentu atau saat siswa menyelesaikan pekerjaan lain lebih awal;
  4. Menawarkan manipulatif atau dukungan langsung lainnya bagi siswa yang membutuhkannya; dan
  5. Memvariasikan lama waktu siswa dapat menyelesaikan tugas untuk memberikan dukungan tambahan bagi pelajar yang sedang berproses atau untuk mendorong pelajar yang maju untuk mengejar topik secara lebih mendalam.

Produk

Contoh-contoh produk yang membedakan pada tingkat dasar meliputi hal berikut:

  1. Memberi siswa pilihan tentang bagaimana mengekspresikan pembelajaran yang diperlukan (misalnya, membuat pertunjukan boneka, menulis surat, atau mengembangkan mural dengan label);
  2. Menggunakan rubrik yang mencocokkan dan memperluas tingkat keterampilan siswa yang bervariasi;
  3. Mengizinkan siswa untuk bekerja sendiri atau dalam kelompok kecil pada produk mereka; dan
  4. Mendorong siswa untuk membuat tugas produk mereka sendiri selama tugas tersebut mengandung elemen yang diwajibkan.

Lingkungan belajar

Contoh pembedaan lingkungan belajar di tingkat dasar meliputi:

  1. Memastikan ada tempat di dalam ruangan untuk bekerja dengan tenang dan tanpa gangguan, serta tempat yang mengundang kolaborasi siswa;
  2. Menyediakan bahan yang mencerminkan berbagai budaya dan pengaturan rumah;
  3. Menetapkan pedoman yang jelas untuk pekerjaan independen yang sesuai dengan kebutuhan individu;
  4. Mengembangkan rutinitas yang memungkinkan siswa mendapatkan bantuan ketika guru sibuk dengan siswa lain dan tidak dapat segera membantu mereka; dan
  5. Membantu siswa memahami bahwa beberapa peserta didik perlu bekerja untuk belajar, sementara yang lain lebih baik duduk dengan tenang.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Manajemen Sekolah. All rights reserved.