6 Dasar Rencana Pelajaran yang Hebat

Perencanaan yang cermat dari rencana pelajaran harian, mingguan, sangat penting untuk lingkungan belajar yang sukses. Seorang guru harus hati-hati dalam mempertimbangkan banyak faktor ketika menentukan kegiatan belajar untuk siswanya. Selanjutnya kita akan mengeksplorasi beberapa bidang yang harus dipertimbangkan guru ketika menyusun pelajaran dan topik diskusi yang efektif untuk siswa mereka sesuai dengan materi pelajaran yang akan diajarkan.

6 Dasar Rencana Pelajaran yang Hebat

1. Pertimbangkan Pengetahuan Sebelumnya dan Relevansi Budaya

Pengetahuan siswa sebelumnya dan relevansi budaya dari pengetahuan itu menghasilkan peluang besar untuk pelajaran yang inovatif dan menarik. Sangat penting bagi guru untuk mendapatkan minat siswa untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi pemahaman dan pertumbuhan siswa. Memasukkan "pre-test" (bertingkat atau tidak bertingkat) pada awal pelajaran adalah cara yang sangat baik untuk menentukan pengetahuan awal siswa.

Seorang guru juga harus meneliti dan mempertimbnagkan untuk berdiskusi tentang budaya kelas yang mereka ajarkan untuk memacu minat siswa. Siswa jauh lebih tertarik pada bidang studi ketika mereka dapat dengan mudah melihat relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. Bebera cara untuk memperkenalkan relevansi budaya termasuk video pendek, film, pembicara tamu, bacaan yang disarangkan, dan surat kabar.

2. Memetakan Pertanyaan Tingkat Tinggi

Pertanyaan tingkat tinggi di kelas sangat penting untuk mendorong diskusi kelas yang bermutu. Jawaban satu atau jawaban ringkas yang sederhana membantu mempelajari terminologi. Untuk mengarahkan siswa menuju pemahaman konseptual dan pengetahuan kerja, seorang guru harus menggunakan pertanyaan tingkat tinggi.

Begitu seorang guru dapat memporoleh diskusi terbuka di kelas, siswa dapat dan akan mulai berpikir dan berefleksi pada tingkat yang lebih tinggi. Seorang guru harus memasukkan beberapa pertanyaan tingkat tinggi ke dalam setiap rencana pelajaran setiap hari. Tanya jawab tingkat yang lebih tinggi dapat dinilai melalui diskusi kelas atau melalui tanggapan tertulis yang diberikan di akhir kelas.

3. Menggunakan Waktu yang cukup

Dalam perencanaan, guru harus memasukkan waktu yang memadai untuk semua aspek rencana pelajaran. Jika ada bagian dari pelajaran yang harus diteruskan, maka tampaknya kurang penting daripada komponen lain dari pelajaran. Perencanaan yang cermat dan pertimbangan relevansi sangat penting untuk membuat pelajaran mengalir mulus dan ransisi ke pelajaran harian yang lengkap dan bermakna.

Perencanaan pelajaran yang efektif berakhir dengan penutupan yang efektif untuk hari itu dan pembukaan untuk pelajaran selanjutnya. Semua bagian dari rencana pelajaran yang efektif harus memiliki nilai dan transisi yang lancar ke bagian selanjutnya dari rencana tersebut.

4. Antisipasi Kemungkinan yang Menghambat

Penghambat harus selalu dipertimbangkan ketika merencanakan pelajaran untuk siswa. Guru harus siap menghadapi hambatan yang tidak mereka pertimbangkan ketika merencanakan. Sangat penting bahwa kesalahpahaman dan kurangnya pengetahuan digunakan untuk mengarah pada pemahaman yang lebih mendalam tentang materi pelajaran ketika dikerjakan berkolompok. Seorang guru hendaknya tidak pernah membiarkan kesalahpahaman atau kurangnya pemahaman menjadi tidak teratasi.

Kesalahpahaman dan kurangnya pemahaman menyebabkan minat dan frustasi pada siswa. Sebagai pendidik harus selalu menggunakan saat-saat kurangnya pemahaman atau kebingungan ini sebagai momen yang telah ditunggu tunggu. Siswa harus ditantang dan diizinkan untuk belajar dari kesalahan mereka.

Penting juga bagi seorang guru untuk bersabar dengan siswa yang berjuang dengan konsep tertentu. Guru harus bersedia untuk menyesuaikan rencana pelajaran dan memasukkan instruksi yang berbeda ketika kesalahpahaman itu terjadi. Tidak peduli seberapa hati-hati seorang guru merencanakan, hambatan dapat saja terjadi. Sebagaimana halnya dengan pengajaran lainnya, tantangan, kesalahpahaman, dan kurangnya pemahaman dapat digunakan sebagai alat untuk pembelajaran yang mendalam dan bermakna.

5. Penilaian

Penilaian harus selalu mengukur apa yang telah diajarkan guru dan memiliki instrumen pembelajaran tingkat tinggi. Penilaian harus memiliki makna dan lebih dari sekadar "mengingat". Jika ruang kelas siswa disiapkan dengan baik, mereka harus dapat menjawab secara konseptual sesuai dengan materi pelajaran yang telah disampaikan kepada mereka. Harapan dan penilaianyang baik adalah menunjukkan pembelajaran  dan pertumbuhan siswa.

Pertanyaan penilaian, seperti perencanaan pelajaran, harus dipikirkan dengan hati-hati dengan pertanyaan yang jelas dan singkat ynag membahas unit studi yan dinilai. Guru harus mengantisipasi hambatan dan kesalapahaman saat menulis penilaian.

Guru harus juga menerapkan penilaian rutin di seluruh unit yang akan memberi siswa kesempatan untuk berhasil dan memeriksa kesalahan yang tidak diketahui. Penilaian akhir harus mencakup seluruh unit yang telah dibahas. Guru harus selalu siap untuk menyisihkan waktu untuk mengajar kembali jika perlu.

6. Rencanakan dan Laksanakan Program

Perencanaan pelajaran yang cermat sejak awal sangat penting untuk pengajaran yang hebat. Sebagai guru, pasti ingin kelasnya menyenangkan. Seorang siswa akan belajar sedalam yang mereka mampu di kelas di mana mereka ingin belajar. Dengan perencanaan yang matang, kita dapat menjadikan ruang kelas sebagai ruang kelas yang diinginkan semua siswa.

logoblog
Previous Post
Newer Post
Next Post
Older Post

Post a comment

Copyright © Manajemen Sekolah. All rights reserved.