Mempersiapkan Pelajaran E-Learning

Akan muda untuk mengasumsikan bahwa membuat pelajaran e-learning dalam masyarakat saat ini akan menjadi tugas sederhana yang dapat diselesaikan oleh guru mana pun dalam jumlah yang sama atau  lebih sedikit waktu digunakan daripada rencana pelajaran tradisional atau konvensional. Pendapat ini bisa saja salah, paling tidak pada awalnya.

Mempersiapkan Pelajaran E-Learning
Ada begitu banyak keputusan yang perlu dibuat, dan bisa saja lepas kendali tidak sesuai dengan target atau tujuan. Namun dengan rencana yang dipikirkan dengan matang, pelatihan, kesabaran, dan latihan, mempersiapkan elearning, atau biasa disebut pembelajaran jarak jauh, rencana pelajaran menjadi sedikit lebih mudah untuk dicapai.

Identifikasi Tujuan Pelajaran dan Keterampilan Komponen

Tujuan pelajaran harus dipikirkan dan dijabarkan dengan cermat untuk siswa. Target harus jelas dan mudah dipahami. Pada awal pandemi COVID-19, banyak guru terbiasa memiliki rencana pelajaran tertulis untuk pembelajaran mereka, tetapi tidak harus berbagi rencana itu dengan siswa. Para guru menggunakannya sebagai pedoman untuk memastikan target pembelajaran tercapai pada saat itu.

Siswa yang mengikuti program eLearning tidak bertemu dengan guru mereka setiap hari. Siswa harus memiliki jalur yang jelas untuk kemajuan belajarnya, sehingga mereka tidak  tertinggal dari temannya yang lain. Guru dapat memetakan program untuk siswa dengan langsung pada saat mengidentifikasi tujuan pelajaran dan keterampilan yang bisa mengukur penguasaan siswa terhadap topik.

Memanfaatkan Template Rencana Pelajaran Online

Saat membuat materi eLearning, tidak perlu membuat berulang ulang. Banyaknya penyedia online memberi kesempatan kepada guru untuk memilih. Manfaat menggunakan template daring adalah pembuatnya telah menciptakan sedemikian rupa sehingga dapat digunakan oleh guru sesuai dengan kebutuhannya untuk membuat rencana pelajaran yang jelas dan tepat terlepas dari kekurangan aplikasi tersebut. Mungkin saja ada guru yang mampu menciptakan aplikasi eLearning yang saat ini belum ada.

Merangsang Diskusi

Saat mengajar di kelas, guru dapat membuat diskusi dengan mengajukan pertanyaan yang memancing pemikiran dan menyelidik. Guru eLearning mungkin tidak dapat melakukan ini secara organik, tergantung pada metode penyampaian di kelas. Jika guru tidak menyajikan materi secara langsung, mereka harus menemukan cara lain untuk memulai diskusi.

Sebagai guru online, bisa menggunakan LMS (sistem manajemen pembelajaran) sebagai alat pengiriman untuk berdialog dengan siswa. Guru online bisa membuat string diskusi di papan tulis dan meminta siswa untuk berpartisipasi. Siswa harus terlebih dahulu memposting respons terhadap topik awal sebelum melangkah lebih maju. Mereka harus menanggapi setidaknya dua siswa dan kemudian memposting refleksi untuk komentar yang dibuat pada tanggapan awal mereka.

Dengan latihan seperti diatas, siswa akan mulai memposting diskusi mereka mengenai pelajaran tidak hanya untuk mencari bantuan  tetapi juga untuk memberikan bantuan.  Sangat penting guru memantau diskusi ini untuk kejelasan, kebenaran, dan untuk memastikan bahwa tanggapannya tetap profesional.

Perhatikan Komunikasi

Ketika bertindak sebagai guru daring maka tidak dapat menekankan pentingnya komunikasi regular. Sangat mudah bagi siswa daring pada tingkat manapun untuk tidak fokus ke tujuan. Siswa dapat menjadi kewalahan dan menyerah. Dikelas tradisional, para guru akan melihat siswanya secara teratur. Mereka akan memiliki kesempatan untuk mengamati perilaku siswa, baik verbal maupun non-verbal, dan memiliki kesempatan untuk menjangkau siswa tersebut untuk melihat apakah mereka membutuhkan bantuan.

Dalam lingkungan e-learning / online, interaksi itu mungkin tidak terjadi. Guru tidak melihat siswa setiap hari. Sebagai guru online harus mengetahui apakah siswa terlibat dan berjuang dalam proses pembelajaran. Tanpa isyarat visual ini, maka kita akan kehilangan interaksi dengan siswa dan tidak mengetahuinya sampai materi berakhir.

Jika guru online berkomunikasi secara teratur dengan siswa mereka, maka dapat membantu siswa mengatasi kesulitan dan memberikan bantuan yang diperlukan. Guru dapat meminta untuk check-in atau komunikasi teratur dari siswa atau orang tua.

Buat Materi yang Melibatkan Siswa

Pelajaran eLearning tidak hanya presentasi PowerPoint, harus menarik dan mengasyikkan. Ada beberapa situs seperti Kahoot yang memiliki layanan gratis atau berbayar, yang dapat membantu membuat konten menjadi menyenangkan dan menarik. Guru dapat menggunakan Quizlet untuk membuat kartu flash yang bertanya kepada siswa tentang materi yang mereka pelajari. Softchalk memberi para guru kemampuan untuk membangun teka-teki silang, di antara kegiatan lainnya, untuk menguji referensi siswa terhadap tujuan pelajaran yang diuraikan sebelumnya.

Sumber daya yang tersedia untuk seorang guru online dapat membawanya dari pemula eLearning menjadi ahli dengan latihan dan kesabaran.

logoblog
Previous Post
Newer Post
Next Post
Older Post

Post a comment

Copyright © Manajemen Sekolah. All rights reserved.