Workshop Membuat Website dari Nol tepat bagi Anda yang ingin membuat website sekolah, website pembelajaran, website personal, website organisasi, portal berita, dan website lainnya. Pastikan Anda bergabung di kegiatan ini! Yuk, langsung cek dan daftar melalui link dibawah ini

Proses Pembelajaran Berkualitas

Proses pembelajaran merupakan salah satu unsur yang penting dalam pendidikan yang berkualitas. Pendidikan yang berkualitas mencakup 5 unsur ( UNICEP, 2000), yaitu:

Proses- Pembelajaran- Berkualitas
  1. Peserta didik yang berkualitas: sehat jasmani dan rohani dan siap untuk berpartisipasi dan belajar, proses belajarnya didukung oleh keluarga dan lingkungannya.
  2. Lingkungan belajar yang berkualitas: sehat, aman, protektif dan gender-sensitive, dan menyediakan sumber belajar dan fasilitas belajar yang memadai.
  3. Konten yang berkualitas: tercermin dalam kurikulum dan materi ajar yang relevan demi tercapainya keterampilan dasar, khususnya di bidang literasi, numerasi dan kecakapan hidup, pengetahuan dalam hal gender, kesehatan, nutrisi, pencegahan HIV/AIDS dan perdamaian.
  4. Proses pembelajaran yang berkualitas: guru yang terlatih menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik di dalam kelas yang dikelolah dengan baik, penilaian yang baik untuk memfasilitasi belajar dan mengurangi kesenjangan.
  5. Outcomes yang berkualitas: lulusan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap, dan terarah pada pencapaian tujuan pendidikan nasional, serta berpartisipasi positif di dalam masyarakat.
Pada uraian tentang proses pembelajaran berkualitas di atas, jelas terlihat bahwa proses pembelajaran berkualitas sangat ditentukan oleh guru yang berkualitas. Lalu, yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah apa yang dimaksud dengan guru yang berkualitas. Darling-Hammond (1997) seperti dikutip oleh UNICEF (2000), guru yang berkualitas adalah guru yang menguasai materi pelajaran (konten) yang diajarkan dan pedagogi. Namun, seiring perkembangan teknologi, guru yang berkualitas sekarang diartikan sebagai guru yang menguasai pengetahuan teknologi pedagogi dan konten, yang dikenal dengan istilah TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge).

Menurut Heick (2014), suatu pembelajaran dikatakan aktif, efektif, dan berkualitas bila memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. peserta didik aktif bertanya - pertanyaan yang baik;
  2. pertanyaan dihargai lebih dari jawaban;
  3. gagasan atau ide datang dari berbagai sumber;
  4. berbagai model pembelajaran digunakan;
  5. penilaian dilakukan secara persisten, otentik, transparan, dan tidak bersifat menghukum;
  6. kebiasaan belajar (learning habits) terus diterapkan;
  7. ada kesempatan untuk mempraktekkan pengetahuan.
Di samping itu, Muhtadi (2005) mengemukakan 6 iklim kelas yang kondusif dan berkualitas yaitu:

Proses- Pembelajaran- Berkualitas
  1. pendekatan belajar yang student-centered;
  2. guru menghargai partisipasi aktif dari peserta didik;
  3. guru bersikap demokratis;
  4. guru mengutamakan dialog dalam mengatasi permasalahan pembelajaran dengan peserta didik;
  5. lingkungan kelas yang memotivasi peserta didik untuk belajar dan berpartisipasi dalam kelas;
  6. berbagai sumber belajar tersedia.

Efektivitas pembelajaran sangat dipengaruhi oleh peranan guru dalam pembelajaran. Guru harus berusaha agar peserta didik mendapatkan layanan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, jenis kelamin, status sosial ekonomi, dan yang berkebutuhan khusus dalam proses pembelajaran.

Untuk menjamin terselenggaranya proses pembelajaran yang berkualitas di sekolah, pelaksanaan supervisi akademik menjadi sangat penting . Peningkatan kualitas pembelajaran yang bermuara pada capaian belajar peserta didik yang optimal menjadi fokus pelaksanaan supervisi akademik (Kotirde, 2014).

Dengan kata lain, supervisi akademik menjadi suatu alat untuk mencapai pembelajaran yang berkualitas, yakni dengan cara mensupervisi guru melalui perangkat pembelajarannya,  proses pembelajaran serta penilaian. Kepala Sekolah adalah pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan supervisi akademik di sekolah. Namun dalam pelaksanaannya, untuk alasan tertentu, kepala sekolah dapat menugaskan guru senior untuk melaksanakan supervisi akademik si sekolah.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Manajemen Sekolah. All rights reserved.