Dukungan Sekolah Terhadap Penguatan Budaya

Pendidikan di sekolah secara umum dijalankan terpisah dari lingkungan sekitarnya. Padahal, ada potensi kearifan lokal, nilai-nilai budaya, serta alam yang dapat dijadikan sumber belajar sehingga pembelajaran anak-anak tidak tercerabut dari konteks kehidupannya. Dengan demikian, anak-anak tetap hidup dalam akar budayanya yang khas, namun memiliki relevansi dengan nilai-nilai universal.

Karena itu, pendidikan kontekstual dalam mendukung penguatan pendidikan karakter (PPK) perlu dikembangkan dengan berangkat dari kearifan lokal serta nilai budaya dan agama masyarakat. Hal ini membuat pendidikan dan kebudayaan menjadi semakin erat hubungannya.

Dukungan Sekolah Terhadap Penguatan Budaya

Berlakunya Kurikulum 2013 membuka peluang bagi sekolah untuk menerapkan pendidikan kontekstual dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Selama ini sekolah hanya fokus untuk menuntaskan pelajaran yang ada di buku teks, tidak menyambungkannya dengan kearifan lokal dan potensi lokal yang ada disekitar. Pembelajaran mesti berangkat dari apa yang dimiliki oleh anak-anak yakni kehidupan disekitarnya.

Pengembangan pendidikan karakter kontekstual agar seluruh komponen masyarakat bisa bersinergi dalam mendukung pendidikan berkualitas bagi anak, utamanya supaya nilai-nilai luhur dalam budaya setempat dapat terinternalisasi dalam diri generasi penerus lewat pendidikan. Pendidikan kontekstual pun digali dan dikembangkan dari pemikiran bersama pelaku pendidikan (dinas pendidikan dan sekolah), tokoh adat, tokoh masyarakat, orangtua, hingga pemerintah daerah.

Tiap daerah mengembangkan pendidikan kontekstual dengan nama berbeda. Ada yang menitipberakkan pada konteks alam, konteks perdamaian karena didaerah komplik, maupun konteks budaya. Namanya berbeda beda tiap daerah, namun semangatnya sama untuk memberdayakan dan membangun kesadarankritis siswa yang didasarkan pada kearifan lokal dan potensi lokal sehingga mereka menjadi anak yang hidup seutuhnya.

Dukungan Sekolah Terhadap Penguatan Budaya
Pendidikan karakter kontekstual merangkum dari inti kebudayaan lokal, namun tetap relevan dengan nilai-nilai universal, terutama untuk membentuk karakter anak yang mencintai Tuhan, menghormati sesama, bekerja sama/musyawarah, menghargai keberagaman, toleran, bekerja keras, jujur, dan banyak lagi.

Misalnya saja sebuah sekolah memilih pendidikan kontekstual sekolah hijau,  maka dalam mengembangkan metode pembelajaran, lingkungan, dan karakter didesain dengan semangat dan kepedulian pada kesinambungan lingkungan hidup. Para guru dilatih untuk mengembangkan pembelajaran aktif, kreatif, dan menyenangkan dengan mengacu pada nilai-nilai yang disepakati sebagai sekolah hijau.

Nilai budaya yang hidup dalam masyarakat bisa diintegrasikan dalam pendidikan. Nilai-nilai dalam masyarakat yang saling menghargai, menerima, dan menghormati sesama manusia seperti apa adanya serta mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat, tetap bisa dilestarikan. Kini masyarakat semakin menghargai pendidikan karena melihat bahwa pendidikan dan budaya masyarakat bisa diintegrasikan.

Peningkatan kualitas pendidikan bisa mulai terlihat sejak pendidikan kontekstual diterapkan. Perilaku anak-anak berubah menjadi anak santun dan hormat pada orang tua serta semangat belajar meningkat. Pendidikan di sekolah yang dilaksanakan oleh guru berubah menjadi kreatif, seperti memanfaatkan permainan tradisional atau lagu daerah dalam pembelajaran.

Pelaksanaan pendidikan karakter bukan terpaku pada mata pelajaran tersendiri. Namun harus bisa terintegrasi dalam semua aspek pembelajaran disekolah. Sekolah harus didorong supaya dapat mengembangkan budaya sekolah yang digali dari kondisi di mana lingkungan sekolah itu berada melalui pendidikan kontekstual yang telah dikembangkan.

Banyak pihak sepakat bahwa pendidikan karakter menjadi hal penting. Untuk mewujudkannya, semua pihak harus berkolaborasi untuk terus menyebar praktik baik yang sudah dilakukan sehingga perubahan dalam pendidikan dapat terjadi secara meluas.

Pendidikan harus berstandar untuk menghasilkan anak bangsa yang jadi pembelajar sepanjang hayat dan mendukung cita-cita besar bangsa. Sekolah perlu dibiarkan berkembang sesuai konteks di mana sekolah itu berada dengan membuat ekosistem pendidikan yang mendukung.

logoblog
Previous Post
Newer Post
Next Post
Older Post

Post a comment

Copyright © Manajemen Sekolah. All rights reserved.