// API callback
loadtoc({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$blogger":"http://schemas.google.com/blogger/2008","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157"},"updated":{"$t":"2023-12-16T15:51:54.876+08:00"},"category":[{"term":"PBM"},{"term":"Seputar Edukasi"},{"term":"Referensi"},{"term":"Peraturan"},{"term":"LKPD IPS 7 SMP"},{"term":"Teknologi Informasi"},{"term":"Evaluasi"},{"term":"Guru"},{"term":"Siswa"},{"term":"Administrasi"},{"term":"Berita"},{"term":"Kurikulum"},{"term":"LKPD IPS 8 SMP"},{"term":"LKPD IPS 9 SMP"},{"term":"Contoh Soal Ujian Sekolah SMP"},{"term":"IPA"}],"title":{"type":"text","$t":"Manajemen Sekolah"},"subtitle":{"type":"html","$t":"Portal Informasi Manajemen Berbasis Sekolah"},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/posts\/default"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default?alt=json-in-script\u0026max-results=9999"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"}],"author":[{"name":{"$t":"thiar ce'gu"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/12494968838103959703"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"http://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"252"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"9999"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-6121740002681760569"},"published":{"$t":"2021-12-15T11:18:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2021-12-15T11:18:51.676+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Referensi"}],"title":{"type":"text","$t":"Gempa Utara Flores Sesar yang Belum Dipetakan"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Gempa bumi berkekuatan M 7,4 yang terjadi di utara Flores pada Selasa\n    (14\/12\/2021) pukul 11.20 Wita bersumber dari sesar di bawah laut yang belum\n    terpetakan sebelumnya. Gempa ini menjadi alarm untuk mewaspadai zona\n    kegempaan di kawasan ini, termasuk Sesar Belakang Flores yang pernah memicu\n    tsunami besar pada 1992.\n\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEgimcfbJCDLuMFnwiHBT1ZVr8Y8sxwIzJS80Ogg1suIBpJxldGYL0_wJjc0nARJQSUVgDha0sDYSWfiJ3PEEJHwtF_CNkqCln4gV_cGyAGwk8KWsnatM15bGms01Znzzr7ao3EjHU21Dk2ZKba09vqUtPEC3JWKXXapGh41Ar3jeLAAlBFUdwhTM5rwxg=s762\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"615\" data-original-width=\"762\" height=\"516\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEgimcfbJCDLuMFnwiHBT1ZVr8Y8sxwIzJS80Ogg1suIBpJxldGYL0_wJjc0nARJQSUVgDha0sDYSWfiJ3PEEJHwtF_CNkqCln4gV_cGyAGwk8KWsnatM15bGms01Znzzr7ao3EjHU21Dk2ZKba09vqUtPEC3JWKXXapGh41Ar3jeLAAlBFUdwhTM5rwxg=w640-h516\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: right;\"\u003ETangkapan Layar\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003EPusat gempa berada pada koordinat 7,59 Lintang Selatan dan 122,24 Bujur\n    Timur atau di laut pada jarak 112 kilometer arah barat laut Kota Larantuka,\n    Nusa Tenggara Timur. Sumber gempa tergolong dangkal, dengan kedalaman 10\n    kilometer. Gempa ini memiliki mekanisme pergerakan geser atau sesar\n    mendatar. Berdasarkan pemodelan yang dilakukan, gempa berpotensi tsunami.\n    Sehingga BMKG kemudian mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk beberapa\n    wilayah NTT dan sebagian Sulawesi Selatan. Hingga pukul 13.20 Wita atau dua\n    jam setelah kejadian gempa bumi pukul 11.20 Wita, tidak ada kenaikan muka\n    air laut. Maka\u003Cu\u003E,\u003C\/u\u003E peringatan tsunami dinyatakan telah berakhir.[1]\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Data pengamatan muka air laut dari Badan Informasi Geospasial (BIG) merekam\n    adanya tsunami kecil, dengan ketinggian 7 sentimeter, di Marapokot,\n    Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, dan di Reo, Kabupaten Manggarai.\n    Keduanya di Provinsi NTT.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Sebanyak 230 rumah di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, mengalami\n    kerusakan akibat gempa kali ini. Selain itu, satu gedung sekolah, dua\n    bangunan tempat ibadah, dan satu rumah jabatan kepala desa juga terdampak\n    gempa. [2]\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Gempa tersebut dirasakan dan berdampak di tiga provinsi. Di Nusa Tenggara\n    Timur, daerah yang terdampak meliputi Kabupaten Flores Timur, Sikka,\n    Lembata, Manggarai, Manggarai Barat, Nagekeo, dan Sabu Raijua. Sementara di\n    Sulawesi Selatan, daerah yang terdampak adalah Kabupaten Kepulauan Selayar\n    dan di Sulawesi Tenggara di Kabupaten Buton, Wakatobi, dan Kota Baubau. [3]\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003EGempa kali ini berpusat di zona sesar yang belum dipetakan sebelumnya.\n    Sumber gempa ini belum ada di Peta Sumber Gempa Nasional 2017, yang jadi\n    dasar bahaya gempa di Indonesia. Sumber gempa yang sudah dipetakan di\n    kawasan ini adalah Sesar Belakang Flores. Peta Sumber Gempa Nasional 2017\n    disusun oleh para ahli yang tergabung dalam Pusat Studi Gempa Bumi\n    Nasional, di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan\n    Rakyat. Peta ini menjadi acuan bahaya dan standar bangunan. Gempa kali ini\n    tidak berasal dari Sesar Belakang Flores yang pernah memicu gempa bumi dan\n    tsunami Flores pada 1992 sekalipun lokasinya relatif dekat. [4]\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Sesar Belakang Flores mekanismenya sesar naik dan sebagian ada yang turun,\n    sementara gempa kali ini mekanismenya sesar geser mendatar, jadi, jelas\n    sumbernya berbeda. Dengan kekuatan gempa ini hingga M 7,4, bidang gempa dan\n    jalur sesar yang baru diketahui ini seharusnya cukup panjang. Panjang\n    bidang gempanya bisa 80-110 kilometer, tergantung jenis batuannya.\n    Sementara lebarnya bisa 30 km dengan pergeseran 2,3 meter. Ini sumber gempa\n    lumayan masif. Setidaknya bisa setara dengan Sesar Palu Koro yang memicu\n    gempa di Palu pada 2018 [4]\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Dengan kejadian ini, pelajaran sangat penting adalah pentingnya\n    meningkatkan penelitian dan memetakan sumber gempa di Indonesia. Hal ini\n    karena masih banyak sumber gempa yang belum terpetakan dengan baik,\n    terutama sumber gempa di bawah laut. Pemahaman tentang sumber gempa di laut\n    sangat sedikit. Tidak punya cukup data batimeteri yang resolusi cukup baik\n    dan aksesibel. [4]\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Identifikasi sumber bahaya gempa merupakan dasar dari mitigasi bencana,\n    termasuk mengurangi risiko tsunami. Jika sumber gempanya saja belum\n    diketahui, bagaimana mau memitigasinya. Ini pekerjaan rumah besar bagi\n    kita. [5]\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    ------------------\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cul style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003E\n    [1] Bambang Setuyo Prayitno ( Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan\n    Geofisika (BMKG)) kompas.id\/15\/12\/2021\n\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\n    [2] Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kompas.id\/15\/12\/2021\n\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\n    [3] Abdul Muhari (Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data Informasi dan\n    Komunikasi Kebencanaan\u0026nbsp; BNPB) kompas.id\/15\/12\/2021\n\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\n    [4] Irwan Meilano (Ahli gempa bumi yang juga Dekan Fakultas Ilmu dan\n    Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung) kompas.id\/15\/12\/2021\n\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\n    [5] Gegar Prasetya (Ketua Ikatan Ahli Tsunami Indonesia)\n    kompas.id\/15\/12\/2021\n\u003C\/li\u003E\u003C\/ul\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\n\n\n\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/6121740002681760569\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/12\/gempa-utara-flores-sesar-yang-belum.html#comment-form","title":"1 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6121740002681760569"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6121740002681760569"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/12\/gempa-utara-flores-sesar-yang-belum.html","title":"Gempa Utara Flores Sesar yang Belum Dipetakan"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEgimcfbJCDLuMFnwiHBT1ZVr8Y8sxwIzJS80Ogg1suIBpJxldGYL0_wJjc0nARJQSUVgDha0sDYSWfiJ3PEEJHwtF_CNkqCln4gV_cGyAGwk8KWsnatM15bGms01Znzzr7ao3EjHU21Dk2ZKba09vqUtPEC3JWKXXapGh41Ar3jeLAAlBFUdwhTM5rwxg=s72-w640-h516-c","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-3317879395177019770"},"published":{"$t":"2021-12-09T21:38:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2021-12-09T21:41:10.882+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Seputar Edukasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Pengaruh Narasi di Media Dalam Membentuk Sikap Keagamaan Anak Muda"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Hasil survei menunjukkan bahwa generasi milenial dan generasi z memiliki\n    aktivitas digital yang tinggi terkait isu keagamaan. Hal ini membuat mereka\n    rentan terhadap narasi konservatisme di media sosial. Masyarakat cenderung\n    menjadikan media sosial, televisi, radio, dan siniar sebagai ruang untuk\n    mencari pengetahuan tentang agama. Hal ini membuat semua pihak, termasuk\n    negara, perlu lebih memperhatikan berbagai media, khususnya media sosial,\n    karena memainkan peran penting dalam membentuk sikap keagamaan seseorang.\n    Hal tersebut terangkum dalam hasil survei nasional tentang pengaruh media\n    dalam proses beragama generasi muda Survei nasional yang dilakukan pada\n    13-22 Oktober 2021 dengan total 1.214 responden ini melihat empat media\nsekaligus, yakni media sosial, televisi, radio, dan siniar (    \u003Cem\u003Epodcast\u003C\/em\u003E). [1]\n\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEi45QnlFTIcMeS-zFtgyMBxV-_RIGtTicIzBZvQnm3tsjMkZSePF7iefhCecf58JoggvEs_JDIsX0cu_wZlQMfrCPpid77S5LjPFGWjhd5pz5Ug7oL7ddypIrWSu7zPWh3EG9Ae8rFM_3IV-BbwzZQ_dQrImf1dS6QhVQpilkQu39TtCubxC4AIFsltmw=s2048\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1301\" data-original-width=\"2048\" height=\"406\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEi45QnlFTIcMeS-zFtgyMBxV-_RIGtTicIzBZvQnm3tsjMkZSePF7iefhCecf58JoggvEs_JDIsX0cu_wZlQMfrCPpid77S5LjPFGWjhd5pz5Ug7oL7ddypIrWSu7zPWh3EG9Ae8rFM_3IV-BbwzZQ_dQrImf1dS6QhVQpilkQu39TtCubxC4AIFsltmw=w640-h406\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003ESurvei nasional ini dilakukan karena sejumlah literatur telah menjelaskan\n    bahwa media menjadi sarana strategis untuk menyebarkan keagamaan, termasuk\n    paham konservatif. Namun, beberapa studi yang telah dilakukan baru membahas\n    produsen dan narasi keagamaan yang terdapat di media. Studi dari PPIM UIN\n    ini lebih spesifik melihat audiens atau konsumen dari narasi keagamaan di\n    media. Survei ini juga melihat perbedaan narasi keagamaan antar-media dan\n    usia konsumennya, terutama generasi muda dan tua [1]\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Hasil survei menunjukkan televisi dan media sosial merupakan media yang\n    paling sering digunakan untuk mengetahui informasi atau program keagamaan.\n    Dari faktor usia, generasi muda (milenial dan generasi z) lebih sering\n    mengakses informasi keagamaan dari media sosial dan siniar. Sementara\n    generasi tua (boomer dan generasi x) mengakses informasi keagamaan dari\n    radio dan televisi.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pada aspek media sosial, 96,35 persen responden menjadikan WhatApp sebagai\n    aplikasi atau platform untuk mencari pengetahuan agama. Salah satu\n    pengetahuan dan informasi agama dari WhatsApp bersumber dari grup-grup yang\n    dibuat masyarakat.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Adapun media sosial lainnya yang digunakan adalah Facebook (83,04 persen),\n    YouTube (62,23 persen), Instagram (55,55 persen), telegram (28,61 persen),\n    Tiktok (25,16 persen), Twitter (18,21 persen), dan Line (11,85 persen).\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Berkaca dari hasil survei ini, generasi muda, khususnya generasi milenial\n    dan generasi z, cenderung menjadikan media sosial sebagai sumber\n    pengetahuan agamanya. Mereka juga paling aktif di media sosial dengan\naktivitas, seperti menonton ceramah, memberikan respons suka\/tidak suka (    \u003Cem\u003Elike\/dislike\u003C\/em\u003E), berkomentar, dan membagikan tautan. [1]\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Semakin tinggi tingkat religiositas individu, semakin sering pula dia\n    memberikan \u003Cem\u003Elike \u003C\/em\u003Eatau \u003Cem\u003Edislike\u003C\/em\u003E, berbagi, dan menonton\n    ceramah agama. Semakin individu merasa sebagai \u003Cem\u003Ereligious opinion\u003C\/em\u003E\n    leader atau sering ditanya tentang ilmu keagamaan, maka dia makin aktif di\n    media sosial. [1]\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Selain itu, hasil survei menunjukkan, generasi muda yang sering terpapar\n    atau menonton media konservatif dan islamis akan memiliki tingkat\n    konservatisme agama yang tinggi. Sebaliknya, tingkat konservatisme agama\n    akan rendah bagi generasi milenial, x, dan z yang sering menonton atau\n    mengakses media dengan informasi agama yang moderat.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Secara keseluruhan, hasil survei menyimpulkan bahwa generasi milenial dan\n    generasi z memiliki aktivitas digital yang tinggi terkait isu keagamaan.\n    Hal ini membuat mereka rentan terhadap narasi konservatisme di media\n    sosial. Namun, peran media sosial hanya memfasilitasi pembentukan\n    konservatisme tetapi tidak mempercepatnya.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Para peneliti dalam survei ini pun merekomendasikan kepada negara, kelompok\n    masyarakat sipil, dan pihak terkait lainnya agar lebih memperhatikan\n    berbagai ruang di media.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Hal itu disebabkan media berperan penting dalam membentuk sikap keagamaan\n    seseorang. Salah satu upaya menekan konservatisme agama ini dapat dilakukan\n    dengan menggencarkan narasi keagamaan yang moderat khususnya di media\n    sosial.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Bimas Agama dan Layanan\n    Keagamaan Badan Litbang Diklat Kementerian Agama (Kemenag) juga telah\n    melakukan riset tentang kualitas media daring dalam melakukan kontra narasi\n    ekstremisme. Terdapat tiga cara menyikapi media daring ekstrem, yakni\n    melakukan pemblokiran, penguatan literasi media, dan kontranarasi\n    ekstremisme. Namun, langkah pemblokiran media daring ekstrem tidak\n    sepenuhnya efektif. Sebab, media ekstrem lainnya kemungkinan akan tetap\n    muncul setelah pemblokiran. Pendekatan literasi media kepada masyarakat\n    juga dipandang membutuhkan upaya dan waktu yang sangat panjang. Oleh karena\n    itu, upaya saat ini yang dinilai dapat menjadi solusi yaitu dengan\n    penguatan media yang mengembangkan kontra narasi ekstremisme. [2]\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Merespons hasil survei ini, Kominfo memiliki program percepatan\n    transformasi digital. Masyarakat dari semua generasi dan golongan harus\n    bisa mengakses teknologi digital sehingga diharapkan dapat meningkatkan\n    kesejahteraan. Menyikapi dunia digital yang sangat kompleks, termasuk\n    berperan dalam konservatisme agama, Kominfo tengah menyusun upaya untuk\n    meningkatkan kecakapan berdigital masyarakat. Hal ini penting dilakukan\n    karena pemerintah tidak mungkin memutus jaringan internet di wilayah yang\n    mungkin terindikasi banyak konservatisme agama.[3]\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Diakui bahwa penyampaian berbagai pesan pembangunan, kebaikan, dan\n    moralitas dari pemerintah tidak sepenuhnya dapat diterima dengan mudah oleh\n    masyarakat. Sebab, hasil analisis menunjukkan penyampaian informasi dari\n    pemerintah kerap ditolak atau diabaikan oleh publik. Secara komunikasi\n    mungkin pesan dari pemerintah belum dikemas dan masih memakai model lama\n    yang panjang dan tidak ada ilustrasi. Ini bisa menjadi catatan kritis agar\n    hasil penelitian ini dapat memberikan masukan yang utuh, termasuk soal\n    regulasi. [3]\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    ------------------------\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    [1] Iim Halimatusadiyah (Koordinator Survei Nasional Media dan Agama PPIM\n    UIN Jakarta) kompas.id\/08\/12\/2021\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    [2[ Abdul Jamil (Peneliti Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagaman\n    Kemenag) kompas.id\/08\/12\/2021\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    [3] Widodo Muktiyo (Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo)\n    Bidang Komunikasi) kompas.id\/08\/12\/2021\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/3317879395177019770\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/12\/pengaruh-narasi-di-media-dalam.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/3317879395177019770"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/3317879395177019770"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/12\/pengaruh-narasi-di-media-dalam.html","title":"Pengaruh Narasi di Media Dalam Membentuk Sikap Keagamaan Anak Muda"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEi45QnlFTIcMeS-zFtgyMBxV-_RIGtTicIzBZvQnm3tsjMkZSePF7iefhCecf58JoggvEs_JDIsX0cu_wZlQMfrCPpid77S5LjPFGWjhd5pz5Ug7oL7ddypIrWSu7zPWh3EG9Ae8rFM_3IV-BbwzZQ_dQrImf1dS6QhVQpilkQu39TtCubxC4AIFsltmw=s72-w640-h406-c","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-4783939421051592963"},"published":{"$t":"2021-12-03T09:29:00.003+08:00"},"updated":{"$t":"2021-12-03T09:38:34.016+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Referensi"}],"title":{"type":"text","$t":"Adaptasi Kearifan Lokal Naskah ”La Galigo” "},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Naskah La Galigo mengandung kearifan lokal masyarakat Bugis masa lalu yang\n    dapat diadopsi untuk masa kini.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEjgBCzF7-t1MxDs__O99shBza8iueGw9Uyy-2mF2Q9cq_9VGacUYDSR8IM9I8b-dOo2L_QgRY6Caj8AnnFFgSRdzGFgzo0Ef3wzSXrT7fMZgbvu0TOCn-_7q68ZoZQ3HxeM2Gi123ZulWquf7usqH2Z6xBjWaR-SM1NzbHEwM-_8Apjl5d55Ih-YZvFDw=s283\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"178\" data-original-width=\"283\" height=\"403\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEjgBCzF7-t1MxDs__O99shBza8iueGw9Uyy-2mF2Q9cq_9VGacUYDSR8IM9I8b-dOo2L_QgRY6Caj8AnnFFgSRdzGFgzo0Ef3wzSXrT7fMZgbvu0TOCn-_7q68ZoZQ3HxeM2Gi123ZulWquf7usqH2Z6xBjWaR-SM1NzbHEwM-_8Apjl5d55Ih-YZvFDw=w640-h403\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003Esumber :\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.google.com\/url?sa=i\u0026amp;url=https%3A%2F%2Fen.wikipedia.org%2Fwiki%2FLa_Galigo\u0026amp;psig=AOvVaw1ASj7HQL4ImXmD8TZjxBDa\u0026amp;ust=1638580631967000\u0026amp;source=images\u0026amp;cd=vfe\u0026amp;ved=2ahUKEwj37KbVusb0AhWtyHMBHRd0Cp0Qr4kDegUIARC1AQ\" target=\"_blank\"\u003ELa Galigo Wikipedia\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003ENaskah \u003Cem\u003ELa Galigo\u003C\/em\u003E dinilai sebagai karya sastra yang mencerminkan\n    kehidupan dan kebudayaan kuno orang Bugis. Naskah itu mengandung kearifan\n    lokal sandang, pangan, dan papan yang bisa diadaptasi dalam kehidupan saat\n    ini.\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\nKearifan lokal warga soal papan tampak di episode    \u003Cem\u003EMeong Mpalo Bolongnge\u003C\/em\u003E pada naskah. Episode itu menceritakan\n    tentang Sangiang Serri atau dewi padi. Sangiang Serri dikenal juga dengan\n    nama Dewi Sri di daerah lain di Indonesia. Sangiang Serri dikisahkan\n    berkelana mencari manusia berbudi baik, kemudian ia akan menjaga lingkungan\n    manusia tersebut. Ia berkelana dengan dikawal seekor kucing hitam loreng.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Dalam perjalanannya, Sangiang Serri sempat disambut baik di kediaman warga\n    yang berupa rumah panggung kayu. Rumah panggung merupakan bentuk rumah yang\n    umum di Sulawesi pada masa lalu.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Keberadaan rumah panggung berhubungan dengan keselamatan manusia saat\n    bencana. Tidak ada korban jiwa saat Mamuju dihantam gempa berkekuatan\n    magnitudo 6,7 pada 8 Januari 1984. [1]\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Di sisi lain, Basarnas Mamuju mencatat ada 91 orang tewas. Sebanyak 80\n    korban tewas adalah warga Mamuju, sedangkan 11 orang lainnya warga Majene.\n    Keduanya adalah daerah terdampak paling parah saat gempa magnitudo 6,2 pada\n    15 Januari 2021 terjadi (Kompas.id, 22\/1\/2021).\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    ”Masih banyak rumah panggung berjejer pada 1984. Kini, rumah panggung\n    diganti rumah batu karena warga kesulitan mencari kayu akibat penebangan\n    liar. [1]\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cem\u003ELa Galigo \u003C\/em\u003E\npun dinilai bukan sekadar sastra warisan nenek moyang terpanjang di dunia.    \u003Cem\u003ELa Galigo \u003C\/em\u003Ejuga ensiklopedi orang Bugis yang menggambarkan\n    kehidupan masyarakat, termasuk ilmu pengetahuan tradisional tentang\n    sandang, pangan, papan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\u003Cstrong\u003ETradisi Masa Lampau\u003C\/strong\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cem\u003ELa Galigo\u003C\/em\u003E\n    merupakan sastra berbasis tradisi masyarakat masa lampau. Kendati sulit\n    menyebut \u003Cem\u003ELa Galigo\u003C\/em\u003E sebagai karya sejarah, naskah itu dinilai tetap\n    sarat sejarah yang bisa dipelajari. Riset arkeobotani masa kini menyebut\n    ada jejak kuno benih padi di wilayah Sulawesi Selatan berusia 4.500 tahun.\n    Di sisi lain, naskah \u003Cem\u003ELa Galigo\u003C\/em\u003E menceritakan tradisi pangan\n    masyarakat masa lampau, yakni padi sebagai salah satu sumber pangan. Apa\n    benar \u003Cem\u003ELa Galigo\u003C\/em\u003E ditulis pada abad ke-14? \u003Cem\u003ELa Galigo\u003C\/em\u003E sudah\n    diceritakan (masyarakat secara lisan) jauh sebelumnya. [2]\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Naskah tersebut juga memuat kisah pelayaran. Bila diteliti lebih jauh,\n    kisah itu akan menggambarkan kondisi ekonomi dan politik masyarakat zaman\n    dulu. \u003Cem\u003ELa Galigo\u003C\/em\u003E pun dinilai memuat banyak kearifan lokal\n    masyarakat zaman dulu yang belum dieksplorasi. Kearifan lokal itu bisa\n    dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan, misalnya tentang\npelayaran, sejarah, hingga kebudayaan. Salah satu alasan    \u003Cem\u003ELa Galigo \u003C\/em\u003Ebelum dieksplorasi lebih jauh adalah karena naskah itu\n    tersebar di sejumlah museum, perpustakaan, hingga koleksi milik individu.\n    Selain di Indonesia, naskah itu juga tersebar di Belanda hingga Amerika\n    Serikat. [3]\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Naskah berusia ratusan tahun itu terdiri dari 6.000 halaman atau setara\n    300.000 baris teks. Naskah ini terbagi dalam 12 jilid dan telah ditetapkan\n    sebagai Memori Kolektif Dunia oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan,\n    dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO). Peneliti memperkirakan\n    bahwa 12 jilid naskah itu baru satu per tiga dari naskah asli.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003EKebudayaan dapat\n    menjadi inspirasi menghadapi tantangan masa kini, misalnya perubahan iklim.\n    Namun, adopsi kearifan masa lalu mesti dilakukan secara selektif. Ini\n    karena kearifan tersebut belum tentu relevan dengan masa sekarang. [4]\n\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E-------------------\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    [1]. Nurhayati Rahman (Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas\n    Hasanuddin) kompas.id\/03\/12\/2021\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E[2]. Anom Astika (sejarawan Institut Sejarah Sosial Indonesia (ISSI)\n    kompas.id\/03\/12\/2021\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    [3]. Horst Liebner (sejarawan maritime) kompas.id\/03\/12\/2021\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    [4]. Hilmar Farid (Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan,\n    Kebudayaan, Riset, dan Teknologi) kompas.id\/03\/12\/2021\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/4783939421051592963\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/12\/adaptasi-kearifan-lokal-di-naskah-la.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4783939421051592963"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4783939421051592963"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/12\/adaptasi-kearifan-lokal-di-naskah-la.html","title":"Adaptasi Kearifan Lokal Naskah ”La Galigo” "}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEjgBCzF7-t1MxDs__O99shBza8iueGw9Uyy-2mF2Q9cq_9VGacUYDSR8IM9I8b-dOo2L_QgRY6Caj8AnnFFgSRdzGFgzo0Ef3wzSXrT7fMZgbvu0TOCn-_7q68ZoZQ3HxeM2Gi123ZulWquf7usqH2Z6xBjWaR-SM1NzbHEwM-_8Apjl5d55Ih-YZvFDw=s72-w640-h403-c","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-2598791563462938430"},"published":{"$t":"2021-11-28T21:28:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2021-11-28T21:28:26.461+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Referensi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Seputar Edukasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Apa Perbedaan Antara Empati dan Simpati ?"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Selama menjadi seorang guru, mungkin ada beberapa kali kita mungkin merasa\n    simpati kepada seorang siswa. Namun, seorang guru yang peduli berempati\n    dengan siswa hampir setiap hari. Penting untuk memahami perbedaan dalam\n    situasi emosi ini dan mengapa empati merupakan karakteristik yang sangat\n    penting dalam membantu mengembangkan seluruh anak.\n\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEizB0zM2jF2uKB913GE3wyztZropAeCcFpUmB79P1u4jW0DKZzlDc6e1icVGMTXJ8cgL2p-b_gEz6yVKgGD6pmelB5NklFPBDus9xfBzpUhEZ77SsoTBQD631W8PWQH3Kn7ykuaovZJwtMtekMAEVtut8brJ_vQ5ihjn-2vgU3d-F5OdoD6yUF_PV67hg=s600\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Apa Perbedaan Antara Empati dan Simpati\" border=\"0\" data-original-height=\"348\" data-original-width=\"600\" height=\"372\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEizB0zM2jF2uKB913GE3wyztZropAeCcFpUmB79P1u4jW0DKZzlDc6e1icVGMTXJ8cgL2p-b_gEz6yVKgGD6pmelB5NklFPBDus9xfBzpUhEZ77SsoTBQD631W8PWQH3Kn7ykuaovZJwtMtekMAEVtut8brJ_vQ5ihjn-2vgU3d-F5OdoD6yUF_PV67hg=w640-h372\" title=\"Apa Perbedaan Antara Empati dan Simpati\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003E\u003Cstrong\u003EApa itu Empati?\u003C\/strong\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Memiliki \u003Cstrong\u003Eempati\u003C\/strong\u003E adalah kemampuan untuk memahami apa yang\n    sedang dialami orang lain. Namun empati juga lebih dari itu. Memiliki\n    empati berarti seseorang dapat merasakan apa yang disebabkan oleh situasi\n    yang dirasakan orang lain. Ini adalah pemahaman yang lebih dalam tentang\n    pengalaman, tantangan, dan bahkan proses berpikir orang tersebut.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch4\u003E\n    \u003Cstrong\u003EApa itu Simpati?\u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h4\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Sederhananya, \u003Cstrong\u003Esimpati\u003C\/strong\u003E adalah perasaan sedih terhadap orang\n    lain. Kita sering mengasosiasikan simpati dengan kehilangan orang yang\n    dicintai. Ini juga bisa berarti merasa kasihan atas kemalangan orang lain;\n    misalnya, jika rumah tetangga terbakar, orang mungkin merasa simpati atas\n    kehilangan mereka.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch4\u003E\n    \u003Cstrong\u003EApa bedanya?\u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h4\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Akhiran dari dua kata ini, “-pathy,”\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.etymonline.com\/word\/empathy\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Eberasal dari kata Yunani “pathos”\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    yang berarti menderita. Meskipun kedua emosi ini serupa, ada beberapa\n    perbedaan. Simpati adalah respons yang menghakimi. Orang yang merasakan\n    simpati mungkin tidak sepenuhnya terhubung atau memahami apa arti\n    kehilangan orang lain bagi mereka. Empati adalah hubungan yang lebih\n    mendalam terhadap perasaan apa yang dialami orang lain terkait dengan\n    pengalamannya sendiri.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Baru-baru ini, para guru telah mengembangkan empati mereka ketika mereka\n    bekerja dengan siswa yang menderita kerugian dan tekanan terkait keluarga\n    akibat dampak pandemi COVID-19. Seorang guru mungkin bersimpati terhadap\n    siswa yang kehilangan orang yang dicintai karena virus, tetapi akan\n    berempati dengan menyediakan lebih banyak waktu untuk mengerjakan tugas\n    berbasis komputer di sekolah kepada siswa yang orang tuanya kehilangan\n    pekerjaan karena karantina yang ekstensif.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch4\u003E\n    \u003Cstrong\u003EMengapa Ini Penting untuk Dimiliki Siswa?\u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h4\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Melalui kegiatan pembentukan karakter, guru sering membagikan moto,\n    “Perlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan.” Untuk mengajar\n    siswa menjadi simpatik dan empati, ini sering datang melalui pemodelan.\n    Jika siswa melihat guru merespon dengan simpatik ketika seseorang di dalam\n    ruangan mengalami kehilangan, maka siswa dapat bereaksi dengan cara yang\n    sama.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Mengajarkan empati seringkali mengharuskan seorang pendidik untuk berpikir\n    keras dan memandu siswa melalui mengapa mereka merespons dengan cara yang\n    penuh perhatian terhadap seseorang yang berjuang dengan keterampilan atau\n    stresor baru dalam hidup mereka. Pemodelan ini akan mendorong siswa untuk\n    berpikir tentang orang lain sebelum menanggapi tanpa memikirkan bagaimana\n    perasaan orang lain sebagai akibat dari kata-kata atau tindakan mereka.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch4\u003E\n    \u003Cstrong\u003EKegiatan yang Mempromosikan Empati dan Simpati\u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h4\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Mengajarkan keterampilan melalui pembelajaran sosial-emosional membutuhkan\n    waktu dan banyak latihan dari pihak siswa. Mereka bukan keterampilan yang\n    dapat diajarkan secara terpisah melainkan harus sering dipraktekkan.\n    Sebagai seorang guru mengamati siswa berinteraksi, kebutuhan yang berbeda\n    mungkin muncul yang guru dapat tekankan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Ada berbagai kegiatan kelas yang dapat digunakan untuk mempromosikan\n    pengembangan keterampilan empati dan simpati.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch4\u003E\n    \u003Cstrong\u003EVideo yang Mengajarkan tentang Keterampilan Emosional\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h4\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Untuk siswa yang lebih muda, ada banyak video pendek yang sesuai untuk\n    mengajarkan empati kepada orang lain. Beberapa berbicara langsung ke topik,\n    seperti Semua Tentang Empati dan Apa Itu Empati , sementara yang lain\n    memiliki karakter yang menunjukkan tindakan empati terhadap orang lain. Ini\n    memungkinkan guru untuk berhenti dan berdiskusi dan memberikan model bagi\n    siswa melalui karakter yang dipercaya. Bahkan ada\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.ted.com\/talks\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003ETED Talks\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    dan video pelatihan lainnya untuk siswa hingga usia sekolah menengah.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch4\u003E\n    \u003Cstrong\u003EModel Empati dan Simpati\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h4\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Salah satu cara terbaik untuk mengajarkan reaksi emosional adalah menjadi\n    panutan yang baik. Ketika siswa melihat seorang guru bertanya kepada siswa\n    lain bagaimana keadaan mereka setelah kembali dari pemakaman anggota\n    keluarga, mereka belajar bagaimana merespons dalam situasi yang sama dengan\n    tepat. Demikian pula, ketika seorang guru berbicara kepada siswa tentang\n    bagaimana suatu peristiwa, seperti penyakit, membuat guru merasa dan\n    bertanya apakah ada orang lain yang pernah merasakan hal yang sama, guru\n    mengembangkan rasa pengertian dan menghubungkan perasaan orang lain.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch4\u003E\n    \u003Cstrong\u003EDiskusi tentang Emosi\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h4\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Selama beberapa menit setiap hari, seorang guru dapat membuka diskusi\n    tentang skenario potensial dan emosi yang dibawa masing-masing. Ini bisa\n    menjadi kegiatan\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.meadowscenter.org\/files\/resources\/TurnAndTalk_TeacherGuide.pdf\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Eturn-and-talk\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    di mana pasangan mendiskusikan bagaimana perasaan atau perasaan mereka jika\n    mereka mengalami peristiwa negatif atau positif tertentu, seperti: ketika\n    hewan peliharaan tersesat, ketika mereka memenangkan perlombaan, ketika\n    mereka membutuhkan pelukan tetapi tidak ada orang di sekitar, ketika\n    seseorang memberi tahu mereka bahwa mereka mengenakan kemeja di penghujung\n    hari, ketika kakek-nenek mereka membawakan mereka hadiah tak terduga, dll.\n    Untuk memperluas kegiatan ini, mintalah anak-anak membuat wajah yang\n    mengungkapkan perasaan itu.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch4\u003E\n    \u003Cstrong\u003EJadikan itu Game Menebak\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h4\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Guru juga dapat membantu siswa berhubungan dengan perasaan orang lain\n    dengan membaca bahasa tubuh. Untuk kegiatan ini, guru dapat menampilkan\n    gambar seseorang yang membuat wajah tertentu atau menunjukkan bahasa tubuh\n    yang mengekspresikan suatu emosi. Guru kemudian dapat meminta siswa untuk\n    menentukan perasaan mereka. Untuk memperluas ini, siswa dapat mengembangkan\n    ide-ide yang mungkin menjelaskan mengapa orang ini merasa seperti ini. Hal\n    ini memungkinkan siswa untuk membaca bahasa tubuh dan menghubungkan\n    pengalaman mereka sendiri dengan situasi tersebut.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch4\u003E\n    \u003Cstrong\u003EKeterampilan Mendengarkan\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h4\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Mengajar anak-anak untuk menjadi pendengar yang baik ketika menjelaskan\n    bagaimana perasaan mereka bisa menjadi tugas yang menantang. Secara alami,\n    anak-anak ingin menyela dan menceritakan bagaimana perasaan mereka\n    alih-alih mendengarkan dan berhubungan dengan orang itu. Keterampilan ini\n    dapat diajarkan, meskipun.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Seorang guru dapat membaca bagian dari sebuah cerita dan mengajukan\n    pertanyaan seperti:\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cul type=\"disc\"\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        Bagaimana perasaan karakternya?\n    \u003C\/li\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        Bagaimana Anda bisa tahu karakternya kesal\/bersemangat\/dll.?\n    \u003C\/li\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        Apa yang membuat karakter kesal\/bersemangat\/dll?\n    \u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Guru dapat memperluas kegiatan dengan mengajukan pertanyaan seperti:\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cul type=\"disc\"\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        Apa yang akan Anda lakukan untuk membantu karakter ini merasa lebih\n        baik jika Anda berada dalam cerita?\n    \u003C\/li\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        Pernahkah Anda merasakan hal ini, dan jika ya, apa yang membuat Anda\n        merasa seperti ini?\n    \u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Mengajar anak-anak untuk bersimpati dan berempati dengan orang lain akan\n    membantu membangun budaya hormat. Siswa harus dapat melihat sudut pandang\n    orang lain ketika melalui situasi stres, meskipun penting juga bahwa\n    anak-anak memahami bahwa mereka tidak harus memecahkan masalah orang lain\n    untuk berempati. Dengan memodelkan dan mengajarkan emosi-emosi ini, siswa\n    akan belajar memberi dan menerima tanggapan yang tepat terhadap berbagai\n    situasi dalam kehidupan orang lain.\n\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/2598791563462938430\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/11\/apa-perbedaan-antara-empati-dan-simpati.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2598791563462938430"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2598791563462938430"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/11\/apa-perbedaan-antara-empati-dan-simpati.html","title":"Apa Perbedaan Antara Empati dan Simpati ?"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEizB0zM2jF2uKB913GE3wyztZropAeCcFpUmB79P1u4jW0DKZzlDc6e1icVGMTXJ8cgL2p-b_gEz6yVKgGD6pmelB5NklFPBDus9xfBzpUhEZ77SsoTBQD631W8PWQH3Kn7ykuaovZJwtMtekMAEVtut8brJ_vQ5ihjn-2vgU3d-F5OdoD6yUF_PV67hg=s72-w640-h372-c","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-7868525607210376326"},"published":{"$t":"2021-11-14T22:06:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2021-11-28T21:06:10.908+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Seputar Edukasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Pedagogi Kreatif untuk Pendidikan Sejarah "},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003EPengembangan ilmu sejarah dan historiografi butuh keterhubungan dengan\n    berbagai bidang ilmu. Pendekatannya pun berubah, tak semata tentang\n    kejadian masa lalu, tetapi juga bereksplorasi, berefleksi, serta\n    berperspektif perkembangan hari ini dan masa depan dengan mempertimbangkan\n    dinamika kehidupan manusia dan ilmu-ilmu lain.\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEja-xkqbx_dY7AzoBqtgkyCCXNk-wMV9AJUsNXIjUAhO_iSDSPVPkDyXwNXl55nGv_6xipDgGHBS6LTtefnGmLoIOB3b4pdcUtkQmBBQNw263t2VVgmyw7gPDCwUOGM3mUlCAATtGlomlDDWDhF1iQFKrlu9ZkQ3WregooV72Q1FEjgUzCxQRGWRNgwzw=s537\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"353\" data-original-width=\"537\" height=\"420\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEja-xkqbx_dY7AzoBqtgkyCCXNk-wMV9AJUsNXIjUAhO_iSDSPVPkDyXwNXl55nGv_6xipDgGHBS6LTtefnGmLoIOB3b4pdcUtkQmBBQNw263t2VVgmyw7gPDCwUOGM3mUlCAATtGlomlDDWDhF1iQFKrlu9ZkQ3WregooV72Q1FEjgUzCxQRGWRNgwzw=w640-h420\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003EPara sejarawan dan pendidik sejarah dapat berkreativitas dan bereksplorasi\n    guna mengaitkan sejarah dengan tantangan kehidupan masa kini untuk membuat\n    sejarah konteksual dan bermakna. Dalam pendidikan sejarah di sekolah, para\n    guru harus dapat melawan stigma yang telanjur melekat bahwa belajar sejarah\n    membosankan.\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Dalam kajian sejarah kini sudah berkembang yang kualitatif. Ini memerlukan\n    pendekatan interdisipliner dan multidisipliner. Jadi, sejarah tidak bisa\n    berdiri sendiri. Sejarawan perlu tahu teori sosiologi, antropologi,\n    politik, dan lainnya. Bahkan, sejarah mengenai kehidupan sehari-hari atau\n    sejarah \u003Cem\u003Ementality\u003C\/em\u003E hingga sejarah ekonomi belum banyak dilakukan.\n    Kajian sejarah membutuhkan keterbukaan. Sejarawan muda perlu terus belajar\n    dan mendalami ilmu lain.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Saat ini penting untuk bisa mengaitkan sejarah dengan lingkungan hidup.\n    Salah satunya, tentang peran sungai yang jadi keseharian masyarakat,\n    misalnya Sungai Kapuas di Kalimantan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Masih jarang di Indonesia kajian lingkungan yang dikoneksikan dengan\n    pembelajaran sejarah. Dampaknya, kajian tentang sejarah lingkungan,\n    khususnya lingkungan sungai, minim. Para guru terlalu terpaku pada buku\n    teks yang disusun sejarawan yang memang minim kajian sejarah lingkungan,\n    salah satunya sungai.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Guru sejarah sebenarnya tetap punya ruang untuk membahas obyek yang tidak\n    ada dalam buku teks sejarah dengan lokalitas masyarakat tertentu. Semisal\n    bahasan peradaban sungai bagi siswa yang daerahnya memiliki sungai, maka\n    kebermaknaan belajar sejarah bisa dikaitkan dengan sejarah kemaritiman.\n    Dengan ide-ide baru yang tidak biasa dilakukan umumnya guru sejarah, justru\n    dapat membuka cakrawala siswa.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Guru pun ditantang untuk mengupayakan pembelajaran sejarah yang bermakna.\n    Sebab, belajar sejarah untuk membangun kesadaran kolektif nasional bisa\n    dibangun dengan membuka ruang bagi sejarah lokal.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Guru yang mengambil strategi menghubungkan materi yang dipelajari dengan\n    dunia nyata membuat belajar sejarah jadi bermakna. Memang masih minim\n    sumber untuk sejarah lokal, tapi siswa bisa diajak menggali dari sejarah\n    keluarga dan komunitas.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Metode \u003Cem\u003Eliving museum \u003C\/em\u003Esalah satu untuk mengatasi pembelajaran\n    sejarah yang membosankan. Museum hidup dapat dilihat dari budaya dan\n    tradisi di masa lalu yang masih ada dalam suatu masyarakat\/komuniats dan\n    bisa dipelajari dengan menarik.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pembelajaran sejarah yang sarat nilai bisa dibawa dalam kehidupan\n    keseharian. Saat membahas tentang pahlawan yang dalam buku sejarah\n    dikaitkan dengan sosok pejuang yang berjasa, bisa dibawa dalam pandangan\n    siswa tentang sosok pahlawan. Mereka bisa berangkat dari situasi riil\n    tentang sosok pahlawan dalam hidup mereka, seperti orangtua.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Buku teks sejarah yang berisi sosok elite bisa diperkaya dengan sosok\n    pejuang atau pahlawan \u003Cem\u003Ewong cilik\u003C\/em\u003E dalam sejarah keluarga dan\n    memasukkan nilai-nilai. Ketika materi sejarah dinilai Jawa-sentris, guru\n    bisa membuatnya menjadi inklusif dengan membawa lokalitas sejarah. Selain\n    itu, sejarah pun tetap bisa terkoneksi dengan aktivitas dan keseharian\n    masyarakat dan persoalan kekinian, termasuk isu lingkungan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pedagogi kreatif itu dapat mengatasi kebosanan pembelajaran sejarah yang\n    sering dengan metode cerita dan materi yang tidak kontekstual. Guru harus\n    mampu menjawab tantangan bahwa sejarah bukan ilmu normatif. Sejarah bisa\n    dibawa pada praksis yang juga berkontribusi dalam pembangunan bangsa,\n    lingkungan hidup, karakter, dan global.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Kreativitas guru dalam mengajar, kemampuan guru mengaktualisasi ilmu, dan\n    menguasai teknologi penting dalam mengembangkan pedagogi kreatif pendidikan\n    sejarah di sekolah.\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/7868525607210376326\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/11\/pedagogi-kreatif-untuk-pendidikan.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/7868525607210376326"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/7868525607210376326"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/11\/pedagogi-kreatif-untuk-pendidikan.html","title":"Pedagogi Kreatif untuk Pendidikan Sejarah "}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEja-xkqbx_dY7AzoBqtgkyCCXNk-wMV9AJUsNXIjUAhO_iSDSPVPkDyXwNXl55nGv_6xipDgGHBS6LTtefnGmLoIOB3b4pdcUtkQmBBQNw263t2VVgmyw7gPDCwUOGM3mUlCAATtGlomlDDWDhF1iQFKrlu9ZkQ3WregooV72Q1FEjgUzCxQRGWRNgwzw=s72-w640-h420-c","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-8753984695618259184"},"published":{"$t":"2021-10-30T22:20:00.004+08:00"},"updated":{"$t":"2021-10-30T22:20:58.377+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Teknologi Informasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Pemanfaatan Gim Video pada Pendidikan Digital"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Gagasan untuk mengembangkan gim video dengan konten edukatif bukan mustahil\n    bisa di lakukan, sebagaimana yang sudah ditunjukkan Ubisoft dalam menerobos\n    industri gim video di pasar global.\n\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEgbZuc7fD-zyim3-WiBml8DzILK_AS8ux66ZnXWz4HRa7Qjd5Ty_ST-TuLVvMLOnqg8waTAqjD--K2EOwDjC5KB72Q6kg5a1Vmntuc7YHjlYjaQ7eCbbPxIBI7QXuAUiwjUMxZy21B0fiC7WWPRw4UjqZnsy0U5HkSgE51MZZ_zcGyLmBmmsFudG5yXiw=s600\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"366\" data-original-width=\"600\" height=\"390\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEgbZuc7fD-zyim3-WiBml8DzILK_AS8ux66ZnXWz4HRa7Qjd5Ty_ST-TuLVvMLOnqg8waTAqjD--K2EOwDjC5KB72Q6kg5a1Vmntuc7YHjlYjaQ7eCbbPxIBI7QXuAUiwjUMxZy21B0fiC7WWPRw4UjqZnsy0U5HkSgE51MZZ_zcGyLmBmmsFudG5yXiw=w640-h390\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp\u003EBenarkah gim video (\u003Cem\u003Evideo game\u003C\/em\u003E) berbahaya lantaran mengandung\n    unsur adiktif? Banyak orangtua cemas jika anaknya nanti kecanduan. Tak\n    sedikit guru yang tegas melarang muridnya bermain gim video. Apalagi, jika\n    ada unsur kekerasan, tentu berdampak buruk bagi mental seseorang. Mungkin\n    juga menyebabkan terjadinya perilaku menyimpang. Itulah beberapa pandangan\n    sempit dan keliru dalam memosisikan keberadaan gim video.\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pada dasarnya, gim video sekadar wahana hiburan digital. Hakikatnya tak\n    berbeda dengan nonton film kartun atau hiburan ringan lain. Hanya, dalam\n    gim video, orang mesti masuk sebagai bagian dari permainan. Ada interaksi\n    antara pemain dan jenis permainan yang disediakan perangkat video itu. Di\n    situlah muncul keasyikannya.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Dalam gim video yang menampilkan pertandingan sepak bola, duel para\n    petarung, simulasi balap mobil, perburuan bandit, atau apa pun, seseorang\n    bisa masuk sebagai bagian dari permainan. Ia bisa kalah (\u003Cem\u003Egame over\u003C\/em\u003E\n    ) atau bisa juga menang.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Tren gim video sendiri pada awalnya dikenal di Amerika Serikat pada\n    1970-an. Sejalan dengan perkembangan teknologi dunia digital, beberapa\n    negara di Eropa dan Asia memanfaatkan industri ini sebagai bidang industri\n    yang menguntungkan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Jepang, misalnya, kini tampil sebagai negara dengan industri video game\n    terbesar di dunia, bersaing dengan Amerika. Selama periode 1980-1990-an,\n    ribuan gim video diproduksi para pengembang dari Amerika dan Jepang.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Melihat kesuksesan itu, beberapa negara Uni Eropa mulai ikut mengembangkan\n    industri gim video. Meski kalah bersaing dengan Amerika dan Jepang,\n    pengembang video Ubisoft asal Prancis berhasil memasuki pasar global\n    sebagai wakil Eropa. Salah satu produk unggulannya, adalah gim video\n    berjudul Assassin’s Creed yang dirilis pada 2007.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Gim video ini tidak sekadar media hiburan digital, tetapi juga dianggap\n    salah satu inovasi besar dalam sejarah perkembangan industri gim video.\n    Bahkan, membuka perspektif baru dalam dunia hiburan digital.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Kini, berbagai penelitian tentang dampak gim video terus dilakukan.\n    Sebagian besar menunjukkan, gim video dari semua genre dan gaya, diyakini\n    bisa mendukung pembelajaran orang dalam keterampilan berkomunikasi,\n    berkolaborasi, memecahkan masalah, dan memperkuat ingatan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Gim video dapat mengembangkan keterampilan kognitif, spasial, motorik,\n    komunikasi. Bahkan, dapat pula mengajarkan para pemain untuk memecahkan\n    masalah yang kompleks, meningkatkan kreativitas, dan membuat para pemain\n    merasakan berbagai macam emosi.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Seri gim video Assassin’s Creed dianggap sangat cocok untuk meningkatkan\n    kreativitas, memecahkan masalah, dan mempelajari sejarah masa lalu. Jenis\n    permainan ini dapat dikategorikan sebagai \u003Cem\u003Ehistorical game\u003C\/em\u003E. jika\n    gim video itu berlatar belakang sejarah dunia dan dapat berdampak meluaskan\n    pengetahuan tentang sejarah dunia.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Ada dua pendekatan untuk mengetahui bagaimana \u003Cem\u003Ehistorical game\u003C\/em\u003E\n    menyajikan alur cerita sejarah. Pertama, ruang lingkup sejarah dibatasi dan\n    fokus pada pertempuran, unit, atau momen sejarah yang sangat spesifik untuk\n    menghindari penceritaan sejarah yang kompleks. Kedua, adanya keterlibatan\n    kontrafaktual, yaitu untuk memicu kreativitas para pemain memecahkan\n    masalah pada alur cerita permainan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Bagaimana Assassin’s Creed menuangkan kisah sejarah yang kompleks dalam gim\n    video? Komponen terpenting dalam permainan itu adalah keterlibatan pakar\n    sejarah guna memberikan sensasi pengalaman menjelajahi sejarah masa lalu\n    seakurat mungkin.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Dalam seri Assassin’s Creed ada pula seri terkenal, seperti Assassin’s\n    Creed Unity (2014) berlatar Revolusi Prancis (1776-1800), Assassin’s Creed\n    Odyssey (2018) berlatar Yunani era Perang Peloponnesia (431-404 SM), atau\n    Assassin’s Creed Origins (2018) dengan latar waktu tahun 49 SM, yaitu masa\n    kehidupan Cleopatra, ratu paling terkenal di Mesir.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Dalam seri gim video itu, para pemain diberi kebebasan menjelajahi\n    kota-kota bersejarah. Itulah sebabnya Assassin’s Creed dianggap inovasi\n    besar dalam industri gim video. Inovasi itu kemudian dikembangkan lagi oleh\n    Ubisoft ketika menciptakan seri Assassin’s Creed Origins dengan\n    menyuntikkan elemen museum virtual di dalamnya.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Fitur tersebut dikenal dengan Discovery Tour yang membuat pemain dapat\n    mempelajari lokasi-lokasi bersejarah di Mesir, seperti piramida, Sungai\n    Nil, dan jalanan Alexandria. Atas kesuksesan fitur itu, Ubisoft terus\n    menerapkan fitur itu dalam seri Assassin’s Creed selanjutnya, yang diberi\n    nama Assassin’s Creed Valhalla (2020).\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Beberapa penelitian yang membahas efektivitas seri Assassin’s Creed\n    terhadap anak muda dalam mempelajari sejarah menunjukkan respons\n    bervariasi. Hal yang sama terjadi pada hasil penelitian Lisa Gilbert, ”\n    \u003Cem\u003E\n        Assassin’s Creed reminds us that history is human experience: Students’\n        senses of empathy while playing a narrative video game.”\n    \u003C\/em\u003E\n    (2019). Permainan Assassin’s Creed dapat memengaruhi persepsi para siswa\n    terhadap sejarah masa lalu melalui tokoh utama atau peristiwa bersejarah\n    yang ada dalam gim video.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Kini, para ilmuwan berbagai bidang meyakini bahwa gim video adalah produk\n    budaya yang serius dan dapat dijadikan penelitian ilmiah. Gim video tidak\n    hanya sebagai hiburan digital, tetapi sarana edukatif bagi kawula muda.\n    Jadi, lewat gim video, pengembang dapat memasukkan konten sejarah,\n    kepahlawanan, jiwa kesatria, perjuangan, dan pemihakan kepada nilai-nilai\n    kemanusiaan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sesungguhnya dapat menjadikan Ubisoft\n    sebagai contoh dalam mengembangkan inovasi digital ke dalam dunia\n    pendidikan. Dalam hal ini, para siswa didorong berinteraksi langsung dengan\n    mata pelajaran apa pun.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Melalui gim video, para pengembang dapat memasukkan konten sejarah,\n    geografi, budaya, sastra, atau genre apa pun. Dengan cara demikian, gim\n    video berfungsi sebagai sarana bermain sambil memperkenalkan berbagai\n    konten edukatif.\n\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003ESumber :\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.kompas.id\/baca\/opini\/2021\/02\/01\/gim-video-dan-pendidikan-digital\"\u003Ehttps:\/\/www.kompas.id\/baca\/opini\/2021\/02\/01\/gim-video-dan-pendidikan-digital\u003C\/a\u003E\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/8753984695618259184\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/10\/pemanfaatan-gim-video-pada-pendidikan.html#comment-form","title":"1 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8753984695618259184"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8753984695618259184"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/10\/pemanfaatan-gim-video-pada-pendidikan.html","title":"Pemanfaatan Gim Video pada Pendidikan Digital"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEgbZuc7fD-zyim3-WiBml8DzILK_AS8ux66ZnXWz4HRa7Qjd5Ty_ST-TuLVvMLOnqg8waTAqjD--K2EOwDjC5KB72Q6kg5a1Vmntuc7YHjlYjaQ7eCbbPxIBI7QXuAUiwjUMxZy21B0fiC7WWPRw4UjqZnsy0U5HkSgE51MZZ_zcGyLmBmmsFudG5yXiw=s72-w640-h390-c","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-1208572390156453419"},"published":{"$t":"2021-10-29T21:07:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2021-10-29T21:11:01.714+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Seputar Edukasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Cara Meningkatkan Kerja Memori (working memory) di Dalam Kelas "},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Meningkatkan kerja memori sangat penting dalam proses pembelajaran di\n    kelas. Ada banyak cara untuk meningkatkan kerja memori di kelas, dan\n    penting bagi guru untuk memanfaatkan strategi ini untuk retensi\n    pembelajaran yang lebih efisien. Dengan strategi berbasis penelitian saat\n    ini, guru memiliki banyak ide untuk mengoptimalkan proses pembelajaran dan\n    meningkatkan kerja memori (working memory).\n\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEg3ymQzRdJAQSdTgWPz_2kf54AxOev6Vz7XVr6dTRiBXMaw87BuXdbnr93Z9vzzeOVLFAhwpUfhSg2cM_fcxKibVkXrkcjg4At1JzksJ3Ksw9Bvy4yLqDh38zhtGknfSOOMeLfzJuHkAJAeETpJUssTBw7b9VVgHAUT1bRSw2CC4w5NXi3csXSzt4EC-w=s600\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"369\" data-original-width=\"600\" height=\"394\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEg3ymQzRdJAQSdTgWPz_2kf54AxOev6Vz7XVr6dTRiBXMaw87BuXdbnr93Z9vzzeOVLFAhwpUfhSg2cM_fcxKibVkXrkcjg4At1JzksJ3Ksw9Bvy4yLqDh38zhtGknfSOOMeLfzJuHkAJAeETpJUssTBw7b9VVgHAUT1bRSw2CC4w5NXi3csXSzt4EC-w=w640-h394\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Apa itu Kerja Memori ?\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Kerja Memori adalah salah satu fungsi eksekutif otak dan sering disebut\n    sebagai catatan yang tertempel di otak. Ini adalah sistem kognitif dengan\n    kapasitas terbatas; contohnya adalah mendengar nomor telepon dan mencoba\n    mengingatnya. Hal ini penting untuk penalaran, pengambilan keputusan, dan\n    merumuskan rencana tindakan. Misalnya, semakin pendek kerja memori, semakin\n    banyak pengulangan yang diperlukan. Jika guru dapat meningkatkannya, siswa\n    dapat belajar dan menyimpan lebih banyak informasi.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Ketika usia lebih muda, memori kerja dapat ditingkatkan. Seiring\n    bertambahnya usia, memori itu mulai menurun. Anda harus terus belajar\n    hal-hal baru dan melakukan aktivitas untuk menjaga kerja memori tetap\n    aktif. Kerja memori adalah kapasitas untuk mengetahui atau mempelajari\n    informasi baru. Informasi dikumpulkan oleh indera kita, dan oleh karena itu\n    pembelajaran multisensor sangat penting.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Bagaimana Kerja Memori dapat Ditingkatkan?\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Kerja memori dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan alat dan teknik yang\n    tepat di kelas dan secara umum. Terlalu banyak informasi adalah musuh dari\n    kerja memori. Kerja memori memungkinkan pelajar untuk menyimpan potongan\n    informasi dalam pikiran dan memanipulasinya, dan ini sering disebut sebagai\n    ruang kerja mental. Ini membantu siswa tetap fokus dan tetap mengikuti\n    lingkungan mereka. Permainan dan latihan, seperti aktivitas multisensor,\n    adalah cara terbaik untuk meningkatkan kerja memori, dan contohnya\n    tercantum di bawah ini.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Cara Mengoptimalkan Kerja Memori\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003E\n        Menghubungkan Pelajaran Baru dengan Pengetahuan Sebelumnya\n    \u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Mengaktifkan pengetahuan sebelumnya adalah sebuah strategi, dan itu\n    membuatnya lebih mudah untuk dipelajari ketika Anda mengetahui satu konsep\n    abstrak dan menggunakan konteksnya untuk memahami lebih banyak tentang\n    topik tertentu. Pengetahuan sebelumnya adalah kerangka kerja di mana kita\n    dapat membangun keterampilan baru dan menyimpan informasi dengan lebih\n    baik. Guru harus mencari tahu apa yang sudah diketahui siswa mereka tentang\n    keterampilan khusus, dan ini membantu memaksimalkan waktu dan energi untuk\n    mengajarkan ide-ide baru.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Teknik ini memaksa siswa untuk mengambil informasi yang sudah mereka\n    ketahui dan meningkatkan kemanjuran dalam apa yang mereka butuhkan untuk\n    belajar. Proses ini membantu otak utama dan membedakan antara apa yang\n    sudah mereka ketahui dan perlu pelajari. Belajar adalah proses membuat\n    koneksi di semua bidang studi. Keyakinan siswa pada diri mereka sendiri\n    meningkat selama jenis simulasi ini.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003EIstirahatkan Otak\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Istirahatkan otak diperlukan di kelas untuk segala usia. Banyak di\n    antaranya adalah mengkonsolidasikan ingatan, membuat koneksi, dan memahami\n    informasi yang kompleks. Tanpa istirahat, kita sama sekali tidak bisa\n    belajar. Istirahat otak memungkinkan siswa untuk mendapatkan kembali fokus\n    dan sangat penting bagi siswa yang lebih muda. Otak kita tidak berfungsi\n    secara efisien jika kelebihan beban, dan sangat penting untuk memasukkan\n    istirahat selama hari sekolah.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Istirahat otak aktif berguna dan memungkinkan siswa untuk meningkatkan\n    suasana hati mereka, meningkatkan motivasi, dan meningkatkan fungsi\n    kognitif. Siswa juga membutuhkan waktu untuk berinteraksi dan\n    bersosialisasi satu sama lain, yang memungkinkan siswa untuk berkreasi dan\n    merangsang rasa ingin tahu.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.gonoodle.com\/\" target=\"_blank\"\u003EGoNoodle\u003C\/a\u003E\n    adalah sumber online pendidikan gratis yang sempurna untuk menawarkan\n    istirahat otak di ruang kelas. Basis data memiliki video latihan, menari,\n    peregangan, dan perhatian penuh yang kondusif untuk segala usia dan minat.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003EPelajaran Multisensori\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Jenis pembelajaran ini memungkinkan siswa untuk belajar secara optimal\n    karena otak mereka memiliki preferensi dan kekuatan. Guru harus menyadari\n    bagaimana informasi dibawa ke dalam kelas, karena kita semua memiliki\n    berbagai modalitas belajar. Jenis-jenis\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2021\/08\/nurturing-reading-skills-using-multisensory-activities\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        pembelajaran multisensori\n    \u003C\/a\u003E\n    adalah visual, auditori, taktil, dan kinestetik. Memanfaatkan jalur\n    pembelajaran saat mengajar membantu memastikan pengetahuan berpindah dari\n    memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Ini secara dramatis\n    meningkatkan kemampuan untuk retensi keterampilan dan hasil belajar yang\n    positif. Guru harus mengajarkan pelajaran yang mereka sukai, dan siswa juga\n    akan bersemangat!\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003EMintalah Siswa Mengajarkan Materi Pelajaran\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Peserta didik mengingat 90% dari apa yang mereka ajarkan kepada orang lain.\n    Mengajarkan pelajaran adalah contoh sempurna tentang bagaimana siswa\n    mempertahankan hampir semua apa yang seharusnya mereka ketahui. Tutor\n    sebaya adalah contoh lain dari siswa yang mengajar pelajaran. Ini adalah\n    salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan memori kerja karena\n    informasi harus dipelajari terlebih dahulu dan kemudian diajarkan kepada\n    orang lain; ada pemahaman yang lebih dalam tentang materi pelajaran.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003ERutinitas dan Daftar Kegiatan\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Siswa membutuhkan rutinitas dan daftar kegiatan di kelas. Komponen\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2021\/08\/nurturing-reading-skills-using-multisensory-activities\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        manajemen kelas ini\n    \u003C\/a\u003E\n    memungkinkan setiap orang untuk merasa sukses sebagai bagian dari komunitas\n    kelas. Menetapkan rutinitas dan memasukkan daftar periksa membutuhkan\n    pengajaran eksplisit dan seringkali penggunaan visual. Guru harus\n    mendiskusikan hal ini dan mencontohkan cara kerjanya setiap hari.\n    Konsistensi dan latihan yang disengaja membuat siswa merasa aman dan\n    memungkinkan kerja memori mereka meningkat: misalnya, menyiapkan bahan,\n    menyerahkan pekerjaan rumah, dan bagaimana melakukan tugas kelas\n    sehari-hari.\n\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/1208572390156453419\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/10\/cara-meningkatkan-kerja-memori-working.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1208572390156453419"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1208572390156453419"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/10\/cara-meningkatkan-kerja-memori-working.html","title":"Cara Meningkatkan Kerja Memori (working memory) di Dalam Kelas "}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEg3ymQzRdJAQSdTgWPz_2kf54AxOev6Vz7XVr6dTRiBXMaw87BuXdbnr93Z9vzzeOVLFAhwpUfhSg2cM_fcxKibVkXrkcjg4At1JzksJ3Ksw9Bvy4yLqDh38zhtGknfSOOMeLfzJuHkAJAeETpJUssTBw7b9VVgHAUT1bRSw2CC4w5NXi3csXSzt4EC-w=s72-w640-h394-c","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-1792534127077762068"},"published":{"$t":"2021-10-23T20:58:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2021-10-23T21:00:25.418+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Teknologi Informasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Pemanfaatkan Teknologi Pembelajaran Adaptif untuk Keberhasilan Siswa"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Siswa berhak mendapatkan kesempatan untuk sukses dalam karir pendidikan\n    mereka. Akses ke sumber daya dan bahan serta teknologi yang memadai\n    diperlukan untuk keberhasilan akademik mereka. Semua siswa, terutama yang\n    berisiko dan kelompok khusus, harus diberi kesempatan untuk mengakses\n    kurikulum pada tingkat yang sama dengan rekan-rekan tingkat kelas mereka.\n\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEivD5DekX3TQoAISHL8Pp8Gvq5pXPaRIcTnvg5eVNRQnGhf9D18Av4IC6izX87BLow65VMgrCgxjda9PjEjqzEtHZQDOfUnk-3yu6Ao29L40TU_MVD-2yh3RYZdIwVI5NwxtWJiHD62iM8xcp7ZEIlAnczYQwJxCBl5yhWOmrzGWnr1LuYcLRNfHoaZlg=s2048\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Pemanfaatkan Teknologi Pembelajaran Adaptif untuk Keberhasilan Siswa\" border=\"0\" data-original-height=\"1158\" data-original-width=\"2048\" height=\"362\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEivD5DekX3TQoAISHL8Pp8Gvq5pXPaRIcTnvg5eVNRQnGhf9D18Av4IC6izX87BLow65VMgrCgxjda9PjEjqzEtHZQDOfUnk-3yu6Ao29L40TU_MVD-2yh3RYZdIwVI5NwxtWJiHD62iM8xcp7ZEIlAnczYQwJxCBl5yhWOmrzGWnr1LuYcLRNfHoaZlg=w640-h362\" title=\"Pemanfaatkan Teknologi Pembelajaran Adaptif untuk Keberhasilan Siswa\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003ESekarang setelah kelompok besar siswa telah mengalami kemunduran akademis\n    dari pandemi, sangat penting bagi para pendidik untuk memberi mereka alat\n    dan sumber daya yang dibutuhkan untuk menjadi sukses. Teknologi adaptif\n    dapat diimplementasikan dengan tepat untuk mempersempit kesenjangan\n    pencapaian dan memberi siswa dukungan yang mereka butuhkan untuk mengurangi\n    hilangnya kekurangan pembelajaran lebih lanjut.\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003EApa itu Teknologi Pembelajaran Adaptif ?\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Teknologi pembelajaran adaptif membantu siswa untuk memproses informasi dan\n    konten kurikulum dengan berbagai alat yang juga dapat mencakup program\n    berbasis komputer. Peralatan teknologi adaptif dapat terdiri dari\n    penggunaan komputer, iPad, tablet, dan perangkat lain yang membantu siswa\n    dalam mencapai tujuan akademik mereka.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Program respon berbasis komputer juga dapat diklasifikasikan sebagai\n    teknologi adaptif dan dirancang untuk melacak kinerja dan pertumbuhan siswa\n    dari waktu ke waktu. Banyak vendor komersial dapat bermitra dengan\n    komunitas sekolah untuk menyediakan program akademik yang terdiri dari\n    teknologi adaptif.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Alat tambahan bersama dengan program berbasis komputer untuk penggunaan\n    siswa dapat mencakup penggunaan pengatur waktu, panduan membaca,\n    kalkulator, fitur ucapan-ke-teks dan teks-ke-ucapan, pengatur grafik , teks\n    animasi, overlay, dll. Program komputer mungkin digunakan secara mandiri\n    ketika menjelajahi konten instruksional baru atau menyelesaikan tugas.\n    Sangat penting bagi pendidik untuk dilatih menggunakan teknologi adaptif\n    secara efisien dan efektif untuk memastikan mereka mampu menutup\n    kesenjangan belajar bagi siswa.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003E\n        Bagaimana Manfaat yang Diperoleh Siswa dari Teknologi Adaptif?\n    \u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Teknologi adaptif membantu siswa membaca, mendengar, dan memahami konsep\n    literasi dan numerasi. Dukungan visual dan audio dapat membantu siswa\n    memperoleh pengetahuan yang lebih dalam tentang konsep-konsep di mana\n    mereka kemudian dapat menerapkan pengetahuan dalam situasi baru.\n    Menyediakan siswa dengan teknologi adaptif untuk memandu pemahaman konsep\n    mereka dengan lebih baik membantu siswa untuk menetapkan tujuan akademik\n    yang dapat dicapai. Konsep dan keterampilan dirangkai sehingga siswa dapat\n    belajar dengan kecepatan mereka.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Fitur tambahan dari teknologi adaptif dapat digunakan untuk membantu siswa\n    memproses dan memahami konten. Alat komputer, tablet, dan iPad yang\n    disebutkan di atas dengan fitur teknologi dan program pelacakan berbasis\n    komputer memungkinkan siswa untuk belajar dengan kecepatan mereka sendiri\n    tanpa tekanan untuk mengikuti rekan-rekan mereka. Dengan bantuan tambahan,\n    banyak siswa dapat tampil di luar harapan mereka dan memenuhi atau\n    melampaui standar pembelajaran di luar rekan-rekan mereka.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003E\n        Cara Memanfaatkan Teknologi Pembelajaran Adaptif untuk Keberhasilan\n        Siswa\n    \u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Teknologi pembelajaran adaptif dapat digunakan untuk membimbing siswa\n    selama pengajaran di kelas, intervensi, dan untuk tutorial dan pekerjaan\n    rumah. Selama pengajaran di kelas, siswa dapat mengakses program berbasis\n    komputer untuk memperkuat keterampilan yang mereka perlukan bantuan\n    tambahan atau menjelajahi konten baru sebagai pratinjau sebelum menerima\n    instruksi langsung dari guru mereka.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Teknologi adaptif juga dapat mencakup program intervensi berbasis komputer\n    yang menargetkan keterampilan khusus yang mungkin belum dikuasai siswa dan\n    juga dapat diselaraskan dengan standar pembelajaran tingkat kelas\n    prioritas. Dalam program berbasis komputer, siswa mempraktikkan\n    keterampilan khusus yang ditargetkan dan dapat menyelesaikan keterampilan\n    yang lebih kompleks saat mereka memenuhi penguasaan konten yang ditugaskan\n    pada awalnya. Keterampilan dapat diberikan oleh guru setelah pra-penilaian\n    awal atau program komputer dapat secara otomatis menetapkan keterampilan\n    siswa berdasarkan hasil pra-penilaian mereka.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Guru juga dapat memberikan pekerjaan rumah menggunakan program berbasis\n    komputer adaptif untuk memastikan siswa dapat berlatih dan menyimpan\n    informasi selama periode waktu tertentu. Tugas yang berbeda dan pemantauan\n    kemajuan memungkinkan siswa untuk membuat keuntungan yang stabil saat\n    mempelajari konten. Menurut Guido ( 2016 ), platform pembelajaran yang\n    berbeda dapat meningkatkan hasil belajar bagi siswa.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Siswa menjadi lebih mandiri dan mengontrol pembelajaran mereka ketika\n    mereka mendapat dukungan, pemahaman, dan bimbingan yang memadai dari guru\n    mereka dan mampu menginterpretasikan data yang dihasilkan oleh teknologi\n    adaptif melalui program berbasis komputer. Penting juga untuk meningkatkan\n    waktu respons untuk lebih memanfaatkan teknologi pembelajaran adaptif bagi\n    siswa (Mettler, Massey, \u0026amp; Kellman, 2011). Ketika data ditinjau,\n    dianalisis, dan dibagikan pada waktu yang tepat, siswa dapat menetapkan\n    tujuan yang realistis dan dapat dicapai.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003EPerencanaan untuk Menghadapi Hambatan Teknologi Adaptif\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pada akhirnya, penting juga untuk mengantisipasi tantangan penggunaan\n    teknologi adaptif. Johanes dan Lagerstrom (2017) menekankan untuk\n    mengantisipasi dan menghindari perangkap pembelajaran adaptif ketika\n    merencanakan pengajaran untuk siswa. Teknologi adaptif tidak boleh\n    menggantikan instruksi tetapi melengkapi penyampaian awal konten yang\n    disediakan oleh guru kelas. Secara keseluruhan, dukungan tambahan dan\n    sumber daya teknologi yang memadai harus diberikan kepada siswa yang\n    berisiko.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Data dari program berbasis komputer harus digunakan untuk memandu\n    instruksi, memberikan intervensi yang ditargetkan, dan tidak menempatkan\n    siswa dalam kategori yang terisolasi. Terakhir, namun tidak kalah\n    pentingnya, data siswa harus disimpan dan dilindungi dengan aman.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Siswa dan guru membutuhkan pelatihan yang memadai untuk secara efektif\n    menggunakan teknologi adaptif dan alat yang diperlukan untuk mengeksplorasi\n    konten. Mereka mungkin juga memerlukan pelatihan keterampilan prasyarat\n    jika mereka tidak terbiasa dengan banyak fitur dengan perangkat keras\n    komputer, perangkat lunak, atau database pemrograman. Mengantisipasi\n    hambatan dan menerapkan sistem adalah kunci untuk memastikan siswa dan guru\n    memiliki dasar yang kuat untuk berhasil menggunakan teknologi adaptif.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pada akhirnya teknologi pembelajaran adaptif adalah alat yang bermanfaat\n    untuk meningkatkan prestasi siswa, menutup kesenjangan pembelajaran , dan\n    cara yang bagus untuk memantau kemajuan siswa. Ketika siswa berprestasi di\n    tingkat yang lebih tinggi, mereka diberikan kesempatan realistis untuk\n    mengakses pendidikan pasca sekolah menengah dan pilihan karir. Dengan\n    sumber daya yang memadai serta perangkat dan program teknologi adaptif,\n    semua siswa dapat memiliki akses ke pengalaman pendidikan yang adil dan\n    akan diberikan kesempatan untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang\n    produktif.\n\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/1792534127077762068\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/10\/pemanfaatkan-teknologi-pembelajaran.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1792534127077762068"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1792534127077762068"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/10\/pemanfaatkan-teknologi-pembelajaran.html","title":"Pemanfaatkan Teknologi Pembelajaran Adaptif untuk Keberhasilan Siswa"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEivD5DekX3TQoAISHL8Pp8Gvq5pXPaRIcTnvg5eVNRQnGhf9D18Av4IC6izX87BLow65VMgrCgxjda9PjEjqzEtHZQDOfUnk-3yu6Ao29L40TU_MVD-2yh3RYZdIwVI5NwxtWJiHD62iM8xcp7ZEIlAnczYQwJxCBl5yhWOmrzGWnr1LuYcLRNfHoaZlg=s72-w640-h362-c","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-5429448039406393661"},"published":{"$t":"2021-10-12T22:48:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2021-10-12T22:48:12.272+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Referensi"}],"title":{"type":"text","$t":"Cara Meningkatkan Pengembangan Kosa Kata"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Kosakata seseorang akan meningkat melalui percakapan, membaca, dan saat\n    melakukan proses belajar mengajar. Ketika kita menghitung jumlah kata yang\n    digunakan untuk berkomunikasi dengan anak-anak sejak mereka lahir, kita\n    membantu mereka membangun dasar yang kuat dalam pengembangan kosa kata\n    mereka.\n\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEiVAqa9C_UJ7wMRu4-G99Va4EwTia53KhALkGqDR4S5fOy7RU0cFv7jp94wyVTWGI2Qxq2uy023gp0jSETSm9pO5IW6UGYgl8rrMq7Hj3RLd6yKaILXOTcXcMWhI5dCzfxUHs_VOneS8M7l3yKvFSmqixN_-HYnkpFNmTslD_Ey_VdTq68VuQULUTVvKg=s2048\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1365\" data-original-width=\"2048\" height=\"426\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEiVAqa9C_UJ7wMRu4-G99Va4EwTia53KhALkGqDR4S5fOy7RU0cFv7jp94wyVTWGI2Qxq2uy023gp0jSETSm9pO5IW6UGYgl8rrMq7Hj3RLd6yKaILXOTcXcMWhI5dCzfxUHs_VOneS8M7l3yKvFSmqixN_-HYnkpFNmTslD_Ey_VdTq68VuQULUTVvKg=w640-h426\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp\u003EPenelitian telah menunjukkan bahwa pada saat seorang anak berusia tiga\n    tahun, ada kesenjangan tiga puluh juta kata antara seorang anak yang tumbuh\n    dalam kemiskinan dan seorang anak yang dibesarkan di rumah tangga\n    berpenghasilan tinggi. Ketika orang tua dan guru mempertimbangkan kata-kata\n    yang mereka paparkan kepada anak-anak melalui buku, dialog, dan pengalaman,\n    kosakata anak meningkat secara signifikan. Apa saja cara untuk\n    mengembangkan kosakata lebih lanjut?\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cstrong\u003EMomen yang Dapat Diajarkan untuk Meningkatkan Pengembangan Kosakata\u003C\/strong\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Perkembangan kosakata dapat ditingkatkan secara signifikan melalui\n    mendengarkan . Percakapan dan pengalaman adalah cara ampuh untuk\n    menciptakan momen yang dapat diajarkan yang mendukung pengembangan kosa\n    kata. Ketika kita mempertimbangkan pilihan kata yang kita gunakan dalam\n    percakapan seperti kata \u003Cem\u003Emenguraikan\u003C\/em\u003E bukannya \u003Cem\u003Emenjelaskan\u003C\/em\u003E\n    , kita telah meningkatkan pilihan kata untuk anak, yang dapat meningkatkan\n    kosa kata mereka.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pengalaman seperti kunjungan lapangan atau perjalanan keluarga ke akuarium\n    atau kota baru juga dapat menambah pengetahuan kita tentang istilah kosa\n    kata. Bayangkan sebuah perjalanan ke museum di mana pemandu wisata membawa\n    Anda dari satu pameran ke pameran berikutnya memberikan informasi melalui\n    kata-kata kosa kata baru yang terkait dengan topik atau tema tertentu.\n    Istilah tambahan ini sekarang secara resmi ditambahkan kepemahaman Anda,\n    yang dapat mendukung pengembangan kosakata Anda.\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cstrong\u003EBagaimana Cara Membaca untuk Meningkatkan Pengembangan Kosakata\u003C\/strong\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Setelah pembaca dapat memecahkan arti kata dalam sebuah teks, langkah\n    selanjutnya adalah memahami arti kata tersebut dan bagaimana kaitannya\n    dengan tema atau gagasan utama dalam buku dan dapat mendukung pemahaman.\n    Apakah orang dewasa membaca untuk anak atau anak membaca untuk diri mereka\n    sendiri, kosakata dapat meningkat secara signifikan melalui membaca.\n    Pembaca dapat menggunakan pengetahuan atau skema latar belakang mereka\n    untuk mencari tahu bagaimana kata kosa kata tertentu digunakan dalam teks.\n    Pembaca juga dapat menggunakan petunjuk konteks dan ilustrasi atau foto\n    untuk menentukan arti kata-kata yang tidak diketahui.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Memahami bagaimana definisi beberapa kata atau homofon dalam teks digunakan\n    merupakan indikator yang baik dari pengetahuan kosa kata seseorang. Semakin\n    banyak paparan yang dimiliki pembaca terhadap buku dan artikel lintas\n    genre, semakin meningkat pengetahuan kosa kata mereka. Dan semakin banyak\n    pengulangan kata yang muncul dalam teks, semakin besar kemungkinan kata\ntersebut ditambahkan ke kosa kata lisan dan tulisan seseorang.\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cstrong\u003ECara Meningkatkan Kosakata di Kelas\u003C\/strong\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003EBacalah dengan keras\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Menggunakan kamus sebagai alat referensi kata untuk memahami arti kata\n    adalah keterampilan yang baik untuk dimiliki dalam hal meningkatkan kosa\n    kata; Namun, itu bukan cara terbaik untuk meningkatkan kosakata di kelas.\n    Faktanya, mencari kata-kata acak dalam kamus dan menulis definisi setiap\n    kata bukanlah praktik berbasis penelitian untuk meningkatkan perkembangan\n    kosakata siswa. Pengalaman membaca bersama, dan waktu membaca mandiri dapat\n    meningkatkan kosakata di ruang kelas.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Guru dapat menentukan pengetahuan kata apa yang sudah dimiliki siswa dalam\n    skema mereka dengan mengajukan pertanyaan tentang kosakata selama\n    pengalaman membaca keras. Ketika guru mencontohkan bagaimana mencari tahu\n    arti dari tiga sampai empat kata yang tidak diketahui selama membaca\n    bersama, siswa mulai mempraktekkan strategi mereka sendiri. Sementara guru\n    tidak pernah dapat memprediksi kosakata mana yang tidak diketahui anak,\n    mereka dapat mengajari siswa cara menggunakan petunjuk konteks untuk\n    membantu mencari tahu apa arti setiap kata yang tidak diketahui. Mengajar\n    siswa bagaimana menjadi seorang membaca selektif adalah cara yang ampuh\n    untuk meningkatkan keterlibatan dan pengembangan kosa kata. Latihan ini\n    dapat digunakan selama membaca mandiri dan saat mengambil penilaian.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003EAjarkan Kata-Kata Baru melalui Contoh\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Guru juga dapat mempertimbangkan kosakata yang mereka gunakan di kelas\n    untuk mendukung pertumbuhan anak dalam pengetahuan dan makna kata.\nMenggunakan kata-kata seperti \u003Cem\u003Ekoridor\u003C\/em\u003E sebagai ganti\u003Cem\u003Elorong\u003C\/em\u003E , \u003Cem\u003Eharapan\u003C\/em\u003E sebagai ganti \u003Cem\u003Eaturan\u003C\/em\u003E , atau    \u003Cem\u003Evertikal\u003C\/em\u003E bukannya \u003Cem\u003Enaik turun\u003C\/em\u003E meningkatkan perkembangan\n    kosakata siswa secara praktis. Membuat dinding kosa kata konten untuk\n    menyoroti kata-kata kosa kata baru yang sesuai dengan perkembangan dalam\n    membaca, matematika, sains, dan studi sosial adalah cara lain untuk\n    mendukung pengajaran kosa kata di kelas.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \"Text talk\" adalah ide yang menghubungkan kata-kata kosakata dengan teks.\n    Bahkan, banyak ruang kelas menampilkan sampul buku dengan daftar lima\n    kosakata yang dikuratori yang berhubungan dengan keseluruhan tema atau\n    gagasan utama buku. Setelah siswa mempelajari kosakata baru, apakah itu\n    berorientasi konten, kata sifat, kata kerja, atau kata-kata yang berkaitan\n    dengan materi pelajaran tertentu, mereka harus didorong untuk menggunakan\n    kata-kata itu dalam tulisan mereka juga.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003EVisual\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Kosakata meningkat seiring dengan meningkatnya tingkat membaca, dan\n    perkembangan kosa kata berdasarkan usia jelas terlihat berbeda. Di kelas\n    dasar, anak-anak harus berlatih mengklasifikasikan dan menyortir kata untuk\n    meningkatkan perkembangan kosa kata. Contohnya adalah membandingkan\n    buah-buahan dan sayuran atau hewan ternak dan hewan liar. Karena kosakata\n    lisan anak lebih baik daripada kosakata membaca dan menulis mereka pada\n    usia ini, menggunakan gambar dalam buku sebelum membaca untuk memahami\n    kosakata adalah cara strategis bagi siswa untuk dapat membaca kata-kata\n    secara mandiri. Tanyakan kepada anak-anak apa yang mereka lihat dalam\n    gambar dan buat papan cerita untuk mendokumentasikan kata-kata yang mereka.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Permainan populer\n    \u003Ca href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.magmic.android.squash\u0026amp;hl=en\u0026amp;gl=US\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003EScattergories\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    memaksa pemain untuk memperluas kosakata mereka untuk menang. Misalnya,\n    jika prompt mengatakan untuk memilih hewan kebun binatang yang dimulai\n    dengan huruf \u003Cem\u003Eb\u003C\/em\u003E , jawaban yang mudah adalah kelinci atau beruang.\n    Namun, pemenangnya kemungkinan besar adalah pemain yang mengucapkan babon,\n    kosakata tingkat tinggi. Pengajaran awalan, akhiran, akar Yunani, dan akar\n    Latin di kelas atas juga meningkatkan perkembangan kosakata siswa. Ketika\n    berbagai pengalaman diciptakan di dalam kelas untuk mendukung kosakata\n    melalui teks, perkembangan kosakata seorang siswa terus meningkat setiap\n    tahunnya.\n\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/5429448039406393661\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/10\/cara-meningkatkan-pengembangan-kosa-kata.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5429448039406393661"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5429448039406393661"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/10\/cara-meningkatkan-pengembangan-kosa-kata.html","title":"Cara Meningkatkan Pengembangan Kosa Kata"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEiVAqa9C_UJ7wMRu4-G99Va4EwTia53KhALkGqDR4S5fOy7RU0cFv7jp94wyVTWGI2Qxq2uy023gp0jSETSm9pO5IW6UGYgl8rrMq7Hj3RLd6yKaILXOTcXcMWhI5dCzfxUHs_VOneS8M7l3yKvFSmqixN_-HYnkpFNmTslD_Ey_VdTq68VuQULUTVvKg=s72-w640-h426-c","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-2431528091881895120"},"published":{"$t":"2021-10-11T21:54:00.003+08:00"},"updated":{"$t":"2021-10-11T21:54:47.245+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Seputar Edukasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Teknologi Informasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Platform Pembelajaran Online yang Perlu Guru Ketahui"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Platform pembelajaran online telah ada sejak 20 tahun yang lalu. Semua itu\n    telah memungkinkan orang untuk menyelesaikan pendidikan tanpa perlu\n    beranjak dari rumah. Baru-baru ini, karena pandemi COVID-19 di seluruh\n    dunia, platform pembelajaran online telah memberi siswa di seluruh dunia\n    sarana untuk tetap terhubung dengan pendidikan mereka ketika sekolah\n    ditutup. Apa sebenarnya platform pembelajaran online itu? Hal-hal apa yang\n    harus dipertimbangkan ketika memilih platform pembelajaran online? Apa\n    sajakah platform pembelajaran online yang tersedia untuk guru di kelas ?\n\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEiLbmlhBP3gn5Sn0m1k4MOjZt-59XyqWKmiXfj55qwArAfqlx1BSHsdTGbKfj7IXqaAPy4Q3xQWMUavoKHKnnV0x2OWLPTU1cS7BeBdjwS1noQTWDn7aoAMIANRGeE-jCrL0C1UMezGzzQA_FOW-GWDlHoFyeVhrfkPI4hp4uqKp5tbXV1Q-O1qNuZt8Q=s600\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"388\" data-original-width=\"600\" height=\"414\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEiLbmlhBP3gn5Sn0m1k4MOjZt-59XyqWKmiXfj55qwArAfqlx1BSHsdTGbKfj7IXqaAPy4Q3xQWMUavoKHKnnV0x2OWLPTU1cS7BeBdjwS1noQTWDn7aoAMIANRGeE-jCrL0C1UMezGzzQA_FOW-GWDlHoFyeVhrfkPI4hp4uqKp5tbXV1Q-O1qNuZt8Q=w640-h414\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp\u003E\u003Cb\u003EApa itu Platform Pembelajaran Online?\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Platform pembelajaran online adalah seperangkat alat digital interaktif\n    yang terintegrasi. Alat-alat ini memberi siswa dan informasi pendidik,\n    sumber daya, dan sarana komunikasi untuk membantu mendukung dan\n    meningkatkan mutu pendidikan, penyampaian, dan manajemen pengajaran dan\n    pembelajaran siswa. Platform pembelajaran online memberi pengajar cara\n    untuk terhubung dengan siswa dengan mengirimkan pengumuman, memberikan\n    tugas kelas, dan mendistribusikan tes. Beberapa platform pembelajaran\n    online memungkinkan teman sekelas menggunakan obrolan video untuk melihat\n    dan berbicara satu sama lain dan dengan guru mereka. Platform pembelajaran\n    online dapat menilai pekerjaan dan terhubung dengan siswa dan keluarga\n    mereka. Ada ratusan platform pembelajaran online yang tersedia, dan ada\n    beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan saat memilih platform yang\n    tepat untuk guru dan siswa.\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cb\u003EHal yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Platform Pembelajaran Online\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Dengan banyaknya platform pembelajaran online di luar sana, bisa jadi\n    sangat sulit untuk memilih yang tepat. Ada beberapa hal yang perlu\n    dipertimbangkan saat memilih yang terbaik untuk Anda sebagai pendidik dan\n    siswa Anda. Sebagai langkah awal, apa yang dibutuhkan pengguna saat\n    belajar? Apakah platform diperlukan untuk mendistribusikan informasi, atau\n    apakah siswa akan berinteraksi satu sama lain, mengirimkan tugas, dan\n    penilaian ?\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Yang terakhir biasanya terjadi, yang membuka pintu ke lebih banyak pilihan.\n    Apakah Anda mencari platform online yang kompatibel dengan iPad, desktop,\n    dan ponsel? Ini penting ketika siswa mungkin tidak memiliki perangkat\n    sendiri, mungkin berbagi perangkat dengan teman, atau mungkin tidak\n    memiliki internet harus ke perpustakaan atau melalui hot spot yang\n    tersedia.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Selain itu, kemudahan integrasi merupakan pertimbangan penting lainnya.\n    Apalagi jika siswa tidak memiliki banyak panduan saat meluncurkan platform,\n    seperti yang terjadi pada banyak orang ketika COVID-19 begitu cepat melanda\n    bangsa. Konten yang dapat disediakan platform online adalah pertimbangan\n    yang sangat penting, yang perlu dipertimbangkan dengan sistem manajemen\n    pembelajaran. Di bawah ini adalah empat platform pembelajaran online\n    berbeda yang menurut pengajar berhasil, produktif, dan menarik.\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cb\u003EPlatform Pembelajaran Online\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003ESeesaw\u003C\/strong\u003E\n    adalah alat manajemen pembelajaran yang menciptakan kolaborasi antara\n    siswa, guru, dan keluarga. Setiap siswa memiliki portofolionya sendiri di\n    mana mereka dapat menyerahkan tugas, menulis catatan, mengunggah foto, dan\n    menyerahkan gambar. Guru memiliki akses ke perpustakaan aktivitas yang\n    memiliki ribuan tugas yang telah dibuat untuk hampir semua topik yang dapat\n    ditelusuri. Pengajar juga dapat merancang tugasnya sendiri dan\n    membagikannya dengan rekan kerja dengan mudah. Saat siswa mengirimkan\n    tugas, tugas tersebut akan dilihat oleh pengajar dan orang tua, membuat\n    sambungan yang mudah ke dalam tugas kelas siswa. Platform ini gratis.\n    Namun, menawarkan juga versi premium yang memiliki fitur tambahan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.bloomz.net\/\" target=\"_blank\"\u003EBloomz\u003C\/a\u003E\n    adalah aplikasi yang pernah mendapat penghargaan yang diberi peringkat,\n    \"Aplikasi atau Alat Komunikasi Orangtua-Guru \/ Sekolah Terbaik\" oleh Tech\n    Edvocate dua tahun berturut-turut. Mirip dengan Bloomz memberi pengguna\n    komunikasi dua arah dan portofolio siswa. Bloomz, bagaimanapun, menyertakan\n    fitur pelacakan perilaku yang menurut banyak guru bermanfaat untuk\n    pengumpulan data dan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas kepada\n    orang tua tentang hari-hari anak mereka, terutama di era elearning. Orang\n    tua dapat menyukai pekerjaan anak mereka, mengomentari tugas, dan dengan\n    mudah terhubung dengan guru. Salah satu kelemahan Bloomz adalah versi\n    gratisnya membatasi penyimpanan foto \/ video, sehingga guru yang memposting\n    banyak gambar mungkin kehabisan ruang. Terlepas dari itu, Bloomz layak\n    untuk dipilih.\u003Cstrong\u003E \u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Ca href=\"https:\/\/edu.google.com\/products\/classroom\/?modal_active=none\" target=\"_blank\"\u003E\n        Google Kelas\n    \u003C\/a\u003E\n    adalah platform pembelajaran online yang dikembangkan oleh Google untuk\n    sekolah. Ini bertujuan untuk menyederhanakan pembuatan, distribusi, dan\n    penilaian tugas. Itu membuat berbagi file antara guru dan siswa lebih\n    efisien. Google kelas bekerja dari komputer atau perangkat seluler apa pun.\n    Banyak guru merasa fitur penilaian sangat lancar, dan aplikasi Google\n    terintegrasi penuh dengan Kelas, membuat berbagi Google Dokumen, Slide, dan\n    produk Google lainnya menjadi sangat efisien. Beberapa pengguna mengeluh\n    bahwa antarmuka terlihat membingungkan seseorang yang tidak terbiasa dengan\n    dunia Google. Namun, banyak pendidik yang menganggap platform pembelajaran\n    online ini sebagai favorit, dan\n            Pengguna Google Kelas dua kali lipat    \n    selama pandemi menjadi lebih dari 100 juta.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.schoology.com\/\" target=\"_blank\"\u003ESchoology\u003C\/a\u003E\n    adalah platform pembelajaran online lain yang layak mendapat perhatian.\n    Schoology dirancang khusus untuk siswa taman kanak-kanak hingga kelas 12.\n    Ini membanggakan menyediakan 200+ alat pendidikan dan integrasi platform,\n    seperti DropBox, Quizlet, dan Infinite Campus. Schoology membuat pembuatan\n    penilaian cukup mudah, dan buku nilai bawaan membuat pelacakan skor menjadi\n    mudah. Satu kelemahan dalam mengadopsi Schoology adalah, karena berbagai\n    fitur dan kemungkinan yang ditawarkan, dapat membingungkan baik bagi\n    pendidik maupun siswa. Penggunaan secara bertahap adalah yang terbaik untuk\n    platform pembelajaran online ini.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003EKesimpulan\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Sementara platform pembelajaran online telah ada selama beberapa dekade\n    terakhir, baru-baru ini mereka mengalami momentum yang lebih besar. Siswa\n    di seluruh dunia tetap terhubung dengan guru mereka. Ada beberapa\n    pertimbangan penting untuk dipikirkan ketika memilih platform pembelajaran\n    online yang tepat, tetapi dengan ratusan yang tersedia, yang tepat hanya\n    menunggu keputusa Anda sebagai guru atau pengajar.\n\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/2431528091881895120\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/10\/platform-pembelajaran-online-yang-perlu.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2431528091881895120"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2431528091881895120"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/10\/platform-pembelajaran-online-yang-perlu.html","title":"Platform Pembelajaran Online yang Perlu Guru Ketahui"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEiLbmlhBP3gn5Sn0m1k4MOjZt-59XyqWKmiXfj55qwArAfqlx1BSHsdTGbKfj7IXqaAPy4Q3xQWMUavoKHKnnV0x2OWLPTU1cS7BeBdjwS1noQTWDn7aoAMIANRGeE-jCrL0C1UMezGzzQA_FOW-GWDlHoFyeVhrfkPI4hp4uqKp5tbXV1Q-O1qNuZt8Q=s72-w640-h414-c","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-5445080741399334175"},"published":{"$t":"2021-09-24T22:47:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2021-09-24T22:47:02.227+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Pemanfaatan Tik Tok Pada Proses Pembelajaran"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Pendidik saat ini di seluruh dunia mulai memperhatikan platform media\n    sosial TikTok. Alat pembuat video pendek populer yang diperkirakan sekitar\n    800 juta pengguna di seluruh dunia membuat dan berbagi video pendek. Apa\n    yang membuat TikTok menonjol dalam persaingannya dengan aplikasi lain?\n    Fakta membuktikan bahwa orang dari segala usia dapat membagikan ekspresi\n    kreatif mereka melalui video pendek berdurasi 15 detik dan membagikannya\n    kepada dunia. Apa yang membuat pendidik begitu bersemangat tentang platform\n    media sosial ini, adalah potensinya sebagai alat pengajaran di dalam kelas.\n    Sementara mungkin beberapa pendidik masih ragu akan hal itu, yang lain\n    ingin menerimanya sebagai alat pengajaran baru untuk meningkatkan dan\n    melengkapi pembelajaran siswa.\n\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-WW51lRWQZ7g\/YU3j5G3GUjI\/AAAAAAAACSo\/mGtVs9KWqSISG80bPWgeHz9LC40X3xGNACLcBGAsYHQ\/s600\/tik%2Btok.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"389\" data-original-width=\"600\" height=\"414\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-WW51lRWQZ7g\/YU3j5G3GUjI\/AAAAAAAACSo\/mGtVs9KWqSISG80bPWgeHz9LC40X3xGNACLcBGAsYHQ\/w640-h414\/tik%2Btok.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003ESebelum memperkenalkan platform TikTok yang populer ke dalam kelas, Kita\n    harus terlebih dahulu menyadari tentang masalah privasi. Ajak siswa untuk\n    mengatur privasi sesuai kelompok usia. Buat siswa menyadari tentang cara\n    melindungi data mereka dan cara berbagi dengan orang lain. Opsi privasi\n    TikTok memungkinkan orang luar tidak dapat melihat konten yang diunggah\n    atau meninggalkan pesan atau komentar yang tidak diminta pada video yang\n    dibagikan siswa, selama mereka mengaturnya ke pengaturan yang benar.\n    Meskipun kita tidak selalu dapat mencegah penyalahgunaan media sosial, kita\n    dapat membuat siswa mengetahui masalah privasi dan apa yang dapat terjadi\n    jika mereka melanggar peraturan.\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Bayangkan jika siswa memiliki akses tak terbatas ke video penting mengenai\n    pelajaran. Sekarang, dengan aplikasi TikTok, mereka bisa! Ketika siswa\n    mempelajari sebuah konsep di kelas dan mencoba membuat catatan, mereka\n    mungkin terganggu oleh apa yang ada di sekitar mereka. Namun, ketika guru\n    menggunakan TikTok untuk membuat video pendek dengan tujuan menjelaskan\n    konsep atau menyoroti poin-poin utama pelajaran, siswa dapat menontonnya\n    berulang kali tanpa gangguan dalam mencoba menangkap setiap kata yang\n    diucapkan guru.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    TikTok juga dapat digunakan untuk membantu siswa menjelaskan konten yang\n    mereka pelajari. Misalnya, siswa dapat membandingkan dan membedakan konsep\n    yang dipelajari. Tahap awal siswa diberikan pelajaran, kemudian mereka\n    diinstruksikan untuk mengambil informasi yang dipelajari dan membuat TikTok\n    yang membandingkan dan membedakan informasi tersebut. Siswa akan\n    termotivasi jika mereka dapat menggunakan TikTok di kelas dan guru akan\n    merasa sukses dalam pengelolaan pembelajaran karena siswa lebih jauh\n    terlibat saat proses belajar.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    TikTok dapat digunakan di lingkungan sekolah untuk membangkitkan kesadaran\n    komuitas sekolah dan menarik minat siswa dan teman-temannya. Misalnya,\n    membuat saluran untuk sekolah dan memungkinkan siswa untuk berkontribusi\n    dalam membuat video yang akan membantu siswa di sekolah untuk mengetahui\n    apa yang terjadi. Guru dapat membantu memacu kreativitas siswa dengan\n    mendorong siswa untuk membuat video tentang acara olahraga, tarian, atau\n    acara sekolah lainnya yang akan datang. Atau guru bahkan dapat menantang\n    siswa untuk menyebarkan pesan tentang apa yang terjadi di komunitas atau\n    untuk mengambil bagian dalam tantangan TikTok di mana sekolah dapat\n    berkompetisi satu sama lain.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    TikTok dapat digunakan seperti di iMovie atau Google Docs untuk menampilkan\n    tugas akhir siswa. Misalnya siswa dapat menggunakan TikTok untuk membuat\n    video proyek mereka. Jika mencari hashtag #finalproject di TikTok, kita\n    akan melihat lebih dari satu juta video siswa yang memamerkan proyek\n    mereka.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Cara lain untuk menampilkan proyek akhir adalah dengan mengelompokkan siswa\n    menjadi kelompok kecil dan minta kepada siswa menjelaskan tentang apa video\n    TikTok mereka. Pastikan bahwa setiap topik dan judul kelompok, relevan\n    dengan kebutuhan. Selanjutnya, mintalah siswa memutuskan peran mana yang\n    akan dimainkan oleh peserta. Kemudian, instruksikan siswa untuk menulis\n    skrip video mereka yang terorganisir dan mendetail yang dapat mereka\n    serahkan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Rencana pelajaran dengan TikTok sekarang sedang populer. Siswa mengambil\n    informasi yang dipelajari di kelas dan berbagi pengetahuan dengan membuat\n    klip berdurasi 15 detik, untuk menunjukkan poin-poin penting dari sebuah\n    konsep. guru akan sangat senang karena melihat siswa dapat menggunakan\n    pengetahuan mereka untuk dibagikan dengan teman-teman mereka.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Untuk membuat RPP dengan TikTok dapat dimulai seperti ini: siswa menonton\n    video pendek atau mereview informasi yang sudah dipelajari, kemudian\n    menonton TikTok yang relevan dengan konsep yang sama. Selanjutnya siswa\n    akan membuat video berdasarkan informasi yang dipelajari.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    TikTok telah memberikan siswa akses untuk berbicara tentang masalah yang\n    mereka sukai, seperti perubahan iklim, politik, keamanan sekolah,\n    diskriminasi atau masalah lainnya. Kaum muda saat ini telah mengubah dunia\n    dan menjadi bagian dari gerakan perubahan hanya dengan membuat dan berbagi\n    klip video pendek tentang masalah yang penting bagi mereka. Guru kelas\n    dapat membantu memberdayakan siswanya dengan mengizinkan mereka berbicara\n    tentang masalah yang penting dengan membuat video TikTok di kelas.\n    Video-video ini dapat dibagikan di dalam kelas atau sekolah untuk membantu\n    menyebarkan pesan positif yang relevan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    TikTok tentu saja merupakan aplikasi yang menghibur dan menarik. Dengan\n    memasukkan TikTok ke dalam kelas, guru dapat merasakan kegembiraan karena\n    manfaat TikTok sambil tetap memasukkan nilai pendidikan.\n\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Ci\u003ETulisan ini telah di terbitkan pada Majalah Dunia Pendidikan Edisi No.261 Bulan Juli 2021\u003C\/i\u003E\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/5445080741399334175\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/09\/pemanfaatan-tik-tok-pada-proses.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5445080741399334175"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5445080741399334175"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/09\/pemanfaatan-tik-tok-pada-proses.html","title":"Pemanfaatan Tik Tok Pada Proses Pembelajaran"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-WW51lRWQZ7g\/YU3j5G3GUjI\/AAAAAAAACSo\/mGtVs9KWqSISG80bPWgeHz9LC40X3xGNACLcBGAsYHQ\/s72-w640-h414-c\/tik%2Btok.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-8464907790761224859"},"published":{"$t":"2021-07-12T21:42:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2021-07-12T21:42:04.384+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Beberapa Media Sosial yang Dapat dicoba Dalam Proses Belajar"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Manusia adalah makhluk sosial yang mendambakan keterkaitan. Kami ingin\n    berada di sekitar orang lain, berbagi dengan orang lain, dan belajar dari\n    orang lain. Ketika kita memiliki hubungan pribadi dengan seseorang, kita\n    lebih cenderung mendengarkan mereka dan memiliki keinginan untuk\n    berkontribusi secara positif pada hubungan itu. Itulah sebabnya para guru\n    dilatih untuk memahami betapa pentingnya membangun hubungan dan koneksi\n    baik dengan siswa mereka.\n\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-BSieU44xE5g\/YOxF2O7TSHI\/AAAAAAAACNk\/xG0hdXodVeUnY2MGcKrLMKksdMWBekUVQCLcBGAsYHQ\/s640\/media%2Bsosial.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Beberapa Media Sosial yang Dapat dicoba Dalam Proses Belajar\" border=\"0\" data-original-height=\"398\" data-original-width=\"640\" height=\"398\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-BSieU44xE5g\/YOxF2O7TSHI\/AAAAAAAACNk\/xG0hdXodVeUnY2MGcKrLMKksdMWBekUVQCLcBGAsYHQ\/w640-h398\/media%2Bsosial.jpg\" title=\"Beberapa Media Sosial yang Dapat dicoba Dalam Proses Belajar\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003EMedia sosial semakin memudahkan komunikasi dengan komunitas kita melalui\n    berbagi ide, pesan pribadi, dan berbagai bentuk konten (video, foto, dll).\n    Ada banyak keuntungan menggunakan media sosial di dalam kelas, meski ada\n    juga beberapa efek negatif yang harus diwaspadai. Ketika media sosial\n    diterapkan dengan sengaja dan hati-hati, maka media sosial layak untuk\n    dicoba memperkuat keterkaitan di antara siswa Anda.\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Manfaat Menggunakan Media Sosial di Kelas Anda\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Media sosial dapat menjadi alat pendidikan yang memberikan siswa pengalaman\n    belajar yang dinamis. Bagi siswa yang sulit berbicara di depan umum, media\n    sosial menyediakan wadah bagi mereka untuk menyumbangkan ide. Terlalu takut\n    untuk mengangkat tangan? Tweet jawaban Anda. Ingin membagikan apa yang Anda\n    lakukan selama akhir pekan? Posting foto di Instagram kelas. Memberikan\n    suara kepada semua siswa dengan cara yang paling nyaman bagi mereka untuk\n    berbicara memastikan bahwa semua siswa merasa seperti anggota komunitas\n    kelas yang setara.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Selain itu, media sosial adalah bahasa yang digunakan siswa saat berbicara\n    . Mereka terbiasa dengannya, dan menganggapnya sebagai bagian yang menarik\n    dari hidup mereka. Dengan mengambil alat yang sudah terhubung dengan siswa,\n    seorang guru dapat menghilangkan waktu yang dibutuhkan untuk mengajarkan\n    aplikasi atau program baru dan mulai menjalankan dengan konten yang ada.\n    Kegembiraan siswa ketika seorang guru memberi tahu mereka bahwa mereka\n    dapat men-tweet, memposting, atau TikTok pembelajaran efektif untuk memberi\n    semangat kepada .\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Efek Negatif dari Media Sosial untuk Ditonton\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Saat menggunakan media sosial di dalam kelas ada beberapa hal yang harus\n    diperhatikan. Cyberbullying adalah masalah besar dan cukup serius.\n    Cyberbullying adalah jenis penindasan yang terjadi melalui perangkat\n    digital. Ini termasuk mengirim, memposting, atau berbagi konten negatif,\n    berbahaya, palsu, atau jahat tentang orang lain. Hal ini dapat menyebabkan\n    rasa malu dan terhina dengan efek jangka panjang yang bahkan dapat dibawa\n    hingga dewasa. Jika Anda melihat ada ejekan mulai berkembang di kelas,\n    segera hentikan. Sebelum menerapkan media sosial ke dalam kelas, diskusikan\n    dengan siswa Anda bagaimana berkontribusi pada platform yang digunakan\n    dengan cara yang positif dan hormat.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Efek negatif lain dari media sosial adalah dapat menyebabkan siswa\n    membandingkan dirinya dengan orang lain. Bagaimana teman-teman mereka\n    berpakaian, ke mana mereka pergi berlibur, dengan siapa mereka menghabiskan\n    akhir pekan. Hal ini dapat menyebabkan kecemasan dan depresi serta\n    menurunkan harga diri siswa. Melakukan percakapan yang jujur ​​dengan siswa\n    tentang perasaan mereka saat menggunakan media sosial dapat membantu\n    mendidik untuk mengambil keputusan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Media Sosial dapat menjadi alat yang mengganggu tidur anak-anak dan remaja.\n    Mereka sulit tidur karena telah melihat ponselnya selama berjam-jam sebelum\n    tidur. Mereka bangun di tengah malam dan memeriksa notifikasi di obrolan\n    singkat, Instagram, atau Twitter mereka. Mereka mungkin gelisah di tempat\n    tidur karena mereka masih terganggu oleh sesuatu yang mereka lihat pos\n    teman sekelasnya pada hari sebelumnya. Membuat aturan tentang berapa banyak\n    waktu media sosial yang dimiliki siswa adalah bagian penting dari\n    penerapannya di kelas.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Beberapa Media Sosial yang dapat Dicoba\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Ada banyak tren media sosial yang bisa dicoba di kelas. Di bawah ini adalah\n    daftar platform yang sedang naik daun ini serta penjelasan tentang cara\n    menggabungkannya ke dalam kelas.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Facebook\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Facebook adalah salah satu platform media sosial paling terkenal. Karena\n    sudah ada selama lebih dari 15 tahun, banyak pelajar yang sudah mendengar\n    tentang Facebook atau sudah memiliki akun. Ini membuat penggunaan di kelas\n    lebih mudah dan lebih cepat untuk diterapkan. Rancang grup Facebook untuk\n    kelas Anda di mana siswa dapat memposting foto atau komentar tentang\n    mereka. Gunakan fitur Facebook live untuk merekam diri Anda sendiri saat\n    mengajar pelajaran yang nantinya dapat dirujuk kembali oleh siswa. Apakah\n    akan ada pemilihan presiden yang akan datang? Mintalah siswa membuat contoh\n    kontestan, minta mereka memperdebatkan kasus mereka, dan menanggapi\n    pertanyaan siswa lain.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Blogging\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Blogging adalah bentuk media sosial pendidikan yang bagus karena mendorong\n    siswa untuk memberi dan menerima umpan balik dengan cara yang dapat\n    dipantau dan dikendalikan oleh guru. Blogging untuk siswa yang lebih tua\n    dapat bermanfaat karena mereka dapat menautkan dan menggunakan posting yang\n    lebih baik. Cobalah situs seperti Kid Blog, Word Press, atau Blogger untuk\n    memulai.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    TIK tok\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    TikTok sedang ramai akhir-akhir ini. Aplikasi media sosial pembuatan video\n    ini gratis untuk pengguna dan mudah diakses oleh siswa. Ini juga bisa\n    menjadi alat yang unik dan kreatif. Siswa dapat membuat video untuk\n    menanggapi tugas atau topik. Mereka dapat merefleksikan pendapat mereka\n    tentang topik atau ulasan untuk tes dengan membuat video pendek. Opsinya\n    tidak terbatas, dan siswa pasti akan mendapatkan kesempatan untuk\n    menggunakan platform ini dalam ruang kelas.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Twitter\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Twitter adalah jenis media sosial lain yang telah ada selama beberapa\n    waktu. Ini adalah cara mudah lainnya untuk dimasukkan ke dalam kelas dan\n    menghubungkan keluarga dan komunitas ke acara kelas. Buat tagar kelas dan\n    biarkan siswa mulai men-tweet tentang hari-hari mereka. Seorang guru juga\n    dapat menantang siswanya untuk menggunakan Twitter untuk menyelesaikan\n    tugas, menulis puisi, atau melakukan respons membaca.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Manusia adalah makhluk sosial yang mendambakan keterkaitan. Media sosial\n    semakin memudahkan untuk terhubung satu sama lain dan memberi siswa suara\n    yang mungkin tidak mereka miliki. Ketika media sosial diterapkan dengan\n    sengaja dan hati-hati, tren media sosial dapat mendatangkan keuntungan dan\n    kegembiraan didalam ke kelas.\n\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/8464907790761224859\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/07\/beberapa-media-sosial-yang-dapat-dicoba.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8464907790761224859"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8464907790761224859"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/07\/beberapa-media-sosial-yang-dapat-dicoba.html","title":"Beberapa Media Sosial yang Dapat dicoba Dalam Proses Belajar"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-BSieU44xE5g\/YOxF2O7TSHI\/AAAAAAAACNk\/xG0hdXodVeUnY2MGcKrLMKksdMWBekUVQCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h398-c\/media%2Bsosial.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-2065338507126573384"},"published":{"$t":"2021-03-30T22:05:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2021-03-30T22:05:06.418+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Guru"}],"title":{"type":"text","$t":"Komitmen Profesional Dalam Profesi Guru"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003ESecara historis, bidang pendidikan memiliki kecenderungan untuk diminati\n    oleh calon guru sebagai pilihan karir yang dapat memperoleh penghasilan\n    yang layak dan termasuk waktu liburan selama satu bulan. Selain itu,\n    beberapa orang mungkin memandang mengajar sebagai profesi yang \"mudah\"\n    karena mereka bersekolah dan menyaksikan guru mereka sendiri beraksi.\n    Apakah guru merupakan karier yang sulit ?\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-ysDsArNoxw4\/YGMvslVAcOI\/AAAAAAAACLs\/rpVHqiMvTZ8lM7QySSmIM7ztn2LM4HU7wCLcBGAsYHQ\/s640\/Komitmen-Profesional-Dalam-Profesi-Guru.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Komitmen Profesional Dalam Profesi Guru\" border=\"0\" data-original-height=\"377\" data-original-width=\"640\" height=\"376\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-ysDsArNoxw4\/YGMvslVAcOI\/AAAAAAAACLs\/rpVHqiMvTZ8lM7QySSmIM7ztn2LM4HU7wCLcBGAsYHQ\/w640-h376\/Komitmen-Profesional-Dalam-Profesi-Guru.jpg\" title=\"Komitmen Profesional Dalam Profesi Guru\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003EPada kenyataannya, mendidik anak-anak dan dewasa muda tidak hanya\n    membutuhkan pelatihan, praktik, dan keterampilan yang ekstensif, tetapi\n    juga sejumlah komitmen pribadi yang harus dipegang oleh para guru jika\n    mereka ingin berhasil di lapangan dan pada akhirnya meninggalkan kesan\n    positif dan abadi pada siswa mereka. Beberapa gambaran komitmen pendidik\n    yang berkualitas tinggi adalah sebagai berikut:\u003C\/p\u003E\n\u003Ch2\u003E\u003Cspan style=\"font-size: small;\"\u003E\n    Berkomitmen untuk belajar seumur hidup.\n\u003C\/span\u003E\u003C\/h2\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Seseorang tidak menjadi guru yang sukses hanya dengan menyelesaikan gelar\n    empat tahun dan membaca beberapa buku populer tentang pendidikan. Guru\n    terbaik adalah mereka yang menyadari bahwa mereka tidak akan pernah\n    mencapai titik puncak di mana mereka telah mempelajari segala sesuatu yang\n    perlu diketahui tentang isi kurikulum dan pedagogi yang baik.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Akibatnya, pendidik harus tetap terlibat aktif dalam mempelajari bagaimana\n    siswa belajar dengan baik bersama dengan cara-cara di mana budaya dan\n    sosial ekonomi mempengaruhi siswa secara individu. Baru-baru ini disebutkan\n    bahwa sekolah sedang mempersiapkan siswanya untuk karir yang bahkan belum\n    ada. Mengingat ledakan teknologi dan perubahan drastis di dunia ini, para\n    guru harus tetap mengikuti perkembangan zaman dibandingkan dengan cara\n    mengajar yang sama di tahun 2021 seperti yang mereka lakukan di tahun 2001.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch2\u003E\u003Cspan style=\"font-size: small;\"\u003E\n    Berkomitmen untuk melayani siswa secara akademis.\n\u003C\/span\u003E\u003C\/h2\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Mengajar tidak dan tidak boleh dipandang sebagai profesi yang egois. Guru\n    tentu saja memainkan peran utama dalam lingkungan kelas; namun, mereka\n    tidak boleh mendekati ruang kelas dari sudut pandang apa yang membuat\n    pekerjaan mereka paling mudah. Pengajaran yang efektif adalah pekerjaan\n    yang sulit dan menantang yang sering kali membutuhkan waktu berjam-jam\n    persiapan lanjutan. Mengajar siswa untuk satu periode kelas membutuhkan\n    lebih sedikit persiapan daripada mengembangkan aktivitas pembelajaran yang\n    menarik; Namun, keterlibatan itulah yang mengarah pada pemahaman.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch2\u003E\u003Cspan style=\"font-size: small;\"\u003E\n    Berkomitmen untuk melayani siswa secara pribadi.\n\u003C\/span\u003E\u003C\/h2\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Seorang profesor yang bijak pernah berkata bahwa pendidik yang baik harus\n    mampu \"mencintai yang tidak menyenangkan\". Guru berkembang pesat dalam\n    interaksi dengan siswa yang dengan cepat memahami konsep baru dan\n    menyelesaikan tugas pekerjaan rumah tepat waktu. Fakta yang sering tidak\n    disadari adalah bahwa siswa yang paling mengganggu dan\n    \n        melepaskan diri\n    \n    adalah siswa yang paling membutuhkan perhatian dari guru.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Guru harus berkomitmen untuk terhubung dengan siswa yang menantang pada\n    tingkat pribadi. Setelah kepercayaan dalam hubungan terjalin, yang mungkin\n    membutuhkan waktu lama, kemajuan akademis dapat mulai dibuat.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Guru juga harus memperhatikan terpenuhi tidaknya kebutuhan fisik siswa.\n    Sementara seorang siswa yang menderita kelalaian dapat memperoleh manfaat\n    dari perhatian ekstra individu.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch2\u003E\u003Cspan style=\"font-size: small;\"\u003E\n    Berkomitmen untuk terlibat setelah hari sekolah berakhir.\n\u003C\/span\u003E\u003C\/h2\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Meskipun kedengarannya ironis, beberapa dari hubungan kelas terkuat\n    dibangun di luar kelas melalui keterlibatan guru dengan program\n    ekstrakurikuler termasuk olahraga, klub, dan organisasi layanan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Keterlibatan dalam kegiatan setelah sekolah memberikan kesempatan bagi guru\n    dan siswa untuk berinteraksi dalam situasi yang kurang formal. Tingkat\n    interaksi ini cenderung memanusiakan guru dan menjadi individu yang pantas\n    dihormati baik di dalam maupun di luar kelas.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch2\u003E\u003Cspan style=\"font-size: small;\"\u003E\n    Berkomitmen untuk mengembangkan mindset berkembang.\n\u003C\/span\u003E\u003C\/h2\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Rata-rata, guru menghabiskan waktu sekitar 35 tahun di lapangan. Sebuah\n    klise lama menyatakan bahwa beberapa guru tidak benar-benar mengajar selama\n    35 tahun… mereka hanya mengajar di tahun pertama sebanyak 35 kali.\n    Mentalitas ini tidak akan membantu guru dengan baik, terutama dalam keadaan\n    yang menantang seperti pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Agar efektif, guru harus mau tumbuh dan beradaptasi tidak hanya dengan\n    konten kurikuler yang baru, tetapi juga dengan prosedur dan metode\n    pengajaran yang baru. Mungkin aspek paling kritis dari\n    \n        individu yang berpikiran berkembang\n    \n    adalah kemampuan untuk tetap fleksibel dan beradaptasi dengan cepat.\n    Membuat diri sendiri menjadi kebiasaan mudah bagi pendidik kecuali mereka\n    sengaja fokus untuk tetap terbuka terhadap ide dan praktik baru.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch2\u003E\u003Cspan style=\"font-size: small;\"\u003E\n    Berkomitmen untuk menjadi bebas \"drama\".\n\u003C\/span\u003E\u003C\/h2\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Kata \u003Cem\u003Edrama\u003C\/em\u003E mungkin digunakan secara berlebihan ketika\n    menggambarkan interaksi para siswa remaja; Namun, ini adalah istilah yang\n    tepat untuk menggambarkan reaksi emosional yang tidak perlu terhadap\n    masalah yang umumnya tidak memiliki signifikansi jangka panjang yang dapat\n    diidentifikasi. Sama seperti siswa yang menunjukkan perilaku dramatis, jika\n    mereka tidak berhati-hati, guru juga dapat menjadi mangsa perilaku tidak\n    produktif ini.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Untuk beberapa alasan yang tidak diketahui, rumor tampaknya melewati ruang\n    tunggu fakultas sekolah secepat air melalui penyaring kopi. Hal ini tentu\n    saja menciptakan misinformasi yang tersebar luas yang tidak didasarkan pada\n    fakta. Guru harus berkomitmen untuk proses pergi ke sumber, baik itu\n    administrator atau sesama guru, dengan pertanyaan dan kekhawatiran sebelum\n    menimbulkan kesalahan informasi bagi diri mereka sendiri dan rekan mereka.\n    \n        Iklim sekolah secara\n    \n    umum menjadi jauh lebih produktif dan secara signifikan mengurangi stres\n    ketika semua orang berurusan dengan fakta dan bukan rumor.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch2\u003E\u003Cspan style=\"font-size: small;\"\u003E\n    Berkomitmen untuk waktu pribadi.\n\u003C\/span\u003E\u003C\/h2\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Mengajar adalah profesi yang membutuhkan pemberian yang hampir konstan dari\n    pihak pendidik. Jika guru tidak berhati-hati, mereka bisa menjadi sasaran\n    kelelahan dan kelelahan yang tidak perlu. Untuk menghindari jebakan ini,\n    guru harus sengaja meluangkan waktu bersama teman dan keluarga mereka dan\n    umumnya melakukan kegiatan yang menurut mereka santai.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Seringkali, pendidik profesional terlalu fokus pada karir mereka sehingga\n    mereka lupa menyediakan waktu untuk diri mereka sendiri dan kesehatan serta\n    kesejahteraan mereka sendiri. Pada akhirnya, guru tidak dapat sepenuhnya\n    efektif jika kebutuhan mereka sendiri tidak terpenuhi, jadi merencanakan\n    waktu \"di luar sekolah\" secara sengaja sangat penting baik untuk kesehatan\n    yang baik maupun pengajaran yang baik.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Meskipun daftar ini jauh dari komprehensif, mengikuti tujuh komitmen yang\n    diidentifikasi akan mempersiapkan guru untuk kesuksesan dan kesenangan\n    jangka panjang di kelas.\n\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/2065338507126573384\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/03\/komitmen-profesional-dalam-profesi-guru.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2065338507126573384"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2065338507126573384"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/03\/komitmen-profesional-dalam-profesi-guru.html","title":"Komitmen Profesional Dalam Profesi Guru"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-ysDsArNoxw4\/YGMvslVAcOI\/AAAAAAAACLs\/rpVHqiMvTZ8lM7QySSmIM7ztn2LM4HU7wCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h376-c\/Komitmen-Profesional-Dalam-Profesi-Guru.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-5852133946132540165"},"published":{"$t":"2021-03-29T21:16:00.002+08:00"},"updated":{"$t":"2021-03-29T21:19:04.120+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"IPA"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"\"Partikel Penyusun Benda Pada Mahkluk Hidup\"  Video Proses Belajar IPA Kelas 8"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003ETubuh makhluk hidup tersusun dari milyaran atom-atom, atom-atom itu\n    berikatan satu sama lain membentuk senyawa yang tersusun sedemikian rupa\n    sehingga menjadi suatu bentuk tertentu. Misalnya rambut kita yang tersusun\n    dari molekul-molekul yang mengandung atom karbon CC, hidrogen HH, nitrogen\n    NN, dan sulfur SS, serta tulang kita antara lain mengandung unsur kalsium\n    CaCa, fosfor PP, dan oksigen OO.\u003C\/p\u003E\n\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ciframe allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen=\"\" frameborder=\"0\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/QjrVn-QPVEQ\" title=\"YouTube video player\" width=\"560\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003E\n    Selain pada makhluk hidup, benda mati seperti kayu, plastik, air, udara,\n    kain pakaian, dan benda-benda yang lain merupakan zat kimia yang tersusun\n    atas molekul-molekul tertentu. Dalam senyawa, molekul-molekul tertata\n    sedemikian rupa sehingga memberikan sifat-sifat tertentu. Misalnya plastik\n    bersifat lentur karena molekul-molekul penyusunnya mempunyai rantai\n    panjang, sedangkan arang mudah patah karena susunan antar atom-atom\n    penyusunnya banyak terdapat ruang-ruang kosong.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Tubuh kita dan tubuh makhluk hidup yang lainnya juga tersusun atas berbagai\n    molekul kimia. Molekul ukurannya sangat kecil sehingga tidak dapat diamati\n    dengan kasat mata dan bahkan tidak dapat diamati dengan mikroskop biasa.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Selain disusun oleh molekul yang berbeda, sifat-sifat suatu materi yang\n    berbeda juga dapat disebabkan oleh perbedaan susunan molekul-molekul dalam\n    materi itu. Misalnya kita ambil contoh kayu yang dibuat pensil dan amilum\n    yang ada pada umbi kentang. Pada umbi kentang contoh lainnya adalah umbi\n    ketelapohon, talas, dan bera scontoh lainnya adalah umbi ketela\n    pohon,talas,dan beras juga mengandung pati atau amilum yang dapat kita\n    makan untuk digunakan sebagai sumber energi.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pati disusun oleh molekul-molekul berantai panjang. Rantai panjang tersebut\n    disusun oleh unit-unit molekul yang lebih sederhana yang disebut glukosa.\n    Antara molekul glukosa yang satu dengan yang lainnya dihubungkan oleh atom\n    oksigen dengan ikatan glikosida.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Molekul glukosa yang menyusun amilum tersusun dari atom C, H, dan O dengan\n    perbandingan tertentu. Kayu yang ada pada pensil tersusun atas selulosa\n    yang juga mempunyai rantai panjang. Molekul panjang tersebut terdiri atas\n    molekul-molekul glukosa sama seperti pada pati. Selulosa dan amilum\n    mempunyai molekul penyusun sama yaitu glukosa tetapi jenis ikatan\n    antarmolekul glukosanya berbeda. Selulosa merupakan zat yang keras tetapi\n    jika dimakan oleh manusia tidak dapat dicerna oleh tubuh. Sedangkan amilum\n    dapat dicerna dan digunakan sebagai bahan makanan. Mengapa hal itu dapat\n    terjadi? Keadaan itu menunjukkan bahwa tidak hanya jumlah dan jenis\n    atom-atom penyusun molekul yang menyebabkan sifat zat berbeda, tetapi pola\n    susunan dan jenis ikatan antarmolekul penyusun materi juga dapat\n    menyebabkan zat atau materi itu mempunyai sifat-sifat kimia dan sifat-sifat\n    fisika yang berbeda.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Masing-masing senyawa mempunyai rumus molekul tertentu. Rumus molekul\n    menunjukkan jenis atom yang menyusun suatu molekul dan perbandingannya.\n    Molekul air H2OH2O yang sudah dicontohkan sebelumnya terdiri atas satu atom\n    O dan dua atom H. Bila dua atom O mengikat dua atom H maka akan terbentuk\n    senyawa yang berbeda yaitu hidrogen peroksida H2O2H2O2. Hal itu menunjukkan\n    bahwa perbandingan jumlah dan jenis atom dalam suatu molekul akan\n    menghasilkan senyawa yang sifat dan jenisnya sangat berbeda.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Walaupun atom merupakan unit terkecil penyusun molekul, materi yang sudah\n    sangat kecil ini ternyata tersusun dari bagian yang lebih kecil lagi yang\n    disebut partikel subatom.\n    \u003Cbr \/\u003E\n    \u003Cbr \/\u003E\n    Amati warna lampu-lampu neon. Masing-masing lampu tersebut berisi gas mulia\n    berturut-turut helium HeHe, neon NeNe, argon ArAr, kripton KrKr, dan xenon\n    XeXe.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003EKulit atom adalah\u003C\/strong\u003E\n    daerah di mana dapat menemukan elektron. Kulit atom berjumlah 7. Para\n    kimiawan menggunakan huruf K, L, M, N, O, P, dan Q untuk menyatakan kulit\n    atom. Kulit K adalah kulit pertama yang paling dekat dengan inti, Kulit L :\n    2, kulit M : 3, Kulit N : 4, Kulit O : 5, Kulit P : 6 dan Kulit Q : 7\n    adalah kulit terjauh.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Atom tersusun atas partikel-partikel penyusun atom atau partikel subatom\n    yaitu neutron nn, proton pp, dan elektron ee. Neutron dan proton membentuk\n    inti atom. Elektron menempati kulit-kulit atom yang ada di sekitar inti.\n    Elektron-elektron tersebut mengelilingi inti dengan kecepatan tinggi\n    membentuk awan elektron. Elektron dan proton merupakan partikel subatom\n    yang mempunyai muatan berlawanan, sedangkan neutron tidak bermuatan.\n    Elektron memiliki muatan negatif sedangkan proton memiliki muatan positif.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pada atom netral, jumlah proton dan jumlah elektron sama banyaknya.\n    Masing-masing partikel penyusun subatom tersebut mempunyai massa. Elektron\n    mempunyai massa sangat kecil dibandingkan dengan massa proton dan neutron.\n    Oleh sebab itu massa atom akan terpusat pada inti atom saja.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Para ilmuwan telah mempelajari atom sejak ratusan tahun lalu. Para ilmuwan\n    tersebut mengemukakan teori-teori tentang atom. Teori yang satu akan runtuh\n    atau ditolak ketika ada data atau fakta baru yang ditemukan tentang atom\n    sehingga melahirkan teori atom yang baru.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Berikut ini merupakan perkembangan teori atom.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003EJohn Dalton\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/--l_iFKub9nQ\/YGHPcNFyGoI\/AAAAAAAACLA\/LuA4hrQrxs8UFghY_Pp2xuqBABTFPVBkACLcBGAsYHQ\/s1600\/ilustrasi-neutron.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1200\" data-original-width=\"1600\" height=\"300\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/--l_iFKub9nQ\/YGHPcNFyGoI\/AAAAAAAACLA\/LuA4hrQrxs8UFghY_Pp2xuqBABTFPVBkACLcBGAsYHQ\/w400-h300\/ilustrasi-neutron.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003EAtom sebagai bola pejal dan merupakan bagian terkecil yang tidak dapat\n    dibagi lagi. Setiap unsur terdiri atas atom-atom yang identik satu sama\n    lain. Atom-atom dari unsur berbeda mempunyai atom berbeda. Atom-atom dapat\n    bergabung dengan perbandingan tertentu membentuk senyawa.\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003EJoseph John Thomson\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-z58e-6D4KBc\/YGHPk1FG5_I\/AAAAAAAACLE\/m8UTU77OB5w881vHGHe4vDYOn8i1uFnmQCLcBGAsYHQ\/s2048\/91448dfcf3f20acb684837ae2cb1a129.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1696\" data-original-width=\"2048\" height=\"331\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-z58e-6D4KBc\/YGHPk1FG5_I\/AAAAAAAACLE\/m8UTU77OB5w881vHGHe4vDYOn8i1uFnmQCLcBGAsYHQ\/w400-h331\/91448dfcf3f20acb684837ae2cb1a129.png\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003EAtom merupakan bola bermuatan positif dan di tempat-tempat tertentu\n    terdapat elektron-elektron yang bermuatan negatif seperti kismis dalam\n    roti.\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003EErnest Rutherford\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-DCs1SJ43WSM\/YGHPvtBeWFI\/AAAAAAAACLM\/vc6g2G9RqOE3BBIGpLnVUmtOJZucUifSwCLcBGAsYHQ\/s869\/5_result.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"414\" data-original-width=\"869\" height=\"190\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-DCs1SJ43WSM\/YGHPvtBeWFI\/AAAAAAAACLM\/vc6g2G9RqOE3BBIGpLnVUmtOJZucUifSwCLcBGAsYHQ\/w400-h190\/5_result.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003EAtom sebagai bola yang di tengahtengahnya terdapat inti atom yang merupakan\n    pusat muatan positif dan pusat massa. Sedangkan elektron-elektron berputar\n    mengelilingi inti.\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003ENiels Bohr\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-SQ33go0Ft1U\/YGHP2teK7CI\/AAAAAAAACLU\/OynJXjweXfYI2A4xfk6uXRE1JFFrr6ZCACLcBGAsYHQ\/s960\/f0046b779e1a0e1883b0adcc54ac29f4.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"616\" data-original-width=\"960\" height=\"256\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-SQ33go0Ft1U\/YGHP2teK7CI\/AAAAAAAACLU\/OynJXjweXfYI2A4xfk6uXRE1JFFrr6ZCACLcBGAsYHQ\/w400-h256\/f0046b779e1a0e1883b0adcc54ac29f4.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003EAtom terdiri terdiri atas inti yang menjadi pusat massa atom dan pusat\n    muatan positif. Sedangkan elektron bergerak disekeliling inti pada lintasan\n    tertentu orbitorbit yangdisebut kulit-kulit atom. Selama elektron\n    mengelilingi inti, elektron tidak memancarkan energi.\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003EModern Mekanika Gelombang\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-pstrnAfEcJI\/YGHP_tAFhDI\/AAAAAAAACLY\/sZ9uqj85sHg3z4xpKUWOm0Wl3JBSXXCzACLcBGAsYHQ\/s550\/Unsur-Atom.gif\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"400\" data-original-width=\"550\" height=\"291\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-pstrnAfEcJI\/YGHP_tAFhDI\/AAAAAAAACLY\/sZ9uqj85sHg3z4xpKUWOm0Wl3JBSXXCzACLcBGAsYHQ\/w400-h291\/Unsur-Atom.gif\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003EAtom tersusun atas partikel sub atom yaitu neutron nn, proton pp, dan\n    elektron ee. Neutron dan proton menjadi satu membentuk inti yang padat\n    disebut nukleus atau inti atom. Elektron bergerak disekeliling inti hampir\n    dalam kecepatan cahaya membentuk awan elektron.\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Teori atom yang paling kini adalah teori atom mekanika gelombang. Menurut\n    Bohr, atom mempunyai kulit-kulit atom tempat elektron mengelilingi inti\n    atom. Kulit atom yang paling dekat dengan inti atom mempunyai energi paling\n    rendah. Kulit atom yang lebih di luar mempunyai energi lebih tinggi.\n    Elektron yang berada pada kulit atom paling dalam dapat berpindah ke kulit\n    atom yang lebih luar bila menyerap energi dari luar atom. Energi itu dapat\n    berasal dari panas pembakaran atau dari energi listrik yang melewati\n    atom-atom itu. Elektron yang terletak pada kulit atom paling luar akan\n    mendapatkan gaya tarik yang lemah dari inti atom. Oleh karena itu elektron\n    pada kulit atom paling luar mudah lepas dari kulit itu, sehingga atom dapat\n    kehilangan elektron. Bila jumlah elektron dan jumlah proton dalam suatu\n    atom tidak sama maka atom tersebut akan bermuatan atau menjadi ion. Proses\n    pembentukan ion disebut\u003Cstrong\u003E ionisasi.\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003E2. Nomor Atom dan Nomor Massa\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-fgz2_bHSiNo\/YGHQkn5qU6I\/AAAAAAAACLk\/fpR1UntaLxwDNzPj7A_Zg879a8ylpV-PQCLcBGAsYHQ\/s451\/Tabel-Periodik-Unsur_bqca6p.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"319\" data-original-width=\"451\" height=\"452\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-fgz2_bHSiNo\/YGHQkn5qU6I\/AAAAAAAACLk\/fpR1UntaLxwDNzPj7A_Zg879a8ylpV-PQCLcBGAsYHQ\/w640-h452\/Tabel-Periodik-Unsur_bqca6p.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003EUnsur merupakan zat tunggal murnimurni yang tidak dapat diubah lagi menjadi\n    bahan lain dengan reaksi kimiawi, seperti emas, besi, perak, oksigen, dan\n    masih banyak yang lain. Saat ini ada sekitar 105 unsur yang ditemukan di\n    alam. Masing-masing unsur tersebut memiliki karakteristik yang\n    berbeda-beda. Atom-atom dari unsur yang berbeda memiliki jumlah partikel\n    subatom yang berbeda. Semua atom dalam suatu unsur tertentu memiliki jumlah\n    proton yang sama di dalam intinya.\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Jumlah proton ini unik untuk setiap unsur. Nomor massa suatu atom\n    ditentukan oleh jumlah dari neutron, proton, dan elektron. Namun, karena\n    massa elektron sangat kecil, maka dapat diabaikkan. Atom yang satu berbeda\n    dengan atom yang lain karena mempunyai elektron, proton, dan neutron yang\n    berbeda jumlahnya. Jika massa atomnya berbeda maka jari-jari bola atom itu\n    akan berbeda pula.\n\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/5852133946132540165\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/03\/partikel-penyusun-benda-pada-mahkluk.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5852133946132540165"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5852133946132540165"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/03\/partikel-penyusun-benda-pada-mahkluk.html","title":"\"Partikel Penyusun Benda Pada Mahkluk Hidup\"  Video Proses Belajar IPA Kelas 8"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/img.youtube.com\/vi\/QjrVn-QPVEQ\/default.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-7922504268479821058"},"published":{"$t":"2021-03-28T19:58:00.007+08:00"},"updated":{"$t":"2021-03-28T20:25:41.709+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"\" Recount Text \" Video Proses Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas 8"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-7db2p-XkFtY\/YGBza5Y7miI\/AAAAAAAACK4\/RThtVqHGggMjPNyG48ElyxO7CWkT_xRLgCLcBGAsYHQ\/s723\/Recount%2Btext%2Bpicture.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"482\" data-original-width=\"723\" height=\"426\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-7db2p-XkFtY\/YGBza5Y7miI\/AAAAAAAACK4\/RThtVqHGggMjPNyG48ElyxO7CWkT_xRLgCLcBGAsYHQ\/w640-h426\/Recount%2Btext%2Bpicture.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan style=\"text-align: left;\"\u003EPengertian Recount Text\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003ERecount text\u003C\/strong\u003E\n    adalah jenis text dalam\n    \n        Bahasa Inggris\n    \n    yang menceritakan tentang suatu cerita, tindakan, atau kegiatan. Biasanya,\n    recount text menceritakan tentang pengalaman seseorang. Tujuan dari recount\n    text adalah untuk menghibur pembaca, sehingga tidak terdapat konflik dalam\n    text ini. Selain itu, teks ini juga bertujuan untuk memberikan informasi\n    pada pembaca.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\u003Cspan style=\"font-size: small;\"\u003E\n    Ciri-ciri Recount Text\n\u003C\/span\u003E\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003EMenggunakan\n    \n        kalimat Past Tense\n    \n    (lampau), seperti went, departed, would, woke up, dan lain sebagainya.\n\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMenggunakan\n    \n        adverb\n    \n    dan adverbial phrase untuk mengungkapkan waktu, tempat dan cara, seperti:\n    last September, Pari Island, on then second day, dan lain sebagainya.\n\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMenggunakan    conjunction dan\n    time connectives guna mengurutkan peristiwa atau kejadian, seperti: and,\n    before, then, after that, dan lain sebagainya\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\n\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ciframe allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen=\"\" frameborder=\"0\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/z9qwCIaKLeo\" title=\"YouTube video player\" width=\"560\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\u003Ch2\u003E\u003Cspan style=\"font-size: small;\"\u003E\n    Generic Structure of Recount Text\n\u003C\/span\u003E\u003C\/h2\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    1\u003Cspan style=\"font-size: small;\"\u003E. Orientation\n\u003C\/span\u003E\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Menceritakan mengenai latar belakang informasi tentang siapa, di mana,\n    kapan kejadian atau peristiwa terjadi.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\u003Cspan style=\"font-size: small;\"\u003E\n    2. Events\n\u003C\/span\u003E\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Menceritakan serangkaian peristiwa yang terjadi sesuai urutan kronologis.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\u003Cspan style=\"font-size: small;\"\u003E\n    3. Re-orientation\n\u003C\/span\u003E\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Merupakan penutup atau kesimpulan cerita. Untuk menutup suatu cerita, kita\nbisa memberikan    opini kita\n    mengenai cerita tersebut.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch2\u003E\u003Cspan style=\"font-size: small;\"\u003E\n    Contoh Recount Text\n\u003C\/span\u003E\u003C\/h2\u003E\n\u003Ch3\u003E\u003Cspan style=\"font-size: small;\"\u003E\n    Contoh Recount Text Singkat 1 (tentang Perjalanan Wisata)\n\u003C\/span\u003E\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp align=\"center\"\u003E\n    My First Trip to Pari Island\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Last September, I went to Pari Island for a holiday. I went there with\n    Sarah, Andi, Eveline, and Yoko. That was my first time to travel there.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Our boat departed from Muara Angke port to the island at 8.00 AM. We\n    arrived at Pari Island around 10.00 Am. After that, we went to our guest\n    house that we had booked before. Fortunately, our guest house was located\n    near to the port, so we did not have to walk so far. The first thing that\n    we did after that was rent bicycle. It only cost IDR 20.000 per day. Then\n    we did cycling for a while and had lunch before we decided to do\n    snorkeling.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    When we went snorkeling, the fisherman who became our guide brought us to\n    the beach far enough from our guest house. We did snorkeling there. The\n    water was very clear. We could see groups of tiny fishes and beautiful\n    coral under the sea. After we did snorkeling for approximately three hours,\n    we returned to our guest house. We ended up the first day by getting dinner\n    and took some walks around.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    On the second day, we woke up so early to watch sunrise. We did not need to\n    go far to watch the sunrise because our guest house was so near to the\n    beach and we could watch the sunrise there. Sunrise on the beach, what a\n    beautiful view!\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    After we spent long enough time to watch the sunrise, we decided to get\n    breakfast. There was a festival at that time. We went to the festival and\n    had breakfast there. We ate some delicious sea foods. We felt time went so\n    fast that day. We needed to return to our guest house because our boat that\n    would bring us home would depart at 10.00 AM.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    In summary, my first trip to Pari Island was so enjoyable. I would like to\n    visit this place again together with my family in another chance.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Berikut terjemahan dari contoh recount text di atas:\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp align=\"center\"\u003E\n    Perjalanan Pertama Saya ke Pulau Pari\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    September lalu, aku pergi ke Pulau Pari untuk liburan. aku pergi bersama\n    Sarah, Andi, Eveline, dan Yoko. Itu adalah pertama kalinya aku bepergian ke\n    sana.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Perahu kami berangkat dari pelabuhan Muara Angke ke pulau pada pukul 8.00\n    pagi. Kami tiba di Pulau Pari sekitar jam 10.00 pagi. Setelah itu, kami\n    pergi ke penginapan yang telah kami pesan sebelumnya. Untungnya, penginapan\n    kami terletak di dekat pelabuhan, jadi kami tidak perlu berjalan sejauh\n    ini. Hal pertama yang kami lakukan setelah itu adalah menyewa sepeda.\n    Harganya hanya Rp20.000 per hari. Kemudian kami bersepeda sebentar dan\n    makan siang sebelum kami snorkeling.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Ketika kami snorkeling, nelayan yang menjadi pemandu kami membawa kami ke\n    pantai yang cukup jauh dari penginapan kami. Kami melakukan snorkeling di\n    sana. Airnya sangat jernih. Kami bisa melihat ikan-ikan kecil dan karang\n    yang indah di bawah laut. Setelah kami snorkeling selama kurang lebih tiga\n    jam, kami kembali ke rumah penginapan. Kami mengakhiri hari pertama dengan\n    makan malam dan berjalan-jalan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pada hari kedua, kami bangun pagi-pagi untuk menyaksikan matahari terbit.\n    Kami tidak perlu pergi jauh untuk menyaksikannya karena penginapan kami\n    sangat dekat dengan pantai dan kami bisa menyaksikan matahari terbit di\n    sana. Matahari terbit di pantai, pemandangan yang indah!\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Setelah menghabiskan waktu cukup lama untuk menyaksikan matahari terbit,\n    kami memutuskan untuk sarapan. Ada sebuah festival pada waktu itu. Kami\n    pergi ke festival dan sarapan di sana. Kami makan beberapa makanan laut\n    yang lezat. Kami merasa waktu berjalan sangat cepat hari itu. Kami harus\n    kembali ke rumah penginapan karena kapal kami yang akan membawa kami pulang\n    akan berangkat pukul 10.00.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Singkatnya, perjalanan pertamaku ke Pulau Pari begitu menyenangkan. Aku\n    ingin mengunjungi tempat ini lagi bersama keluargaku di kesempatan lain.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Penjelasan:\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Teks tersebut merupakan Recount Text karena menceritakan pengalaman\n    seseorang dan menghibur pembaca. Selain itu, teks tersebut mempunyai\n    ciri-ciri dan struktur yang sama dengan Recount Text:\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Ciri-ciri\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003EMenggunakan kalimat Past Tense (lampau), seperti went, departed, would,\n    woke up, dan lain sebagainya.\n\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMenggunakan adverb dan adverbial phrase seperti: last September, Pari\n    Island, on then second day, dan lain sebagainya.\n\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMenggunakan conjunction dan time connectives seperti: and, before, then,\n    after that, dan lain sebagainya\n\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\n\n\n\u003Cp\u003E\n    Struktur\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cul style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003EOrientation\n\u003C\/li\u003E\u003C\/ul\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Last September, I went to Pari Island for a holiday. I went there with\n    Sarah, Andi, Eveline, and Yoko.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cul style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003EEvents\n\u003C\/li\u003E\u003C\/ul\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Depart from Muara Angke → Arrived → Went to the guest house → Rent bicycle\n    and cycling → Had lunch → Snorkeling → dan seterusnya.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cul style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003ERe-orientation\n\u003C\/li\u003E\u003C\/ul\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    In summary, my first trip to Pari Island was so enjoyable.\u003C\/p\u003E\u003Cbr \/\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/7922504268479821058\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/03\/recount-text-video-materi-pembelajaran.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/7922504268479821058"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/7922504268479821058"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2021\/03\/recount-text-video-materi-pembelajaran.html","title":"\" Recount Text \" Video Proses Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas 8"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-7db2p-XkFtY\/YGBza5Y7miI\/AAAAAAAACK4\/RThtVqHGggMjPNyG48ElyxO7CWkT_xRLgCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h426-c\/Recount%2Btext%2Bpicture.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-5167548147485028802"},"published":{"$t":"2020-10-06T10:49:00.003+08:00"},"updated":{"$t":"2020-10-06T10:53:11.502+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"LKPD IPS 8 SMP"}],"title":{"type":"text","$t":"Lembar Kerja Peserta Didik \"Konversi Lahan Pertanian Terhadap Perubahan Ruang dan Interaksi Antar Ruang\""},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003EPendahuluan\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pernahkah kalian mendengar negara Singapura melakukan reklamasi untuk\n    memperluas daratan? Reklamasi adalah alih fungsi lahan pantai menjadi\n    daratan. Reklamasi tersebut disebut salah satu bentuk alih fungsi lahan\n    yang disebut konversi lahan. Biasanya, mengubah area pertanian menjadi area\n    dengan kegunaan lain, misalnya menjadi permukiman atau industri. Konversi\n    lahan menjadi fenomena yang sering dijumpai di negara-negara ASEAN.\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-tbdgEQnAqvI\/X3vUOqfzXJI\/AAAAAAAABh4\/qVK8CijVmgQDvMH7d5oKy40LmIzuAGYUwCLcBGAsYHQ\/s640\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Konversi-Lahan-Pertanian-Terhadap-Perubahan-Ruang-dan-Interaksi-Antar-Ruang.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Konversi Lahan Pertanian Terhadap Perubahan Ruang dan Interaksi Antar Ruang\" border=\"0\" data-original-height=\"359\" data-original-width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-tbdgEQnAqvI\/X3vUOqfzXJI\/AAAAAAAABh4\/qVK8CijVmgQDvMH7d5oKy40LmIzuAGYUwCLcBGAsYHQ\/w640-h360\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Konversi-Lahan-Pertanian-Terhadap-Perubahan-Ruang-dan-Interaksi-Antar-Ruang.jpg\" title=\"Lembar Kerja Peserta Didik \u0026quot; Konversi Lahan Pertanian Terhadap Perubahan Ruang dan Interaksi Antar Ruang \u0026quot;\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003ETidak hanya dilakukan diluar negeri, reklamasi juga dan telah akan\n    dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia. Beberapa contoh kawasan\n    reklamasi di tanah air antara lain di teluk Jakarta, Pantai Mamuju,\n    Denpasar, Manado, Semarang, Tangerang, dan juga di Makassar.\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Proyek reklamasi dan revitalisasi di pantai utara Jakarta ditujukan untuk\n    membangun kawasan tersebut menjadi daerah kawasan aktivitas bisnis,\n    perekonomian maupun pemukiman. Dengan gagasan itu juga, Pemerintah Provinsi\n    DKI Jakarta dan beberapa perusahaan mitra kerjanya ingin menjadikan Jakarta\n    sebagai “Water Front City”.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Kemudian, proyek reklamasi di pantai Mamuju, Sulawesi Barat. Mempercantik\n    kota menjadi tujuan dari proyek reklamasi di lahan seluas 8,3 hektar ini.\n    Jalan dua jalur akan dibangun di sekitar kawasan ini. Selain itu, fasilitas\n    pelayanan publik juga akan dibangun. Dengan adanya pembangunan fasilitas\n    publik ini, reklamasi diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi Mamuju.\n    Contohnya adalah, proyek pembangunan pusat jajanan serba ada (pujasera),\n    bisnis, perumahan, perkantoran, perbelanjaan, dan hotel.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Selanjutnya reklamasi di Denpasar, Bali. Reklamasi di lahan seluas 380\n    hektar ini bertujuan untuk menghubungkan gugusan pulau Serangan. Lalu,\n    reklamasi pantai di kota Manado, Sulawesi Utara, kawasan ini akan\n    dikembangkan sebagai kawasan fungsional dengan pola super blok dan mengarah\n    pada terbentuknya Central Business District (CBD).\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Konversi lahan pertanian sering terjadi di negara-negara ASEAN dengan laju\n    pertumbuhan penduduk relatif tinggi, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand,\n    Vietnam, Laos, Kamboja, dan Filipina. Konversi terjadi terutama di daerah\n    pinggiran kota ataupun area persawahan yang letaknya berdekatan dengan\n    fasilitas umum, seperti di dekat pasar. Konversi lahan pertanian bersifat\n    menular, artinya ketika satu petak lahan telah dikonversi, lahan pertanian\n    di sekitar petak tersebut juga rawan dikonversi. Hal ini berpengaruh\n    terhadap kelangsungan kehidupan masyarakat di daerah tersebut.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003Ea. \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003EPengaruh Konversi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Industri\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Konversi lahan pertanian menjadi lahan industri banyak terjadi di\n    negara-negara sedang berkembang, seperti negara-negara ASEAN. Konversi\n    lahan pertanian menjadi lahan industri banyak terjadi di pinggir kota.\n    Biasanya, pemilik perusahaan mendirikan industri di sana karena beberapa\n    alasan, di antaranya sebagai berikut.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003EPembangunan industri lebih memilih lahan yang strategis. Sebagian besar\n    lahan strategis tersebut merupakan lahan pertanian.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EHarga lahan pertanian relatif lebih murah dibandingkan dengan lahan\n    terbangun.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EPembangunan industri memilih akses yang lebih mudah.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EIndustri dibangun dekat dengan bahan baku lahan pertanian menjadi\n    pilihan yang baik\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EFaktor sosial dan budaya hukum waris.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003EKonversi lahan pertanian menjadi\n    industri mengakibatkan petani “terusir” dari tanah mereka digantikan oleh\n    uang. Awalnya, petani di pedesaan mempunyai tanah, namun kemudian mereka\n    menjadi petani gurem dan tak bertanah. Kondisi ini memengaruhi sistem\n    social dan budaya hukum waris yang berorientasi pada nilai uang. Anak-anak\n    petani tidak lagi diwarisi lahan pertanian, tetapi diganti dengan pembagian\n    uang hasil penjualan lahan pertanian.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Penggunaan lahan dalam pembangunan industri memerlukan perhatian beberapa\n    negara industri. Pasalnya, tidak semua industri yang akan atau sudah\n    dibangun berada di lahan yang tepat dan tidak menempati lahan produktif\n    seperti lahan pertanian. Berbagai masalah akan timbul akibat konversi lahan\n    dari lahan pertanian menjadi industri, antara lain:\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003ELahan pertanian berkurang, yang membuat produktivitas pangan dari\n    pertanian menurun.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ELahan pertanian sekitar industri berpotensi terkena imbas pencemaran\n    akibat limbah atau polusi dari industri baik tanah, air, maupun udara.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EKonversi lahan itu menular, yang mengancam ketersediaan lahan pertanian.\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003Eb. \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003EPengaruh Konversi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Permukiman\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Permukiman menjadi kebutuhan pokok manusia. Semakin banyak jumlah manusia,\n    area permukiman yang dibutuhkan juga semakin luas. Kondisi ini terjadi juga\n    di negara-negara anggota ASEAN. Konversi lahan pertanian menjadi permukiman\n    marak dilakukan di negara-negara ASEAN.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Konversi lahan pertanian menjadi permukiman pasti akan menimbulkan dampak,\n    sama seperti konversi lahan pertanian menjadi lahan industri. Biasanya,\n    selalu berdampak negatif apabila dilihat dari sisi fungsi lahan pertanian\n    itu sendiri. Adapun dampak negatifnya itu adalah sebagai berikut.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003ELuas lahan pertanian semakin berkurang sehingga produktivitas pangan\n    semakin kecil.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EPetani dan buruh tani kehilangan mata pencahariannya.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EHilangnya lahan ruang terbuka hijau (RTH).\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EBerkurangnya lahan resapan air.\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Konversi lahan identik dengan perubahan kondisi ruang. Konversi lahan tidak\n    dapat dicegah karena kebutuhan manusia akan ruang tidak dapat dihindari.\n    Mencegah konversi lahan bisa jadi menghambat pembangunan suatu negara. Oleh\n    karena itu, konversi lahan pertanian harus tetap terjadi. Meskipun\n    demikian, kita harus mengawasi konversi lahan yang terjadi, jangan sampai\n    mengganggu keseimbangan alam, ekosistem, dan kelangsungan hidup sebagian\n    warga negara.\n\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cb\u003ERincian Kerja\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003EBaca pendahuluan diatas !\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EPerhatikan foto\/gambar lahan pertanian diatas !\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EDiskusikan dengan anggota kelompokmu mengenai gambar\u0026nbsp; 1, 2 dan 3, 4 !\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EPaparkan hasil diskusi kelompokmu tentang apa yang terjadi pada ke dua kelompok gambar\/foto tersebut dan apa dampaknya !\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cb\u003EPertanyaan\u003C\/b\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003ESebutkan apa yang dimaksud dengan konversi lahan !\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EJelaskan sesuai dengan pendapatmu apa yang terjadi pada gambar\u0026nbsp; \u0026nbsp;1, 2\u0026nbsp; dan 3, 4 !\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ESebutkan masing-masing 3 dampak atau masalah akibat konversi lahan pertanian menjadi lahan industri dan pemukiman !\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/5167548147485028802\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/10\/lembar-kerja-peserta-didik-konversi.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5167548147485028802"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5167548147485028802"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/10\/lembar-kerja-peserta-didik-konversi.html","title":"Lembar Kerja Peserta Didik \"Konversi Lahan Pertanian Terhadap Perubahan Ruang dan Interaksi Antar Ruang\""}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-tbdgEQnAqvI\/X3vUOqfzXJI\/AAAAAAAABh4\/qVK8CijVmgQDvMH7d5oKy40LmIzuAGYUwCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h360-c\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Konversi-Lahan-Pertanian-Terhadap-Perubahan-Ruang-dan-Interaksi-Antar-Ruang.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-4424424955264213009"},"published":{"$t":"2020-09-30T20:10:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-09-30T20:30:49.984+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Meningkatkan Kemampuan Menghapal Melalui Kegiatan Menggambar"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Menggambar dapat membantu siswa mengingat detail suatu topik, para peneliti\n    telah menemukan, bahkan jika mereka membuat sketsa dengan cepat saat\n    membuat catatan tertulis.\n\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-mN4UDEmh0qY\/X3R0y9_XgdI\/AAAAAAAABhU\/9Ta2eVj0BokoBVHwsRo4UyS6Dhg3wtsgwCLcBGAsYHQ\/s600\/Meningkatkan-Kemampuan-Menghapal-Melalui-Kegiatan-Menggambar.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"cara menghapal melalui gambar\" border=\"0\" data-original-height=\"400\" data-original-width=\"600\" height=\"426\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-mN4UDEmh0qY\/X3R0y9_XgdI\/AAAAAAAABhU\/9Ta2eVj0BokoBVHwsRo4UyS6Dhg3wtsgwCLcBGAsYHQ\/w640-h426\/Meningkatkan-Kemampuan-Menghapal-Melalui-Kegiatan-Menggambar.jpg\" title=\"Meningkatkan Kemampuan Menghapal Melalui Kegiatan Menggambar\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003ETelah lama ada hubungan antara\n    \n        visualisasi\n    \n    dan seni yang berasal dari Roma kuno dan Yunani ketika mendongeng dikaitkan\n    dengan serangkaian objek dalam aktivitas yang disebut\n    \n        istana memori\n    \n    . Saat ini, ketika para ahli menawarkan tip untuk membantu orang dewasa\n    mengingat nama atau barang lain, mereka sering menyarankan agar mereka\n    memvisualisasikan sesuatu tentang penampilan orang atau barang yang terkait\n    dengan nama tersebut.\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Tetapi para peneliti Kanada dalam serangkaian eksperimen telah menemukan\n    hubungan yang lebih langsung yang menghubungkan proses menggambar dengan\n    peningkatan memori.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003EBagaimana Menggambar dapat Membantu Menghafal?\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Dalam\n    \n        beberapa eksperimen\n    \n    di Laboratorium Ilmu Saraf Kognitif Universitas Waterloo, para peserta\n    diminta untuk menulis atau menggambar item dari daftar kata. Hasilnya, yang\n    diterbitkan dalam Quarterly Journal of Experimental Psychology, menunjukkan\n    bahwa siswa yang menggambar mampu mengingat kata-kata yang telah digambar\n    dengan lebih baik daripada yang hanya menuliskannya.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Hal itu mendukung\n    \n        penelitian sebelumnya\n    \n    yang menunjukkan bahwa anak-anak berusia enam tahun yang diminta menggambar\n    apa yang terjadi selama suatu peristiwa melaporkan lebih detail dengan\n    lebih akurat daripada mereka yang hanya berbicara tentang apa yang terjadi,\n    terutama dalam menanggapi pertanyaan verbal.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \n        Penelitian yang\n    \n    lebih baru mendukung keduanya dan mengatakan bahwa \"eksplorasi sistematis\n    keefektifan menggambar sebagai strategi encoding\" menunjukkan \"keunggulan\n    besar dan andal dalam performa memori untuk item yang sebelumnya digambar\n    relatif terhadap yang ditulis ...\"\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    “Menggambar stimulus yang harus diingat lebih baik daripada menuliskannya,\n    terlepas dari apakah orientasi pengkodean menginstruksikan peserta untuk\n    menekankan detail atau pengulangan. Selanjutnya, efek ini direplikasi dalam\n    pengaturan kelompok besar yang valid secara ekologis, ”para peneliti\n    menemukan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Mereka juga menemukan bahwa menggambar lebih unggul daripada pemrosesan\n    tingkat dalam, citra visual, atau melihat gambar untuk pengkodean.\n    Eksperimen lain menunjukkan bahwa menggambar membantu dengan daftar item\n    yang panjang dan durasi encoding yang pendek.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    “Kami berpendapat bahwa mekanisme yang mendorong efeknya adalah bahwa\n    terlibat dalam menggambar mempromosikan integrasi tanpa batas dari banyak\n    jenis kode memori, termasuk elaborasi, citra visual, aksi motorik dan\n    memori gambar menjadi satu jejak memori yang kohesif, dan inilah yang\n    memfasilitasi pengambilan nanti dari kata-kata yang dipelajari. \"\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003EBisakah Semua Siswa Mendapat Manfaat dari Menggambar?\u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Para ahli mengatakan bahwa proses menggambar suatu item mengharuskan siapa\n    pun, apa pun gaya belajar mereka, menempatkan subjek dalam bentuk yang\n    berbeda dan bahwa \"terjemahan\" dan \"elaborasi\" pada subjek melalui gambar\n    menanamkannya dalam memori. Selain itu, siswa yang mendengarkan guru\n    bersifat pasif dan dapat terganggu, tetapi tindakan menggambar melibatkan\n    mereka dan membutuhkan aktivitas fisik, yang mendukung daya ingat.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Ingatan menjadi lebih kuat ketika ada lebih banyak koneksi saraf yang\n    dibuat di otak, dan menggambar meningkatkan proses itu karena kita\n    menciptakan koneksi tingkat seluler dengan tiga cara - dengan memikirkan\n    topik, menggambarnya dan mempertimbangkan maknanya secara lebih rinci, dan\n    memikirkannya. bagaimana gambar dan subjek berhubungan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Beberapa ahli juga percaya bahwa menggambar menghindari kekhawatiran\n    tentang\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/teaching-strategies\/2020\/01\/what-are-the-different-types-of-learners\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Egaya belajar\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    ketika digunakan dalam pengajaran karena memungkinkan siswa untuk\n    menggunakan keterampilan terkuat mereka sejak subjek menjadi visual, fisik,\n    dan terkait dengan kata-kata.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003ECara Memanfaatkan Menggambar di Kelas\u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Berikut adalah beberapa gagasan untuk menggunakan gambar untuk membantu\n    siswa mengingat fakta:\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cul type=\"disc\"\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        Ketika siswa membuat catatan, mungkin berguna untuk meminta mereka\n        menggambar materi pelajaran sesekali, menciptakan materi interaktif,\n        terutama tentang poin-poin penting. Ini akan membantu mereka menyerap\n        informasi pada saat itu, memecah kebosanan proses belajar, dan berguna\n        saat mereka mengulas materinya nanti. Bahkan\n        \n            sketsa kecil yang\n        \n        cepat\n        \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/classroom-activities\/2019\/12\/why-teachers-should-utilize-sketchnoting-in-their-classroom\/\" target=\"_blank\"\u003E\n            \u003Cstrong\u003Edengan catatan\u003C\/strong\u003E\n        \u003C\/a\u003E\n        juga bagus.\n    \u003C\/li\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        Terkadang sulit untuk menunjukkan manfaat dari karyawisata atau\n        kegiatan langsung, tetapi meminta siswa menangkap beberapa pengalaman\n        belajar penting dari kegiatan semacam itu dalam sebuah gambar mungkin\n        membuat peristiwa tersebut lebih berharga.\n    \u003C\/li\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        Fakta sejarah selalu menjadi item yang muncul di pikiran kita ketika\n        kita memikirkan tentang menghafal dalam pendidikan, dan akan sangat\n        membantu jika siswa menafsirkan suatu peristiwa dengan satu atau\n        serangkaian gambar yang menggambarkan peristiwa tersebut, dengan\n        memperhatikan signifikansinya.\n    \u003C\/li\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        Bahkan dalam matematika, masih ada peluang. Selama bertahun-tahun,\n        pendidik telah menjelaskan penjumlahan dan pengurangan menggunakan\n        gambar, dan animator telah membuat prosedur matematika yang lebih\n        kompleks menjadi hidup. Siswa dapat ditantang untuk berpikir tentang\n        matematika - terutama rumus berulang - dengan cara yang lebih visual\n        dalam gambar.\n    \u003C\/li\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        Data semakin penting, dan meskipun ada banyak perangkat lunak yang\n        memungkinkan siswa membuat grafik atau bagan, representasi data yang\n        digambar tangan juga membantu. Bagan dengan grafik atau dibuat dari\n        gambar dapat membuat prosesnya lebih menarik.\n    \u003C\/li\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        Beberapa guru meminta siswa membuat buku tentang suatu topik, meminta\n        mereka untuk mengembangkan narasi dengan fakta tetapi juga gambar yang\n        berhubungan dengannya.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/4424424955264213009\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/09\/meningkatkan-kemampuan-menghapal.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4424424955264213009"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4424424955264213009"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/09\/meningkatkan-kemampuan-menghapal.html","title":"Meningkatkan Kemampuan Menghapal Melalui Kegiatan Menggambar"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-mN4UDEmh0qY\/X3R0y9_XgdI\/AAAAAAAABhU\/9Ta2eVj0BokoBVHwsRo4UyS6Dhg3wtsgwCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h426-c\/Meningkatkan-Kemampuan-Menghapal-Melalui-Kegiatan-Menggambar.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-1783442343712426973"},"published":{"$t":"2020-09-28T20:14:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-09-28T20:14:06.633+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Siswa"}],"title":{"type":"text","$t":"5 Cara Untuk Mendukung Pembentukan \"Personal Brand Equity\" Siswa"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Dalam dunia profesional, terkadang kita selalu memiliki pendapat tentang\n    orang lain dan pekerjaannya. Ini sekarang dikenal sebagai Personal Brand\n    Equity ( nilai merek pribadi ) dan merupakan kumpulan pemikiran berdasarkan\n    persepsi seseorang. Biasanya tentang kemampuan profesional, pengetahuan,\n    pengalaman, keterampilan, bakat, dan karakteristik pembeda seseorang.\n\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-osSo-GdGhQQ\/X3HSSFE_SpI\/AAAAAAAABg4\/lMvVq-y1OeAQJ5QEiEiWAudeF8oYzbTKgCLcBGAsYHQ\/s600\/5-Cara-Untuk-Mendukung-Pembentukan-Personal-Brand-Equity-Siswa.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"5 Cara Untuk Mendukung Pembentukan \u0026quot;Personal Brand Equity\u0026quot; Siswa\" border=\"0\" data-original-height=\"371\" data-original-width=\"600\" height=\"396\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-osSo-GdGhQQ\/X3HSSFE_SpI\/AAAAAAAABg4\/lMvVq-y1OeAQJ5QEiEiWAudeF8oYzbTKgCLcBGAsYHQ\/w640-h396\/5-Cara-Untuk-Mendukung-Pembentukan-Personal-Brand-Equity-Siswa.jpg\" title=\"5 Cara Untuk Mendukung Pembentukan \u0026quot;Personal Brand Equity\u0026quot; Siswa\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003EDalam dunia ekonomi yang lebih global, teknologi, seluler, selalu mengalami\n    perubahan, Ekuitas Merek Pribadi seseorang menjadi sangat berharga. Kita\n    semua dapat belajar untuk membentuk dan mengembangkan siapa kita, apa yang\n    kita tawarkan, apa yang membuat kita unik, dan bagaimana kita dapat\n    mengkomunikasikan semua ini kepada orang lain. Ini bukan bertujuan untuk\n    promosi diri, melainkan memaksimalkan diri kita yang terbaik kepada orang\n    lain. Untuk pengembangan siswa, bagaimana kita bisa mengajarkan konsep yang\n    tak ternilai ini jauh sebelum mereka memulai karir mereka? Berikut ada lima\n    cara alternative untuk mencapainya:\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003E1. Portofolio\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Indeks Prestasi Kumulatif bukan hal yang penting dan utama pada bagian ini.\n    Kita sekarang berada dalam dunia portofolio dan ekonomi. Siswa kita akan\n    menghabiskan seumur hidup untuk berbagi \/ menjual ide mereka dan bekerja\n    untuk menambah nilai bagi orang lain. Portofolio adalah Ekuitas Merek\n    Pribadi.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Siswa dapat mengatur, berbagi, dan menampilkan elemen Ekuitas Merek Pribadi\n    mereka pada portofolio digital. Ada banyak situs komersial gratis (lihat\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.websitetooltester.com\/en\/blog\/best-free-website-builders\/\"\u003E\n        21 Pembuat Situs Web Gratis Terbaik\n    \u003C\/a\u003E\n    ). Semua ini memiliki peningkatan komersial, tetapi tidak diperlukan untuk\n    memiliki situs dan portofolio yang berfungsi penuh.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Di beberapa Negara maju, banyak siswa tidak dapat lulus dari sistem K-12\n    (SD sampai SMA) tanpa portofolio digital profesional yang memamerkan karya,\n    proyek, keterampilan, dan atribut unik terbaik mereka.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003E2. Menerbitkan (Blog \/ Vlog \/ Saluran Video)\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pada jaman dahulu Penerbitan harus disahkan atau diakui oleh para ahli\n    publikasi. Saat in ini sudah berubah. Orang dapat memulai karier, usaha,\n    dan kesuksesan baru terkadang dalam hitungan menit. Sekaran banyak\n    teknologi di mana setiap orang dapat bermain di dunia digital yang besar.\n    Tantangan pendidikan adalah bagaimana menunjukkan kepada siswa bahwa ini\n    bukan hanya tentang minat pribadi, tetapi tentang pekerjaan dan ide yang\n    mereka buat, kembangkan, dan bagikan dengan dunia.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Wajar bagi guru untuk menggunakan blog sebagai sarana bagi siswa untuk\n    tidak hanya mempublikasikan, tetapi juga belajar untuk merefleksikan,\n    meringkas, mengidentifikasi suara, dan pada akhirnya menerima umpan balik.\n    Tetapi penerbitan semacam itu benar-benar sesuai untuk semua bidang subjek\n    dan proyek. Dengan lebih dari 80% konten online dikonsumsi menjadi video,\n    kita perlu mengajari siswa tentang kekuatan menggunakan video untuk\n    menceritakan kisah mereka, serta berbagi proyek, tutorial, dan banyak lagi.\n    YouTube telah mendominasi video online, tetapi masih banyak yang lain\n    diantaranya :\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.freemake.com\/blog\/top-7-free-video-sharing-sites\/\"\u003E\n        7 Situs Berbagi Video Gratis untuk Menonton \u0026amp; Mengunggah Video\n    \u003C\/a\u003E\n    .\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003E3. Kontes atau Kompetisi\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Menantang siswa untuk memasukkan pekerjaan mereka ke dalam kontes hanyalah\n    satu cara lagi yang memungkinkan orang untuk mendapatkan ketenaran dan\n    kesuksesan berdasarkan penerapan bakat. Para atletik dan seni pertunjukan\n    sudah lama menikmati mengikuti berbagai perlombaan lokal, regional,\n    nasional, bahkan internasional. Career Technical Education telah lama\n    menyadari bahwa kontes — seperti Skills Challenge USA — hanyalah salah satu\n    dari banyak cara untuk melibatkan siswa, serta membuat pekerjaan mereka\n    tampak lebih nyata, relevan, dan dapat diterapkan. Nah, sekarang kita bisa\n    menambah atau membuat kontes, atau kompetisi, di semua bidang pekerjaan\n    siswa jika kita mau. Ada ribuan kontes online untuk hampir setiap usaha\n    yang bisa dibayangkan. Terkadang kita hanya perlu memasukkan ini sebagai\n    opsi atau membuat siswa kita sadar.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003E4. Pembelajaran Berbasis Kerja \/ Service Learning\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pada akhirnya, Ekuitas Merek Pribadi kita harus memiliki konten yang\n    signifikan. Untuk terhubung dengan Ekuitas Merek Pribadi profesional jangka\n    panjang , serta terus mencari hal yang menjadikan kita unik, kita perlu\n    menciptakan peluang bagi siswa kita untuk terlibat dalam pembelajaran\n    layanan dan berbasis kerja yang berkualitas tinggi. Jenis pengalaman ini\n    tidak hanya memungkinkan kita untuk berjejaring, dibimbing, dan\n    menghubungkan keterampilan dan bekerja dengan pembelajaran kita, tetapi\n    mereka juga menciptakan konten berkualitas yang perlu kita bagikan untuk\n    meningkatkan kualitas Ekuitas Merek Pribadi kita. Tidak ada yang berbicara\n    lebih banyak tentang dunia kerja, serta pendidikan tinggi, selain siswa\n    yang terlibat dalam pekerjaan nyata yang signifikan (dibayar atau tidak).\n    Di sinilah siswa dapat menunjukkan nilai dan diferensiasi.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003E5. Media Sosial\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Banyak dari kita telah lama mengadvokasi pendidikan untuk melihat media\n    sosial sebagai salah satu literasi baru. Pertama, semakin banyak perguruan\n    tinggi, serta perusahaan, yang melihat profil media sosial kandidat untuk\n    membuat keputusan tentang mereka. Hal tersebut tentunya bisa menjadi\n    masalah jika seseorang memiliki banyak aktivitas sosial media yang negatif\n    (sumpah serapah, rasisme, seksisme, narkoba dan alkohol, seks). Tapi itu\n    juga menjadi masalah jika seseorang tidak memiliki jejak apa pun. Siswa\n    secara inheren melihat media sosial sebagai media social belaka. Itu tugas\n    kita, sebagai pendidik, untuk menunjukkan kepada mereka kekuatan media\n    sosial yang sebenarnya dan eksponensial.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Mari kita hadapi, setiap perusahaan, organisasi, atau berbagai grup lain\n    semuanya menggunakan media sosial. Ini benar-benar bukan opsional secara\n    profesional. Bagaimana jika semua siswa membagikan karya terbaik mereka di\n    Twitter, Facebook, Instagram, Snapchat, dan lainnya? Memang, hal itu tidak\n    hanya menjadi cara langsung untuk mengembangkan literasi digital, tetapi\n    juga cara bagi orang untuk mendorong orang lain ke pekerjaan mereka. Jika\n    kita membuat video dari karya kita, berkompetisi dalam kontes profesional,\n    dan berpartisipasi dalam pekerjaan dan pembelajaran berbasis layanan, maka\n    kita harus memiliki konten yang bagus untuk dibagikan di media sosial.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003EEkuitas Merek Pribadi Untuk Semua\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Ini adalah konsep yang sangat berharga untuk diajarkan kepada semua siswa\n    kita jauh sebelum karir mereka diperkuat. Kita tidak hanya berhutang pada\n    mereka pengetahuan dan kekuatan Ekuitas Merek Pribadi, tetapi juga\n    kesempatan terbaik bagi mereka untuk mengoptimalkan diri terbaik mereka\n    untuk pengejaran profesional seumur hidup.\n\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/1783442343712426973\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/09\/5-cara-untuk-mendukung-pembentukan.html#comment-form","title":"1 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1783442343712426973"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1783442343712426973"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/09\/5-cara-untuk-mendukung-pembentukan.html","title":"5 Cara Untuk Mendukung Pembentukan \"Personal Brand Equity\" Siswa"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-osSo-GdGhQQ\/X3HSSFE_SpI\/AAAAAAAABg4\/lMvVq-y1OeAQJ5QEiEiWAudeF8oYzbTKgCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h396-c\/5-Cara-Untuk-Mendukung-Pembentukan-Personal-Brand-Equity-Siswa.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-5074412300005654678"},"published":{"$t":"2020-09-26T22:33:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-09-26T22:33:03.103+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Manfaat Menulis Deskriptif Bagi Siswa di Kelas"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Menulis deskriptif adalah inti dari kegiatan siswa yang mengungkapkan\n    detail yang hidup melalui proses menulis. Jenis tulisan khusus ini sangat\n    penting untuk menciptakan penulis karena memungkinkan siswa untuk\n    mengekspresikan diri. Penulisan model ini melampaui batasan hanya dengan\n    menetapkan topik dan menulis esai.\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/classroom-activities\/2020\/07\/social-emotional-learning-through-writing\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003EPenulisan\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    deskriptif\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/classroom-activities\/2020\/07\/social-emotional-learning-through-writing\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Emeningkatkan kreativitas, keterlibatan\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    , dan kesenangan bagi penulis dan pembaca.\n\u003C\/p\u003E\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-VDjAtsR2Y50\/X29QcNVM6xI\/AAAAAAAABgc\/YrM1ma1FecgZQwyQ_W0-xo9GYONs1-6_wCLcBGAsYHQ\/s600\/Manfaat-Menulis-Deskriptif-Bagi-Siswa-di-Kelas.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Manfaat Menulis Deskriptif Bagi Siswa di Kelas\" border=\"0\" data-original-height=\"375\" data-original-width=\"600\" height=\"400\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-VDjAtsR2Y50\/X29QcNVM6xI\/AAAAAAAABgc\/YrM1ma1FecgZQwyQ_W0-xo9GYONs1-6_wCLcBGAsYHQ\/w640-h400\/Manfaat-Menulis-Deskriptif-Bagi-Siswa-di-Kelas.jpg\" title=\"Manfaat Menulis Deskriptif Bagi Siswa di Kelas\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\u003Cstrong\u003EApa itu Penulisan Deskriptif?\u003C\/strong\u003E\n\u003Cp\u003EPenulisan deskriptif memberi pengertian kepada pembaca bahwa mereka dapat\n    memvisualisasikan apa yang penulis tulis. Siswa “menunjukkan dan tidak\n    menceritakan” dalam tulisan mereka. Penulis menutup mata dan membayangkan\n    apa yang mereka dengar, cium, lihat, rasakan, dan rasakan. Mereka\n    menggunakan detail sensorik menggunakan panca indera untuk membantu menulis\n    deskripsi. Guru mendorong siswa untuk mengambil gambaran mental tentang apa\n    yang mereka gambarkan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Siswa membutuhkan topik atau gagasan utama untuk difokuskan selama\n    penulisan deskriptif. Mahasiswa menulis tentang satu topik, dan ini akan\n    menjadi pernyataan tesis. Penting untuk bertanya pada diri sendiri apa yang\n    ingin Anda katakan tentang topik tersebut selama proses penulisan ini.\n    Kemudian, tambahkan detail pendukung menggunakan indra Anda untuk apa yang\n    Anda dengar, lihat, cium, rasakan, dan rasakan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Saat menulis detail pendukung, siswa harus spesifik dan menyertakan frasa\n    deskriptif. Ini juga merupakan cara yang bagus bagi siswa untuk menunjukkan\n    kreativitas mereka dan membuatnya lebih menarik. Menggunakan detail\n    memberikan gambaran yang lebih akurat tentang apa yang mereka tulis.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Saat menulis secara deskriptif, hindari redundansi dan jelaskan detail\n    dengan perumpamaan dan metafora. Siswa menghindari pernyataan sederhana\n    seperti. Wanita itu bosan. Jelaskan tanpa memberi tahu dan beri tahu\n    pembaca apa yang membuat wanita itu bosan dan bagaimana Anda mengetahuinya.\n    Penting untuk memilih beberapa detail dan menguraikannya. Gunakan kata\n    sifat dan detail yang jelas untuk menunjukkan efek dari apa yang Anda coba\n    gambarkan. Tip bagus lainnya adalah dengan menekankan item yang tidak\n    diperhatikan dalam deskripsi.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003EApa Manfaat Menulis Deskriptif?\u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Ada banyak sekali manfaat menggunakan tulisan deskriptif. Jenis tulisan ini\n    memungkinkan guru dan siswa untuk berkreasi. Ini meningkatkan dan\n    mempromosikan bahasa, kosakata baru, dan mendorong siswa untuk belajar\n    tentang hal-hal yang tidak mereka kenal. Ini memungkinkan siswa untuk\n    berpikir di luar kepala dan mengembangkan pemikiran mereka.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Penulisan deskriptif memungkinkan otonomi siswa dalam memilih apa yang\n    mereka tulis. Siswa mungkin ingin menulis lebih banyak jika diberi\n    kebebasan dan memiliki energi yang berbeda. Mereka didorong oleh tujuan\n    batin dan memiliki lebih banyak kegembiraan sehubungan dengan tugas\n    tersebut. Ini adalah\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/professional-development\/2020\/08\/how-to-promote-intrinsic-motivation\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Emotivasi intrinsik\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    , dan mereka memiliki tingkat kendali atas apa yang mereka pelajari.\n    Memberikan kesempatan ini juga meningkatkan kemungkinan untuk keterampilan\n    berpikir tingkat tinggi lainnya seperti\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/teaching-strategies\/2020\/01\/recognizing-bias-how-to-find-credible-sources-2\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Emelakukan penelitian\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    .\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Jenis tulisan ini juga meningkatkan pengorganisasian dan memperjelas\n    pemahaman. Tulisannya menjadi sangat deskriptif sehingga pembaca bisa\n    melihatnya dalam benak mereka. Mereka menggunakan proses penulisan\n    tertentu, dan kemudian membiarkan kreativitas mereka mengalir. Memotivasi\n    siswa untuk mengeksplorasi lebih dalam adalah memancing pemikiran. Sungguh\n    menakjubkan melihat apa yang dapat dilakukan siswa ketika diberi\n    kesempatan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003ECara Menggunakan Penulisan Deskriptif di Kelas Anda\u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Guru hendaknya memberikan kesempatan yang teratur dan bervariasi kepada\n    siswa untuk menggunakan tulisan deskriptif di kelas mereka. Siswa dapat\n    memilih topik yang sedikit mereka ketahui tetapi perlu diteliti lebih\n    lanjut. Ide umum untuk memanfaatkan penulisan deskriptif adalah menyediakan\n    topik dalam tulisan. Siswa akan memilih topik secara acak. Ide ini\n    meningkatkan kemampuan mereka untuk meregangkan dan mempelajari topik baru.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Contoh lain termasuk siswa yang membawa gambar tempat liburan favorit\n    mereka atau waktu luang favorit mereka (misalnya memancing) dan\n    memungkinkan mereka untuk menjelaskan tujuan tersebut kepada audiens\n    mereka. Keterlibatan sangat tinggi dalam tugas ini karena siswa menulis\n    tentang sesuatu yang mereka sukai dan nikmati. Guru juga dapat\n    menggabungkan kontes dengan tulisan dan memajang karya siswa di Dinding\n    Menulis .\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Menulis dapat dimasukkan ke dalam banyak bidang subjek. Contohnya termasuk\n    menulis rincian tentang bagaimana siswa melakukan percobaan sains atau\n    menulis tentang tokoh sejarah yang terkenal. Ini adalah cara yang bagus\n    untuk membuat siswa tertarik, dan mereka mempelajari begitu banyak fakta\n    karena mereka mencakup banyak keterampilan dalam prosesnya.\n\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/5074412300005654678\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/09\/manfaat-menulis-deskriptif-bagi-siswa.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5074412300005654678"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5074412300005654678"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/09\/manfaat-menulis-deskriptif-bagi-siswa.html","title":"Manfaat Menulis Deskriptif Bagi Siswa di Kelas"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-VDjAtsR2Y50\/X29QcNVM6xI\/AAAAAAAABgc\/YrM1ma1FecgZQwyQ_W0-xo9GYONs1-6_wCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h400-c\/Manfaat-Menulis-Deskriptif-Bagi-Siswa-di-Kelas.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-5077264585000859146"},"published":{"$t":"2020-09-25T19:44:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-09-25T19:47:32.884+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Menggunakan  Digital Storytelling di Kelas"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Mendongeng terjadi setiap hari dan terkadang berlangsung terus menerus.\n    Apakah seorang siswa sedang mendeskripsikan apa yang terjadi di taman\n    bermain saat Anda berjalan-jalan untuk makan siang atau menggunakan\n    imajinasi mereka saat bermain dengan mainan di saat tenang, materi cerita\n    akan diceritakan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-6W1Ghq3n_V4\/X23X06mvDyI\/AAAAAAAABf8\/xYPVnWp4Z18s5dxdAsKpAXjswZcIkVtjwCLcBGAsYHQ\/s600\/Menggunakan-Digital-Storytelling-di-Kelas.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Menggunakan  Digital Storytelling di Kelas\" border=\"0\" data-original-height=\"384\" data-original-width=\"600\" height=\"410\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-6W1Ghq3n_V4\/X23X06mvDyI\/AAAAAAAABf8\/xYPVnWp4Z18s5dxdAsKpAXjswZcIkVtjwCLcBGAsYHQ\/w640-h410\/Menggunakan-Digital-Storytelling-di-Kelas.jpg\" title=\"Menggunakan  Digital Storytelling di Kelas\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003EBercerita di\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/classroom-management\/2020\/08\/how-to-bring-21st-century-learning-into-your-class\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Eabad ke-21\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    telah memperkuat suara siswa, membuatnya didengar tidak hanya secara lisan\n    tetapi juga digital. Apa itu mendongeng digital, bagaimana cara untuk\n    mendongeng digital di kelas, dan apa saja aplikasi dan alat digital yang\n    dapat digunakan ?\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003EApa itu Digital Storytelling?\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Mendongeng secara digital adalah memadukan video, audio, gambar, dan teks\n    untuk menyampaikan cerita dan informasi. Mendongeng digital adalah sesuatu\n    yang mungkin (dan kemungkinan besar) sudah Anda lakukan di kelas tanpa\n    menyadarinya. Mendongeng digital adalah cara yang ampuh untuk menghubungkan\n    pelajar ke semua bidang keaksaraan. Aspek digital memudahkan siswa\n    non-pembaca atau yang tidak mengerti bahasa cerita untuk menambahkan suara\n    ke cerita mereka. Mendongeng digital juga sangat serbaguna, dan ada banyak\n    cara pendidik dapat menggunakan mendongeng digital di kelas mereka dalam\n    berbagai mata pelajaran dan tingkat kelas.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003ECara Menggunakan Digital Storytelling\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Ada banyak cara yang dapat digunakan guru dalam mendongeng digital di kelas\n    mereka, baik mengajar secara langsung atau jarak jauh. Untuk waktu kerja\n    mandiri, siswa dapat menggunakan cerita digital untuk menceritakan kembali\n    apa yang terjadi dalam teks yang dibacakan kepada mereka. Siswa-siswa ini\n    dapat merekam penjelasan audio untuk menceritakan kembali. Untuk pelajar\n    bahasa Inggris, mendongeng digital dengan cara-cara ini membantu memberikan\n    kesempatan otentik bagi pelajar untuk mempraktikkan kosakata mereka dan\n    memberi mereka suara yang setara.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Mendongeng digital juga bisa digunakan dalam mata pelajaran selain membaca.\n    Siswa dapat menggunakan cerita digital untuk mendokumentasikan eksperimen\n    sains langkah demi langkah atau membuat jurnal digital yang menjelaskan\n    seperti apa jadinya jika mereka berada di di suatu tempat. Bahkan di kelas\n    spesialis seperti pendidikan jasmani, siswa dapat menggunakan cerita\n    digital untuk menjelaskan cara menembak bola basket atau cara melempar\n    lembing. Pilihan dan peluang bisa seluas imajinasi seseorang.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003EAplikasi dan Alat Mendongeng Digital\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Dengan menjelaskan pentingnya mendongeng dan beberapa yang dapat digunakan,\n    berikut adalah beberapa aplikasi dan alat bercerita digital yang merupakan\n    tempat untuk memulai.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Ca href=\"https:\/\/storybird.com\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003EStoryBird\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    adalah alat seni bahasa yang semuanya tentang mendongeng digital. Ini\n    mengkurasi seni asli dari ilustrator dan menyediakan perpustakaan 10.000+\n    gambar untuk menginspirasi penulis untuk membuat apa pun dari buku\n    bergambar, komik, buku bab, puisi, atau fiksi flash. StoryBird juga\n    memiliki kurikulum menulis yang menawarkan 600+ pelajaran dan kuis serta\n    petunjuk menulis yang semuanya selaras dengan Common Core. StoryBird\n    memiliki 800.000 ruang kelas yang berpartisipasi yang dapat menjamin\n    kegembiraan dan keterlibatan yang diberikannya kepada pelajar dari segala\n    usia.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Ca href=\"http:\/\/mystoryapp.org\/#:~:text=Most%20children%20can%20begin%20using%20the%20My%20Story,Brueck%20-%20Director%20of%20the%20Digital%20Text%20Initiative\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003EMy Story\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    mengiklankan dirinya sebagai aplikasi mendongeng dan membuat buku paling\n    sederhana untuk anak-anak di kelas. Dengan antarmuka yang sederhana, ini\n    cocok untuk anak-anak usia 5-12 tahun. Setiap anak memiliki perpustakaan\n    pribadi tempat mereka menyimpan kreasi mereka. Format seret dan lepas\n    memungkinkan penyusunan ulang dan penyesuaian halaman dengan mudah, bahkan\n    untuk pengguna terkecil. Kreasi buku siswa dapat dengan mudah dibagikan\n    melalui format film ke tempat-tempat seperti Facebook dan Twitter. Keluarga\n    senang memiliki sarana lain untuk terhubung ke ruang kelas anak mereka!\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Ca href=\"https:\/\/cloudstopmotion.com\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003ECloud Stop Motion\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    adalah paket animasi stop motion yang menarik yang dapat dijalankan\n    langsung di browser pada perangkat modern apa pun. Apa yang membuat alat\n    stop motion ini berbeda dari yang lain adalah tidak ada yang harus dipasang\n    dan semuanya disimpan di cloud. Kemampuan untuk dapat berpindah perangkat\n    kapan saja dan masih memiliki akses ke kreasi sangat bagus untuk siswa yang\n    berada dalam skenario hybrid tahun ajaran ini. Cloud Stop Motion\n    memungkinkan siswa untuk bercerita secara digital dengan efek suara, musik,\n    judul, balon ucapan… apa saja. Gunakan alat ini untuk memprediksi,\n    menceritakan kembali, dan membuat. Ini adalah tempat yang tepat untuk\n    cerita digital menjadi hidup.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Ca href=\"https:\/\/bookcreator.com\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003EBook Creator\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    membebaskan kreativitas siswa dengan buku digital yang mengagumkan. Siswa\n    memiliki kemampuan untuk membuat cerita interaktif, portofolio digital,\n    jurnal penelitian, laporan sains, petualangan komik. Aplikasi ini daftarnya\n    terus bertambah. Guru dapat membuat sumber daya pengajaran mereka sendiri,\n    atau membiarkan siswanya memegang kendali. Kemampuan untuk menjadi\n    sederhana atau kompleks membuat Book Creator menjadi toko serba ada untuk\n    siswa di kelas.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Ca href=\"https:\/\/apps.apple.com\/us\/app\/sock-puppets-complete\/id547666894\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003ESock Puppets\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    adalah alat mendongeng digital lain yang disukai siswa. Pada aplikasi ini\n    siswa membuat video lip-sync mereka sendiri menggunakan, Anda dapat\n    menebaknya, boneka kaus kaki. Siswa dapat memilih properti, pemandangan,\n    dan latar belakang mereka sendiri. Dengan hanya menekan 'rekam', boneka\n    secara otomatis selaras dengan suara Anda. Sock Puppets adalah salah satu\n    cara termudah dan tercepat untuk menyediakan platform mendongeng yang\n    menyenangkan bagi siswa.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Abad ke-21 telah memperkuat suara siswa dalam hal mendongeng. Sekarang,\n    pelajar tidak hanya dapat berbagi cerita dengan bahasa lisan mereka, tetapi\n    juga dengan alat digital yang memungkinkan mereka merancang, menggambar,\n    dan menciptakan apa yang mereka ingin dengar. Dengan menggunakan alat\n    mendongeng digital seperti StoryBird, My Story, Cloud Stop Motion, Book\n    Creator, dan Sock Puppets, siswa dapat menemukan alat teknologi yang tepat\n    yang memungkinkan imajinasi mereka menjadi hidup dan pengalaman mereka\n    didengar. Temukan cara untuk menyesuaikan alat seperti ini ke dalam\n    pelajaran Anda.\n\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/5077264585000859146\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/09\/menggunakan-digital-storytelling-di.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5077264585000859146"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5077264585000859146"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/09\/menggunakan-digital-storytelling-di.html","title":"Menggunakan  Digital Storytelling di Kelas"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-6W1Ghq3n_V4\/X23X06mvDyI\/AAAAAAAABf8\/xYPVnWp4Z18s5dxdAsKpAXjswZcIkVtjwCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h410-c\/Menggunakan-Digital-Storytelling-di-Kelas.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-6643395413152810039"},"published":{"$t":"2020-09-24T21:48:00.003+08:00"},"updated":{"$t":"2020-09-24T22:25:25.322+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"LKPD IPS 7 SMP"}],"title":{"type":"text","$t":"Lembar Kerja Peserta Didik \"Keragaman Etnik dan Budaya Indonesia\""},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang memiliki suku bangsa dan\n    budaya yang beragam. Suku bangsa sering juga disebut etnik. Menurut\n    Koentjaraningrat, suku bangsa berarti sekelompok manusia yang mempunyai\n    kesatuan budaya dan terikat oleh kesadaran budaya tersebut, sehingga\n    menjadi identitas.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-6bywfw_-X9U\/X2yrhh4TQgI\/AAAAAAAABfg\/KpA8lnYc1F4i1l6I7A40RR8BXg6vdqCMQCLcBGAsYHQ\/s600\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Keragaman-Etnik-dan-Budaya-Indonesia.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Lembar Kerja Peserta Didik \u0026quot;Keragaman Etnik dan Budaya Indonesia\u0026quot;\" border=\"0\" data-original-height=\"462\" data-original-width=\"600\" height=\"492\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-6bywfw_-X9U\/X2yrhh4TQgI\/AAAAAAAABfg\/KpA8lnYc1F4i1l6I7A40RR8BXg6vdqCMQCLcBGAsYHQ\/w640-h492\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Keragaman-Etnik-dan-Budaya-Indonesia.jpg\" title=\"Lembar Kerja Peserta Didik \u0026quot;Keragaman Etnik dan Budaya Indonesia\u0026quot;\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp\u003EKesadaran dan identitas biasanya dikuatkan oleh kesatuan\n    bahasa. Jadi, suku bangsa adalah gabungan sosial yang dibedakan dari\n    golongan golongan sosial sebab mempunyai ciri-ciri paling mendasar dan umum\n    berkaitan dengan asal-usul dan tempat asal serta kebudayaan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003Eiri-ciri suku\n    bangsa memiliki kesamaan kebudayaan, bahasa, adat istiadat, dan nenek\n    moyang. Ciri-ciri mendasar yang membedakan suku bangsa satu dengan lainnya,\n    antara lain bahasa daerah, adat istiadat, sistem kekerabatan, kesenian daerah, dan tempat asal.\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Keberagaman bangsa Indonesia, terutama terbentuk oleh jumlah suku bangsa\n    yang mendiami berbagai lokasi yang tersebar. Setiap suku bangsa mempunyai\n    ciri atau karakter tersendiri, baik dalam aspek sosial atau budaya. Menurut\n    penelitian Badan Pusat Statistik yang dilaksanakan tahun 2010, di Indonesia\n    terdapat 1.128 suku bangsa. Antarsuku bangsa di Indonesia mempunyai\n    berbagai perbedaan dan itulah yang membentuk keanekaragaman\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    di Indonesia.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Kehidupan sosial budaya masyarakat Indonesia sangat beragam. Keragaman\n    tersebut dipengaruhi faktor lingkungan. Masyarakat yang tinggal di daerah\n    pegunungan akan lebih banyak menggantungkan kehidupannya dari pertanian,\n    sehingga berkembang kehidupan sosial budaya masyarakat petani. Sementara\n    itu, daerah pantai akan memengaruhi masyarakatnya untuk mempunyai mata\n    pencarian sebagai nelayan dan berkembanglah kehidupan sosial masyarakat\n    nelayan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Keragaman bangsa Indonesia tampak pula dalam seni sebagai hasil kebudayaan\n    daerah di Indonesia, misalnya dalam bentuk tarian dan nyanyian. Hampir\n    semua daerah atau suku bangsa mempunyai tarian dan nyanyian yang berbeda.\n    Begitu juga dalam hasil karya, setiap daerah mempunyai hasil karya yang\n    berbeda dan menjadi ciri khas daerahnya masing-masing.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Keanekaragaman budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke merupakan aset\n    yang tidak ternilai harganya, sehingga harus tetap dipertahankan dan\n    dilestarikan. Ada sebagian warga Indonesia yang tidak mengetahui ragam\n    budaya daerah lain di Indonesia, salah satunya budaya melukis tubuh di\n    Mentawai, Sumatra Barat, tindik sebagai tanda kedewasaan dan masih banyak\n    kebudayaan lain yang belum tereksplorasi.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Setiap daerah memiliki kebudayaan yang khas. Keragaman budaya tersebut\n    dapat diketahui melalui bentuk-bentuk pakaian adat, lagu daerah, tarian\n    daerah, rumah adat, upacara adat dan lain sebagainya.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003ERumah Adat\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Indonesia kaya akan budaya dengan terdapatnya wujud keanekaragaman budaya\n    bangsa kita yang tersebar di berbagai profinsi pada umumnya, hal yang\n    paling kongkerit adalah adanya rumah adat di setiap daerah profinsi di\n    negara kita. Berikut ini tabel beberapa contoh rumah adat di setiap daerah\n    di Indonesia : Krong Bade, Rumah Joglo, Rumah Gadang, Rumah adat Gapura\n    Candi Bentar, Rumah adat Honai, Rumah adat Istana Buton, Rumah adat Lamin,\n    Banjar atau Betang, Musalaki, Betang, Honai.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003EPakaian Adat\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pakaian adat tradisional di Indonesia begitu banyak dan beragam, ini\n    merupakan nilai-nilai budaya Indonesia yang tak ternilai harganya yang\n    seharusnya kita jaga dan lestarikan karena kalau bukan kita yang menjaga\n    dan melestarikannya lantas siapa lagi? Jangan sampai kita menjadi peduli\n    ketika budaya-budaya kita diklaim oleh negara lain. Berikut ini ada dua\n    contoh pakaian adat dari daerah di Indonesia yaitu Biliu, Makuta, dan\n    ngambe.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003ETarian Daerah\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Tari merupakan salah satu aspek seni untuk mengungkapkan perasaan melalui\n    gerak. Tarian setiap daerah memiliki ciri khasnya tersendiri, biasanya\n    memiliki makna dan simbol tertentu yang terkandung didalamnya. Berikut ini\n    beberapa contoh dari tarian di beberapa daerah di Indonesia antara lain\n    seudati dan legong\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Dari contoh tarian di atas, menunjukkan betapa kaya dan beragamnya\n    kebudayaan Indonesia. Gerakan yang indah diiringi dengan irama musik yang\n    memukau, dapat menyuguhkan suatu pertunjukan karya seni yang luar biasa.\n    Setiap tarian atau pertunjukan di tiap daerah Indonesia memiliki keunikan\n    dan ciri khasnya masing-masing.\n\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003ETabel 1.contoh rumah adat di Indonesia\u003C\/p\u003E\n\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none; margin-left: 26.7pt;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\u003Ctr style=\"height: 24pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(219, 229, 241); border: 1pt solid windowtext; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 204.35pt;\" width=\"272\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003ENama Daerah\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(219, 229, 241); border-bottom: 1pt solid windowtext; border-image: initial; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: 1pt solid windowtext; border: 1pt solid windowtext; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 199.6pt;\" width=\"266\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003ENama Rumah adat\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr style=\"height: 24pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-image: initial; border-left: 1pt solid windowtext; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; border: 1pt solid windowtext; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 204.35pt;\" width=\"272\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;TimesNewRomanPSMT\u0026quot;,\u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12pt;\"\u003ENanggroe\n  Aceh Darussalam\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 199.6pt;\" width=\"266\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr style=\"height: 24pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-image: initial; border-left: 1pt solid windowtext; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; border: 1pt solid windowtext; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 204.35pt;\" width=\"272\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;TimesNewRomanPSMT\u0026quot;,\u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12pt;\"\u003EYogyakarta\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 199.6pt;\" width=\"266\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr style=\"height: 24pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-image: initial; border-left: 1pt solid windowtext; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; border: 1pt solid windowtext; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 204.35pt;\" width=\"272\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;TimesNewRomanPSMT\u0026quot;,\u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12pt;\"\u003ESumatra\n  Barat\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 199.6pt;\" width=\"266\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr style=\"height: 24pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-image: initial; border-left: 1pt solid windowtext; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; border: 1pt solid windowtext; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 204.35pt;\" width=\"272\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;TimesNewRomanPSMT\u0026quot;,\u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12pt;\"\u003EBali\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 199.6pt;\" width=\"266\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr style=\"height: 24pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-image: initial; border-left: 1pt solid windowtext; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; border: 1pt solid windowtext; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 204.35pt;\" width=\"272\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;TimesNewRomanPSMT\u0026quot;,\u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12pt;\"\u003EPapua\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 199.6pt;\" width=\"266\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr style=\"height: 24pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-image: initial; border-left: 1pt solid windowtext; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; border: 1pt solid windowtext; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 204.35pt;\" width=\"272\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;TimesNewRomanPSMT\u0026quot;,\u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12pt;\"\u003ESulawesi\n  Utara\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 199.6pt;\" width=\"266\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr style=\"height: 24pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-image: initial; border-left: 1pt solid windowtext; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; border: 1pt solid windowtext; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 204.35pt;\" width=\"272\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;TimesNewRomanPSMT\u0026quot;,\u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12pt;\"\u003EKalimantan\n  Timur\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 199.6pt;\" width=\"266\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr style=\"height: 24pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-image: initial; border-left: 1pt solid windowtext; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; border: 1pt solid windowtext; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 204.35pt;\" width=\"272\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;TimesNewRomanPSMT\u0026quot;,\u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12pt;\"\u003EKalimantan\n  Selatan\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 199.6pt;\" width=\"266\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr style=\"height: 24pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-image: initial; border-left: 1pt solid windowtext; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; border: 1pt solid windowtext; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 204.35pt;\" width=\"272\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;TimesNewRomanPSMT\u0026quot;,\u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12pt;\"\u003ENusa\n  Tenggara Timur\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 199.6pt;\" width=\"266\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr style=\"height: 24pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-image: initial; border-left: 1pt solid windowtext; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; border: 1pt solid windowtext; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 204.35pt;\" width=\"272\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;TimesNewRomanPSMT\u0026quot;,\u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12pt;\"\u003EKalimantan\n  Tengah\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 199.6pt;\" width=\"266\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr style=\"height: 24pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-image: initial; border-left: 1pt solid windowtext; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; border: 1pt solid windowtext; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 204.35pt;\" width=\"272\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;TimesNewRomanPSMT\u0026quot;,\u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12pt;\"\u003EPapua\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 199.6pt;\" width=\"266\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u0026nbsp;Tabel 2. Contoh Pakaian daerah dan Tarian Daerah\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none; margin-left: 12.5pt;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\u003Ctr style=\"height: 24pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(219, 229, 241); border: 1pt solid windowtext; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 141.5pt;\" width=\"189\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003ENama Daerah\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(219, 229, 241); border-bottom: 1pt solid windowtext; border-image: initial; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: 1pt solid windowtext; border: 1pt solid windowtext; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 154.05pt;\" width=\"205\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003EPakaian Adat\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(219, 229, 241); border-bottom: 1pt solid windowtext; border-image: initial; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: 1pt solid windowtext; border: 1pt solid windowtext; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 150.95pt;\" width=\"201\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003ETarian Daerah\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr style=\"height: 24pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-image: initial; border-left: 1pt solid windowtext; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; border: 1pt solid windowtext; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 141.5pt;\" width=\"189\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003E\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 154.05pt;\" width=\"205\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003E\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 150.95pt;\" width=\"201\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003E\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr style=\"height: 24pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-image: initial; border-left: 1pt solid windowtext; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; border: 1pt solid windowtext; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 141.5pt;\" width=\"189\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003E\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 154.05pt;\" width=\"205\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003E\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 150.95pt;\" width=\"201\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003E\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr style=\"height: 24pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-image: initial; border-left: 1pt solid windowtext; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; border: 1pt solid windowtext; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 141.5pt;\" width=\"189\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003E\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 154.05pt;\" width=\"205\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003E\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 150.95pt;\" width=\"201\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003E\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr style=\"height: 24pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-image: initial; border-left: 1pt solid windowtext; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; border: 1pt solid windowtext; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 141.5pt;\" width=\"189\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003E\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 154.05pt;\" width=\"205\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003E\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 24pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 150.95pt;\" width=\"201\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003E\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cb\u003ERincian Kerja\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003EBaca pendahuluan diatas !\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ESiapkan buku sumber atau sumber lain seperti internet !\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EDiskusikan dengan anggota kelompokmu tentang persebaran rumah adat, pakaian daerah dan tarian daerah di Indonesia !\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EPerhatikan dan lengkapi tabel 1 dan 2 diatas !\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cb\u003EPertanyaan\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003ESebutkan rumah adat Nanggroe Aceh Darussalam, Yogyakarta, Sumatera Barat, Bali, Papua dan Sulawesi utara ?\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ESebutkan nama pakaian adat dan tarian daerah darai Bali, Sulawesi Selatan, Papua, dan Sumatera Batrat ?\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/6643395413152810039\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/09\/lembar-kerja-peserta-didik-keragaman.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6643395413152810039"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6643395413152810039"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/09\/lembar-kerja-peserta-didik-keragaman.html","title":"Lembar Kerja Peserta Didik \"Keragaman Etnik dan Budaya Indonesia\""}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-6bywfw_-X9U\/X2yrhh4TQgI\/AAAAAAAABfg\/KpA8lnYc1F4i1l6I7A40RR8BXg6vdqCMQCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h492-c\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Keragaman-Etnik-dan-Budaya-Indonesia.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-6513313312700879930"},"published":{"$t":"2020-09-21T12:09:00.002+08:00"},"updated":{"$t":"2020-09-21T12:15:44.598+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Menggunakan Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Mengeksplorasi Masalah Keadilan Sosial"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Pembelajaran berbasis proyek memungkinkan siswa untuk memperoleh\n    pengetahuan dan pendidikan yang lebih dalam tentang masalah dunia nyata.\n    Ini bisa menjadi salah satu cara paling efektif untuk mengeksplorasi\n    masalah keadilan sosial. Masalah sosial dapat ditelusuri dari kurangnya\n    pengetahuan dan pemahaman.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-P-mtCH1nD90\/X2gm8Opam0I\/AAAAAAAABfE\/jZMzVNhaMecMTJubOY9S9BZZh6AfSAVQQCLcBGAsYHQ\/s540\/Menggunakan-Pembelajaran-Berbasis-Proyek-untuk-Mengeksplorasi-Masalah-Keadilan-Sosial.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Menggunakan Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Mengeksplorasi Masalah Keadilan Sosial\" border=\"0\" data-original-height=\"333\" data-original-width=\"540\" height=\"394\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-P-mtCH1nD90\/X2gm8Opam0I\/AAAAAAAABfE\/jZMzVNhaMecMTJubOY9S9BZZh6AfSAVQQCLcBGAsYHQ\/w640-h394\/Menggunakan-Pembelajaran-Berbasis-Proyek-untuk-Mengeksplorasi-Masalah-Keadilan-Sosial.jpg\" title=\"Menggunakan Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Mengeksplorasi Masalah Keadilan Sosial\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003ESiswa memanfaatkan eksplorasi aktif tantangan\n    dunia nyata dengan masalah keadilan sosial dan fokus pada pekerjaan yang\n    penting. Masalah keadilan sosial meliputi ras, jenis kelamin, usia,\n    orientasi seksual, agama, kebangsaan, pendidikan, dan kemampuan mental atau\n    fisik. Mengaitkan masalah ini di ruang kelas saat ini adalah penting, dan\n    kaum muda menawarkan penyelesaian.\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003EManfaat Menjelajahi Keadilan Sosial\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Ada banyak sekali keuntungan mengeksplorasi isu keadilan sosial di kelas.\n    Siswa melakukan koneksi real\/nyata, mengidentifikasi dengan masalah,\n    perasaan, kegembiraan, dan frustrasi yang memunculkan aspek keadilan\n    sosial. Sebagian besar siswa dipengaruhi oleh masalah keadilan sosial dalam\n    beberapa aspek, dan pendidikan memungkinkan mereka untuk membuat hubungan\n    pribadi.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EMempelajari dan mengeksplorasi keadilan sosial adalah nyata dan\n    relevan. Penting untuk memungkinkan siswa menghadapi ketidakadilan sosial.\n    Mereka belajar dan memanfaatkan empati dalam berbagai bentuk. Keadilan\n    sosial adalah tema dan jawaban umum untuk masalah dunia nyata. Siswa dan\n    guru mendapatkan wawasan dan menumbuhkan etika kesadaran awal tentang\n    keadilan sosial\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Menjelajahi masalah ini di kelas adalah tujuan penting bagi pendidik.\n    Ketika siswa diberi kesempatan ini, mereka menjadi warga global yang lebih\n    berwawasan dan menghadiri acara terkini yang memengaruhi semua aspek\n    kehidupan mereka. Banyak orang merasakan urgensi untuk peduli dengan\n    keadilan sosial akibat peristiwa yang terjadi baru-baru ini. Jenis\n    pembelajaran di kelas ini mempromosikan\n    \n        aktivisme\n    \n    dan hati.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Menjelajahi topik ini juga dapat memberdayakan mereka untuk meningkatkan\n    kesadaran dan mempengaruhi perubahan. Beberapa contohnya termasuk menjadi\n    sukarelawan, mengambil tindakan jika memungkinkan, dan memberikan advokasi.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EMempelajari keadilan sosial membawa dekrit kemanusiaan ke dalam kelas. Kaum\n    muda sering kali menyadari kebutuhan dan mengambil inisiatif untuk\n    perubahan positif. Banyak siswa mulai terhubung dengan sejarah dan\n    menceritakan kisah mereka sendiri. Salah satu manfaat terpenting adalah\n    memungkinkan siswa untuk terikat sebagai kelompok.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Sejarah terjadi dalam waktu nyata, dan guru perlu mengakui kompleksitas dan\n    konteksnya untuk mengajarkan pandangan yang lengkap tentang sejarah tentang\n    keadilan sosial. Guru mendidik siswa tentang pemahaman yang lebih besar\n    tentang sejarah dalam kaitannya dengan peristiwa yang terjadi di negaranya\n    saat ini.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003EMengapa \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003EPembelajaran berbasis proyek \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003E baik untuk Menjelajahi Keadilan Sosial\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/07\/proyek-dan-pembelajaran-berbasis-proyek.html\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003EPembelajaran berbasis proyek\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    adalah salah satu cara paling efektif untuk mempertahankan pengetahuan dan\n    belajar secara mendalam. Ini melibatkan siswa dan meningkatkan pengalaman\n    belajar mereka. PBP menarik, aktif, dan menciptakan peluang berpikir\n    tingkat tinggi. Memanfaatkan PBP membantu siswa memperoleh pengetahuan,\n    keterampilan, dan keberanian untuk meningkatkan keadilan sosial.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003ESiswa\n    mengambil\n    \n        kepemilikan\n    \n    dalam pembelajaran mereka, dan ini sering mengakibatkan mereka menemukan\n    masalah yang mereka sukai. Mereka menjadi mandiri dengan sifat PBP dan\n    melakukan penelitian, memecahkan masalah, dan membantu mempersiapkan mereka\n    untuk dunia nyata. Ini juga mengajari mereka cara bekerja dengan orang lain\n    sebagai tim dan berkolaborasi secara efektif.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Mengajar dan mempromosikan pemikiran kritis adalah manfaat langsung dari\n    memasukkan peluang PBP di kelas. Berdasarkan sistem kemanusiaan, anak-anak\n    perlu dilibatkan dalam pemecahan masalah di dunia mereka. Pemikiran kritis\n    dan pemecahan masalah harus diajarkan di kelas, dan PBP adalah contoh\n    sempurna dari metode ini. Memanfaatkan penelitian dan pengalaman tentang\n    keadilan sosial memungkinkan siswa untuk menjadi lebih memahami tentang\n    keanekaragaman dan betapa pentingnya hal itu dalam setiap aspek kehidupan\n    kita.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pembelajaran berbasis proyek dibatasi dalam ruang lingkup dan durasi. Siswa\n    mengerjakan konten yang telah mereka pelajari dan menangani masalah dunia\n    nyata. Siswa memiliki suara dan pilihan. Mereka merefleksikan pembelajaran\n    mereka dan bekerja langsung dengan orang lain. Mereka bekerja dengan lebih\n    teliti, mengembangkan pengetahuan konten yang lebih dalam, dan tetap\n    terlibat. Mereka menjadi komunikator dan kolaborator yang lebih efektif.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003EContoh \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003EPembelajaran berbasis proyek \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003E \u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Memanfaatkan PBP meningkatkan komponen KKN dari keadilan sosial. Ada banyak\n    contoh dan cara guru memasukkan PBP di kelasnya. Penelitian mendukung bahwa\n    adalah efektif untuk memanfaatkan sekelompok siswa yang mengerjakan proyek\n    berorientasi hasil daripada tugas individu. Siswa dapat melakukan\n    penelitian, memberikan umpan balik, membuat video pendidikan, membuat\n    poster, dan melibatkan audiens pada aspek apa pun dari suatu topik.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Cara yang bagus untuk mengembangkan pemahaman kritis tentang sejarah\n    keadilan sosial menggabungkan proyek-proyek yang dapat menumbuhkan hal\n    positif seperti membuat poster protes. Ide lain dapat mencakup pembuatan\n    blog perspektif siswa tentang keadilan sosial. Orang lain dapat mempelajari\n    seni politik dan puisi dari seluruh dunia dan membuat proyek seni mereka\n    sendiri terkait minat mereka pada subjek tersebut. Guru dan siswa dapat\n    menyertakan pengalaman dan kisah pribadi mereka.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Guru saat ini dapat belajar dari pertemuan generasi sebelumnya dengan teman\n    sebayanya yang telah mengalami keadilan sosial. Mengundang kuliah tamu dan\n    mengadakan diskusi panel atau debat tentang masalah keadilan sosial\n    sangatlah berarti dan menarik. Siswa dilibatkan dalam pelajaran yang\n    menantang karena mereka meneliti masalah dunia nyata, bertukar pikiran,\n    menerapkan rencana, dan mengevaluasi temuan. Mereka juga mendengarkan dan\n    berbagi cerita dan pemikiran pribadi.\n\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/6513313312700879930\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/09\/menggunakan-pembelajaran-berbasis.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6513313312700879930"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6513313312700879930"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/09\/menggunakan-pembelajaran-berbasis.html","title":"Menggunakan Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Mengeksplorasi Masalah Keadilan Sosial"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-P-mtCH1nD90\/X2gm8Opam0I\/AAAAAAAABfE\/jZMzVNhaMecMTJubOY9S9BZZh6AfSAVQQCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h394-c\/Menggunakan-Pembelajaran-Berbasis-Proyek-untuk-Mengeksplorasi-Masalah-Keadilan-Sosial.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-2397177431136544038"},"published":{"$t":"2020-09-06T22:35:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-09-06T22:35:59.619+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Seputar Edukasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Bagaimana Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa "},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Filsuf dan reformis pendidikan John Dewey terkenal karena menciptakan\n    istilah\n    \u003Ca href=\"https:\/\/ctwhatwhyhow.weebly.com\/john-dewey.html\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cem\u003E\u003Cstrong\u003Eberpikir kritis\u003C\/strong\u003E\u003C\/em\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    \u003Cem\u003E . \u003C\/em\u003E\n    Keyakinannya terhadap konsep ini berakar pada apa yang dia sebut sebagai\n    pemikiran reflektif. Seiring dengan perkembangan zaman, begitu pula\n    definisi keterampilan ini, yang dianggap paling penting dalam kesuksesan\n    pribadi dan profesional.\n\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-eCt9F5dLyEA\/X1TzVEL8JzI\/AAAAAAAABek\/7p0WW1d7IHUEawlRa0wnqNRAWLZ4fnDAQCLcBGAsYHQ\/s2048\/Bagaimana-Meningkatkan-Keterampilan-Berpikir-Kritis-Siswa.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Bagaimana Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa\" border=\"0\" data-original-height=\"1382\" data-original-width=\"2048\" height=\"432\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-eCt9F5dLyEA\/X1TzVEL8JzI\/AAAAAAAABek\/7p0WW1d7IHUEawlRa0wnqNRAWLZ4fnDAQCLcBGAsYHQ\/w640-h432\/Bagaimana-Meningkatkan-Keterampilan-Berpikir-Kritis-Siswa.jpg\" title=\"Bagaimana Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003EDictionary.com mendefinisikan \u003Cem\u003Epemikiran kritis\u003C\/em\u003E sebagai \"Pemikiran\n    disiplin yang jelas, rasional, berpikiran terbuka, dan diinformasikan oleh\n    bukti.\"\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Sekarang setelah kita memahami konsep ini, mari kita tentukan berbagai\n    strategi yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan keterampilan berpikir\n    kritis di antara siswa.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003EMenanyakan pertanyaan\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Disiplin utama untuk berpikir kritis adalah penyelidikan, atau mengajukan\n    pertanyaan. Saat tumbuh dewasa, anak-anak sering kali diberi tahu bahwa\n    \"tidak ada pertanyaan bodoh\". Untuk sebagian besar orang, masih menghormati\n    pernyataan ini sebagai kebenaran universal, dan pernyataan yang sering\n    ingatkan kepada siswa kita setiap hari.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EKetika siswa mundur dan menahan\n    diri dari mengajukan pertanyaan, mereka dipandang sebagai pembelajar pasif.\n    Apalagi, para guru tidak memiliki pemahaman tentang ilmunya. Akibatnya,\n    untuk mengaktifkan keterampilan bertanya, guru harus melakukan yang\n    terbaik: Model. Ketika siswa melihat\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.success.com\/the-power-of-asking-questions\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Ekekuatan mengajukan pertanyaan\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    , mereka akan merasa lebih cenderung untuk mengikutinya.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Guru harus merumuskan pertanyaan terbuka yang tidak memiliki jawaban benar\n    atau salah. Siswa juga harus memahami bahwa komponen utama dalam mengajukan\n    pertanyaan adalah menyimak. Mendengarkan secara aktif dan obyektif dari\n    perspektif orang lain adalah yang dirangkum oleh inkuiri. Guru harus\n    mengingatkan siswa untuk mendengarkan untuk memahami, bukan menanggapi.\n    Membuat catatan selama pertukaran ini sangat dianjurkan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003EBerpikir Mandiri\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pemikiran mandiri terdiri dari dua komponen: Refleksi dan penelitian.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Setelah siswa berlatih mendengarkan secara aktif, waktu untuk memproses\n    informasi yang telah mereka kumpulkan menjadi penting. Melakukan percakapan\n    atau mencatat tidak ada gunanya jika siswa tidak diberi waktu untuk\n    merenungkan apa yang telah mereka terima. Mereka juga harus merefleksikan\n    perspektif atau analisis situasi mereka sendiri.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Siswa mungkin kesulitan merumuskan pendapat mereka sendiri dan tidak boleh\n    didorong untuk mengambil pandangan orang lain sebagai \"Jadilah semua,\n    akhiri semua.\" Inilah sebabnya mengapa penelitian juga merupakan ciri dari\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.wabisabilearning.com\/blog\/encourage-learners-independent-thinking\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Eberpikir mandiri\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    .\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EApakah siswa menemukan artikel, fakta Google, berkolaborasi dengan\n    kelompok orang tambahan, dan \/ atau mengeluarkan buku, siswa harus\n    memberikan bukti untuk mendukung alasan mereka. Mendukung perspektif\n    sendiri berasal dari mendengarkan secara aktif, meneliti, dan kemudian\n    merefleksikan perspektif orang lain bersama dengan perspektifnya sendiri\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003EPerluas Peluang Belajar\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Ada berbagai aktivitas yang dapat dilakukan guru untuk mendorong pemikiran\n    kritis. Salah satu contoh yang sederhana, dan dapat dilihat sebagai\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.edgalaxy.com\/journal\/2012\/8\/27\/10-great-activities-to-break-the-ice-with-your-students.html\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Ekegiatan pemecah es\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    untuk meningkatkan keterampilan ini, adalah tes penjepit kertas. Kegiatan\n    ini mengajak siswa untuk memikirkan klip kertas terlebih dahulu dan\n    mencatat penggunaannya. Setelah itu, siswa dapat dipasangkan,\n    dikelompokkan, atau bekerja secara individu untuk kemudian mempertimbangkan\n    cara-cara kreatif di mana klip kertas dapat digunakan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2019\/12\/projects-and-project-based-learning-whats-the-difference\/\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003EPembelajaran berbasis proyek\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    adalah cara lain untuk memperkuat keterampilan berpikir kritis. Ini\n    memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi dan mengeksekusi. Ketika siswa\n    dapat melihat apa yang telah mereka buat, mereka merasa memiliki atas\n    pembelajaran mereka dan bangga dengan pekerjaan mereka. Kreativitas adalah\n    kunci dalam pembelajaran berbasis proyek.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pemahaman klasik lainnya yang perlu dipertimbangkan pendidik adalah\n    memungkinkan siswa bergulat. Jangan berikan solusi kepada mereka; biarkan\n    mereka membuat sendiri. Kreasi \/ kreativitas \/ kreasi adalah kuncinya.\n    Ketika siswa didorong untuk berpikir di luar batasan perasaan, kebutuhan,\n    atau keyakinan mereka sendiri, mereka mampu menganalisis secara kritis\n    dengan lebih baik.\n\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/2397177431136544038\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/09\/bagaimana-meningkatkan-keterampilan.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2397177431136544038"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2397177431136544038"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/09\/bagaimana-meningkatkan-keterampilan.html","title":"Bagaimana Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa "}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-eCt9F5dLyEA\/X1TzVEL8JzI\/AAAAAAAABek\/7p0WW1d7IHUEawlRa0wnqNRAWLZ4fnDAQCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h432-c\/Bagaimana-Meningkatkan-Keterampilan-Berpikir-Kritis-Siswa.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-81453359857036235"},"published":{"$t":"2020-09-05T22:49:00.002+08:00"},"updated":{"$t":"2020-09-05T22:49:49.827+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Seputar Edukasi"}],"title":{"type":"text","$t":"10 Strategi Pengajaran untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi pada Siswa"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Salah satu komponen utama abad ke-21 yang guru ingin siswanya gunakan\n    adalah pemikiran tingkat tinggi. Ini adalah saat siswa menggunakan\n    cara-cara kompleks untuk memikirkan tentang apa yang mereka pelajari.\n\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-2kmeM6l9vok\/X1OkeDuPrBI\/AAAAAAAABd8\/j99ng3_KeXYcci4Ot6NX0lluGy75rCoqACLcBGAsYHQ\/s514\/10-Strategi-Pengajaran-untuk-Meningkatkan-Keterampilan-Berpikir-Tingkat-Tinggi-pada-Siswa.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"10 Strategi Pengajaran untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi pada Siswa\" border=\"0\" data-original-height=\"370\" data-original-width=\"514\" height=\"461\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-2kmeM6l9vok\/X1OkeDuPrBI\/AAAAAAAABd8\/j99ng3_KeXYcci4Ot6NX0lluGy75rCoqACLcBGAsYHQ\/w640-h461\/10-Strategi-Pengajaran-untuk-Meningkatkan-Keterampilan-Berpikir-Tingkat-Tinggi-pada-Siswa.jpg\" title=\"10 Strategi Pengajaran untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi pada Siswa\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp\u003EPemikiran tingkat tinggi membawa pemikiran ke tingkat yang sama sekali\n    baru. Siswa yang menggunakannya memahami tingkat yang lebih tinggi daripada\n    hanya menghafal fakta. Mereka harus memahami fakta, menyimpulkan, dan\n    menghubungkannya dengan konsep lain.\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Berikut adalah 10 strategi pengajaran untuk meningkatkan keterampilan\n    berpikir tingkat tinggi pada siswa Anda.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    1. Membantu Menentukan Bagaimana Pemikiran Tingkat Tinggi itu\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Bantulah siswa memahami apa itu\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.cdl.org\/for-parents-and-teachers\/higher-level-thinking\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Epemikiran tingkat tinggi\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    . Jelaskan kepada mereka apa itu dan mengapa mereka membutuhkannya.\n    Bantulah mereka memahami kekuatan dan tantangan mereka sendiri. Anda dapat\n    melakukan ini dengan menunjukkan kepada mereka bagaimana mereka dapat\n    mengajukan pertanyaan yang bagus kepada diri sendiri. Itu membawa kita ke\n    strategi selanjutnya.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    2. Hubungkan Konsep\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pimpin siswa melalui proses bagaimana menghubungkan satu konsep dengan\n    konsep lainnya. Dengan melakukan ini, Anda mengajar mereka untuk\n    menghubungkan apa yang sudah mereka ketahui dengan apa yang mereka\n    pelajari. Tingkat pemikiran ini akan membantu siswa belajar membuat koneksi\n    kapan pun memungkinkan, yang akan membantu mereka mendapatkan lebih banyak\n    pemahaman. Misalnya, konsep yang mereka pelajari adalah \"Tahun Baru China\".\n    Konsep yang lebih luas lagi adalah \"Liburan\".\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    3. Latih Siswa untuk Menyimpulkan\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Ajari siswa untuk membuat\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.vocabulary.com\/dictionary\/inference\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Ekesimpulan\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    dengan memberi mereka contoh \"dunia nyata\". Anda dapat memulai dengan\n    memberikan gambar kepada siswa tentang orang-orang yang sedang mengantri di\n    dapur umum. Minta mereka untuk melihat gambar dan fokus pada detailnya.\n    Kemudian, mintalah mereka membuat kesimpulan berdasarkan apa yang mereka\n    lihat dalam gambar.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003ECara lain untuk mengajar siswa muda tentang bagaimana\n    menyimpulkan adalah dengan mengajarkan konsep yang mudah seperti cuaca.\n    Mintalah siswa untuk mengenakan jas hujan dan sepatu bot mereka, kemudian\n    minta mereka untuk menyimpulkan menurut mereka seperti apa cuaca di luar.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    4. Dorong Siswa untuk Bertanya\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Ruang kelas tempat siswa merasa bebas untuk mengajukan pertanyaan tanpa\n    reaksi negatif dari teman atau guru mereka adalah ruang kelas tempat siswa\n    merasa bebas untuk berkreasi. Imbaulah siswa untuk mengajukan pertanyaan,\n    dan jika karena alasan tertentu Anda tidak dapat menjawab pertanyaan mereka\n    selama di kelas, tunjukkan kepada mereka bagaimana mereka dapat menjawabnya\n    sendiri atau minta mereka menyimpan pertanyaan tersebut hingga hari\n    berikutnya.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    5. Gunakan Graphic Organizers\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Ca href=\"https:\/\/education.wm.edu\/centers\/ttac\/documents\/articles\/graphic_organizers.pdf\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003EPenyelenggara grafis\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    memberi siswa cara yang bagus untuk membingkai pemikiran mereka secara\n    terorganisir. Dengan menggambar diagram atau peta pikiran, siswa dapat\n    lebih menghubungkan konsep dan melihat hubungan mereka. Ini akan membantu\n    siswa mengembangkan kebiasaan menghubungkan konsep.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    6. Ajarkan Strategi Pemecahan Masalah\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Ajari siswa untuk menggunakan metode langkah demi langkah untuk memecahkan\n    masalah. Cara berpikir tingkat tinggi ini akan membantu mereka memecahkan\n    masalah dengan lebih cepat dan lebih mudah. Dorong siswa untuk menggunakan\n    metode alternatif untuk memecahkan masalah serta menawarkan mereka metode\n    pemecahan masalah yang berbeda.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    7. Mendorong Berpikir Kreatif\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Berpikir kreatif adalah ketika siswa menemukan, membayangkan, dan merancang\n    apa yang mereka pikirkan. Menggunakan indra kreatif membantu siswa\n    memproses dan memahami informasi dengan lebih baik. Penelitian menunjukkan\n    bahwa ketika siswa menggunakan\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2019\/09\/how-to-improve-students-critical-thinking-skills\/\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Eketerampilan berpikir tingkat tinggi yang kreatif\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    , hal itu meningkatkan pemahaman mereka. Imbaulah siswa untuk berpikir “di\n    luar kepala”.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    8. Gunakan Alam Pikiran\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Ketika konsep yang sedang dipelajari sulit, dorong siswa untuk membuat film\n    dalam pikiran mereka. Ajari mereka untuk menutup mata dan membayangkannya\n    seperti pemutaran film. Cara berpikir tingkat tinggi ini akan benar-benar\n    membantu mereka memahami dengan cara yang kuat dan unik.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    9. Ajarkan Siswa untuk Menguraikan Jawaban Mereka\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pemikiran tingkat tinggi menuntut siswa untuk benar-benar memahami suatu\n    konsep, bukan mengulang atau menghafalnya. Imbaulah siswa untuk menguraikan\n    jawaban mereka dengan mengajukan pertanyaan yang tepat yang membuat siswa\n    menjelaskan pemikiran mereka secara lebih rinci.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    10. Latih siswa dengan QARs\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Question-Answer-Relationships, atau QARs, mengajarkan siswa untuk memberi\n    label jenis pertanyaan yang ditanyakan dan kemudian menggunakan informasi\n    tersebut untuk membantu mereka merumuskan jawaban. Siswa harus menguraikan\n    apakah jawabannya dapat ditemukan dalam teks atau online atau jika mereka\n    harus mengandalkan pengetahuan mereka sendiri sebelumnya untuk menjawabnya.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EStrategi ini terbukti efektif untuk pemikiran tingkat tinggi karena siswa\n    menjadi lebih sadar akan hubungan antara informasi dalam teks dan\n    pengetahuan mereka sebelumnya, yang membantu mereka menguraikan strategi\n    mana yang akan digunakan ketika mereka perlu mencari jawaban.\n\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/81453359857036235\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/09\/10-strategi-pengajaran-untuk.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/81453359857036235"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/81453359857036235"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/09\/10-strategi-pengajaran-untuk.html","title":"10 Strategi Pengajaran untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi pada Siswa"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-2kmeM6l9vok\/X1OkeDuPrBI\/AAAAAAAABd8\/j99ng3_KeXYcci4Ot6NX0lluGy75rCoqACLcBGAsYHQ\/s72-w640-h461-c\/10-Strategi-Pengajaran-untuk-Meningkatkan-Keterampilan-Berpikir-Tingkat-Tinggi-pada-Siswa.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-7710694718851302763"},"published":{"$t":"2020-09-05T11:23:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-09-05T11:23:22.500+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"LKPD IPS 9 SMP"}],"title":{"type":"text","$t":"Lembar Kerja Peserta Didik \" Keadaan  Penduduk Australia \""},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Pada tahun 2015 penduduk Australia mencapai 23.900.000 jiwa. Pada tahun\n    2005, jumlah penduduknya mencapai 20.400.000 jiwa atau terjadi penambahan\n    sebesar 3.500.000 jiwa dalam kurun waktu 10 tahun. Jumlah penduduk\n    Australia memang jauh lebih kecil jika dibandingkan benua lainnya.\u003C\/p\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-q30y2a2Cg3c\/X1L-PV9K02I\/AAAAAAAABcw\/KX6R-Bno49soh8MEDgaCQzdjTg8xeDPUgCLcBGAsYHQ\/s556\/Lembar%2BKerja%2BPeserta%2BDidik%2B%2BKeadaan%2B%2BPenduduk%2BAustralia.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"426\" data-original-width=\"556\" height=\"490\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-q30y2a2Cg3c\/X1L-PV9K02I\/AAAAAAAABcw\/KX6R-Bno49soh8MEDgaCQzdjTg8xeDPUgCLcBGAsYHQ\/w640-h490\/Lembar%2BKerja%2BPeserta%2BDidik%2B%2BKeadaan%2B%2BPenduduk%2BAustralia.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp\u003EPenambahan jumlah penduduk Australia terjadi karena adanya kelahiran yang\n    mencapai 13 kelahiran tiap 1.000 penduduk. Angka kematiannya adalah 7\n    kematian tiap 1.000 penduduk. Australia juga menjadi negara tujuan migran\n    dari berbagai negara lainnya, sehingga migrasi neto negara ini mencapai\n    angka 8.\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Meskipun Australia merupakan negara yang amat luas, tetapi tidak banyak\n    daerah yang cocok untuk daerah hunian. Daerah-daerah yang paling sesuai\u0026nbsp;untuk hunian adalah daerah pantai yang iklimnya nyaman dan curah hujannya\n    cukup. Daerah pantai Australia sebelah Utara tidak dihuni oleh banyak\n    penduduk karena iklim tropisnya sangat kering, sedangkan daerah pedalaman\n    dan daerah pantai Barat Australia terlalu gersang. Kebanyakan orang\n    Australia, yakni lebih dari 85% tinggal di kota kecil dan kota besar.\n    Kota-kota tersebut pada umumnya terletak di tepi pantai.\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Australia merupakan negara sekaligus benua dengan kualitas penduduk yang\n    sangat tinggi. Salah satu indikator kualitas penduduk yaitu angka harapan\n    hidup menunjukkan kategori tinggi, yaitu 82 tahun. Ini menunjukkan penduduk\n    Australia memiliki kondisi kesehatan yang baik. Pendapatan penduduk\n    Australia juga tergolong tinggi yang mencapai 42.880 dolar (WPDS, 2015).\n\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-AdIZ0QcUUd4\/X1L_9Bg0J7I\/AAAAAAAABdM\/Sgx53GU7W146g0ZDzEikcXoebOtqo_zHACLcBGAsYHQ\/s640\/peta-persebaran-pendapatan-penduduk-Australia.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"443\" data-original-width=\"640\" height=\"444\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-AdIZ0QcUUd4\/X1L_9Bg0J7I\/AAAAAAAABdM\/Sgx53GU7W146g0ZDzEikcXoebOtqo_zHACLcBGAsYHQ\/w640-h444\/peta-persebaran-pendapatan-penduduk-Australia.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp\u003ESebagian besar (92%) penduduk Australia adalah bangsa kulit putih atau ras\n    kaukasoid, selebihnya adalah dari Asia (7%), Aborigin dan lainnya (1%).\n    Bangsa kulit putih umumnya adalah dari Eropa yang sebagian besar berasal\n    dari Inggris dan Irlandia, sisanya dari Italia, Belanda, dan Skotlandia,\n    Jerman, dan Yunani. Penduduk yang berasal dari Asia, sebagian besar dari\n    China dan India.\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Australia memiliki budaya yang beragam. Budaya Australia terdiri atas\n    budaya suku asli yaitu suku Aborigin dan penduduk selat Torres, serta\n    budaya suku pendatang. Banyaknya penduduk pendatang di Australia memperkaya\n    budaya Australia. Karena sebagian besar penduduk pendatang berasal dari\n    Eropa, maka budaya Eropa tampak lebih dominan. Salah satunya adalah dalam\n    hal penggunaan bahasa. Bahasa nasional Australia adalah Bahasa Inggris.\n    Semua penduduk di Australia didorong untuk meguasai Bahasa Inggris.\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Sebagian besar penduduk Australia beragama Kristen Protestan (61,2%), Budha\n    (2,5%), Islam (2,2%), Hindu (1,3%), dan sejumlah agama lainnya. Besarnya\n    penduduk yang beragama Kristen tidak lepas dari banyaknya penduduk\n    Australia yang berasal dari Inggris dan negara lainnya di Eropa. Walaupun\n    demikian agama dan kepercayaan penduduk asli juga dihargai dan diberi\n    kebebasan untuk menjalankannya.\n\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cb\u003ERincian Kerja\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003EBaca pendahuluan dan wacana diatas !\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EPerhatikan kedua peta keadaan penduduk Australia !\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EDiskusikan dengan anggota teman kelompokmu tentang persebaran dan pendapatan perkapita penduduk Australia\u0026nbsp; !\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cb\u003EPertanyaan\u003C\/b\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003EUrutlah kepadatan penduduk Australia berdasarkan negara bagian mulai yang tertinggi sampai terendah ?\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EUrutlah tingkat pendapatan perkapita penduduk Australia berdasarkan negara bagian mulai yang tertinggi sampai terendah ?\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EAdakah hubungan antara\u0026nbsp; persebaran penduduk dengan pendapatan perkapita di benua Australia? ada atau tidak ada agar dijelaskan secara ederhana !\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/7710694718851302763\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/09\/lembar-kerja-peserta-didik-keadaan.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/7710694718851302763"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/7710694718851302763"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/09\/lembar-kerja-peserta-didik-keadaan.html","title":"Lembar Kerja Peserta Didik \" Keadaan  Penduduk Australia \""}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-q30y2a2Cg3c\/X1L-PV9K02I\/AAAAAAAABcw\/KX6R-Bno49soh8MEDgaCQzdjTg8xeDPUgCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h490-c\/Lembar%2BKerja%2BPeserta%2BDidik%2B%2BKeadaan%2B%2BPenduduk%2BAustralia.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-1384429204039775943"},"published":{"$t":"2020-09-03T21:58:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-09-03T21:58:35.045+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Siswa"}],"title":{"type":"text","$t":"Manfaat Keterlibatan  Orang Tua  Terhadap Tugas Siswa di Rumah"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Pentingnya orang tua membantu pekerjaan rumah siswa sangat berharga.\n    Membantu pekerjaan rumah merupakan tanggung jawab penting sebagai orang tua\n    dan mendukung langsung proses pembelajaran. Pengalaman dan keahlian orang\n    tua tidak ternilai harganya. Salah satu penentu keberhasilan terbaik di\n    sekolah adalah keterlibatan orang tua ketika siswa belajar di rumah dan\n    terlibat dalam pendidikan anak.\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-P8G51WxF718\/X1D1kNJ4-FI\/AAAAAAAABcI\/QNnFn-VA4f0K4U9raHzKfZjUZJxAKDWBACLcBGAsYHQ\/s491\/Manfaat-Keterlibatan-Orang-Tua-Terhadap-Tugas-Siswa-di-Rumah.jpeg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Manfaat Keterlibatan  Orang Tua  Terhadap Tugas Siswa di Rumah\" border=\"0\" data-original-height=\"271\" data-original-width=\"491\" height=\"353\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-P8G51WxF718\/X1D1kNJ4-FI\/AAAAAAAABcI\/QNnFn-VA4f0K4U9raHzKfZjUZJxAKDWBACLcBGAsYHQ\/w640-h353\/Manfaat-Keterlibatan-Orang-Tua-Terhadap-Tugas-Siswa-di-Rumah.jpeg\" title=\"Manfaat Keterlibatan  Orang Tua  Terhadap Tugas Siswa di Rumah\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003EKeterlibatan orang tua dengan pekerjaan\n    rumah membantu mengembangkan kepercayaan diri dan motivasi siswa di dalam\n    kelas. Orang tua membantu siswa mengerjakan pekerjaan rumah memiliki banyak\n    manfaat termasuk menghabiskan waktu dengan anak-anak, mencerahkan kekuatan\n    dan kelemahan, membuat pembelajaran lebih bermakna, dan memiliki aspirasi\n    yang lebih tinggi.\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Manfaat Keterlibatan Orang Tua Terhadap Pekerjaan Rumah Siswa\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Keterlibatan orang tua dengan\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/classroom-management\/2020\/01\/how-much-homework-is-too-much\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Epekerjaan rumah\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    berdampak pada siswa dengan cara yang positif. Salah satu alasan terpenting\n    keterlibatan orang tua adalah membantu mengurangi stres dan kecemasan jika\n    siswa menghadapi tantangan dengan keterampilan atau topik tertentu. Orang\n    tua memiliki pengalaman dan keahlian dengan berbagai materi pelajaran dan\n    pengalaman hidup untuk membantu meningkatkan relevansi. Orang tua membantu\n    anak-anak mereka memahami konten dan membuatnya lebih bermakna, sekaligus\n    membantu mereka memahami berbagai hal supaya lebih jelas.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Keterlibatan mereka juga meningkatkan keterampilan dan retensi subjek.\n    Orang tua mempelajari lebih dalam tentang konten dan memungkinkan siswa\n    untuk meningkatkan keterampilan ke tingkat yang lebih tinggi. Banyak anak\n    akan selalu mengingat waktu yang dihabiskan bersama mengerjakan pekerjaan\n    rumah atau proyek kelas. Keterlibatan orang tua dengan pekerjaan rumah dan\n    keterlibatan dalam pendidikan anak mereka terkait dengan prestasi akademis\n    yang lebih tinggi, keterampilan dan perilaku sosial yang lebih baik, dan\n    peningkatan kepercayaan diri.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Orang tua yang membantu pekerjaan rumah memberikan lebih banyak waktu untuk\n    mengembangkan mata pelajaran atau keterampilan karena pembelajaran dapat\n    dipercepat di kelas. Hal ini terutama berlaku di ruang kelas saat ini.\n    Kurikulum di banyak ruang kelas ditingkatkan dan membutuhkan pengajaran\n    banyak konten dalam waktu singkat.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EPekerjaan rumah adalah ketika orang tua\n    dan anak-anak dapat menghabiskan waktu ekstra untuk keterampilan dan materi\n    pelajaran. Orang tua memberikan alasan yang berhubungan untuk keterampilan\n    belajar, dan anak-anak menyimpan informasi secara lebih mendalam.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Keterlibatan orang tua meningkatkan kreativitas dan mendorong\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2019\/09\/how-to-improve-students-critical-thinking-skills\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Eketerampilan berpikir kritis\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    pada anak. Ini menciptakan lingkungan belajar yang positif di rumah yang\n    berpindah ke kelas. Orang tua memiliki perspektif tentang anak-anak mereka,\n    dan ini memungkinkan mereka untuk mendukung kelemahan mereka sambil\n    mengembangkan kekuatan mereka. Waktu bersama memberi pencerahan kepada\n    orang tua tentang apa sebenarnya kekuatan dan kelemahan anak mereka.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pembelajaran virtual sekarang digunakan secara nasional, dan\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/teaching-strategies\/2020\/05\/tips-for-parents-teaching-from-home\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Eorang tua terlibat langsung\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    dengan tugas sekolah dan pekerjaan rumah anak mereka. Keterlibatan mereka\n    sekarang lebih penting dari sebelumnya. Membina lingkungan pekerjaan rumah\n    yang positif sangat penting dalam pembelajaran virtual dan membantu\n    anak-anak dengan materi teknologi dan akademis.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Strategi Melibatkan Orang Tua dalam Pekerjaan Rumah Siswa\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Strategi penting untuk melibatkan orang tua dalam pekerjaan rumah adalah\n    berbagi tanggung jawab untuk membantu anak-anak memenuhi tujuan pendidikan.\n    Komitmen orang tua untuk memprioritaskan tujuan pendidikan anak mereka, dan\n    berpartisipasi dalam pekerjaan rumah mendukung tujuan yang lebih besar.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EGuru dan orang tua spesifik tentang tujuan dan bekerja secara langsung\n    dengan anak dengan tugas kelas dan pekerjaan rumah. Guru dan orang tua yang\n    bekerja sama secara kolaboratif untuk mencapai tujuan anak memiliki\n    kesuksesan yang lebih besar dan lebih tahan lama. Ini juga memungkinkan\n    orang tua menjadi strategis dengan bantuan pekerjaan rumah.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Beberapa contoh bagaimana melibatkan orang tua dalam pekerjaan rumah adalah\n    melakukan eksperimen, tugas, atau kegiatan\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/teaching-strategies\/2020\/05\/how-to-support-project-based-learning-at-home\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Epembelajaran berbasis proyek di\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    mana orang tua berperan aktif di dalamnya. Mewawancarai orang tua adalah\n    cara yang fantastis untuk terlibat langsung dalam pekerjaan rumah dan\n    memungkinkan proyek dilakukan dengan menyenangkan. Orang tua merasa\n    terhormat bisa diwawancarai, dan kegiatan ini menciptakan ikatan antara\n    orang tua dan anak. Siswa akan mengingat tugas-tugas ini selama hidup\n    mereka.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Contoh kegiatan pembelajaran berbasis proyek adalah proyek silsilah\n    keluarga, koleksi daun, makalah penelitian, dan banyak sekali tugas\n    pembelajaran langsung lainnya. Anak-anak senang bekerja dengan orang tua\n    mereka dalam tugas ini karena mereka menyenangkan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EJenis pembelajaran dan\n    keterlibatan ini juga menumbuhkan minat lain. Melakukan penelitian adalah\n    cara lain orang tua memengaruhi pekerjaan rumah anak mereka secara\n    langsung. Ini bisa menjadi subjek yang diminati anak atau sesuatu yang\n    tidak mereka kenal. Anak-anak dan orang tua menantikan jenis kegiatan\n    pekerjaan rumah ini.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Orang tua ketika membantu siswa mengerjakan pekerjaan rumah memiliki banyak\n    manfaat. Keterlibatan dan keterlibatan orang tua memiliki manfaat seumur\n    hidup dan menciptakan jalan menuju kesuksesan. Orang tua memberikan otonomi\n    dan dukungan, sambil mencontohkan kebiasaan belajar dengan pekerjaan rumah\n    yang yang dapat membawa keberhasilan.\n\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/1384429204039775943\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/09\/manfaat-keterlibatan-orang-tua-terhadap.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1384429204039775943"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1384429204039775943"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/09\/manfaat-keterlibatan-orang-tua-terhadap.html","title":"Manfaat Keterlibatan  Orang Tua  Terhadap Tugas Siswa di Rumah"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-P8G51WxF718\/X1D1kNJ4-FI\/AAAAAAAABcI\/QNnFn-VA4f0K4U9raHzKfZjUZJxAKDWBACLcBGAsYHQ\/s72-w640-h353-c\/Manfaat-Keterlibatan-Orang-Tua-Terhadap-Tugas-Siswa-di-Rumah.jpeg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-8944631298956956205"},"published":{"$t":"2020-09-02T20:32:00.002+08:00"},"updated":{"$t":"2020-09-02T20:32:34.220+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Strategi Belajar \"Total Physical Response\" (Respon Pisik Total)"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Apakah Anda pernah mengajar atau mempertimbangkan untuk mengajar siswa yang\n    bahasa Indonesianya kurang lancar, siswa yang kesulitan kosa kata dan\n    pemahaman, atau siswa yang kesulitan duduk selama proses belajar? Mungkin\n    kita mengenal atau mengajar siswa yang pikirannya cenderung mengembara\n    selama pelajaran berlangsung. Atau mungkin kalian adalah seorang siswa yang\n    dapat digambarkan sebagai salah satu dari yang ada di atas.\n\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-SX19LTlN49M\/X0-QNJ-qj8I\/AAAAAAAABbk\/0GxZrl9mUDEsGcwJr6Ddo9aROsEUGqB-QCLcBGAsYHQ\/s600\/Strategi-Belajar-Respon-%2BPisik-Total.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Strategi Belajar \u0026quot;Total Physical Response\u0026quot; (Respon Pisik Total)\" border=\"0\" data-original-height=\"381\" data-original-width=\"600\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-SX19LTlN49M\/X0-QNJ-qj8I\/AAAAAAAABbk\/0GxZrl9mUDEsGcwJr6Ddo9aROsEUGqB-QCLcBGAsYHQ\/s16000\/Strategi-Belajar-Respon-%2BPisik-Total.jpg\" title=\"Strategi Belajar \u0026quot;Total Physical Response\u0026quot; (Respon Pisik Total)\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp\u003ESetiap tipe siswa yang dijelaskan di atas dapat ditemukan di setiap kelas\n    pada umumnya; ruang kelas mencakup berbagai pelajar. Oleh karena itu, guru\n    membutuhkan berbagai strategi pembelajaran untuk bertemu dengan peserta\n    didik di mana mereka berada. Total Physical Response (TPR) adalah strategi\n    yang mendukung gaya belajar dan kebutuhan banyak pelajar yang berbeda di\n    berbagai tingkatan, terutama di bidang kosa kata dan penguasaan bahasa.\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Pengertian Total Physical Response (Respon Fisik Total)\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Respon Fisik Total adalah strategi di mana siswa membuat hubungan dengan\n    kata, frase, dan kalimat dengan menciptakan gerakan fisik untuk\n    mendefinisikannya. TPR adalah cara untuk berinteraksi secara fisik dengan\n    bahasa dan untuk memperkuat dan menunjukkan pemahaman. Strategi tersebut\n    dapat digunakan untuk mempelajari kosakata baru, untuk menunjukkan\n    pemahaman kata, frasa dan kalimat, untuk menunjukkan pemahaman tentang\n    urutan kalimat, atau bahkan perkembangan peristiwa dalam sebuah cerita.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Manfaat Respon Fisik Total\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Berinteraksi secara fisik dengan bahasa membutuhkan koneksi mental yang\n    memicu memori dan meningkatkan daya ingat; Jadi, dengan pengulangan gerakan\n    bermakna dengan mendengar dan \/ atau membaca kata, siswa meningkatkan\n    kemampuannya dalam mengingat kata dan definisi tertentu.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/teaching-strategies\/2016\/09\/10-teaching-strategies-to-keep-struggling-students-working\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003ESiswa yang kesulitan\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    sering kali ragu-ragu untuk terlibat selama waktu pembelajaran karena\n    tantangan mereka, tantangan seperti duduk diam, memperhatikan, atau\n    memahami. TPR memberikan waktu bagi pelajar yang kesulitan dan banyak\n    kesempatan untuk aktivitas fisik, pengulangan konten \/ konsep, dan meniru\n    orang lain, yang semuanya meningkatkan hasil bagi pelajar yang kesulitan.\n    Memiliki lebih banyak waktu dan diizinkan untuk meniru orang lain\n    mengurangi kecemasan dan kemungkinan rasa malu bagi siswa yang kesulitan\n    merespons di depan orang lain.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Aktivitas fisik merangsang sirkulasi darah sehingga oksigenasi dalam tubuh.\n    Dengan peningkatan aliran darah dan oksigen, siswa menjadi lebih waspada\n    dan penuh perhatian. Selain itu, aktivitas fisik mengurangi kemungkinan\n    siswa mengantuk, bosan, atau \"dikelompokkan\".\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    TPR tidak hanya menarik bagi siswa yang secara fisik hadir di kelas tetapi\n    juga untuk siswa yang berpartisipasi dalam pembelajaran virtual dan\n    sinkron. Saat video diaktifkan, siswa dan guru dapat melihat satu sama lain\n    membuat gerakan fisik untuk mendefinisikan kata dan konsep. Mereka dapat\n    menanggapi definisi fisik satu sama lain, meniru orang lain, dan terlibat\n    dalam pembelajaran.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Cara Menggunakan Respons Fisik Total di Kelas\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Saat menggunakan Respon Fisik Total di kelas, siklus pengajaran yang tepat\n    harus digunakan; Setelah mengikuti siklus pengajaran bahasa, kata, atau\n    konsep baru, berbagai permainan dapat dimainkan dengan strategi.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Siklus pengajaran yang tepat untuk digunakan saat menggunakan TPR dimulai\n    dengan persiapan. Guru mengumpulkan kosakata, frasa, kalimat, dan \/ atau\n    bagian yang memungkinkan untuk diberlakukan. Kata dan frasa harus\n    menyertakan kata benda yang sangat deskriptif yang dapat diwakili oleh\n    tindakan, kata kerja yang dapat ditampilkan secara fisik, atau bahasa yang\n    tidak abstrak.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Setelah menyiapkan model guru dengan menyatakan kata, frase, dll kemudian\n    dengan membuat gerakan fisik untuk mewakili atau mendefinisikan apa yang\n    dikatakan. Selanjutnya guru meminta sampel siswa untuk merepresentasikan\n    bahasa menggunakan gerakan fisik mereka sendiri.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Mengikuti model guru dan model relawan siswa, semua siswa diminta untuk\n    berpartisipasi atau terlibat. Guru mengulang kata, frase, kalimat, dll. Dan\n    semua siswa mendefinisikan atau mendemonstrasikan artinya dengan membuat\n    gerakan fisik yang sesuai.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Sampai pada titik ini, interaksi dengan bahasa telah mencakup rangsangan\n    pendengaran, yang merupakan bahasa yang dinyatakan secara lisan, dan\n    rangsangan fisik, yang merupakan definisi melalui gerak. Sekarang siswa\n    telah membuat koneksi ke bahasa dan dapat menunjukkan pemahaman mereka,\n    guru harus menulis kata, frase, kalimat, dll untuk dilihat siswa. Guru atau\n    kelompok membaca dan kemudian secara fisik menanggapi untuk menunjukkan\n    makna. Dengan menulis dan membaca konten, rangsangan visual dan literasi\n    visual terlibat.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pengulangan dan latihan dengan kata dan bahasa yang sama akan meningkatkan\n    umur pembelajaran, sehingga harus dilakukan secara konsisten.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Sebagai tinjauan spiral atau bahkan kesempatan\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2020\/04\/formative-vs-summative-assessment-whats-the-difference\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Epenilaian formatif\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    , guru dapat membuat permainan menggunakan TPR. Misalnya, guru dan siswa\n    dapat memainkan “Simon Says” dengan meminta guru memanggil sebuah kata,\n    frase, dll. Dan siswa hanya secara fisik mendefinisikannya jika guru\n    berkata, “Simon Says.”\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Permainan lain yang menggunakan strategi TPR disebut \"Lingkaran\". Ini mirip\n    dengan favorit masa kecil, \"Bebek, Bebek, Angsa.\" Siswa membuat lingkaran\n    di sekitar guru. Guru memanggil sebuah kata dan siswa memerankan arti kata\n    tersebut; namun, siswa terakhir yang menanggapi adalah \"keluar\". Ini\n    diulangi sampai ada satu siswa yang tersisa dan siswa tersebut menjadi\n    pemenang.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Mengajar dan belajar dapat menjadi tantangan karena perbedaan orang: bahasa\n    yang\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/teaching-strategies\/2020\/01\/what-are-the-different-types-of-learners\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Eberbeda\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    ,\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/teaching-strategies\/2020\/01\/what-are-the-different-types-of-learners\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Epreferensi gaya belajar yang\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    berbeda, kecerdasan yang berbeda, rentang perhatian dan ingatan yang\n    berbeda, dan masih banyak lagi. Menemukan strategi yang memenuhi banyak\n    kebutuhan dan meningkatkan hasil belajar banyak pelajar yang berbeda adalah\n    suatu keberhasilan yang sangat bernilai.\n\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/8944631298956956205\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/09\/strategi-belajar-total-physical.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8944631298956956205"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8944631298956956205"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/09\/strategi-belajar-total-physical.html","title":"Strategi Belajar \"Total Physical Response\" (Respon Pisik Total)"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-SX19LTlN49M\/X0-QNJ-qj8I\/AAAAAAAABbk\/0GxZrl9mUDEsGcwJr6Ddo9aROsEUGqB-QCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Strategi-Belajar-Respon-%2BPisik-Total.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-8813618291046687811"},"published":{"$t":"2020-09-01T21:09:00.003+08:00"},"updated":{"$t":"2020-09-01T21:09:48.965+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Beberapa Hal Penting dalam Mengajarkan Keterampilan Menggunakan Peta"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Ch2\u003E\n    Pentingnya Mengajar Keterampilan Peta\n\u003C\/h2\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Di zaman smartphone dan tablet saat ini, mungkin banyak orang yang\n    bertanya-tanya: apa pentingnya mengajarkan keterampilan peta kepada siswa?\n    Jika seseorang mencoba pergi ke suatu tempat, bukankah lebih mudah untuk\n    mengetik tujuan dan membiarkan alat teknologi menyelesaikannya? Mungkin\n    untuk perjalanan melintasi kota ke toko yang belum pernah dikunjungi\n    sebelumnya sangat tepat, tetapi peta dapat bermanfaat lebih banyak untuk\n    anak-anak atau siswa.\n\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Goo9OU5uaz4\/X05G5pUmhnI\/AAAAAAAABbI\/CqP988Zy_c8l8QNFNGgFmdXqbzZJ-tmLwCLcBGAsYHQ\/s600\/Beberapa-Hal-Penting-dalam-Mengajarkan-Keterampilan-Menggunakan-Peta.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Beberapa Hal Penting dalam Mengajarkan Keterampilan Menggunakan Peta\" border=\"0\" data-original-height=\"411\" data-original-width=\"600\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Goo9OU5uaz4\/X05G5pUmhnI\/AAAAAAAABbI\/CqP988Zy_c8l8QNFNGgFmdXqbzZJ-tmLwCLcBGAsYHQ\/s16000\/Beberapa-Hal-Penting-dalam-Mengajarkan-Keterampilan-Menggunakan-Peta.jpg\" title=\"Beberapa Hal Penting dalam Mengajarkan Keterampilan Menggunakan Peta\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp\u003EPeta kelebihannya lebih dari sekedar sistem GPS. Sebagai seorang guru,\n    mungkin bisa menemukan bahwa siswa tidak memiliki konsep ukuran ketika\n    harus membandingkan satu fitur geografis dengan yang lain. Banyak yang\n    mengira bahwa Texas dan Alaska kira-kira berukuran sama dengan banyak\n    negara bagian lain di AS\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Peta tidak hanya penting ketika mengajarkan tentang pengenalan spasial\n    tetapi juga\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2020\/02\/how-teachers-can-foster-and-encourage-student-activism\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Emasalah global\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    seperti perubahan iklim. Siswa sebenarnya dapat menggunakan peta suhu\n    rata-rata untuk melihat tren suhu di bagian dunia seperti lapisan es kutub.\n    Siswa kemudian dapat menggunakan informasi ini saat mempelajari migrasi\n    hewan atau pola kepunahan. Anak-anak benar-benar dapat melihat dunia\n    berubah dalam hal kekuatan politik ketika kelompok-kelompok seperti Romawi\n    dan Inggris memperluas pengaruh mereka dan menjajah berbagai wilayah dunia.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Yang Perlu dalam Mengajar Keterampilan Peta\n\u003C\/h2\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Dimana\/posisi di Dunia?\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Salah satu aktivitas peta \"pergi ke\" yang digunakan sebagai guru geografi\n    adalah apa yang disebut \"Di mana di Dunia?\" Kegiatan ini mencakup pemberian\n    informasi demografis dasar kepada siswa tentang sekelompok orang yang hidup\n    pada suatu waktu dalam sejarah. Apakah orang-orang nomaden atau pemburu \/\n    pengumpul, pertanian atau industri?\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Mengingat demografi dan periode waktu tertentu, siswa diminta untuk\n    mempelajari peta geografis fisik dan memutuskan di belahan dunia mana yang\n    akan menjadi wilayah terbaik untuk tinggal. Kelompok siswa kemudian akan\n    mempresentasikan temuan dan keputusan mereka di depan kelas. Kelas dapat\n    mengajukan pertanyaan dan kemudian memberikan suara pada kelompok. Ini\n    tidak hanya membuat siswa tertarik pada peta tetapi juga memberi mereka\n    keterampilan berbicara \/ presentasi di depan umum.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Aktivitas Kartografer ( Ahli Peta )\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Kegiatan lain yang sangat disukai siswa adalah kegiatan kartografer. Dalam\n    kegiatan ini kita bisa memberi siswa peta sejarah awal untuk wilayah\n    seperti Amerika atau wilayah lain. Siswa akan mengambil peta itu dan peta\n    terkini dan membandingkan \/ mengontraskan kedua peta dan mendiskusikan apa\n    yang benar oleh kartografer (kebanyakan bepergian dengan perahu dan darat)\n    dibandingkan dengan peta terkini di area yang sama.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Kegiatan ini merupakan titik awal yang bagus untuk\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/teaching-strategies\/2020\/08\/how-to-facilitate-productive-online-discussions\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Ediskusi\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    seputar waktu yang dibutuhkan para kartografer awal untuk menggambar peta\n    ini serta sumber daya terbatas yang dimiliki kartografer dibandingkan\n    dengan alat yang kita gunakan saat ini seperti citra satelit.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Sejarah Militer dan Misi Mereka\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Aktivitas besar ketiga menggabungkan para pemimpin \/ negara militer yang\n    secara historis agresif dan upaya mereka untuk menjajah \/ mengambil alih\n    wilayah yang luas di dunia. Siswa bisa mempelajari peta yang menunjukkan\n    perluasan masyarakat di bawah para pemimpin seperti Gengis Khan, Kaisar\n    Trajan, Napoleon Bonaparte, Benjamin Disraeli, Adolph Hitler, dll. Apa yang\n    menyebabkan perluasan tersebut? Apa yang menyebabkan jatuhnya ekspansi\n    semacam itu? Apakah orang-orang lokal bertanggung jawab atas jatuhnya\n    kekaisaran atau apakah fitur fisik yang bertanggung jawab (pikirkan musim\n    dingin Rusia selama Perang Dunia II yang menghentikan pawai Nazi di Rusia)?\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Latihan ini tidak hanya membantu mengembangkan keterampilan membaca peta,\n    tetapi juga membawa diskusi tentang kemanusiaan ke dalam permainan. Ini\n    adalah alat yang ampuh untuk digunakan dalam\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/in-the-classroom\/lesson-plans\/?_subjects=social-studies\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Ekelas studi sosial\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    yang dapat menggabungkan keterampilan peta dengan diskusi ilmu politik.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Bagaimana Sebuah Negara Berubah\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Peta adalah sumber yang bagus untuk mempelajari sejarah misalnya AS.\n    Pikirkan tentang peta Amerika Serikat dan bagaimana peta itu akan berubah\n    antara tahun 1776 dan 1860. Siswa dapat melihat bagaimana orang Amerika\n    Eropa berkembang ke arah barat selama waktu ini. Siswa dapat menganalisis\n    pembelian yang dilakukan pemerintah AS yang baru dengan negara lain untuk\n    mendapatkan bagian yang lebih besar di Amerika Serikat dan bagaimana\n    pembelian tersebut memengaruhi kelompok-kelompok seperti penduduk asli\n    Amerika dan Hispanik. Bagaimana presiden seperti Thomas Jefferson dan James\n    Monroe terlibat dalam ekspansi? Bagaimana populasi asli diperlakukan selama\n    setiap pembelian atau penaklukan besar-besaran?\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Sumber Daya Negara\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Jika kita memiliki kelas siswa yang lebih muda, kitra dapat menggunakan\n    peta sumber daya negara misalnya Amerika Serikat sekitar pergantian abad\n    ke-20. Kita dapat membagi siswa menjadi kelompok-kelompok yang memberikan\n    setiap kelompok sebuah wilayah di Amerika Serikat. Kelompok itu akan\n    mengeksplorasi berbagai sumber daya di kawasan itu dan bagaimana kawasan\n    itu berkontribusi pada pasokan sumber daya untuk bagian lain negara.\n    Pikirkan tentang bagaimana daerah diberi nama: Sabuk Jagung, Sabuk Kapas,\n    Sabuk Buah, dan Sabuk Gandum hanyalah beberapa contoh. Apa yang membuat\n    daerah ini ideal untuk menanam tanaman ini? Bagaimana tanaman dipanen dan\n    diangkut ke bagian lain Amerika Serikat?\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Ini hanyalah beberapa contoh kegiatan yang dapat digunakan di kelas agar\n    siswa dapat berinteraksi dengan peta. Peta adalah dokumen kuat yang\n    mengajarkan siswa di kelas tentang sejarah dunia dan seberapa banyak bumi\n    telah berubah dalam waktu yang relatif singkat.\n\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/8813618291046687811\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/09\/beberapa-hal-penting-dalam-mengajarkan.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8813618291046687811"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8813618291046687811"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/09\/beberapa-hal-penting-dalam-mengajarkan.html","title":"Beberapa Hal Penting dalam Mengajarkan Keterampilan Menggunakan Peta"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Goo9OU5uaz4\/X05G5pUmhnI\/AAAAAAAABbI\/CqP988Zy_c8l8QNFNGgFmdXqbzZJ-tmLwCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Beberapa-Hal-Penting-dalam-Mengajarkan-Keterampilan-Menggunakan-Peta.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-1470362429555287463"},"published":{"$t":"2020-09-01T19:03:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-09-01T19:03:36.633+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"LKPD IPS 8 SMP"}],"title":{"type":"text","$t":"Lembar Kerja Peserta Didik \" Pengaruh Perubahan Ruang terhadap Kehidupan Ekonomi \""},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Negara-negara anggota ASEAN mulai menerapkan AFTA (ASEAN Free Trade Area)\n    dalam kehidupan internasionalnya. Secara ekonomis, pemberlakukan AFTA akan\n    menjadikan kegiatan ekonomi lebih meluas. Produsen beras seperti Thailand\n    dapat dengan mudah mengekspor produknya ke Singapura, Indonesia, dan negara\n    anggota ASEAN lain tanpa dibebani pajak, begitupun sebaliknya. Pilihan\n    konsumsi pun semakin banyak, baik kualitas maupun harganya. Kerja sama\n    negara-negara ASEAN ini mendorong terjadinya perubahan tatanan kerja sama\n    antarnegara dalam bidang ekonomi.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-oiMXy87hYjQ\/X0xzuXqwkuI\/AAAAAAAABas\/7Q575fO1zxcgzrSnnSr7yrvjjcFA8IaVwCLcBGAsYHQ\/s712\/Lembar%2BKerja%2BPeserta%2BDidik%2B%2BPengaruh%2BPerubahan%2BRuang%2Bterhadap%2BKehidupan%2BEkonomi.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Lembar Kerja Peserta Didik \u0026quot; Pengaruh Perubahan Ruang terhadap Kehidupan Ekonomi \u0026quot;\" border=\"0\" data-original-height=\"530\" data-original-width=\"712\" height=\"476\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-oiMXy87hYjQ\/X0xzuXqwkuI\/AAAAAAAABas\/7Q575fO1zxcgzrSnnSr7yrvjjcFA8IaVwCLcBGAsYHQ\/w640-h476\/Lembar%2BKerja%2BPeserta%2BDidik%2B%2BPengaruh%2BPerubahan%2BRuang%2Bterhadap%2BKehidupan%2BEkonomi.jpg\" title=\"Lembar Kerja Peserta Didik \u0026quot; Pengaruh Perubahan Ruang terhadap Kehidupan Ekonomi \u0026quot;\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003EPersaingan dalam kegiatan ekonomi menjadi lebih ketat\n    dengan adanya kompetitor dari luar negeri. Kegiatan produksi yang dilakukan\n    oleh produsen atau pelaku kegiatan produksi suatu negara ASEAN akan dapat\n    dengan mudah dipasarkan ke negara lain dalam lingkup ASEAN. Contoh,\n    Indonesia dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh petani di Thailand dan\n    Myanmar. Produk elektronik Singapura dapat lebih mudah diperoleh oleh\n    masyarakat di negara ASEAN.\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Kerja sama ASEAN menjadikan proses distribusi menjadi lebih jauh\n    jangkauannya. Barang atau jasa yang dihasilkan oleh produsen sampai ke\n    tangan masyarakat (konsumen) melalui distributor. Perkembangan teknologi\n    transportasi dapat memperpendek jarak dan waktu yang dibutuhkan untuk\n    mendistribusikan barang atau jasa sampai ke tangan konsumen. Lautan luas\n    tidak lagi menjadi penghalang untuk mendistribusikan barang dan jasa.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EKemudahan distribusi ini sangat menguntungkan pelaku kegiatan ekonomi dan memungkinkan mereka mendapatkan keuntungan yang\n    lebih besar. Kegiatan distribusi antarnegara dalam bentuk ekspor dan impor\n    yang melibatkan dua negara atau lebih identik dengan pergerakan barang atau\n    jasa antarnegara.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EKegiatan ekspor dan impor ini menunjukkan adanya\n    interaksi antarruang negara yang satu dengan negara lainnya. Kegiatan\n    produksi dan distribusi bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat sebagai\n    konsumen. Konsumen adalah pengguna barang atau jasa yang telah diproduksi\n    oleh produsen dan didistribusikan oleh distributor\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    AFTA memungkinkan setiap orang di negara-negara ASEAN untuk dapat\n    mengonsumsi barang-barang produk luar negeri. Kalian diminta melihat produk\n    yang digunakan dalam keseharian, seperti barang elektronik. Negara manakah\n    yang memproduksi barang itu?\n\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cb\u003ERincian Kerja\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003EBaca pendahuluan diatas !\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ESiapkan buku referensi tambahan !\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EPerhatikan peta AFTA (ASEAN Free Trade Area ) !\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EDiskusikan dengan anggota kelompokmu apa keuntungan yang diperoleh Indonesia terhadap negara beberapa anggota AFTA seperti yang ditunjukkan pada angka 1-6 pada gambar panah pada peta diatas !\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cb\u003EPertanyaan\u003C\/b\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003ESebagai negara anggota AFTA maka sudah pasti akan memperoleh dampak positif maupun negatif dari keanggotaan tersebut. Selanjutnya lengkapi tabel berikut !\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003C\/div\u003E\n\n\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\u003Ctr style=\"height: 38.15pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(141, 179, 226); border: 1pt solid; height: 38.15pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 33.75pt;\" width=\"45\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003ENo\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(141, 179, 226); border: 1pt solid; height: 38.15pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 92.15pt;\" width=\"123\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003ENama Negara\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(141, 179, 226); border: 1pt solid; height: 38.15pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 336.2pt;\" width=\"448\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\u003Cb\u003EKeuntungan yang diperoleh Indonesia sebagai anggota   AFTA yang\n  diperoleh dari beberapa negara berikut\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(251, 212, 180); border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 33.75pt;\" width=\"45\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E1\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(251, 212, 180); border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 92.15pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm;\"\u003EMyammar\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 336.2pt;\" valign=\"top\" width=\"448\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(214, 227, 188); border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 33.75pt;\" width=\"45\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E2\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(214, 227, 188); border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 92.15pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm;\"\u003EThailand\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 336.2pt;\" valign=\"top\" width=\"448\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(196, 188, 150); border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 33.75pt;\" width=\"45\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E3\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(196, 188, 150); border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 92.15pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm;\"\u003ELaos\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 336.2pt;\" valign=\"top\" width=\"448\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: yellow; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 33.75pt;\" width=\"45\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E4\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: yellow; border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 92.15pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm;\"\u003EVietnam\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 336.2pt;\" valign=\"top\" width=\"448\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(178, 161, 199); border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 33.75pt;\" width=\"45\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E5\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(178, 161, 199); border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 92.15pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm;\"\u003EMalaysia\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 336.2pt;\" valign=\"top\" width=\"448\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(219, 229, 241); border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 33.75pt;\" width=\"45\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E6\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(219, 229, 241); border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 92.15pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm;\"\u003EPhilifina\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 336.2pt;\" valign=\"top\" width=\"448\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv\u003E2. Sebutkan jika ada dampak negatif yang diperoleh Indonesia sehubungan dengan keanggotaannya\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u0026nbsp; \u0026nbsp; dalam\u0026nbsp; AFTA (ASEAN Free Trade Area )\u0026nbsp; ?\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/1470362429555287463\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/09\/lembar-kerja-peserta-didik-pengaruh.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1470362429555287463"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1470362429555287463"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/09\/lembar-kerja-peserta-didik-pengaruh.html","title":"Lembar Kerja Peserta Didik \" Pengaruh Perubahan Ruang terhadap Kehidupan Ekonomi \""}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-oiMXy87hYjQ\/X0xzuXqwkuI\/AAAAAAAABas\/7Q575fO1zxcgzrSnnSr7yrvjjcFA8IaVwCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h476-c\/Lembar%2BKerja%2BPeserta%2BDidik%2B%2BPengaruh%2BPerubahan%2BRuang%2Bterhadap%2BKehidupan%2BEkonomi.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-5902200871766011240"},"published":{"$t":"2020-08-29T22:42:00.002+08:00"},"updated":{"$t":"2020-08-29T23:18:55.813+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Pengertian dan Manfaat Menggunakan Kontrak Kelas di Sekolah"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Salah satu komoditas paling berharga di dalam kelas adalah akuntabilitas\n    siswa. Membuat siswa sadar akan harapan Anda dan meminta pertanggungjawaban\n    mereka sangat penting untuk lingkungan belajar yang produktif. Di sisi\n    lain, konsekuensi yang dikomunikasikan dengan jelas sama pentingnya.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-UB4p4O7JShI\/X0po7Y8qsNI\/AAAAAAAABZ0\/JNL7ePxWvXAsFAlKJ_P45zxYc0GSquUVwCLcBGAsYHQ\/s600\/Pengertian-dan-Manfaat-Menggunakan-Kontrak-Kelas-di-Sekolah.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Pengertian dan Manfaat Menggunakan Kontrak Kelas di Sekolah\" border=\"0\" data-original-height=\"400\" data-original-width=\"600\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-UB4p4O7JShI\/X0po7Y8qsNI\/AAAAAAAABZ0\/JNL7ePxWvXAsFAlKJ_P45zxYc0GSquUVwCLcBGAsYHQ\/s16000\/Pengertian-dan-Manfaat-Menggunakan-Kontrak-Kelas-di-Sekolah.jpg\" title=\"Pengertian dan Manfaat Menggunakan Kontrak Kelas di Sekolah\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp\u003EDalam\n    kehidupan dewasa, ketika dua pihak menandatangani perjanjian yang\n    terdokumentasi, biasanya menyebut perjanjian itu sebagai kontrak. Ini\n    adalah cara formal untuk menguraikan ekspektasi dan penalti yang terjadi\n    jika ekspektasi tidak terpenuhi. Ide ini dapat dimanfaatkan di dalam kelas\n    melalui kontrak kelas.\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Pengertian Kontrak Kelas\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Seperti namanya, kontrak kelas adalah kesepakatan antara guru, siswa, dan\n    bahkan terkadang orang tua. Dalam dokumen ini, ekspektasi untuk kelas\n    diuraikan dan sering disertai dengan dampak jika kesepakatan dilanggar. Ini\n    adalah dokumen yang membutuhkan tanda tangan dan harus mudah diakses\n    sepanjang tahun. Ide ini dapat beradaptasi untuk semua tingkatan dan harus\n    ditulis dalam bahasa yang ramah siswa.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Manfaat Kontrak Kelas\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Ch3\u003E\u003Cspan style=\"font-weight: normal;\"\u003E\n    Memperjelas Harapan\n\u003C\/span\u003E\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Manfaat utama dari kontrak ruang kelas adalah kemampuannya untuk\n    menjelaskan ekspektasi. Saya tidak akan pernah melupakan tahun pertama saya\n    mengajar ketika saya masih menjadi guru pemula yang menciptakan harapan\n    baru setiap kali masalah muncul. Dengan kontrak kelas, siswa dan orang tua\n    mengetahui ekspektasi di awal.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\u003Cspan style=\"font-weight: normal;\"\u003E\n    Membangun Harapan Sosial\n\u003C\/span\u003E\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Dari canggung hingga ceria dan di mana-mana di antaranya, sekolah dipenuhi\n    dengan interaksi teman sebaya. Sayangnya, terkadang interaksi siswa dapat\n    menjadi negatif dan bahkan berubah menjadi\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2019\/07\/how-to-handle-bullying-in-the-classroom\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Ebullying\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    . Menetapkan ekspektasi tentang interaksi sosial dengan teman sebaya dalam\n    kontrak kelas dapat mengurangi beberapa masalah ini.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\u003Cspan style=\"font-weight: normal;\"\u003E\n    Manajemen Perilaku\n\u003C\/span\u003E\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Salah satu aspek yang paling berguna dari kontrak kelas adalah bantuan\n    kemampuan guru dalam mengelola kelas. Ada banyak strategi manajemen kelas\n    yang efektif, dan banyak yang memiliki kesamaan antara kejelasan dan\n    konsistensi. Kontrak ruang kelas Anda tidak hanya memberi tahu siswa dan\n    keluarga tentang ekspektasi perilaku Anda, tetapi juga mendukung penerapan\n    aturan dan konsekuensi yang konsisten dan adil.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\u003Cspan style=\"font-weight: normal;\"\u003E\n    Prosedur Akademik\u003C\/span\u003E\u003Cstrong\u003E \u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Kontrak kelas adalah peluang bagus untuk menetapkan pedoman untuk\n    menyelesaikan dan mengirimkan pekerjaan. Selain itu, ini adalah metode yang\n    berguna untuk mengkomunikasikan kerja lembur dan kebijakan kerja rias. Ini\n    juga merupakan alat yang hebat untuk digunakan selama konferensi kelas.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\u003Cspan style=\"font-weight: normal;\"\u003E\n    Meningkatkan Pengaturan Diri\n\u003C\/span\u003E\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Sebagai pendidik, tujuan kami harus selalu menumbuhkan kemandirian siswa.\n    Dengan menerapkan kontrak kelas, kami memberi siswa kepemilikan atas\n    perilaku dan pembelajaran mereka. Kepemilikan ini mempromosikan\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/teaching-strategies\/2020\/04\/how-to-teach-students-self-regulation\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Epengaturan diri\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    , atau tindakan siswa yang memantau perilaku dan kemajuan akademis mereka\n    sendiri.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Bagaimana dan Kapan Membuat Kontrak Kelas\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Jelas bahwa kontrak ruang kelas bermanfaat, tetapi penting untuk\n    menerapkannya dengan benar untuk memastikan efektivitas. Berikut adalah\n    beberapa tip untuk menerapkan kontrak kelas dengan benar.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\u003Cspan style=\"font-weight: normal;\"\u003E\n    Tetapkan Harapan Sejak Dini\u003C\/span\u003E\u003Cstrong\u003E \u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Kontrak kelas harus dibuat pada awal tahun dan diterapkan sepanjang tahun.\n    Sedapat mungkin, harapan harus selalu jelas pada minggu pertama sekolah.\n    Buat kontrak pada minggu pertama tetapi pastikan untuk mereferensikannya\n    jika memungkinkan agar kegunaannya tidak hilang.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\u003Cspan style=\"font-weight: normal;\"\u003ESertakan Masukan Siswa\u003C\/span\u003E\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Siswa jauh lebih mungkin untuk mematuhi aturan dan peraturan ketika mereka\n    merasa bahwa suara mereka dihargai dalam proses pengembangan. Libatkan\n    siswa Anda dalam pengembangan kontrak. Misalnya: minta siswa bertukar\n    pikiran tentang perilaku yang sesuai dan batas interaksi teman. Gunakan ini\n    sebagai kekuatan pendorong untuk ketentuan kontrak Anda.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\u003Cspan style=\"font-weight: normal;\"\u003E\n    Sertakan Harapan untuk Guru\n\u003C\/span\u003E\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Sama seperti Anda ingin siswa Anda bertanggung jawab, Anda juga harus\n    menunjukkan akuntabilitas. Saat Anda menguraikan kontrak, sertakan juga\n    beberapa tanggung jawab Anda sebagai guru. Contohnya adalah waktu yang\n    diharapkan untuk\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/classroom-management\/2020\/04\/what-is-gradebook-in-google-classroom\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Emenilai\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    tugas, pemberitahuan sebelumnya tentang penilaian, dan sesi belajar \/\n    ulasan. Ini menunjukkan kepada siswa Anda bahwa Anda menghargai mereka dan\n    pendidikan mereka.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\u003Cspan style=\"font-weight: normal;\"\u003E\n    Buatlah Singkat namun Berdampak\n\u003C\/span\u003E\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Kontrak biasa terkadang bisa panjang, tetapi ini seharusnya tidak menjadi\n    karakteristik kontrak kelas Anda. Kontrak Anda harus singkat dan dapat\n    dicapai. Jika kontraknya terlalu panjang, siswa mungkin merasa kalah saat\n    mencoba memenuhi permintaan dan Anda mungkin kesulitan mengikuti\n    implementasi. Buat kontrak itu bermakna tetapi buatlah sesingkat mungkin.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Kontrak kelas tidak hanya berguna untuk lingkungan kelas Anda, tetapi juga\n    membantu mempersiapkan siswa untuk masa depan yang sukses. Melalui kontrak\n    ini, siswa belajar nilai menjadi dapat diandalkan dan meminta\n    pertanggungjawaban diri mereka sendiri. Kontrak kelas memberi siswa\n    gambaran sekilas tentang kehidupan dewasa yang mungkin tidak mereka\n    ketahui.\n\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/5902200871766011240\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/08\/pengertian-dan-manfaat-menggunakan.html#comment-form","title":"2 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5902200871766011240"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5902200871766011240"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/08\/pengertian-dan-manfaat-menggunakan.html","title":"Pengertian dan Manfaat Menggunakan Kontrak Kelas di Sekolah"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-UB4p4O7JShI\/X0po7Y8qsNI\/AAAAAAAABZ0\/JNL7ePxWvXAsFAlKJ_P45zxYc0GSquUVwCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Pengertian-dan-Manfaat-Menggunakan-Kontrak-Kelas-di-Sekolah.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"2"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-2688673679207942937"},"published":{"$t":"2020-08-29T20:25:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-08-29T20:29:24.132+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Cara Mendapatkan Personal Learning Network atau Jaringan Pembelajaran Personal"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003EPengertian \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003EPersonal Learning Network\u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003E \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003E\/ \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003EJaringan Pembelajaran Personal\u003C\/strong\u003E\n    (JPN)\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    PLN adalah singkatan dari Personal Learning Network atau Jaringan\n    Pembelajaran Personal JPP. Definisi JPP itu luas, tetapi pengertian yang\n    konsisten dari JPP adalah melibatkan jaringan atau sekelompok peserta yang terpercaya yang berinteraksi dan belajar satu sama lain secara teratur. JPP\n    adalah tempat untuk berkomunikasi dengan orang lain, berbagi sumber daya,\n    membuat, dan berbagi \/ mengumpulkan informasi baru. JPP dapat berlangsung\n    di berbagai lokasi seperti secara langsung atau melalui aplikasi media\n    sosial (Twitter, Skype, Face Time, Facebook, LinkedIn, blog, instagram,\n    Zoom, dan lainnya).\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-UQxOH2D8ivs\/X0pHp8rSqnI\/AAAAAAAABZY\/2R6HJhgPQRwVhdeTsrHGdVaydmrrd0hPACLcBGAsYHQ\/s600\/Cara-Mendapatkan-Personal-Learning-Network-atau-Jaringan-Pembelajaran-Personal.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Cara Mendapatkan Personal Learning Network atau Jaringan Pembelajaran Personal\" border=\"0\" data-original-height=\"372\" data-original-width=\"600\" height=\"397\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-UQxOH2D8ivs\/X0pHp8rSqnI\/AAAAAAAABZY\/2R6HJhgPQRwVhdeTsrHGdVaydmrrd0hPACLcBGAsYHQ\/w640-h397\/Cara-Mendapatkan-Personal-Learning-Network-atau-Jaringan-Pembelajaran-Personal.jpg\" title=\"Cara Mendapatkan Personal Learning Network atau Jaringan Pembelajaran Personal\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp\u003EJPP berbeda dari pengembangan profesional karena terus berlangsung dalam\n    jangka waktu yang lama, terkadang berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.\n    Anggota JPP juga dianggap anggota profesional. Dalam grup JPP, anggota bisa\n    mendapatkan nasihat profesional dan umpan balik dari individu yang tidak\n    terlibat langsung dalam kehidupan profesional seseorang. Meskipun JPP sudah\n    ada sejak lama, saat ini mereka lebih berkembang lagi dan menggunakan\n    tampilan baru karena media sosial dan jaringan mengubah cara orang\n    terhubung. Media sosial dan teknologi menghilangkan hambatan kolaborasi.\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003EManfaat Personal Learning Network\u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003E \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003E\/ \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003EJaringan Pembelajaran Personal\u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Manfaat dari jaringan pembelajaran profesional sangat banyak. Banyak guru\n    di sekolah pedesaan hanya memiliki akses ke orang yang bekerja sama dengan\n    mereka, karena jarak sekolah yang berdekatan. Hal ini dapat menimbulkan\n    perasaan isolasi profesional dan kurangnya kolaborasi profesional. JPP\n    dapat memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan kolaborasi\n    profesional. Komunitas pendidik online yang berkumpul untuk berbagi ide,\n    sumber daya, rencana, dan strategi dapat sangat bermanfaat bagi pendidik,\n    terutama mereka yang berada di komunitas pedesaan. JPP untuk mereka yang\n    berada di daerah pedesaan memberikan dukungan yang dapat diakses oleh guru\n    di lingkungan perkotaan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Selain itu, JPP membantu pendidik membangun hubungan dengan teman sebaya di\n    mana mereka dapat berdiskusi dan menemukan praktik terbaik dalam mengajar.\n    JPP dapat berfungsi sebagai tempat untuk berbagi pengalaman dan\n    mengembangkan rasa kebersamaan. Partisipasi di JPP tidak hanya membantu\n    membangun komunitas, tetapi juga mendorong pendidik untuk merangkul\n    perubahan. Bagi banyak guru, perubahan bisa jadi menakutkan, tetapi penting\n    untuk mempelajari teknologi baru yang akan bermanfaat bagi siswa saat ini.\n    Membangun jaringan hubungan profesional dengan pengajar lain dapat membantu\n    pengajar memperluas pengetahuan teknologi mereka, mendorong mereka untuk\n    mempelajari bagaimana berbagai aplikasi dan program serta alat online dapat\n    membantu siswa menjadi\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/08\/bagaimana-melaksanakan-pembelajaran.html\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Esukses di abad ke-21\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    .\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Selain itu, JPP memungkinkan guru memiliki akses ke alat dan sumber daya\n    yang lebih luas. Guru sering kali tidak punya waktu untuk membuat materi\n    baru. JPP memungkinkan pendidik untuk berbagi ide dan strategi. JPP memberi\n    pendidik akses ke sumber daya tak terbatas yang mudah diakses. Dengan alat\n    online seperti Google Docs, menggunakan materi orang lain bisa semudah\n    membuat salinan dokumen pengajaran dan menyesuaikan dokumen itu agar sesuai\n    dengan kebutuhan guru tersebut.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003ECara Membuat Jaringan Pembelajaran Pribadi\u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Jelas bahwa JPP bisa sangat bermanfaat bagi para pendidik, terutama saat\n    ini selama pandemi nasional ketika banyak sekolah berpartisipasi dalam\n    pembelajaran virtual dan para guru sedang mengeksplorasi cara\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2020\/06\/how-to-manage-your-time-during-online-teaching\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Ememanfaatkan waktu pendidikan virtual\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    . Jadi, bagaimana cara membuat JPP ? Ada banyak cara untuk memulai. Inilah\n    yang dapat dilakukan pendidik:\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cul type=\"disc\"\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        Mulai akun Twitter yang berfokus pada pendidikan dan ikuti pendidik\n        lainnya\n    \u003C\/li\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        Temukan blog pendidikan untuk dibaca, dikomentari, dan dibagikan dengan\n        orang lain\n    \u003C\/li\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        Bergabunglah dengan grup pendidikan di Facebook\n    \u003C\/li\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        Ikuti akun pendidikan di Instagram\n    \u003C\/li\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        Berpartisipasi dalam grup pendidikan di LinkedIn\n    \u003C\/li\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        Bergabunglah dengan komunitas online seperti,\n        \u003Ca href=\"http:\/\/www.classroom20.com\/\" target=\"_blank\"\u003E\n            \u003Cstrong\u003EClassroom 2.0\u003C\/strong\u003E\n        \u003C\/a\u003E\n        atau\n        \u003Ca href=\"http:\/\/edupln.ning.com\/\" target=\"_blank\"\u003E\n            \u003Cstrong\u003EPLN Pendidik\u003C\/strong\u003E\n        \u003C\/a\u003E\n    \u003C\/li\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        Buat halaman arahan di mana Anda dapat menyimpan tautan ke situs dan\n        sumber daya JPP Anda (\n        \u003Ca href=\"https:\/\/www.symbaloo.com\/\" target=\"_blank\"\u003E\n            \u003Cstrong\u003ESymbaloo\u003C\/strong\u003E\n        \u003C\/a\u003E\n        sangat bagus untuk ini)\n    \u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Membangun JPP membutuhkan tiga langkah penting.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pertama, seseorang harus mencari profesional. Proses ini dimulai dengan\n    berhubungan dengan pendidik lain melalui organisasi dan kelompok\n    pendidikan. Penulis dan peneliti yang dipublikasikan juga merupakan tujuan\n    yang bagus. Mengikuti mereka di media sosial atau membaca blog mereka bisa\n    sangat bermanfaat.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Kedua, guru harus menemukan \"kecocokan\" dalam jaringan pembelajaran\n    profesional, yang berarti bahwa pendidik perlu mencari tahu apa yang mereka\n    inginkan atau perlu pelajari lebih lanjut. Ini bisa berupa tingkat kelas\n    atau mata pelajaran tertentu.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Ketiga, temukan \"mentor\" jaringan pembelajaran profesional. Mentor ini\n    adalah individu yang Anda hormati secara profesional dan yang Anda percayai\n    untuk menghubungkan Anda ke grup jaringan profesional yang tepat.\n    Orang-orang ini mungkin individu yang Anda rasa nyaman untuk berkomunikasi\n    lebih sering dan dekat.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Jika Anda baru mengenal jaringan profesional, bagian tersulit adalah\n    membuat langkah pertama. Keluar dari zona nyaman Anda sering kali\n    menghasilkan peningkatan kapasitas mengajar Anda. Berpartisipasi dalam\n    komunitas belajar adalah bagian penting dari pertumbuhan sebagai pendidik\n    di dunia saat ini. Keindahan membuat JPP Anda sendiri adalah dapat\n    mempersonalisasi pembelajaran profesional Anda sendiri! Sebagai pendidik\n    dan pencipta JPP, Anda dapat memilih apa yang menjadi kebutuhan dan tujuan\n    pembelajaran Anda, serta sumber daya apa yang ingin Anda peroleh.\n\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/2688673679207942937\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/08\/cara-mendapatkan-personal-learning.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2688673679207942937"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2688673679207942937"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/08\/cara-mendapatkan-personal-learning.html","title":"Cara Mendapatkan Personal Learning Network atau Jaringan Pembelajaran Personal"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-UQxOH2D8ivs\/X0pHp8rSqnI\/AAAAAAAABZY\/2R6HJhgPQRwVhdeTsrHGdVaydmrrd0hPACLcBGAsYHQ\/s72-w640-h397-c\/Cara-Mendapatkan-Personal-Learning-Network-atau-Jaringan-Pembelajaran-Personal.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-6589128458431038170"},"published":{"$t":"2020-08-25T22:50:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-08-25T22:50:09.355+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"LKPD IPS 7 SMP"}],"title":{"type":"text","$t":"Lembar Kerja Peserta Didik \"Pertumbuhan dan Kualitas Penduduk\""},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Pertumbuhan penduduk adalah keseimbangan dinamis antara kekuatan yang\n    menambah dan kekuatan yang mengurangi jumlah penduduk. Ada beberapa faktor\n    yang memengaruhi pertumbuhan penduduk, yakni kelahiran, kematian, dan\n    migrasi.\n\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EKelahiran dan kematian disebut faktor alami, sedangkan migrasi disebut\n    faktor nonalami. Kelahiran bersifat menambah, sedangkan kematian bersifat\n    mengurangi jumlah penduduk. Migrasi yang bersifat menambah disebut migrasi\n    masuk (imigrasi), sedangkan migrasi yang bersifat mengurangi disebut migrasi keluar\n    (emigrasi).\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-pygf1xCg6Qo\/X0T_I3OvyhI\/AAAAAAAABY8\/C0lNMinmmH8iJE8WdEHYzqlxODpo3TCoQCLcBGAsYHQ\/s850\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Pertumbuhan-dan-Kualitas-Penduduk.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Lembar Kerja Peserta Didik \u0026quot;Pertumbuhan dan Kualitas Penduduk\u0026quot;\" border=\"0\" data-original-height=\"850\" data-original-width=\"850\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-pygf1xCg6Qo\/X0T_I3OvyhI\/AAAAAAAABY8\/C0lNMinmmH8iJE8WdEHYzqlxODpo3TCoQCLcBGAsYHQ\/w640-h640\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Pertumbuhan-dan-Kualitas-Penduduk.png\" title=\"Lembar Kerja Peserta Didik \u0026quot;Pertumbuhan dan Kualitas Penduduk\u0026quot;\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003ETingkat pertumbuhan penduduk di negara kita termasuk kategori sedang. Pada\n    periode 2010-2014, angka pertumbuhannya mencapai 1,40% per tahun. Untuk\n    menurunkan tingkat pertumbuhan yang tinggi ini, pemerintah Indonesia\n    melaksanakan program Keluarga Berencana. Dengan program Keluarga Berencana,\n    penduduk Indonesia telah mengalami penurunan dari yang awalnya 2,31% pada\n    periode 1971-1980 menjadi 1,49% pada periode 1990-2000.\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Struktur penduduk Indonesia lebih banyak pada penduduk usia muda, hal ini\n    sebagai akibat dari masih tingginya tingkat kelahiran. Persentase penduduk\n    0 - 14 tahun pada tahun 1980 mencapai 40,3% dan pada tahun 1985 sedikit\n    turun menjadi 39,%. Penduduk usia muda ini pada tahun 2000 diperkirakan\n    turun lagi menjadi 37,7% dan 34,%. Pertumbuhan penduduk sangat banyak,\n    yaitu nomor empat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika Serikat.\n    Pertumbuhan penduduk yang cepat menyebabkan beberapa hal berikut ini.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003EPertumbuhan penduduk usia muda yang cepat menyebabkan tingginya angka\n    pengangguran.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EPersebaran penduduk tidak merata.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EKomposisi penduduk kurang menguntungkan karena banyaknya penduduk usia muda yang belum produktif sehingga beban ketergantungan tinggi.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EArus urbanisasi tinggi, sebab kota lebih banyak menyediakan lapangan kerja.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMenurunnya kualitas dan tingkat kesejahteraan penduduk.\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Masalah kependudukan Indonesia dalam hal kualitas adalah masalah dalam\n    kemampuan sumber daya manusianya. Di Indonesia, masalah kualitas penduduk\n    yang terjadi dipengaruhi oleh masih rendahnya tingkat pendidikan, rendahnya\n    tingkat kesejahteraan yang kemudian dapat berpengaruh pada pendapatan per\n    kapita masyarakat tersebut. Rendahnya pendapatan perkapita dapat\n    menyebabkan orang tua tidak mampu menyekolahkan anaknya, sehingga banyak\n    anak yang putus sekolah atau berhenti sekolah sebelum tamat.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pemerintah Indonesia telah berusaha keras untuk meningkatkan mutu\n    pendidikan penduduk melalui berbagai program pemerintah di bidang\n    pendidikan, seperti program beasiswa, adanya bantuan operasional sekolah\n    (BOS), program wajib belajar, dan sebagainya. Walaupun demikian, karena\n    banyaknya hambatan yang dialami, maka hingga saat ini tingkat pendidikan\n    bangsa Indonesia masih tergolong rendah.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Selain itu, tingkat kesehatan juga merupakan salah satu penentu dari\n    kualitas penduduk. Tingkat kesehatan penduduk merupakan salah satu faktor\n    yang menunjang keberhasilan pembangunan. Tingkat kesehatan suatu negara\n    dapat dilihat dari besarnya angka kematian bayi dan usia harapan hidup\n    penduduknya. Hal ini terlihat dari tingginya angka kematian bayi dan angka\n    harapan hidup yang lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara maju.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Mata pencaharian merupakan salah satu dari beberapa tolok ukur kualitas\n    penduduk. Akibat pertambahan penduduk yang tinggi, maka jumlah angkatan\n    kerja tidak seharusnya terserap. Bahkan semakin ketatnya persaingan tenaga\n    kerja, maka angkatan kerja muda yang merupakan tenaga kerja kurang\n    produktif pun ikut bersaing.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EHal ini kurang menguntungkan usaha pembangunan\n    secara nasional karena golongan muda kurang produktif tersebut merupakan\n    beban. Masalah tenaga kerja dan kesempatan kerja merupakan masalah yang\n    harus ditangani secara serius karena sangat peka terhadap ketahanan\n    nasional. Mayoritas penduduk Indonesia bermata pencaharian sebagai petani,\n    berbeda dengan di negara maju yang sebagian besar mata pencaharian\n    penduduknya berada di sektor Industri.\n\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003ETabel 1 : Pertumbuhan Penduduk beberapa provinsi di Indonesia\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"background: rgb(219, 229, 241); border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003E\u003Cspan\u003ENo\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"background: rgb(219, 229, 241); border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 101pt;\" width=\"135\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003E\u003Cspan\u003EProvinsi\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd colspan=\"2\" style=\"background: rgb(219, 229, 241); border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 126.6pt;\" width=\"169\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003E\u003Cspan\u003EPenduduk\n  2015\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"background: rgb(219, 229, 241); border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 64.45pt;\" width=\"86\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003E\u003Cspan\u003EJumlah\n  pdd 2015 \u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"background: rgb(219, 229, 241); border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 79.6pt;\" width=\"106\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003E\u003Cspan\u003E%\n  tase pertumbuhan\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"background: rgb(219, 229, 241); border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 63.75pt;\" width=\"85\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003E\u003Cspan\u003EPDD\n  thn 2014\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(219, 229, 241); border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 63.6pt;\" width=\"85\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003E\u003Cspan\u003EP\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(219, 229, 241); border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 63pt;\" width=\"84\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003E\u003Cspan\u003EL\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan style=\"line-height: 200%;\"\u003E1\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 101pt;\" width=\"135\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\u003Cspan\u003EDKI Jakarta\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 63.6pt;\" width=\"85\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E5.310.000\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 63pt;\" width=\"84\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E5.270.000\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 64.45pt;\" width=\"86\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E10.580.000\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 79.6pt;\" width=\"106\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E1,40 %\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 63.75pt;\" width=\"85\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E10.431.880\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan style=\"line-height: 200%;\"\u003E2\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 101pt;\" width=\"135\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\u003Cspan\u003EJawa Timur\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 63.6pt;\" width=\"85\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 63pt;\" width=\"84\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 64.45pt;\" width=\"86\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 79.6pt;\" width=\"106\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E1,40 %\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 63.75pt;\" width=\"85\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan style=\"line-height: 200%;\"\u003E3\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 101pt;\" width=\"135\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\u003Cspan\u003EJawa Barat\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 63.6pt;\" width=\"85\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 63pt;\" width=\"84\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 64.45pt;\" width=\"86\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 79.6pt;\" width=\"106\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E1,40 %\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 63.75pt;\" width=\"85\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan style=\"line-height: 200%;\"\u003E4\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 101pt;\" width=\"135\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\u003Cspan\u003EKep. Riau\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 63.6pt;\" width=\"85\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 63pt;\" width=\"84\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 64.45pt;\" width=\"86\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 79.6pt;\" width=\"106\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E1,40 %\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 63.75pt;\" width=\"85\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan style=\"line-height: 200%;\"\u003E5\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 101pt;\" width=\"135\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\u003Cspan\u003EBali\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 63.6pt;\" width=\"85\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 63pt;\" width=\"84\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 64.45pt;\" width=\"86\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 79.6pt;\" width=\"106\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E1,40 %\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 63.75pt;\" width=\"85\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan style=\"line-height: 200%;\"\u003E6\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 101pt;\" width=\"135\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm;\"\u003ENTT\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 63.6pt;\" width=\"85\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 63pt;\" width=\"84\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 64.45pt;\" width=\"86\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 79.6pt;\" width=\"106\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E1,40 %\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 63.75pt;\" width=\"85\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cb\u003ERincian Kerja\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003EBaca materi pelajaran diatas\u0026nbsp; !\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EPerhatikan gambar proyeksi pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia tiap provinsi tahun 2015 !\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ELengkapi tabel 1 diatas dengan mengikuti contoh pengisian tabel no 1 DKI Jakarta\u0026nbsp; berdasarkan proyeksi pertumbuhan jumlah penduduk tiap provinsi\u0026nbsp; Indonesia dengan proses perhitungan sebagai berikut : Jumlah penduduk perempuan dan laki-laki 10.580.000 tahun 2015. untuk mengetahun jumlah penduduk tahun 2014 yaitu dengan\u0026nbsp; mengurangi 1,40% dari total jumlah penduduk tahun 2015 ( 1,40 \/ 100 x 10.580.000 = 148.120. selanjutnya 10.580.000 - 148.120 = 10.431.880 ) !\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cb\u003EPertanyaan\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003ESebutkan jumlah penduduk jawa timur, jawa barat, Kep. Riau, Bali dan NTT tahun 2014 ?\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ESebutkan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar dan terkecil ?\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ESebutkan 5 hal\u0026nbsp; akibat pertumbuhan penduduk yang cepat ?\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/6589128458431038170\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/08\/lembar-kerja-peserta-didik-pertumbuhan.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6589128458431038170"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6589128458431038170"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/08\/lembar-kerja-peserta-didik-pertumbuhan.html","title":"Lembar Kerja Peserta Didik \"Pertumbuhan dan Kualitas Penduduk\""}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-pygf1xCg6Qo\/X0T_I3OvyhI\/AAAAAAAABY8\/C0lNMinmmH8iJE8WdEHYzqlxODpo3TCoQCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h640-c\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Pertumbuhan-dan-Kualitas-Penduduk.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-563823592660764974"},"published":{"$t":"2020-08-23T21:30:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-08-23T21:30:46.999+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Bagaimana Menggunakan Sistem Manajemen Pembelajaran di Sekolah ?"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003EApa itu Sistem Manajemen Pembelajaran?\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Meskipun ada berbagai sistem manajemen pembelajaran saat ini, setiap sistem\n    manajemen pembelajaran dapat diakses dengan mudah di mana saja dengan\n    koneksi internet. Secara umum, sistem manajemen pembelajaran, atau LMS,\n    sering disebut sebagai, menyimpan dan mengatur data. Ini juga dapat\ndigunakan untuk menciptakan pengalaman belajar digital bagi guru dan siswa.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-auAJ9gpTXuw\/X0Ju-1tN0fI\/AAAAAAAABYg\/6aqdml_LNAY1CO386tMyV131nRweFr-PwCLcBGAsYHQ\/s600\/Bagaimana-Menggunakan-Sistem-Manajemen-Pembelajaran-di-Sekolah.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Bagaimana Menggunakan Sistem Manajemen Pembelajaran di Sekolah ?\" border=\"0\" data-original-height=\"427\" data-original-width=\"600\" height=\"455\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-auAJ9gpTXuw\/X0Ju-1tN0fI\/AAAAAAAABYg\/6aqdml_LNAY1CO386tMyV131nRweFr-PwCLcBGAsYHQ\/w640-h455\/Bagaimana-Menggunakan-Sistem-Manajemen-Pembelajaran-di-Sekolah.jpg\" title=\"Bagaimana Menggunakan Sistem Manajemen Pembelajaran di Sekolah ?\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003E\u003Cem\u003EBlackboard, Edmodo, Clever, Canvas,\u003C\/em\u003E dan \u003Cem\u003EGoogle Classroom\u003C\/em\u003E\n    adalah beberapa contoh sistem manajemen pembelajaran yang populer dan\n    banyak digunakan dalam pendidikan. LMS dapat meningkatkan efisiensi dan\n    pedagogi di ruang kelas dan sekolah. Jika digunakan secara efektif, sistem\n    manajemen pembelajaran dapat meningkatkan keberhasilan siswa dan\n    meningkatkan retensi siswa.\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003E\n        Manfaat Sistem Manajemen Pembelajaran untuk Pembelajaran Profesional\n    \u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Sistem Manajemen Pembelajaran dapat menjadi paling efektif ketika\n    memberikan kesempatan belajar\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2019\/11\/what-do-teachers-want-from-professional-development\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Eprofesional\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    atau\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2019\/11\/what-do-teachers-want-from-professional-development\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Epengembangan profesional bagi guru\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    . Salah satu keuntungan terbesar menggunakan sistem manajemen pembelajaran\n    untuk pembelajaran profesional adalah aspek fleksibilitas dan penghematan\n    waktu yang disediakan untuk guru. Modul PD dapat diakses di mana saja kapan\n    saja, yang paling nyaman bagi pendidik yang sibuk.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EModul dapat dibuat oleh\n    penyaji dan mudah diakses oleh guru melalui dasbor sistem manajemen\npembelajaran. Sama seperti LMS yang efektif untuk pembelajaran siswa,    \u003Cem\u003EGoogle Kelas \u003C\/em\u003Ejuga dapat digunakan untuk pembelajaran profesional.\n    Kursus sederhana dapat dibuat oleh penyaji untuk tingkat kelas atau\n    informasi materi khusus. Guru diberikan kode tertentu untuk mendapatkan\n    akses ke materi mereka; mereka juga dapat diberikan kesempatan untuk\n    mengirim komentar dan mengirimkan tugas.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EFormat ini adalah cara yang\n    kreatif dan efisien untuk memberi guru poin sertifikasi ulang yang mereka\n    butuhkan sambil menerima pembelajaran profesional dengan kecepatan mereka\n    sendiri. Akhirnya, pembelajaran campuran atau konsep kelas terbalik dapat\n    digunakan guru. Dalam format ini, guru menyelesaikan membaca mandiri\n    sendiri sebelum mendapatkan pembelajaran praktis dan praktis setelahnya.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003E\n        Bagaimana Guru Dapat Menggunakan Sistem Manajemen Pembelajaran untuk\n        Pembelajaran Siswa\n    \u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Sistem Manajemen Pembelajaran menciptakan ruang belajar virtual untuk siswa\n    di berbagai tingkat kelas dan mata pelajaran. Sekarang, karena banyak\n    sekolah telah menerapkan inisiatif sistem pengelolaan pembelajaran jarak\n    jauh lebih umum di kelas. Namun, ada lebih banyak kesempatan bagi guru\n    untuk menggunakan sistem pengelolaan pembelajaran dengan cara yang\n    benar-benar mendukung, membimbing, dan mempercepat pembelajaran siswa.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Manfaat terbesar dari LMS adalah memberikan pengalaman\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2019\/09\/differentiated-instruction-strategies-to-use-in-the-classroom\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Ebelajar yang berbeda\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    untuk memenuhi kebutuhan pengajaran membaca dan matematika setiap siswa di\n    kelas. Berdasarkan penilaian, guru dapat mengembangkan dan memberikan\n    pelajaran yang mendukung siswa dengan praktik individu atas keterampilan\n    atau tujuan apa pun. Belajar dengan pendekatan pendidikan abad 21 yang\n    menggabungkan penggunaan interaksi online dengan instruksi praktis\n    real-time dalam kelas.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Sementara \u003Cem\u003EBlackboard\u003C\/em\u003E telah digunakan dalam pendidikan tinggi\n    setidaknya selama satu dekade, \u003Cem\u003EGoogle Kelas\u003C\/em\u003E menciptakan kehadiran\n    yang kuat di ruang kelas secara nasional. Sistem gratis dan mudah digunakan\n    dapat mengatur tugas, penilaian, dan tautan untuk diakses siswa dari segala\n    usia. Guru dapat mengunggah e-book dan game pembelajaran untuk mengajarkan\n    keterampilan tertentu.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EDaripada membuat salinan lembar kerja atau mencari\n    kumpulan buku kelas, guru dapat memberikan materi pembelajaran di LMS yang\n    dapat diakses dengan mudah oleh siswa dari mana saja. Sebagai penilaian\n    formatif, permainan kuis online juga meningkatkan keterlibatan siswa.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Selain sumber daya online ini, guru sekolah menengah juga dapat menyertakan\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.blendedlearning.org\/what-blended-learning-is-and-isnt\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Epembelajaran campuran\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    atau kursus online untuk meningkatkan pengajaran dan pembelajaran siswa\n    mereka. Ruang kelas yang terbalik di tingkat menengah juga bermanfaat bagi\n    keberhasilan siswa. Siswa dapat membaca teks yang ditugaskan di rumah\n    sebelum pelajaran sehingga guru dapat fokus untuk menghidupkan teks dan\n    pelajaran dengan manipulatif, eksperimen, kolaborasi, dan penjelasan atau\n    klarifikasi konten lebih lanjut.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EPemahaman mereka tentang tugas dapat\n    dinilai melalui webquest. Teknik instruksional ini menghemat waktu di dalam\n    kelas sambil memungkinkan guru untuk mempersonalisasi dan menyesuaikan\n    pengajaran mereka agar sesuai dengan pemahaman siswa.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003E\n        Bagaimana Administrator Dapat Menggunakan Sistem Manajemen Pembelajaran\n        di Sekolahnya\n    \u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Administrator dapat menggunakan sistem manajemen pembelajaran untuk\n    berbagai tugas termasuk akademisi, kurikulum, kehadiran, penilaian, dan\n    komunikasi. \u003Cem\u003EEdmodo \u003C\/em\u003Eadalah salah satu contoh dari sistem manajemen\n    pembelajaran yang dikembangkan menjadi alat komunikasi gratis bagi pendidik\n    untuk berkomunikasi dengan administrator, kolega, guru, dan orang tua di\n    komunitas sekolah mereka.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EAdministrator dapat membuat grup tertentu\n    berdasarkan tingkat kelas atau mata pelajaran untuk berbagi informasi yang\n    berhubungan dengan kelompok guru tertentu daripada email ke seluruh staf.\n    Administrator juga dapat mengatur data dengan cara yang memungkinkan\n    anggota staf untuk melihat, memasukkan, menyortir, dan mengakses data\n    penilaian kapan saja. Ketika seorang administrator menerapkan sistem\n    manajemen pembelajaran di sekolah mereka, mereka mengurangi jumlah dokumen\n    untuk guru mereka.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Administrator juga dapat membantu pengajarnya menghemat waktu dengan\n    mengubah rapat menjadi\n    \u003Ca href=\"http:\/\/blog.nassp.org\/2018\/07\/17\/flipped-staff-meetings-great-advice-to-give-and-follow\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Erapat yang dibalik\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    . Saat ini terjadi, guru melihat power point atau peragaan slide mereka\n    sendiri dan pertemuan digunakan untuk menjawab pertanyaan, berbagi\n    kekhawatiran, atau memberikan kesempatan belajar bagi guru.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EGuru menghargai\n    aspek fleksibilitas, kecepatan, dan penghematan waktu dari LMS yang\n    dikembangkan dengan baik ketika memungkinkan mereka untuk fokus pada alasan\n    mereka memasuki profesi, yaitu hanya untuk mengajar.\n\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/563823592660764974\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/08\/bagaimana-menggunakan-sistem-manajemen.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/563823592660764974"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/563823592660764974"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/08\/bagaimana-menggunakan-sistem-manajemen.html","title":"Bagaimana Menggunakan Sistem Manajemen Pembelajaran di Sekolah ?"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-auAJ9gpTXuw\/X0Ju-1tN0fI\/AAAAAAAABYg\/6aqdml_LNAY1CO386tMyV131nRweFr-PwCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h455-c\/Bagaimana-Menggunakan-Sistem-Manajemen-Pembelajaran-di-Sekolah.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-3689620915841027530"},"published":{"$t":"2020-08-21T21:26:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-08-21T21:26:37.895+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"LKPD IPS 9 SMP"}],"title":{"type":"text","$t":"Lembar Kerja Peserta Didik \"Benua Afrika\""},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\u003Cb\u003EPendahuluan\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\n    Apa yang kalian ingat tentang Benua Afrika? Kehidupan satwa liar, seperti\n    singa dan gajah? Atau penduduknya yang umumnya memiliki warna kulit yang\n    hitam? Ya, Benua Afrika sering disebut “Benua Hitam” karena mayoritas\n    penduduknya mempunyai kulit berwarna hitam. Sebutan ini awal mulanya\n    digunakan oleh masyarakat Perancis yang dahulu banyak menjajah Benua\n    Afrika.\n\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-OLw1uPX2tFU\/Xz-94vTTNzI\/AAAAAAAABX8\/TuNZdnYmh9o9s33yH0gdPUl-6KChQgpVwCLcBGAsYHQ\/s874\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Benua-Afrika.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Lembar Kerja Peserta Didik \u0026quot;Benua Afrika\u0026quot;\" border=\"0\" data-original-height=\"747\" data-original-width=\"874\" height=\"547\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-OLw1uPX2tFU\/Xz-94vTTNzI\/AAAAAAAABX8\/TuNZdnYmh9o9s33yH0gdPUl-6KChQgpVwCLcBGAsYHQ\/w640-h547\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Benua-Afrika.jpg\" title=\"Lembar Kerja Peserta Didik \u0026quot;Benua Afrika\u0026quot;\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\n    \u003C\/p\u003E\n    Afrika terletak pada 170 BB–520 BT dan 350 LU–340 LS. Ini berarti Benua\n    Afrika dilewati garis khatulistiwa, sehingga sebagian wilayahnya beriklim\n    tropis. Karena posisinya lintangnya, sebagian besar wilayah ini beriklim\n    tropis kecuali bagian paling utara dan paling selatan. Di kedua wilayah\n    tersebut, iklim mulai memasuki zona subtropis. Keadaan iklim tersebut\n    disebabkan oleh wilayah yang sangat luas dan dipagari plato.\n\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Benua Afrika berbatasan dengan Laut Tengah di utara, Samudra Hindia di\n    selatan dan timur, serta Samudra Atlantik di barat. Benua Afrika merupakan\n    benua terbesar ketiga setelah Asia dan Amerika. Luas wilayah Afrika\n    mencapai 30.290.000 km2. Secara geografis, Benua Afrika terbagi atas lima\n    kawasan yaitu Afrika Utara, Afrika Timur, Afrika Barat, Afrika Tengah, dan\n    Afrika Selatan.\n\u003C\/p\u003E\n\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none; margin-left: 19.6pt; text-align: left;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\u003Ctr style=\"height: 31.1pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(219, 229, 241); border: 1pt solid; height: 31.1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 24pt;\" width=\"32\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003ENo\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(219, 229, 241); border: 1pt solid; height: 31.1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 89.4pt;\" width=\"119\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003EKawasan Benua\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(219, 229, 241); border: 1pt solid; height: 31.1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 329.1pt;\" width=\"439\"\u003E\n  \u003Cp align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003ENegara-Negara\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(253, 233, 217); border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 24pt;\" valign=\"bottom\" width=\"32\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm;\"\u003E1\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(253, 233, 217); border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 89.4pt;\" valign=\"bottom\" width=\"119\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm;\"\u003EAfrika  Utara\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 329.1pt;\" valign=\"top\" width=\"439\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(229, 223, 236); border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 24pt;\" valign=\"bottom\" width=\"32\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm;\"\u003E2\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(229, 223, 236); border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 89.4pt;\" valign=\"bottom\" width=\"119\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm;\"\u003EAfrika  Tengah\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 329.1pt;\" valign=\"top\" width=\"439\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(214, 227, 188); border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 24pt;\" valign=\"bottom\" width=\"32\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm;\"\u003E3\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(214, 227, 188); border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 89.4pt;\" valign=\"bottom\" width=\"119\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm;\"\u003EAfrika  Selatan\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 329.1pt;\" valign=\"top\" width=\"439\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(191, 191, 191); border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 24pt;\" valign=\"bottom\" width=\"32\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm;\"\u003E4\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(191, 191, 191); border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 89.4pt;\" valign=\"bottom\" width=\"119\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm;\"\u003EAfrika  Barat\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 329.1pt;\" valign=\"top\" width=\"439\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n \u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(221, 217, 195); border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 24pt;\" valign=\"bottom\" width=\"32\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm;\"\u003E5\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: rgb(221, 217, 195); border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 89.4pt;\" valign=\"bottom\" width=\"119\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0cm;\"\u003EAfrika  Timur\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 329.1pt;\" valign=\"top\" width=\"439\"\u003E\n  \u003Cp class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\n  \u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv\u003E\n\n\u003Cb\u003ERincian Kegiatan\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003EBaca pendahuluan diatas !\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EPerhatikan peta dasar Benua Afrika kemudian lengkapi dengan letak lintang dan bujur pada titik-titik yang tersedia !\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EDiskusikan dengan anggota kelompokmu tentang persebaran negara-negara Afrika berdasarkan kawasannya !\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EPerhatikan tabel persebaran negara-negara dikawasan Afrika diatas kemudian lengkapi dengan pembagian negara berdasarkan peta dasar Afrika dengan meletakkan angka yang tepat pada tabel!\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cb\u003EPertanyaan\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003ESebutkan letak lintang dan bujur benua Afrika !\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ESebutkan masing-masing 5 negara yang termasuk negara\u0026nbsp; Afrika Utara, tengah, selatan, barat dan timur ?\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/3689620915841027530\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/08\/lembar-kerja-peserta-didik-benua-afrika.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/3689620915841027530"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/3689620915841027530"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/08\/lembar-kerja-peserta-didik-benua-afrika.html","title":"Lembar Kerja Peserta Didik \"Benua Afrika\""}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-OLw1uPX2tFU\/Xz-94vTTNzI\/AAAAAAAABX8\/TuNZdnYmh9o9s33yH0gdPUl-6KChQgpVwCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h547-c\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Benua-Afrika.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-2475433099784684865"},"published":{"$t":"2020-08-20T23:43:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-08-20T23:48:32.811+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Bagaimana Melaksanakan Pembelajaran Kelas Abad ke-21 di Sekolah ?"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Ch3\u003E\n    Makna Pembelajaran Abad ke 21\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Banyak metode yang merupakan pengajaran berkualitas tinggi tidak lekang\n    oleh waktu. Kurikulum harus relevan dan mengikuti kebutuhan zaman. Selain\n    itu, guru harus hadir di kelas dan menggunakan kehadirannya untuk membangun\n    hubungan yang positif dengan siswa. Membangun iklim dan budaya yang positif\n    sangat penting untuk pengalaman belajar berkualitas tinggi.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-4CRU9rWm34c\/Xz6ZnFc5qpI\/AAAAAAAABXQ\/VqpSSfRrufcYUT7yT7sit-ZCQvwzgzcYQCLcBGAsYHQ\/s590\/Bagaimana-Melaksanakan-Pembelajaran-Kelas-Abad%2Bke-21%2Bdi-Sekolah.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Bagaimana Melaksanakan Pembelajaran Kelas Abad ke-21 di Sekolah ?\" border=\"0\" data-original-height=\"379\" data-original-width=\"590\" height=\"411\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-4CRU9rWm34c\/Xz6ZnFc5qpI\/AAAAAAAABXQ\/VqpSSfRrufcYUT7yT7sit-ZCQvwzgzcYQCLcBGAsYHQ\/w640-h411\/Bagaimana-Melaksanakan-Pembelajaran-Kelas-Abad%2Bke-21%2Bdi-Sekolah.png\" title=\"Melaksanakan Pembelajaran Kelas Abad ke-21 di Sekolah\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EDengan beberapa\n    konsep dasar dalam pikiran, jelas bahwa dalam rangka abad ke 21\n    pembelajaran terdiri dari beberapa pendukung yang tetap konstan. Namun,\n    analisis lengkap dari abad ke 21 pembelajaran harus mencakup unsur-unsur\n    yang membedakan abad ke 21 dari gaya pembelajaran masa lalu.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Kreativitas\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Kreativitas merupakan komponen penting dari cara belajar abad ke 21\n    .Hari-hari ketika sebagian besar pekerjaan membutuhkan karyawan yang\n    mempertahankan sejumlah besar konten tertentu atau melakukan proses rutin\n    sepanjang hari sudah tidak efektif. Tujuan pembelajaran harus mengembangkan\n    kreativitas melalui pengajaran yang ketat dan inovatif. Terkadang siswa\n    dikelompokkan oleh aturan jawaban benar \/ salah yang sebenarnya berpotensi\n    melumpuhkan kreativitas.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Banyak dari strategi pembelajaran berakar pada Era Industri ketika\n    keterampilan yang didorong oleh fakta dan proses ini mendominasi tenaga\n    kerja. Pendidikan harus berkembang bersama tenaga kerja. Karena itu,\n    pengusaha membutuhkan pemikir yang menganalisis masalah dan\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/teaching-strategies\/2020\/07\/how-to-teach-divergent-thinking\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Ememikirkan solusi kreatif\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    yang memaksimalkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas produk.\n    Kreativitas mengarah pada inovasi. Pendidikan harus inovatif untuk\n    mempersiapkan siswa agar berhasil dalam masyarakat global yang inovatif dan\n    selalu berubah.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Kolaborasi\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Tidak akan lengkap membahas kelas efektif diabad ke 21 tanpa membahas\n    kerjasama. Karyawan yang efektif memahami akuntabilitas individu dalam\n    pengaturan tim di mana banyak proyek ditugaskan ke grup. Individu perlu\n    memahami kebutuhan untuk berkontribusi pada kelompok dan mengembangkan rasa\n    tanggung jawab kepada anggota kelompok lainnya.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EDiskusi kolaboratif tentang\n    proyek yang diberikan harus membutuhkan diskusi dan pemikiran tingkat\n    tinggi. Produk akhir tidak boleh konkret dengan satu solusi potensial,\n    melainkan harus fokus pada inovasi dan kreativitas. Sasarannya harus\n    mencakup standar yang sama, tetapi dengan cara yang lebih holistik.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Berpikir kritis\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Bekerja di kelas abad ke 21 harus memerlukan pemikiran kritis dan inovasi.\n    Lewatlah sudah hari-hari ketika persiapan untuk masa depan terutama\n    berpusat pada menyerap informasi faktual. Masyarakat global kita terus\n    berubah. Faktanya, banyak pekerjaan yang di persiapkan untuk siswa tidak\n    ada saat ini. Oleh karena itu, kita harus mengajar siswa untuk berpikir dan\n    beradaptasi dengan berbagai skenario.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Komunikasi\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Komunikasi yang efektif, tepat waktu, harus dicontohkan di sekolah mana\n    pun. Komunikasi yang efektif adalah ciri khas organisasi yang efektif tanpa\n    memandang periode waktunya. Dalam kelas abad ke-21, siswa harus belajar\n    bagaimana berkomunikasi secara efektif melalui bentuk tertulis (baik\n    tradisional dan online).\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003ESiswa perlu belajar bagaimana menampilkan diri\n    secara profesional dan halus melalui komunikasi lisan dan tertulis.\n    Selanjutnya, kelas abad ke-21 harus mencakup perdebatan dengan pesanan dan\n    kesopanan. Mendengarkan secara aktif dan menindaklanjuti harus diberi fokus\n    sebagai penilaian. Instruksi ini akan mempersiapkan siswa untuk menjadi\n    anggota yang berkontribusi dari angkatan kerja dan masyarakat global.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Strategi Belajar Abad ke-21 di Sekolah\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Pembelajaran Berbasis Proyek\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2019\/12\/projects-and-project-based-learning-whats-the-difference\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003EPembelajaran berbasis proyek\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    adalah strategi berbasis penelitian yang memperkenalkan keaslian dan\n    relevansi ke ruang kelas mana pun. Untuk memanfaatkan strategi ini secara\n    efektif, guru harus membongkar standar penting dan mengelompokkannya untuk\n    digunakan dalam tugas berbasis proyek.\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u0026nbsp;Alih-alih melihat kurikulum sebagai\n    standar dan konten individu yang sangat banyak, guru harus terbuka untuk\n    berpikir standar mana yang dapat diajarkan secara bersamaan. Selanjutnya,\n    pembelajaran berbasis proyek cocok untuk instruksi lintas-kurikuler,\n    memungkinkan banyak guru untuk bekerja secara kolaboratif atau seorang guru\n    mandiri untuk meliput konten dari berbagai disiplin ilmu pada saat yang\n    bersamaan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Dalam membuat\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/teaching-strategies\/2020\/05\/how-to-support-project-based-learning-at-home\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Etugas berbasis proyek\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    , guru tidak boleh memberikan terlalu banyak informasi di awal atau membuat\n    tugas terlalu membatasi. Pilihan dan inovasi siswa sangat penting.\n    Selanjutnya, mintalah siswa merumuskan hipotesis dan menguji kemungkinan.\n    Siswa harus\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/teaching-strategies\/2019\/12\/embracing-mistakes-in-learning\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Enyaman membuat kesalahan\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    . Memilih jalur yang tidak berfungsi dan beralih arah dapat menghasilkan\n    pengalaman belajar yang lebih berharga.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Contoh tugas berbasis proyek yang solid dalam geometri adalah meminta siswa\n    menyusun rencana, daftar persediaan, dan perkiraan biaya untuk membangun\n    tambahan rumah. Siswa perlu mengerjakan luas, luas permukaan, dan\n    mempertimbangkan sudut. Siswa perlu menggunakan informasi ini untuk\n    memutuskan jumlah bahan dan sampai pada perkiraan biaya. Umpan balik dan\n    pembahasan dapat digunakan untuk membantu siswa mempertimbangkan bagian apa\n    yang mungkin terlewatkan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Tugas Menulis Otentik\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Berikan tugas menulis yang otentik dan relevan kepada siswa. Selanjutnya,\n    mintalah siswa mempresentasikan tentang temuan mereka. Efektif dan tepat\n    waktu tertulis dan keterampilan komunikasi verbal tentu penting dalam kelas\n    abad ke-21. Pertimbangkan untuk menugaskan siswa peran sebagai jurnalis\n    pemula. Siswa perlu mengatur dan menganalisis informasi. Tugas ini\n    menggabungkan kreativitas sekaligus membantu siswa menjadi pemikir mandiri.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Dalam merancang tugas ini, Anda dapat memasukkan pilihan siswa dengan\n    melakukan survei minat siswa untuk menetapkan artikel berdasarkan pilihan\n    siswa. Siswa bekerja lebih keras dan berprestasi di tingkat yang lebih\n    tinggi saat diberi tugas yang menyenangkan. Kemudian, mintalah siswa\n    melakukan presentasi tentang artikel mereka.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EGuru dapat menggunakan\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2020\/01\/how-to-use-learning-management-systems-in-school\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Esistem manajemen pembelajaran\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    agar siswa merekam dan mengedit presentasi untuk lebih menambah keaslian.\n    Kuncinya adalah bahwa penggunaan teknologi harus meningkatkan pengajaran\n    dan pembelajaran. Teknologi tidak boleh dilihat hanya sebagai tambahan\n    pelengkap.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Pembelajaran kooperatif\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Agar seorang siswa menjadi sukses, dia kemungkinan besar harus menjadi\n    anggota tim yang berkontribusi. Siswa harus belajar untuk menghormati dan\n    menghargai satu sama lain sambil mengatasi perbedaan apa pun. Dalam\n    merancang tugas\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/teaching-strategies\/2020\/07\/cooperative-learning-and-how-to-use-it-in-the-classroom\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Epembelajaran kooperatif\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    , guru hendaknya mempertimbangkan cara untuk memastikan kontribusi semua\n    siswa. Lebih lanjut, guru dapat memikirkan cara untuk memperkuat kemanjuran\n    diri siswa. Tugas ini harus mendalam dan membutuhkan inovasi. Gabungkan\n    refleksi tim dalam tugas ini.\n\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/2475433099784684865\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/08\/bagaimana-melaksanakan-pembelajaran.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2475433099784684865"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2475433099784684865"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/08\/bagaimana-melaksanakan-pembelajaran.html","title":"Bagaimana Melaksanakan Pembelajaran Kelas Abad ke-21 di Sekolah ?"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-4CRU9rWm34c\/Xz6ZnFc5qpI\/AAAAAAAABXQ\/VqpSSfRrufcYUT7yT7sit-ZCQvwzgzcYQCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h411-c\/Bagaimana-Melaksanakan-Pembelajaran-Kelas-Abad%2Bke-21%2Bdi-Sekolah.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-4342681705011529524"},"published":{"$t":"2020-08-14T10:26:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-08-14T10:26:25.871+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Siswa"}],"title":{"type":"text","$t":"Cara Membuat Klub Buku Virtual Untuk Siswa"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Sudah diketahui bahwa membaca sangat bermanfaat bagi anak-anak sejak lahir\n    dan berlanjut sepanjang kehidupan mereka. Ini adalah dasar untuk\n    mempelajari setiap mata pelajaran dan merupakan salah satu alat terbaik\n    yang dapat digunakan pendidik untuk membekali siswanya. Menurut “\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.scholastic.co.uk\/assets\/a\/0e\/05\/readingresearch-1327386.pdf\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003EThe Joy and Power of Reading\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    ”, “Anak-anak yang secara rutin membaca dari hari ke hari — dan tenggelam\n    dalam perbincangan yang kaya tentang buku dan berbagai aktivitas yang\n    mereka lakukan — berkembang pesat.”\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-SNNq6SphgFU\/XzX1kUzn0GI\/AAAAAAAABWo\/i9BNO8pxdsYzMxgQgj4LKLOyI_QxUWSlQCLcBGAsYHQ\/s600\/Cara-Membuat-Klub-Buku-Virtual-Untuk-Siswa.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Cara Membuat Klub Buku Virtual Untuk Siswa\" border=\"0\" data-original-height=\"388\" data-original-width=\"600\" height=\"414\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-SNNq6SphgFU\/XzX1kUzn0GI\/AAAAAAAABWo\/i9BNO8pxdsYzMxgQgj4LKLOyI_QxUWSlQCLcBGAsYHQ\/w640-h414\/Cara-Membuat-Klub-Buku-Virtual-Untuk-Siswa.png\" title=\"Cara Membuat Klub Buku Virtual Untuk Siswa\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003EKlub buku adalah salah satu cara untuk\n    membuat siswa membaca, berbicara, dan memikirkan tentang teks. Di bawah ini\n    adalah beberapa saran tentang cara membuat klub buku virtual Anda sendiri\n    untuk siswa.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cspan style=\"font-weight: normal;\"\u003EPilihan Siswa Saat Memilih Buku\u003C\/span\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Kate DiCamillo, seorang penulis populer, pernah berkata \u003Cstrong\u003E,\u003C\/strong\u003E\n    “Membaca tidak boleh disajikan kepada seorang anak sebagai tugas, tugas.\n    Itu harus ditawarkan sebagai hadiah. \" Memberi siswa pilihan tentang jenis\n    buku yang mereka baca sangat penting. Pikirkan tentang bagaimana siswa\n    membaca sebagai orang dewasa.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003ESaat memilih buku untuk digunakan dengan\n    memilih mulai dari genre, pengarang, atau subjek yang disukai. Jauh lebih\n    sulit untuk membaca jika tidak menyukai bukunya. Hal yang sama berlaku\n    untuk anak-anak. Biarkan mereka berbicara sebanyak mungkin saat memilih\n    buku.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EAmbil suara kelas atau tawarkan beberapa judul dan tempatkan siswa\n    dalam kelompok berdasarkan teks yang mereka pilih. Kita akan menemukan\n    bahwa siswa jauh lebih mungkin untuk menyelesaikan pekerjaan mereka ketika\n    mereka memiliki rasa kepemilikan dan minat dalam tugas mereka.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cspan style=\"font-weight: normal;\"\u003EDorong Siswa untuk Mengenal Satu Sama Lain\u003C\/span\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Setelah menetapkan pengelompokan klub buku (apakah itu satu buku yang\n    dibaca secara keseluruhan atau beberapa buku dalam kelompok yang lebih\n    kecil), dorong siswa untuk saling mengenal. Bagi kebanyakan siswa, jauh\n    lebih mudah untuk berbicara dengan teman yang mereka kenal dan percaya\n    daripada dengan orang asing.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EMulailah sesi klub buku pertama dengan\n    permainan pemecah es, mintalah siswa memposting kolase perkenalan, atau\n    minta setiap siswa memposting Flipgrid yang membagikan dua fakta menarik\n    tentang diri mereka. Membuat koneksi satu sama lain akan membantu\n    memfasilitasi\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/teaching-strategies\/2020\/04\/how-to-promote-student-autonomy-in-online-discussions\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003E\u003Cu\u003Ebetter discussion\u003C\/u\u003E\u003C\/strong\u003E\n        \u003Cstrong\u003E \u003C\/strong\u003E\n        \u003Cstrong\u003Edi\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    seluruh klub buku dan secara umum sepanjang pengalaman eLearning mereka.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cspan style=\"font-weight: normal;\"\u003EBiarkan Siswa Memimpin\u003C\/span\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Banyak hal dapat diperoleh dengan membiarkan siswa memimpin diskusi. Tentu,\n    memiliki pertanyaan atau pokok pembicaraan sangat membantu untuk memandu\n    percakapan. Tetapi biarkan anak-anak berbicara tentang apa yang membuat\n    mereka bersemangat dalam teks. Jika siswa menghabiskan seluruh diskusi pada\n    satu bagian teks, biarkan mereka.\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u0026nbsp;Jika mereka beralih keluar dari\n    pertanyaan awal dan pergi ke rute yang berbeda sama sekali, biarkan mereka.\n    Hal ini membantu siswa menjadi kontributor yang percaya diri dan\n    menghilangkan kebutuhan untuk memotong siswa untuk menyelesaikan sejumlah\n    pertanyaan yang ditentukan yang mungkin tidak tertarik untuk didiskusikan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cspan style=\"font-weight: normal;\"\u003EDapatkan Hasil Maksimal dari Waktu yang Digunakan\u003C\/span\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Untuk mendapatkan hasil maksimal dari klub buku, penting bagi pendidik\n    untuk menyiapkan siswanya. Tentukan bagian dari buku yang perlu\n    diselesaikan. Sediakan video, lembar kerja, atau situs web kepada siswa\n    yang dapat mereka tinjau sebelumnya.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EHal ini tidak hanya memberi mereka\n    bimbingan dan tujuan untuk menyelesaikan bacaan tetapi juga lebih\n    mempersiapkan mereka untuk diskusi yang akan datang. Siswa yang lebih siap\n    akan berkontribusi lebih banyak dan dengan demikian mengambil lebih banyak\n    dari klub virtual mereka. Siapkan siswa untuk sukses sehingga mereka dapat\n    dengan mudah berhasil.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cspan style=\"font-weight: normal;\"\u003EMemanfaatkan Pertanyaan Teks-ke-Diri Sendiri\u003C\/span\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Agar siswa memperoleh keterampilan yang mereka butuhkan tidak hanya untuk\n    membaca tetapi untuk memahami, siswa memerlukan strategi untuk membantu\n    mereka memantau diri sendiri. Membaca dengan strategi membantu pembaca\n    memantau pemikiran mereka dan membuat hubungan antara mereka sendiri, teks\n    lain, dan dunia.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003ESiswa secara aktif berpikir ketika mereka membuat koneksi,\n    dan ini membuat pembaca dan pengalaman membaca lebih terlibat. Sediakan\n    bagi siswa pertanyaan teks-ke-diri yang dapat mereka ajukan selama membaca\n    bagian-bagian buku. Atau, mintalah siswa menuliskan pertanyaan yang mereka\n    tanyakan pada diri mereka sendiri saat membaca dan membawa pertanyaan\n    tersebut ke dalam diskusi.\n    \u003Ca href=\"http:\/\/www.smoran.ednet.ns.ca\/Reader'sworkshop\/texttoself_connections.htm#:~:text=Text%2Dto%2Dself%20connections%20are,took%20to%20my%20grandfather's%20farm.%22\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003EPertanyaan teks ke diri sendiri\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    dapat digunakan dalam berbagai cara dan sangat membantu untuk menjaga siswa\n    tetap fokus pada teks.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cspan style=\"font-weight: normal;\"\u003ETekankan Persiapan sebagai Bagian dari Partisipasi\u003C\/span\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Untuk memiliki klub buku virtual yang sukses, siswa harus mempersiapkan\n    diri. Jika siswa merasa mudah di lingkungan kelas untuk duduk dan\n    membiarkan orang lain yang berbicara, ini bisa lebih mudah dalam pengaturan\n    virtual. Sebagai pendidik, persiapan siswa dapat menjadi kunci untuk\n    memastikan semua siswa berpartisipasi.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003ETawarkan cara kepada siswa untuk\n    berkontribusi dalam berbagai cara, sehingga semua orang merasa nyaman.\n    Mintalah siswa untuk datang ke diskusi dengan gambar karakter favorit\n    mereka, dengan kutipan yang penting bagi mereka, atau dengan pertanyaan\n    yang ingin mereka tanyakan kepada guru. Ide-ide semacam ini bahkan\n    memberikan suara kepada siswa yang lebih pendiam dan membantu untuk tidak\n    menekan mereka atau menempatkan mereka di tempat di depan teman sekelas\n    mereka.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Mengembangkan kecintaan dan apresiasi membaca adalah salah satu hadiah\n    paling berharga yang dapat diberikan seorang guru kepada siswanya. Dengan\n    membuat klub buku virtual yang memberi siswa pilihan, membantu mereka\n    mengenal teman sekelasnya, dan membangun kepercayaan diri dalam\n    berkontribusi dalam percakapan, kebiasaan membaca seumur hidup dapat\n    dipupuk dan landasan membaca yang kuat dapat diletakkan. Cobalah klub buku\n    virtual menggunakan beberapa saran di atas, dan lihat betapa bersemangatnya\n    siswa Anda\n\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/4342681705011529524\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/08\/cara-membuat-klub-buku-virtual-untuk.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4342681705011529524"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4342681705011529524"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/08\/cara-membuat-klub-buku-virtual-untuk.html","title":"Cara Membuat Klub Buku Virtual Untuk Siswa"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-SNNq6SphgFU\/XzX1kUzn0GI\/AAAAAAAABWo\/i9BNO8pxdsYzMxgQgj4LKLOyI_QxUWSlQCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h414-c\/Cara-Membuat-Klub-Buku-Virtual-Untuk-Siswa.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-6007559014718989896"},"published":{"$t":"2020-08-11T23:07:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-08-11T23:07:06.361+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"LKPD IPS 8 SMP"}],"title":{"type":"text","$t":"Lembar Kerja Peserta Didik \"Pengaruh Perkembangan Ilmu dan Teknologi Terhadap Perubahan Ruang\""},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\u003Cb\u003E1. Pendahuluan\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\n    Perkembangan ilmu dan teknologi telah berpengaruh terhadap berbagai aspek\n    kehidupan manusia. Manusia lebih dimudahkan dalam berbagai hal ketika\n    beraktivitas. Ilmu yang menghasilkan teknologi komunikasi mengurangi jarak\n    dan waktu dalam berinteraksi antar pihak. Teknologi yang memiliki peranan\n    besar dalam mengubah kehidupan manusia dalam berinteraksi adalah teknologi\n    transportasi dan teknologi komunikasi.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003ETeknologi transportasi dimanfaatkan\n    untuk memindahkan barang dan manusia dari satu tepat ke tempat lain.\n    Teknologi komunikasi dimanfaatkan untuk bertukar informasi. Teknologi\n    produksi digunakan untuk memproduksi sandang, pangan, dan papan. Segala macam jenis teknologi bermanfaat karena memudahkan pekerjaan\n    manusia.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    a. \u003Cstrong\u003ETeknologi Transportasi\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\n    \u003C\/p\u003E\n    Saat ini, berbagai macam bentuk alat transportasi dapat dijumpai baik di\n    darat, laut, dan udara. Ilmu dan pengetahuan yang semakin luas telah\n    memungkinkan perkembangan berbagai macam alat transportasi yang nyaman,\n    cepat, dan dengan tingkat keamanan yang tinggi.\u0026nbsp;\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-LNswMEA3XF8\/XzKspG2wsnI\/AAAAAAAABWM\/vg9dsA7IgocZjyCkxI8GjzNYHfh2NlcpgCLcBGAsYHQ\/s600\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Pengaruh-Perkembangan-Ilmu-dan-Teknologi-Terhadap-Perubahan-Ruang.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Lembar Kerja Peserta Didik \u0026quot;Pengaruh Perkembangan Ilmu dan Teknologi Terhadap Perubahan Ruang\u0026quot;\" border=\"0\" data-original-height=\"195\" data-original-width=\"600\" height=\"208\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-LNswMEA3XF8\/XzKspG2wsnI\/AAAAAAAABWM\/vg9dsA7IgocZjyCkxI8GjzNYHfh2NlcpgCLcBGAsYHQ\/w640-h208\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Pengaruh-Perkembangan-Ilmu-dan-Teknologi-Terhadap-Perubahan-Ruang.jpg\" title=\"Lembar Kerja Peserta Didik \u0026quot;Pengaruh Perkembangan Ilmu dan Teknologi Terhadap Perubahan Ruang\u0026quot;\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EKereta cepat monorel,\n    pesawat terbang, dan \u003Cem\u003Espeed boat\u003C\/em\u003E terus mengalami perbaikan demi\n    kenyamanan penumpangnya. Namun demikian, alat transportasi tradisional yang\n    belum menggunakan mesin masih dapat dijumpai dan bertahan sampai saat ini\n    di negara-negara ASEAN, seperti pedati, delman, dan becak.\n\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\n    \u003C\/p\u003E\n    Adanya perkembangan teknologi tansportasi membawa perubahan aktivitas\n    manusia yang berakibat terhadap perubahan tata kehidupan. Jumlah orang\n    Indonesia yang pergi ke Malaysia dan Singapura atau sebaliknya semakin\n    meningkat setiap tahunnya.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EPesawat bukan lagi alat transportasi yang mahal.\n    Setiap orang dapat menikmati layanan karena harganya yang terjangkau,\n    cepat, dan nyaman. Kapal laut selain digunakan sebagai sarana transportasi,\n    juga saat ini digunakan sebagai sarana wisata. Transportasi darat semakin\n    banyak memberikan alternatif perjalanan.\n\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\n    \u003C\/p\u003E\n    Perkembangan sarana transportasi membutuhkan ruang sebagai sarana ataupun\n    prasarana. Semakin banyak alat transportasi di darat, laut, ataupun udara,\n    sarana dan prasarana penunjang seperti perluasan jalan, terminal, bandara,\n    dermaga pelabuhan juga semakin mendesak pembangunannya.\n\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\n    \u003C\/p\u003E\n    Pembangunan prasarana transportasi akan mengubah kondisi wilayah di suatu\n    negara. Lahan-lahan produktif seperti hutan atau sawah diubah untuk\n    membangun jaringan jalan. Di beberapa negara ASEAN, rekayasa jaringan\n    lalu-lintas transportasi darat sudah sangat canggih. Singapura dan Thailand\n    lain mengembangkan jaringan transportasi darat bawah tanah.\n\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\n    \u003C\/p\u003E\n    Perubahan penggunaan lahan sebagai sarana transportasi terjadi juga di\n    sekitar bandara. Lahan yang sebelumnya digunakan sebagai pemukiman atau\n    persawahan dikonversi demi perluasan area bandara. Contohnya, pembangunan\n    Bandara Suvarnabhumi di Thailand yang menggantikan Bandara Don Muang,\n    Bandara Luang Prabang di Laos, Bandara Ninoy Aquino di Filipina, dan\n    lain-lain.\n\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    b. \u003Cstrong\u003ETeknologi Komunikasi\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Komunikasi merupakan cara manusia saling berhubungan atau berinteraksi.\n    Cara berkomunikasi pertama kali diajarkan oleh ibu kepada anaknya. Bahasa\n    yang diajarkan sang ibu kepada anaknya dinamakan bahasa ibu. Bahasa ibu\n    dapat berupa bahasa Indonesia, bahasa Melayu, bahasa Inggris, atau bahasa\n    lainnya.\n\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-tn2YyJc8hPs\/XzKsT6dxWHI\/AAAAAAAABWE\/s3TwbmK5WZcroxCZMZPELsy8Jt3zdDqeQCLcBGAsYHQ\/s797\/Lembar%2BKerja%2BPeserta%2BDidik%2BPengaruh%2BPerkembangan%2BIlmu%2Bdan%2BTeknologi%2BTerhadap%2BPerubahan%2BRuang.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"379\" data-original-width=\"797\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-tn2YyJc8hPs\/XzKsT6dxWHI\/AAAAAAAABWE\/s3TwbmK5WZcroxCZMZPELsy8Jt3zdDqeQCLcBGAsYHQ\/s640\/Lembar%2BKerja%2BPeserta%2BDidik%2BPengaruh%2BPerkembangan%2BIlmu%2Bdan%2BTeknologi%2BTerhadap%2BPerubahan%2BRuang.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003EIlmu pengetahuan telah berjasa mengubah perkembangan teknologi komunikasi\n    menjadi semakin canggih. Teknologi komunikasi memungkinkan informasi dapat\n    menyebar luas dalam waktu yang singkat. Berbeda dengan keadaan pada masa\n    lalu ketika komunikasi masih menggunakan surat, yang membutuhkan waktu yang\n    lama untuk sampai ke tujuan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EPerkembangan teknologi komunikasi sangat\n    menguntungkan karena dapat mengurangi jarak dan waktu Meskipun demikian,\n    perkembangan teknologi komunikasi dapat juga membawa kerugian, antara lain\n    mengurangi intensitas interaksi secara langsung antarmasyarakat.\n\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cb\u003E2. Rincian Kerja\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003EBaca pendahuluan diatas dengan seksama dan diskusikan dengan kelompokmu !\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EPerhatikan gambar yang menyangkut Teknologi Transportasi dan Komunikasi diatas kemudian tentukan dampak negatif dan positif dari gambar A dan B !\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cb\u003E3. Pertanyaan\u003C\/b\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003ESebutkan masing-masing 2 dampak negatif dan positih dari teknologi transportasi moderen dan kuno !\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ESebutkan masing-masing 2 dampak negatif dan positif dari teknologi komunikasi moderen dan kuno !\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/6007559014718989896\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/08\/lembar-kerja-peserta-didik-pengaruh.html#comment-form","title":"3 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6007559014718989896"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6007559014718989896"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/08\/lembar-kerja-peserta-didik-pengaruh.html","title":"Lembar Kerja Peserta Didik \"Pengaruh Perkembangan Ilmu dan Teknologi Terhadap Perubahan Ruang\""}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-LNswMEA3XF8\/XzKspG2wsnI\/AAAAAAAABWM\/vg9dsA7IgocZjyCkxI8GjzNYHfh2NlcpgCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h208-c\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Pengaruh-Perkembangan-Ilmu-dan-Teknologi-Terhadap-Perubahan-Ruang.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"3"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-7242203085603279300"},"published":{"$t":"2020-08-08T21:29:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-08-08T21:29:59.748+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Apa dan Bagaimana Model Pembelajaran Diferensiasi"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Diferensiasi berarti menyesuaikan instruksi untuk memenuhi kebutuhan\n    individu. Apakah guru membedakan konten, proses, produk, atau lingkungan\n    belajar, penggunaan penilaian yang berkelanjutan dan pengelompokan yang\n    fleksibel menjadikan ini pendekatan pengajaran yang berhasil.\n\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-gNlQQ6vbSkU\/Xy6oZ2zH3hI\/AAAAAAAABVA\/1y_n5YWFwrwiAOqXyhDMHHmkNsNMYSXrwCLcBGAsYHQ\/s600\/Apa-dan-Bagaimana-Model-Pembelajaran-Diferensiasi.png\" imageanchor=\"1\" style=\"display: block; padding: 1em 0px;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Apa dan Bagaimana Model Pembelajaran Diferensiasi\" border=\"0\" data-original-height=\"360\" data-original-width=\"600\" height=\"384\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-gNlQQ6vbSkU\/Xy6oZ2zH3hI\/AAAAAAAABVA\/1y_n5YWFwrwiAOqXyhDMHHmkNsNMYSXrwCLcBGAsYHQ\/w640-h384\/Apa-dan-Bagaimana-Model-Pembelajaran-Diferensiasi.png\" title=\"Apa dan Bagaimana Model Pembelajaran Diferensiasi\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003E\u003Cstrong\u003ETujuan Pembelajaran pada materi ini\u003C\/strong\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Bagaimana memvariasikan tingkat konten yang akan disajikan\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EBagaimana menyediakan berbagai lingkungan belajar\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Berbagai cara siswa dapat menunjukkan apa yang telah mereka pelajari\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pada tingkat paling dasar, diferensiasi terdiri dari upaya guru untuk\n    menanggapi perbedaan di antara peserta didik di kelas. Setiap kali seorang\n    guru menjangkau individu atau kelompok kecil untuk memvariasikan\n    pengajarannya dan menciptakan pengalaman belajar terbaik, guru itudisini\n    membedakan cara belajar.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Guru dapat membedakan setidaknya empat elemen kelas berdasarkan kesiapan,\n    minat, atau profil pembelajaran siswa:\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cul\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        \u003Cstrong\u003EKonten\u003C\/strong\u003E\n        - apa yang perlu dipelajari siswa atau bagaimana siswa akan mendapatkan\n        akses ke informasi;\n    \u003C\/li\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        \u003Cstrong\u003EProses\u003C\/strong\u003E\n        - kegiatan di mana siswa terlibat untuk memahami atau menguasai konten;\n    \u003C\/li\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        \u003Cstrong\u003EProduk\u003C\/strong\u003E\n        - proyek tepat yang meminta siswa untuk berlatih, menerapkan, dan\n        memperluas apa yang telah dia pelajari dalam sebuah unit; dan\n    \u003C\/li\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        \u003Cstrong\u003ELingkungan belajar\u003C\/strong\u003E\n        - cara kerja dan perasaan ruang kelas.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Ca name=\"content\"\u003E\u003C\/a\u003E\n    \u003Cstrong\u003EKandungan\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Contoh membedakan konten di tingkat dasar meliputi hal berikut:\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003EMenggunakan bahan bacaan pada berbagai tingkat kesulitan;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMenempatkan bahan teks pada tujuan yang tepat;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMenggunakan daftar ejaan atau kosakata pada tingkat kesiapan siswa;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMenyajikan ide melalui sarana pendengaran dan visual;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMemanfaatkan teman dalam membaca; dan\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EBertemu dengan kelompok kecil untuk mengajarkan kembali ide atau\n    keterampilan untuk memperluas pemikiran atau keterampilan pelajar tingkat\n    lanjut.\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Ca name=\"process\"\u003E\u003C\/a\u003E\n    \u003Cstrong\u003EProses\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Contoh pembedaan proses atau kegiatan di tingkat dasar meliputi:\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003EMenggunakan kegiatan berjenjang di mana semua peserta didik bekerja\n    dengan pemahaman dan keterampilan penting yang sama, tetapi melanjutkan\n    dengan tingkat dukungan, tantangan, atau kompleksitas yang berbeda;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMenyediakan materi minat yang mendorong siswa untuk mengeksplorasi\n    subset dari topik kelas yang menarik bagi mereka;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMengembangkan agenda pribadi (daftar tugas yang ditulis oleh guru dan\n    berisi pekerjaan yang sama untuk seluruh kelas dan pekerjaan yang memenuhi\n    kebutuhan individu peserta didik) yang harus diselesaikan baik selama waktu\n    agenda tertentu atau saat siswa menyelesaikan pekerjaan lain lebih awal;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMenawarkan manipulatif atau dukungan langsung lainnya bagi siswa yang\n    membutuhkannya; dan\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMemvariasikan lama waktu siswa dapat menyelesaikan tugas untuk\n    memberikan dukungan tambahan bagi pelajar yang sedang berproses atau untuk\n    mendorong pelajar yang maju untuk mengejar topik secara lebih mendalam.\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Ca name=\"products\"\u003E\u003C\/a\u003E\n    \u003Cstrong\u003EProduk\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Contoh-contoh produk yang membedakan pada tingkat dasar meliputi hal\n    berikut:\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003EMemberi siswa pilihan tentang bagaimana mengekspresikan pembelajaran\n    yang diperlukan (misalnya, membuat pertunjukan boneka, menulis surat, atau\n    mengembangkan mural dengan label);\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMenggunakan rubrik yang mencocokkan dan memperluas tingkat keterampilan\n    siswa yang bervariasi;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMengizinkan siswa untuk bekerja sendiri atau dalam kelompok kecil pada\n    produk mereka; dan\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMendorong siswa untuk membuat tugas produk mereka sendiri selama tugas\n    tersebut mengandung elemen yang diwajibkan.\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Ca name=\"learning\"\u003E\u003C\/a\u003E\n    \u003Cstrong\u003ELingkungan belajar\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Contoh pembedaan lingkungan belajar di tingkat dasar meliputi:\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003EMemastikan ada tempat di dalam ruangan untuk bekerja dengan tenang dan\n    tanpa gangguan, serta tempat yang mengundang kolaborasi siswa;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMenyediakan bahan yang mencerminkan berbagai budaya dan pengaturan\n    rumah;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMenetapkan pedoman yang jelas untuk pekerjaan independen yang sesuai\n    dengan kebutuhan individu;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMengembangkan rutinitas yang memungkinkan siswa mendapatkan bantuan\n    ketika guru sibuk dengan siswa lain dan tidak dapat segera membantu mereka;\n    dan\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMembantu siswa memahami bahwa beberapa peserta didik perlu bekerja untuk\n    belajar, sementara yang lain lebih baik duduk dengan tenang.\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/7242203085603279300\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/08\/apa-dan-bagaimana-model-pembelajaran.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/7242203085603279300"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/7242203085603279300"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/08\/apa-dan-bagaimana-model-pembelajaran.html","title":"Apa dan Bagaimana Model Pembelajaran Diferensiasi"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-gNlQQ6vbSkU\/Xy6oZ2zH3hI\/AAAAAAAABVA\/1y_n5YWFwrwiAOqXyhDMHHmkNsNMYSXrwCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h384-c\/Apa-dan-Bagaimana-Model-Pembelajaran-Diferensiasi.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-6701553567887494422"},"published":{"$t":"2020-08-07T10:57:00.002+08:00"},"updated":{"$t":"2020-08-08T17:50:04.338+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Strategi Diferensiasi Pengajaran di Kelas"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    Pengajaran yang dibedakan (diferensiasi) mungkin merupakan bagian dari\n    perencanaan setiap guru setelah melakukan evaluasi. Selain menjadi komponen\n    evaluatif, diferensiasi diperlukan untuk memaksimalkan keberhasilan siswa.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-0va4_gu6OVs\/XyzCyMffRYI\/AAAAAAAABUk\/QAlDASNesaw1H4UYfYtZlvD5KkdXmAtMgCLcBGAsYHQ\/s910\/Strategi-Diferensiasi-Pengajaran-di%2BKelas.png\" style=\"display: block; padding: 1em 0px;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Strategi Diferensiasi Pengajaran di Kelas\" border=\"0\" data-original-height=\"598\" data-original-width=\"910\" height=\"421\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-0va4_gu6OVs\/XyzCyMffRYI\/AAAAAAAABUk\/QAlDASNesaw1H4UYfYtZlvD5KkdXmAtMgCLcBGAsYHQ\/w640-h421\/Strategi-Diferensiasi-Pengajaran-di%2BKelas.png\" title=\"Strategi Diferensiasi Pengajaran di Kelas\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003ESiswa memiliki kebutuhan akademis yang beragam, dan tergantung kepada guru\n    untuk memastikan bahwa setiap kebutuhan unik terpenuhi.\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.readingrockets.org\/article\/what-differentiated-instruction\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003EInstruksi yang dibedakan\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    adalah salah satu metode yang dapat gunakan untuk memenuhi kebutuhan ini.\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003EMengapa Diferensiasi itu Penting\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Setiap siswa memiliki berbagai tingkat kemampuan akademik, pengalaman hidup\n    yang beragam, dan segudang kekuatan, kelemahan, dan minat. Dengan demikian,\n    dapat menjadi tantangan bagi seorang guru untuk memberikan setiap siswa apa\n    yang dia butuhkan untuk menunjukkan pertumbuhan di kelas.\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EDiferensiasi\n    adalah serangkaian keterampilan yang memungkinkan guru untuk mendukung\n    setiap siswa secara memadai. Hal ini penting karena setiap tujuan guru\n    haruslah keberhasilan siswa, dan kebutuhan siswa, meskipun berlimpah, dapat\n    menjadi penghalang jalan menuju kesuksesan jika tidak terpenuhi. Instruksi\n    yang dibedakan membuat apa yang tampaknya tidak mungkin menjadi mungkin –\n    Guru dapat melakukan perencanaan pada level yang berbeda secara bersamaan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003EBagaimana Diferensiasi Meningkatkan Manajemen Kelas\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Alasan lain mengapa\n    \n        \u003Cstrong\u003Epengajaran\u003C\/strong\u003E\n    \n    yang\n    \n        \u003Cstrong\u003Edibedakan\u003C\/strong\u003E\n    \n    itu penting adalah dampak positifnya terhadap manajemen kelas. Ruang kelas\n    yang dikelola dengan baik membutuhkan banyak komponen, dan diferensiasi\n    adalah komponen kuncinya. Ketika siswa merasa mereka bisa sukses, mereka\n    lebih cenderung mengerahkan upaya. Lebih jauh lagi, ketika seorang guru\n    menunjukkan minat pada kebutuhan siswa, seorang siswa merasa dihargai dan\n    lebih mungkin untuk memenuhi harapan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003EBeberapa strategi Diferensiasi untuk Diterapkan di Kelas.\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Ada tiga cara utama untuk membedakan instruksi - melalui konten, proses,\n    atau produk.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cul type=\"disc\"\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        \u003Cstrong\u003EMembedakan Konten -\u003C\/strong\u003E\n        Saat\n        \n            \u003Cstrong\u003Emembedakan konten\u003C\/strong\u003E\n        \n        , guru dapat menggunakan beberapa metode untuk menyampaikan konten\n        kepada siswa. Misalnya, siswa harus membaca artikel. Siswa A sudah\n        mahir dan dapat membaca artikel dalam format aslinya. Siswa B, yang\n        berjuang dengan melek huruf, dapat menerima artikel yang diformat dalam\n        potongan untuk memudahkan pemahaman. Siswa C, yang merupakan Pembelajar\n        Bahasa Inggris (ELL), dapat memperoleh dukungan dari aplikasi\n        terjemahan dan gambar untuk disertakan dengan teks.\u003C\/li\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        \u003Cstrong\u003EDifferentiating Process -\u003C\/strong\u003E\n        Proses adalah cara siswa mencerna dan menunjukkan pemahaman informasi.\n        Mari kita kunjungi kembali ketiga siswa kita. Jika sudah waktunya\n        menulis ringkasan singkat untuk menunjukkan pemahaman, proses ini\n        mungkin terlihat berbeda untuk setiap siswa. Siswa A maju; sehingga dia\n        bisa menulis paragraf di atas kertas biasa hanya dengan prompt. Siswa B\n        berjuang dengan literasi dan dapat memperoleh manfaat dari pengatur\n        grafik dan \/ atau kalimat sebagai dukungan. Siswa C, juga dapat\n        memperoleh manfaat dari dukungan yang diterima Siswa B. Bergantung pada\n        kemampuan bahasa Inggrisnya, siswa C juga bisa menggambar untuk\n        mendukung ringkasan, atau menulis paragraf dalam bahasa aslinya dan\n        menerjemahkan.\n    \u003C\/li\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        \u003Cstrong\u003EMembedakan Produk -\u003C\/strong\u003E\n        Membedakan produk berarti mendiversifikasi cara siswa menunjukkan\n        penguasaan. Misalnya, ketika Siswa A, B, dan C ditugaskan untuk\n        mensintesis artikel dengan sumber lain, mereka dapat melakukannya\n        dengan berbagai cara. Mungkin siswa dapat memilih di antara daftar\n        proyek yang memerlukan berbagai tingkat penulisan, kreativitas, dan\n        keterampilan lainnya. Gagasan lain adalah guru memberikan proyek yang\n        berbeda berdasarkan kemampuan dan minat siswa.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Instruksi yang dibedakan adalah kata kunci pendidikan yang sudah lama\n    dikenal yang dapat tampak klise karena prevalensinya dalam pendidikan. Kita\n    harus ingat bahwa ini penting. Diferensiasi adalah salah satu keterampilan\n    paling berharga yang dapat dikembangkan oleh seorang guru.\n\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/6701553567887494422\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/08\/strategi-diferensiasi-pengajaran-di.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6701553567887494422"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6701553567887494422"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/08\/strategi-diferensiasi-pengajaran-di.html","title":"Strategi Diferensiasi Pengajaran di Kelas"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-0va4_gu6OVs\/XyzCyMffRYI\/AAAAAAAABUk\/QAlDASNesaw1H4UYfYtZlvD5KkdXmAtMgCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h421-c\/Strategi-Diferensiasi-Pengajaran-di%2BKelas.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-5270670732511420072"},"published":{"$t":"2020-08-04T23:12:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-08-04T23:12:44.547+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Pembelajaran Kooperatif dan Cara Menggunakannya di Kelas"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Ch3\u003E\n    Apa itu Pembelajaran Kooperatif?\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pembelajaran kooperatif adalah model presentasi instruksi kelas yang\n    melibatkan siswa yang bekerja bersama untuk memenuhi\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/teaching-strategies\/2020\/01\/top-elements-of-student-goal-setting\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Etujuan belajar\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    mereka dalam tim atau kelompok belajar. Pada 1940-an, para reformator\n    pendidikan seperti John Dewey mulai menganalisis manfaat siswa yang bekerja\n    bersama di kelas. Pada saat itu, pembelajaran kooperatif dianggap mutakhir\n    dibandingkan dengan format yang disukai dari pembelajaran siswa secara\n    individu. Di sekolah satu ruangan pada tahun 1800-an dan awal 1900-an,\n    siswa dari segala usia mengerjakan tujuan belajar mereka sendiri.\n\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-IV0bq65P0Uw\/Xyl6FFjUNAI\/AAAAAAAABUE\/8kaGdvSE8lEKuOa93BeRG42QM6LwISAUQCLcBGAsYHQ\/s600\/Pembelajaran-Kooperatif-dan-Cara-Menggunakannya-di%2BKelas.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Pembelajaran Kooperatif dan Cara Menggunakannya di Kelas\" border=\"0\" data-original-height=\"364\" data-original-width=\"600\" height=\"388\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-IV0bq65P0Uw\/Xyl6FFjUNAI\/AAAAAAAABUE\/8kaGdvSE8lEKuOa93BeRG42QM6LwISAUQCLcBGAsYHQ\/w640-h388\/Pembelajaran-Kooperatif-dan-Cara-Menggunakannya-di%2BKelas.png\" title=\"Pembelajaran Kooperatif dan Cara Menggunakannya di Kelas\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003EPembelajaran kooperatif melibatkan lebih dari sekadar meminta siswa duduk\n    bersama dalam kelompok. Ketika dilakukan dengan baik, pembelajaran\n    kooperatif melibatkan perencanaan dengan arahan yang jelas, peran pekerjaan\n    siswa, dan hasil serta ukuran untuk tujuan pembelajaran. Guru yang\n    menggunakan metode ini memberi nilai dalam bentuk kerja sama, kerja tim,\n    dan kolaborasi sebagai bagian utama dari ruang kelas mereka. Siswa yang\n    belajar bagaimana berkolaborasi melalui pembelajaran kooperatif dapat\n    menjadi orang dewasa yang bekerja bersama secara lebih efektif di tempat\n    kerja.\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Di kelas, pelajaran pembelajaran kooperatif melibatkan siswa yang bekerja\n    dalam kelompok kecil untuk menyelesaikan tugas belajar. Tugas ini diberikan\n    oleh guru dengan arah yang jelas. Siswa kemudian mengerjakan tugas bersama\n    dengan peran yang telah ditentukan (yaitu reporter, juru bicara, peneliti,\n    perekam). Guru yang efektif mengevaluasi kelompok bersama karena mereka\n    memahami bahwa setiap orang dalam kelompok memiliki tanggung jawab\n    “bersama”.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Ketika kelompok pembelajaran kooperatif menyelesaikan tugas belajar, guru\n    mengevaluasi hasilnya. Evaluasi itu perlu mencakup beberapa jenis format\n    untuk menentukan apakah siswa mencapai tujuan pembelajaran mereka (yaitu\n    rubrik). Jika siswa yang berada dalam kelompok tidak bertanggung jawab\n    untuk membantu menyelesaikan bagian mereka dari tugas kelompok belajar,\n    maka itu bukan \"pembelajaran kooperatif\".\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Apa Manfaat Pembelajaran Kooperatif?\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Ada banyak manfaat untuk pengajaran di kelas ketika strategi pembelajaran\n    kooperatif dilakukan dengan benar. Ada beberapa yang dibahas secara singkat\n    di sini termasuk: promosi interaksi sosial, peningkatan kepercayaan diri\n    siswa, peningkatan keterampilan kolaboratif siswa, serta peningkatan\n    keterampilan pengambilan keputusan siswa. Ruang kelas yang dikelola dengan\n    pembelajaran kooperatif juga dapat membantu guru dalam bekerja dengan siswa\n    yang memiliki kesenjangan keterampilan yang lebih luas.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Guru dengan siswa yang bekerja dalam kelompok pembelajaran kooperatif\n    biasanya memungkinkan interaksi sosial yang lebih banyak dan dapat\n    meningkatkan keterampilan kolaboratif siswa. Kelompok belajar kooperatif\n    memaksa siswa untuk berinteraksi secara sosial dan berlatih kolaborasi.\n    Pelajaran guru yang mencakup kolaborasi siswa yang positif dan aktif\n    direncanakan dengan arahan dan harapan yang jelas bagi siswa.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Banyak siswa yang malu-malu dalam kelompok secara keseluruhan sering ragu\n    untuk berbagi pemikiran, pertanyaan, atau jawaban. Siswa yang\n    berpartisipasi dalam pelajaran pembelajaran kooperatif memiliki peluang\n    untuk membangun kepercayaan diri mereka (sekali lagi jika direncanakan\n    secara efisien dan efektif oleh guru).\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EKarena itu, guru harus bekerja\n    sangat keras untuk memastikan bahwa semua siswa yang bekerja dalam kelompok\n    koperasi memiliki bagian dalam tugas tersebut. Mereka harus meyakinkan\n    mereka dan meminta pertanggungjawaban mereka. Apakah setiap siswa dalam\n    kelompok memiliki peran atau tanggung jawab? Apakah guru berkeliaran di\n    kelas selama pelajaran, mengajukan pertanyaan-pertanyaan kunci untuk\n    memeriksa pemahaman siswa dan memastikan bahwa mereka mendengar dan melihat\n    semua siswa berpartisipasi?\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pelajaran pembelajaran kooperatif yang direncanakan secara efisien dapat\n    memungkinkan pertumbuhan dalam pengambilan keputusan siswa. Siswa yang\n    bekerja dalam kelompok dan berkolaborasi (berbicara, merencanakan dll.)\n    Lebih mungkin untuk mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan\n    mereka. Banyak tempat kerja modern membutuhkan karyawan yang mampu membuat\n    keputusan saat bekerja dengan \"tim\" vs. bekerja secara terpisah.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EPelajaran\n    kelompok yang memungkinkan siswa untuk berkolaborasi dan berbicara tentang\n    tugas dapat mendorong siswa untuk berbagi pemikiran dan dengan demikian\n    membangun keterampilan pengambilan keputusan. Quad, atau kelompok siswa\n    yang beranggotakan empat orang, dapat memungkinkan empat siswa yang\n    berbeda, dengan empat pemikiran berbeda, untuk membangun keterampilan\n    pengambilan keputusan sambil meningkatkan sosialisasi mereka. Kaum muda\n    membutuhkan sosialisasi, dan pelajaran pembelajaran kooperatif yang bisa\n    meningkatkan ini.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Guru yang menggunakan kelompok pembelajaran kooperatif juga memiliki\n    beberapa fleksibilitas untuk menarik kelompok kecil dan bekerja dengan\n    siswa secara individu atau kelompok kemampuan kecil selama waktu pelajaran.\n    Ini bisa menjadi keuntungan besar bagi guru dengan ruang kelas 30 siswa.\n    Mungkin ada kebutuhan untuk bekerja lebih dekat dengan 4 atau 5 siswa yang\n    memiliki kesenjangan belajar tertinggi.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EMengizinkan siswa untuk bekerja\n    secara mandiri dalam kelompok-kelompok kecil memberi guru kesempatan untuk\n    bekerja dengan orang-orang itu pada celah yang ditargetkan. Penggunaan\n    kelompok kooperatif dapat memungkinkan\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2019\/09\/differentiated-instruction-strategies-to-use-in-the-classroom\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Ediferensiasi instruksi\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    , tergantung pada bagaimana guru memutuskan untuk membentuk mereka.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Strategi Pembelajaran Kooperatif untuk Digunakan di Kelas\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Ada begitu banyak strategi praktik terbaik yang perlu dipertimbangkan\n    ketika menggunakan pendekatan pembelajaran kooperatif di kelas. Beberapa\n    strategi untuk digunakan guru yang melibatkan pembelajaran kooperatif atau\n    kelompok termasuk pembagian-pasangan, kelompok-kelompok kecil, dan\n    pengelompokan keterampilan campuran.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Salah satu strategi umum yang digunakan guru disebut pair-share. Ini dapat\n    dengan mudah diadaptasi ke dalam sebagian besar ruang kelas dengan meminta\n    siswa untuk berkolaborasi dengan pasangan atau orang yang dekat. Siswa\n    dapat mendiskusikan pertanyaan atau topik, dan kemudian berbagi dengan\n    seluruh kelas. Guru sering menyebut strategi ini sebagai\n    \"think-pair-share\".\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Guru yang merencanakan pelajaran kooperatif sering menggunakan\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/classroom-management\/2020\/03\/how-to-implement-effective-small-group-instruction\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Ekelompok kecil\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    . Siswa ditugaskan peran dalam kelompok sehingga mereka dapat membagi dan\n    menaklukkan tugas belajar yang ada. Misalnya, reporter bertanggung jawab\n    untuk membagikan pembelajaran tugas yang baru. Seringkali dibagi menjadi\n    kelompok keterampilan campuran.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EIni dapat membantu siswa yang berjuang\n    untuk memiliki siswa tingkat yang lebih tinggi bercampur dengan siswa\n    tingkat yang lebih rendah sehingga pembelajaran teman sebaya dan pembinaan\n    digabungkan. Semua teknik yang disebutkan di atas memerlukan perencanaan\n    dan koordinasi dari pihak guru.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Ketika digunakan bersama dengan tugas belajar individu, pembelajaran\n    kooperatif dapat meningkatkan pengajaran di kelas dan menjadikan\n    pembelajaran lebih sosial dan menyenangkan bagi siswa.\n\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/5270670732511420072\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/08\/pembelajaran-kooperatif-dan-cara.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5270670732511420072"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5270670732511420072"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/08\/pembelajaran-kooperatif-dan-cara.html","title":"Pembelajaran Kooperatif dan Cara Menggunakannya di Kelas"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-IV0bq65P0Uw\/Xyl6FFjUNAI\/AAAAAAAABUE\/8kaGdvSE8lEKuOa93BeRG42QM6LwISAUQCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h388-c\/Pembelajaran-Kooperatif-dan-Cara-Menggunakannya-di%2BKelas.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-7106065063438458328"},"published":{"$t":"2020-08-02T22:53:00.003+08:00"},"updated":{"$t":"2020-08-03T21:39:44.613+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"LKPD IPS 7 SMP"}],"title":{"type":"text","$t":"Lembar Kerja Peserta Didik \" Komposisi Penduduk \""},"content":{"type":"html","$t":"Komposisi penduduk adalah pengelompokan penduduk berdasarkan usia\/ umur,\n    jenis kelamin, mata pencaharian, agama, bahasa, pendidikan, tempat tinggal,\n    jenis pekerjaan, dan lain-lain. Komposisi penduduk diperlukan dalam suatu\n    negara karena dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan ataupun penentuan\n    kebijaksanaan dalam pelaksanaan pembangunan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nGambaran mengenai komposisi\n    penduduk perlu dikaji atau dipelajari karena berbagai alasan, antara lain\n    setiap penduduk pasti memiliki usia dan jenis kelamin yang berbeda sehingga\n    memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda pula.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003EKomposisi Penduduk Berdasarkan Usia\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-anBgDj7jfaA\/XybZ1PJVk7I\/AAAAAAAABTM\/KSVmEpQMvfgHkGy58vuSH84heJm59kiKQCLcBGAsYHQ\/s1600\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Komposisi-Penduduk-Indonesia.png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"560\" data-original-width=\"850\" height=\"420\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-anBgDj7jfaA\/XybZ1PJVk7I\/AAAAAAAABTM\/KSVmEpQMvfgHkGy58vuSH84heJm59kiKQCLcBGAsYHQ\/s640\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Komposisi-Penduduk-Indonesia.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\nKomposisi penduduk berdasarkan usia\/umur dapat dibuat dalam bentuk usia\n    tunggal, seperti 0, 1, 2, 3, 4, sampai 60 tahun atau lebih. Komposisi\n    penduduk dapat juga dibuat berdasarkan interval usia tertentu, seperti 0–5\n    tahun (usia balita), 6–12 tahun (usia SD), 13–15 tahun (usia SMP), tahun\n    16–18 (usia SMA), 19–24 tahun (usia Perguruan Tinggi), 25–60 tahun (usia\n    dewasa), dan \u0026gt;60 tahun (usia lanjut). Selain itu, komposisi penduduk\n    juga dapat dibuat berdasarkan usia produktif dan usia nonproduktif,\n    misalnya: usia 0–14 (usia belum produktif), 15–64 (usia produktif), dan\n    usia \u0026gt;65 (tidak produktif).\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPermasalahan dalam komposisi penduduk lainnya adalah apabila jumlah\n    penduduk dengan usia di bawah 15 tahun dan usia di atas 65 tahun jumlahnya\n    lebih besar dibandingkan usia produktif (15-65 th). Hal tersebut dapat\n    menyebabkan penduduk usia produktif menanggung hidup seluruh penduduk usia\n    nonproduktif. Sebaliknya, jika semakin kecil angka ketergantungan, akan\n    semakin kecil beban dalam menopang kehidupan penduduk usia nonproduktif.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003EKomposisi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-f6HPavi53rk\/XybdMMv4_tI\/AAAAAAAABTo\/K0YlTJYyWCY1hdYw0CYXepa68JelSDsDQCLcBGAsYHQ\/s1600\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Komposisi-Penduduk-Indonesia..png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"450\" data-original-width=\"850\" height=\"338\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-f6HPavi53rk\/XybdMMv4_tI\/AAAAAAAABTo\/K0YlTJYyWCY1hdYw0CYXepa68JelSDsDQCLcBGAsYHQ\/s640\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Komposisi-Penduduk-Indonesia..png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003C\/strong\u003E\n\nPada zaman dahulu, kaum laki-laki lebih dominan untuk berusaha (bekerja)\n    dan mempertahankan diri. Pada saat itu, teknologi masih sangat sederhana\n    sehingga hanya penduduk yang memiliki tenaga dan kemampuan fisik yang kuat\n    yang dapat bertahan hidup.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAkan tetapi, setelah teknologi berkembang dengan\n    cepat dan modern, sesuai pula dengan prinsip emansipasi wanita, ternyata hampir semua jenis pekerjaan yang biasa\n    dikerjakan oleh kaum laki-laki juga dapat dikerjakan oleh kaum perempuan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ERincian Kerja\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EBaca pendahuluan diatas dengan seksama !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EDiskusikan dengan anggota kelompokmu tentang komposisi penduduk berdasarkan Usia dan Jenis kelamin !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPerhatikan gambar\/komposisi penduduk berdasarkan usia kemudian tentukan (estimasikan) berapa jumlah penduduk usia produktif pada tahun 2021 dan 2045 !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPerhatikan gambar\/komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin kemudian tentukan usia berapa penduduk terbanyak dan tersedikit !\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cb\u003EPertanyaan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nBerdasarkan hasil diskusi dengan kelompokmu jawablah pertanyaan berikut !\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EBerapa jumlah penduduk usia produktif pada tahun 2021 dan 2045 di Indonesia pada\u0026nbsp; gambar komposisi penduduk berdasarkan\u0026nbsp; usia diatas ?\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EBerapa jumlah penduduk tersedikit dan terbanyak pada gambar komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin diatas ?\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/7106065063438458328\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/08\/lembar-kerja-peserta-didik-komposisi.html#comment-form","title":"1 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/7106065063438458328"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/7106065063438458328"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/08\/lembar-kerja-peserta-didik-komposisi.html","title":"Lembar Kerja Peserta Didik \" Komposisi Penduduk \""}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-anBgDj7jfaA\/XybZ1PJVk7I\/AAAAAAAABTM\/KSVmEpQMvfgHkGy58vuSH84heJm59kiKQCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Komposisi-Penduduk-Indonesia.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-9186614982489822349"},"published":{"$t":"2020-07-31T19:12:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-07-31T21:05:23.395+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Siswa"}],"title":{"type":"text","$t":"Cara Meningkatkan Keterampilan Berpikir Siswa"},"content":{"type":"html","$t":"Reformis dan filsuf pendidikan John Dewey terkenal karena menciptakan\n    istilah\n    \u003Ca href=\"https:\/\/ctwhatwhyhow.weebly.com\/john-dewey.html\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cem\u003E\u003Cstrong\u003Eberpikir kritis\u003C\/strong\u003E\u003C\/em\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    \u003Cem\u003E . \u003C\/em\u003E\n    Keyakinannya terhadap konsep ini berakar pada apa yang disebutnya sebagai\n    pemikiran reflektif. Seiring perkembangan zaman, definisi keterampilan ini\n    juga dimiliki, yang dianggap paling esensial dalam kesuksesan pribadi dan\n    profesional.\n\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nJohn Dewey dianggap sebagai nenek moyang dari banyak cita-cita pendidikan\n    modern, pemikiran kritis tidak terkecuali. Dia menyatakan bahwa pemikiran\n    reflektif, homolognya terhadap pemikiran kritis adalah \"pertimbangan aktif,\n    gigih, dan hati-hati dari suatu keyakinan atau bentuk pengetahuan yang\n    dianggap berdasarkan alasan yang mendukungnya dan kesimpulan terjauh yang\n    berakhirnya (1910, p . 6). \"\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDefinisinya mengakui beberapa sifat yang akan\n    menjadi ciri khas interpretasi selanjutnya, terutama sifat aktif dari\n    pemikiran kritis yang kontras dengan pemikiran sehari-hari dan penekanannya\n    pada alasan dan implikasi.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-l9j1GewIxBs\/XyP8Ml1KKXI\/AAAAAAAABSw\/AvDoxkxuDFAEv4SQkkKcES7xwxZ_whA6QCLcBGAsYHQ\/s1600\/Cara-Meningkatkan-Keterampilan-Berpikir-Siswa.png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Cara Meningkatkan Keterampilan Berpikir Siswa\" border=\"0\" data-original-height=\"697\" data-original-width=\"1112\" height=\"400\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-l9j1GewIxBs\/XyP8Ml1KKXI\/AAAAAAAABSw\/AvDoxkxuDFAEv4SQkkKcES7xwxZ_whA6QCLcBGAsYHQ\/s640\/Cara-Meningkatkan-Keterampilan-Berpikir-Siswa.png\" title=\"Cara Meningkatkan Keterampilan Berpikir Siswa\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDictionary.com mendefinisikan \u003Cem\u003Epemikiran kritis\u003C\/em\u003E sebagai “Pemikiran\n    disiplin yang jelas, rasional, berpikiran terbuka, dan diinformasikan oleh\n    bukti.” Sekarang setelah kita memahami konsep ini, mari kita tentukan berbagai\n    strategi yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan keterampilan berpikir\n    kritis di kalangan siswa.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003EMenanyakan pertanyaan\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\nDisiplin utama untuk berpikir kritis adalah penyelidikan, atau mengajukan\n    pertanyaan. Tumbuh dewasa, anak-anak sering diberi tahu bahwa \"tidak ada\n    pertanyaan bodoh.\" Sebagian besar, telah menghormati pernyataan ini sebagai\n    kebenaran universal, dan dingatkan pada siswa saya setiap hari. Ketika\n    siswa mundur dan menahan diri untuk tidak mengajukan pertanyaan, mereka\n    dipandang sebagai pembelajar pasif. Selain itu, para guru tidak memiliki\n    pemahaman tentang pengetahuan mereka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAkibatnya, untuk mengaktifkan\n    keterampilan bertanya, guru harus melakukan yang terbaik yang dilakukan.\n    Ketika siswa melihat\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.success.com\/the-power-of-asking-questions\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Ekekuatan mengajukan pertanyaan\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    , mereka akan merasa lebih cenderung untuk mengikuti. Guru harus merumuskan pertanyaan terbuka yang tidak memiliki jawaban benar\n    atau salah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSiswa juga harus memahami bahwa komponen utama dari pertanyaan\n    adalah mendengarkan. Mendengarkan perspektif orang lain secara aktif dan\n    objektif. Guru harus mengingatkan siswa untuk mendengarkan untuk memahami,\n    bukan untuk merespons. Mencatat selama proses ini sangat dianjurkan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003EBerpikir Independen\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\nPemikiran mandiri terdiri dari dua komponen: Refleksi dan penelitian. Setelah siswa berlatih mendengarkan secara aktif, waktu untuk memproses\n    informasi yang telah mereka kumpulkan adalah penting. Melakukan percakapan\n    atau membuat catatan tidak ada gunanya jika siswa tidak diizinkan untuk\n    merefleksikan apa yang telah mereka terima. Mereka juga harus merefleksikan\n    perspektif atau analisis situasi mereka sendiri.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSiswa dapat berjuang dengan merumuskan pendapat mereka sendiri dan tidak\n    boleh didorong untuk mengambil pandangan orang lain sebagai \"Jadilah semua,\n    akhiri semua.\" Inilah sebabnya mengapa penelitian juga merupakan\n    karakteristik\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.wabisabilearning.com\/blog\/encourage-learners-independent-thinking\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Epemikiran independen\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    .\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nApakah siswa menemukan artikel, fakta Google, berkolaborasi dengan kelompok\n    orang tambahan, dan \/ atau mengeluarkan buku, siswa harus memberikan bukti\n    untuk mendukung alasan mereka. Mendukung perspektif seseorang berasal dari\n    mendengarkan secara aktif, meneliti, dan kemudian merefleksikan perspektif\n    orang lain bersama dengan perspektifnya sendiri.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003EPerluas Peluang Belajar\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAda berbagai kegiatan yang dapat digunakan guru untuk menumbuhkan pemikiran\n    kritis. Salah satu contoh yang sederhana, dan dapat dilihat sebagai\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.edgalaxy.com\/journal\/2012\/8\/27\/10-great-activities-to-break-the-ice-with-your-students.html\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Ekegiatan pembuka percakapan\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    untuk meningkatkan keterampilan ini, adalah tes klip kertas. Kegiatan ini\n    meminta siswa untuk terlebih dahulu memikirkan klip kertas dan mencatat\n    penggunaannya. Setelah itu, siswa dapat dipasangkan, dikelompokkan, atau\n    bekerja secara individu untuk kemudian mempertimbangkan cara-cara kreatif\n    di mana klip kertas dapat digunakan.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPembelajaran berbasis proyek adalah cara lain untuk memperkuat keterampilan\n    berpikir kritis. Ini memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi dan\n    mengeksekusi. Ketika siswa dapat melihat apa yang telah mereka ciptakan,\n    mereka mengambil kepemilikan atas pembelajaran mereka, dan bangga dengan\n    pekerjaan mereka. Kreativitas adalah kunci dalam pembelajaran berbasis\n    proyek.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPemahaman klasik lainnya untuk dipertimbangkan oleh pendidik adalah\n    memungkinkan siswa untuk bergulat. Jangan berikan mereka solusi; izinkan\n    mereka untuk membuat sendiri. Buat \/ kreativitas \/ kreasi adalah kuncinya.\n    Ketika siswa didorong untuk berpikir di luar batas perasaan, kebutuhan atau\n    keyakinan mereka sendiri, mereka dapat menganalisis secara lebih baik.\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/9186614982489822349\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/07\/cara-meningkatkan-keterampilan-berpikir.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/9186614982489822349"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/9186614982489822349"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/07\/cara-meningkatkan-keterampilan-berpikir.html","title":"Cara Meningkatkan Keterampilan Berpikir Siswa"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-l9j1GewIxBs\/XyP8Ml1KKXI\/AAAAAAAABSw\/AvDoxkxuDFAEv4SQkkKcES7xwxZ_whA6QCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Cara-Meningkatkan-Keterampilan-Berpikir-Siswa.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-7237064089394622974"},"published":{"$t":"2020-07-30T20:41:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-07-30T20:41:04.614+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Teknik Pengajaran Timbal Balik ( Reciprocal Teaching ) untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa"},"content":{"type":"html","$t":"Pengajaran resiprokal adalah teknik pemahaman membaca yang dipandu untuk\n    meningkatkan instruksi membaca inti. Teknik ini melibatkan strategi\n    pengajaran yang memiliki efek kuat pada prestasi siswa dan mengungkapkan\n    pertumbuhan dalam instruksi K-12.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nK-12,\n    \u003Cem\u003E\n        sebuah istilah yang digunakan dalam teknologi pendidikan dan pendidikan\n        di Amerika Serikat, Kanada, dan mungkin negara-negara lain, adalah\n        bentuk singkat untuk nilai sekolah yang didukung publik sebelum\n        perguruan tinggi. Nilai-nilai ini adalah taman kanak-kanak (K) dan\n        kelas 1 hingga kelas 12 (1-12). (Jika istilah itu digunakan, \"kelas 13\"\n        akan menjadi tahun pertama kuliah\n    \u003C\/em\u003E\n    .)\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-VHx8yUKchqg\/XyK_nSii78I\/AAAAAAAABSU\/7rt1j-ORrZYz4p_Pk7RKAwaWa4mFl1KzgCLcBGAsYHQ\/s1600\/Teknik-Pengajaran-Timbal-Balik-%2B%2528%2BReciprocal-Teaching%2B%2529-untuk-Meningkatkan-Keterlibatan-Siswa.png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Teknik Pengajaran Timbal Balik ( Reciprocal Teaching ) untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa\" border=\"0\" data-original-height=\"380\" data-original-width=\"600\" height=\"404\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-VHx8yUKchqg\/XyK_nSii78I\/AAAAAAAABSU\/7rt1j-ORrZYz4p_Pk7RKAwaWa4mFl1KzgCLcBGAsYHQ\/s640\/Teknik-Pengajaran-Timbal-Balik-%2B%2528%2BReciprocal-Teaching%2B%2529-untuk-Meningkatkan-Keterlibatan-Siswa.png\" title=\"Teknik Pengajaran Timbal Balik ( Reciprocal Teaching ) untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAda banyak penelitian yang mendukung hasil yang luar biasa dengan\n    menerapkan metode pengajaran timbal balik. Pengajaran timbal-balik\n    meningkatkan pemahaman, keterlibatan, dan retensi siswa dengan kekuatan\n    untuk menghasilkan hasil dalam prestasi siswa.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Apa itu Pengajaran Timbal Balik?\n\u003C\/h3\u003E\nPalincsar dan Brown (2018), dua pendidik pendidikan tinggi, mengembangkan\n    Reciprocal Teaching pada 1980-an. Teknik ini adalah metode diskusi\n    sistematis yang menggabungkan empat strategi utama, sering dikenal sebagai\n    Fab Four. Strateginya adalah: meringkas, mempertanyakan, mengklarifikasi,\n    dan memprediksi.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMengajar membaca multi-faceted dan kompleks. Ada kebutuhan yang meningkat\n    bagi siswa untuk belajar keterampilan membaca yang ditingkatkan. Siswa\n    membutuhkan keterampilan ini untuk tenaga kerja dan dunia. Mereka juga\n    membutuhkan beragam pengalaman melek huruf termasuk strategi dan teks yang\n    kaya. Teknik pengajaran timbal balik melengkapi instruksi membaca inti.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp;Ini\n    memberdayakan siswa dan meningkatkan eksposur mereka ke berbagai teks yang\n    rumit, dari cetak hingga elektronik. Informasi semakin meningkat, dan\n    pengajaran timbal balik dapat disusun sehingga pembaca di semua tingkatan\n    memiliki akses ke teks yang lebih sulit. Dalam pengajaran timbal balik, guru memodelkan empat strategi pemahaman\n    (meringkas, mempertanyakan, mengklarifikasi, dan memprediksi) melalui\n    instruksi kelompok terbimbing.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKetika siswa yakin dengan proses dan\n    strategi, mereka bergiliran memimpin diskusi dalam kelompok-kelompok kecil. Dalam komponen ringkasan, siswa memimpin kelompok dalam pertanyaan seperti,\n    \"Apa yang terjadi pertama, selanjutnya, dan di akhir bagian atau cerita?\"\n    Mereka mengembangkan pernyataan ringkas dan mengidentifikasi gagasan utama,\n    poin-poin utama, dan detail pendukung. Mereka membuat ringkasan dari apa\n    yang mereka baca.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nStrategi klarifikasi adalah di mana pembaca menilai pemahaman mereka\n    sendiri dan mungkin harus melakukan penelitian luar pada kata-kata yang\n    tidak dikenal. Siswa bertanya dan menjawab pertanyaan untuk mengklarifikasi\n    atau memantau pemahaman saat membaca teks. Ini membantu mereka untuk\n    mempertahankan makna sambil membaca dan mengidentifikasi potensi kesulitan\n    dalam teks. Siswa mungkin mengalami kesulitan memahami kalimat atau petikan\n    yang tidak jelas, dan strategi ini efektif untuk memungkinkan siswa\n    menganalisisnya dalam kelompok.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTanya jawab mengajarkan pembaca untuk mengembangkan\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2019\/09\/how-to-improve-students-critical-thinking-skills\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Eketerampilan berpikir kritis\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    dan mengajukan pertanyaan selama proses membaca. Mereka mempertanyakan apa\n    yang mereka baca dan membuat koneksi. Mereka menjawab pertanyaan seperti,\n    \"Bagaimana menurutmu?\" dan \"Mengapa penulis mengatakan itu?\" Mereka\n    mengidentifikasi detail pendukung, dan ini berfungsi sebagai bagian\n    integral dari proses pengajaran timbal balik. Siswa yang lebih muda\n    biasanya mengajukan pertanyaan dalam percakapan, dan strategi ini\n    memungkinkan pemahaman mereka untuk diperdalam.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMemprediksi adalah ketika siswa menentukan apa yang mereka pikir akan\n    mereka pelajari. Mereka mengaktifkan pengetahuan mereka sebelumnya dan\n    menggunakan judul, judul, gambar, tabel, dan diagram. Mereka membuat\n    tebakan yang terpelajar dan mencari petunjuk dalam teks untuk memprediksi\n    apa yang mungkin terjadi. Mereka membuat kesimpulan tentang apa yang mereka\n    baca.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Bagaimana Pengajaran Timbal Balik Menuntun pada Peningkatan Keterlibatan\n    Siswa?\n\u003C\/h3\u003E\nSiswa dapat berbagi peran guru dan melayani dalam tugas aktif dalam proses\n    pembelajaran. Guru memasukkan strategi membaca berdampak tinggi, dan siswa\n    memenuhi tanggung jawab dalam kelompok kecil. Misalnya, akan ada empat\n    siswa dalam kelompok, dan masing-masing berfungsi sebagai perwakilan untuk\n    salah satu dari empat strategi. Mereka terlibat karena mereka memenuhi\n    peran khusus sebagai summarizer, penanya, penjelas, atau prediktor. Pembaca\n    yang baik menggunakan keempat strategi ini bersama-sama untuk memahami\n    teks.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSiswa memantau dan menganalisis pemahaman mereka sendiri. Mereka\n    bertanggung jawab dan menjalankan kelompok mereka sendiri. Ini\n    memberdayakan siswa, dan mereka semua terlibat aktif, yang mengarah pada\n    peningkatan pemahaman dan retensi membaca.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPenelitian mendukung bahwa pengajaran timbal balik meningkatkan\n    keterampilan pemahaman siswa dan mempertahankan keterampilan mereka yang\n    meningkat karena organisasi dan penerapan strategi yang efektif. Pengajaran\n    timbal-balik juga berhasil dan terbukti efektif dengan pelajar bahasa\n    Inggris dan\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2020\/05\/differentiating-instruction-for-at-risk-students\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Esiswa yang berisiko\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    .\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Teknik Pengajaran Timbal Balik untuk Digunakan di Kelas\n\u003C\/h3\u003E\nPengajaran timbal-balik dapat diselesaikan dalam\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/classroom-management\/2020\/03\/how-to-implement-effective-small-group-instruction\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Einstruksi kelompok\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    besar dan\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/classroom-management\/2020\/03\/how-to-implement-effective-small-group-instruction\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Ekecil\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    . Ada banyak variasi, dan guru menerapkan apa yang terbaik untuk siswa\n    mereka. Pelajaran timbal balik perlu dilaksanakan dua kali atau lebih dalam\n    seminggu. Guru membuat model dan mengajar siswa bagaimana melakukan peran\n    dalam kelompok kecil. Mereka juga memfasilitasi diskusi kelompok kecil dan\n    meminta siswa untuk berpikir kritis. Diskusi yang dipimpin oleh guru dan\n    siswa adalah bagian dari metode pengajaran timbal balik. Teknik-teknik\n    sesuai dengan tingkat kelas dengan teks fiksi atau informasi.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nLingkaran diskusi adalah contoh dari teknik yang digunakan di dalam kelas.\n    Siswa berada dalam kelompok kecil dan melayani dalam peran tertentu selama\n    diskusi kelompok. Ini dapat digunakan di ruang kelas dasar dan menengah\n    dengan harapan yang berbeda. Di kelas dasar, memerankan gerakan adalah cara\n    yang efektif untuk melibatkan dan memberdayakan siswa dengan strategi\n    pengajaran timbal balik. Di ruang kelas sekolah menengah, siswa\n    mendiskusikan pendapat mereka dan dapat terlibat dalam debat atau\n    pertimbangan teks.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nContoh lain dari ide di kelas adalah memungkinkan siswa untuk berbagi\n    pemikiran dengan mitra. Piramida Pembelajaran mengungkapkan siswa mengingat\n    90% dari apa yang kita lakukan, dan pengajaran timbal balik adalah contoh\n    sempurna dari ini. Siswa berbagi dengan mitra, dan pemahaman mereka\n    meningkat.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPengajaran timbal-balik meningkatkan pemahaman, keterlibatan, dan retensi\n    siswa dengan kekuatan untuk menghasilkan hasil dalam prestasi siswa. Guru\n    menggunakan teknik ini dalam daftar mereka tentang cara-cara efektif untuk\n    menjangkau siswa. Teknik yang sukses ini telah ada selama bertahun-tahun\n    dan masih sangat efektif di ruang kelas saat ini.\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/7237064089394622974\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/07\/teknik-pengajaran-timbal-balik.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/7237064089394622974"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/7237064089394622974"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/07\/teknik-pengajaran-timbal-balik.html","title":"Teknik Pengajaran Timbal Balik ( Reciprocal Teaching ) untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-VHx8yUKchqg\/XyK_nSii78I\/AAAAAAAABSU\/7rt1j-ORrZYz4p_Pk7RKAwaWa4mFl1KzgCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Teknik-Pengajaran-Timbal-Balik-%2B%2528%2BReciprocal-Teaching%2B%2529-untuk-Meningkatkan-Keterlibatan-Siswa.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-2660396666035367897"},"published":{"$t":"2020-07-28T21:04:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-07-28T21:04:10.631+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"LKPD IPS 9 SMP"}],"title":{"type":"text","$t":"Lembar Kerja Peserta Didik \" Benua Eropa\""},"content":{"type":"html","$t":"Materi Pokok : Kondisi geografis benua Eropa\u003Cbr \/\u003E\nTujuan Pembelajaran : Mengamati kondisi geografi di benua Eropa\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBenua Eropa dijuluki sebagai benua biru. Ada dua alasan kenapa disebut\n    benua biru. Pertama, mayoritas penduduk eropa memiliki bola mata berwarna\n    biru. Kedua, Sejak zaman dahulu, banyak kerajaan terkenal berada di benua\n    Eropa sehingga dikenal adanya istilah darah biru (bangsawan).\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBenua Eropa secara fisik sebenarnya menjadi satu daratan dengan Asia.\n    Keduanya hanya dipisahkan oleh sebuah pegunungan yaitu Pegunungan Ural.\n    Namun, umumnya Eropa dan Asia masing-masing dianggap sebagai benua.\n    Alasannya, kedua benua tersebut memiliki budaya yang berbeda.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-p_iEBJ0PDg4\/XyAVUKby2kI\/AAAAAAAABR4\/lAGjqJ3irjkbbby0FAXsafxcQvb8GnaCwCLcBGAsYHQ\/s1600\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik%2B-Benua-Eropa.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Lembar Kerja Peserta Didik \u0026quot; Benua Eropa\u0026quot;\" border=\"0\" data-original-height=\"583\" data-original-width=\"872\" height=\"426\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-p_iEBJ0PDg4\/XyAVUKby2kI\/AAAAAAAABR4\/lAGjqJ3irjkbbby0FAXsafxcQvb8GnaCwCLcBGAsYHQ\/s640\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik%2B-Benua-Eropa.jpg\" title=\"Lembar Kerja Peserta Didik \u0026quot; Benua Eropa\u0026quot;\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBenua Eropa terletak pada 90 BB–600 BT dan 350 LU–800 LU. Jika dilihat\n    letaknya, Benua Eropa berada di luar wilayah tropis. Artinya, iklim di\n    wilayah Benua Eropa adalah subtropics dan sedang. Karena posisinya, Benua\n    Eropa mengalami empat musim, yaitu musim semi, panas, gugur, dan dingin.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nLuas Benua Eropa mencapai 10.355.000 km2. Secara geografis, Benua Eropa\n    berbatasan dengan Samudra Arktik di utara, Laut Tengah di selatan, Samudra\n    Atlantik di barat, serta Asia di timur. Batas Benua Eropa dengan Benua Asia\n    adalah Pegunungan Ural, Selat Dardanella, dan Laut Kaspia.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nEropa terbagi atas empat kawasan atau region yakni kawasan Eropa Barat,\n    Eropa Timur, Eropa Selatan, dan Eropa Utara. Apa yang mendasari pembagian\n    wilayah tersebut? Pembagian wilayah atau region tersebut lebih pada\n    perbedaan kondisi geografis yang mencakup aspek fisik dan budaya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPada saat\n    ini pewilayahan semacam ini sudah mulai pudar dengan adanya ikatan secara\n    ekonomi dan politik melalui lembaga Uni Eropa (\u003Cem\u003EEuropean Union\u003C\/em\u003E).\n    Walaupun demikian, regionalisasi secara geografis perlu kalian ketahui\n    seperti tampak pada peta diatas\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd colspan=\"4\" style=\"background: #8db3e2; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 462.1pt;\" valign=\"top\" width=\"616\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EPembagian Kawasan Benua Eropa\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #b8cce4; border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 115.5pt;\" valign=\"top\" width=\"154\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003ENegara Eropa Barat\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #b8cce4; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 115.5pt;\" valign=\"top\" width=\"154\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003ENegara Eropa Timur\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #b8cce4; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 115.55pt;\" valign=\"top\" width=\"154\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003ENegara Eropa Selatan \u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #b8cce4; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 115.55pt;\" valign=\"top\" width=\"154\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003ENegara Eropa Utara\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 115.5pt;\" valign=\"top\" width=\"154\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 115.5pt;\" valign=\"top\" width=\"154\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 115.55pt;\" valign=\"top\" width=\"154\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 115.55pt;\" valign=\"top\" width=\"154\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ERincian Kerja\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EBaca pendahuluan tentang benua Eropa diatas !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPerhatikan dengan seksama peta benua Eropa\u0026nbsp; dan diskusikan dengan anggota kelompokmu !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ELengkapi peta tersebut dengan letak lintang pada titik-titik LU, BB dan BT !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETulis nama pegunungan Ural pada peta !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETentukan termasuk kawasan Eropa Barat, tumur, Selatan dan utara yang ditandai nomor 1 sampai dengan nomor 15 !\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ELengkapi tabel diatas dengan negara yang telah ditandai dengan nomor 1 s.d. 15 !\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cb\u003EPertanyaan\u003C\/b\u003E\u003Cdiv\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003ESebutkan letak astronomis benua Eropa ?\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESebutkan nama pegunungan yang membatasi antara benua Eropa dan benua Asia !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESebutkan masing-masing 3 contoh negara Eropa utara, Eropa timur, Eropa barat dan Eropa Utara ?\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/2660396666035367897\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/07\/lembar-kerja-peserta-didik-benua-eropa.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2660396666035367897"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2660396666035367897"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/07\/lembar-kerja-peserta-didik-benua-eropa.html","title":"Lembar Kerja Peserta Didik \" Benua Eropa\""}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-p_iEBJ0PDg4\/XyAVUKby2kI\/AAAAAAAABR4\/lAGjqJ3irjkbbby0FAXsafxcQvb8GnaCwCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik%2B-Benua-Eropa.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-4891844469173095176"},"published":{"$t":"2020-07-26T23:03:00.004+08:00"},"updated":{"$t":"2020-07-26T23:16:45.865+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Peraturan"}],"title":{"type":"text","$t":"Permendikbud Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Afirmasi dan Bantuan Operasional Sekolah Kinerja."},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-FRIVNt2PJgE\/Xx2a1jZw4zI\/AAAAAAAABRc\/ozrfnv-BMfsU6nND5aKwP5bboOmEdUQ0QCLcBGAsYHQ\/s970\/Peraturan-menteri-pendidikan-dan-kebudayaan-Tentang-petunjuk-teknis-bantuan-operasional-Sekolah-afirmasi-dan-bantuan-operasional-sekolah-Kinerja..png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Afirmasi dan Bantuan Operasional Sekolah Kinerja.\" border=\"0\" data-original-height=\"604\" data-original-width=\"970\" height=\"389\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-FRIVNt2PJgE\/Xx2a1jZw4zI\/AAAAAAAABRc\/ozrfnv-BMfsU6nND5aKwP5bboOmEdUQ0QCLcBGAsYHQ\/w625-h389\/Peraturan-menteri-pendidikan-dan-kebudayaan-Tentang-petunjuk-teknis-bantuan-operasional-Sekolah-afirmasi-dan-bantuan-operasional-sekolah-Kinerja..png\" title=\"Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Afirmasi dan Bantuan Operasional Sekolah Kinerja.\" width=\"625\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\nBAB 1\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\nKetentuan Umum\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\nPasal 1\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\nDalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EDana Bantuan Operasional Sekolah Afirmasi yang selanjutnya disebut Dana BOS\n    Afirmasi adalah program pemerintah pusat yang dialokasikan bagi satuan\n    pendidikan dasar dan menengah yang berada di Daerah Khusus yang ditetapkan\n    oleh Kementerian.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EDana Bantuan Operasional Sekolah Kinerja yang selanjutnya disebut Dana BOS\n    Kinerja adalah program Pemerintah Pusat yang dialokasikan bagi satuan pendidikan dasar dan menengah yang dinilai berkinerja baik dalam\n    menyelenggarakan layanan pendidikan di Daerah Khusus yang ditetapkan oleh\n    Kementerian.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EDana Bantuan Operasional Sekolah Reguler yang selanjutnya disingkat Dana\n    BOS Reguler adalah program Pemerintah Pusat untuk penyediaan pendanaan\n    biaya operasional bagi Sekolah yang bersumber dari dana alokasi khusus non fisik.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EDaerah Khusus adalah adalah daerah yang terpencil atau terbelakang; daerah\n    dengan kondisi masyarakat adat yang terpencil; daerah perbatasan dengan\n    negara lain; daerah yang mengalami bencana alam, bencana sosial, atau\n    daerah yang berada dalam keadaan darurat lain.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EKementerian adalah kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di\n    bidang pendidikan.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang\n    pendidikan.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\nPasal 2\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EDana BOS Afirmasi bertujuan untuk membantu kegiatan operasional sekolah dan\n    mendukung kegiatan pembelajaran yang belum tercukupi oleh Dana BOS Reguler\n    di Daerah Khusus yang ditetapkan oleh Kementerian.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EDana BOS Kinerja bertujuan untuk membantu kegiatan operasional sekolah dan\n    mendukung kegiatan pembelajaran yang belum tercukupi oleh Dana BOS Reguler\n    sebagai bentuk penghargaan atas kinerja baik dalam menyelenggarakan layanan\n    pendidikan di Daerah Khusus yang ditetapkan oleh Kementerian.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\nBAB II\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\nPENERIMA DANA\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\nPasal 3\n\u003C\/div\u003E\nDana BOS Afirmasi dan Dana BOS Kinerja diberikan\n\u003Cbr \/\u003E\nkepada:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\n\u003Cli\u003Esekolah dasar; sekolah dasar luar biasa; sekolah menengah pertama;\u0026nbsp; sekolah\n    menengah pertama luar biasa;\u0026nbsp; sekolah menengah atas;\u0026nbsp; sekolah menengah atas\n    luar biasa;\u0026nbsp; sekolah menengah kejuruan; dan sekolah luar biasa;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi syarat sebagai\n    berikut:\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;a. penerima Dana BOS Reguler tahun anggaran berjalan; dan\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;b. berada di Daerah Khusus yang ditetapkan oleh Kementerian.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\nPasal 4\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\n\u003Cli\u003E\nPenerima Dana BOS Afirmasi dan dana Dana BOS Kinerja diprioritaskan bagi\n    sekolah yang memenuhi kriteria sebagai berikut:\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;a. memiliki proporsi siswa dari keluarga miskin yang lebih banyak;\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;b. menerima Dana BOS Reguler yang lebih rendah; dan\n\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;c. memiliki proporsi guru yang berstatus pegawai negeri sipil atau guru tetap\n    yayasan yang lebih\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;kecil.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; 2.Selain kriteria sebagaimana dimaksud pada ayat (1) khusus untuk penerima\n    Dana BOS Kinerja\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; harus memenuhi capaian mutu yang lebih tinggi berdasarkan:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul style=\"text-align: left;\"\u003E\n\u003Cli\u003E\npeta mutu pendidikan;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EIndeks Integritas ujian nasional tahun ajaran berkenaan; dan\/atau\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Enilai ujian nasional tahun ajaran berkenaan.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\nPasal 5\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\n\u003Cli\u003E\nSekolah penerima Dana BOS Afirmasi dan Dana BOS Kinerja yang memenuhi\n    syarat dan kriteria prioritas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan Pasal\n    4 ditetapkan oleh Menteri.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESekolah yang telah ditetapkan sebagai penerima Dana BOS Afirmasi\n    sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dapat ditetapkan sebagai penerima\n    Dana BOS Kinerja.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESekolah yang telah ditetapkan sebagai penerima Dana BOS Kinerja sebagaimana\n    dimaksud pada ayat (1) tidak dapat ditetapkan sebagai penerima Dana BOS\n    Afirmasi.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\nBAB III\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\nALOKASI DANA DAN PENGGUNAAN DANA\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\nPasal 6\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\nAlokasi dana untuk Sekolah yang ditetapkan sebagai penerima Dana BOS\n    Afirmasi dan Dana BOS Kinerja masing-masing sebesar Rp60.000.000 (enam\n    puluh juta rupiah) setiap\n\u003Cbr \/\u003E\nsekolah.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\nPasal 7\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\n\u003Cli\u003EDana BOS Afirmasi dan Dana BOS Kinerja digunakan untuk membiayai\n    operasional sekolah sesuai dengan komponen penggunaan Dana BOS Reguler\n    berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai Dana BOS\n    Reguler.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPenggunaan Dana BOS Afirmasi dan Dana BOS Kinerja sebagaimana dimaksud pada\n    ayat (1) tidak dapat digunakan untuk membiayai belanja yang sudah dibiayai\u0026nbsp; secara penuh oleh sumber lain yang sah dan tidak mengikat sesuai dengan\n    ketentuan peraturan perundang undangan.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\nBAB IV\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\nPENGELOLAAN, PELAPORAN, TANGGUNG JAWAB PENGGUNAAN DANA, DAN PENYALURAN DANA\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\nPasal 8\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\n\u003Cli\u003E\nPengelolaan, pelaporan, tanggung jawab penggunaan Dana BOS Afirmasi dan\n    Dana BOS Kinerja dilakukan oleh Tim BOS Provinsi, Tim BOS Kabupaten\/Kota,\n    dan Tim BOS Sekolah.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETim BOS Provinsi, Tim BOS Kabupaten\/Kota, dan Tim BOS Sekolah dalam\n    melakukan pengelolaan, pelaporan, dan tanggung jawab penggunaan Dana BOS\n    Afirmasi dan Dana BOS Kinerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sesuai\u0026nbsp; dengan kewenangannya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan\n    yang mengatur mengenai Dana BOS Reguler.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\nPasal 9\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\nPenyaluran Dana BOS Afirmasi dan Dana BOS Kinerja\u0026nbsp; dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\nSelengkapnya dapat di unduh pada link berikut.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Ciframe height=\"480\" src=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/10_UX15FBnucaU1Q0-wJ1UucoBW0BNwWT\/preview\" width=\"640\"\u003E\u003C\/iframe\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/4891844469173095176\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/07\/bab-1-ketentuan-umum-pasal-1-dalam.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4891844469173095176"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4891844469173095176"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/07\/bab-1-ketentuan-umum-pasal-1-dalam.html","title":"Permendikbud Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Afirmasi dan Bantuan Operasional Sekolah Kinerja."}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-FRIVNt2PJgE\/Xx2a1jZw4zI\/AAAAAAAABRc\/ozrfnv-BMfsU6nND5aKwP5bboOmEdUQ0QCLcBGAsYHQ\/s72-w625-h389-c\/Peraturan-menteri-pendidikan-dan-kebudayaan-Tentang-petunjuk-teknis-bantuan-operasional-Sekolah-afirmasi-dan-bantuan-operasional-sekolah-Kinerja..png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-182882710382109295"},"published":{"$t":"2020-07-25T21:55:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-07-25T21:55:00.671+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Evaluasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Cara Menggunakan Penilaian Terhadap Siswa di Kelas"},"content":{"type":"html","$t":"Penilaian dalam pendidikan diperlukan dan berguna untuk keberhasilan siswa.\n    Ketika diterapkan dengan benar, penilaian siswa berfungsi sebagai salah\n    satu alat paling ampuh yang dimiliki guru. Langkah pertama untuk penilaian\n    efektif adalah mengetahui berbagai jenis penilaian, dan kapan setiap\n    penilaian dapat dijadikan sebagai pilihan optimal.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-TNR1sLU8skI\/Xxw5D3fbNCI\/AAAAAAAABQ4\/o3rEjL-V_RgQlxifZ-3EKT-7HulJXVaRwCLcBGAsYHQ\/s1600\/Cara-Menggunakan-Penilaian-Terhadap-Siswa-di%2BKelas.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Cara Menggunakan Penilaian Terhadap Siswa di Kelas\" border=\"0\" data-original-height=\"326\" data-original-width=\"540\" height=\"386\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-TNR1sLU8skI\/Xxw5D3fbNCI\/AAAAAAAABQ4\/o3rEjL-V_RgQlxifZ-3EKT-7HulJXVaRwCLcBGAsYHQ\/s640\/Cara-Menggunakan-Penilaian-Terhadap-Siswa-di%2BKelas.jpg\" title=\"Cara Menggunakan Penilaian Terhadap Siswa di Kelas\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Berbagai Jenis Penilaian\u003Cstrong\u003E \u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h2\u003E\nSaat mengkategorikan penilaian, Anda mungkin secara alami memikirkan\n    kata-kata seperti \"tes,\" \"esai,\" atau \"presentasi lisan.\" Meskipun ini\n    adalah alat penilaian yang efektif, untuk mengklasifikasikan tipe penilaian\n    kita harus menentukan tujuan dari penilaian. Setelah mengetahui tujuan dan\n    tujuan penggunaan penilaian, akan lebih mudah untuk memilih dari jenis\n    penilaian di bawah ini.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Penilaian Diagnostik\n\u003C\/h3\u003E\nPenilaian ini diberikan pada awal semester atau untuk menetapkan dasar\n    kemampuan siswa. Juga dikenal sebagai pretest, penilaian diagnostik memberi\n    guru gambaran tentang pengetahuan siswa sebelumnya, sehingga memberikan\n    dasar untuk\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.gadoe.org\/School-Improvement\/Teacher-and-Leader-Effectiveness\/Documents\/TKES%20LKES%20Documents\/TKES%20Fact%20Sheets\/Fact%20Sheet%20TKES%20Performance%20Standard%202.pdf\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Eperencanaan pembelajaran\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    . Karena sifat penilaian ini, mereka tidak boleh berdampak negatif terhadap\n    nilai siswa. Bukan rahasia lagi bahwa siswa sering mengabaikan untuk\n    mengambil penilaian yang tidak berdampak serius terhadap nilai mereka,\n    sehingga menawarkan kinerja lain atau insentif pertumbuhan dapat membantu\n    menghasilkan data yang lebih andal.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Penilaian Formatif\n\u003C\/h3\u003E\nPenilaian formatif memberikan informasi tentang kemajuan siswa menuju\n    penguasaan selama pengajaran. Penilaian formatif biasanya cepat dan dapat\n    dilakukan bersamaan dengan berbagai konsep. Think-pair-share, tiket keluar,\n    dan polling di seluruh kelas adalah contoh penilaian formatif yang\n    fleksibel, cepat, dan informatif. Tujuan dari penilaian formatif adalah\n    untuk mengumpulkan data kinerja siswa yang dapat berguna saat Anda maju\n    menuju penilaian sumatif.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Penilaian Sumatif\n\u003C\/h3\u003E\nKebalikan dari rekan formatif mereka, penilaian sumatif biasanya diberikan\n    ketika siswa memiliki waktu dan dukungan yang diperlukan untuk mencapai\n    penguasaan. Penilaian sumatif sering terjadi pada akhir unit atau istilah,\n    dan biasanya membawa bobot yang signifikan. Selama penilaian sumatif, siswa\n    diharapkan untuk secara mandiri menerapkan konsep yang dipelajari selama\n    pengajaran.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Penilaian Ipsatif\n\u003C\/h3\u003E\nPenilaian Ipsatif melacak pertumbuhan siswa. Tujuan dari jenis penilaian\n    ini adalah untuk membandingkan kinerja siswa dengan kinerja masa lalunya.\n    Tujuannya adalah agar siswa meningkat daripada mengejar nilai tertentu atau\n    membandingkan siswa satu sama lain.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Penilaian Norm-Referensi\u003Cstrong\u003E \u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\nTidak seperti penilaian ipsatif, penilaian yang direferensikan norma\n    membandingkan kinerja siswa. Untuk mengelola jenis penilaian ini, Anda\n    harus terlebih dahulu menetapkan norma rata-rata. Norma ini bisa menjadi\n    rata-rata kinerja siswa di masa lalu dalam penilaian. Saat memberikan\n    penilaian yang direferensikan dengan norma, guru dapat melihat bagaimana\n    kinerja siswa dalam hubungannya dengan siswa lain.\u003Cstrong\u003E \u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Penilaian yang direferensikan kriteria\n\u003C\/h3\u003E\nPenilaian yang direferensikan kriteria mengukur kinerja siswa sesuai dengan\n    standar yang ditetapkan. Penguasaan ditentukan berdasarkan apakah siswa\n    memenuhi standar. Kurikulum harus diselaraskan dengan penilaian yang\n    direferensikan kriteria untuk menghasilkan hasil yang positif. Penilaian\n    ini biasanya bersifat sumatif dan mencakup sejumlah besar konsep.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Penilaian Alternatif\u003Cstrong\u003E \u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\nPenilaian alternatif berusaha untuk mengevaluasi kemampuan kinerja siswa\n    dibandingkan dengan pengetahuan. Penilaian ini sering meminta siswa untuk\n    melakukan tugas-tugas tertentu yang tidak termasuk tes tradisional.\n    Contohnya adalah presentasi lisan atau portofolio. Penilaian alternatif\n    memberikan kesempatan bagi siswa untuk menerapkan konsep yang dipelajari,\n    dan ketika digunakan dengan benar dapat meningkatkan\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2019\/09\/how-to-get-teachers-to-prepare-students-for-college-and-career-readiness\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Ekesiapan karier\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    .\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Cara Menggunakan Penilaian di Kelas Anda\u003Cstrong\u003E \u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h2\u003E\nMengelola asesmen di kelas diperlukan, tetapi penggunaan asesmen tidak\n    berakhir di sana. Agar penilaian bermanfaat, seseorang juga harus memahami\n    cara menggunakan data yang dihasilkan dan langkah apa yang harus diambil\n    berdasarkan hasil penilaian. Di bawah ini adalah beberapa tips yang akan\n    membantu Anda mendapatkan hasil maksimal dari penilaian kelas Anda.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Jangan Melakukan penilaian Terlalu Sering\n\u003C\/h3\u003E\nSebagian besar guru pasti setuju bahwa terlalu banyak penilaian tidak\n    menumbuhkan\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2019\/08\/5-ways-to-create-a-healthy-classroom-environment\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Elingkungan kelas yang sehat\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    . Ketika penilaian terlalu sering digunakan, mereka kehilangan potensi\n    mereka dan menjadi gangguan bagi siswa. Untuk memastikan bahwa Anda hanya\n    menilai siswa sebanyak yang diperlukan, luangkan waktu untuk mengevaluasi\n    apa tujuan akhir pembelajaran Anda. Rencanakan penilaian yang membangun\n    tujuan-tujuan tersebut secara konsisten, tidak sering.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Berikan Umpan Balik Tepat Waktu dan Dapat Ditindaklanjuti\u003Cstrong\u003E \u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\nAgar penilaian bermanfaat, siswa harus memahami kinerja mereka. Terlalu\n    sering, siswa mengambil penilaian dan melihat nilai numerik yang dihasilkan\n    yang tidak menjelaskan kinerja mereka. Anda harus memberikan umpan balik\n    kepada siswa Anda setelah penilaian yang dapat ditindaklanjuti dan tepat\n    waktu. Umpan balik tepat waktu diberikan ketika umpan balik masih berlaku.\n    Umpan balik yang dapat ditindaklanjuti memberi siswa alat untuk\n    meningkatkan bidang kelemahan.\u003Cstrong\u003E \u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Gunakan Data Penilaian untuk Mendorong Instruksi\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2020\/02\/data-driven-decision-making-in-education\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003EData\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    penilaian Anda\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2020\/02\/data-driven-decision-making-in-education\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Eharus selalu mengarahkan instruksi Anda\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    . Setelah Anda tahu bagaimana siswa Anda telah menguasai suatu konsep, ini\n    akan memengaruhi instruksi Anda ke depan. Ini membutuhkan fleksibilitas dan\n    menyebabkan instruksi Anda memenuhi kebutuhan spesifik siswa Anda.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Remediate dan Reassess\u003Cstrong\u003E \u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\nSaat data penilaian menyoroti defisit, lakukan tindakan untuk memperbaiki\n    defisit tersebut. Juga, penilaian tidak harus menjadi akhir semua dan\n    menjadi semua. Setelah remediasi, Anda harus membuat rencana untuk menilai\n    kembali defisit jika waktu mengizinkan.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Manfaat Penilaian\n\u003C\/h2\u003E\nKetika penilaian bervariasi dan dipilih dengan benar dan tepat, maka dapat\n    mencapai tujuan penting di kelas. Melalui penggunaan teknik penilaian kelas\n    ini, guru dapat memperoleh wawasan tentang kemampuan dan tantangan siswa\n    mereka. Data yang diberikan penilaian efektif berfungsi sebagai peta jalan\n    untuk\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2019\/09\/instructional-strategy-tips-for-the-classroom\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Eperencanaan pengajaran\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    dan membantu guru untuk menyesuaikan pelajaran mereka dengan beragam\n    kebutuhan siswa mereka. Meskipun prevalensi pengujian standar dapat membuat\n    penilaian tampak seperti beban yang tidak semestinya, guru dapat mengklaim\n    kembali kekuatan sebenarnya dari penilaian melalui pengetahuan dan\n    perencanaan yang tepat.\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/182882710382109295\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/07\/cara-menggunakan-penilaian-terhadap.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/182882710382109295"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/182882710382109295"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/07\/cara-menggunakan-penilaian-terhadap.html","title":"Cara Menggunakan Penilaian Terhadap Siswa di Kelas"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-TNR1sLU8skI\/Xxw5D3fbNCI\/AAAAAAAABQ4\/o3rEjL-V_RgQlxifZ-3EKT-7HulJXVaRwCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Cara-Menggunakan-Penilaian-Terhadap-Siswa-di%2BKelas.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-1704256005425709066"},"published":{"$t":"2020-07-24T19:54:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-07-24T19:54:05.773+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Manfaat dan Strategi Pembelajaran Yang Berpusat Pada Siswa"},"content":{"type":"html","$t":"Sistem pendidikan secara keseluruhan adalah salah satu yang telah mengalami\n    perubahan signifikan selama 50 tahun terakhir. Model pendidikan tradisional\n    telah sangat berpusat pada guru, dengan guru memberikan instruksi langsung\n    dengan sedikit atau tanpa ruang untuk peluang keterlibatan siswa atau\n    pemberdayaan dalam pembelajaran mereka sendiri.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-lraCZrERrW4\/XxrLUs-zW6I\/AAAAAAAABQc\/l8Ahp0YqPKcnvFgGJ_6kWhWfoUW48Z4IwCLcBGAsYHQ\/s1600\/Manfaat-dan-Strategi-Pembelajaran-Yang-Berpusat-Pada-Siswa.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Manfaat dan Strategi Pembelajaran Yang Berpusat Pada Siswa\" border=\"0\" data-original-height=\"411\" data-original-width=\"600\" height=\"438\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-lraCZrERrW4\/XxrLUs-zW6I\/AAAAAAAABQc\/l8Ahp0YqPKcnvFgGJ_6kWhWfoUW48Z4IwCLcBGAsYHQ\/s640\/Manfaat-dan-Strategi-Pembelajaran-Yang-Berpusat-Pada-Siswa.jpg\" title=\"Manfaat dan Strategi Pembelajaran Yang Berpusat Pada Siswa\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSelama sepuluh tahun terakhir, model ruang kelas tradisional telah berubah\n    secara dramatis dengan pergeseran dalam model pengiriman konten. Salah satu\n    tema paling menonjol dalam pendidikan K-12 saat ini adalah pengajaran yang\n    berpusat pada siswa, dan para guru saat ini menggunakan segudang strategi\n    pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk melengkapi, mempersiapkan, dan\n    menghasilkan siswa yang mampu sukses setelah lulus.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Manfaat Pendekatan yang Berpusat pada Siswa untuk Belajar\n\u003C\/h2\u003E\nPendekatan yang berpusat pada siswa sangat bervariasi dari model pengajaran\n    tradisional yang berpusat pada guru. Dalam pendekatan yang berpusat pada\n    siswa untuk belajar, ruang kelas beralih dari instruksi langsung ke\n    lingkungan yang lebih berbasis komunitas, yang mendukung pemberdayaan\n    siswa, percakapan, keterampilan berpikir kritis, kemandirian, dan teknik\n    pemecahan masalah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDi kelas yang berpusat pada siswa, perubahan dimulai\n    dengan guru. Strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa memang\n    membutuhkan dan melibatkan siswa dalam keseluruhan proses perencanaan,\n    implementasi, dan penilaian. Ketika para pendidik terus memperbaiki dan\n    mengasah praktik pengajaran mereka, berikut adalah beberapa strategi untuk\n    menerapkan kelas yang berpusat pada siswa:\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Strategi Mengajar yang Berpusat pada Siswa\n\u003C\/h2\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Papan Pilihan (Choice boards)\n\u003C\/h2\u003E\nPapan pilihan memungkinkan siswa untuk memilih kegiatan yang akan mereka\n    selesaikan untuk melatih keterampilan atau menunjukkan pemahaman. Dalam\n    pendekatan pembelajaran ini, siswa diberi kepemilikan dan peluang\n    pemberdayaan sementara guru membedakan instruksi mereka. Papan pilihan\n    dapat digunakan tidak hanya untuk tujuan\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/professional-development\/2020\/02\/how-to-use-student-assessments-in-your-classroom\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Epenilaian\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    , tetapi juga untuk memperkenalkan materi baru, untuk praktik tambahan,\n    atau sebagai kombinasi dari beberapa bagian pelajaran atau unit.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Jigsaw \/ Stasiun \/ Pusat\n\u003C\/h2\u003E\nMeskipun konsep yang lebih tua,\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/teaching-strategies\/2016\/10\/the-jigsaw-method-teaching-strategy\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Emetode Jigsaw\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    telah berkembang dan digabungkan menjadi pendekatan pusat \/ stasiun. Dalam\n    bentuknya yang paling dasar, strategi ini melibatkan siswa yang\n    memanfaatkan pembelajaran kooperatif karena mereka berusaha untuk\n    menyatukan \"puzzle\". Setiap siswa mengambil tanggung jawab untuk komponen\n    pengetahuan individual, kemudian mengambil pengetahuan yang dipelajari dan\n    diperoleh dan menerapkannya pada badan kerja yang lebih besar (puzzle).\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp;Konsep ini digunakan di tingkat sekolah dasar, menengah, dan tinggi dengan\n    guru membangun stasiun dan pusat di kelas mereka untuk membantu\n    memfasilitasi bagian pengetahuan individu atau kelompok kecil dari strategi\n    Jigsaw, yang mengarah ke beberapa jenis presentasi, diskusi, kompetisi,\n    atau strategi lain yang digunakan untuk menunjukkan pembelajaran.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Inquiry-Based Learning\u0026nbsp; (Pembelajaran Berbasis Permintaan)\u003C\/h2\u003E\nDalam strategi pembelajaran ini, pertanyaan, ide, dan analisis siswa\n    disoroti dan dipupuk, dengan fokus pada perspektif siswa mengenai\n    pertanyaan atau masalah terbuka tertentu. Strategi ini sangat berguna untuk\n    keterlibatan siswa awal, mengarahkan siswa untuk bergerak di luar\n    pengetahuan dasar ke pemahaman yang lebih dalam tentang pemikiran kritis,\n    penalaran berbasis bukti, dan pemecahan masalah kreatif.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDalam\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2020\/02\/what-is-inquiry-based-learning\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Epembelajaran berbasis inkuiri\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    , berbagai komponen pelajaran dapat mencakup studi kasus, proyek kelompok,\n    dan proyek penelitian, antara lain. Koneksi yang lebih mendalam ke materi\n    memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengasah keterampilan yang sangat\n    berharga di dunia tempat kita hidup sekarang.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Pembelajaran Berbasis Proyek dan Pembelajaran Berbasis Masalah\n\u003C\/h2\u003E\nGuru memiliki jargon pendidikan mereka sendiri, dan sering kali, Anda akan\n    mendengar \"PBL\" yang digunakan dalam diskusi guru. Dua strategi\n    pembelajaran yang lebih sering diterapkan adalah\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2020\/05\/how-to-support-project-based-learning-at-home\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Epembelajaran berbasis proyek\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    dan\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2020\/05\/how-to-support-project-based-learning-at-home\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Epembelajaran berbasis\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    masalah. Dalam pembelajaran berbasis proyek, siswa mengerjakan tugas yang\n    lebih panjang yang berujung pada penciptaan presentasi atau produk asli.\n    Strategi pembelajaran ini sangat bergantung pada kolaborasi siswa,\n    komunikasi, dan kreativitas, dengan guru berperan sebagai fasilitator\n    pekerjaan dan kemajuan siswa.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPembelajaran berbasis masalah mencakup proyek yang lebih pendek yang\n    meneliti masalah saat ini, dan melalui definisi, penelitian, dan penyebab\n    masalah, siswa bersama-sama mengevaluasi solusi untuk masalah yang dipilih,\n    memecahkan masalah, atau melaporkan potensi solusi dan \/ atau temuan. Kedua\n    strategi pembelajaran ini memanfaatkan hubungan kehidupan nyata yang\n    relevan dengan dunia luar, memberikan siswa pengalaman berharga dengan\n    pemecahan masalah dan peluang berpikir kritis yang akan mendorong mereka\n    setelah lulus.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Flipped Classrooms (Membalik Kelas)\n\u003C\/h2\u003E\nGuru terus mencari cara untuk memaksimalkan waktu pengajaran di dalam\n    kelas. Strategi pembelajaran yang memperhitungkan hal ini adalah penggunaan\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/classroom-management\/2020\/02\/what-is-a-flipped-classroom\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Ekelas terbalik\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    . Dalam format pembelajaran ini, konten baru atau pengantar dikirimkan\n    kepada siswa di luar kelas, dengan guru menggabungkan banyak strategi yang\n    sudah dibahas seperti papan pilihan atau teka-teki untuk memungkinkan siswa\n    memilih dalam pembelajaran mereka. Materi pembelajaran dapat mencakup\n    bacaan, video, presentasi pra-rekaman atau instruksi langsung, atau tugas\n    penelitian.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDalam model ini, waktu kelas digunakan oleh guru untuk memfasilitasi\n    pembelajaran dan membantu siswa mendapatkan praktik menerapkan pengetahuan\n    yang dipelajari di luar kelas. Alih-alih \"\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/classroom-management\/2020\/07\/what-in-an-exit-ticket-and-how-to-use-them\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Etiket keluar\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    \" (tugas) yang khas , di mana siswa menyerahkan tiket yang menunjukkan\n    penguasaan atau pertanyaan lebih lanjut tentang pemahaman, siswa\n    menggunakan \"tiket masuk,\" di mana mereka memasuki kelas dengan tugas yang\n    selesai, tanggapan tertulis, kuis, atau posting blog berfungsi sebagai\n    \"tiket\" mereka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPada akhirnya, model kelas terbalik dapat menggabungkan\n    beberapa strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa, membuatnya sangat\n    populer di sekolah saat ini. Model pendidikan pengiriman konten seperti yang kita tahu sedang berubah.\n    Sekarang, lebih dari sebelumnya, pendekatan pembelajaran yang berpusat pada\n    siswa sangat penting.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSama seperti para pemimpin sekolah berusaha untuk\n    membangun kapasitas dalam guru mereka, kita harus berusaha untuk membangun\n    kapasitas, kepemimpinan, keterampilan berpikir kritis, dan pemecahan\n    masalah yang kompleks pada siswa kami.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nStrategi pembelajaran yang berpusat\n    pada siswa memberikan peluang pemberdayaan yang memungkinkan penyelaman\n    mendalam ke dalam lebih dari sekedar penilaian mandat atau kurikulum\n    berbasis standar kalengan. Memanfaatkan strategi yang dibahas dapat membuat\n    Anda berada di jalur untuk menghasilkan siswa yang siap membuat perbedaan\n    dalam masyarakat global yang terus berubah."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/1704256005425709066\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/07\/manfaat-dan-strategi-pembelajaran-yang.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1704256005425709066"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1704256005425709066"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/07\/manfaat-dan-strategi-pembelajaran-yang.html","title":"Manfaat dan Strategi Pembelajaran Yang Berpusat Pada Siswa"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-lraCZrERrW4\/XxrLUs-zW6I\/AAAAAAAABQc\/l8Ahp0YqPKcnvFgGJ_6kWhWfoUW48Z4IwCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Manfaat-dan-Strategi-Pembelajaran-Yang-Berpusat-Pada-Siswa.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-1422337820102019813"},"published":{"$t":"2020-07-22T19:38:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-07-22T19:38:38.168+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Strategi Pengajaran Kolaborasi Dalam Pembelajaran Jarak Jauh"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Ch3\u003E\n    Apa itu Pengajaran Bersama?\n\u003C\/h3\u003E\nCo-teaching ( mengajar secara bersama ) melibatkan lebih dari satu guru yang berbagi peran \"mengajar\"\n    di ruang kelas. Dalam hubungan mengajar bersama, guru berbagi tanggung\n    jawab perencanaan, penyampaian instruksi, dan penyampaian penilaian dan\n    umpan balik. Dalam jenis pengaturan ini, guru sama-sama mengambil tanggung\n    jawab untuk mengajar siswa. Seringkali ini terjadi ketika seorang guru\n    pendidikan umum berpasangan dengan seorang guru pendidikan khusus, misalnya\nseorang guru pembina (musik, seni, dll.), Atau seorang    \u003Cstrong\u003Epelatih pembelajar\u003C\/strong\u003E, tetap dapat terjadi ketika ada dua\n    guru yang mengajar bersama.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Nr4GfIyzl44\/XxggIppZ8RI\/AAAAAAAABQA\/z6NqV4N8b8wBgpxpVIEJbw4OKNfHeomkwCLcBGAsYHQ\/s1600\/Strategi-Pengajaran-Kolaborasi-Dalam-Pembelajaran-Jarak-Jauh.png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Strategi Pengajaran Kolaborasi Dalam Pembelajaran Jarak Jauh\" border=\"0\" data-original-height=\"337\" data-original-width=\"600\" height=\"358\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Nr4GfIyzl44\/XxggIppZ8RI\/AAAAAAAABQA\/z6NqV4N8b8wBgpxpVIEJbw4OKNfHeomkwCLcBGAsYHQ\/s640\/Strategi-Pengajaran-Kolaborasi-Dalam-Pembelajaran-Jarak-Jauh.png\" title=\"Strategi Pengajaran Kolaborasi Dalam Pembelajaran Jarak Jauh\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPendidik memilih untuk mengajar bersama karena berbagai alasan. Co-teaching\n    menciptakan peluang bagi siswa untuk berinteraksi dengan lebih dari satu\n    guru yang berpengalaman. Ini juga memungkinkan siswa penyandang cacat\n    mengakses pengaturan pendidikan umum dan kurikulum dengan cara yang lebih\n    inklusif karena mereka memiliki akses ke guru dan konten pendidikan reguler\n    mereka, sementara memiliki akses ke diferensiasi yang disediakan oleh guru\n    pendidikan khusus mereka.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSelain itu, pelajaran yang dikembangkan oleh lebih dari satu guru cenderung\n    menjadi pelajaran yang lebih kuat, lebih kreatif, dan terencana dengan baik\n    karena guru berbagi dalam proses perencanaan dan gagasan curah pendapat\n    yang akan memenuhi kebutuhan semua siswa. Mengajar bersama, jika dilakukan\n    dengan benar, dapat membangun hubungan, menumbuhkan kolaborasi, dan\n    memenuhi kebutuhan berbagai siswa.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003E\n        Model dan Strategi Pengajaran Bersama untuk Pembelajaran Jarak Jauh\n    \u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\nPengajaran bersama dapat terjadi dalam berbagai cara dan dalam berbagai\n    pengaturan. Model-model berikut adalah cara pengajaran bersama dapat\n    dilakukan di dalam dan di luar kelas.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul type=\"disc\"\u003E\n\u003Cli\u003E\n        \u003Cstrong\u003EPengajaran Paralel\u003C\/strong\u003E\n        - Ini terjadi ketika kelas dibagi menjadi kelompok-kelompok dan setiap\n        guru memberikan informasi yang sama kepada siswa pada saat yang sama.\n        Ketika diterapkan pada pembelajaran jarak jauh, ini dapat terjadi dalam\n        pertemuan yang menggunakan aplikasi\n        \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/teaching-strategies\/2020\/04\/how-teachers-can-utilize-zoom-for-online-learning\/\" target=\"_blank\"\u003E\n            \u003Cstrong\u003EZoom\u003C\/strong\u003E\n        \u003C\/a\u003E\n        misalnya dengan menggunakan\n        \u003Ca href=\"https:\/\/support.zoom.us\/hc\/en-us\/articles\/206476093-Enabling-breakout-rooms\" target=\"_blank\"\u003E\n            \u003Cstrong\u003Efitur breakout\u003C\/strong\u003E\n        \u003C\/a\u003E\n        untuk menempatkan siswa ke dalam dua kelompok. Setiap kelompok akan\n        menerima instruksi yang sama, pada saat yang sama, dari seorang guru\n        profesional.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        \u003Cstrong\u003EMengajar dan Mengamati\u003C\/strong\u003E\n        - Jenis co-teaching ini terjadi ketika satu guru memberikan instruksi\n        sementara guru lainnya mengamati siswa ketika mereka sedang belajar dan\n        bekerja. Ini dapat dilakukan dalam sesi Zoom juga. Dalam situasi ini,\n        satu guru akan memimpin pelajaran Zoom sementara guru lainnya mengamati\n        dan mencatat. Setelah pelajaran selesai, para guru dapat berkolaborasi\n        dengan merefleksikan catatan yang diambil dan menggunakan data\n        kualitatif ini untuk merencanakan instruksi lebih lanjut.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        \u003Cstrong\u003EMengajar dan Membantu\u003C\/strong\u003E\n        - Mengajar dan membantu terjadi ketika satu guru memberikan instruksi\n        dan guru lainnya membantu siswa sesuai kebutuhan. Mengajar dan membantu\n        juga bisa dilakukan secara virtual. Ketika seorang guru mengajar siswa,\n        yang lain dapat membuka ruang breakout untuk satu atau lebih siswa\n        untuk membantu dengan kebutuhan belajar individu ketika mereka muncul.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        \u003Cstrong\u003EPengajaran Alternatif\u003C\/strong\u003E\n        - \u003Cstrong\u003EPengajaran\u003C\/strong\u003E alternatif terjadi ketika satu guru\n        memberikan konten kepada sekelompok besar siswa dan guru lain\n        menginstruksikan sekelompok kecil siswa berdasarkan kebutuhan siswa.\n        Pengajaran alternatif mirip dengan 'mengajar dan membantu' dalam hal\n        ini memungkinkan sekelompok siswa untuk berpartisipasi dalam kelas\n        reguler sambil menerima akomodasi dan modifikasi untuk membantu mereka\n        menjadi sukses. Fitur obrolan dan fitur ruang breakout di ruang kelas\n        virtual dapat membantu guru pendidikan khusus dalam memodifikasi\n        pelajaran yang diperlukan untuk siswa mereka.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        \u003Cstrong\u003EPengajaran \/ Stasiun Kelompok Kecil\u003C\/strong\u003E\n        - Ini terjadi ketika setiap guru mengajarkan sebagian konten ke\n        kelompok kecil. Siswa berputar melalui kelompok untuk mendapatkan\n        setiap bagian dari konten. Grup breakout di Zoom dapat digunakan untuk\n        menempatkan siswa ke dalam grup kecil atau stasiun virtual. Guru\n        memiliki pilihan untuk menyatukan seluruh kelas dan menugaskan siswa ke\n        dalam kelompok baru, sebagai rotasi virtual.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        \u003Cstrong\u003EPengajaran Tim\u003C\/strong\u003E\n        - \u003Cstrong\u003EPengajaran\u003C\/strong\u003E tim adalah jenis pengajaran bersama di\n        mana kedua guru menyampaikan instruksi secara bersamaan, bergiliran\n        mengajar dan mengamati atau membantu. Ini juga dapat dengan mudah\n        dilakukan melalui Zoom. Pelajaran zoom memungkinkan guru untuk\n        bergiliran berbicara dan berbagi layar. Selain itu, banyak alat dan\n        platform online seperti\n        \u003Ca href=\"https:\/\/classroom.google.com\/h\" target=\"_blank\"\u003E\n            \u003Cstrong\u003EGoogle Classroom\u003C\/strong\u003E\n        \u003C\/a\u003E\n        dan\n        \u003Ca href=\"https:\/\/www.classdojo.com\/\" target=\"_blank\"\u003E\n            \u003Cstrong\u003EClass Dojo\u003C\/strong\u003E\n        \u003C\/a\u003E\n        memungkinkan \"co-teacher\" di ruang kelas virtual. Fitur ini\n        memungkinkan banyak guru untuk mengelola konten pelajaran dan\n        menyampaikan instruksi.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\nCo-teaching adalah\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/classroom-management\/2019\/11\/alternatives-to-traditional-classroom-learning\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Ealternatif yang\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    bagus\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/classroom-management\/2019\/11\/alternatives-to-traditional-classroom-learning\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Euntuk pengajaran dan pembelajaran kelas tradisional. \u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    Strategi pembelajaran alternatif mempertimbangkan kebutuhan siswa secara\n    individu dan menjadikan keterlibatan siswa sebagai prioritas. Selain itu,\n    co-teaching mempromosikan\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2019\/12\/collaborative-inquiry-teachers-working-together\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Epengajaran\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    dan pembelajaran\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2019\/12\/collaborative-inquiry-teachers-working-together\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Ekolaboratif\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    .\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKemampuan untuk bertemu dengan kolega dan merencanakan pengajaran yang\n    solid adalah kunci untuk memastikan siswa menerima apa yang mereka\n    butuhkan. Perencanaan sejawat membuat para pendidik lebih banyak\n    menggunakan alat dan sumber daya pengajaran, serta cara mengajar yang baru.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nHal hebat lainnya tentang pengajaran bersama adalah bahwa hal itu dapat\n    dilakukan secara langsung atau secara virtual. Dengan memanfaatkan strategi\n    pengajaran bersama, pendidik dapat meningkatkan kolaborasi dan membawa\n    pengajaran berkualitas ke dalam lingkungan virtual.\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/1422337820102019813\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/07\/strategi-pengajaran-kolaborasi-dalam.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1422337820102019813"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1422337820102019813"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/07\/strategi-pengajaran-kolaborasi-dalam.html","title":"Strategi Pengajaran Kolaborasi Dalam Pembelajaran Jarak Jauh"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Nr4GfIyzl44\/XxggIppZ8RI\/AAAAAAAABQA\/z6NqV4N8b8wBgpxpVIEJbw4OKNfHeomkwCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Strategi-Pengajaran-Kolaborasi-Dalam-Pembelajaran-Jarak-Jauh.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-252729591348872030"},"published":{"$t":"2020-07-21T22:08:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-07-21T22:08:03.417+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"LKPD IPS 8 SMP"}],"title":{"type":"text","$t":"Lembar Kerja Peserta Didik \"Pengaruh Perubahan dan Interaksi Keruangan Terhadap Kehidupan di Negara-negara ASEAN \""},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cstrong\u003EPendahuluan\u0026nbsp;\u003C\/strong\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003Cstrong\u003E\n        Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang Akibat Faktor Alam\n    \u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\nKondisi alam dan kondisi sosial negara-negara ASEAN yang relatif homogen\n    dan saling membutuhkan memudahkan interaksi antara satu negara dan negara\n    lainnya. Interaksi ini terjadi dalam bentuk kerja sama di berbagai bidang.\n    Banyak faktor yang menimbulkan berbagai bentuk interaksi antara negara\n    tersebut, antara lain faktor iklim dan faktor geologi.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003Ea. Faktor Alam\n\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nLokasi negara-negara ASEAN yang berada di antara Benua Asia dan Benua\n    Australia menyebabkan wilayah ini memiliki pola arah angin yang berganti\n    setiap setengah tahun sekali. Angin ini dinamakan angin muson timur dan\n    angin muson barat, masing-masing menyebabkan terjadinya musim kemarau dan\n    musim hujan. Iklim yang dipengaruhi tiupan angin muson dinamakan iklim\n    muson.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-sPnyYomZaT4\/XxbwEhSz42I\/AAAAAAAABPA\/bURjGAP1zI0Rv1Xm8ebk0dZV1IkEP3FDQCLcBGAsYHQ\/s1600\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Pengaruh-Perubahan-dan-Interaksi-Keruangan-Terhadap-Kehidupan-di-Negara-negara-ASEAN..jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Lembar Kerja Peserta Didik \u0026quot;Pengaruh Perubahan dan Interaksi Keruangan Terhadap Kehidupan di Negara-negara ASEAN \u0026quot;\" border=\"0\" data-original-height=\"354\" data-original-width=\"564\" height=\"400\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-sPnyYomZaT4\/XxbwEhSz42I\/AAAAAAAABPA\/bURjGAP1zI0Rv1Xm8ebk0dZV1IkEP3FDQCLcBGAsYHQ\/s640\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Pengaruh-Perubahan-dan-Interaksi-Keruangan-Terhadap-Kehidupan-di-Negara-negara-ASEAN..jpg\" title=\"Lembar Kerja Peserta Didik \u0026quot;Pengaruh Perubahan dan Interaksi Keruangan Terhadap Kehidupan di Negara-negara ASEAN \u0026quot;\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSelain iklim matahari dan iklim muson, wilayah negara-negara ASEAN juga dipengaruhi\n    iklim fisis. Iklim fisis dipengaruhi keadaan fisik suatu wilayah, seperti\n    perairan laut, pegunungan, dan dataran.\u003Cbr \/\u003E\nNegara-negara ASEAN terkadang mengalami perubahan iklim yang tidak\n    terprediksi, sebagai akibat adanya perubahan pola penggunaan lahan dan\n    perilaku yang menimbulkan pemanasan global. Perubahan iklim ini memicu\n    terjadinya bencana alam klimatik atau bencana alam yang disebabkan\n    kerusakan faktor-faktor iklim.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDalam upaya menanggulangi bencana di kawasan Asia Tenggara, ASEAN melakukan\n    kerja sama antarnegara anggotanya. Contoh kerja sama ASEAN dalam\n    menanggulangi bencana klimatik, yaitu ketika terjadi kebakaran hutan yang\n    hebat di Sumatra tahun 2015, Malaysia dan Singapura atas nama ASEAN\n    memberikan bantuan peminjaman pesawat pemadam kebakaran.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-048bQbB-lXc\/XxbwSe1gvTI\/AAAAAAAABPE\/L2nHuJ2ra8cSePpqowc_AdTNWZbHMkr0ACLcBGAsYHQ\/s1600\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Pengaruh-Perubahan-dan-Interaksi-Keruangan-Terhadap-Kehidupan-di-Negara-negara-ASEAN.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Lembar Kerja Peserta Didik \u0026quot;Pengaruh Perubahan dan Interaksi Keruangan Terhadap Kehidupan di Negara-negara ASEAN \u0026quot;\" border=\"0\" data-original-height=\"307\" data-original-width=\"584\" height=\"336\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-048bQbB-lXc\/XxbwSe1gvTI\/AAAAAAAABPE\/L2nHuJ2ra8cSePpqowc_AdTNWZbHMkr0ACLcBGAsYHQ\/s640\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Pengaruh-Perubahan-dan-Interaksi-Keruangan-Terhadap-Kehidupan-di-Negara-negara-ASEAN.jpg\" title=\"Lembar Kerja Peserta Didik \u0026quot;Pengaruh Perubahan dan Interaksi Keruangan Terhadap Kehidupan di Negara-negara ASEAN \u0026quot;\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nIndonesia dan\n    beberapa negara ASEAN lain membantu Filipina yang mengalami bencana badai\n    Haiyan tahun 2014. Berdasarkan kondisi iklim matahari, fisis, ataupun muson, hampir seluruh\n    negara ASEAN memiliki kesamaan kondisi. Kondisi iklim yang sama ini membuat\n    negaranegara\u003Cbr \/\u003E\ndi ASEAN ini bahu membahu untuk saling membantu.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003Eb. Faktor Geologi\n\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBerdasarkan faktor-faktor yang berkaitan dengan kondisi geologi seperti\n    kondisi tanah dan batuan penyusunnya di bumi, negara-negara ASEAN berada di\n    daerah tumbukan antarlempeng. Amatilah gambar berikut ini, yang menunjukkan\n    posisi lempeng di wilayah negara-negara ASEAN!\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPerhatikan arah pergerakan lempeng yang bertemu di wilayah Asia Tenggara.\n    Negara manakah yang paling luas mengalami tumbukan? Tumbukan lempeng\n    identik dengan kemunculan gunung berapi. Rangkaian gurung di kawasan\n    negara-negara ASEAN dikenal dengan Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-gqQS2GahFvo\/Xxbzk1EBq1I\/AAAAAAAABPk\/klB3VWf60qk72SWUCrCB9kLuMgpbmW1mACLcBGAsYHQ\/s1600\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Pengaruh-Perubahan-dan-Interaksi-Keruangan-Terhadap-Kehidupan-di-Negara-negara-ASEAN...PNG\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Lembar Kerja Peserta Didik \u0026quot;Pengaruh Perubahan dan Interaksi Keruangan Terhadap Kehidupan di Negara-negara ASEAN \u0026quot;\" border=\"0\" data-original-height=\"331\" data-original-width=\"769\" height=\"274\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-gqQS2GahFvo\/Xxbzk1EBq1I\/AAAAAAAABPk\/klB3VWf60qk72SWUCrCB9kLuMgpbmW1mACLcBGAsYHQ\/s640\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Pengaruh-Perubahan-dan-Interaksi-Keruangan-Terhadap-Kehidupan-di-Negara-negara-ASEAN...PNG\" title=\"Lembar Kerja Peserta Didik \u0026quot;Pengaruh Perubahan dan Interaksi Keruangan Terhadap Kehidupan di Negara-negara ASEAN \u0026quot;\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPergerakan lempeng yang bertumbukkan mengakibatkan terjadinya bencana\n    geologis, seperti gempa bumi. Apabila terjadi di laut atau memengaruhi\n    pergerakan gelombang laut, gempa bumi dapat menimbulkan bencana tsunami.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSetidaknya empat dari sebelas negara ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia,\n    Thailand, dan Myanmar, pernah mengalami kejadian gempa yang merenggut\n    korban jiwa sangat banyak. Sebagian besar korban diakibatkan tsunami yang\n    terjadi setelah gempa berlangsung.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKorban tsunami yang menggemparkan dunia\n    terjadi di wilayah Indonesia, yaitu di Aceh pada tahun 2006. Sama seperti\n    kejadian bencana lain, negara-negara ASEAN sebagai organisasi ataupun\n    negara-negara tetangga melalui Pusat Koordinasi Bantuan Kemanusiaan\n    memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok, fasilitas kesehatan, maupun\n    donasi untuk perbaikan lingkungan dalam masa pemulihan.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003Ec. Faktor Kesediaan Sumber Daya Alam\n\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPernahkah kalian mengamati daerah tempat tinggalmu? Apakah ada sesuatu yang\n    dimiliki oleh daerah tempat tinggalmu yang tidak terdapat di daerah lain?\n    Kondisi yang kalian rasakan sama, seperti ketersedian sumber daya alam yang\n    ada di negaranegara ASEAN.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSebagai contoh, hampir semua negara-negara ASEAN memiliki sumber daya alam\n    berupa barang tambang, kecuali Singapura. Negara Singapura yang wilayahnya\n    sangat sempit memiliki keterbatasan sumber daya alam barang tambang, tetapi\n    menguasai perdagangan dan industri. Negara-negara ASEAN yang kaya dengan\n    barang tambang mentah mengekspornya ke Singapura untuk diolah menjadi\n    berbagai barang kebutuhan pokok.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nNegara-negara ASEAN yang lain juga\n    melakukan kegiatan yang serupa dengan volume yang berbeda-beda sesuai\n    kemampuan masing-masing negara. Sumber daya alam tidak hanya berupa barang tambang. Sumber daya alam hayati\n    dan nonhayati lainnya dapat dijumpai di negara-negara ASEAN. Hutan dan laut\n    merupakan contoh lain sumber daya alam yang dimiliki hampir semua negara\n    ASEAN.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nHutan, laut, dan barang tambang merupakan sumber daya alam yang\n    banyak dieksplorasi untuk menunjang kehidupan setiap negara. Indonesia\n    memiliki hutan paling luas di antara negara yang lain. Namun, laju\n    kerusakan hutan atau deforestasi di Indonesia juga paling tinggi di antara\n    negara-negara ASEAN lainnya. Hasil hutan dari Indonesia dan negara-negara\n    ASEAN lain digunakan sebagai salah satu sumber pendapatan negara. Salah\n    satu tujuan ekspornya yaitu ke negara-negara industri, seperti Singapura.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPerairan laut di kawasan negara-negara ASEAN banyak diekplorasi untuk\n    menghasilkan devisa atau pendapatan negara. Perikanan, mutiara, rumput laut\n    sampai barang tambang merupakan contoh eksplorasi perairan laut sebagai\n    sumber daya alam. Saat ini, perairan laut banyak yang dikelola sebagai\n    tempat wisata.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTidak semua sumber daya yang diperlukan suatu negara\n    tersedia di negara tersebut. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhannya,\n    negara-negara anggota ASEAN melakukan pertukaran sumber daya alam dalam\n    kegiatan jual beli. Kegiatan jual beli dan pertukaran sumber daya ini merupakan bentuk interaksi\n    antarnegaranegara ASEAN dengan bertujuan meningkatkan kesejahteraan\n    masyarakat.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ERincian Kegiatan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EBacalah pendahuluan diatas !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPerhatikan peta arah angin muson di Indonesia dari A ke B. Jelaskan penyebab terjadinya arah angin muson yang berubah dari A ke B di Indonesia !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPerhatikan peta pesebaran jalur pegunungan di dunia, Sebutkan negara apa saja yang di lalui jalur pegunungan pasifik dan Mediterania di kawasan ASEAN !\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cb\u003EPertanyaan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EJelaskan penyebab terjadinya angin muson atau musim di kawasan Asia tenggara (ASEAN) ?\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESebutkan negara apa saja yang dilalui jalur pegunungan sirkum pasifik dan Mediterania di kawasan ASEAN !\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/252729591348872030\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/07\/lembar-kerja-peserta-didik-pengaruh.html#comment-form","title":"5 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/252729591348872030"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/252729591348872030"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/07\/lembar-kerja-peserta-didik-pengaruh.html","title":"Lembar Kerja Peserta Didik \"Pengaruh Perubahan dan Interaksi Keruangan Terhadap Kehidupan di Negara-negara ASEAN \""}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-sPnyYomZaT4\/XxbwEhSz42I\/AAAAAAAABPA\/bURjGAP1zI0Rv1Xm8ebk0dZV1IkEP3FDQCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Pengaruh-Perubahan-dan-Interaksi-Keruangan-Terhadap-Kehidupan-di-Negara-negara-ASEAN..jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"5"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-330872084791551029"},"published":{"$t":"2020-07-19T22:33:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-07-19T22:33:59.685+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Kiat Bagi Orang Tua Siswa Dalam Pembelajaran Berbasis Proyek"},"content":{"type":"html","$t":"Selama masa yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah pendidikan\n    kita ketika banyak sekolah ditutup secara nasional, bagaimana orang tua dan\n    pengasuh lainnya dapat mengatur lingkungan dan kegiatan untuk membantu\n    anak-anak melanjutkan pembelajaran mereka? Dan pembelajaran seperti apa\n    yang paling bermanfaat?\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-jc2wX4ZvpHI\/XxRZNhtIDcI\/AAAAAAAABOg\/zG0OAVrBYBwNo10y0GvezAooza2fB5yEgCLcBGAsYHQ\/s1600\/Kiat-Bagi-Orang-Tua-Siswa-Dalam-Pembelajaran-Berbasis-Proyek.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Kiat Bagi Orang Tua Siswa Dalam Pembelajaran Berbasis Proyek\" border=\"0\" data-original-height=\"395\" data-original-width=\"600\" height=\"420\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-jc2wX4ZvpHI\/XxRZNhtIDcI\/AAAAAAAABOg\/zG0OAVrBYBwNo10y0GvezAooza2fB5yEgCLcBGAsYHQ\/s640\/Kiat-Bagi-Orang-Tua-Siswa-Dalam-Pembelajaran-Berbasis-Proyek.jpg\" title=\"Kiat Bagi Orang Tua Siswa Dalam Pembelajaran Berbasis Proyek\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nIni menyangkut dunia dimasa depan ada empat keterampilan sangat penting\n    yang menentukan kualitas belajar bagi siswa hari ini. Ini termasuk\n    keterampilan yang saat ini dipraktikkan siswa di kelas\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.definedstem.com\/blog\/what-is-project-based-learning\/\"\u003E\n        pembelajaran berbasis proyek\n    \u003C\/a\u003E\n    (PBL) mutakhir . Ketika anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu jauh dari\n    ruang kelas mereka, orang tua dan wali dapat memperkuat beberapa praktik\n    PBL dan terus membekali siswa dengan keterampilan yang berharga untuk\n    mempersiapkan mereka untuk dunia masa depan mereka.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003EPerkuat pembelajaran anak-anak Anda dengan cara berikut:\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\n1.\n    \u003Cstrong\u003E\n        Kembangkan kesadaran anak-anak tentang dunia yang lebih luas dan cara\n        menjadi aktif\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; dalam komunitas global\n    \u003C\/strong\u003E\n    .\u003Cbr \/\u003E\nPembelajaran berbasis proyek menetapkan proyek dalam konteks global yang\n    mempersiapkan siswa untuk dunia yang tumbuh semakin saling terhubung. Ini\n    termasuk mengembangkan kemampuan siswa untuk berempati dengan orang lain,\n    menghargai budaya lain dan sudut pandang, memahami bagaimana peristiwa di\n    satu bagian dunia mempengaruhi bagian lain dunia dan mengenali masalah yang\n    melampaui komunitas mereka.\n    \u003Ca href=\"http:\/\/www.definedlearning.com\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        Defined Learning\n    \u003C\/a\u003E\n    adalah sumber belajar berbasis proyek online yang menawarkan proyek\n    e-learning gratis untuk siswa di kelas K-12.\u003Cstrong\u003E \u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDi rumah, dorong anak Anda untuk meneliti budaya lain dan bagaimana\n    orang-orang di sana hidup dan berpikir. Anak-anak juga dapat menjelajahi\n    tantangan global, termasuk menciptakan lingkungan yang sehat dan\n    berkelanjutan, mengurangi masalah kesehatan, atau menyelesaikan kekurangan\n    air dan makanan. Selama pandemi ini, anak-anak mungkin menjadi akrab dengan\n    dampak virus corona di tempat yang berbeda dan belajar bagaimana penyakit\n    ini mempengaruhi kehidupan orang-orang dan ekonomi negara.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBeberapa situs gratis yang dapat membantu anak-anak berpikir secara global\n    termasuk \u003Ca href=\"https:\/\/pbskids.org\/designsquad\/\"\u003EDesign Squad Global\u003C\/a\u003E\ndengan kegiatan yang meriah dan koneksi global untuk anak-anak, dan    \u003Ca href=\"https:\/\/kids.nationalgeographic.com\/\"\u003ENational Geographic Kids\u003C\/a\u003E\n    , menampilkan kisah orang dan satwa liar di seluruh planet ini. Intinya:\n    perluas wawasan anak Anda.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n2. \u003Cstrong\u003EDorong inovasi dan kreativitas.\u0026nbsp;\u003C\/strong\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nApakah anak Anda selalu\n    bertanya \"mengapa\" dan \"bagaimana?\" Bagus! Buat anak-anak Anda penasaran.\n    Mulailah dengan menunjukkan kepada mereka bahwa Anda ingin tahu tentang\n    berbagai hal dan tertarik untuk belajar lebih banyak - antusiasme Anda akan\n    memotivasi minat anak-anak Anda. Minta mereka untuk melihat-lihat situasi\n    tepat di depan mereka yang membutuhkan jawaban atau solusi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMisalnya,\n    mereka mungkin bertanya-tanya:\n    \u003Cem\u003E\n        Bagaimana saya bisa menghentikan tupai agar tidak masuk ke pengumpan\n        burung? Desain lonceng angin saya sendiri? Membuat perabot baru untuk\n        kamar saya? Bangun robot? Merancang perhiasan fashion baru? Temukan\n        penggunaan baru untuk koper lama?\n    \u003C\/em\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cem\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/em\u003E\nSekarang libatkan anak-anak yang penasaran ini dalam pemikiran kritis,\n    menyelidiki cara kerja, dan pemecahan masalah. Ketika mereka memutuskan\n    suatu masalah, lepaskan mereka untuk mempelajari lebih lanjut tentang hal\n    itu dan mencari solusinya. Selamat datang ide-ide yang tidak biasa dan\n    berikan mereka rasa memiliki atas tugas daripada membantu mereka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKetika\n    anak Anda mengajukan pertanyaan, alih-alih menawarkan solusi, desak dia\n    untuk mencari informasi dan berikan beberapa solusi yang memungkinkan. Saat\n    mereka bekerja, pujilah mereka atas apa yang mereka lakukan dan bagaimana\n    mereka belajar.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nJika anak Anda memerlukan beberapa ide untuk proyek, Anda dan anak Anda\ndapat memeriksa ide-ide proyek tentang    \u003Ca href=\"https:\/\/www.discovere.org\/\"\u003EDiscover Engineering\u003C\/a\u003E (klik pada\n    \"Kegiatan\"),\n    \u003Ca href=\"http:\/\/makezine.com\/kids\/\"\u003E\n        Proyek Keren untuk Anak-Anak dari Segala Usia\n    \u003C\/a\u003E\n    , dan\n    \u003Ca href=\"http:\/\/www.instructables.com\/\"\u003E\n        Instructables (klik pada \"proyek\").\n    \u003C\/a\u003E\n    Untuk ide-ide tentang pengaturan \"ruang pembuat\" di mana anak-anak dapat\n    menemukan dan membangun sesuatu, lihat\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.middleweb.com\/22787\/reinvent-summer-learning-make-it-up\/\"\u003E\n        \"Reinvent Summer Learning: Make It Up!\"\n    \u003C\/a\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n3.\n    \u003Cstrong\u003E\n        Libatkan anak-anak dalam menggunakan teknologi dan mengembangkan\n        keterampilan digital.\u0026nbsp;\u003C\/strong\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003C\/strong\u003EApa pun teknologi yang Anda miliki di rumah, mulailah dengan membantu\n    anak-anak Anda belajar cara mengelola situs digital secara bertanggung\n    jawab dan cara menggunakan teknologi dengan tepat. Anda akan menemukan kiat\n    untuk dibagikan dengan anak-anak Anda di\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.goguardian.com\/blog\/technology\/tips-to-be-a-good-digital-citizen\/\"\u003E\n        \u003Cem\u003E Etiket Digital untuk Menjadi Warga Digital yang Baik. \u003C\/em\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    Lihat jugasitus\n    \u003Ca href=\"https:\/\/raisingchildren.net.au\/pre-teens\/entertainment-technology\/digital-life\/digital-citizenship\"\u003E\n        Kewarganegaraan Digital\n    \u003C\/a\u003E\n    ini, cocok untuk anak-anak usia 9-18.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nGunakan teknologi untuk belajar. Menonton TV tidak harus sembrono. Banyak\n    acara TV yang menghibur sangat berkaitan dengan belajar dan memberi\n    anak-anak banyak informasi serta kesenangan. Lihat sains dan teknologi TV\n    dan video dengan anak Anda dan bicarakan bersama tentang program\nsesudahnya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp;Coba    \u003Ca href=\"http:\/\/www.history.com\/shows\/modern-marvels\"\u003EMarvel Modern\u003C\/a\u003E\n    History History Channel , \u003Ca href=\"http:\/\/www.pbs.org\/wgbh\/nova\/\"\u003ENOVA\u003C\/a\u003E\nPBS ,    \u003Ca href=\"http:\/\/www.discovery.com\/tv-shows\/planet-earth\/\"\u003EPlanet Earth\u003C\/a\u003E\nDiscovery Channel dan National Geographic's    \u003Ca href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=ghZ5gsr6MAk\"\u003ECosmos\u003C\/a\u003E . Favorit\n    yang sudah terbukti benar ini memiliki ratusan episode yang mencakup\n    berbagai topik. Lihat \u003Ca href=\"https:\/\/www.brainpop.com\/stem\/\"\u003EBrainPOP\u003C\/a\u003E\n    tempat anak-anak dapat bermain game interaktif, dan pelajari “hal-hal\n    keren.” \u003Ca href=\"https:\/\/ed.ted.com\/\"\u003ETED-Ed\u003C\/a\u003E memberikan video pendek\n    yang dapat dipilih anak Anda yang lebih besar untuk merangsang minat\n    belajar di berbagai bidang.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n4.\n    \u003Cstrong\u003E\n        Fokus pada keterampilan interpersonal seperti kolaborasi, ketekunan,\n        etos kerja, dan kepemimpinan.\u0026nbsp;\u003C\/strong\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003C\/strong\u003EPBL berfokus pada keterampilan ini, tetapi anak-anak Anda membutuhkan\n    bantuan Anda untuk mengembangkannya. Lihatlah beberapa strategi di situs\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.school-connect.net\/pdf\/School-Connect%20-%207%20SEL%20Essentials.pdf\"\u003E\n        SEL (Pembelajaran Sosial-Emosional) ini.\n    \u003C\/a\u003E\n    Meskipun diarahkan untuk siswa sekolah menengah, mereka dapat disesuaikan\n    untuk usia yang lebih muda. Juga, lihat\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.middleweb.com\/41298\/combine-stem-and-sel-for-student-success\/\"\u003E\n        posting blog SEL\n    \u003C\/a\u003E\n    ini yang mencantumkan tujuh cara untuk membantu anak-anak Anda tumbuh di\n    area SEL. Beberapa tips tambahan untuk membantu anak-anak mengembangkan\n    keterampilan ini:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003E\n        \u003Cem\u003EBekerja bersama\u003C\/em\u003E\n        sering kali merupakan keterampilan yang sulit untuk dikuasai anak-anak.\n        Di kelas PBL, kolaborasi dan kerja tim adalah cara siswa “berbisnis.”\n        \u003Ca href=\"https:\/\/www.whitbyschool.org\/passionforlearning\/how-parents-can-extend-student-collaboration-at-home\"\u003E\n            Artikel singkat\n        \u003C\/a\u003E\n        tentang perluasan kolaborasi di rumah ini dapat memberi Anda ide untuk\n        membantu anak-anak Anda dalam hal ini.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        \u003Cem\u003ETetap pada tugas\u003C\/em\u003E\n        dan tidak menyerah adalah salah satu kualitas paling berharga yang\n        dapat dikembangkan oleh anak-anak dari segala usia. Untuk tips\n        membangun kegigihan, cobalah\n        \u003Ca href=\"http:\/\/www.kidspot.com.au\/parenting\/parenthood\/parenting-style\/6-ways-to-teach-your-kids-persistence\/news-story\/2d0c9300a06e505863a8d9ea368e612c\"\u003E\n            Kidspot\n        \u003C\/a\u003E\n        . Biarkan anak-anak tahu bahwa ketika mereka merancang jawaban untuk\n        suatu masalah, mereka mungkin akan menghasilkan ide-ide yang pada\n        awalnya tidak berhasil. Tidak apa-apa. Bahkan, itu bagus sekali! Adalah\n        kesalahan yang kita buat yang membuat kita terus belajar dan\n        berkembang.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        \u003Cem\u003Eetos kerja\u003C\/em\u003E\n        melibatkan karakteristik seperti rasa ingin tahu, berpikir kreatif, dan\n        sebagainya.\n        \u003Ca href=\"https:\/\/www.middleweb.com\/34034\/nows-the-right-time-to-teach-the-work-ethic\/\"\u003E\n            Posting\n        \u003C\/a\u003E\n        tentang pengajaran etos kerja ini diarahkan pada guru tetapi orang tua\n        dapat menggunakan ide-ide darinya juga. Anda juga dapat menemukan\n        artikel ini tentang\n        \u003Ca href=\"https:\/\/www.education.com\/magazine\/article\/Teaching_Child_Ethics\/\"\u003E\n            Mengajar Anak Anda Menjadi Etis\n        \u003C\/a\u003E\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        \u003Cem\u003EKepemimpinan yang\u003C\/em\u003E\n        masuk akal adalah kebutuhan penting di dunia saat ini. Anak-anak sangat\n        perlu untuk mendapatkan keberanian moral dan kemampuan untuk berbicara,\n        melangkah, dan membantu orang lain. Kemampuan kepemimpinan yang tidak\n        mementingkan diri sendiri membuat perbedaan bagi orang lain. Sejumlah\n        situs membahas masalah ini, termasuk\n        \u003Ca href=\"https:\/\/letsgrowleaders.com\/2018\/03\/15\/leadership-skills-in-children\/\"\u003E\n            Lets Grow Leaders\n        \u003C\/a\u003E\n        .\n    \u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n5. \u003Cstrong\u003ECari kegiatan rekreasi yang terkait dengan pendidikan.\u0026nbsp;\u003C\/strong\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSetiap pengalaman memiliki nilai belajar untuk anak-anak. Bawa mereka dalam    \u003Ca href=\"http:\/\/www.wikihow.com\/Enjoy-a-Museum\"\u003E perjalanan ke museum\u003C\/a\u003E\natau Exploreum\u003Cstrong\u003E . \u003C\/strong\u003EKunjungi kompetisi robotika atau ruang\u003Ca href=\"https:\/\/www.makerspaces.com\/what-is-a-makerspace\/\"\u003E pembuat\u003C\/a\u003E .    \u003Cstrong\u003E \u003C\/strong\u003EKunjungi kebun binatang, taman hiburan, dan situs\n    pendidikan lainnya. Perhatikan bagaimana wahana taman hiburan beroperasi.\n    (Bagaimana mereka dibangun?\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPrinsip-prinsip sains apa yang mereka gunakan?)\n    Ajak anak-anak Anda naik gunung dan bicarakan segala sesuatu mulai dari\n    lingkungan hingga bagaimana jalan dibangun. Jenis pengalaman ini membangun\n    kepercayaan diri dan memberdayakan anak-anak untuk merasa bahwa belajar\n    adalah bagian alami dari kehidupan.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\n        Anak-anak Anda dapat membantu mengubah dunia, dan Anda dapat membantu\n        mereka.\u0026nbsp;\u003C\/strong\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003C\/strong\u003E\u003Cstrong\u003E\u003C\/strong\u003EPada intinya, pembelajaran hari ini adalah tentang memecahkan masalah dunia\n    nyata. Dunia membutuhkan lebih banyak lulusan dengan keterampilan untuk\n    mengidentifikasi masalah, memvisualisasikan penjelasan, merancang solusi\n    yang mungkin, kemudian menerapkan dan menguji solusi ini. Bayangkan anak\n    Anda di antara para lulusan ini, membantu mengubah dunia menjadi lebih\n    baik. Sekarang ada tujuan yang dapat dicapai oleh para guru, pengasuh, dan\n    orang tua bersama!\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/330872084791551029\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/07\/kiat-bagi-orang-tua-siswa-dalam.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/330872084791551029"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/330872084791551029"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/07\/kiat-bagi-orang-tua-siswa-dalam.html","title":"Kiat Bagi Orang Tua Siswa Dalam Pembelajaran Berbasis Proyek"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-jc2wX4ZvpHI\/XxRZNhtIDcI\/AAAAAAAABOg\/zG0OAVrBYBwNo10y0GvezAooza2fB5yEgCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Kiat-Bagi-Orang-Tua-Siswa-Dalam-Pembelajaran-Berbasis-Proyek.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-2782771160063171604"},"published":{"$t":"2020-07-17T22:06:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-07-17T22:06:57.511+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Apa Itu Pembelajaran Berbasis Proyek ?"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003EProject Based Learning (PBL)\u003C\/strong\u003E\n    adalah metodologi pengajaran yang mendorong siswa untuk belajar dan\n    menerapkan pengetahuan dan keterampilan melalui pengalaman yang menarik.\n    PBL menghadirkan peluang untuk belajar lebih dalam dalam konteks dan untuk\n    pengembangan keterampilan penting terkait dengan kesiapan kuliah dan\n    karier.\n\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-gFYKQ1b285Q\/XxGvyVUrXLI\/AAAAAAAABOA\/Sq2JRg5pKIEuc3tiA5uPWakqC1EqqxpzgCLcBGAsYHQ\/s600\/Apa-Itu-Pembelajaran-Berbasis-Proyek.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Pembelajaran Berbasis Proyek\" border=\"0\" data-original-height=\"380\" data-original-width=\"600\" height=\"398\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-gFYKQ1b285Q\/XxGvyVUrXLI\/AAAAAAAABOA\/Sq2JRg5pKIEuc3tiA5uPWakqC1EqqxpzgCLcBGAsYHQ\/w625-h398\/Apa-Itu-Pembelajaran-Berbasis-Proyek.jpg\" title=\"Apa Itu Pembelajaran Berbasis Proyek ?\" width=\"625\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003EKarakteristik Pembelajaran Berbasis Proyek\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Berikut adalah tiga karakteristik kegiatan pembelajaran berbasis proyek\n    yang bermakna yang mengarah pada pemahaman siswa yang lebih dalam:\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003E1.) Antar disiplin ilmu\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    PBL berfokus untuk melibatkan siswa dengan masalah dunia nyata. Ini adalah\n    pendekatan interdisipliner karena tantangan dunia nyata jarang diselesaikan\n    dengan menggunakan informasi atau keterampilan dari satu mata pelajaran\n    tunggal.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EProyek mengharuskan siswa untuk terlibat dalam penyelidikan,\n    pembangunan solusi, dan konstruksi produk untuk membantu mengatasi masalah\n    atau tantangan dunia nyata yang disajikan. Ketika siswa melakukan\n    pekerjaan, mereka sering menggunakan pengetahuan dan keterampilan konten\n    dari berbagai domain akademik untuk berhasil menyelesaikan proyek.\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003E2.) Ketat\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Pembelajaran berbasis proyek membutuhkan penerapan pengetahuan dan\n    keterampilan, bukan hanya ingatan atau pengakuan. Tidak seperti hafalan\n    pembelajaran yang menilai fakta tunggal, PBL lebih kompleks dan dapat\n    digunakan untuk menilai bagaimana siswa menerapkan berbagai konten akademik\n    dalam konteks baru.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EKetika siswa terlibat dalam pekerjaan proyek mereka\n    mengikuti proses yang dimulai dengan pertanyaan. Permintaan mengarah pada\n    pembelajaran yang lebih dalam, tidak hanya terkait dengan konten akademik,\n    tetapi juga terkait dengan penggunaan konten dalam aplikasi dunia nyata.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u0026nbsp;Proses penyelidikan dapat membantu mengarah pada pengembangan solusi yang\n    mengatasi masalah \/ tantangan proyek dan penciptaan produk untuk\n    mengkomunikasikan solusi kepada khalayak berdasarkan aplikasi konten dan\n    keterampilan.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003E3.) Berpusat pada siswa\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    Di PBL, peran guru bergeser dari penyampai konten ke fasilitator \/ manajer\n    proyek. Siswa bekerja lebih mandiri melalui proses PBL, dengan guru hanya\n    memberikan dukungan saat dibutuhkan. Siswa didorong untuk membuat keputusan\n    sendiri tentang cara terbaik untuk melakukan pekerjaan mereka dan\n    menunjukkan pemahaman mereka. Proses PBL mendorong kemandirian siswa,\n    kepemilikan atas pekerjaannya, dan pengembangan keterampilan abad ke-21 \/\n    tempat kerja.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003EMengapa Pembelajaran Berbasis Proyek?\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.definedstem.com\/research-report\/?utm_source=GettingSmart\u0026amp;utm_medium=pr\u0026amp;utm_campaign=PBLFessler\" target=\"_blank\"\u003E\n        Penelitian tentang PBL\n    \u003C\/a\u003E\n    mendukung peningkatan keterlibatan dan prestasi siswa dan membantu siswa\n    mengembangkan keterampilan abad ke-21 yang mereka butuhkan untuk berhasil\n    dalam karier masa depan mereka.\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cp\u003E\n    \u003Cstrong\u003E\n        Berikut adalah 3 alasan untuk memasukkan PBL ke dalam kurikulum:\n    \u003C\/strong\u003E\n\u003C\/p\u003E\n\u003Cul\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        \u003Cstrong\u003E\n            PBL adalah pendekatan pedagogis multidisiplin yang memberikan\n            peluang belajar yang bermakna.\n        \u003C\/strong\u003E\n        Sementara pembelajaran berbasis proyek dapat dipastikan\n        spesifik-konten, ini juga menyediakan wahana untuk mengintegrasikan\n        banyak mata pelajaran. PBL mendorong siswa untuk membuat koneksi yang\n        berarti di seluruh area konten, daripada berpikir tentang masing-masing\n        area subjek secara terpisah.\u003C\/li\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        \u003Cstrong\u003E\n            PBL membantu membangun keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan\n            siswa untuk berhasil\n        \u003C\/strong\u003E\n        . Siswa harus siap untuk memenuhi tuntutan masyarakat global.\n        Pembelajaran berbasis proyek mendukung hasil belajar siswa abad ke-21.\n        Siswa yang belajar dalam pengaturan PBL sering lebih terlibat dalam\n        proses pembelajaran dan mengembangkan pemahaman yang lebih dalam\n        tentang konten dan keterampilan yang diperlukan untuk kuliah,\n        pekerjaan, dan kehidupan di luar sekolah. PBL membantu membangun\n        keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan siswa untuk berhasil dan\n        mengembangkan kapasitas siswa untuk berpikir kritis, komunikasi,\n        kolaborasi, dan kreativitas, juga dikenal sebagai\n        \u003Ca href=\"http:\/\/www.p21.org\/about-us\/p21-framework\" target=\"_blank\"\u003E\n            Empat C pembelajaran abad ke-21\n        \u003C\/a\u003E\n        . PBL mengintegrasikan \"Empat C\" ke dalam pengajaran dan pembelajaran\n        di kelas di berbagai tingkat kelas dan disiplin ilmu.\n    \u003C\/li\u003E\n    \u003Cli\u003E\n        \u003Cstrong\u003E\n            PBL memberikan peluang untuk melibatkan siswa dalam pembelajaran\n            dunia nyata\n        \u003C\/strong\u003E\n        .\u0026nbsp; \u0026nbsp;PBL adalah peluang besar untuk melibatkan siswa dalam proyek otentik\n        dan \/ atau\n        \u003Ca href=\"https:\/\/blog.definedstem.com\/what-is-a-performance-task\/\" target=\"_blank\"\u003E\n            tugas kinerja yang\n        \u003C\/a\u003E\n        terkait dengan karir dan pengalaman dunia nyata.\n        \u003Ca href=\"https:\/\/www.definedstem.com\/\" target=\"_blank\"\u003E\n            Tugas dunia nyata\n        \u003C\/a\u003E\n        memberi siswa pemahaman yang lebih dalam tentang konsep melalui\n        pengalaman belajar yang relevan dan otentik.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/2782771160063171604\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/07\/apa-itu-pembelajaran-berbasis-proyek.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2782771160063171604"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2782771160063171604"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/07\/apa-itu-pembelajaran-berbasis-proyek.html","title":"Apa Itu Pembelajaran Berbasis Proyek ?"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-gFYKQ1b285Q\/XxGvyVUrXLI\/AAAAAAAABOA\/Sq2JRg5pKIEuc3tiA5uPWakqC1EqqxpzgCLcBGAsYHQ\/s72-w625-h398-c\/Apa-Itu-Pembelajaran-Berbasis-Proyek.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-166641671711332560"},"published":{"$t":"2020-07-16T21:35:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-07-16T21:37:17.077+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"LKPD IPS 7 SMP"}],"title":{"type":"text","$t":"Lembar Kerja Peserta Didik \" Dinamika Kependudukan Indonesia \""},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cb\u003EPendahuluan\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nIndonesia adalah negara kepulauan dengan potensi sumber daya manusia yang\n    sangat besar. Jumlah penduduk yang tinggal di Indonesia mencapai 256 juta\n    jiwa (\u003Cem\u003EWorl Population Data Sheet\u003C\/em\u003E\/WPDS, 2015). Jumlah penduduk\n    tersebut merupakan hasil dari dinamika penduduk. Dinamika penduduk adalah\n    perubahan jumlah penduduk pada suatu wilayah yang disebabkan oleh tiga\n    faktor yaitu, kelahiran (nartalitas), kematian (mortalitas), dan\n    perpindahan (migrasi).\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E1. \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003EJumlah Penduduk\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\n\n    Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat besar. Berdasarkan Data\n    Kependudukan Dunia tahun 2015, jumlah penduduk Indonesia menempati urutan\n    keempat di dunia setelah Cina (1.372 juta jiwa), India (1.314 juta jiwa),\n    dan Amerika Serikat (321 juta jiwa). Jumlah penduduk Indonesia mencapai 256\n    juta jiwa.\n\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ETabel : Peringkat Jumlah Penduduk di Dunia\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none; margin-left: 12.5pt;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #b6dde8; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 54.45pt;\" valign=\"top\" width=\"73\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EPeringkat\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #b6dde8; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 212.65pt;\" valign=\"top\" width=\"284\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003ENama Negara\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #b6dde8; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 172.35pt;\" valign=\"top\" width=\"230\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EJumlah Penduduk (Juta Jiwa)\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 54.45pt;\" valign=\"top\" width=\"73\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n1\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 212.65pt;\" valign=\"top\" width=\"284\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\nCina\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 172.35pt;\" valign=\"top\" width=\"230\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;timesnewromanpsmt\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003E1.372\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 54.45pt;\" valign=\"top\" width=\"73\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n2\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 212.65pt;\" valign=\"top\" width=\"284\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nIndia\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 172.35pt;\" valign=\"top\" width=\"230\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;timesnewromanpsmt\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003E1.314\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 54.45pt;\" valign=\"top\" width=\"73\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n3\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 212.65pt;\" valign=\"top\" width=\"284\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nAmerika Serikat\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 172.35pt;\" valign=\"top\" width=\"230\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n321\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 54.45pt;\" valign=\"top\" width=\"73\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n4\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 212.65pt;\" valign=\"top\" width=\"284\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nIndonesia\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 172.35pt;\" valign=\"top\" width=\"230\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n256\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nJumlah penduduk yang besar ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi bisa\n    menjadi keuntungan bagi Indonesia dengan jumlah penduduk usia produktif\n    yang berlimpah. Namun di sisi lain bisa menjadi kerugian bila jumlah\n    penduduk yang besar itu memiliki kualitas yang rendah, dilihat dari\n    pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E2. \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003EPersebaran Penduduk\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPersebaran atau distribusi penduduk adalah bentuk penyebaran penduduk di\n    suatu wilayah atau negara, apakah penduduk tersebut tersebar merata atau\n    tidak. Persebaran penduduk dapat dikenali dari kepadatan penduduk.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKepadatan penduduk merupakan indikator adanya perbedaan sumber daya yang\n    dimiliki suatu wilayah. Wilayah yang memiliki sumber daya yang lebih baik,\n    baik sumber daya fisik maupun manusianya, akan cenderung dipadati penduduk.\n    Kepadatan penduduk juga memberikan informasi kepada pemerintah tentang\n    pemerataan pembangunan. Wilayah yang penduduknya jarang menunjukkan\n    pembangunan belum merata ke berbagai wilayah.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-FoLb60rXIss\/XxBPPeFWwkI\/AAAAAAAABNk\/Af_TQuJoP505sZMTi3dd3QAum5AhIDhXQCLcBGAsYHQ\/s1600\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik%2B-Dinamika-Kependudukan-Indonesia.png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"595\" data-original-width=\"1264\" height=\"300\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-FoLb60rXIss\/XxBPPeFWwkI\/AAAAAAAABNk\/Af_TQuJoP505sZMTi3dd3QAum5AhIDhXQCLcBGAsYHQ\/s640\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik%2B-Dinamika-Kependudukan-Indonesia.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBeberapa daerah di Indonesia penduduknya masih sangat sedikit, atau masih\n    kekurangan jumlah penduduk (\u003Cem\u003Eunder population\u003C\/em\u003E). Contohnya di Papua,\n    kepadatan penduduk rata-rata hanya 4 jiwa per kilometer persegi. Sementara\n    pulau Jawa kepadatan penduduknya mencapai 945 jiwa per kilometer persegi.\n    Pulau Jawa dan Madura dengan luas 132 ribu km² berpenduduk 137 juta jiwa\n    pada tahun 2010.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPulau-pulau lain di Indonesia, dengan luas berkali lipat\n    dari pulau Jawa jika seluruh penduduknya dijumlahkan tidak dapat mencapai\n    jumlah penduduk yang tinggal di Pulau Jawa. Kondisi persebaran penduduk yang tidak merata merupakan sebuah permasalahan\n    tersendiri bagi pelaksanaan pembangunan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKarena itu perlu dilakukan upaya\n    pemerataan penduduk yang seimbang, sehingga seluruh potensi bangsa\n    Indonesia dapat dikembangkan optimal. Salah satu cara untuk memeratakan\n    jumlah penduduk di Indonesia adalah dengan melalui perpindahan penduduk dari daerah yang padat ke daerah yang jarang\n    penduduknya. Perpindahan penduduk tersebut tentu dapat dilakukan dengan\n    keinginan sendiri maupun diprogramkan oleh pemerintah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPulau Jawa adalah daerah yang sangat subur dan telah lama berkembang dengan\n    pertanian tradisional. Pada masa lalu, masyarakat masih mengembangkan pola\n    ekonomi tradisional berupa pertanian. Lokasi Pulau Jawa yang sebagian besar\n    wilayahnya mudah terjangkau menjadi salah satu penyebab persebaran penduduk\n    di Pulau Jawa terus terjadi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSelain itu, Pulau Jawa juga merupakan pusat\n    perkembangan politik pada masa pengaruh Hindu, Buddha, Islam, dan masa\n    penjajahan. Saat ini, pusat pemerintahan yaitu Jakarta berada di Pulau\n    Jawa, demikian pula dengan kota-kota besar yang sebagian besar berada di\n    Pulau Jawa. Tidak mengherankan apabila sarana dan prasarana di Pulau Jawa\n    lebih lengkap dari wilayah lainnya di Indonesia.\n\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ERincian Tugas\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EBaca wacana\/materi pelajaran diatas !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPerhatikan peta kepadatan penduduk Indonesia !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ELengkapi tabel persebaran kepadatan penduduk di bawah ini !\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none; margin-left: 12.5pt;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 31.1pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border: solid 1.0pt; height: 31.1pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003ENo\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-left: none; border: solid 1.0pt; height: 31.1pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EKepadatan\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-left: none; border: solid 1.0pt; height: 31.1pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 304.8pt;\" width=\"406\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003ENama Provinsi\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n1\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n≤ 10 \u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 304.8pt;\" valign=\"top\" width=\"406\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n2\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n10-20\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 304.8pt;\" valign=\"top\" width=\"406\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n3\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n20-30\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 304.8pt;\" valign=\"top\" width=\"406\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n4\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n30-60\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 304.8pt;\" valign=\"top\" width=\"406\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n5\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n60-70\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 304.8pt;\" valign=\"top\" width=\"406\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n6\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n70-80\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 304.8pt;\" valign=\"top\" width=\"406\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n7\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n80-100\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 304.8pt;\" valign=\"top\" width=\"406\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n8\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n100-150\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 304.8pt;\" valign=\"top\" width=\"406\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n9\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n150-200\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 304.8pt;\" valign=\"top\" width=\"406\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n10\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n200-300\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 304.8pt;\" valign=\"top\" width=\"406\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n11\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n300-600\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 304.8pt;\" valign=\"top\" width=\"406\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n12\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n600-800\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 304.8pt;\" valign=\"top\" width=\"406\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n13\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n800-1000\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 304.8pt;\" valign=\"top\" width=\"406\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n14\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n≥ 1000\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 304.8pt;\" valign=\"top\" width=\"406\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EPertanyaan :\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003ESebutkan provinssi dengan kepadatan penduduk terendah di Indonesia !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESebutkan Provinsi dengan kepadatan penduduk pertama dan kedua di Indonesia !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESebutkan faktor penyebab yang mempengaruhi kepadatan penduduk provinsi di Indonesia yang tidak merata !\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/166641671711332560\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/07\/lembar-kerja-peserta-didik-dinamika.html#comment-form","title":"2 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/166641671711332560"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/166641671711332560"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/07\/lembar-kerja-peserta-didik-dinamika.html","title":"Lembar Kerja Peserta Didik \" Dinamika Kependudukan Indonesia \""}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-FoLb60rXIss\/XxBPPeFWwkI\/AAAAAAAABNk\/Af_TQuJoP505sZMTi3dd3QAum5AhIDhXQCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik%2B-Dinamika-Kependudukan-Indonesia.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"2"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-8408956388921032861"},"published":{"$t":"2020-07-16T12:38:00.003+08:00"},"updated":{"$t":"2020-07-16T12:38:59.665+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Proyek dan Pembelajaran Berbasis Proyek Apa Perbedaannya ?"},"content":{"type":"html","$t":"Membangun model tata surya, menulis dan menyajikan laporan buku, membuat\n    habitat model, menyelesaikan proyek sains, membuat kolase - ini semua\n    adalah contoh proyek sekolah. Untuk guru, proyek memberikan kesempatan\n    untuk beberapa ekspresi kreatif pembelajaran.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-6x-E8PQJeq8\/Xw_ZouqZJ-I\/AAAAAAAABNI\/tCF2Xkf3RzsnuY8yjq_xUrgyLo703VovQCLcBGAsYHQ\/s1600\/Proyek-dan-Pembelajaran-Berbasis-Proyek-Apa-Perbedaannya.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Proyek dan Pembelajaran Berbasis Proyek Apa Perbedaannya ?\" border=\"0\" data-original-height=\"376\" data-original-width=\"600\" height=\"400\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-6x-E8PQJeq8\/Xw_ZouqZJ-I\/AAAAAAAABNI\/tCF2Xkf3RzsnuY8yjq_xUrgyLo703VovQCLcBGAsYHQ\/s640\/Proyek-dan-Pembelajaran-Berbasis-Proyek-Apa-Perbedaannya.jpg\" title=\"Proyek dan Pembelajaran Berbasis Proyek Apa Perbedaannya ?\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nIni juga memberi orang tua\n    kesempatan untuk terlibat dalam pembelajaran, karena proyek, seringkali,\n    diselesaikan di rumah. Apakah ini metode tentang\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.definedstem.com\/blog\/what-is-project-based-learning\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        pembelajaran berbasis proyek\n    \u003C\/a\u003E\n    ? Tidak tepat. Ini adalah proyek. Pembelajaran berbasis proyek sangat\n    berbeda.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003EApa itu Pembelajaran Berbasis Proyek (PBL)?\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\nPBL adalah pendekatan untuk mengajar di mana siswa sepenuhnya terlibat\n    dalam pembelajaran. Itu semua mencakup. PBL didefinisikan sebagai \"\n    \u003Ca href=\"http:\/\/www.definedstem.com\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        metodologi pengajaran yang mendorong siswa untuk belajar dan menerapkan\n        pengetahuan dan keterampilan melalui pengalaman yang menarik\n    \u003C\/a\u003E\n    .\" PBL dimulai dengan pertanyaan atau masalah. Juga,\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.pblworks.org\/blog\/how-long-should-my-pbl-unit-be\" target=\"_blank\"\u003E\n        PBL adalah kegiatan pembelajaran jangka panjang\n    \u003C\/a\u003E\n    yang dapat berlangsung di mana saja dari satu minggu hingga satu semester.\n    Ini dapat fokus pada bidang subjek apa pun tetapi selalu interdisipliner.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp;PBL yang efektif dapat menggunakan matematika, sains, studi sosial, seni\n    bahasa, dan banyak lagi untuk memecahkan masalah nyata dengan cara yang\n    secara lebih akurat mensimulasikan seperti apa penyelesaian masalah yang\n    sebenarnya di dunia kerja. Ada beberapa karakteristik yang secara konsisten\n    hadir dalam PBL.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKarakteristik PBL:\n\u003Cbr \/\u003E\n1. Pertanyaan berdasarkan masalah, dunia nyata yang relevan\n\u003Cbr \/\u003E\n2. Melibatkan \/ memicu minat siswa\n\u003Cbr \/\u003E\n3. Penyelidikan dan penemuan mendalam\n\u003Cbr \/\u003E\n4. Integrasi teknologi\n\u003Cbr \/\u003E\n5. Dipimpin oleh siswa \/ kepemilikan siswa\n\u003Cbr \/\u003E\n6. Refleksi dan revisi sesuai kebutuhan\n\u003Cbr \/\u003E\n7. Kurikulum silang\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBeberapa Contoh PBL:\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EFighting Hunger - Siswa memelihara kebun, mengevaluasi metode yang\n    paling produktif untuk pertumbuhan. Siswa menggunakan apa yang mereka\n    hasilkan untuk menyediakan makanan bagi tempat penampungan tunawisma. Siswa\n    juga dapat mencari cara untuk mempromosikan orang lain untuk memerangi\n    kelaparan dengan berbagai cara di masyarakat.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPengodean \/ pembuatan robot - Siswa bekerja bersama untuk membuat kode \/\n    membangun robot untuk melakukan tugas-tugas tertentu. Ini akan mencakup\n    banyak ujian dan revisi.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMerancang aplikasi - Siswa merancang aplikasi untuk audiens dan tujuan\n    tertentu. Ini akan melibatkan teknologi, pemecahan masalah, pemasaran, dan\n    penganggaran, hanya untuk beberapa nama.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EDampak Lingkungan - Siswa meneliti dampak lingkungan dari beberapa\n    industri atau bisnis di daerah tersebut dan mencari cara untuk mencegah\n    atau menghentikan dampak negatif. Ini mungkin melibatkan menjangkau publik\n    atau menulis anggota kongres untuk mempromosikan perubahan positif.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003EBagaimana Pembelajaran Berbasis Proyek berbeda dari Proyek\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\nJadi, meskipun banyak yang mendengar dan salah memahami istilah\n    \"Pembelajaran berbasis proyek\", penting untuk dicatat bahwa hanya\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachthought.com\/project-based-learning\/difference-between-projects-and-project-based-learning\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Emenetapkan proyek berbeda dari PBL\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    karena malam adalah dari siang hari. Untuk lebih menggambarkan\n    karakteristik PBL, bayangkan skenario ini bersama saya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSudah waktunya\n    untuk makan malam liburan bersama seluruh keluarga, termasuk bibi, paman,\n    dan sepupu. Setiap kerabat duduk di ruangan yang berbeda di rumah,\n    sendirian. Untuk bersosialisasi dengan setiap anggota keluarga, Anda harus\n    pergi ke setiap ruangan yang terpisah, duduk, dan berbicara dengan kerabat\n    itu.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKedengarannya menyenangkan? Mungkin. Mungkin tidak. Terdengar efisien?\n    Tentu tidak. Ini adalah contoh bagaimana proyek sekolah bekerja. Itu bukan\n    hal yang buruk. Itu hanya membuat subjek dan konten sangat terisolasi dan\n    terkotak. Sekarang bayangkan semua anggota keluarga berdesakan di satu\n    ruangan di rumah, katakanlah ruang tamu. Ruangan itu dipenuhi dengan\n    percakapan dan tawa.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPercakapan ini memicu percakapan lain. Setiap orang\n    harus menghabiskan waktu bersama semua orang. Ini adalah pembelajaran\n    berbasis proyek. Keterampilan lintas-kurikulum menikah dalam kegiatan\n    pemecahan masalah jangka panjang. Siswa saling bertukar pikiran dan saling\n    bertukar ide. Ini sangat interaktif dan menarik. Siswa menggunakan apa yang\n    telah mereka pelajari dalam berbagai disiplin ilmu untuk menyelesaikan\n    masalah dalam proyek.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPerbedaan signifikan dalam PBL dan proyek:\n\u003Cbr \/\u003E\nSituasi dunia nyata - Tidak seperti proyek, PBL didasarkan pada situasi\n    dunia nyata. Siswa berkolaborasi untuk memecahkan masalah yang realistis\n    dan relevan.\n\u003Cbr \/\u003E\nKepemilikan siswa - Siswa memimpin dan bekerja melalui masalah yang muncul\n    dalam PBL bersama. Guru ada untuk memfasilitasi.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKekakuan vs fluiditas - Proyek memiliki persyaratan yang kaku. Guru\n    menugaskan proyek dan menentukan bagaimana mereka harus diselesaikan.\n    Seringkali, proyek memiliki rubrik yang menyertai dengan kriteria yang\n    sangat spesifik yang harus dipenuhi untuk mendapatkan nilai terbaik. PBL\n    jauh lebih cair ketika proyek berkembang dan membaik saat teori diuji.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003ETingkat Keterlibatan Guru dalam Proyek vs. PBL\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/www.gettingsmart.com\/2017\/04\/role-teacher-student-centered-learning\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003EGuru jauh lebih terlibat\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    sebagai imparter pengetahuan di kelas yang memanfaatkan proyek dibandingkan\n    dengan kelas PBL. Proyek hanya menyediakan cara yang berbeda bagi siswa\n    untuk mengekspresikan pembelajaran. Proyek dapat menjadi cara yang bagus\n    untuk memungkinkan siswa dari gaya belajar yang berbeda mengekspresikan\n    pembelajaran.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nGuru memberikan informasi kepada siswa tentang mata pelajaran\n    yang diberikan dan kemudian menguraikan, sangat khusus, bagaimana siswa\n    menunjukkan bahwa belajar melalui proyek. Tentu saja, beberapa guru akan\n    memungkinkan lebih banyak pilihan siswa daripada yang lain. Itu semua\n    tergantung pada gaya individu guru.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nProyek adalah tentang suatu hasil. Ini adalah jenis penilaian sumatif. PBL\n    adalah cara yang sama sekali berbeda dalam memandang pembelajaran. Ini\n    tentang proses dan produk. Siswa tumbuh dan belajar dalam lingkungan yang\n    jauh lebih realistis dan menjadi lebih siap untuk masa depan mereka dalam\n    proses tersebut.\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/8408956388921032861\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/07\/proyek-dan-pembelajaran-berbasis-proyek.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8408956388921032861"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8408956388921032861"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/07\/proyek-dan-pembelajaran-berbasis-proyek.html","title":"Proyek dan Pembelajaran Berbasis Proyek Apa Perbedaannya ?"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-6x-E8PQJeq8\/Xw_ZouqZJ-I\/AAAAAAAABNI\/tCF2Xkf3RzsnuY8yjq_xUrgyLo703VovQCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Proyek-dan-Pembelajaran-Berbasis-Proyek-Apa-Perbedaannya.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-3181868024230169475"},"published":{"$t":"2020-07-02T19:57:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-07-02T19:57:19.448+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Peraturan"}],"title":{"type":"text","$t":"Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-2X5hj7NQdf4\/Xv2_JBRBEGI\/AAAAAAAABMo\/h3ceg2L7EEgP49hcKcX6BLWPsBTqGj3MACLcBGAsYHQ\/s1600\/Surat-Edaran-Nomor-15-Tahun-2020-Tentang-Pedoman-Penyelenggaraan-Belajar-dari-Rumah.png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah\" border=\"0\" data-original-height=\"309\" data-original-width=\"614\" height=\"322\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-2X5hj7NQdf4\/Xv2_JBRBEGI\/AAAAAAAABMo\/h3ceg2L7EEgP49hcKcX6BLWPsBTqGj3MACLcBGAsYHQ\/s640\/Surat-Edaran-Nomor-15-Tahun-2020-Tentang-Pedoman-Penyelenggaraan-Belajar-dari-Rumah.png\" title=\"Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTujuan Pelaksanaan Belajar Dari Rumah\n\u003Cbr \/\u003E\nPelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) selama darurat COVID-19 bertujuan\n    untuk:\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003Ememastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan\n    selama darurat COVID-19;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Emelindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk COVID-19;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Emencegah penyebaran dan penularan COVID-19 di satuan pendidikan; dan\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Ememastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik dan\n    orang tua\/wali.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPrinsip Pelaksanaan Belajar Dari Rumah\n\u003Cbr \/\u003E\nBDR dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip yang tertuang dalam Surat\n    Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang\nPelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran    \u003Cem\u003ECorona Virus Disease \u003C\/em\u003E(COVID 19), yaitu:\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003Ekeselamatan dan kesehatan lahir batin peserta didik, pendidik, kepala\n    satuan pendidikan dan seluruh warga satuan pendidikan menjadi pertimbangan\n    utama dalam pelaksanaan BDR;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Ekegiatan BDR dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna\n    bagi peserta didik, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian\n    kurikulum;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EBDR dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup, antara lain mengenai\n    pandemi COVID-19;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Emateri pembelajaran bersifat inklusif sesuai dengan usia dan jenjang\n    pendidikan, konteks budaya, karakter dan jenis kekhususan peserta didik;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Eaktivitas dan penugasan selama BDR dapat bervariasi antar daerah, satuan\n    pendidikan dan Peserta Didik sesuai minat dan kondisi masing-masing,\n    termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses terhadap fasilitas BDR;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Ehasil belajar peserta didik selama BDR diberi umpan balik yang bersifat\n    kualitatif dan berguna dari guru tanpa diharuskan memberi skor\/nilai\n    kuantitatif; dan\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Emengedepankan pola interaksi dan komunikasi yang positif antara guru dengan\n    orang tua\/wali.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMetode dan Media Pelaksanaan Belajar Dari Rumah\n\u003Cbr \/\u003E\nBDR dilaksanakan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dibagi ke dalam\n    2 (dua) pendekatan:\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003Epembelajaran jarak jauh dalam jaringan (daring)\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Epembelajaran jarak jauh luar jaringan (luring)\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\nDalam pelaksanaan PJJ, satuan pendidikan dapat memilih pendekatan (daring\n    atau luring atau kombinasi keduanya) sesuai dengan ketersediaan dan\n    kesiapan sarana dan prasarana.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSelanjutnya dapat diunduh pada link berikut :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp;\n\n\u003Ciframe height=\"480\" src=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1kKIlzqT6Ma1zjWPU894yfWTZqVeSbmva\/preview\" width=\"640\"\u003E\u003C\/iframe\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/3181868024230169475\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/07\/surat-edaran-nomor-15-tahun-2020.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/3181868024230169475"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/3181868024230169475"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/07\/surat-edaran-nomor-15-tahun-2020.html","title":"Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-2X5hj7NQdf4\/Xv2_JBRBEGI\/AAAAAAAABMo\/h3ceg2L7EEgP49hcKcX6BLWPsBTqGj3MACLcBGAsYHQ\/s72-c\/Surat-Edaran-Nomor-15-Tahun-2020-Tentang-Pedoman-Penyelenggaraan-Belajar-dari-Rumah.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-8370025398951822210"},"published":{"$t":"2020-06-24T21:15:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-06-24T21:15:58.515+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"LKPD IPS 9 SMP"}],"title":{"type":"text","$t":"Lembar Kerja Peserta Didik \" Benua Amerika\""},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Htg5LMMjFxk\/XvNMMsYbrfI\/AAAAAAAABL4\/olHgmL0c23w-SQxKR0ZU3mqHW5nT-SYygCLcBGAsYHQ\/s1600\/Benua%2BAmerika.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"372\" data-original-width=\"478\" height=\"155\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Htg5LMMjFxk\/XvNMMsYbrfI\/AAAAAAAABL4\/olHgmL0c23w-SQxKR0ZU3mqHW5nT-SYygCLcBGAsYHQ\/s200\/Benua%2BAmerika.jpg\" width=\"200\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\nLembar kerja peserda didik ini bertujuan untuk membantu siswa dalam mempelajari keadaan alam benua Amerika.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBenua Amerika sering juga disebut sebagai Benua Merah. Sebutan itu didapat karena benua tersebut terdapat Suku Bangsa Indian. Suku Indian tidak\n    berkulit merah sebenarnya kulit mereka terlihat merah karena suku indian\n    suka melumuri\u003Cbr \/\u003E\nkulit dengan cat berwarna merah.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBenua Amerika terletak pada 170° BT–35° BB dan 83° LU–55°LS. Batas Benua\n    Amerika ialah Samudra Arktik di utara, Laut Weddel, Samudra Atlantik, dan\n    Samudra Pasifik di selatan, Samudra Atlantik di timur, serta Samudra\n    Pasifik di barat. Benua Amerika merupakan benua terbesar kedua setelah\n    Asia. Luas Benua Amerika mencapai 42.057.100 km². Perhatikanlah peta Benua\n    Amerika berikut ini, cermatilah negara-negara yang menjadi bagiannya.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-vZlKUxgcHlU\/XvNK2VjUUSI\/AAAAAAAABLs\/um4zLdzqkB4TmBnS2OgWaRWDUzcRbC7fwCLcBGAsYHQ\/s1600\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Benua-Amerika.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Lembar Kerja Peserta Didik \u0026quot; Benua Amerika\u0026quot;\" border=\"0\" data-original-height=\"1026\" data-original-width=\"858\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-vZlKUxgcHlU\/XvNK2VjUUSI\/AAAAAAAABLs\/um4zLdzqkB4TmBnS2OgWaRWDUzcRbC7fwCLcBGAsYHQ\/s640\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Benua-Amerika.jpg\" title=\"Lembar Kerja Peserta Didik \u0026quot; Benua Amerika\u0026quot;\" width=\"534\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSecara geografis, Amerika terbagi atas empat kawasan atau region yakni\n    kawasan Amerika Selatan, Amerika Utara, Amerika Tengah dan Kepulauan\n    Karibia yang terletak di sekitar Amerika bagian tengah. Sejumlah ahli\n    geografi berpendapat bahwa Meksiko masuk ke dalam wilayah Amerika Tengah.\n    Peta berikut menggambarkan pembagian wilayah Benua Amerika.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ERincian Kegiatan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EBaca Pendahuluan diatas !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPerhatikan Peta Benua Amerika kemudian lengkapi titik-titik dengan ..Letak bujur yang ditandai dengan huruf A dan B, letak lintang yang ditandai dengan huruf C dan D.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ELengkapila legenda diatas a,b, dan c dengan pembagian benua Amerika !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETentukan batas barat, timur, utara dan selatan benua Amerika !\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cb\u003EPertanyaan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003ESebutkan letak astronomis Benua Amerika yang terdiri dari letak lintang dan bujur !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESebutkan 3 pembagian kawasan Benua Amerika !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESebutkan batas utara, timur, barat dan selatan benua Amerika !\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/8370025398951822210\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/06\/lembar-kerja-peserta-didik-benua-amerika.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8370025398951822210"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8370025398951822210"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/06\/lembar-kerja-peserta-didik-benua-amerika.html","title":"Lembar Kerja Peserta Didik \" Benua Amerika\""}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Htg5LMMjFxk\/XvNMMsYbrfI\/AAAAAAAABL4\/olHgmL0c23w-SQxKR0ZU3mqHW5nT-SYygCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Benua%2BAmerika.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-4703863307297326033"},"published":{"$t":"2020-06-23T21:21:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-06-23T21:21:23.427+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Peraturan"}],"title":{"type":"text","$t":"Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020\/2021 Dimasa Pandemi  COVID-19"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-vK9L3zKJb_M\/XvIBYo-3BuI\/AAAAAAAABLQ\/xOVMpoiUitMZ0yIRbq2NRG2Mgt9Y_lwQACLcBGAsYHQ\/s1600\/Panduan-Penyelenggaraan-Pembelajaran-Pada-Tahun-Ajaran-2020-%2B2021-Dimasa-Pandemi%2B-COVID%2B19.png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020\/2021 Dimasa Pandemi  COVID-19\" border=\"0\" data-original-height=\"360\" data-original-width=\"600\" height=\"384\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-vK9L3zKJb_M\/XvIBYo-3BuI\/AAAAAAAABLQ\/xOVMpoiUitMZ0yIRbq2NRG2Mgt9Y_lwQACLcBGAsYHQ\/s640\/Panduan-Penyelenggaraan-Pembelajaran-Pada-Tahun-Ajaran-2020-%2B2021-Dimasa-Pandemi%2B-COVID%2B19.png\" title=\"Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020\/2021 Dimasa Pandemi  COVID-19\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSatuan pendidikan yang berada di daerah ZONA KUNING, ORANYE, DAN MERAH,\n    dilarang melakukan proses pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan\n    tetap melanjutkan BDR sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan\n    Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2O2O tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan\n    dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Di.sease 2019 (COVID-19) dan Surat Edaran Sekretaris Jenderal\n    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2O2O tentang Pedoman\n    Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona\n    Virus Disease 2019 (COVID 19), Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam\n    Nomor 2791 Tahun 2O2O tertang Panduan Kurikulum Darurat pada Madrasah,\n    Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 657 Tahun 2O2O\n    tentang Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-l9 di Lingkungan Perguruan\n    Tinggi Keagaamaan Islam.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKepala satuan pendidikan pada jenjalg pendidikan\n    anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar dan pendidikan menengah pada SEMUA\n    ZONA wajib mengisi da-ftar periksa pada laman Data Pokok Pendidikan\n    (DAPODIK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Education Management\n    Infonnation Sgstem (EMIS) Kementerian Agama untuk menentukal kesiapan\n    satuan pendidikan sebagaimana tercantum dalam ketentuan ini.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPemerintah\n    daerah, kantor wilaya Kementerian Agama provinsi dal\/atau, kantor\n    Kementerian Agama kabupaten\/kota sesuai dengan kewenangannya pada SEMUA\n    ZONA:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003Ewajib memastikan seluruh kepala satuan pendidikan mengisi daftar periksa\n    pada laman\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; DAPODIK\u0026nbsp; \u0026nbsp; atau EMIS untuk menentukan kesiapan satuan pendidikan;\n    dan\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Etidak memperbolehkan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan bagi:\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003Esatuan pendidikan yang belum memenuhi semua daftar periksa; atau\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Esatuan pendidikan yang sudah memenuhi daftar periksa namun kepala satuan pendidikan menyatakan belum siap.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\nPemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi dan\/atau,\n    kantor Kementerian Agama kabupaten\/kota sesuai dengan kewenangannya pada\n    ZONA HUAU dapat melakuka:n pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan\n    secara bertahap selama masa transisi bagi satuan pendidikan yang sudah\n    memenuhi semua daftar periksa dan merasa siap.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPembelajaran tatap muka di satuan pendidikan pada ZONA HIJAU dilakukan\n    dengal penentuan prioritas berdasarkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi\n    terlebih da-hu1u dan mempertimbangkan kemampuan peserta didik untuk\n    menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak Qthgsical distancingl\n    dengan ketentuan:\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSelanjutnya dapat dibaca atau di unduh pada halaman berikut\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Ciframe height=\"480\" src=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1II2K01g8Q7Bs5pbD0_KAH_7rBcUIk2Cx\/preview\" width=\"640\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\n\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/4703863307297326033\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/06\/panduan-penyelenggaraan-pembelajaran.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4703863307297326033"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4703863307297326033"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/06\/panduan-penyelenggaraan-pembelajaran.html","title":"Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020\/2021 Dimasa Pandemi  COVID-19"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-vK9L3zKJb_M\/XvIBYo-3BuI\/AAAAAAAABLQ\/xOVMpoiUitMZ0yIRbq2NRG2Mgt9Y_lwQACLcBGAsYHQ\/s72-c\/Panduan-Penyelenggaraan-Pembelajaran-Pada-Tahun-Ajaran-2020-%2B2021-Dimasa-Pandemi%2B-COVID%2B19.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-2736987878670672614"},"published":{"$t":"2020-06-22T22:56:00.002+08:00"},"updated":{"$t":"2020-06-22T23:12:03.482+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Membawa Mata Pelajaran Seni ke At-Home Learning"},"content":{"type":"html","$t":"Ketika guru seni dan musik mengetahui bahwa sekolah akan ditutup karena\n    Coronavirus, banyak guru berpikir, “Bisakah seni diformat secara digital?”\n    Meskipun tidak semua rumah tangga memiliki akses ke banyak perlengkapan\n    seni atau alat musik, sebagian besar rumah memiliki akses ke smartphone.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-loT8iUwxOH4\/XvDGZ4FkXiI\/AAAAAAAABKw\/42vqAftveY8TZNvmPQzpDoQfH0qaieFFQCLcBGAsYHQ\/s1600\/Membawa-Mata-Pelajaran-Seni-ke%2BAt-Home-Learning.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Membawa Mata Pelajaran Seni ke At-Home Learning\" border=\"0\" data-original-height=\"353\" data-original-width=\"528\" height=\"426\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-loT8iUwxOH4\/XvDGZ4FkXiI\/AAAAAAAABKw\/42vqAftveY8TZNvmPQzpDoQfH0qaieFFQCLcBGAsYHQ\/s640\/Membawa-Mata-Pelajaran-Seni-ke%2BAt-Home-Learning.jpg\" title=\"Membawa Mata Pelajaran Seni ke At-Home Learning\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPenelitian\n    \n    menunjukkan bahwa sekitar 60 persen rumah tangga memiliki smartphone, yang\n    berarti guru dapat menemukan cara kreatif bagi siswa untuk belajar dari\n    jarak jauh, terutama bagi mereka yang memiliki persediaan terbatas di rumah\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Hal-hal yang Perlu Dipertimbangkan Saat Merencanakan Pelajaran Seni di\n    Rumah\n\u003C\/h3\u003E\nAda banyak hal yang perlu dipertimbangkan ketika merencanakan pelajaran\n    seni selama pembelajaran jarak jauh. Apakah siswa memiliki akses ke\n    perlengkapan seni, alat musik, atau internet? Apakah mereka akan bekerja\n    sendiri atau dengan orang tua atau saudara dan teman? Apakah mungkin untuk\n    menciptakan kembali apa yang Anda ingin siswa pelajari di kelas bisa\n    dilakukan di rumah?\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAlih-alih berfokus pada keterampilan yang Anda rencanakan untuk mengajar\n    saat di kelas, ubah fokus Anda untuk mendorong keterlibatan kreatif melalui\n    apa pun perlengkapan yang dimiliki siswa di rumah. Misalnya, siswa dapat\n    menggunakan kembali gulungan kertas toilet dan karton telur dan mengubah\n    wadah kosong menjadi karya seni.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nUntuk kelas musik, siswa juga dapat\n    menggunakan barang-barang rumah tangga seperti panci dan wajan untuk\n    membuat musik dan, tentu saja, suara mereka. Dengan bahan yang terbatas di\n    rumah, guru masih dapat menemukan cara untuk mengajar siswa melalui\n    pertemuan virtual, video YouTube, dan barang-barang rumah tangga lainnya.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Cara Membawa Seni ke At-Home Learning\n\u003C\/h3\u003E\nSementara sekolah mungkin ditutup, banyak guru telah menemukan cara kreatif\n    untuk terus mengajar siswa mereka dari kenyamanan rumah mereka. Berikut ini\n    beberapa ide.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Memanfaatkan Sumber Daya Digital\n\u003C\/h3\u003E\nJika bertanya pada diri sendiri di awal pandemi ini apakah seni bisa\n    diformat digital, jawabannya adalah ya, itu bisa! Ada banyak sumber daya\n    digital untuk seni. Misalnya, Anda dapat membimbing siswa melalui kegiatan\n    seni yang mudah seperti menggambar dengan membuat saluran YouTube atau\n    melalui aplikasi konferensi video seperti Google kelas atau Zoom.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nGuru\n    dapat mengadakan sesi satu-satu dengan siswa melalui aplikasi Facetime atau\n    menugaskan siswa untuk menonton video online tentang cara menyempurnakan\n    teknik seni mereka atau untuk belajar tentang artis terkenal. Siswa juga\n    dapat mengunjungi museum virtual seperti\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.metmuseum.org\/art\/online-features\/metkids\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        Met Kids\n    \u003C\/a\u003E\n    .\n\u003Cbr \/\u003E\nGuru-guru musik dan drama juga bisa membuat format digital dengan memimpin\n    murid-murid mereka melalui singalong virtual.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nGuru paduan suara bisa\n    merancang program, di mana seluruh kelas paduan suara bisa bernyanyi\n    bersama. Guru band juga dapat menggunakan digital dengan menugaskan siswa\n    untuk menonton video YouTube untuk mempelajari catatan atau lagu baru untuk\n    instrumen mereka. Mereka juga dapat memiliki kelas band virtual di mana\n    siswa berlatih instrumen mereka bersama secara online.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Memanfaatkan Bahan Tidak Konvensional\n\u003C\/h3\u003E\nJika Anda berasumsi bahwa beberapa siswa Anda\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2019\/12\/how-to-support-students-with-no-internet-access\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        tidak memiliki akses ke internet\n    \u003C\/a\u003E\n    setiap saat, Anda dapat mengandalkan bahan rumah tangga yang tidak\n    konvensional untuk menjadi dasar pelajaran Anda. Siswa dapat membuat\n    kegiatan seni mereka sendiri dan mengubah kemasan makanan menjadi\n    suncatcher dan menggunakan karton telur kosong sebagai hidangan cat untuk\n    membuat karya seni. Siswa juga dapat belajar membuat karya seni, seperti\n    roda warna, dari makanan atau barang-barang rumah tangga lainnya.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nGuru musik dan band dapat mendorong siswa untuk menggunakan barang-barang\n    rumah tangga mereka untuk membuat musik juga. Siswa dapat membuat lagu\n    menggunakan pot, wajan, dan sendok, seperti ketika mereka masih balita.\n    Atau, Anda dapat menantang siswa untuk menjadi kreatif dan melihat berapa\n    banyak barang rumah tangga yang berbeda yang dapat mereka gunakan untuk\n    membuat lagu.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Buat Aktivitas Bertema Seputar Pandemi\n\u003C\/h3\u003E\nBanyak pertunjukan dari kelas drama yang dijadwalkan telah dibatalkan.\n    Tantang siswa untuk membuat lirik baru untuk lagu-lagu yang akan mereka\n    tampilkan, tetapi lirik ini ada hubungannya dengan apa yang mereka alami\n    saat ini selama pandemi. Misalnya, mereka dapat mengubah beberapa kata\n    untuk memasukkan \"jarak enam kaki,\" \"jarak sosial,\" dan \"hidup dalam\n    karantina.\"\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Buat Kinerja Online\n\u003C\/h3\u003E\nSementara latihan berbasis kinerja mungkin tampak sulit untuk dibuat\n    kembali secara online, itu bisa dilakukan. Siswa dapat berkumpul di Google\n    Meet atau\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/how-teachers-can-utilize-zoom-online-learning\" target=\"_blank\"\u003E\n        Zoom\n    \u003C\/a\u003E\n    dan berlatih seperti yang mereka lakukan di kelas. Satu-satunya adalah\n    bahwa mungkin sulit untuk mendengar ketika siswa berbicara satu sama lain,\n    sehingga aturan harus diberlakukan sebelumnya. Namun, kinerja online lebih\n    baik daripada tidak ada kinerja sama sekali.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSeni telah dikenal untuk membantu orang menghancurkan dan menyembuhkan dari\n    masa cemas. Dengan mendorong siswa untuk terus kreatif, Anda menciptakan\n    ruang yang aman bagi siswa yang tidak dapat lagi bergaul dengan teman-teman\n    mereka secara langsung. Terapi seni adalah cara yang bagus bagi siswa untuk\n    memiliki outlet kreatif di masa-masa sulit.\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/2736987878670672614\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/06\/membawa-mata-pelajaran-seni-ke-at-home.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2736987878670672614"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2736987878670672614"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/06\/membawa-mata-pelajaran-seni-ke-at-home.html","title":"Membawa Mata Pelajaran Seni ke At-Home Learning"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-loT8iUwxOH4\/XvDGZ4FkXiI\/AAAAAAAABKw\/42vqAftveY8TZNvmPQzpDoQfH0qaieFFQCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Membawa-Mata-Pelajaran-Seni-ke%2BAt-Home-Learning.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-3975270271142504739"},"published":{"$t":"2020-06-21T20:16:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-06-21T20:20:30.703+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Apa dan Bagaimana Pembelajaran Berbasis Pertanyaan ?"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Ch3\u003E\n    Apa itu Pembelajaran Berbasis Pertanyaan?\n\u003C\/h3\u003E\nPembelajaran berbasis inkuiri adalah bentuk pembelajaran yang hanya\n    berbasis pada pertanyaan untuk mencari pengetahuan. Kadang-kadang,\n    pembelajaran berbasis inkuiri disajikan sebagai masalah atau skenario bagi\n    siswa untuk dipecahkan. Dalam semua format proses pembelajaran berbasis\n    inkuiri, eksplorasi siswa berada di garis depan dari pengalaman belajar\n    mengajar.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-CcdsBwx0J2M\/Xu9PUxvdZmI\/AAAAAAAABKM\/0ZYUk8PGW9cNOF690XRrdzrPt_KoceXmQCLcBGAsYHQ\/s1600\/Apa-dan-Bagaimana-Pembelajaran-Berbasis-Pertanyaan.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"383\" data-original-width=\"600\" height=\"408\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-CcdsBwx0J2M\/Xu9PUxvdZmI\/AAAAAAAABKM\/0ZYUk8PGW9cNOF690XRrdzrPt_KoceXmQCLcBGAsYHQ\/s640\/Apa-dan-Bagaimana-Pembelajaran-Berbasis-Pertanyaan.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPembelajaran berbasis inkuiri terjadi ketika siswa merumuskan pertanyaan,\n    meneliti jawaban atas pertanyaan yang diajukan, membagikan jawaban dan\n    pengetahuan baru mereka, dan kemudian merefleksikan prosesnya. Daripada\n    meminta guru kelas menentukan topik atau pertanyaan yang ditargetkan dari\n    unit studi, siswa diberikan otonomi untuk menentukan pertanyaan tentang\n    topik yang ingin mereka jelajahi lebih lanjut.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMeskipun ada beberapa jenis pembelajaran berbasis inkuiri, hasilnya sama.\n    Siswa menggunakan pertanyaan terbuka untuk mengarahkan pembelajaran mereka\n    sendiri berdasarkan minat mereka sendiri. Mereka membuat koneksi dan\n    memperdalam pembelajaran mereka. Pembelajaran semacam ini sangat cocok\n    dengan kepercayaan Konfusius: “Saya mendengar dan saya lupa. Saya melihat\n    dan saya ingat. Saya mengerti dan mengerti. ” Pembelajaran berbasis inkuiri\n    memungkinkan siswa untuk benar-benar memahami konten dan meningkatkan\n    pemahaman.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Apa manfaat Pembelajaran Berbasis Inkuiri?\n\u003C\/h3\u003E\nGaya belajar ini meningkatkan rasa ingin tahu anak dan kesempatan untuk\n    berkolaborasi, yang pada gilirannya meningkatkan keterlibatan siswa. Ketika\n    siswa memiliki kepemilikan atas pembelajaran mereka, tingkat minat mereka\n    meningkat, yang tentunya mengarah pada keterampilan pemahaman yang lebih\n    tinggi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTingkat pembelajaran yang lebih dalam terjadi dalam gaya belajar\n    ini. Alih-alih gaya belajar tradisional yang sering melibatkan pembicaraan\n    guru, pertanyaan yang diajukan guru, menghafal siswa, dan mengingat siswa,\n    siswa merencanakan dan mengimplementasikan pembelajaran mereka sendiri.\n    Guru menjadi fasilitator pembelajaran. Cinta belajar yang sejati terbukti\n    melalui proses ini.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPembelajaran berbasis inkuiri adalah cara yang ampuh untuk memberikan\n    \n        diferensiasi yang\n    \n    benar bagi siswa. Hal ini juga membangun pengarahan diri sendiri dan\n    kemandirian. Memelihara gairah dan hobi siswa. Pembelajaran berbasis\n    inkuiri sangat meningkatkan motivasi di kalangan pelajar dari segala usia.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPembelajaran berbasis inkuiri mendukung 5 C dalam pendidikan: komunikasi,\n    pemikiran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan kewarganegaraan. Membuat\n    koneksi self-to-text, text-to-text, dan text-to-world meningkatkan\n    pemahaman, \"C\" penting lainnya dalam membaca. Melalui pembelajaran berbasis\n    inkuiri, siswa membuat banyak koneksi ketika mereka mengajukan pertanyaan,\n    meneliti informasi, menjawab pertanyaan, dan berbagi pengetahuan mereka\n    dengan teman sekelas.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nStudi terbaru menunjukkan bahwa\n    \u003Ca href=\"https:\/\/inspiredteaching.org\/wp-content\/uploads\/impact-research-briefs-inquiry-based-teaching.pdf\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003E\n            pembelajaran berbasis inkuiri meningkatkan prestasi siswa\n        \u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    dan tingkat lapangan bermain untuk anak-anak dari berbagai latar belakang\n    dan budaya. Ketika siswa disurvei, mereka mengungkapkan bagaimana mereka\n    lebih suka pembelajaran berbasis inkuiri daripada pembelajaran tradisional.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Strategi Pembelajaran Berbasis Permintaan untuk Diimplementasikan di Kelas\n\u003C\/h3\u003E\nPraktik menjadi sempurna, bahkan dalam implementasi pembelajaran berbasis\n    inkuiri. Siswa perlu mempelajari protokol dan harapan pembelajaran berbasis\n    inkuiri, terutama jika itu adalah gaya baru proses belajar mengajar.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nStrategi yang dapat digunakan untuk memperkenalkan dan menerapkan strategi\n    pembelajaran berbasis inkuiri adalah mengubah pelajaran menjadi masalah\n    atau pengalaman\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2019\/12\/projects-and-project-based-learning-whats-the-difference\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Epembelajaran berbasis proyek\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    . Dalam pembelajaran berbasis masalah, guru mengajukan pertanyaan sebelum\n    memulai materi pelajaran. Salah satu dari banyak contoh pembelajaran\nberbasis inkuiri sebelum memulai mata pelajaran kewarganegaraan adalah:    \u003Cem\u003ESeperti apa sekolah kita tanpa peraturan?\u003C\/em\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cem\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/em\u003E\nPembelajaran berbasis proyek juga dapat digunakan sebagai unit studi, atau\n    lebih tepatnya unit eksplorasi. Siswa dapat diberi kesempatan untuk\n    benar-benar bermain dan bereksplorasi dengan menggunakan labu, magnet, atau\n    hewan peliharaan di kelas untuk belajar tentang siklus kehidupan tanaman,\n    bahan magnetik, atau hewan. Siswa dapat membuat daftar pertanyaan yang\n    ingin mereka pelajari dan menemukan jawabannya seperti:\n    \u003Cem\u003E\n        Mengapa labu memiliki berbagai ukuran? Bagaimana Anda tahu kalau\n        sesuatu itu magnetis?\n    \u003C\/em\u003E\natau    \u003Cem\u003EApa yang kita butuhkan untuk merawat sang pertapa atau hamster?\u003C\/em\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cem\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/em\u003E\nStrategi pembelajaran yang mendukung pertanyaan dapat digunakan untuk\n    membuat daftar pertanyaan. Siswa dapat menulis pertanyaan\n    tentang topik tertentu atau minat mereka sendiri pada post-it yang dapat\n    ditambahkan ke dinding ajaib. Daftar pertanyaan kemudian dapat digunakan\n    untuk menentukan topik studi selanjutnya. Guru juga harus menciptakan\n    lingkungan kelas yang mendukung semua pertanyaan menjadi valid dan\n    mempromosikan mengajukan pertanyaan. Pertanyaan yang baik adalah pertanyaan\nyang dapat mengarah pada penelitian siswa dan tidak dapat dijawab dengan    \u003Cem\u003Eya\u003C\/em\u003E atau \u003Cem\u003Etidak\u003C\/em\u003E .\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPustakawan sekolah adalah aset ketika pembelajaran berbasis inkuiri\n    berlangsung. Mereka dapat mengajar siswa cara memilih buku atau alat\n    terbaik untuk meneliti suatu topik. Selain melakukan perjalanan ke\n    perpustakaan sekolah, strategi lain yang efektif adalah\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2020\/01\/what-technology-can-improve-in-the-classroom\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Emenggunakan teknologi\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    . Siswa dapat menggunakan berbagai alat penelitian daring yang ramah siswa\n    untuk mendapatkan informasi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMereka juga dapat menggunakan sistem manajemen\n    pembelajaran seperti\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2019\/09\/google-classroom-tips-for-teachers\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003EGoogle Classroom\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    untuk mempromosikan kolaborasi dan komunikasi melalui forum tanya jawab.\n\u003Cbr \/\u003E\nGuru dan siswa memiliki fleksibilitas untuk menciptakan lingkungan belajar\n    yang memenuhi kebutuhan semua orang di kelas. Pembelajaran berbasis inkuiri\n    adalah cara yang efektif untuk menciptakan tempat di mana anak-anak senang\n    menemukan jawaban dan berbagi pengetahuan mereka dengan orang lain.\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/3975270271142504739\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/06\/apa-dan-bagaimana-pembelajaran-berbasis.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/3975270271142504739"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/3975270271142504739"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/06\/apa-dan-bagaimana-pembelajaran-berbasis.html","title":"Apa dan Bagaimana Pembelajaran Berbasis Pertanyaan ?"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-CcdsBwx0J2M\/Xu9PUxvdZmI\/AAAAAAAABKM\/0ZYUk8PGW9cNOF690XRrdzrPt_KoceXmQCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Apa-dan-Bagaimana-Pembelajaran-Berbasis-Pertanyaan.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-5165830426340150139"},"published":{"$t":"2020-06-19T21:34:00.002+08:00"},"updated":{"$t":"2020-06-19T21:34:42.058+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Bagaimana Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek di Rumah"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Ch3\u003E\n    Apa itu Pembelajaran Berbasis Proyek?\n\u003C\/h3\u003E\nPembelajaran berbasis proyek, singkatnya PBL (Projetc Base Learning),\n    menjadi semakin populer di dunia pendidikan. Tidak hanya pembelajaran\n    berbasis proyek dapat bermanfaat di sekolah, ini juga dapat menjadi cara\n    yang luar biasa bagi siswa untuk belajar di rumah. Jadi, apa\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2020\/02\/what-is-inquiry-based-learning\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Epembelajaran berbasis proyek\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    ?\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-5ziVaGRdgfY\/Xuy-u4SuyvI\/AAAAAAAABJs\/MqZgMkGLSEEGLVR-eS0a_NServmDOsqBACLcBGAsYHQ\/s1600\/Bagaimana-Mendukung-Pembelajaran-Berbasis-Proyek-di%2BRumah.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Bagaimana Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek di Rumah\" border=\"0\" data-original-height=\"363\" data-original-width=\"600\" height=\"386\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-5ziVaGRdgfY\/Xuy-u4SuyvI\/AAAAAAAABJs\/MqZgMkGLSEEGLVR-eS0a_NServmDOsqBACLcBGAsYHQ\/s640\/Bagaimana-Mendukung-Pembelajaran-Berbasis-Proyek-di%2BRumah.jpg\" title=\"Bagaimana Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek di Rumah\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSingkatnya, itu adalah ketika siswa belajar melalui proyek-proyek yang\n    melibatkan penyelidikan, tanya jawab, meneliti, dan berkolaborasi untuk\n    menghasilkan produk yang menunjukkan apa yang telah mereka pelajari. Ini\n    adalah metode pengajaran berbasis penelitian yang sering lebih menarik bagi\n    siswa daripada pelajaran tradisional.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPembelajaran berbasis proyek mungkin membuat khawatir bagi orang tua pada\n    awalnya, jadi penting untuk mendukung orang tua dan siswa melalui proses\n    ini di rumah. Berikut ini adalah cara untuk membantu mendukung siswa dan\n    orang tua dalam penyelenggaraan pembelajaran berbasis proyek mereka di\n    rumah.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Pastikan Bahwa Pembelajaran PBL dapat Dilaksanakan\n\u003C\/h3\u003E\nPenting bagi guru untuk mengingat bahwa tidak semua orang tua dan rumah\n    dilengkapi dengan keterampilan, persediaan, sumber daya, dan teknologi yang\n    sama dengan ruang kelas sekolah. Untuk alasan ini, adalah kunci bagi guru\n    untuk menetapkan harapan yang jelas bagi siswa mereka dan memastikan bahwa\n    harapan ini sesuai dan dapat dicapai.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nUntuk memulai, guru harus mengungkapkan kepada orang tua siswa bahwa tidak\n    ada masalah untuk melakukan PBL dengan sempurna di rumah. Kebanyakan orang\n    tua yang bekerja akan merasa kewalahan memikirkan untuk memfasilitasi\n    proyek dengan anak-anak mereka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDengan memberi tahu orang tua dan wali\n    bahwa kesempurnaan tidak diharapkan, dan bahwa siswa akan menerima\n    dukungan, guru dapat membuat orang tua lebih nyaman. Guru harus memberikan\n    instruksi sederhana dan jelas kepada orang tua untuk kegiatan pembelajaran\n    berbasis proyek dan menyediakan diri untuk berkomunikasi setiap saat.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nUntuk keluarga yang\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2019\/12\/how-to-support-students-with-no-internet-access\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Etidak memiliki akses internet\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    atau akses ke perangkat, guru harus meyakinkan keluarga bahwa pilihan lain\n    tersedia seperti buku dan perlengkapan seni. Banyak sekolah akan\n    memungkinkan siswa untuk check-out perangkat elektronik untuk digunakan di\n    rumah. Jika memungkinkan, guru harus membantu siswa yang membutuhkan dalam\n    memperoleh perangkat teknologi. Menggunakan proyek yang tidak membutuhkan\n    teknologi juga merupakan pilihan.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Bagikan Manfaat PBL di Rumah\n\u003C\/h3\u003E\nCara lain untuk mendorong pembelajaran berbasis proyek di rumah adalah\n    berbagi manfaat dari jenis pembelajaran ini dengan orang tua dan keluarga.\n    Pembelajaran berbasis proyek menawarkan manfaat seperti memberi siswa\n    kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembelajaran langsung. Selain itu,\n    pembelajaran berbasis proyek membuat siswa bersemangat mempelajari\n    informasi baru dan memungkinkan mereka mengambil alih kecepatan belajar\n    mereka dan produk yang mereka pilih untuk dibuat untuk menunjukkan apa yang\n    telah mereka pelajari.\u003Cstrong\u003E \u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMenurut\n    \u003Ca href=\"http:\/\/www.nea.org\/tools\/16963.htm\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003ENational Education Association\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    , pembelajaran berbasis proyek menjadikan pembelajaran relevan bagi siswa\n    dengan membantu mereka membuat koneksi ke kehidupan di luar kelas. Siswa\n    dapat menerapkan tujuan baru untuk masalah dunia nyata. Ini juga memberi\n    siswa kesempatan untuk berpikir kreatif dan belajar dengan cara yang\n    berpusat pada siswa.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Jelaskan Bagaimana Orang Tua dapat Memberikan Dukungan\n\u003C\/h3\u003E\nKetika orang tua dan siswa mulai berpartisipasi dalam pembelajaran berbasis\n    proyek, penting bagi orang tua untuk memahami bagaimana mereka dapat\n    memberikan dukungan kepada anak mereka. Ada beberapa cara di mana orang tua\n    dapat mendukung. Menyiapkan ruang di rumah yang didedikasikan untuk belajar\n    adalah salah satu saran.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nIni memberikan struktur bagi siswa dan memberi\n    mereka tempat yang konsisten dan akrab untuk berpartisipasi dalam\n    pembelajaran setiap hari. Cara lain bagi orang tua untuk mendukung siswa selama pembelajaran berbasis\n    proyek adalah membiasakan diri dengan istilah dan untuk meneliti sumber\n    daya dan gagasan.\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2019\/12\/projects-and-project-based-learning-whats-the-difference\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003EBerikut ini adalah panduan yang\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    dapat digunakan orang tua.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPanduan ini menjelaskan dasar-dasar pembelajaran\n    berbasis proyek kepada orang tua dan menjelaskan bagaimana jenis\n    pembelajaran ini berpusat pada siswa, di mana siswa dapat mengambil\n    kepemilikan atas pembelajaran mereka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Berikan Gagasan Proyek\n\u003C\/h3\u003E\nAda begitu banyak ide untuk pembelajaran berbasis proyek yang dapat\n    dilakukan di rumah. Untuk orang tua yang sudah sibuk dan baru dalam jenis\n    pembelajaran ini, akan sangat membantu bagi guru untuk memberi mereka ide\n    proyek. Beberapa ide termasuk, tetapi tidak terbatas pada:\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul type=\"disc\"\u003E\n\u003Cli\u003E\n        \u003Cstrong\u003EEat This, Not That\u003C\/strong\u003E\n        - Kegiatan ini mengintegrasikan penulisan, matematika, dan nutrisi\n        dengan meminta siswa meneliti informasi nutrisi tentang makanan dan\n        menggambarkan informasi ini dalam produk yang mereka pilih.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        \u003Cstrong\u003EProgram Daur Ulang\u003C\/strong\u003E\n        - Siswa dapat dengan mudah memulai program daur ulang di rumah dengan\n        meneliti cara mendaur ulang, mendaur ulang bahan di rumah, dan\n        menunjukkannya dengan cara yang mereka pilih. Ini bisa melalui gambar,\n        blog, jurnal, dll.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        \u003Cstrong\u003EPodcast\u003C\/strong\u003E\n        Siswa - Siswa dapat memilih topik pembelajaran, mendengarkan podcast\n        yang ramah siswa mengenai topik ini, dan membuat podcast mereka sendiri\n        yang mengungkapkan apa yang telah mereka pelajari.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        \u003Cstrong\u003EEsai Foto\u003C\/strong\u003E\n        - Siswa dapat meneliti gambar-gambar topik melalui internet atau pergi\n        ke dunia dan mengambil beberapa foto. Siswa kemudian dapat menghasilkan\n        tulisan deskriptif yang menjelaskan apa yang telah mereka amati.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        \u003Cstrong\u003ERencanakan Proyek Pembelajaran Layanan\u003C\/strong\u003E\n        - Mintalah siswa memilih penyebab (tempat penampungan hewan, tempat\n        penampungan tunawisma, pantry makanan, dll.), Meneliti penyebabnya,\n        berpartisipasi dalam menyediakan layanan (menyumbangkan makanan,\n        menyajikan makanan, hewan berjalan, dll.), Dan melaporkan kembali\n        tentang pengalaman mereka.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\nGagasan dan sumber belajar berbasis proyek online tersedia secara luas\n    untuk orang tua dan guru. Ide-ide ini hanya dengan sekali klik. Namun,\n    beberapa keluarga tidak memiliki akses ke internet dan penting bagi para\n    guru untuk memberikan gagasan kepada orang tua untuk mendorong pembelajaran\n    berbasis proyek di rumah. Mendorong siswa dan keluarga mereka untuk\n    memberikan kesempatan belajar berbasis proyek adalah hal yang sangat\n    berharga.\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/5165830426340150139\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/06\/bagaimana-mendukung-pembelajaran.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5165830426340150139"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5165830426340150139"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/06\/bagaimana-mendukung-pembelajaran.html","title":"Bagaimana Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek di Rumah"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-5ziVaGRdgfY\/Xuy-u4SuyvI\/AAAAAAAABJs\/MqZgMkGLSEEGLVR-eS0a_NServmDOsqBACLcBGAsYHQ\/s72-c\/Bagaimana-Mendukung-Pembelajaran-Berbasis-Proyek-di%2BRumah.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-2160984847212999450"},"published":{"$t":"2020-06-18T20:09:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-06-18T20:10:43.189+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"LKPD IPS 8 SMP"}],"title":{"type":"text","$t":"Lembar Kerja Peserta Didik \" Bentuk-Bentuk Kerja Sama ASEAN (Sosial, Politik, Budaya, Pendidikan, dan Perkembangannya) \""},"content":{"type":"html","$t":"Interaksi dan kerja sama antarnegara-negara\n    ASEAN semakin berkembang seiring dengan munculnya berbagai kebutuhan setiap\n    negara anggota. Kebutuhan sosial, politik, ekonomi, dan bidang-bidang\n    lainnya menuntut suatu negara untuk berperan aktif melakukan kerja sama antarnegara.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-R21iiVtgHTg\/XuorYtQM2eI\/AAAAAAAABJM\/ouHhdS9ogyY1Tf7YswKWB0yVgZ8BMtwhACLcBGAsYHQ\/s1600\/hoi_nghi_asean_giao_duc_copy_mgng.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Lembar Kerja Peserta Didik \u0026quot; Bentuk-Bentuk Kerja Sama ASEAN (Sosial, Politik, Budaya, Pendidikan, dan Perkembangannya) \u0026quot;\" border=\"0\" data-original-height=\"300\" data-original-width=\"480\" height=\"400\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-R21iiVtgHTg\/XuorYtQM2eI\/AAAAAAAABJM\/ouHhdS9ogyY1Tf7YswKWB0yVgZ8BMtwhACLcBGAsYHQ\/s640\/hoi_nghi_asean_giao_duc_copy_mgng.jpg\" title=\"Lembar Kerja Peserta Didik \u0026quot; Bentuk-Bentuk Kerja Sama ASEAN (Sosial, Politik, Budaya, Pendidikan, dan Perkembangannya) \u0026quot;\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nHal ini yang terkadang menimbulkan permasalahan sebagai akibat dari keinginan masing-masing negara untuk\n    mendapatkan dan mewujudkan kepentingan nasionalnya. Organisasi internasional kemudian\n    dibentuk guna mengatasi dan meminimalisasi masalah yang dapat ditimbulkan\n    dari interaksi antarnegara dalam berbagai bidang.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003Ea. \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003EBentuk Kerja Sama di Bidang Sosial dan Budaya\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003C\/strong\u003E\n\nKerja sama antarnegara-negara anggota ASEAN dalam bidang sosial dilakukan\n    agar tercipta kerukunan dan kemajuan bersama. Setiap negara anggota ASEAN\n    diminta berperan aktif dan ikut serta dalam upaya kerja sama guna mendukung\n    kesejahteraan negaranya sendiri. Kerja sama dalam bidang sosial dan budaya\n    dilaksanakan oleh COSD (Committee on Social Development). Beberapa bentuk\n    kerja sama di bidang sosial negara-negara anggota ASEAN antara lain sebagai\n    berikut.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003Ebidang pembangunan sosial dengan menekankan kesejahteraan golongan berpendapatan rendah, perluasan kesempatan kerja, serta pembayaran (upah) yang wajar;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Emembantu kepada kaum wanita dan pemuda dalam usaha-usaha pembangunan;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\u0026nbsp;menanggulangi masalah masalah perkembangan penduduk dengan bekerja sama dengan badan badan internasional yang bersangkutan;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Epengembangan sumber daya manusia;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Epeningkatan kesejahteraan;\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Eprogram peningkatan kesehatan (makanan dan obat-obatan);\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Epertukaran budaya dan seni, juga festival film ASEAN;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Epenandatanganan kesepakatan bersama di bidang pariwisata ASEAN (ASEAN Tourism Agreement (ATA)); serta\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Epenyelenggaraan pesta olahraga dua tahun sekali melalui SEA-Games.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003Eb. \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003EBidang Kerja Sama di Bidang Politik dan Keamanan\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003C\/strong\u003E\n\nKerja sama politik ini ditujukan untuk menciptakan keamanan, stabilitas,\n    dan perdamaian antarnegara di ASEAN. Kerja sama ini menyepakati adanya\nZOPFAN, traktat persahabatan dan kerja sama\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003Cem\u003ETreaty of Amity and Cooperation\/TAC in\u003C\/em\u003E \u003Cem\u003ESoutheast Asia\u003C\/em\u003E),\ndan kawasan bebas senjata nuklir di Asia Tenggara (\u003Cem\u003ETreaty on\u003C\/em\u003E    \u003Cem\u003ESoutheast Asian Nuclear Weapon-Free Zone\/SEANWF\u003C\/em\u003E). Selain itu,\n    kerja sama dalam bidang politik, menciptakan ASEAN Regional Forum (ARF)\n    untuk membahas kasuskasus terkini yang menjadi perhatian ASEAN. Beberapa\n    contoh nyata kerja sama politik dan keamanan adalah:\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003ETraktat Bantuan Hukum Timbal Balik di Bidang Pidana (    \u003Cem\u003ETreaty on Mutual\u0026nbsp;\u003C\/em\u003E\u003Cem\u003EAssistance in Criminal Matters\/MLAT\u003C\/em\u003E\n    ).\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EKonvensi ASEAN tentang Pemberantasan Terorisme (    \u003Cem\u003EASEAN Convention on\u0026nbsp;\u003C\/em\u003E\u003Cem\u003ECounter Terrorism\/ACCT\u003C\/em\u003E\n    ).\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPertemuan para Menteri Pertahanan (    \u003Cem\u003EDefence Ministers Meeting\/ADMM\u003C\/em\u003E) yang bertujuan mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan melalui dialog serta kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPenyelesaian sengketa Laut Cina Selatan.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EKerja sama pemberantasan kejahatan lintas negara yang mencakup\n    pemberantasan terorisme, perdagangan obat terlarang, pencucian uang penyelundupan dan perdagangan senjata ringan dan manusia, bajak laut, kejahatan internet, dan kejahatan ekonomi internasional.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EKerja sama di bidang hukum, bidang migrasi dan kekonsuleran, serta\n    kelembagaan antarparlemen.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003Ec. \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003EBentuk Kerja Sama di Bidang Pendidikan\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\nKerja sama bilateral maupun multirateral di bidang pendidikan terus\n    dilakukan oleh negara-negara ASEAN demi tercapainya tujuan meningkatkan\n    kualitas pendidikan di Asia Tenggara dan meningkatnya daya saing\n    internasional. Contoh bentuk kerja sama negara-negara ASEAN dalam bidang\n    pendidikan:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003E\u0026nbsp;\u003Cem\u003EASEAN Council of Teachers Convention \u003C\/em\u003E(ACT) di Sanur, Denpasar,\n    Sabtu (8\/12\/2012), dengan tema    \u003Cem\u003EASEAN Community 2015: Teacher Professionalism\u0026nbsp;\u003C\/em\u003E\u003Cem\u003Efor Quality Education and Humanity\u003C\/em\u003E\n    . Pada pertemuan ini hadir organisasi guru dari Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, serta Korea Selatan.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPenawaran beasiswa pendidikan. Contohnya, Singapura memberikan beasiswa latihan pengelolaan jasa pelabuhan udara, kesehatan dan keselamatan kerja industri, komunikasi bahari, dan lain-lain. Contoh lain: Indonesia\n    memberikan beasiswa pendidikan kedokteran, bahasa, dan seni kepada pelajar\n    negaranegara anggota ASEAN dan kawasan negara berkembang.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\u0026nbsp;Negara-negara ASEAN memanfaatkan beasiswa untuk belajar di berbagai universitas di negara-negara ASEAN dan Jepang atas biaya yang diberikan oleh ASEAN-Japan Scholarship Fund (Dana Beasiswa ASEAN-Jepang).\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EOlimpiade di bidang pendidikan sering diadakan pada taraf regional Asia Tenggara. Contoh: Pertamina menyelenggarakan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2015.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cb\u003EBentuk Kerja sama antara Indonesia dengan negara-negara ASEAN\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003ENo\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003ENama Negara\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd colspan=\"2\" style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 329.1pt;\" valign=\"top\" width=\"439\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EBentuk Kerja Sama\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.0pt;\" valign=\"top\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EEkonomi\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 166.1pt;\" valign=\"top\" width=\"221\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EPolitik\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n1\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nSingapura\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.0pt;\" valign=\"top\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 166.1pt;\" valign=\"top\" width=\"221\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n2\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nMalaysia\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.0pt;\" valign=\"top\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 166.1pt;\" valign=\"top\" width=\"221\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n3\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nBrunai Darussalam\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.0pt;\" valign=\"top\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 166.1pt;\" valign=\"top\" width=\"221\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n4\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nThailan\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.0pt;\" valign=\"top\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 166.1pt;\" valign=\"top\" width=\"221\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n5\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nBirma\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.0pt;\" valign=\"top\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 166.1pt;\" valign=\"top\" width=\"221\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n6\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nLaos\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.0pt;\" valign=\"top\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 166.1pt;\" valign=\"top\" width=\"221\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n7\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nKamboja\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.0pt;\" valign=\"top\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 166.1pt;\" valign=\"top\" width=\"221\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n8\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nVietnam\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.0pt;\" valign=\"top\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 166.1pt;\" valign=\"top\" width=\"221\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n9\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nFhilipina\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.0pt;\" valign=\"top\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 166.1pt;\" valign=\"top\" width=\"221\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ERincian Kegiatan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EBaca pendahuluan diatas !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EDiskusikan bersama dengan anggota kelompokmu tentang kerjasama antar negara-negara ASEAN !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EIsilah tabel diatas !\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cb\u003EPertanyaan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003ESebutkan contoh bentuk kerjasama antara Indonesia dengan negara-negara ASEAN dalam bidang Ekonomi dan politik\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003ESingapura ......................................................................................................................\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMalaysia .......................................................................................................................\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EBrunai Darussalam .......................................................................................................\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EThailand ........................................................................................................................\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EBirma ............................................................................................................................\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ELaos ..............................................................................................................................\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EKamboja .......................................................................................................................\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EVietnam ........................................................................................................................\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EFhilipina .......................................................................................................................\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/2160984847212999450\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/06\/lembar-kerja-peserta-didik-bentuk.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2160984847212999450"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2160984847212999450"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/06\/lembar-kerja-peserta-didik-bentuk.html","title":"Lembar Kerja Peserta Didik \" Bentuk-Bentuk Kerja Sama ASEAN (Sosial, Politik, Budaya, Pendidikan, dan Perkembangannya) \""}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-R21iiVtgHTg\/XuorYtQM2eI\/AAAAAAAABJM\/ouHhdS9ogyY1Tf7YswKWB0yVgZ8BMtwhACLcBGAsYHQ\/s72-c\/hoi_nghi_asean_giao_duc_copy_mgng.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-1041392152256936493"},"published":{"$t":"2020-06-17T20:30:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-06-17T20:30:59.678+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Evaluasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Cara Membuat Kebijakan Penilaian yang Efektif dan Berkeadilan"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cstrong\u003EApa itu \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003ETingkat \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003EValiditas ?\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\nKomponen besar yang dihadapi pendidik di ruang kelas adalah seperti apa\n    kebijakan penilaian yang dilaksanakan. Memang, kita semua harus mengikuti\n    kebijakan penilaian yang ditetapkan oleh sekolah atau dinas pendidikan yang\n    menaungi sekolah tersebut, tetapi biasanya ini adalah skala yang harus kita\n    ikuti ketika mendistribusikan nilai pada akhir setiap semester atau periode\n    penilaian.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-fTm7J5Gb6Rk\/XuoM2mGzvII\/AAAAAAAABIg\/yTM_BpCtmGw7HO3VxUesW271gEwknrFDQCLcBGAsYHQ\/s1600\/Cara-Membuat-Kebijakan-Penilaian-yang-Efektif-dan-Berkeadilan.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Cara Membuat Kebijakan Penilaian yang Efektif dan Berkeadilan\" border=\"0\" data-original-height=\"317\" data-original-width=\"595\" height=\"340\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-fTm7J5Gb6Rk\/XuoM2mGzvII\/AAAAAAAABIg\/yTM_BpCtmGw7HO3VxUesW271gEwknrFDQCLcBGAsYHQ\/s640\/Cara-Membuat-Kebijakan-Penilaian-yang-Efektif-dan-Berkeadilan.jpg\" title=\"Cara Membuat Kebijakan Penilaian yang Efektif dan Berkeadilan\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPada akhirnyai, tergantung pada guru kelas untuk menentukan\n    rincian nilai setiap kelas yang diperoleh dalam proses belajar atau pada\n    materi yang mereka ajarkan. Ketika mengajukan pertanyaan tentang apa arti validitas penilaian, kita\n    harus memperhatikan dengan seksama apa tujuan akhir.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKerangka kerja yang\n    jelas dari apa yang kita coba ukur akan memperkuat nilai yang valid dan\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2020\/03\/how-teachers-utilize-student-data-to-increase-performance\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Emengukur data\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    dengan benar. The\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/how-use-student-assessments-your-classroom\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Eassessment\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    harus menyelaraskan dengan apa keterampilan yang kita coba untuk mengukur,\n    dan ini akan menunjukkan penguasaan konten dan validitas dalam kelas yang\n    diperoleh. Ketika penilaian ekspektasi konsisten, ini membuat nilai setara\n    serta mendefinisikan validitas untuk nilai yang diperoleh dalam kelas.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003EDefinisikan Makna Tingkat\u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003E Penilaian\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\nSangat menarik ketika kita melihat kebijakan penilaian di tempat yang\n    bervariasi dari kelas ke kelas. Beberapa guru mengambil poin jika siswa\n    lupa menuliskan nama mereka di kertas mereka atau jika mereka lupa tanda\n    baca yang digunakan dalam kalimat. Jika kita mengurangi poin untuk item\n    yang belum tentu mengukur tujuan\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2020\/04\/formative-vs-summative-assessment-whats-the-difference\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Epenilaian\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    , apakah kita mendapatkan ukuran yang akurat dan apakah nilai ini valid?\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp;Beberapa guru memberikan pertanyaan bonus pada ujian serta memungkinkan\n    kredit tambahan diperoleh. Ini juga dapat mengganggu validitas penilaian.\n    Seringkali tergantung pada guru kelas tentang bagaimana siswa akan\n    mendapatkan poin ekstra.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nGuru sering memiliki pola pikir bahwa kita harus memberi siswa kita\n    kesempatan untuk memperbaiki kesalahan mereka. Ini adalah praktik yang\n    sering digunakan ketika ujian diberikan kembali kepada siswa dan mereka\n    diberi kesempatan untuk \"menerima kembali\" atau mendapatkan poin kembali\n    untuk jawaban yang salah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nJika guru tidak meluangkan waktu untuk\n    mempelajari kembali ketrampilan, makna di belakang kelas cenderung menurun\n    karena siswa belum belajar hal tambahan untuk membantu mengatasi masalah\n    dengan benar. Pada titik ini, jika siswa belum menguasai keterampilan yang\n    diukur, itu dengan cepat berubah menjadi permainan tebak-tebakan bagi siswa\n    karena validitas tidak jelas dalam nilai yang diperoleh.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003EPertimbangkan Kriteria dengan cermat\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\nDari hari pertama menginjakkan kaki ke dalam kelas, siswa harus menyadari\n    kriteria penilaian di kelas mereka. Ini akan menjabarkan ekspektasi yang\n    jelas bagi mereka serta pemahaman tentang bobot setiap kelas yang\n    diperoleh. Ini sering dipecah lebih pada tingkat menengah, tetapi juga\n    harus menjadi percakapan yang terjadi dengan siswa dan \/ atau orang tua\n    mereka juga.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nJika kita melihat pada tes standar yang diharapkan diambil oleh siswa kita,\n    sebelum tes diberikan rubrik ditinjau bersama siswa. Mengapa kita tidak\n    melakukan hal yang sama untuk siswa kita di ruang kelas kita secara lebih\n    konsisten? Ketika guru mengembangkan rubrik penilaian, ini sering kali akan\n    menjadi dasar mereka ketika orang tua mempertanyakan skor rendah yang\n    mungkin diperoleh siswa.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nContohnya bisa berupa laporan buku yang harus diselesaikan siswa. Jika\n    sebuah rubrik disediakan dan disejajarkan dengan tujuan tugas, itu harus\n    tinjau kembali ketika rincian tugas diberikan. Semakin relevan buktinya,\n    semakin jelas nilai yang didapat. Guru dapat mempelopori pertanyaan yang\n    mungkin dimiliki siswa dan bagaimana mereka dapat memperoleh poin pada\n    tugas.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nItu selalu lebih baik untuk melakukan ini dari awal daripada berusaha untuk\n    menangani kebingungan kelas yang diperoleh setelah tugas diberi skor.\n    Meninggalkan faktor penilaian yang tidak relevan, seperti waktu yang\n    diambil atau\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2020\/01\/what-is-a-behavior-management-plan-in-the-classroom\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Emasalah perilaku\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    , akan fokus pada tingkat penguasaan setiap kelas yang diperoleh sebagai\n    lawan dari faktor luar yang seharusnya tidak relevan dengan nilai\n    keseluruhan yang diperoleh.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003ETimbang Konsekuensinya\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\nPikirkan kembali tingkat sekolah dan guru yang dimiliki. Apakah Anda ingat\n    saat guru memposting nilai kelas untuk dilihat semua orang? Apa tujuan\n    melakukan ini? Apakah dia berusaha membangun daya saing di kelas? Apakah\n    dia berusaha meminta pertanggungjawaban siswa? Dapatkah Anda mengingat\n    perasaan yang Anda miliki ketika nilai rendah yang Anda bagikan dengan\n    kelas tersebut?\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSebagai pendidik, kita ingin memastikan bahwa kita meminta\n    pertanggungjawaban siswa atas nilai yang mereka peroleh, tetapi pada saat\n    yang sama kita ingin memastikan bahwa kita tidak merusak kepercayaan atau\n    harga diri siswa kita selama proses berlangsung. Masih ada guru yang\n    memiliki teman sebaya yang benar menyelesaikan pekerjaan teman sebayanya.\n    Apakah ada manfaatnya melakukan ini?\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nHari ini, di ruang kelas kita, kerja\n    kelompok dilakukan setiap hari. Alih-alih memposting nilai untuk dilihat\n    semua orang, pikirkan percakapan yang dapat diadakan secara individual\n    dengan siswa sebagai kelompok yang dilakukan sepanjang hari. Selama sesi\n    individu dengan siswa kita, kita tidak hanya mengambil waktu untuk\n    mempelajari kembali keterampilan yang mungkin mereka perjuangkan, tetapi\n    kita semua memberikan percakapan yang bermakna dengan siswa kita yang\n    menyoroti sisi positifnya juga.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSebagai pendidik, menginginkan yang terbaik untuk semua siswa. Tugas\n    penilaian kadang-kadang bisa menjadi tantangan ketika kita membiarkan\n    kriteria yang tidak relevan mempengaruhi nilai keseluruhan. Semakin kita\n    menyelaraskan rubrik penilaian kita dengan tujuan akhir atau tujuan tugas,\n    semakin lengkap kita untuk menciptakan prosedur penilaian yang bermakna dan\n    valid di dalam ruang kelas.\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/1041392152256936493\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/06\/cara-membuat-kebijakan-penilaian-yang.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1041392152256936493"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1041392152256936493"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/06\/cara-membuat-kebijakan-penilaian-yang.html","title":"Cara Membuat Kebijakan Penilaian yang Efektif dan Berkeadilan"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-fTm7J5Gb6Rk\/XuoM2mGzvII\/AAAAAAAABIg\/yTM_BpCtmGw7HO3VxUesW271gEwknrFDQCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Cara-Membuat-Kebijakan-Penilaian-yang-Efektif-dan-Berkeadilan.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-5479411266895130030"},"published":{"$t":"2020-06-16T21:49:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-06-16T21:50:28.240+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Teknologi Informasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Beberapa Platform Pembelajaran Online yang Perlu Diketahui"},"content":{"type":"html","$t":"Platform pembelajaran online telah ada sejak 20 tahun yang lalu. Kondisi\n    ini memungkinkan orang mendapat gelar tanpa harus tatap muka di ruang\n    kelas. Baru-baru ini, karena pandemi COVID-19 di seluruh dunia, platform\n    pembelajaran online telah memberikan siswa di seluruh dunia sarana untuk\n    tetap terhubung dengan pendidikan mereka ketika sekolah tidak dapat membuka\n    pintu untuk siswanya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-k1FowTeUskQ\/XujNC5d9C9I\/AAAAAAAABH4\/on69Nc-iilI885qtvCZpoPZ4BvpWx2vCgCLcBGAsYHQ\/s1600\/Beberapa-Platform-Pembelajaran-Online-yang-Perlu-Diketahui.png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Beberapa Platform Pembelajaran Online yang Perlu Diketahui\" border=\"0\" data-original-height=\"626\" data-original-width=\"1171\" height=\"342\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-k1FowTeUskQ\/XujNC5d9C9I\/AAAAAAAABH4\/on69Nc-iilI885qtvCZpoPZ4BvpWx2vCgCLcBGAsYHQ\/s640\/Beberapa-Platform-Pembelajaran-Online-yang-Perlu-Diketahui.png\" title=\"Beberapa Platform Pembelajaran Online yang Perlu Diketahui\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nApa sebenarnya platform pembelajaran online? Hal-hal\n    apa yang harus dipertimbangkan ketika memilih platform pembelajaran online?\n    Apa saja platform pembelajaran online yang tersedia untuk guru di kelas ?\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003EApa itu Platform Pembelajaran Online?\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\nPlatform pembelajaran online adalah seperangkat alat digital interaktif\n    terintegrasi. Alat-alat ini memberi siswa dan pendidik informasi, sumber\n    daya, dan sarana komunikasi untuk membantu mendukung dan meningkatkan\n    pendidikan, penyampaian, dan manajemen pengajaran dan pembelajaran siswa.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPlatform pembelajaran online memberi guru cara untuk terhubung dengan siswa\n    dengan mengirimkan pengumuman, menugaskan pekerjaan kelas, dan\n    mendistribusikan tes. Beberapa platform pembelajaran online memungkinkan\n    teman sekelas untuk menggunakan obrolan video untuk melihat dan berbicara\n    satu sama lain dan guru mereka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPlatform pembelajaran online dapat menilai\n    pekerjaan dan menghubungkan dengan siswa dan keluarga mereka. Ada ratusan\n    platform pembelajaran online yang tersedia, dan ada beberapa hal penting\n    untuk dipertimbangkan ketika memilih yang tepat untuk guru dan siswa.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\n        Hal-hal yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Platform Pembelajaran\n        Online\n    \u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\nDengan banyaknya platform pembelajaran online di luar sana, dapat menjadi\n    pilihan yang tepat. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika\n    memilih yang terbaik untuk Anda sebagai pendidik dan siswa Anda. Sebagai\n    permulaan, apa kebutuhan belajar para pengguna? Apakah platform diperlukan\n    untuk hanya mendistribusikan informasi, atau apakah siswa akan berinteraksi\n    satu sama lain, mengirimkan tugas, dan dinilai?\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nYang terakhir biasanya terjadi, yang membuka pintu ke lebih banyak pilihan.\n    Apakah Anda mencari platform online yang kompatibel dengan iPad, desktop,\n    dan ponsel? Ini penting ketika siswa mungkin tidak memiliki perangkat\n    mereka sendiri, mungkin berbagi perangkat dengan teman dan keluarga, atau\n    mungkin tidak memiliki internet yang tersedia selain dari masuk di\n    perpustakaan atau melalui hot spot yang disediakan.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSelain itu, kemudahan integrasi adalah pertimbangan penting lainnya.\n    Apalagi jika siswa tidak memiliki banyak panduan ketika meluncurkan ke\n    platform, seperti yang terjadi pada banyak orang ketika COVID-19 terjadi.\n    Konten yang dapat disediakan oleh platform online adalah pertimbangan yang\n    sangat penting, yang perlu ditimbang dengan harga sistem manajemen\n    pembelajaran. Di bawah ini adalah empat platform pembelajaran online\n    berbeda yang menurut para pendidik berhasil, produktif, dan menarik.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003EPlatform Pembelajaran Online\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/web.seesaw.me\/\"\u003ESeesaw\u003C\/a\u003E\u003C\/strong\u003E\n    adalah alat manajemen pembelajaran yang menciptakan kolaborasi antara\n    siswa, guru, dan keluarga. Setiap siswa memiliki portofolio sendiri di mana\n    mereka dapat mengirimkan tugas, menulis catatan, mengunggah foto, dan\n    mengirimkan gambar. Guru memiliki akses ke perpustakaan kegiatan yang\n    memiliki ribuan tugas yang sudah dibuat tentang topik apa pun yang dapat\n    dicari. Guru juga dapat merancang tugas mereka sendiri dan dengan mudah\n    membagikannya dengan rekan kerja.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKetika seorang siswa mengajukan tugas,\n    tugas tersebut dilihat oleh guru dan orang tua, menciptakan garis koneksi\n    yang mulus ke dalam pekerjaan kelas siswa. Platform Seesaw\n    dasar untuk guru, keluarga, dan siswa gratis. Namun, Seesaw memang\n    menawarkan Seesaw untuk Sekolah dan edisi Seesaw Plus yang memiliki fitur\n    tambahan. Edisi-edisi ini adalah untuk biaya,\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2020\/05\/how-to-create-effective-and-equitable-grading-policies\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Eproses penilaian\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    .\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/www.bloomz.net\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003EBloomz\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    adalah aplikasi pemenang penghargaan yang diberi peringkat, \"Aplikasi atau\n    Alat Komunikasi Orangtua-Guru \/ Sekolah Terbaik\" oleh Tech Edvocate dua\n    tahun berturut-turut. Mirip dengan Seesaw, Bloomz menyediakan pengguna\n    dengan komunikasi dua arah dan portofolio siswa.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBloomz, bagaimanapun,\n    termasuk fitur pelacakan perilaku yang banyak guru temukan bermanfaat untuk\n    pengumpulan data dan untuk memberi orang tua gambaran yang lebih jelas\n    tentang hari-hari anak mereka, terutama di usia belajar. Orang tua dapat\n    menyukai pekerjaan anak mereka, mengomentari tugas, dan mudah terhubung\n    dengan guru.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSatu kekurangan Bloomz adalah bahwa versi gratis membatasi\n    penyimpanan foto \/ video, sehingga seorang guru yang memposting banyak\ngambar mungkin kehabisan ruang. Apapun, Bloomz patut dipertimbangkan.    \u003Cstrong\u003E \u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/edu.google.com\/products\/classroom\/?modal_active=none\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003EGoogle Classroom\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    adalah platform pembelajaran online yang dikembangkan oleh Google untuk\n    sekolah. Ini bertujuan untuk menyederhanakan pembuatan, distribusi, dan\n    penilaian tugas. Itu membuat berbagi file antara guru dan siswa lebih\n    efisien. Google kelas berfungsi dari komputer atau perangkat seluler apa\n    pun.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBanyak guru menemukan fitur penilaian sangat halus, dan aplikasi\n    Google sepenuhnya terintegrasi dengan Kelas, membuat berbagi Google\n    Documents, Slide, dan alat buatan Google lainnya sangat efisien. Ribuan\n    aplikasi yang disetujui pendidik juga berintegrasi dengan Classroom seperti\n    Pear Deck, Kami, dan Quizizz.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBeberapa pengguna belum terbiasa dengan\n    aplikasi ini. Namun, banyak pendidik telah menemukan platform pembelajaran\n    online ini sebagai favorit, dan\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.bloomberg.com\/news\/articles\/2020-04-09\/google-widens-lead-in-education-market-as-students-rush-online\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003EPengguna Google Classroom meningkat dua kali lipat\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    selama pandemi menjadi lebih dari 100 juta.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/www.schoology.com\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003ESchoology\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    adalah platform pembelajaran online lain yang patut dihargai. Schoology\n    dirancang khusus dengan mempertimbangkan siswa TK hingga kelas 12. Ini\n    membanggakan menyediakan 200+ alat pendidikan dan integrasi platform,\n    seperti DropBox, Quizlet, dan Infinite Campus.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSchoology membuat penilaian\n    cukup mudah, dan buku telepon bawaan membuat melacak skor mudah. Satu\n    kekurangan untuk mengadopsi Schoology (terutama jika dengan pemberitahuan\n    singkat) adalah bahwa, karena berbagai fitur dan kemungkinan yang\n    ditawarkan, dapat membingungkan baik bagi pendidik dan siswa. Peluncuran\n    bertahap adalah yang terbaik untuk platform pembelajaran online ini.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003EKesimpulan\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\nSementara platform pembelajaran online telah ada selama beberapa dekade\n    terakhir, baru-baru ini mereka telah mengambil momentum yang lebih besar.\n    Siswa di seluruh dunia tetap terhubung dengan guru mereka dari rumah. Ada\n    beberapa pertimbangan penting untuk dipikirkan ketika memilih platform\n    pembelajaran online yang tepat, tetapi dengan adanya ratusan yang tersedia,\n    selanjutnya tergantung dari anda yang mana yang peling tepat untuk\n    digunakan.\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/5479411266895130030\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/06\/beberapa-platform-pembelajaran-online.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5479411266895130030"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5479411266895130030"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/06\/beberapa-platform-pembelajaran-online.html","title":"Beberapa Platform Pembelajaran Online yang Perlu Diketahui"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-k1FowTeUskQ\/XujNC5d9C9I\/AAAAAAAABH4\/on69Nc-iilI885qtvCZpoPZ4BvpWx2vCgCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Beberapa-Platform-Pembelajaran-Online-yang-Perlu-Diketahui.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-443520314824687878"},"published":{"$t":"2020-06-15T22:07:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-06-15T23:03:08.984+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Evaluasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Apa Perbedaan Penilaian Formatif dan Sumatif ?"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Ch2\u003E\n    Apa itu Penilaian Formatif?\n\u003C\/h2\u003E\nPenilaian formatif adalah metode yang digunakan oleh guru untuk\n    mengevaluasi pemahaman, kebutuhan belajar, dan kemajuan akademik siswa\n    selama pelajaran, unit, atau kursus. Ada banyak bentuk penilaian formatif.\n    Misalnya, Anda berada di akhir kelas dan Anda telah menerapkan\n    \u003Ca href=\"http:\/\/www.acpsk12.org\/pl\/coachs-cuts\/gradual-release-model\/\" target=\"_blank\"\u003E       Gradual Release Model\u003C\/a\u003E\n    . Siswa berada dalam fase “You Do” model.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-qo6igy04kH0\/Xud_lNQ-YhI\/AAAAAAAABHc\/oxNECqwNEi4iWdl4MTsgIaK7JyzlCioGACLcBGAsYHQ\/s1600\/Apa-Perbedaan-Penilaian-Formatif-dan%2B-Sumatif.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"400\" data-original-width=\"600\" height=\"426\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-qo6igy04kH0\/Xud_lNQ-YhI\/AAAAAAAABHc\/oxNECqwNEi4iWdl4MTsgIaK7JyzlCioGACLcBGAsYHQ\/s640\/Apa-Perbedaan-Penilaian-Formatif-dan%2B-Sumatif.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBagaimana Anda tahu tingkat\n    pemahaman untuk kelas Anda? Haruskah Anda hanya pindah pada hari berikutnya\n    dan berharap para siswa berada penguasaan materi pelajaran di jalur yang\n    benar? Tentu saja tidak. Anda bisa memberikan 3-5 pertanyaan yang diberikan\n    siswa saat menyelesaikan materi pelajaran. Anda kemudian menggunakan hasil\n    evaluasi itu untuk mengarahkan instruksi hari berikutnya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBisakah Anda\n    melanjutkan, atau apakah Anda perlu mengajarkan kembali konsep tersebut ke\n    beberapa atau semua kelas? Tugas yang diberikan setelah materi pelajaran\n    hanyalah salah satu contoh penggunaan penilaian formatif yang baik.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nStruktur\n    \u003Ca href=\"http:\/\/www.co-operation.org\/what-is-cooperative-learning\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003Epembelajaran kooperatif\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    adalah cara lain yang bagus untuk memeriksa pemahaman dan mengambil\n    kesimpulan tentang kondisi kelas. Kita semua telah melihat seluruh kelas\n    Q-dan-A, kan? Seorang guru berdiri di depan kelas dan mengajukan pertanyaan\n    umum. Segerombolan siswa mengangkat tangan mereka. Satu siswa dipilih,\n    memberikan jawaban, dan kelas berlanjut. Guru itu memiliki ukuran sampel\n    1-dari-30.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAmbil skenario yang sama tetapi ajukan pertanyaan itu ke kelas, beri siswa\n    waktu berpikir, dan minta mereka untuk membagikan jawaban mereka dengan\n    pasangan. Setiap mitra mendapat jumlah waktu tertentu untuk dibagikan.\n    Ketika siswa mendiskusikan jawaban satu sama lain, guru berjalan\n    mengelilingi kelas, mendengarkan untuk pemahaman. Anda sekarang memiliki\n    ukuran sampel 30-dari-30! Saya lebih suka mendasarkan instruksi saya pada\n    skenario kedua.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBentuk penilaian formatif yang terus berkembang adalah penggunaan platform\n    online seperti\n    \u003Ca href=\"https:\/\/padlet.com\/premium\/backpack\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003EPadlet\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    dan\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.peardeck.com\/for-schools-districts\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003EPear Deck\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    . Galeri virtual ini adalah cara yang bagus bagi guru untuk mengajukan\n    masalah atau skenario dan meminta siswa untuk menyerahkan solusi mereka.\n    Guru dapat menampilkan platform di kelas dan jawaban siswa akan muncul\n    secara real time. Jawaban dapat diidentifikasi dengan nama siswa atau\n    anonim. Data waktu nyata ini benar-benar dapat membantu seorang guru\n    memahami secara visual tingkat pemahaman yang dimiliki siswa mereka untuk\n    konsep tertentu.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Apa itu Penilaian Sumatif?\n\u003C\/h2\u003E\nPenilaian sumatif digunakan untuk mengukur pemahaman atau penguasaan di\n    akhir unit \/ konsep \/ standar. Penilaian sumatif biasanya lebih panjang dan\n    lebih rumit dari penilaian formatif. Idenya adalah bahwa setelah penilaian\n    sumatif, kelas akan pindah ke unit lain.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPenilaian sumatif, seperti halnya penilaian formatif, dapat muncul dalam\n    berbagai bentuk. Penilaian sumatif tradisional dapat berupa unit test yang\n    merupakan campuran dari pilihan ganda, isi-kosong, jawaban singkat, dan\n    pertanyaan esai. Jenis penilaian sumatif ini cukup sering diberikan oleh\n    pendidik karena mereka mirip dengan banyak tes standar nasional siswa pada\n    akhir tahun ajaran.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTetapi mari kita pertimbangkan beberapa bentuk penilaian sumatif lain yang\n    mungkin mempertimbangkan gaya belajar yang berbeda.\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2019\/12\/projects-and-project-based-learning-whats-the-difference\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        \u003Cstrong\u003EPembelajaran berbasis proyek\u003C\/strong\u003E\n    \u003C\/a\u003E\n    telah menjadi sangat populer selama dekade terakhir. Banyak siswa melihat\n    hari sekolah mereka sebagai enam atau tujuh peristiwa berbeda. Begitu siswa\n    menghadiri, katakanlah, kelas matematika, mereka benar-benar tidak\n    mempertimbangkan matematika untuk sisa hari itu. Siswa gagal melihat\n    hubungan antara kelas mereka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPembelajaran berbasis proyek adalah\n    metodologi pengajaran yang mengarahkan siswa untuk memecahkan\n    masalah-masalah dunia nyata (karena itu berhubungan dengan kehidupan\n    mereka) dengan mempelajari dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan\n    melalui proyek yang menarik dan biasanya lintas-kurikuler.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSebagai contoh: siswa mungkin perlu mencari cara untuk memecahkan masalah\n    \"makanan yang hilang\" yang ada di banyak daerah di negara ini. Mereka\n    mungkin menggunakan sains dan matematika untuk mencari cara menumbuhkan\n    taman kota. Mereka dapat menggunakan seni bahasa untuk menulis artikel atau\n    resep untuk digunakan keluarga agar makan lebih sehat.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp;Mereka dapat\n    menggunakan studi sosial untuk meneliti efektivitas berbagai kebun\n    komunitas di negaranya selama 20 tahun terakhir. Akhirnya mereka dapat\n    menggunakan apa yang mereka pelajari dalam pendidikan jasmani untuk\n    memasangkan latihan jantung sehat tertentu dengan resep baru untuk\n    memerangi obesitas.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPembelajaran berbasis proyek adalah penilaian sumatif\n    yang bagus karena memungkinkan siswa dan guru untuk bekerja sama untuk\n    memecahkan masalah dunia nyata sambil secara bersamaan menilai penguasaan\n    standar.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPikirkan tentang menggunakan teknologi untuk secara ringkas menilai suatu\n    standar. Siswa dapat menggunakan teknologi untuk membuat video musik untuk\n    kelas paduan suara mereka. Video mungkin berisi lagu yang mereka buat.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp;Siswa juga dapat menggunakan teknologi di akhir unit studi sosial untuk\n    mewawancarai tokoh tertentu sebagai bagian dari presentasi Google Slide\n    yang mereka buat untuk kelas dan \/ atau komunitas. Siswa di kelas STEM\n    menggunakan printer 3D untuk menghidupkan model \/ konsep yang mereka buat\n    untuk memecahkan masalah dunia nyata.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nContoh lain penilaian sumatif adalah memanfaatkan kekuatan pilihan siswa\n    dan kreativitas untuk menilai penguasaan. Banyak guru membuat menu atau\n    papan pilihan untuk siswa di akhir materi. Menu atau papan pilihan memiliki\n    beragam kegiatan berbeda yang membantu guru menilai penguasaan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nGuru akan\n    sering menugaskan satu atau dua kegiatan dan kemudian memungkinkan siswa\n    untuk memilih beberapa kegiatan untuk memberikan siswa beberapa rasa\n    kepemilikan dalam pembelajaran mereka. Contohnya termasuk mengizinkan siswa\n    untuk menulis puisi atau esai tentang suatu topik.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Cara Menggunakan Penilaian Formatif dan Summatif\n\u003C\/h2\u003E\nJadi pada akhirnya, bagaimana kita menggunakan penilaian formatif dan\n    sumatif? Saat merencanakan sebuah materi pelajaran, mulailah dengan standar\n    yang ingin Anda nilai untuk penguasaan. Bangun penilaian sumatif terlebih\n    dahulu. Dengan cara ini Anda merencanakan dengan akhir dalam pikiran.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSumatif harus merupakan pandangan komprehensif dari standar. Apa pun yang\n    Anda pilih untuk penilaian sumatif (tradisional, berbasis proyek, pilihan\n    siswa), pastikan Anda menilai keseluruhan standar. Saat kelas berjalan\n    melalui materi, gunakan penilaian formatif yang lebih kecil untuk mengukur\n    pemahaman. Gunakan hasil kecil ini untuk menyesuaikan instruksi Anda saat\n    Anda bergerak melalui unit.\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/443520314824687878\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/06\/apa-perbedaan-penilaian-formatif-dan.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/443520314824687878"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/443520314824687878"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/06\/apa-perbedaan-penilaian-formatif-dan.html","title":"Apa Perbedaan Penilaian Formatif dan Sumatif ?"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-qo6igy04kH0\/Xud_lNQ-YhI\/AAAAAAAABHc\/oxNECqwNEi4iWdl4MTsgIaK7JyzlCioGACLcBGAsYHQ\/s72-c\/Apa-Perbedaan-Penilaian-Formatif-dan%2B-Sumatif.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-9054752042215984374"},"published":{"$t":"2020-06-13T21:26:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-06-14T18:51:35.980+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"LKPD IPS 8 SMP"}],"title":{"type":"text","$t":"Lembar Kerja Peserta Didik \" Interaksi Antar Negara-Negara ASEAN \""},"content":{"type":"html","$t":"Tujuan Lembar Kerja Peserta Didik ini adalah memandu siswa untuk mempelajari Interaksi antar negara-negara ASEAN di bidang Ekonomi, Sosial dan Politik serta faktor pendorong yang melatarbelakangi termasuk faktor penghambatnya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-YmuPeGf1vMA\/XuYA8em-hiI\/AAAAAAAABHA\/gCFg904zD9UyxJsI5qxOPd4xnJ2BFw0egCLcBGAsYHQ\/s1600\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Interaksi-Antar-Negara-Negara-ASEAN..jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Lembar Kerja Peserta Didik \u0026quot; Interaksi Antar Negara-Negara ASEAN \u0026quot;\" border=\"0\" data-original-height=\"326\" data-original-width=\"600\" height=\"346\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-YmuPeGf1vMA\/XuYA8em-hiI\/AAAAAAAABHA\/gCFg904zD9UyxJsI5qxOPd4xnJ2BFw0egCLcBGAsYHQ\/s640\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Interaksi-Antar-Negara-Negara-ASEAN..jpg\" title=\"Lembar Kerja Peserta Didik \u0026quot; Interaksi Antar Negara-Negara ASEAN \u0026quot;\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cstrong\u003E1. \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003EPengertian, Faktor Pendorong, dan Penghambat Kerja Sama\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\nKalian tentunya tahu mengenai kegiatan SEA Games yang diadakan setiap dua\n    tahun sekali. Apakah latar belakang dan tujuan diadakannya SEA Games?\n    Apakah terdapat bentuk kerja sama dalam pelaksanaannya?\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nHubungan antarnegara ASEAN semakin diperlukan seiring dengan munculnya\n    berbagai macam kebutuhan yang berbeda-beda dari tiap-tiap negara anggota.\n    Kebutuhan sosial, politik, ekonomi, maupun bidang lainnya menuntut suatu\n    negara untuk berperan aktif dengan melakukan kerja sama antarnegara ataupun\n    dengan dunia internasional. Organisasi internasional kemudian dibentuk guna\n    mengatasi dan meminimalisasi masalah yang dapat ditimbulkan dari interaksi\n    antarnegara dalam\n\u003Cbr \/\u003E\nberbagai bidang.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nContohnya, Association of South East Asian Nation (ASEAN)\n    yang merupakan salah satu organisasi internasional yang bersifat kawasan\n    atau \u003Cem\u003Eregion\u003C\/em\u003E. Dapat disimpulkan bahwa kerja sama adalah menjalin\n    hubungan antara dua negara atau lebih demi mencapai suatu kesepakatan.\n\u003Cbr \/\u003E\nTerdapat faktor pendorong dan penghambat dalam kerja sama sebagai berikut.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\na. \u003Cstrong\u003EFaktor pendorong\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\nSetidaknya ada dua faktor pendorong terbentuknya kerja sama, yaitu didasari\n    kesamaan ataupun perbedaan potensi alam yang dimiliki oleh suatu negara.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E1) \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003EKesamaan dan perbedaan sumber daya alam\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\nKesamaan sumber daya alam antara beberapa negara dapat mendorong\n    terbentuknya kerja sama antarnegara. Sebagai contoh, beberapa negara\n    penghasil minyak bumi membentuk suatu kerja sama yang diberi nama OPEC\n    (Organization of Petroleum Exporting Countries). Perbedaan sumber daya\n    pangan di setiap negara ASEAN juga melahirkan kerja sama. Indonesia\n    mengekspor hasil pertanian\n\u003Cbr \/\u003E\nke Singapura. Indonesia juga mengimpor beras dari Myanmar dan Thailand\n    untuk memenuhi kebutuhannya.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E2) \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003EKesamaan dan perbedaan wilayah (kondisi geografis)\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\nKarena kesamaan letak geografis, beberapa negara di suatu kawasan pada\n    umumnya mengadakan kerja sama untuk menjaga stabilitas dan keamanan negara.\n    Contoh: negara-negara yang terletak di wilayah Asia Tenggara membentuk\n    kerja sama melalui organisasi ASEAN.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nb. \u003Cstrong\u003EFaktor penghambat\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\nBeberapa faktor penghambat kerja sama di kawasan ASEAN antara lain.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E1) \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003EPerbedaan Ideologi\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\nFaktanya, saat ini hampir tidak ada negara ASEAN yang menutup diri dari\n\u003Cbr \/\u003E\nkerja sama antarnegara ASEAN.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E2) \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003EKonflik dan peperangan\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\nKondisi konflik dan peperangan yang terjadi di dalam negeri maupun antara\n\u003Cbr \/\u003E\nnegara mengganggu stabilitas negaranya sehingga akan menghambat kerja sama.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E3) \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003EKebijakan protektif\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\nSuatu negara yang menerapkan kebijakan yang bertujuan melindungi\n\u003Cbr \/\u003E\nkepentingan dalam negeri dan meningkatkan daya saing. Misalnya, tidak\n    menerima impor hasil pertanian karena dapat mempengaruhi kondisi pendapatan\n    hasil pertanian di dalam negerinya. Dampak kebijakan ini juga dapat\n    mempengaruhi hubungan antarnegara sehingga menghambat kerja sama yang\n    harmonis.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E4) \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003EPerbedaan kepentingan tiap-tiap negara\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\nKerja sama dibutuhkan bagi perkembangan dan masa depan negara di dunia.\n\u003Cbr \/\u003E\nAkan tetapi, dalam kerja sama antarnegara tiap-tiap negara memiliki\n    kepentingan yang berbeda. Perbedaan ini dapat menghambat kerja sama yang\n    harmonis.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E2. \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003E\n        Bentuk-Bentuk Kerja Sama (Sosial, Politik, Budaya, Pendidikan, dan\n        Perkembangannya)\n    \u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\nBagaimana pendapatmu tentang interaksi dan kerja sama antarnegara-negara\n    ASEAN dalam artikel tersebut? Interaksi dan kerja sama antarnegara-negara\n    ASEAN semakin berkembang seiring dengan munculnya berbagai kebutuhan setiap\n    negara anggota. Kebutuhan sosial, politik, ekonomi, dan bidang-bidang\n    lainnya menuntut suatu negara untuk berperan aktif melakukan kerja sama\n    antarnegara.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nHal ini yang terkadang menimbulkan permasalahan sebagai akibat\n    dari keinginan masing-masing negara untuk mendapatkan dan mewujudkan\n    kepentingan nasionalnya. Organisasi internasional kemudian dibentuk guna\n    mengatasi dan meminimalisasi masalah yang dapat ditimbulkan dari interaksi\n    antarnegara dalam berbagai bidang.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\na. \u003Cstrong\u003EBentuk Kerja Sama di Bidang Sosial dan Budaya\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003C\/strong\u003E\n\nKerja sama antarnegara-negara anggota ASEAN dalam bidang sosial\n    dilakukanagar tercipta kerukunan dan kemajuan bersama. Setiap negara\n    anggota ASEAN dimintaberperan aktif dan ikut serta dalam upaya kerja sama\n    guna mendukung kesejahteraannegaranya sendiri. Kerja sama dalam bidang\n    sosial dan budaya dilaksanakan olehCOSD (Committee on Social Development).\n    Beberapa bentuk kerja sama di bidangsosial negara-negara anggota ASEAN\n    antara lain sebagai berikut.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003Ebidang pembangunan sosial dengan menekankan kesejahteraan golongan\n    berpendapatan rendah, perluasan kesempatan kerja, serta pembayaran (upah)\n    yang wajar;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Emembantu kepada kaum wanita dan pemuda dalam usaha-usaha pembangunan;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Emenanggulangi masalah masalah perkembangan penduduk dengan bekerja sama\n    dengan badan badan internasional yang bersangkutan;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Epengembangan sumber daya manusia;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Epeningkatan kesejahteraan;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Eprogram peningkatan kesehatan (makanan dan obat-obatan);\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Epertukaran budaya dan seni, juga festival film ASEAN;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Epenandatanganan kesepakatan bersama di bidang pariwisata ASEAN (ASEAN\n    Tourism Agreement (ATA)); serta\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Epenyelenggaraan pesta olahraga dua tahun sekali melalui SEA-Games.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nb. \u003Cstrong\u003EBidang Kerja Sama di Bidang Politik dan Keamanan\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003C\/strong\u003E\n\nKerja sama politik ini ditujukan untuk menciptakan keamanan, stabilitas,\n    dan perdamaian antarnegara di ASEAN. Kerja sama ini menyepakati adanya\nZOPFAN,traktat persahabatan dan kerja sama (    \u003Cem\u003ETreaty of Amity and Cooperation\/TAC inSoutheast Asia\u003C\/em\u003E), dan kawasan\nbebas senjata nuklir di Asia Tenggara (\u003Cem\u003ETreaty on\u003C\/em\u003E    \u003Cem\u003ESoutheast Asian Nuclear Weapon-Free Zone\/SEANWF\u003C\/em\u003E). Selain itu,\n    kerja sama dalam bidang politik, menciptakan ASEAN Regional Forum (ARF)\n    untuk membahas kasuskasus terkini yang menjadi perhatian ASEAN. Beberapa\n    contoh nyata kerja sama politik dan keamanan adalah:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003ETraktat Bantuan Hukum Timbal Balik di Bidang Pidana (    \u003Cem\u003ETreaty on Mutual Assistance in Criminal Matters\/MLAT\u003C\/em\u003E).\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EKonvensi ASEAN tentang Pemberantasan Terorisme (    \u003Cem\u003EASEAN Convention on Counter Terrorism\/ACCT\u003C\/em\u003E).\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPertemuan para Menteri Pertahanan (    \u003Cem\u003EDefence Ministers Meeting\/ADMM\u003C\/em\u003E) yang bertujuan mempromosikan\n    perdamaian dan stabilitas kawasan melalui dialog serta kerja sama di bidang\n    pertahanan dan keamanan.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPenyelesaian sengketa Laut Cina Selatan.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EKerja sama pemberantasan kejahatan lintas negara yang mencakup\n    pemberantasan terorisme, perdagangan obat terlarang, pencucian uang\n    penyelundupan dan perdagangan senjata ringan dan manusia, bajak laut,\n    kejahatan internet, dan kejahatan ekonomi internasional.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EKerja sama di bidang hukum, bidang migrasi dan kekonsuleran, serta\n    kelembagaan antarparlemen.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cem\u003E\u003C\/em\u003E\n\nc. \u003Cstrong\u003EBentuk Kerja Sama di Bidang Pendidikan\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003C\/strong\u003E\n\nKerja sama bilateral maupun multirateral di bidang pendidikan terus\n    dilakukan oleh\n\u003Cbr \/\u003E\nnegara-negara ASEAN demi tercapainya tujuan meningkatkan kualitas\n    pendidikan\n\u003Cbr \/\u003E\ndi Asia Tenggara dan meningkatnya daya saing internasional. Contoh\n    bentukkerja sama negara-negara ASEAN dalam bidang pendidikan:\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Cem\u003EASEAN Council of Teachers Convention \u003C\/em\u003E(ACT) di Sanur, Denpasar,\n    Sabtu (8\/12\/2012), dengan tema\n    \u003Cem\u003E\n        ASEAN Community 2015: Teacher Professionalism for Quality Education and\n        Humanity\n    \u003C\/em\u003E\n    . Pada pertemuan ini hadir organisasi guru dari Indonesia, Brunei\n    Darussalam, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, serta Korea\n    Selatan.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPenawaran beasiswa pendidikan. Contohnya, Singapura memberikan beasiswa\n    latihan pengelolaan jasa pelabuhan udara, kesehatan dan keselamatan kerja\n    industri, komunikasi bahari, dan lain-lain. Contoh lain: Indonesia\n    memberikan beasiswa pendidikan kedokteran, bahasa, dan seni kepada pelajar\n    negaranegara anggota ASEAN dan kawasan negara berkembang.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ENegara-negara ASEAN memanfaatkan beasiswa untuk belajar di berbagai\n    universitas di negara-negara ASEAN dan Jepang atas biaya yang diberikan\n    oleh ASEAN-Japan Scholarship Fund (Dana Beasiswa ASEAN-Jepang).\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EOlimpiade di bidang pendidikan sering diadakan pada taraf regional Asia Tenggara. Contoh: Pertamina menyelenggarakan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2015.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cb\u003ERincian Kerja\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EBacalah dan diskusikan materi LKPD diatas !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPerhatikan tabel dibawah kemudian lengkapi sesuai dengan permintaan yang dikehendaki !\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cb\u003ENo\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 120.45pt;\" width=\"161\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EBidang Kerja Sama\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.05pt;\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EFaktor Pendorong\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 151.9pt;\" width=\"203\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EFaktor Penghambat\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cb\u003E1\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 120.45pt;\" width=\"161\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cb\u003EEkonomi\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.05pt;\" valign=\"top\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n.................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n.................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n..................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n.................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 151.9pt;\" valign=\"top\" width=\"203\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n...........................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n...........................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n...........................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n...........................................\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cb\u003E2\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 120.45pt;\" width=\"161\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cb\u003EPolitik\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.05pt;\" valign=\"top\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n.................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n.................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n..................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n.................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 151.9pt;\" valign=\"top\" width=\"203\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n...........................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n...........................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n...........................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n...........................................\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cb\u003E3\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 120.45pt;\" width=\"161\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cb\u003ESosial\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.05pt;\" valign=\"top\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n.................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n.................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n..................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n.................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 151.9pt;\" valign=\"top\" width=\"203\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n...........................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n...........................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n...........................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n...........................................\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EPertanyaan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nSebutkan masing-masing 2 contoh kerja sama ASEAN dalam bidang ekonomi, politik, dan sosial budaya serta faktor penghambat dan pendorong yang mempengaruhinya !\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/9054752042215984374\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/06\/lembar-kerja-peserta-didik-interaksi.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/9054752042215984374"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/9054752042215984374"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/06\/lembar-kerja-peserta-didik-interaksi.html","title":"Lembar Kerja Peserta Didik \" Interaksi Antar Negara-Negara ASEAN \""}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-YmuPeGf1vMA\/XuYA8em-hiI\/AAAAAAAABHA\/gCFg904zD9UyxJsI5qxOPd4xnJ2BFw0egCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Interaksi-Antar-Negara-Negara-ASEAN..jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-6327788786282295554"},"published":{"$t":"2020-06-09T22:04:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-06-09T22:04:36.638+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Teknologi Informasi"}],"title":{"type":"text","$t":" 15  Sumber Belajar  Online Gratis Untuk Belajar di Rumah"},"content":{"type":"html","$t":"Pada 16 Maret 2020, kita memulai masa pendidikan yang belum pernah terjadi\n    sebelumnya. Sebagai pendidik, kita pasti lebih suka dengan belajar secara\n    tatap muka tidak ada yang bisa menggantikan model pembelajaran seperti itu\n    untuk ini, kita harus menyesuaikan dan melakukan pekerjaan terbaik sesuai\n    kemampuan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-yjh6b37EcfY\/Xt-V963ynjI\/AAAAAAAABFQ\/fwwmHZB_h2g9mmreoanogleb_3XuZbIIQCLcBGAsYHQ\/s1600\/15-Sumber-Belajar%2B-Online-Gratis-Untuk-Belajar-di-Rumah.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"15  Sumber Belajar  Online Gratis Untuk Belajar di Rumah\" border=\"0\" data-original-height=\"432\" data-original-width=\"600\" height=\"460\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-yjh6b37EcfY\/Xt-V963ynjI\/AAAAAAAABFQ\/fwwmHZB_h2g9mmreoanogleb_3XuZbIIQCLcBGAsYHQ\/s640\/15-Sumber-Belajar%2B-Online-Gratis-Untuk-Belajar-di-Rumah.jpg\" title=\"Sumber Belajar  Online Gratis Untuk Belajar di Rumah\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSementara saat ini kita melakukan proses pelajaran dengan Zoom\n    dan menggunakan kelas Google, kita juga bisa melakukan akses ke sumber daya\n    pendidikan online gratis yang dapat membantu menjangkau siswa. Di bawah ini\n    ada beberapa aplikasi yang dapat digunakan untuk menjangkau peserta didik\n    melalui proses belajar online.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003EBeberapa \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003ESumber \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003EBelajar\u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003E Gratis\u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003E dapat dipilih pada pembahasan berikut\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\n\u003Cstrong\u003E\n        \u003Ca href=\"https:\/\/www.classdojo.com\/remotelearning\" target=\"_blank\"\u003E\n            ClassDojo\n        \u003C\/a\u003E\n    \u003C\/strong\u003E\n    adalah platform komunikasi yang memungkinkan guru, siswa, dan keluarga\n    untuk membuat komunitas sekolah melalui berbagi pembelajaran di kelas,\n    foto, video, dan banyak lagi. Mereka memiliki misi fantastis untuk\n    memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan yang layak dan belajar\n    pengalaman yang mereka sukai.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\n        \u003Ca href=\"https:\/\/classroommagazines.scholastic.com\/support\/learnathome.html\" target=\"_blank\"\u003E\n            Scholastic Learn at Home\n        \u003C\/a\u003E\n    \u003C\/strong\u003E\n    adalah situs web luar biasa yang menawarkan artikel, cerita, dan kegiatan\n    belajar yang menyenangkan di setiap tingkat umur. Ini diperbarui setiap\n    hari Senin dengan lima hari kegiatan baru. Ada juga tugas membaca harian\n    untuk siswa di berbagai tingkat membaca serta akses tambahan ke BookFlix,\n    ScienceFlix, dan Summer Reading Palooza!\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\n        \u003Ca href=\"https:\/\/www.youcubed.org\/\" target=\"_blank\"\u003Eyoucubed\u003C\/a\u003E\n    \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003E \u003C\/strong\u003E\n    adalah situs web yang melibatkan siswa dalam matematika. Anda dapat mencari\n    kegiatan dan tantangan matematika berdasarkan tingkat kelas dan topik.\n    Mereka telah memodifikasi beberapa tugas mereka agar lebih ramah di rumah\n    bagi orang tua. Ada juga sumber daya untuk orang tua, sumber daya siswa,\n    dan aplikasi dan game matematika tambahan.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\n        \u003Ca href=\"https:\/\/meet.soraapp.com\/\" target=\"_blank\"\u003E\n            Sora by OverDrive\n        \u003C\/a\u003E\n    \u003C\/strong\u003E\n    adalah aplikasi yang memberi anak-anak akses ke buku digital dan audio\n    gratis. Ini adalah cara yang hebat bagi siswa untuk melanjutkan membaca\n    mandiri sementara sekolah ditutup.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/8-jenis-tempat-penting-untuk-wisata.html\" target=\"_blank\"\u003E                    Kunjungan lapangan virtual        \u003C\/a\u003E\n    \u003C\/strong\u003E\n    adalah cara yang bagus untuk membuat siswa tetap terlibat saat mereka\n    berada di rumah! Anda dapat menjelajahi Hawaii, Yosemite, Akuarium\n    Nasional, Tembok Besar Cina, dan bahkan pergi ke Mars! Ada banyak tempat\n    virtual yang bagus untuk dikunjungi dan kemudian Anda dapat meminta siswa\n    Anda menulis tentang \"perjalanan\" mereka.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\n        \u003Ca href=\"https:\/\/www.gonoodle.com\/for-educators\/\" target=\"_blank\"\u003E\n            Go Noodle\n        \u003C\/a\u003E\n    \u003C\/strong\u003E\n    memberi anak-anak kesempatan untuk istirahat serta meningkatkan\n    produktivitas dan perilaku. Ini juga menawarkan kegiatan yoga dan\n    perhatian. Sumber daya mereka memiliki rentang variasi yang luas dan\n    menyediakan kemampuan, minat, dan usia yang berbeda.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\n        \u003Ca href=\"https:\/\/www.amazonfutureengineer.com\/free-courses\" target=\"_blank\"\u003E\n            Insinyur masa depan Amazon\n        \u003C\/a\u003E\n    \u003C\/strong\u003E\n    menawarkan kursus ilmu komputer gratis dan kursus robotika virtual untuk\n    anak-anak di kelas 2-12. Anda juga dapat mengakses pelajaran proyek\n    code.org dan BootUp dari situs web ini. Siswa juga dapat mencampur\n    lagu-lagu populer untuk belajar bagaimana menerapkan keterampilan\n    pengkodean mereka!\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\n        \u003Ca href=\"https:\/\/mathigon.org\/teachers\" target=\"_blank\"\u003EMathigon\u003C\/a\u003E\n    \u003C\/strong\u003E\n    menawarkan banyak sumber daya matematika dan kegiatan untuk anak-anak dari\n    segala usia. Anak-anak dapat menggunakan manipulatif virtual, membuat\n    origami, memecahkan masalah dan teka-teki, melakukan perburuan harta karun,\n    dan membangun tangram.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\n        \u003Ca href=\"https:\/\/readtheory.org\/\" target=\"_blank\"\u003EReadTheory\u003C\/a\u003E\n    \u003C\/strong\u003E\n    memberikan tips dan strategi bagi guru untuk meningkatkan pemahaman membaca\n    siswa mereka. Para guru juga dapat memberikan bacaan dan pertanyaan bacaan\n    kepada siswa dan memantau kemajuan mereka. Anda dapat menetapkan tujuan\n    bagi siswa agar mereka tetap termotivasi saat mereka bekerja. Itu juga\n    memberikan tanggapan yang segera dan terperinci tentang mengapa seorang\n    siswa melewatkan pertanyaan, sehingga orang tua dapat membantu mereka dari\n    rumah. Teks tersedia untuk tingkat dasar hingga sekolah menengah.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\n        \u003Ca href=\"https:\/\/www.abcdatabasesuite.com\/\" target=\"_blank\"\u003E\n            ABC Database Suite\n        \u003C\/a\u003E\n    \u003C\/strong\u003E\n    yang memiliki akses ke enam basis data pendidikan. Budaya Dunia ABC,\n    Makanan Dunia ABC, Makanan Amerika ABC, ABC Amerika Serikat, Peta ABC\n    Online, dan ABC Lingo Lite. Setiap basis data memiliki pengalaman unik bagi\n    siswa untuk belajar tentang berbagai topik. Ada kegiatan dan tugas yang\n    dapat diunduh, dan kemungkinan tidak terbatas.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\n        \u003Ca href=\"https:\/\/www.sciencebuddies.org\/stem-activities\" target=\"_blank\"\u003E\n            Science Buddies\n        \u003C\/a\u003E\n    \u003C\/strong\u003E\n    adalah situs web yang bagus bagi anak-anak untuk berpartisipasi dalam\n    kegiatan STEM di rumah. Ada banyak kegiatan yang berbeda serta panduan\n    proyek, tanyakan ahli, penelitian tentang karir sains, dan tab untuk guru,\n    orang tua, dan siswa.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\n        \u003Ca href=\"https:\/\/www.breakoutedu.com\/funathome\" target=\"_blank\"\u003E\n            Breakout EDU\n        \u003C\/a\u003E\n    \u003C\/strong\u003E\n    memiliki beragam permainan yang bagus untuk membuat anak-anak tetap\n    terlibat dalam matematika, sains, membaca, dan studi sosial. Gim ini\n    menjangkau K-12 dan memberi guru, orang tua, dan siswa tutorial digital\n    untuk membantu mereka memulai.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\n        \u003Ca href=\"https:\/\/goboardmaker.com\/pages\/coronavirus-resources\" target=\"_blank\"\u003E\n            Boardmaker\n        \u003C\/a\u003E\n    \u003C\/strong\u003E\n    adalah platform pendidikan khusus lengkap yang menyediakan banyak sumber\n    daya untuk memenuhi kebutuhan siswa berkebutuhan khusus, termasuk kebutuhan\n    non-akademik. Mereka telah mengumpulkan banyak sumber daya dan alat untuk\n    membantu pendidik selama penutupan sekolah, banyak yang gratis.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\n        \u003Ca href=\"https:\/\/parlayideas.com\/how-it-works\/\" target=\"_blank\"\u003E\n            Parlay\n        \u003C\/a\u003E\n    \u003C\/strong\u003E\n    adalah platform komprehensif yang menjadikan diskusi siswa produktif,\n    kolaboratif, dan interaktif. Parlay memungkinkan pendidik untuk memberikan\n    umpan balik yang dipersonalisasi kepada masing-masing siswa, mengadakan\n    diskusi langsung, menyesuaikan data keterlibatan berdasarkan instruksi, dan\n    banyak lagi.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\n        \u003Ca href=\"https:\/\/www.smartmusic.com\/features\/\" target=\"_blank\"\u003E\n            SmartMusic\n        \u003C\/a\u003E\n    \u003C\/strong\u003E\n    adalah perangkat lunak pembelajaran musik untuk pendidik dan siswa yang\n    menjadikan latihan menyenangkan bagi siswa dan melacak kemajuan siswa mudah\n    bagi guru. Ini menawarkan banyak sumber termasuk aplikasi pengajaran dan\n    strategi, alat latihan, perpustakaan repertoar besar, dan banyak lagi.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKita perlu bersyukur bahwa perusahaan-perusahaan ini telah membantu\n    menyediakan sumber daya pendidikan gratis ini kepada kita sehingga kita\n    dapat terus menemukan cara untuk menjangkau siswa dan membuat mereka terus\n    belajar sampai kita melanjutkan sekolah di masa normal. Kita juga\n    menghargai semua keluarga dalam mendukung usaha ini karena kita telah\n    menavigasi melalui masa yang menantang dalam pendidikan ini.\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/6327788786282295554\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/06\/15-sumber-belajar-online-gratis-untuk.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6327788786282295554"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6327788786282295554"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/06\/15-sumber-belajar-online-gratis-untuk.html","title":" 15  Sumber Belajar  Online Gratis Untuk Belajar di Rumah"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-yjh6b37EcfY\/Xt-V963ynjI\/AAAAAAAABFQ\/fwwmHZB_h2g9mmreoanogleb_3XuZbIIQCLcBGAsYHQ\/s72-c\/15-Sumber-Belajar%2B-Online-Gratis-Untuk-Belajar-di-Rumah.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-4054535430081058024"},"published":{"$t":"2020-05-30T20:38:00.002+08:00"},"updated":{"$t":"2020-05-30T21:05:08.517+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Evaluasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Beberapa Alternatif Strategi Penilaian eLearning"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Ch3\u003E\n    Apa itu Penilaian dan Mengapa Penting?\n\u003C\/h3\u003E\nPenilaian dapat digambarkan sebagai fitur paling penting dari pengajaran\n    siswa yang efektif. Dengan memasukkan strategi\n    \n        penilaian formatif dan sumatif\n    \n    , pendidik dapat mengidentifikasi kesenjangan dalam pemahaman konsep siswa\n    dan juga menentukan area di mana siswa unggul dan dapat mengambil manfaat\n    dari kegiatan pengayaan.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-PAsXgrEJHj0\/XtJThoR5qXI\/AAAAAAAABEg\/seWubGiM3qk3fFRSzmOmvCw66LLoHYxuwCLcBGAsYHQ\/s1600\/Beberapa-Alternatif-Strategi-Penilaian-eLearning.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Beberapa Alternatif Strategi Penilaian eLearning\" border=\"0\" data-original-height=\"393\" data-original-width=\"600\" height=\"418\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-PAsXgrEJHj0\/XtJThoR5qXI\/AAAAAAAABEg\/seWubGiM3qk3fFRSzmOmvCw66LLoHYxuwCLcBGAsYHQ\/s640\/Beberapa-Alternatif-Strategi-Penilaian-eLearning.jpg\" title=\"Beberapa Alternatif Strategi Penilaian eLearning\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Cara Menilai Pembelajaran Siswa dari Jarak Jauh\n\u003C\/h3\u003E\nMeskipun mungkin tampak seperti penyederhanaan yang berlebihan, penilaian\n    jarak jauh harus mengikuti praktik seperti penilaian kelas tradisional pada\n    umumnya dengan kedekatan fisik instruktur dan siswa tidak dapat diwujudkan.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDalam lingkungan belajar yang terpencil, pendidik harus mematuhi pola\n    tradisional yang mencakup pra-pengujian pengetahuan siswa tentang\n    konsep-konsep baru untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan mereka\n    sebelumnya untuk kemudian mendorong proses pengajaran; menggabungkan\n    penilaian formatif dalam bentuk kuis, pekerjaan rumah, dll. untuk\n    menentukan konsep dan kecakapan proses; dan akhirnya, menggunakan strategi\n    penilaian sumatif termasuk tes dan \/ atau penilaian otentik berbasis proyek\n    untuk menentukan penguasaan.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Gunakan Alat yang dapat Memenuhi Tujuan Anda\n\u003C\/h3\u003E\nAlat yang tersedia untuk penilaian siswa jarak jauh tidak terbatas, jadi\n    mengidentifikasi aplikasi yang paling sesuai untuk setiap tujuan penilaian\n    sangat penting. Misalnya pre-test diagnostik di lingkungan yang jauh dapat\ndilakukan melalui penggunaan aplikasi game edukasi interaktif seperti    \u003Ca href=\"https:\/\/kahoot.com\/schools\/\" target=\"_blank\"\u003EKahoot! \u003C\/a\u003Eatau\n    formulir survei yang dapat diisi secara sederhana yang dikembangkan dalam\n    platform pembelajaran online seperti\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2019\/09\/google-classroom-tips-for-teachers\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        Google Classroom\n    \u003C\/a\u003E\n    .\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDengan cara ini, pendidik dapat memperoleh pemahaman cepat tentang\n    keakraban siswa dengan konsep pengajaran yang akan datang. Manfaat tambahan\n    dari aplikasi ini adalah bahwa hasilnya ditabulasi secara instan, sehingga\n    tidak perlu bagi pendidik untuk mentabulasi secara manual.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nUntuk menilai pemahaman siswa tentang konsep dan proses secara formal,\n    memposting pertanyaan dalam jaringan kelas pada platform pembelajaran\n    online adalah efektif. Melalui jalur ini, siswa dapat merespons secara\n    elektronik melalui dokumen yang dilampirkan atau bahkan menyelesaikan\n    matematika atau masalah sains di atas kertas dan kemudian cukup mengunggah\n    foto digital dari karya tulis mereka. Dengan cara ini, instruktur dapat\n    memperoleh pemahaman tentang kemampuan masing-masing siswa baik berkaitan\n    dengan pengetahuan dan proses.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPenilaian sumatif dapat mengadopsi berbagai bentuk termasuk tes tradisional\n    yang disampaikan melalui formulir elektronik yang dapat diisi yang\n    menggabungkan pilihan ganda, jawaban singkat, dan pertanyaan tanggapan yang\n    diperluas, serta penilaian berbasis proyek yang otentik yang menunjukkan\n    tingkat pemahaman siswa terkait dengan seluruh unit atau serangkaian\n    pelajaran.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKemungkinan untuk penilaian sumatif otentik tidak terbatas dan\n    dapat mengandalkan penelitian internet, pengembangan presentasi, produksi\n    video atau foto, dan makalah penelitian yang diserahkan secara elektronik,\n    di antara banyak metode lain. Sementara memilih alat penilaian jarak jauh yang tepat mungkin tampak\n    menantang, pendidik harus ingat bahwa mereka tidak terisolasi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSeperti\n    dalam lingkungan belajar tradisional, guru harus berjejaring dengan\n    instruktur lain baik di dalam organisasi mereka maupun melalui banyak\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.graduateprogram.org\/2020\/01\/how-to-utilize-an-online-community-for-teachers\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        forum pendidikan online yang\n    \u003C\/a\u003E\n    tersedia untuk berkolaborasi dan memperluas basis pengetahuan mereka sambil\n    merayakan keberhasilan mereka.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Kumpulkan Data Secara Konsisten\n\u003C\/h3\u003E\nPengumpulan dan interpretasi data sangat penting dalam lingkungan\n    pembelajaran jarak jauh, karena kemampuan untuk pengamatan orang pertama\n    terhadap kinerja siswa terbatas. Oleh karena itu, pendidik harus menjaga\n    data yang berkelanjutan terkait dengan setiap siswa sesuai dengan biaya\n    mereka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nData kinerja yang dikumpulkan melalui metode yang dibahas\n    sebelumnya menginformasikan langkah selanjutnya dalam proses pembelajaran\n    untuk setiap siswa dan oleh karena itu harus diperbarui dan ditinjau\n    kembali setiap kali strategi penilaian diagnostik, formatif, atau sumatif\n    telah digunakan.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Pantau Pekerjaan siswa untuk Memahami Perkembangan secara rutin\n\u003C\/h3\u003E\nUntuk memantau kemajuan siswa menuju penguasaan konten, instruktur harus\n    secara teratur memeriksa pemahaman dengan cara yang mirip dengan lingkungan\n    belajar tatap muka tradisional. Pemeriksaan ini dapat sesederhana\n    \"Pertanyaan Hari Ini\" dimana siswa merespons secara elektronik atau papan\n    diskusi online yang dikembangkan oleh guru di mana siswa dapat memposting\n    pertanyaan mereka terkait dengan tugas dan tugas tertentu.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAlat-alat ini,\n    dikombinasikan dengan penilaian rutin, mempromosikan penciptaan komunitas\n    kelas virtual di mana siswa didorong untuk berkolaborasi dengan instruktur\n    dan rekan-rekan mereka, yang membantu dalam mengurangi perasaan isolasi\n    yang mungkin terjadi sebagai hasil belajar dari jarak jauh.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Ingatlah untuk Memberikan Umpan Balik\n\u003C\/h3\u003E\nPenilaian untuk pembelajaran siswa tanpa umpan balik yang sesuai tidak\n    berguna. Akibatnya, pendidik dalam lingkungan pembelajaran online harus\n    memberikan komentar yang tepat waktu dan produktif secara elektronik untuk\n    mempromosikan pemahaman siswa dengan menghilangkan kesalahpahaman dalam\n    proses pembelajaran. Selain itu, umpan balik positif harus dibagikan secara\n    rutin untuk mendorong siswa dan membantu menjaga mereka tetap fokus dan\n    secara intrinsik termotivasi untuk berhasil.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Rencanakan Waktu Pertemuan Online\n\u003C\/h3\u003E\nMeskipun lingkungan elearning dapat menjadi efisien dan efektif, pendidik\n    yang tak terhitung jumlahnya kemungkinan akan berpendapat bahwa komponen\n    terbaik dari pengajaran adalah interaksi manusia yang terjadi. Sementara\n    guru dan siswa tidak secara fisik bersama dalam pengaturan online,\n    penggunaan reguler platform konferensi video seperti\n    \n        Zoom\n    \n    atau Google Meet memberikan kesempatan bagi guru dan siswa untuk\n    berinteraksi secara real time.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp;Praktik penting selain penjadwalan sesi\n    kelas \"langsung\" adalah bagi instruktur untuk menetapkan jam kantor virtual\n    di mana mereka tersedia untuk konferensi video dengan siswa untuk menjawab\n    pertanyaan dan memberikan umpan balik verbal. Strategi ini sangat membantu\n    dalam mengubah lingkungan kelas terpencil menjadi komunitas belajar virtual\n    yang sebenarnya.\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/4054535430081058024\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/beberapa-alternatif-strategi-penilaian.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4054535430081058024"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4054535430081058024"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/beberapa-alternatif-strategi-penilaian.html","title":"Beberapa Alternatif Strategi Penilaian eLearning"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-PAsXgrEJHj0\/XtJThoR5qXI\/AAAAAAAABEg\/seWubGiM3qk3fFRSzmOmvCw66LLoHYxuwCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Beberapa-Alternatif-Strategi-Penilaian-eLearning.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-4728397621475841066"},"published":{"$t":"2020-05-29T23:15:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-05-30T20:41:37.128+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"LKPD IPS 7 SMP"}],"title":{"type":"text","$t":"Lembar Kerja Peserta Didik \" Persebarang Hutan Mangrove dan Terumbuh Karang Di Indonesia \""},"content":{"type":"html","$t":"Lembar kerja peserta didik yang akan digunakan berikut ini bertujuan untuk membimbing siswa pada mata pelajaran IPS SMP kelas 7 khususnya\u0026nbsp; memahami persebaran hutan mangrove dan terumbu karang di Indonesia. Para guru IPS kelas 7 silahkan menggunakan LKPD ini jika berminat. Selamat bekerja.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003Cstrong\u003Ea. \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003EHutan Mangrove\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-M56rY6R_q_0\/XtEe7o4nSLI\/AAAAAAAABDw\/jkjb4EBSp1M7VZLHx8HPce9XQTtBju4hACLcBGAsYHQ\/s1600\/brown-wooden-bridge-beside-green-leafy-trees-726298.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Persebarang Hutan Mangrove\" border=\"0\" data-original-height=\"400\" data-original-width=\"600\" height=\"213\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-M56rY6R_q_0\/XtEe7o4nSLI\/AAAAAAAABDw\/jkjb4EBSp1M7VZLHx8HPce9XQTtBju4hACLcBGAsYHQ\/s320\/brown-wooden-bridge-beside-green-leafy-trees-726298.jpg\" title=\"Persebarang Hutan Mangrove\" width=\"320\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\nSelain ikan, kekayaan laut Indonesia juga berada di wilayah-wilayah pesisir\n    berupa hutan mangrove, rumput laut, padang lamun, dan terumbu karang. Hutan\n    mangrove (hutan bakau) adalah tipe hutan yang berada di daerah pasang surut\n    air laut. Saat air pasang, hutan mangrove digenangi oleh air laut,\n    sedangkan pada saat air surut, hutan mangrove bebas dari genangan air laut.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nUmumnya hutan mangrove berkembang dengan baik pada pantai yang terlindung,\n    muara sungai, atau laguna. Ada dua fungsi hutan mangrove sebagai potensi sumber daya laut di Indonesia\n    yaitu fungsi ekologis dan ekonomis. Fungsi ekologis hutan mangrove adalah\n    sebagai habitat (tempat hidup) binatang laut untuk berlindung, mencari\n    makan, dan berkembang biak. Fungsi ekologis yang lain dari hutan mangrove\n    adalah untuk melindungi pantai dari abrasi air laut.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nFungsi ekonomis hutan mangrove berupa nilai ekonomis dari kayu pepohonan\n    dan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Biasanya penduduk memanfaatkan kayu\n    sebagai bahan kayu bakar atau bahan pembuat arang. Kayu bakau juga dapat\n    dijadikan bahan pembuat kertas. Selain kayu, hutan mangrove juga dihuni\n    oleh beragam jenis fauna yang bernilai ekonomis,\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nmisalnya udang dan jenis ikan lainnya yang berkembang biak dengan baik di\n    wilayah ini. Di mana sajakah sebaran hutan mangrove di Indonesia? Hutan\n    mangrove tersebar di pesisir sebelah barat Pulau Sumatra, beberapa bagian\n    ada di pantai utara Pulau Jawa, sepanjang pesisir Pulau Kalimantan, Pesisir\n    Pulau Sulawesi, pesisir sebelah Selatan Papua, dan beberapa pulau kecil\n    lainnya. Luas hutan mangrove di Indonesia mencapai sekitar 3 juta hektare,\n    yang tersebar di sepanjang 95.000 km pesisir Indonesia .\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nHutan mangrove Indonesia tidak tersebar secara merata. Luas terbesar hutan\n    mangrove berada di Pulau Papua yang mencapai 3,7 juta ha. Berikutnya adalah\n    Sumatra (417 ribu ha), Kalimantan (165 ribu ha), Sulawesi (53 ribu ha),\n    Jawa (34,4 ribu ha), Bali dan Nusa Tenggara (3,7 ha).\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003Eb. \u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003ETerumbu Karang\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-HL5UcSVrSps\/XtEfMU05PdI\/AAAAAAAABD4\/0Tcg8flNsu02H3ZCQ4bWrDzWCViTd1ptwCLcBGAsYHQ\/s1600\/body-of-water-near-green-mountain-931018.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Persebaran terumbu karang\" border=\"0\" data-original-height=\"427\" data-original-width=\"600\" height=\"227\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-HL5UcSVrSps\/XtEfMU05PdI\/AAAAAAAABD4\/0Tcg8flNsu02H3ZCQ4bWrDzWCViTd1ptwCLcBGAsYHQ\/s320\/body-of-water-near-green-mountain-931018.jpg\" title=\"Persebaran terumbu karang\" width=\"320\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\nSelain memiliki hutan bakau dan perikanan, terumbu karang juga merupakan\n    salah satu potensi kelautan Indonesia. Terumbu karang adalah terumbu\n    (batuan sedimen kapur di laut) yang terbentuk dari kapur yang sebagian\n    besar dihasilkan dari koral (binatang yang menghasilkan kapur untuk\n    kerangka tubuhnya). Jika ribuan koral membentuk koloni, koral-koral\n    tersebut akan membentuk karang.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSebagai negara kepulauan, Indonesia\n    merupakan negara yang memiliki terumbu karang terluas di dunia. Luas terumbu karang\n    Indonesia mencapai 284,3 ribu km2 atau setara dengan 18% dari terumbu\n    karang yang ada di seluruh dunia. Kekayaan terumbu karang Indonesia tidak hanya dari luasnya, akan tetapi\n    juga keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKeanekaragaman hayati\n    terumbu karang sebagai potensi sumber daya laut di Indonesia juga yang\n    tertinggi di dunia. Di dalamnya terdapat 2.500 jenis ikan, 2.500 jenis\n    moluska, 1.500 jenis udang-udangan, dan 590 jenis karang. Mengapa terumbu\n    karang banyak ditemukan di wilayah Indonesia? Terumbu karang akan dapat\n    tumbuh dengan baik pada suhu perairan laut antara 21 - 29 0C.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPada suhu\n    lebih besar atau lebih kecil dari itu, pertumbuhan terumbu karang menjadi\n    kurang baik. Karena Indonesia berada di daerah tropis dan suhu perairannya\n    hangat, pantaslah jika terumbu karang banyak ditemukan di Indonesia. Pertumbuhan terumbu karang juga akan baik pada kondisi air yang jernih dan\n    dangkal.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKedalaman air yang baik untuk tumbuhnya terumbu karang tidak lebih\n    dari 18 meter. Jika lebih besar dari kedalaman tersebut, pertumbuhan\n    terumbu karang juga akan menjadi kurang baik. Selain persyaratan tersebut,\n    terumbu karang juga mensyaratkan salinitas (kandungan garam air laut) yang\n    tinggi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nOleh karena itu, terumbu karang sulit hidup di sekitar muara sungai karena kadar garam air lautnya menurun akibat bercampurnya air\n    sungai ke laut. Mengapa terumbu karang wajib dilindungi dari kerusakan?\n    Terumbu karang memiliki banyak manfaat, baik manfaat yang bersifat\n    ekonomis, ekologis, maupun sosial ekonomi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-JumfrmdbRpo\/XtEfhK_abGI\/AAAAAAAABEA\/QQrXYdYBYF0NPMn9QrdwD9M3Ljm7SRIvgCLcBGAsYHQ\/s1600\/Sebaran-Mangrove-Indonesia.png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Persebarang Hutan Mangrove\" border=\"0\" data-original-height=\"405\" data-original-width=\"745\" height=\"346\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-JumfrmdbRpo\/XtEfhK_abGI\/AAAAAAAABEA\/QQrXYdYBYF0NPMn9QrdwD9M3Ljm7SRIvgCLcBGAsYHQ\/s640\/Sebaran-Mangrove-Indonesia.png\" title=\"Persebarang Hutan Mangrove\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/--KZC6cekb7o\/XtEfsDwSyFI\/AAAAAAAABEE\/07MYmSUKDMIxMnKpMgR0Lm7dERX7sn3JwCLcBGAsYHQ\/s1600\/terumbu-karang.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Persebaran terumbu karang\" border=\"0\" data-original-height=\"305\" data-original-width=\"639\" height=\"304\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/--KZC6cekb7o\/XtEfsDwSyFI\/AAAAAAAABEE\/07MYmSUKDMIxMnKpMgR0Lm7dERX7sn3JwCLcBGAsYHQ\/s640\/terumbu-karang.jpg\" title=\"Persebaran terumbu karang\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ERincian Kegiatan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EBacalah wacana diatas !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPerhatikan peta persebaran hutan mangrove dan terumbu karang di Indonesia !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETentukan nama wilayah persebaran hutan mangrove yang ditandai dengan nomor 1 s.d. 7\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETentuka nama wilayah persebaran terumbu karang yang ditandai dengan angka 1 s.d. 11\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cb\u003EPertanyaan\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003ESebutkan 7 wilayah persebaran hutang mangrove di Indonesia ?\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESebutkan 11 wilayah persebaran terumbu karang di Indonesia ?\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESebutkan masing-masing 2 manfaat hutan mangrove dan terumbu karang di Indonesia ?\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/4728397621475841066\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/lembar-kerja-peserta-didik-persebarang.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4728397621475841066"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4728397621475841066"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/lembar-kerja-peserta-didik-persebarang.html","title":"Lembar Kerja Peserta Didik \" Persebarang Hutan Mangrove dan Terumbuh Karang Di Indonesia \""}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-M56rY6R_q_0\/XtEe7o4nSLI\/AAAAAAAABDw\/jkjb4EBSp1M7VZLHx8HPce9XQTtBju4hACLcBGAsYHQ\/s72-c\/brown-wooden-bridge-beside-green-leafy-trees-726298.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-4257441746403566504"},"published":{"$t":"2020-05-28T22:36:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-05-28T22:37:27.026+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Cara Mengemas Paket Belajar Secara Online"},"content":{"type":"html","$t":"Pembelajaran online, atau biasa juga disebut eLearning, adalah jenis\n    standar pedagogi di dunia saat ini. Guru menggunakan komponen-komponen\n    utama dari kelas yang nyata dan memungkinkan siswa untuk berinteraksi dan\n    saling membantu seperti di kelas manual pada umumnya. Guru menugaskan\n    program studi dan meningkatkan kualitas informasii secara kreatif terhadap\n    masing-masing peserta didik.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-AHK4Z7lyIrE\/Xs_LtodYqUI\/AAAAAAAABDU\/0XB6VenbyuEdHmaVBeFRbqKUKqxS4H1mQCLcBGAsYHQ\/s1600\/Cara-Mengemas-Paket-Belajar-Secara-Online.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Cara Mengemas Paket Belajar Secara Online\" border=\"0\" data-original-height=\"410\" data-original-width=\"640\" height=\"410\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-AHK4Z7lyIrE\/Xs_LtodYqUI\/AAAAAAAABDU\/0XB6VenbyuEdHmaVBeFRbqKUKqxS4H1mQCLcBGAsYHQ\/s640\/Cara-Mengemas-Paket-Belajar-Secara-Online.jpg\" title=\"Cara Mengemas Paket Belajar Secara Online\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAda banyak tantangan belajar di lingkungan\n    online dan banyak faktor yang perlu dipertimbangkan ketika menyelesaikan\n    unit program studi. Mengetahui tujuan akhir dan informasi yang perlu\n    dipertahankan siswa adalah faktor terpenting.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Menyatukan dan Mengkonsolidasikan Informasi Kunci\n\u003C\/h2\u003E\nAdalah penting untuk memberikan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan\n    peluang\n    \n        belajar aktif\n    \n    dalam lingkungan kelas online. Sangat penting untuk menetapkan keterampilan\n    apa yang perlu diajarkan dan apa tujuan untuk penyelesaian program\n    pelajaran. Ada beberapa area yang memungkinkan untuk disatukan, dan ini\n    signifikansi dan penting.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTujuan paling penting dalam program belajar\n    mengajar adalah untuk memberikan informasi yang bermakna. Ini membutuhkan\n    kreativitas, dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengumpulkan ide di\n    bidang ini. Menetapkan dan menyelesaikan tugas bukanlah praktik yang efektif dalam\n    menyelesaikan lingkungan pembelajaran online.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSama seperti di kelas\n    tradisional mana pun, sangat penting untuk memasukkan berbagai kegiatan dan\n    peluang bagi siswa untuk merasa terhubung dan memberikan jaminan penguasaan\n    keterampilan. Misalnya, di kelas sekolah dasar atau menengah, siswa harus\n    dilibatkan dan mendapatkan relevansi dengan apa yang mereka pelajari.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMenyatukan dan mengkonsolidasikan informasi membutuhkan keterampilan yang\n    diperoleh dan menangkap esensi poin terpenting yang perlu dipertahankan\n    siswa. Selama pembelajaran, siswa harus merasa diberdayakan untuk ingin\n    belajar dan membuat diskusi yang memungkinkan mereka untuk berpartisipasi\n    aktif.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Bagaimana Siswa Dapat Menunjukkan Penguasaan Materi\n\u003C\/h2\u003E\nSiswa menunjukkan pemahaman dan penguasaan dalam berbagai cara di\n    lingkungan pembelajaran online. Salah satu cara utama untuk memastikan\n    penguasaan materi pembelajaran siswa adalah menciptakan peluang bagi siswa\n    untuk menerapkan keterampilan secara terintegrasi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nContohnya termasuk:\n    proyek, studi kasus atau skenario, menciptakan peluang untuk debat,\n    berbagi,\n    \n        permainan\n    \n    , dan menggabungkan tantangan. Contoh lain tentang bagaimana siswa dapat\n    menunjukkan penguasaan konten adalah menyediakan\n    \n        tugas kelompok kecil\n    \n    dan hasil belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan individu.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nGuru yang telah mengajar di lingkungan pembelajaran tradisional dan online\n    selama bertahun-tahun, dan siswa perlu aktif dalam proses pembelajaran dan\n    merasa diperhatikan. Keterlibatan aktif dalam lingkungan pembelajaran\n    online mencakup kegiatan seperti: tugas kelompok, forum, dan menciptakan\n    sumber daya yang dapat mereka manfaatkan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nUntuk datang dengan pemahaman\n    mendasar tentang materi pelajaran, menggabungkan komponen pembelajaran\n    aktif dengan peluang menarik memungkinkan siswa untuk mempertahankan\n    keterampilan yang efektif. Pengalaman online dirancang dengan baik dan\n    didukung sejak awal, dan pemahaman adalah hasil yang efektif dari desain\n    ini. Mereka akan menguasai konten saat mereka berpartisipasi dalam setiap\n    tugas dan menciptakan kembali peluang selama belajar.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Cara Menilai Pembelajaran Online Siswa\n\u003C\/h2\u003E\nPenilaian dalam lingkungan pembelajaran online harus strategis bagi\n    kelompok siswa yang diajar. Rincian eksplisit harus dinyatakan dalam tujuan\n    pembelajaran dan termasuk rubrik yang diharapan. Pemantauan kemajuan\n    melalui\n    \n        penilaian formatif\n    \n    reguler dan umpan balik individual efektif dalam penilaian online.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nContoh penilaian online pembelajaran siswa harus mencakup penilaian\n    formatif selama proses. Kuis pendek, presentasi lisan dan video,\n    demonstrasi keterampilan dan aplikasi juga merupakan langkah penilaian yang\n    efektif untuk mengetahui pemahaman siswa. Umpan balik tepat waktu dan\n    membutuhkan jawaban yang cepat dan reflektif dari siswa juga merupakan\n    metode yang efektif dalam menilai penguasaan konten oleh siswa.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nLingkungan pembelajaran online perlu dipantau secara ketat, dan pemeriksaan\n    penilaian informal seperti sering memeriksa kemajuan siswa, pengiriman\n    pesan langsung, dan waktu pemantauan yang dihabiskan secara online sangat\n    penting untuk menilai kemajuan siswa.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nLingkungan pembelajaran online memerlukan desain strategis dalam\n    menyelesaikan dan menilai proses belajar. Singkatnya, keterlibatan aktif,\n    penilaian formatif cepat dan sering, dan hasil pembelajaran yang diperoleh\n    siswa adalah salah satu komponen paling penting yang termasuk dalam\n    pembelajaran online. Berhasil menyelesaikan program sangat penting untuk\n    penguasaan konten oleh siswa.\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/4257441746403566504\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/cara-mengemas-paket-belajar-secara.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4257441746403566504"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4257441746403566504"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/cara-mengemas-paket-belajar-secara.html","title":"Cara Mengemas Paket Belajar Secara Online"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-AHK4Z7lyIrE\/Xs_LtodYqUI\/AAAAAAAABDU\/0XB6VenbyuEdHmaVBeFRbqKUKqxS4H1mQCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Cara-Mengemas-Paket-Belajar-Secara-Online.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-5127521640487855695"},"published":{"$t":"2020-05-27T21:26:00.002+08:00"},"updated":{"$t":"2020-05-27T21:26:44.378+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Beberapa Karakteristik Gaya Pembelajar Intrapersonal"},"content":{"type":"html","$t":"Pelajar yang soliter (menyendiri), juga dikenal sebagai pelajar\n    intrapersonal adalah seseorang yang lebih suka belajar sendiri. Siswa jenis\n    ini memiliki motivasi diri, menikmati bekerja secara mandiri, dan kondisi\n    belajar terbaik bagi mereka ketika bekerja\/belajar sendiri.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-lpmfAfuQRWQ\/Xs5qUlM3ujI\/AAAAAAAABC4\/PhlAE0wGuYkiYKfHqVqIjmcimFkBteWwQCLcBGAsYHQ\/s1600\/Beberapa-Karakteristik-Gaya-Pembelajar-Intrapersonal.png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Beberapa Karakteristik Gaya Pembelajar Intrapersonal\" border=\"0\" data-original-height=\"485\" data-original-width=\"786\" height=\"394\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-lpmfAfuQRWQ\/Xs5qUlM3ujI\/AAAAAAAABC4\/PhlAE0wGuYkiYKfHqVqIjmcimFkBteWwQCLcBGAsYHQ\/s640\/Beberapa-Karakteristik-Gaya-Pembelajar-Intrapersonal.png\" title=\"Beberapa Karakteristik Gaya Pembelajar Intrapersonal\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSiswa dengan gaya pembelajar soliter menghabiskan banyak waktu dalam\n    refleksi diri dan menikmati bekerja pada diri mereka sendiri. Pembelajar\n    ini juga menyukai lingkungan yang tenang baik dalam kehidupan pribadi dan\n    akademik mereka. Berikut pelajari lebih lanjut tentang gaya belajar\n    intrapersonal dengan memperhatikan pembahasan di bawah ini:\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Bagaimana Karakteristik Pembelajar Intrapersonal?\n\u003C\/h2\u003E\nPelajar intrapersonal adalah kebalikan dari pembelajar sosial yang lebih\n    suka bekerja dalam kelompok. Karakteristik umum pelajar yang\n    soliter-intrapersonal meliputi:\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul type=\"disc\"\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Menyimpan jurnal atau buku harian\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Menikmati dan menghabiskan waktu sendirian\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Menggunakan perhatian besar Ketika berada di kerumunan dan situasi\n        bising\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Suka menetapkan tujuan dan membuat rencana\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Berjuang dalam membuka diri terhadap orang lain\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Keterampilan manajemen diri yang sangat baik\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Memiliki rasa diri yang kuat\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Sangat mandiri\n    \u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Tips Belajar untuk Pembelajar Intrapersonal\n\u003C\/h2\u003E\nPenting untuk dicatat bahwa menjadi pembelajar yang soliter adalah gaya\n    belajar sekunder; gaya belajar utama adalah visual, verbal, kinestetik,\n    pendengaran, dan logis. Pastikan untuk memeriksa atau memahami gaya belajar\n    lain ini untuk membantu menentukan apa gaya belajar utama siswa Anda.\n    Pembelajar soliter biasanya bersosialisasi dengan mereka yang berbagi gaya\n    belajar dasar yang sama.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKunci keberhasilan bagi pembelajar soliter-intrapersonal adalah memerlukan\n    banyak ruang dan keheningan. Siswa-siswa ini suka bekerja sendiri dan\n    berkonsentrasi baik ketika berada di lingkungan yang tenang dan damai.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp;Namun penting untuk memantau keadaan pelajar ini secara teratur, karena\n    mereka mungkin merasa kesulitan untuk meminta bantuan. Jika mendapati siswa\n    yang sementara bekerja, dekati mereka dengan lembut dan tanyakan apakah ada\n    yang mereka butuhkan. Di bawah ini adalah beberapa tips belajar untuk\n    pelajar intrapersonal.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul type=\"disc\"\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Dorong siswa Anda untuk membuat jurnal atau buku harian. Ini akan\n        berfungsi sebagai ruang aman bagi anak Anda untuk mengekspresikan\n        pikiran dan emosinya, baik secara akademis maupun pribadi.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Penting untuk memberi ruang belajar kepada para pelajar ini sehingga\n        dapat mengembangkan kepercayaan diri mereka. Membangun kepercayaan ini\n        penting dan memungkinkan anak dapat mengungkapkan masalah yang mungkin\n        mereka alami.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Sejajarkan tujuan belajar siswa Anda dengan minat dan keyakinan pribadi\n        mereka. Ini akan memotivasi anak Anda dan meningkatkan kepercayaan diri\n        mereka.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Cobalah untuk merencanakan pelajaran seputar minat pribadi mereka.\n        Misalnya, jika anak Anda terpesona dengan penerbangan, Anda dapat\n        meminta mereka untuk membuat garis waktu tentang sejarah penerbangan\n        atau menyusun daftar tokoh-tokoh penting di lapangan, di antara\n        kegiatan lainnya.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Kunjungan lapangan ke alam terbuka, juga bekerja dengan baik untuk\n        melibatkan pembelajar soliter \/ intrapersonal. Pembelajar ini akan\n        menikmati kesempatan untuk mengeksplorasi sendiri, dan akan\n        mengumpulkan pertanyaan dan pengamatan tentang dunia di sekitar mereka\n        sendiri.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Untuk mengekspos anak Anda ke lebih banyak peluang sosial, mulailah\n        dari yang kecil; ajukan pertanyaan tentang apa yang dia renungkan. Anda\n        juga dapat memperkenalkan proyek dengan elemen individu dan kelompok\n        untuk melatih keterampilan ini.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Pastikan Anda memiliki beragam buku, situs web, dan video yang dapat\n        diakses anak Anda. Karena pelajar soliter sangat mandiri, mudah bagi\n        mereka untuk menemukan mata pelajaran yang mereka sukai, jadi jangan\n        membatasi anak Anda untuk menekuni berbagai topik.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Pastikan bahwa siswa yang menyendiri memiliki tempat yang tenang untuk\n        dikunjungi ketika mereka sedang bekerja atau sedang menyendiri. Ini\n        mungkin di kamar tidur mereka, ruang belajar di rumah, atau mungkin di\n        perpustakaan. Tempat mana pun yang siswa Anda ingin gunakan, pastikan\n        bahwa ia dapat mempersonalisasikannya.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Gunakan daftar dan periksa item setelah selesai. Pelajar soliter\n        menikmati mengambil keuntungan dari ini ketika belajar karena membantu\n        mereka untuk tetap termotivasi saat mereka menyelesaikan tugas.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Memperdalam pemahaman materi pelajaran dengan memperhatikan pelajaran\n        dengan topik yang yang sudah terbiasa. Dengan membangun koneksi antara\n        pengalaman pribadi dan pelajaran, Anda dapat memotivasi pelajar Anda\n        untuk tetap terlibat.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\nKurikulum yang mengadopsi proses belajar online cenderung lebih baik dengan\n    gaya belajar intrapersonal. Mobilitas dan fleksibilitas yang disediakannya\n    memungkinkan pelajar yang mandiri untuk bekerja secara mandiri dan dalam\n    ruang\/kondisi pilihan mereka.\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/5127521640487855695\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/beberapa-karakteristik-gaya-pembelajar.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5127521640487855695"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5127521640487855695"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/beberapa-karakteristik-gaya-pembelajar.html","title":"Beberapa Karakteristik Gaya Pembelajar Intrapersonal"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-lpmfAfuQRWQ\/Xs5qUlM3ujI\/AAAAAAAABC4\/PhlAE0wGuYkiYKfHqVqIjmcimFkBteWwQCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Beberapa-Karakteristik-Gaya-Pembelajar-Intrapersonal.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-8693235943903453451"},"published":{"$t":"2020-05-26T21:41:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-05-26T21:41:30.169+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"LKPD IPS 7 SMP"}],"title":{"type":"text","$t":"Lembar Kerja Peserta Didik \" Potensi Kemaritiman Indonesia \""},"content":{"type":"html","$t":"Lembar kerja peserta didik (LKPD) berikut adalah untuk siswa SMP kelas 7. LKPD ini\u0026nbsp; bertujuan untuk membimbing siswa dalam mempelajari potensi perikanan Indonesia yang memfokus kepada persebarannya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nLuas laut Indonesia mencakup 2\/3 dari seluruh luas wilayah Indonesia, yaitu\n    5,8 juta km2. Di dalam laut tersebut, tersimpan kekayaan alam yang luar\n    biasa besarnya. Potensi sumber daya laut Indonesia tidak hanya berupa ikan,\n    tetapi juga bahan tambang seperti minyak bumi, nikel, emas, bauksit, pasir,\n    bijih besi, timah, dan lainlain yang berada di bawah permukaan laut.\n    Kekayaan yang dapat dimanfaatkan dari sumber daya laut yang lain adalah\n    sumber daya alam berupa mangrove, terumbu karang, dan lain-lain. Sumber\n    daya tersebut dikenal dengan sumber daya pesisir.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-F2Oolys2sf0\/Xs0Y1JbZsSI\/AAAAAAAABCc\/mpBQR_3seuM-HqHRHoQ8eN3LtcA5ldazwCLcBGAsYHQ\/s1600\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Potensi-Kemaritiman-Indonesia.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Lembar Kerja Peserta Didik \u0026quot; Potensi Kemaritiman Indonesia \u0026quot;\" border=\"0\" data-original-height=\"296\" data-original-width=\"473\" height=\"400\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-F2Oolys2sf0\/Xs0Y1JbZsSI\/AAAAAAAABCc\/mpBQR_3seuM-HqHRHoQ8eN3LtcA5ldazwCLcBGAsYHQ\/s640\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Potensi-Kemaritiman-Indonesia.jpg\" title=\"Lembar Kerja Peserta Didik \u0026quot; Potensi Kemaritiman Indonesia \u0026quot;\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSumber daya perikanan laut merupakan salah satu potensi sumber daya laut di\n    Indonesia yang sejak dulu telah dimanfaatkan penduduk. Laut Indonesia\n    memiliki angka potensi lestari yang besar, yaitu 6,4 juta ton per tahun.\n    Potensi lestari adalah potensi penangkapan ikan yang masih memungkinkan\n    bagi ikan untuk melakukan regenerasi hingga jumlah ikan yang ditangkap\n    tidak mengurangi populasi ikan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBerdasarkan aturan internasional, jumlah\n    tangkapan yang diperbolehkan adalah 80% dari potensi lestari tersebut atau\n    sekitar 5,12 juta ton per tahun. Kenyataannya, jumlah hasil tangkapan ikan\n    di Indonesia belum mencapai angka tersebut. Ini berarti masih ada peluang\n    untuk meningkatkan jumlah tangkapan yang diperbolehkan. Jika dibandingkan\n    sebaran potensi ikannya, terlihat adanya perbedaan secara umum antara\n    wilayah Indonesia bagian Barat dan Timur.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDi Indonesia bagian Barat dengan rata-rata kedalaman laut 75 meter, jenis\n    ikan yang banyak dtemukan adalah ikan pelagis kecil. Kondisi agak berbeda\n    terdapat di kawasan Indonesia Timur dengan rata-rata kedalaman laut\n    mencapai 4.000 m. Di kawasan Indonesia bagian Timur, banyak ditemukan ikan\n    pelagis besar seperti cakalang dan tuna. Selain ikan yang tersedia di\n    lautan, penduduk Indonesia juga banyak yang melakukan budi daya ikan,\n    terutama di daerah pesisir.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDi pantai utara Pulau Jawa, banyak masyarakat\n    yang mengembangkan usaha budi daya ikan dengan menggunakan tambak. Jenis\n    ikan yang dikembangbiakkan di sana adalah ikan bandeng dan udang.\n\u003Cbr \/\u003E\nKekayaan alam kita yang berupa ikan banyak diambil oleh nelayan dari negara\n    lain berupa praktik pencurian ikan atau \u003Cem\u003Eillegal fishing\u003C\/em\u003E. Ada\n    beberapa wilayah perairan Indonesia yang rawan dengan kegiatan illegal\n    fishing. Wilayah yang paling rawan dengan praktik pencurian ikan adalah\n    Laut Arafuru (Papua) di Timur perairan Indonesia.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ciframe src=\"https:\/\/databoks.katadata.co.id\/datapublishembed\/101402\/laut-indonesia-lumbung-pangan-rakyat\" style=\"border: none; height: 760px; width: 100%;\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\n\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-hKy4K3kk-_g\/Xs0SoDBjDyI\/AAAAAAAABCA\/gVfH53AxamA-a6A_hZu7hP-CbxrCqZWrwCLcBGAsYHQ\/s1600\/peta%2Bdasar%2Bindonesia.png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"519\" data-original-width=\"1329\" height=\"248\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-hKy4K3kk-_g\/Xs0SoDBjDyI\/AAAAAAAABCA\/gVfH53AxamA-a6A_hZu7hP-CbxrCqZWrwCLcBGAsYHQ\/s640\/peta%2Bdasar%2Bindonesia.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ERincian Kegiatan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EBaca wacana di atas !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPerhatikan Data Potensi Perikanan Tangkap di Perairan Indonesia per tahun dan peta dasar Indonesia untuk lembar kerja persebaran potensi perikanan di Indonesia !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EBerdasarkan data potensi perikanan tangkap di perairan Indonesia, Isilah titik-titik pada peta dasar di atas nama kawasan yang ditandai dengan huruf A sampai dengan huruf K !\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cb\u003EPertanyaan\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003ETulislah kembali daerah dengan potensi perikanan mulai yang terkeci hingga yang terbesar di Indonesia. !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESelamat bekerja !\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/8693235943903453451\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/lembar-kerja-peserta-didik-potensi.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8693235943903453451"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8693235943903453451"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/lembar-kerja-peserta-didik-potensi.html","title":"Lembar Kerja Peserta Didik \" Potensi Kemaritiman Indonesia \""}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-F2Oolys2sf0\/Xs0Y1JbZsSI\/AAAAAAAABCc\/mpBQR_3seuM-HqHRHoQ8eN3LtcA5ldazwCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Potensi-Kemaritiman-Indonesia.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-1196872366248215227"},"published":{"$t":"2020-05-24T20:34:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-05-24T20:45:50.471+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Beberapa Karakteristik Gaya Belajar Interpersonal"},"content":{"type":"html","$t":"Anda mungkin bertanya-tanya, apa dan bagaimana gaya belajar interpersonal?\n    Kelompok siswa ini keberhasilan belajar mereka paling baik dan tepat\n    melalui komunikasi dengan orang lain, baik itu verbal maupun non-verbal.\n    Pembelajar sosial suka berada di sekitar orang lain, bekerja dalam\n    kelompok, tim, dan berkembang secara keseluruhan melalui interaksi sosial.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-1Gh-5Leo97k\/XspsIwrBN9I\/AAAAAAAABBg\/LFoDOHPyjU0OKJMetroure44jCLQpjOqwCLcBGAsYHQ\/s1600\/Beberapa-Karakteristik-Gaya-Belajar-Interpersonal..png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Beberapa Karakteristik Gaya Belajar Interpersonal\" border=\"0\" data-original-height=\"362\" data-original-width=\"600\" height=\"386\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-1Gh-5Leo97k\/XspsIwrBN9I\/AAAAAAAABBg\/LFoDOHPyjU0OKJMetroure44jCLQpjOqwCLcBGAsYHQ\/s640\/Beberapa-Karakteristik-Gaya-Belajar-Interpersonal..png\" title=\"Beberapa Karakteristik Gaya Belajar Interpersonal\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMereka sering dipandang sebagai kupu-kupu sosial karena mereka suka\n    menghabiskan banyak waktu dengan orang lain. Pembelajar sosial suka berbagi\n    pengetahuan dengan orang lain, tetapi juga suka mendengarkan pandangan\n    melalui teman-teman mereka.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPembelajar interpersonal terkenal karena kemampuan mereka untuk \"membaca\"\n    orang lain dan kadang-kadang disebut \"orang pintar\". Kemampuan unik ini\n    membantu mereka memahami apa yang terjadi di sekitar mereka. Untuk\n    mempelajari lebih lanjut tentang gaya belajar interpersonal ini bisa\n    disimak pada uraian berikut\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Apa dan Bagaimana Karakteristik Pelajar Sosial?\n\u003C\/h2\u003E\nUntuk memaksimalkan potensi belajar dari gaya belajar interpersonal,\n    berikut adalah beberapa karakteristik pembelajar sosial:\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul type=\"disc\"\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Mereka suka bergaul dengan sekelompok orang\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Mereka melakukannya dengan baik dengan kelompok belajar atau segala\n        jenis kegiatan kolaboratif\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Mereka berjuang bekerja sendirian, terutama pada proyek-proyek\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Mereka vokal dan tidak takut untuk bertanya\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Mereka lebih suka kegiatan sosial\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Mereka pandai memahami orang lain, menafsirkan nada, gerak tubuh, dan\n        wajah\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Mereka adalah pemimpin alami\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Mereka biasanya tidak kesulitan mencari teman baru\n    \u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Ch2 id=\"tips\"\u003E\n    Kiat Belajar untuk Pembelajar Interpersonal\n\u003C\/h2\u003E\nPenting untuk dicatat bahwa menjadi pembelajar sosial adalah gaya belajar\n    sekunder; gaya belajar utama adalah \u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/beberapa-karakteristik-gaya-belajar.html\" target=\"_blank\"\u003Evisual\u003C\/a\u003E, \u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/beberapa-karakteristik-gaya-belajar.html\" target=\"_blank\"\u003Everbal\u003C\/a\u003E, \u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/beberapa-karakteristik-gaya-belajar_19.html\" target=\"_blank\"\u003Ekinestetik,\u003C\/a\u003E\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/beberapa-karakteristik-gaya-belajar_18.html\" target=\"_blank\"\u003Ependengaran\u003C\/a\u003E, dan \u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/karakteristik-gaya-belajar-logis.html\" target=\"_blank\"\u003Elogis\u003C\/a\u003E. Pastikan untuk memeriksa gaya belajar lain ini\n    untuk membantu menentukan apa gaya belajar utama siswa Anda! Pelajar sosial\n    biasanya bersosialisasi dengan mereka yang memiliki gaya belajar dasar yang\n    sama.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nCara terbaik untuk membuat pelajar sosial Anda terlibat adalah dengan\n    membiarkan mereka bekerja dengan orang lain. Dalam skenario homeschooling,\n    orangtua bekerja sama seperti siswa lain! Jangan takut untuk menentang\n    batasan usia saat membiarkan pembelajar sosial Anda melakukan percakapan\n    dengan orang lain. Tidak masalah jika pelajar sosial berbicara dengan orang\n    dewasa atau siswa seusia mereka; belajar masih terjadi dan anak Anda masih\n    akan terlibat.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul type=\"disc\"\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Mungkin bijaksana untuk bergabung dengan kelompok pendukung homeschool\n        atau kelompok bermain yang memungkinkan anak Anda berkesempatan untuk\n        melihat orang lain dan berdiskusi, baik untuk bersenang-senang atau\n        mendidik.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Pilihan terbaik untuk melibatkan pelajar interpersonal adalah bergabung\n        atau memegang klub buku! Ini memungkinkan siswa Anda untuk berdiskusi\n        dengan orang lain tentang apa yang telah ia pelajari, dan membuat\n        kreatif itu mengalir.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Daftarkan anak Anda di kelas kebugaran fisik, atau temukan grup balita\n        \/ anak-anak \/ remaja di perpustakaan setempat. Ada banyak kegiatan\n        kelompok yang tersedia untuk anak-anak di luar sekolah.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Jangan takut untuk mendaftar di kelas orangtua-anak juga; ingat,\n        pembelajar sosial tidak mengenal usia.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Anda juga dapat menemukan komunitas dan forum online untuk anak Anda\n        untuk mengambil bagian dalam diskusi sosial dan keterlibatan, tetapi\n        pastikan anak Anda dengan aman menavigasi web.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Pastikan untuk memberikan banyak umpan balik karena para pembelajar ini\n        senang mendengar pujian dan keprihatinan dari rekan atau instruktur.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Anda juga dapat meminta anak Anda meninjau pekerjaan orang lain, dan\n        mempraktikkan komunikasi yang efektif. Ini akan bekerja dengan sangat\n        baik jika mengerjakan tugas juga.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Salah satu hal terbaik untuk dilakukan bagi pelajar interpersonal Anda\n        adalah berada di sana hanya sebagai teman sebaya atau pendengar.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Pelajar sosial berkembang bahkan mengajarkan apa yang mereka ketahui\n        kepada orang lain, apakah satu atau banyak. Dengan memberikan kehadiran\n        Anda, Anda membantu melibatkan siswa Anda.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Kunjungan lapangan akan bekerja dengan baik untuk pelajar sosial;\n        kunjungan lapangan sering kali memiliki elemen sosial, apakah siswa\n        melakukan perjalanan dengan yang lain, atau jika perjalanan dipimpin\n        oleh seorang pemandu wisata.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Biarkan anak Anda untuk mewawancarai profesional untuk belajar tentang\n        peluang karir, dan berbicara dengan mereka tentang pengalaman mereka\n        sendiri di dunia kerja.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Bermain peran sangat cocok untuk pelajar interpersonal karena\n        membutuhkan memerankan situasi kehidupan nyata (atau cerita) yang\n        menguji kemampuan orang-orangnya!\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Diskusi panel atau debat juga merupakan tip studi yang bagus untuk\n        pelajar interpersonal.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\nMeskipun pelajar interpersonal lebih suka belajar dengan orang lain di\n    sekitar mereka, penting untuk membuat siswa Anda nyaman dengan\n    kadang-kadang bekerja sendirian. Cara yang bagus untuk memperkenalkan ide\n    ini adalah dengan membuat proyek bersama anak Anda. Brainstorming sebuah\n    ide, dan buat berbagai bagian proyek.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTetapkan anak Anda satu bagian dari proyek itu untuk dikerjakan secara\n    mandiri, dan kemudian kerjakan sendiri bagian yang lain, atau berikan\n    kepada teman yang lain . Setelah Anda berdua menyelesaikan bagian-bagian\n    proyek Anda, cobalah bekerja sama untuk menjadikan proyek itu satu kesatuan\n    yang kohesif. Ini mengajarkan anak Anda menggunakan gaya belajarnya, tetapi\n    juga mengajarkan pentingnya kemandirian.\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/1196872366248215227\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/beberapa-karakteristik-gaya-belajar_24.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1196872366248215227"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1196872366248215227"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/beberapa-karakteristik-gaya-belajar_24.html","title":"Beberapa Karakteristik Gaya Belajar Interpersonal"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-1Gh-5Leo97k\/XspsIwrBN9I\/AAAAAAAABBg\/LFoDOHPyjU0OKJMetroure44jCLQpjOqwCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Beberapa-Karakteristik-Gaya-Belajar-Interpersonal..png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-3201800745202816046"},"published":{"$t":"2020-05-22T23:27:00.002+08:00"},"updated":{"$t":"2020-05-22T23:27:46.487+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Teknologi Informasi"}],"title":{"type":"text","$t":"10 Perangkat Lunak Sistem Manajemen Sekolah Terbaik tahun 2020"},"content":{"type":"html","$t":"Mengelola sekolah adalah pekerjaan yang sangat berat dan membutuhkan kerja\n    keras untuk menyelesaikan setiap pekerjaan. Sekolah tidak hanya terdiri\n    dari murid-murid; jurusan, staf, orang tua serta pemangku kepentingan\n    lainnya juga merupakan bagian penting darinya.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-S_k_FcZ_6ak\/XsfuQJIESuI\/AAAAAAAABAo\/8twLXHS6ljw2l0iCmPwmMP8eeE_BorVQACLcBGAsYHQ\/s1600\/10-Sistem-Manajemen-Sekolah-Terbaik-tahun-2020.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"10 Sistem Manajemen Sekolah Terbaik tahun 2020\" border=\"0\" data-original-height=\"400\" data-original-width=\"600\" height=\"426\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-S_k_FcZ_6ak\/XsfuQJIESuI\/AAAAAAAABAo\/8twLXHS6ljw2l0iCmPwmMP8eeE_BorVQACLcBGAsYHQ\/s640\/10-Sistem-Manajemen-Sekolah-Terbaik-tahun-2020.jpg\" title=\"Sistem Manajemen Sekolah Terbaik \" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSelain itu, penerimaan siswa, pemeliharaan biaya, mengikuti ujian, membuat\n    hasil, dan rapor hampir merupakan kegiatan yang berkelanjutan. Selain itu,\n    guru perlu membuat garis besar kursus, tugas, mengembangkan materi\n    pelajaran. Terlebih lagi, manajemen staf, SDM dan penggajian, dan kehadiran\n    siswa di kelas perlu memantau secara teratur.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSelain itu, orang tua ingin mengetahui kinerja, promosi, hasil anak-anak\n    mereka, dan sebagainya. Menangani secara manual semua kegiatan cukup sulit;\n    karenanya, perangkat lunak manajemen sekolah diperlukan. Bahkan, ada\n    rentang besar sistem manajemen sekolah open source yang sangat berguna\n    untuk menyelesaikan pekerjaan.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003ESistem Manajemen Sekolah Terbaik\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\nPada artikel ini, memfokuskan pada perangkat lunak manajemen kelas digital\n    yang nyaman tersedia untuk pengguna. Di antara sejumlah besar perangkat\n    lunak, saya telah mengambil 10 daftar perangkat lunak manajemen sekolah\n    terbaik, yang bekerja pada sistem operasi yang berbeda. Baiklah, mari kita\n    lihat perangkat lunak secara rinci.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E1. Veyon\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\nVeyon adalah sistem manajemen sekolah sumber terbuka dan gratis, yang\n    sebelumnya dikenal sebagai iTALC yang digunakan untuk manajemen kelas dan\n    pemantauan komputer. Ini berfungsi secara efektif pada sistem windows dan\n    Linux. Ini terutama berfokus pada sektor pendidikan, dan tutor dapat\n    mengontrol dan memantau komputer siswa dari jarak jauh dengan perangkat\n    lunak Veyon.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003EFitur Veyon\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003EMemfasilitasi melihat dan menonton layar komputer lain dengan tampilan ikon\n    untuk mengembangkan peningkatan pembelajaran.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMemberikan akses kunci tunggal ke komputer lain; dengan demikian, ini mudah\n    dan ramah pengguna.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EIzinkan memiliki tangkapan layar komputer lain dengan opsi satu klik.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EVeyon dapat menyorot opsi tertentu dan membiarkannya berbagi dengan\n    komputer lain.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EIntegrasi dimungkinkan dengan jaringan pribadi dengan menggunakan opsi LDAP\n    \/ AD bawaan.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETersedia dalam berbagai bahasa dan menawarkan solusi komersial untuk\n    memenuhi tujuan tersebut.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003E2. Edmodo\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\nEdmodo adalah perangkat lunak manajemen kelas digital yang dirancang dengan\n    berfokus pada siswa, guru, dan orang tua di mana mereka dapat terhubung\n    untuk berbagi dokumen dan bahan untuk berbagai kursus pembelajaran. Ini\n    adalah platform yang menyenangkan bagi siswa di mana mereka dapat bertukar\n    pikiran dan pemahaman mereka untuk suatu topik.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003EFitur Edmodo\u003C\/strong\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003EMenawarkan komunikasi yang aman dan aman antara orang-orang yang ingin\n    terlibat dalam pelajaran tertentu.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMemfasilitasi percakapan terbuka untuk berbagai pertanyaan, pertanyaan,\n    jawaban, dan informasi.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EOrang tua dapat tetap memperbarui mengenai metode pengajaran dan\n    pembelajaran dengan\n    \n        aplikasi komputer terintegrasi\n    \n    ini .\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EIzinkan menyesuaikan pengaturan untuk siswa dan guru tertentu untuk\n    melayani tujuan tertentu.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMampu bekerja dengan kelas apa saja, subjek apa pun, dan dengan banyak\n    perangkat pada saat yang sama.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003E3. Eliademy\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\nEliademy adalah perangkat lunak manajemen kelas yang aman, sederhana,\n    gratis, dan open-source yang memfasilitasi pembuatan dan berbagi gambar,\n    video, dokumen, dan kursus online dengan peserta didik. Ini adalah\n    perangkat lunak yang efektif yang memungkinkan siswa dan guru untuk lebih\n    dekat melalui pertukaran pandangan dan pelajaran pendidikan.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003EFitur dari Eliademy\u003C\/strong\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003EMemfasilitasi pemantauan tugas dan tugas dan membuat kuis dalam kursus\n    untuk siswa.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EWork SlideShare dan YouTube; dengan demikian, Anda dapat menyalin-tempel\n    tautan yang ingin Anda ajarkan kepada siswa.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EKalender pelajaran pribadi yang dapat Anda sertakan untuk kursus tertentu\n    sehingga Anda dapat menyelesaikannya tepat waktu.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESistem pemberitahuan dan pengiriman pesan tersedia; karenanya, guru dapat\n    memberi tahu siswa tentang kelas yang penting.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EAnda dapat memantau kemajuan studi siswa, seperti tugas dan portofolio\n    untuk diserahkan.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003E4.\u003C\/strong\u003E\n    TeacherEase\n\u003C\/h3\u003E\nTeacherEase memiliki spesialisasi dalam perangkat lunak manajemen kelas\n    digital pembelajaran berbasis standar yang sangat intuitif dan mudah\n    dioperasikan untuk melayani tujuan pendidikan. Aplikasi ini diprogram untuk\n    mengembangkan pendidikan digital untuk peserta didik, menentukan jalur\n    untuk siswa, dan untuk menjelaskan kemajuan belajar dan data untuk siswa.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003EFitur TeacherEase\u003C\/strong\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003ETawarkan kepada siswa untuk menilai kemajuan dan hasil mereka berdasarkan\n    kegiatan mereka sebelumnya.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EBiarkan siswa memahami target mereka dan memberikan data untuk fokus pada\n    tujuan mereka untuk mencapainya.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMemfasilitasi memberikan penilaian sumatif dan formatif berdasarkan kinerja\n    mereka.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETeacherEase dapat menghasilkan nilai secara otomatis serta kartu laporan\n    dan buku nilai berbasis standar.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMampu menghasilkan bank data dengan pengetahuan mendalam serta berbagi\n    dengan peserta didik.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003E5. \u003C\/strong\u003E\n    Insight\n\u003C\/h3\u003E\nInsight adalah perangkat lunak manajemen kelas sumber terbuka dan gratis\n    yang mudah dioperasikan. Perangkat lunak ini melayani berbagai tujuan,\n    seperti memantau kegiatan kelas, mempromosikan pembelajaran kolaboratif,\n    dan membuat siswa terlibat dengan kegiatan mereka. Selain itu, ini\n    mendukung berbagai laboratorium dan menawarkan pengalaman belajar yang\n    masuk akal bagi para guru.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003EFitur Wawasan\u003C\/strong\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003EMampu membuat daftar kelas, dan dapat mengintegrasikan daftar kelas itu\n    secara otomatis dalam perangkat lunak.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETunjukkan kegiatan layar guru kepada semua siswa untuk mengalami pendidikan\n    digital langsung.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMemfasilitasi pengontrolan perangkat siswa dan membantu memantau aktivitas\n    siswa sekilas dari ruang kelas.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EIzinkan menampilkan layar komputer siswa tertentu dengan siswa lain untuk\n    berbagi pengalaman hasil terbaik.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EFitur siaran, obrolan, dan audio menawarkan siswa untuk berkomunikasi\n    dengan guru dan siswa lainnya.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMemungkinkan menghasilkan beberapa kuesioner dan memungkinkan siswa untuk\n    menjawab pertanyaan.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003E6. LanSchool Lite\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\nLaneSchool Lite bermanfaat dan mudah digunakan sistem manajemen sekolah\n    open-source yang memfasilitasi siswa untuk memiliki pengalaman belajar di\n    lingkungan yang aman dan digital. Ini membantu guru untuk mengawasi siswa\n    dan memantau kemajuan akademik mereka secara efektif. Aplikasi ini\n    menawarkan komunikasi tanpa batas antara siswa dan guru.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003EFitur dari LanShool Lite\u003C\/strong\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003EMemfasilitasi layar guru penyiaran dengan siswa untuk mengeksekusi metode\n    pengajaran terbaik di lingkungan digital.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EIzinkan guru untuk memonitor perangkat siswa melalui layar guru.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EBerdayakan guru untuk mengunci layar dan keyboard siswa untuk menghentikan\n    mereka dari gangguan.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EIni membuka jalan untuk mengirim tugas siswa atau memeriksa kemajuan\n    kegiatan siswa, sehingga menghemat waktu.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003E7. NetSupport School\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\nNetSupport School adalah aplikasi gratis, dan perangkat lunak manajemen\n    sekolah open-source mempercepat pengawasan pemantauan, dan kolaborasi\n    antara siswa dan guru. Ini menawarkan fitur penilaian dan memungkinkan\n    memanfaatkan teknologi canggih untuk lingkungan belajar akademik. Aplikasi\n    ini bekerja dengan lancar di semua jenis perangkat dan platform.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003EFitur-fitur NetSupport School\u003C\/strong\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003EMengizinkan guru mengelola dan memantau perangkat siswa dari perangkat\n    terpusat.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EIni membuka cara pencetakan dan tampilan untuk perangkat siswa, dan ikon\n    penyesuaian tersedia.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMemfasilitasi transfer dokumen dan file guru ke perangkat siswa.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETawarkan informasi waktu nyata mengenai berbagai masalah seperti\n    pemeliharaan waktu dan topik sesi, dll.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPenggunaan yang disesuaikan dimungkinkan, seperti menunjukkan layar guru ke\n    perangkat siswa yang dipilih.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EDapat mengukuhkan audio, video, dan rekaman dari layar guru ke komputer\n    siswa.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003E8. \u003C\/strong\u003E\n    Netop Vision\n\u003C\/h3\u003E\nNetop Vision adalah perangkat lunak manajemen kelas digital open-source dan\n    gratis yang memungkinkan guru menyelesaikan tugasnya dalam waktu yang lebih\n    singkat. Mudah digunakan namun aplikasi yang efektif dengan fitur-fitur\n    inovatif. Ini membantu guru untuk melibatkan siswa mereka dalam pekerjaan\n    mereka tanpa gangguan dan untuk menangkapnya dalam waktu singkat.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003EFitur Netop Vision\u003C\/strong\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003EBerbagi layar yang dikolaborasikan tersedia; dengan demikian, siswa dapat\n    berbagi layar mereka dengan orang lain.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESeorang guru dapat melihat karya siswa dan membagikan layar mereka dengan\n    siswa yang dipilih.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EBerikan akses bagi guru untuk mengendalikan perangkat siswa, dan guru dapat\n    mengunci keyboard.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMemfasilitasi berbagi URL yang sama dengan beberapa layar komputer di kelas\n    untuk lingkungan belajar yang lebih baik.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003E9. OpenSIS\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\nOpenSIS adalah solusi lengkap untuk sekolah virtual, sekolah menengah, dan\n    bahkan untuk para pasien untuk pelajaran kesehatan mereka. Ini adalah\n    sistem manajemen informasi sekolah di mana semua data dari pendaftaran\n    hingga kelulusan dapat disimpan. Semua fitur yang relevan mengenai siswa\n    tersedia di aplikasi ini.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003EFitur OpenSIS\u003C\/strong\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003EDapat disesuaikan; dengan demikian, Anda dapat membuat bidang dan kategori\n    tanpa batas untuk menyimpan semua jenis data.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPengguna dapat membuat permintaan jadwal untuk grup atau siswa dengan\n    aplikasi ini.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EIzinkan komunikasi dengan orang tua untuk berbagi data waktu nyata dan\n    informasi yang diperlukan.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMemfasilitasi akses siswa untuk melihat informasi waktu nyata mengenai\n    nilai, kehadiran, dan sebagainya.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMampu menyimpan informasi siswa yang tidak terbatas dalam aplikasi ini.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    \u003Cstrong\u003E10. Fedena\u003C\/strong\u003E\n\u003C\/h3\u003E\nFedena adalah sistem manajemen sekolah open-source yang terutama berfokus\n    pada memelihara file dan catatan siswa. Fedena memfasilitasi pengaksesan\n    data administrasi yang tidak terbatas untuk dokumen-dokumen resmi bersama\n    dengan sejumlah besar batch dan kursus Mudah digunakan dan fleksibel;\n    dengan demikian, Anda dapat menyesuaikannya seperti yang Anda inginkan.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003EFitur Fedena\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003EManajemen keuangan unggulan, kalender, manajemen sumber daya manusia, dan\n    manajemen ujian juga.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETawarkan kepada siswa pelacakan, dasbor, dan informasi yang diperlukan yang\n    mengharuskan siswa.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ELogin siswa dan orang tua tersedia dan memfasilitasi jurusan dan manajemen\n    siswa.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EIni membuka jalan untuk menangani penerimaan siswa, pesan fakultas, dan\n    manajemen kursus.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\nDemikian 10 macam Aplikasi manajemen sekolah yang dapat digunakan dalam pengelolaan sekolah untuk mencapai efisiensi."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/3201800745202816046\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/10-perangkat-lunak-sistem-manajemen.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/3201800745202816046"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/3201800745202816046"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/10-perangkat-lunak-sistem-manajemen.html","title":"10 Perangkat Lunak Sistem Manajemen Sekolah Terbaik tahun 2020"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-S_k_FcZ_6ak\/XsfuQJIESuI\/AAAAAAAABAo\/8twLXHS6ljw2l0iCmPwmMP8eeE_BorVQACLcBGAsYHQ\/s72-c\/10-Sistem-Manajemen-Sekolah-Terbaik-tahun-2020.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-5724888931912055628"},"published":{"$t":"2020-05-21T23:08:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-05-21T23:10:29.269+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"6 Strategi  Pembelajaran Siswa Berkebutuhan Khusus di Rumah"},"content":{"type":"html","$t":"Sejak COVID-19 menular strategi pembelajaran telah beralih ke lingkungan\n    online di seluruh negeri, tidak terkecuali siswa-siswa yang memiliki\n    disabilitas yang berisiko lebih tinggi untuk tertinggal secara akademis. Di\n    beberapa negara lain telah memberikan siswa dengan hak yang lebih khusus di\n    tingkat level pendidikan, tapi bagaimana hak-hak ini mentransfer ketika\n    siswa dan guru bekerja jarak jauh dari rumah?\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GEpo_GJp1mk\/XsaYf9SNVGI\/AAAAAAAABAc\/0tI0vYGMqzAcJoyqtg6H6k1dSVoV_M5KACLcBGAsYHQ\/s1600\/6-Strategi-Pembelajaran-Siswa-Berkebutuhan-Khusus-di%2BRumah.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"6 Strategi  Pembelajaran Siswa Berkebutuhan Khusus di Rumah\" border=\"0\" data-original-height=\"418\" data-original-width=\"600\" height=\"444\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GEpo_GJp1mk\/XsaYf9SNVGI\/AAAAAAAABAc\/0tI0vYGMqzAcJoyqtg6H6k1dSVoV_M5KACLcBGAsYHQ\/s640\/6-Strategi-Pembelajaran-Siswa-Berkebutuhan-Khusus-di%2BRumah.jpg\" title=\"Pembelajaran Siswa Berkebutuhan Khusus\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSelain itu, bagaimana para\n    guru dapat memberikan siswa pendidikan khusus dengan dukungan yang mereka\n    butuhkan setelah didorong ke dalam elearning dan, dalam banyak kasus,\n    kekurangan sumber daya dan pelatihan untuk mengajar secara efektif di media\n    online?\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Tantangan Pendidikan Siswa Berkebutuhan Khusus Belajar dari Rumah\n\u003C\/h3\u003E\nSiswa yang menerima layanan pendidikan khusus akan menghadapi tantangan\n    dalam pembelajaran online yang sama dengan rekan-rekan siswa pendidikan\n    umum mereka namun diperkuat oleh kebutuhan unik mereka. Mungkin tantangan\n    yang paling menonjol bagi para siswa ini adalah tidak adanya guru di\n    lingkungan belajar.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSebagian besar siswa pendidikan khusus memiliki\n    dukungan ekstra dalam\n    \n        pengaturan kelompok kecil\n   dukungan pendampingan guru dalam pengaturan pendidikan secara umum,\n    dukungan paraprofesional, atau bahkan layanan konsultasi untuk bidang\n    konten akademik. Ketika belajar di rumah, tingkat dukungan ini menurun\n    secara drastis.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMeskipun memiliki lebih banyak teknologi yang dikontrol\n    lewat ujung jari kami daripada sebelumnya, teknologi tidak dapat sepenuhnya\n    menggantikan kehadiran fisik seorang guru untuk menawarkan dukungan.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSelain tidak adanya kehadiran yang konsisten dari guru pendidikan\n    berkebutuhan khusus mereka, siswa pendidikan berkebutuhan khusus menghadapi\n    banyak tantangan lain ketika mereka belajar di rumah. Ruang kelas adalah\n    ruang yang sengaja dirancang untuk pembelajaran, dan ini tidak akan menjadi\n    kenyataan bagi banyak rumah siswa.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSiswa mungkin tidak memiliki ruang yang\n    nyaman untuk belajar dan bebas dari gangguan. Ini sangat merugikan bagi\n    siswa dengan sensitivitas sensorik dan \/ atau defisit perhatian. Selain\n    itu, siswa mungkin tidak memiliki akses ke sumber daya dan bahan yang\n    diperlukan untuk menjadi sukses atau mungkin memiliki waktu terbatas dengan\n    sumber daya karena mereka dibagi di antara banyak anggota rumah tangga.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp;Untuk siswa yang lebih muda dan siswa yang lebih tua dengan cacat atau\n    kelainan intelektual seperti autisme, mengubah lingkungan dan rutinitas\n    belajar dapat menjadi penyesuaian yang sangat sulit yang menghambat\n    kemajuan mereka. Hal ini berlaku untuk semua siswa pada tingkat tertentu,\n    tetapi siswa berkebutuhan khusus berisiko lebih tinggi untuk suasana\n    seperti ini.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Strategi Pengajaran untuk Siswa Pendidikan Berkebutuhan Khusus yang Belajar\n    dari Rumah\n\u003C\/h3\u003E\nBerikut ada beberapa strategi pengajaran pendidikan berkebutuhan khusus\n    yang dapat terapkan untuk memastikan para siswa ini menerima pendidikan\n    terbaik yang dimungkinkan. Berikut adalah beberapa tips untuk mendukung\n    siswa penyandang cacat di rumah.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch4\u003E\n    Merancang ulang Tujuan dan Sasaran Pembelajaran\n\u003C\/h4\u003E\nKetika beralih ke pembelajaran di rumah, tujuan dan sasaran perencanaan\n    harus bergeser untuk sebagian besar siswa. Setiap tujuan dan sasaran yang\n    tercantum dalam perencanaan belajar siswa harus dipantau kecuali dinyatakan\n    sebaliknya, tetapi ada beberapa tujuan yang tidak layak untuk pembelajaran\n    di rumah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMeskipun mungkin tampak memakan waktu, meluangkan waktu untuk\n    bertemu dengan tim Anda tentang tujuan untuk menunda, menghapus, atau\n    menambah selama pembelajaran di rumah akan sangat penting dalam jangka\n    panjang. Lakukan ini sejak dini sehingga Anda memiliki rencana yang jelas\n    untuk tujuan dan sasaran apa yang akan dimonitor untuk kemajuan dan\n    bagaimana selama pembelajaran jarak jauh.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch4\u003E\n    Berkomunikasi dengan Orang Tua dan Wali Siswa\n\u003C\/h4\u003E\nSama seperti guru yang telah beralih ke dalam fase pembelajaran baru,\n    \n        orang tua dan wali mengambil peran baru\n    \n    dalam pembelajaran anak-anak mereka. Tetapkan jadwal untuk menghubungi\n    orang tua, dan pastikan orang tua tahu bagaimana dan kapan harus\n    menghubungi Anda sesuai kebutuhan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nIngatlah bahwa walaupun orang tua\n    mungkin memiliki kebersamaan yang lama dengan siswa mereka, kemungkinan\n    besar mereka tidak memiliki pengalaman sebagai pendidik khusus. Memberikan\n    strategi, rekomendasi lingkungan, dan sumber daya tambahan kepada orang tua\n    akan menjadi kunci keberhasilan pembelajaran di rumah. Pastikan bahwa orang\n    tua menerima dukungan yang disesuaikan dengan kebutuhan khusus siswa\n    mereka.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch4\u003E\n    Mendorong Ruang Belajar di Rumah yang Efektif\n\u003C\/h4\u003E\nKetika menasihati keluarga tentang menyiapkan ruang belajar di rumah yang\n    efektif, penting untuk diingat bahwa banyak rumah siswa yang tidak\n    dilengkapi untuk belajar. Siswa mungkin tidak memiliki akses ke meja atau\n    bahkan ruang yang tenang untuk bekerja. Bersabar dan pengertian sangat\n    penting ketika membuat rekomendasi yang akan memaksimalkan apa yang siswa\n    miliki untuk belajar.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nJika memungkinkan, keluarga harus menyisihkan ruang\n    untuk belajar yang konsisten dan rutin. Mulai dari meja dapur hingga ruang\n    cadangan. Dorong keluarga untuk menemukan tempat yang pas untuk duduk dan\n    bekerja, tempat dimana gangguan dapat diminimalkan, dengan tempat duduk\n    yang nyaman.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch4\u003E\n    Menggabungkan Gerakan dan Pembelajaran\n\u003C\/h4\u003E\nSelama pembelajaran jarak jauh, siswa tidak bergerak tentang ruang kelas\n    atau di antara kelas seperti yang mereka lakukan di lingkungan sekolah\n    tradisional. Siswa dengan beberapa jenis tingkat kebutuhan khusus, akan\n    sangat dipengaruhi oleh penurunan aktivitas fisik dan fokus yang berkurang\n    ini.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMenanamkan gerakan ke dalam pelajaran Anda akan membantu siswa untuk\n    membakar energi dan memiliki lebih banyak stamina untuk belajar. Lebih\n    jauh, gerakan itu baik untuk kesehatan fisik dan mental.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch4\u003E\n    Manfaatkan Sumber Daya Teknologi Gratis\n\u003C\/h4\u003E\nTeknologi bantu adalah teknologi apa pun yang membantu siswa penyandang\n    cacat memahami kurikulum dan melakukan tugas akademik. Saat belajar di\n    rumah, banyak akomodasi yang dimiliki siswa di kelas mungkin sulit untuk\n    diimplementasikan, sehingga, bahkan siswa yang tidak memiliki teknologi\n    pendampingan secara resmi mereka dapat mengambil manfaat dari teknologi pendampingan di rumah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nUntungnya, ada banyak situs web gratis yang\n    menyediakan layanan seperti membaca lisan, pidato ke teks, dan font\n    disleksia untuk siswa dan guru.\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.bates.edu\/accessible-education\/assistive-technology\/free-and-low-cost-assistive-technology-resources\/#Visual\" target=\"_blank\"\u003E\n        Situs web ini\n    \u003C\/a\u003E\n    adalah tempat yang tepat untuk menemukan sumber daya teknologi bantu gratis\n    dan berbiaya rendah yang dapat diakses siswa di rumah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch4\u003E\n    Pertahankan Pola Pikir Pertumbuhan\n\u003C\/h4\u003E\nDi atas semua itu, penting bahwa tujuan pembelajaran jarak jauh untuk siswa\n    pendidikan berkebutuhan khusus adalah pertumbuhan. Memahami bahwa siswa\n    mungkin tidak menguasai konsep dan standar, tetapi jika mereka menunjukkan\n    kemajuan maka pengalaman belajar berhasil.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTujuannya adalah untuk\n    menumbuhkan lingkungan di mana siswa dapat tumbuh secara akademis dan\n    berkarakter. Bahkan ketika belajar dari jarak jauh, siswa penyandang cacat\n    harus memiliki dukungan yang dapat memberi mereka pertumbuhan yang tersedia\n    seperti rekan-rekan mereka pada pendidikan umumnya.\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/5724888931912055628\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/6-strategi-pembelajaran-siswa.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5724888931912055628"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5724888931912055628"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/6-strategi-pembelajaran-siswa.html","title":"6 Strategi  Pembelajaran Siswa Berkebutuhan Khusus di Rumah"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GEpo_GJp1mk\/XsaYf9SNVGI\/AAAAAAAABAc\/0tI0vYGMqzAcJoyqtg6H6k1dSVoV_M5KACLcBGAsYHQ\/s72-c\/6-Strategi-Pembelajaran-Siswa-Berkebutuhan-Khusus-di%2BRumah.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-916585475759688738"},"published":{"$t":"2020-05-20T21:16:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-05-20T21:16:01.323+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Karakteristik Gaya Belajar Logis"},"content":{"type":"html","$t":"Tipe pembelajar seperti apa yang memiliki kemampuan untuk berpikir secara\n    logis dan mampu mengeksplorasi? Pembelajar logis berhasil dengan\n    menggunakan urutan, langkah, dan logika. Pembelajar ini dapat membuat\n    koneksi dan mengenali pola dengan mudah, dan bekerja dengan baik dengan\n    angka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-s89an5fRam8\/XsUtWHco4HI\/AAAAAAAAA_8\/z5jGn1AIAhIIaYsJjxrvbZUjTkpKoxezgCLcBGAsYHQ\/s1600\/Karakteristik-Gaya-Belajar-Logis.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Karakteristik Gaya Belajar Logis\" border=\"0\" data-original-height=\"399\" data-original-width=\"600\" height=\"424\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-s89an5fRam8\/XsUtWHco4HI\/AAAAAAAAA_8\/z5jGn1AIAhIIaYsJjxrvbZUjTkpKoxezgCLcBGAsYHQ\/s640\/Karakteristik-Gaya-Belajar-Logis.jpg\" title=\"Karakteristik Gaya Belajar Logis\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMereka memiliki pendekatan yang sangat sistematis untuk belajar dan\n    sangat baik dalam menjaga dan terorganisir. Pelajaran teks-berat mungkin\n    tidak ideal untuk pelajar yang logis; mereka lebih suka memotong untuk\n    mengejar dan fokus pada fakta.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPada halaman ini Anda akan belajar\u0026nbsp; tentang gaya belajar yang\n    logis, tip untuk membantu mereka mencapai tujuan pembelajaran.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Apa Karakteristik Gaya Belajar yang Logis?\n\u003C\/h3\u003E\nUntuk menjelaskan gaya belajar logis, kita perlu memahami beberapa\n    karakteristik yang digambarkan oleh para siswa ini:\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul type=\"disc\"\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Menyimpan perencanaan dan penyelenggara yang terperinci\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Nikmati bermain game berbasis strategi\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Sangat investigatif dan ingin tahu\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Lebih suka visual daripada kata-kata\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Sangat berorientasi pada tujuan\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Cari aturan dan prosedur\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Berjuang menulis dengan kreatif\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Mungkin mengalami kesulitan melihat gambaran besar\n    \u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Ch3 id=\"tips\"\u003E\n    Kiat Belajar untuk Pelajar yang Logis\n\u003C\/h3\u003E\nKita tahu bahwa pembelajar logis-matematis biasanya metodis dan berpikir\n    dalam urutan linier. Menjadi tertarik, termotivasi dan secara aktif membuat\n    dan merancang visual mereka sendiri membantu para pelajar ini menyimpan\n    informasi penting, dan menciptakan titik referensi yang mudah untuk belajar\n    di masa depan.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nJadi untuk melayani mereka, kami telah mengumpulkan beberapa kiat belajar\n    untuk pelajar yang logis untuk membantu meningkatkan kinerja mereka.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul type=\"disc\"\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Siswa dengan gaya belajar logis-matematis belajar terbaik menggunakan\n        bahan visual, laptop, dan proyek langsung.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Pastikan untuk menyediakan struktur dengan seperangkat aturan, tujuan\n        dan prosedur untuk mereka karena para pelajar ini kadang-kadang dapat\n        berjuang dengan ambiguitas.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Tujuan bisa bersifat jangka pendek, tetapi pastikan untuk mendorong\n        anak Anda untuk berpikir besar dan menghasilkan tujuan jangka panjang\n        untuk bulan itu, atau bahkan tahun ajaran. Anda mungkin ingin\n        berinvestasi dalam perencana di mana mereka dapat merencanakan hari,\n        minggu dan \/ atau bulan untuk melacak kemajuan.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Bekerjalah dengan anak Anda untuk melihat urutan apa yang mereka\n        inginkan untuk mengerjakan subjek mereka, dan buat kalender yang dapat\n        dengan mudah mereka rujuk dan ikuti.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Highlighters dapat sangat membantu pelajar yang logis untuk\n        mengidentifikasi bagian-bagian yang paling penting saat mereka membaca.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Untuk kelas-kelas seperti sejarah, yang padat teks, garis waktu yang\n        mencantumkan fakta adalah cara yang bagus untuk membuat pelajar logis\n        Anda tetap terlibat. Struktur yang bersih dan organisasi yang berurutan\n        memungkinkan mereka menyerap informasi dengan mudah.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Dorong siswa Anda untuk memilih tema dan pola umum dalam sejarah;\n        izinkan mereka untuk menggunakan pengenalan pola ini secara kreatif dan\n        minta mereka mencoba memprediksi masa depan!\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Cobalah untuk mendorong pembelajaran sebagai pemecahan masalah dan\n        pencarian solusi. Jika siswa Anda tampak macet, ajukan pertanyaan\n        kepada mereka untuk mendorong pembelajaran atau dorong mereka untuk\n        menemukan jawaban di antara 'bukti'.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Sedapat mungkin mencoba menggunakan kategorisasi atau klasifikasi untuk\n        membantu peserta didik yang logis mencapai tujuan pembelajaran mereka.\n        Misalnya, untuk geografi Anda dapat menggunakan bahasa, etnis, dan\n        kategorisasi regional untuk mengajarkan hal ini kepada siswa Anda.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Mintalah anak Anda memecah-mecah potongan besar informasi menjadi bagan\n        dan grafik. Pembelajar logis-matematis suka membuat dan melihat peta,\n        bagan, garis besar, dan grafik.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Untuk siswa yang kesulitan menulis, mintalah mereka membuat garis besar\n        untuk diri mereka sendiri. Ini akan membantu mereka mengubah detail\n        yang lebih kecil menjadi ide gambaran besar.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\nMatematika dan sains biasanya adalah mata pelajaran yang dikuasai oleh\n    pelajar logika-matematis karena sifatnya yang rinci dan berdasarkan\n    prosedur dari mata pelajaran ini. Namun, pelajar yang logis mungkin\n    kesulitan dalam mata pelajaran ini ketika diberi masalah yang berat.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPastikan untuk memecah paragraf besar menjadi bagian-bagian kecil yang\n    mudah bagi siswa untuk dipecah. Anda juga dapat melihat tips studi untuk pelajar kinestetik, karena pelajar\n    yang logis dan kinestetik keduanya berkembang dengan baik dari kegiatan\n    yang dilakukan langsung."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/916585475759688738\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/karakteristik-gaya-belajar-logis.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/916585475759688738"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/916585475759688738"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/karakteristik-gaya-belajar-logis.html","title":"Karakteristik Gaya Belajar Logis"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-s89an5fRam8\/XsUtWHco4HI\/AAAAAAAAA_8\/z5jGn1AIAhIIaYsJjxrvbZUjTkpKoxezgCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Karakteristik-Gaya-Belajar-Logis.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-9203936025565787744"},"published":{"$t":"2020-05-19T22:41:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-05-19T22:41:26.057+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Referensi"}],"title":{"type":"text","$t":"Pengertian Istilah Frasa \"Karpet Merah\""},"content":{"type":"html","$t":"Warna merah identik dengan citra megah. Lahirlah istilah karpet merah untuk\n    seremoni acara penting atau menyambut pejabat. Hitam lekat dengan sesuatu\n    yang buruk, katakanlah kampanye hitam. Apa peran warna dalam bahasa?\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-LLtwu0RXD4U\/XsPvvo7hKSI\/AAAAAAAAA_s\/psNNBzDE-5IJePMh0LmApbjntibzV6U3gCLcBGAsYHQ\/s1600\/Pengertian-Istilah-Frasa-Karpet-Merah.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Pengertian Istilah Frasa \u0026quot;Karpet Merah\u0026quot;\" border=\"0\" data-original-height=\"360\" data-original-width=\"600\" height=\"384\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-LLtwu0RXD4U\/XsPvvo7hKSI\/AAAAAAAAA_s\/psNNBzDE-5IJePMh0LmApbjntibzV6U3gCLcBGAsYHQ\/s640\/Pengertian-Istilah-Frasa-Karpet-Merah.jpg\" title=\"Pengertian Istilah  \u0026quot;Karpet Merah\u0026quot;\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv\u003E\nKita sudah tak asing menggunakan frasa “karpet merah” yang sering\n        diasosiasikan sebagai jalur atau jalan yang dikhususkan bagi para elite\n        dalam acara resmi. Setidaknya demikian yang kaprah dalam beberapa acara\n        resmi semacam Oscar, penghargaan film di Amerika Serikat, atau\n        penyambutan tamu penting yang protokoler.\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMengapa merah? Tampaknya kata \u003Cem\u003Emerah\u003C\/em\u003E kerap diidentikkan dengan\n        megah, mewah, pembawa kehormatan, penanda prestise dan kekayaan sejak\n        dahulu kala. Suku Aztec dan Maya diketahui menggunakan serangga\n        Cochineal hanya demi mendapatkan merah menyala yang–konon–pada masanya\n        sulit diperoleh. Dalam sebuah drama karya Aeschylus (458 SM) tersua\n        sebuah referensi yang menyatakan bahwa merah tua penanda penting\n        penghormatan menyambut seorang pahlawan dari medan perang.\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKita kemudian bisa mengatakan bahwa beberapa warna tertentu mewakili\n        atau membawa makna spesifik. Carl Gustav Jung pernah melakukan\n        penelitian dengan hasil: warna ternyata mampu memengaruhi kondisi\n        psikologi manusia. Warna kemudian sering diartikan dan dihubungkan\n        dengan kondisi psikologis sang pemakai warna itu. Warna menjadi daya\n        ungkap dan isyarat tanpa bahasa.\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nHijau mewakili beraneka pemaknaan ketika disandingkan dengan beberapa\n        kata: meja hijau, mata hijau, planet hijau, dll. \u003Cem\u003EMeja hijau\u003C\/em\u003E\n        adalah frasa yang dikaitkan dengan pengadilan, tempat yang dikenal\n        sebagai jalan tengah mencari keadilan, titik temu, juga perdamaian.\n        Hijau sering diasosiasikan dengan damai, sejuk, tenteram, atau\n        penyembuhan, sumber kehidupan, dan kemakmuran. Namun, maknanya kemudian\n        berubah drastis dalam frasa \u003Cem\u003Emata hijau\u003C\/em\u003E yang setali tiga uang\n        dengan \u003Cem\u003Emata duitan.\u003C\/em\u003E\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cem\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/em\u003E\nBiru memiliki ruang sendiri. Biru yang identik dengan warna langit dan\n        laut sering dikaitkan dengan keteduhan, kecerdasan, dan kedalaman\nperasaan. Namun, maknanya kemudian berbelok dalam frasa        \u003Cem\u003E film biru\u003C\/em\u003E yang dihubungkan dengan sebagai film yang kuyup\n        adegan seksual.\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nHitam itu ke arah kejahatan. \u003Cem\u003EKampanye hitam\u003C\/em\u003E merujuk kepada\n        kampanye dengan segala macam usaha yang tak patut dan melanggar\n        peraturan. Demikian juga dengan k\u003Cem\u003Eelompok hitam, aliran hitam, \u003C\/em\u003E\ndan\u003Cem\u003E ilmu hitam.\u003C\/em\u003E Namun, hitam mengalami pergeseran makna dalam        \u003Cem\u003Ekambing hitam,\u003C\/em\u003E personifikasi korban atas tuduhan palsu yang\n        disengaja. Pun ketika ia dipakai dalam upacara perkabungan, menjadi\n        penanda perasaan sedih serta kehilangan.\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPutih yang identik dengan bersih, suci, baik, dan benar dipercaya dan\n        dikonstruksi pemaknaannya oleh manusia di masa lampau. Dalam cerita\n        atau dongeng kepahlawanan, tokoh baik sering digambarkan muncul atau\n        lahir dari cahaya yang memancarkan aura putih bersih atau memiliki ilmu\n        yang memancarkan cahaya silau\/putih.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBendera putih yang muncul dalam\n        sebuah perang disepakati sebagai tanda menyerah dan keluar dari\n        pertikaian. Pakaian tenaga medis berwarna putih lantaran ia tidak\n        termasuk dalam dua kubu yang berseteru.\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nWarna telah menjadi bagian konstruksi budaya dan daya ungkap bahasa.\n    \u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/9203936025565787744\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/pengertian-istilah-frasa-karpet-merah.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/9203936025565787744"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/9203936025565787744"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/pengertian-istilah-frasa-karpet-merah.html","title":"Pengertian Istilah Frasa \"Karpet Merah\""}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-LLtwu0RXD4U\/XsPvvo7hKSI\/AAAAAAAAA_s\/psNNBzDE-5IJePMh0LmApbjntibzV6U3gCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Pengertian-Istilah-Frasa-Karpet-Merah.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-2182726997639193234"},"published":{"$t":"2020-05-19T19:24:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-05-19T19:24:26.105+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Beberapa Karakteristik  Gaya Belajar Kinestetik"},"content":{"type":"html","$t":"Pembelajar taktil dan pembelajar kinestetik seringkali satu dalam hal yang\n    sama. Kedua peserta didik sangat aktif. Mereka belajar paling baik dengan\n    menyentuh, bergerak, dan melakukan olah fisik. Peserta didik kinestetik lebih\n    suka menggambar, membangun, atau menyatukan sesuatu melalui coba-coba.\n    Karena itu, peserta didik kinestetik-kinile dapat menjadi kurang bergairah\n    dalam ruang kelas tradisional.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-CPN1VtCXvXY\/XsPBbri75EI\/AAAAAAAAA_c\/8vF8TvmsCTYWuG71RBPzNOkL9iAnZOjHACLcBGAsYHQ\/s1600\/Beberapa-Karakteristik-Gaya-Belajar-Kinestetik.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Beberapa Karakteristik  Gaya Belajar Kinestetik\" border=\"0\" data-original-height=\"391\" data-original-width=\"600\" height=\"416\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-CPN1VtCXvXY\/XsPBbri75EI\/AAAAAAAAA_c\/8vF8TvmsCTYWuG71RBPzNOkL9iAnZOjHACLcBGAsYHQ\/s640\/Beberapa-Karakteristik-Gaya-Belajar-Kinestetik.jpg\" title=\"Beberapa Karakteristik  Gaya Belajar Kinestetik\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan id=\"goog_107647301\"\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan id=\"goog_107647302\"\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\nPada halaman ini Anda akan belajar lebih banyak tentang gaya belajar\n    kinestetik dan bagaimana Anda dapat membantu anak Anda mencapai kesuksesan\n    dengan memanfaatkan kekuatan belajar mereka.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Apa Karakteristik Pembelajar Kinestetik?\n\u003C\/h2\u003E\nOrang yang pembelajar kinestetik biasanya berbagi karakteristik ini:\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul type=\"disc\"\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Sangat terkoordinasi\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Belajar melalui kegiatan\/praktek langsung\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Susah kalau tinggal diam\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Biasanya pemain dan atlet\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Banyak energi\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Energi motorik yang kuat\n    \u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\nBeberapa karakteristik pelajar kinestetik tampaknya tumpang tindih dengan\n    karakteristik . Dalam kedua kasus, anak laki-laki lebih cenderung menjadi\n    pembelajar kinestetik atau didiagnosis. Ingatlah bahwa gaya belajar\n    biasanya merupakan cara siswa menyimpan informasi terbaik. Gaya belajar\n    kinestetik merangsang pikiran siswa untuk tetap terlibat dengan subjek atau\n    topik.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Kiat Belajar untuk Pembelajar Kinestetik\n\u003C\/h2\u003E\nPembelajar kinestetik mempertahankan informasi dengan memasukkan:\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul type=\"disc\"\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Gerakan\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Bangunan\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Cerita\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Visual\n    \u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\nBelajar harus mengasyikkan, tetapi bagi pelajar kinestetik, gerakan adalah\n    kuncinya! Siswa-siswa ini akan dapat tetap terlibat dan menyimpan lebih\n    banyak informasi dengan pelajaran yang mencakup aktivitas fisik daripada\n    apa yang mereka baca atau dengar. Berikut adalah beberapa cara agar dapat\n    memasukkan gerakan ke dalam jadwal Anda:\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul type=\"disc\"\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Dorong anak Anda untuk menggambar diagram dan menelusuri huruf akan\n        meningkatkan keterampilan membaca dan menulis mereka. Anda juga dapat\n        meminta mereka membuat surat menggunakan alat. Kemudian mereka dapat\n        membuat kata atau kalimat.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Tampilkan kembali cerita atau adegan dari masa lalu di rumah bersama\n        anak Anda untuk membantu mereka mempelajari sejarah dan sastra. Atau\n        minta mereka membuat \/ membangun garis waktu dari acara yang sedang\n        dibahas.\n        \u003Cbr \/\u003E\n        Memasukkan benda-benda fisik seperti koin atau uang kertas, jam, balok\n        dapat terbukti berguna saat mengajarkan konsep matematika.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Lakukan eksperimen sains dengan siswa Anda dan ikat kembali ke topik\n        yang Anda diskusikan minggu atau bulan itu.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Biarkan mereka mengekspresikan kreativitas mereka dengan mengikuti\n        kursus seni atau drama.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Menggunakan kartu flash bisa sangat berguna dan menyenangkan! Menulis\n        informasi dan membalik kartu bolak-balik melibatkan otak secara fisik\n        saat belajar.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Pembelajar kinestetik-taktil pandai multitasking. Jika siswa Anda suka\n        jalan-jalan, mintalah mereka juga mendengarkan podcast pendidikan, buku\n        audio, atau video.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Mintalah siswa Anda bertindak sebagai guru. Ajukan pertanyaan tentang\n        topik yang telah mereka pelajari. Mintalah mereka membuat lembar kerja\n        atau kuis untuk Anda. Ini memungkinkan mereka untuk mengingat kembali\n        informasi yang mereka ketahui kepada Anda.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Pembelajar kinestetik sangat suka berpartisipasi dalam perjalanan\n        pendidikan dan permainan seperti RummiKub, Scrabble, Monopoly, dan game\n        sejenis lainnya.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\nDengan memasukkan gerakan atau semacam aksi fisik ke dalam pembelajar Anda\n    yang menggunakan taktik kinestetik, Anda memungkinkan mereka untuk\n    memaksimalkan potensi belajar mereka. Memanfaatkan lingkungan dan energi\n    mereka dengan cara yang positif akan memungkinkan para pelajar ini untuk\n    mencapai tonggak dan prestasi dalam petualangan pendidikan mereka.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nGaya belajar kinestetik-taktil bermanfaat bagi semua siswa, termasuk mereka\n    yang belajar auditori dan visual. Pembelajaran langsung membahas kebutuhan\n    pembelajar kinestetik dan pembelajar visual dan pendengaran sama.\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/2182726997639193234\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/beberapa-karakteristik-gaya-belajar_19.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2182726997639193234"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2182726997639193234"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/beberapa-karakteristik-gaya-belajar_19.html","title":"Beberapa Karakteristik  Gaya Belajar Kinestetik"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-CPN1VtCXvXY\/XsPBbri75EI\/AAAAAAAAA_c\/8vF8TvmsCTYWuG71RBPzNOkL9iAnZOjHACLcBGAsYHQ\/s72-c\/Beberapa-Karakteristik-Gaya-Belajar-Kinestetik.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-4727990363544305283"},"published":{"$t":"2020-05-18T20:00:00.002+08:00"},"updated":{"$t":"2020-05-18T20:00:29.108+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Beberapa Karakteristik Gaya Belajar Verbal"},"content":{"type":"html","$t":"Gaya belajar verbal-linguistik sering disamakan dengan gaya belajar\n    auditori. Namun, walaupun keduanya memiliki beberapa kesamaan, tetapi kedua\n    gaya belajar itu sepenuhnya berbeda. Peserta didik verbal belajar melalui\n    kata-kata yang mereka dengar sebagai lawan dari hanya mendengar secara umum\n    yang merupakan ciri dari peserta didik pendengaran\/auditori.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Grw-JrCHL18\/XsJ4pP04g8I\/AAAAAAAAA-4\/cDz83K0Y7qYDQ4fr8p7taxmuKMuTPawXwCLcBGAsYHQ\/s1600\/Beberapa-Karakteristik-Gaya-Belajar-Verbal.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Beberapa Karakteristik Gaya Belajar Verbal\" border=\"0\" data-original-height=\"385\" data-original-width=\"600\" height=\"410\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Grw-JrCHL18\/XsJ4pP04g8I\/AAAAAAAAA-4\/cDz83K0Y7qYDQ4fr8p7taxmuKMuTPawXwCLcBGAsYHQ\/s640\/Beberapa-Karakteristik-Gaya-Belajar-Verbal.jpg\" title=\"Beberapa Karakteristik Gaya Belajar Verbal\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDi halaman ini, Anda akan belajar tentang karakteristik pembelajar verbal,\n    menemukan kiat belajar untuk membantu mereka sukses dan banyak lagi!\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003EBagaimana Karakteristik Pembelajar Linguistik?\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/strong\u003E\nPembelajar verbal-linguistik menyukai kata-kata tertulis dan lisan. Mereka\n    secara alami tertarik pada bahasa secara umum, yang berarti ada banyak\n    kesempatan untuk belajar. Di bawah ini adalah beberapa karakteristik\n    pembelajar bahasa:\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul type=\"disc\"\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Memiliki ketertarikan dengan kata-kata dan cenderung belajar kata-kata\n        baru dengan mudah.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Biasanya memiliki kosakata yang kaya.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Cenderung berkembang dalam kegiatan membaca dan menulis.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Cenderung menikmati permainan yang melibatkan permainan kata seperti\n        teka-teki Scrabble, Boggle dan teka-teki silang.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Sering berbakat belajar bahasa baru.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Mungkin mengalami kesulitan mengeja atau memvisualisasikan informasi.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Cenderung sering bertanya dan memiliki ekspresi verbal yang sangat\n        baik.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Nikmati membaca, apakah itu untuk diri sendiri atau orang lain.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Tidak suka diam dan senang berpartisipasi dalam kelompok belajar.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Cenderung melakukan lebih baik dengan masalah kata dalam matematika\n        dibandingkan dengan persamaan.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        menikmati berbicara tentang apa yang mereka baca, dan mudah mengingat\n        kutipan, permainan kata dan sajak.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cstrong\u003EKiat Belajar untuk Pembelajar Verbal\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPembelajar verbal memperoleh pengetahuan melalui kata-kata tertulis dan\n    lisan. Untuk membantu pembelajar bahasa berhasil dalam studi mereka,\n    penting untuk memanfaatkan kekuatan unik mereka. Di bawah ini adalah\n    beberapa kiat belajar untuk pembelajar verbal untuk membantu memulai\n    kegiatan belajar:\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul type=\"disc\"\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Pastikan untuk menawarkan instruksi secara tertulis dan verbal daripada\n        secara visual, karena pelajar verbal kemungkinan besar akan kesulitan\n        dengan gambar atau diagram.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Baca buku dengan keras dan mintalah anak membacanya kembali kepada Anda\n        atau orang lain juga.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Jangan menggunakan suara monoton sehingga pembelajar verbal akan dapat\n        memahami informasi, yang merupakan bagian terpenting dari pembelajaran.\n        Cobalah untuk menggunakan suara dan karakter yang berbeda.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Buat daftar kata-kata baru setiap hari bersama dengan suara dan\n        artinya.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Membangun ritme saat membaca atau berbicara dengan suara keras membantu\n        meningkatkan kemampuan menghafal.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Berikan siswa materi tertulis untuk diedit untuk meningkatkan\n        pembelajaran mereka. Pembelajar ini menghargai kompleksitas struktur\n        kata dan kalimat.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Seorang siswa verbal akan tampil lebih baik ketika diminta untuk\n        menulis tentang topik ilmiah daripada menggambarnya.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Tentukan laporan buku, skrip untuk dihafal dan dilakukan, kata masalah\n        dalam matematika, dan debat untuk pelajar verbal Anda untuk mendapatkan\n        keterlibatan sebanyak mungkin.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Mengizinkan siswa Anda untuk menulis kisahnya sendiri juga bisa menjadi\n        kesempatan belajar yang luar biasa bagi pembelajar verbal.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Minta anak Anda untuk membuat cerita tentang zaman - mungkin\n        menggabungkan ilmu pengetahuan dan sejarah untuk menciptakan kisah\n        penemuan terbesar Albert Einstein berdasarkan topik yang telah mereka\n        pelajari.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Cobalah permainan edukasi untuk melibatkan siswa Anda. Pembelajar\n        verbal melakukan dengan baik dengan Boggle, Scrabble, teka-teki silang,\n        atau bahkan pencarian kata. Tambahkan beberapa kompetisi ramah ke dalam\n        campuran dan anak Anda bahkan tidak akan menyadari bahwa mereka sedang\n        belajar.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Menggabungkan proyek tertulis sesering mungkin.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\nGaya belajar verbal dan pendengaran memiliki beberapa crossover seperti\n    yang disebutkan dalam pengantar. . Untuk belajar, mintalah anak Anda\n    membacakan fakta ke dalam perekam suara dan memainkannya kembali sebagai\n    bahan belajar nanti. Jangan ragu memberi siswa kesempatan untuk berpikir\n    keras, yang dapat membantu mereka memproses informasi yang rumit.\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/4727990363544305283\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/beberapa-karakteristik-gaya-belajar_0.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4727990363544305283"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4727990363544305283"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/beberapa-karakteristik-gaya-belajar_0.html","title":"Beberapa Karakteristik Gaya Belajar Verbal"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Grw-JrCHL18\/XsJ4pP04g8I\/AAAAAAAAA-4\/cDz83K0Y7qYDQ4fr8p7taxmuKMuTPawXwCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Beberapa-Karakteristik-Gaya-Belajar-Verbal.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-111153686320180774"},"published":{"$t":"2020-05-18T12:22:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-05-18T12:22:04.946+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Beberapa Karakteristik Gaya Belajar Auditori (Pendengaran)"},"content":{"type":"html","$t":"Gaya belajar pendengaran berarti seseorang belajar didominasi dengan\n    mendengarkan. Musik, klip video, dan percakapan adalah cara belajar ideal\n    mereka. Pelajar auditori cenderung berhasil dengan baik di lingkungan\n    sekolah tradisional mendengarkan ceramah, dan juga berkontribusi dalam\n    diskusi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/3765030\/pexels-photo-3765030.jpeg?cs=srgb\u0026amp;dl=sehat-alam-pria-orang-orang-3765030.jpg\u0026amp;fm=jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"533\" data-original-width=\"800\" height=\"426\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/3765030\/pexels-photo-3765030.jpeg?cs=srgb\u0026amp;dl=sehat-alam-pria-orang-orang-3765030.jpg\u0026amp;fm=jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKurikulum multimedia juga bagus untuk meningkatkan keterampilan\n    belajar pendengaran mereka.\u003Cbr \/\u003E\nPada halaman ini Anda akan menemukan karakteristik pembelajar auditori,\n    jenis kurikulum mana yang paling berhasil, tips tentang cara memaksimalkan\n    potensi belajar mereka dan banyak lagi!\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003EApa Karakteristik Pembelajar Auditory?\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nOrang-orang yang belajar auditori-aural biasanya berbagi karakteristik ini:\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul type=\"disc\"\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Sering bicara, ke diri sendiri dan ke orang lain\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Lebih suka petunjuk yang diucapkan\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Kesulitan berkonsentrasi di lingkungan yang bising tidak tenang\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Menyukai kuliah dan diskusi\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Lebih mengingat nama, bukan wajah\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Mengekspresikan emosi dengan nada dan volume suara\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Berpikiran musikal\n    \u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cstrong\u003EKiat Belajar untuk Pembelajar Auditori \/ Aural\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBerpikir keras adalah kunci untuk menghilangkan hambatan dalam perjalanan\n    pendidikan pelajar auditori; orang tua dan pendidik dapat membantu\n    siswa-siswa ini dengan cara menawarkan telinga yang mendengarkan dan\n    menawarkan bisikan untuk membantu mereka memikirkan informasi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKetika siswa\n    Anda sedang berjuang untuk memahami konsep baru, dorong dia untuk berbicara\n    melalui konsep atau masalah tersebut. Gunakan istilah seperti \"jelaskan,\"\n    \"jelaskan,\" atau \"bahas\" untuk meningkatkan pemahaman.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTingkatkan pengalaman pendidikan anak dengan memanfaatkan keterampilan\n    belajar pendengaran mereka dengan tips belajar berikut untuk pelajar dengan\n    dominasi pendengaran:\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul type=\"disc\"\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Pengulangan - Karena berbicara adalah komponen kunci dari gaya belajar\n        auditori, mintalah siswa Anda mengulangi ide dengan kata-kata mereka\n        sendiri akan sangat meningkatkan pengalaman belajar mereka.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Sesi tanya jawab - Sesi jenis ini sangat bagus untuk membuat pelajar\n        aural tetap terlibat dan membantu mereka dengan mudah menyerap\n        informasi penting tentang topik tertentu.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Debat - peserta didik pendengaran seringkali merupakan kupu-kupu\n        sosial, dan karena mereka perlu mendengarkan, berbicara, dan\n        berinteraksi untuk belajar dengan baik, debat biasanya merupakan cara\n        yang menyenangkan untuk mengubah dan meningkatkan percakapan pada\n        subjek tertentu.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Musik - Lagu adalah cara terbaik untuk melibatkan anak Anda dan cara\n        yang bagus untuk mulai mempelajari konsep. Untuk siswa yang lebih muda,\n        memulai dengan lagu alfabet membantu mereka belajar dan mengingat\n        urutan alfabet, yang merupakan kunci ketika belajar membaca. Anak-anak\n        yang lebih besar dapat belajar tentang sains dari lagu-lagu yang\n        mengajarkan tentang sistem pencernaan, kerangka, dan pernapasan, hanya\n        untuk beberapa nama. Selain itu, siswa dapat belajar tentang gelombang\n        suara melalui musik serta konsep lainnya.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Baca semua - Membacakan dengan lantang kepada siswa Anda juga membantu\n        mereka belajar, terutama jika anak Anda mengulanginya setelah Anda.\n        Ketika mereka maju dalam keterampilan membaca mereka, peserta didik\n        pendengaran harus mengeluarkan kata-kata dan memecah suku kata dari\n        setiap kata. Pengulangan adalah kuncinya!\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Klub buku - Membuat anak Anda menjelaskan konsep kepada orang lain\n        secara lisan memberi mereka kesempatan untuk berbicara melalui situasi\n        dan informasi, belum lagi sepenuhnya menyerapnya.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Rekaman diri - Ketika siswa mendengar diri mereka sendiri menjelaskan\n        definisi dengan keras, itu membantu mereka memahami konsep dan\n        mengembangkannya. Sebagian besar smartphone menawarkan perekam audio\n        yang dapat diputar kapan saja.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Proyek kelompok \/ teman belajar - Bekerja sama dengan siswa lain dan\n        secara lisan memperkuat informasi akan membantu peserta didik\n        pendengaran menyimpan fakta dan detail.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Podcast - Ini sangat berguna untuk pelajar auditori, dan dapat\n        menggantikan musik saat perjalanan panjang dengan mobil atau bahkan\n        saat berolahraga!\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Show \u0026amp; Tell - Pilih hari dalam seminggu untuk ditampilkan \u0026amp;\n        diceritakan. Siswa Anda dapat memilih objek dan menceritakan sebuah\n        kisah tentang dirinya. Untuk membuatnya sedikit lebih menantang, minta\n        mereka menggunakan beberapa kata sifat atau kata-kata kosakata yang\n        mereka pelajari!\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Verbal Games - Bukan rahasia lagi bahwa belajar melalui permainan itu\n        efektif. Untuk peserta didik permainan seperti \"Just a Minute\" dan\n        \"Fakta atau Fiksi\" adalah cara yang sempurna untuk menguji atau\n        menambah pengetahuan tentang topik tertentu. \"Ini atau Itu\" adalah\n        permainan hebat lainnya yang bermanfaat bagi peserta didik pendengaran.\n        Jika topiknya adalah \"hiu\", air hangat atau panas? Tulang atau tulang\n        rawan? Lima atau Enam indera? Timbangan atau tidak ada timbangan? Dan\n        seterusnya.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Melafalkan - Melafalkan informasi dengan lantang membantu peserta didik\n        pendengaran mempertahankan apa yang diajarkan kepada mereka.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/111153686320180774\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/beberapa-karakteristik-gaya-belajar_18.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/111153686320180774"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/111153686320180774"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/beberapa-karakteristik-gaya-belajar_18.html","title":"Beberapa Karakteristik Gaya Belajar Auditori (Pendengaran)"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-4261698454081809690"},"published":{"$t":"2020-05-17T21:12:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-05-17T21:29:39.181+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Beberapa Karakteristik Gaya Belajar Visual"},"content":{"type":"html","$t":"Menjadi pembelajar visual memerlukan pemikiran melalui media gambar\n    daripada dalam bentuk kata-kata. Pembelajar visual cara belajar paling baik\n    adalah dengan memanfaatkan grafik, tabel, grafik, peta, warna, dan diagram.\n    Mereka juga cenderung belajar secara holistik, bukannya berurutan, atau\n    sebagian. Salah satu manfaat menjadi pembelajar visual adalah dengan mudah\n    melihat gambaran garis besarnya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/4145197\/pexels-photo-4145197.jpeg?auto=compress\u0026amp;cs=tinysrgb\u0026amp;dpr=2\u0026amp;h=650\u0026amp;w=940\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"534\" data-original-width=\"800\" height=\"426\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/4145197\/pexels-photo-4145197.jpeg?auto=compress\u0026amp;cs=tinysrgb\u0026amp;dpr=2\u0026amp;h=650\u0026amp;w=940\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAkibatnya, para pelajar ini kadang-kadang\n    mungkin kurang memahami detailnya.\n\u003Cbr \/\u003E\nPada halaman ini, kita akan berbicara tentang kelebihan dan kekurangan dari\n    gaya belajar visual, menawarkan tips belajar untuk pelajar visual, dan\n    membantu menemukan bagaimana dapat bermanfaat bagi siswa jenis ini.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Bagaimana Karakteristik Pembelajar Visual?\n\u003C\/h3\u003E\nPembelajar visual pintar menyerap informasi melalui apa yang mereka lihat.\n    Beberapa karakteristik utama pelajar visual meliputi:\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul type=\"disc\"\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Mereka cenderung memiliki imajinasi yang jelas dan ini kadang-kadang\n        dapat menyebabkan melamun atau mengembara secara mental.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Karena mereka berfikir terutama dalam gambar, mereka sangat menikmati\n        stimulasi visual.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Mereka cenderung memahami makna yang mendasari di balik bahasa tubuh\n        dan ekspresi wajah. Di sisi lain, mereka mungkin perlu melihat bahasa\n        tubuh dan ekspresi wajah seseorang untuk sepenuhnya memahami apa yang\n        ingin mereka katakan.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Mereka biasanya pandai membaca peta dan grafik.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Ketika datang ke ejaan, mereka seringkali perlu memvisualisasikan\n        kata-kata untuk mengejanya dengan benar.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Mereka biasanya pandai menggunakan intuisi mereka untuk menyelesaikan\n        masalah.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Mereka menikmati menonton video, menggunakan kartu flash dan menyoroti\n        informasi.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Mereka dengan mudah melihat hal-hal baru di ruangan atau perubahan\n        fisik pada seseorang.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Mereka cenderung membuat daftar untuk mengingat informasi.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Mereka biasanya memiliki bakat artistik, mekanik, atau teknologi yang\n        kuat.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Mereka perfeksionis dan biasanya sangat terorganisir.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Mereka dapat dengan mudah mengidentifikasi pola dalam apa yang mereka\n        lihat.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Mereka biasanya memilih lingkungan yang tenang karena mereka dapat\n        dengan mudah terganggu oleh suara bising.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Ch3 id=\"tips\"\u003E\n    Kiat Belajar untuk Pembelajar Visual\n\u003C\/h3\u003E\nPembelajar visual memiliki banyak kekuatan. Mereka cermat dan sangat\n    menghargai perencanaan dan pengorganisasian dalam kehidupan akademik\n    mereka. Mereka sangat menyadari hal-hal seperti warna, kecerahan, kontras,\n    dan elemen visual lainnya. Mengambil keuntungan dari kekuatan ini secara\n    signifikan dapat meningkatkan kinerja mereka.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBerikut adalah beberapa kiat belajar untuk pelajar visual:\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul type=\"disc\"\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Alih-alih menulis karya mereka, izinkan siswa untuk merepresentasikan\n        pembelajaran mereka dengan cara visual dan kreatif. Kreativitas adalah\n        kunci bagi pelajar visual-spasial.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Berikan mereka papan tulis pribadi dan spidol penghapus kering dengan\n        banyak warna. Ini memungkinkan anak Anda untuk dengan mudah menggambar\n        ide dan konsep tanpa menyia-nyiakan kertas atau mengambil banyak ruang.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Coba gunakan warna-warna cerah jika memungkinkan karena ini membantu\n        membuat jejak pada pikiran anak Anda.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Pertimbangkan menonton film dokumenter daripada menggunakan buku teks\n        bila memungkinkan.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Buat daftar tugas dengan anak Anda sehingga mereka dapat merujuk\n        kembali kepada mereka, membantu mereka tetap di jalur dan\n        memvisualisasikan kemajuan mereka.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Masukkan banyak peta konsep dalam studi Anda. Gambarkan ide utama dan\n        kemudian biarkan anak Anda menelusuri kategori dan subkategori.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Gunakan banyak alat bantu visual dalam pembelajaran. Setiap instruksi\n        pendengaran perlu disertai dengan sesuatu yang dapat dilihat oleh siswa\n        dengan mata mereka.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Coba kode warna. Menetapkan warna ke tema umum dalam buku teks, seperti\n        menggunakan stabilo kuning untuk kata-kata kosakata, memungkinkan siswa\n        Anda untuk mengaitkan warna dengan istilah.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Warna dapat membantu otak mengingat konsep yang kompleks dan abstrak.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Pertimbangkan untuk membuat \/ menggunakan presentasi PowerPoint untuk\n        membahas topik atau konsep yang telah Anda pelajari. Pastikan untuk\n        menggunakan isyarat visual dalam presentasi Anda.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Cobalah untuk menyediakan ruang belajar yang tenang untuk pelajar\n        visual-spasial Anda, karena mereka cenderung berkembang di lingkungan\n        seperti ini.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Bantu anak Anda mengatur catatan mereka seperti garis besar. Lekukan\n        dan peluru sederhana menciptakan subdivisi visual yang dapat membantu\n        pelajar Anda melihat bagaimana konsep yang lebih besar terkait dengan\n        yang spesifik.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Pertimbangkan berinvestasi dalam alat tulis, stiker, dan perlengkapan\n        lain yang akan dinikmati dan digunakan anak Anda. Anda dapat menetapkan\n        alat tulis berbeda untuk setiap mata pelajaran (atau topik) sehingga\n        secara visual berbeda.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Kapan pun memungkinkan ganti kata dengan simbol. Trik sederhana ini\n        membantu pelajar visual mengasosiasikan simbol dengan konsep,\n        mempercepat tulisan mereka dan menciptakan bantuan visual yang mereka\n        butuhkan. Misalnya, # dapat mengganti kata \"angka\", ≠ dapat mengganti\n        kata \"berbeda\", ☮ dapat mengganti kata \"damai\" dan sebagainya.\n    \u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\n        Mesin pencari dapat menjadi alat yang hebat untuk pelajar visual. Anda\n        dapat mencari kata, tempat, dan konsep di bagian gambar alih-alih\n        pencarian biasa. Siswa Anda dapat mempelajari hal-hal seperti siklus\n        air, sistem pencernaan, anatomi manusia dan banyak lagi dengan semua\n        representasi visual dari apa yang mereka pelajari\n    \u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/4261698454081809690\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/beberapa-karakteristik-gaya-belajar.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4261698454081809690"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4261698454081809690"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/beberapa-karakteristik-gaya-belajar.html","title":"Beberapa Karakteristik Gaya Belajar Visual"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-3221952333778006161"},"published":{"$t":"2020-05-17T19:38:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-05-27T21:46:10.264+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"7 Jenis Gaya Belajar yang Penting untuk Diketahui"},"content":{"type":"html","$t":"Gagasan gaya belajar yang berbeda mulai mendapatkan popularitas di\n    pertengahan 70-an dan sejak saat itu, gagasan tersebut telah memengaruhi\n    cara pendidikan dan pembelajaran dipersepsikan. Sama seperti ada\n    \n        metode pengajaran yang berbeda\n    \n    , banyak orang juga percaya ada berbagai cara untuk belajar dan memahami\n    informasi baru.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/710743\/pexels-photo-710743.jpeg?cs=srgb\u0026amp;dl=belum-tua-cewek-dewasa-di-luar-rumah-710743.jpg\u0026amp;fm=jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"580\" data-original-width=\"800\" height=\"462\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/710743\/pexels-photo-710743.jpeg?cs=srgb\u0026amp;dl=belum-tua-cewek-dewasa-di-luar-rumah-710743.jpg\u0026amp;fm=jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTerlepas dari kritik, banyak orang mulai mencari cara belajar yang berbeda\n    dan menilai metode belajar yang disukai siswa mereka sendiri. Banyak orang\n    tua di negarea-negara maju dari siswa berusaha mencari homeschooling\n    sebagai alternatif pendidikan untuk pertama kalinya, biasanya memulai\n    dengan belajar lebih banyak tentang jenis-jenis gaya belajar dan bagaimana\n    anak-anak belajar dengan baik .\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSelanjutnya di bawah ini ada beberapa konsep memahami lebih banyak tentang\n    berbagai jenis belajar:\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Bagaimana Anak-Anak Belajar?\n\u003C\/h3\u003E\nSetiap anak memiliki preferensi belajar yang berbeda. Di antara berbagai\n    cara belajar, beberapa lebih suka belajar dengan mendengar, beberapa dengan\n    melihat, yang lain dengan melakukan, beberapa dengan membaca dan yang lain\n    dengan mengajukan pertanyaan. Satu hal yang sama-sama dimiliki oleh semua\n    siswa adalah bahwa mereka semua belajar paling baik ketika mereka dapat\n    memasukkan item dan topik yang menarik minat mereka ke dalam studi mereka,\n    misalnya, blok bangunan, musik, mode, pesawat terbang, dll.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMeskipun ada gaya belajar yang berbeda, siswa kemungkinan akan menyukai\n    beberapa gaya dan bukan hanya satu. Namun, Anda mungkin dapat melihat pola\n    dalam preferensi belajar mereka. Sebagai contoh, seorang siswa yang\n    pembelajar visual juga dapat menjadi pembelajar yang sangat sosial dan\n    verbal yang lebih suka belajar topik-topik sulit terutama menggunakan\n    keterampilan utama mereka.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMemahami bagaimana siswa Anda belajar mungkin adalah salah satu bagian\n    terpenting dari homeschooling anak Anda. Gaya belajar memungkinkan anak\n    Anda untuk mendapatkan yang terbaik dari pengalaman homeschool mereka, dan\n    membantu orang tua memilih kurikulum terbaik untuk anak-anak mereka.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Apa saja gaya belajar yang berbeda itu?\n\u003C\/h3\u003E\nSaat ini ada tujuh gaya belajar:\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    1. Pelajar Visual (spasial)\n\u003C\/h3\u003E\nGaya ini menggunakan gambar, gambar, dan pemahaman spasial untuk belajar.\n    Siswa-siswa ini dapat dengan mudah memvisualisasikan informasi dan memiliki\n    arah yang baik. Menggunakan papan tulis bisa berguna untuk pelajar jenis\n    ini yang biasanya suka menggambar dan menggambar. Lebih lengkap dapat dibaca pada link berikut:\u0026nbsp; \u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/beberapa-karakteristik-gaya-belajar.html\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cb\u003EGaya Pelajar Visual\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    2. Pelajar Aural (pendengaran)\n\u003C\/h3\u003E\nSuara dan musik sangat cocok untuk tipe pelajar yang biasanya memiliki\n    ritme yang baik. Peserta didik ini biasanya penyanyi atau musisi yang akrab\n    dengan instrumen yang berbeda dan suara yang mereka buat. Pembelajar Aural\n    adalah pendengar yang baik yang biasanya belajar paling baik melalui\n    presentasi verbal seperti ceramah dan pidato. Lebih lanjut dibahas pada link berikut\u0026nbsp;\u003Cb\u003EB\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/beberapa-karakteristik-gaya-belajar_18.html\" target=\"_blank\"\u003Eeberapa karakteristik gaya belajar Aural\u003C\/a\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    3. Pelajar Verbal (linguistik)\n\u003C\/h3\u003E\nPeserta didik ini lebih suka menggunakan kata-kata, baik dalam ucapan\n    maupun tulisan. Mereka dapat dengan mudah mengekspresikan diri mereka\n    sendiri dan biasanya suka membaca dan menulis. Pembelajar verbal cenderung\n    memiliki kosakata yang luas dan unggul dalam kegiatan yang melibatkan\n    berbicara, berdebat, dan jurnalisme. \u003Cb\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/beberapa-karakteristik-gaya-belajar_0.html\" target=\"_blank\"\u003EBerikut Beberapa Karakteristik belajar\u0026nbsp; Verbal\u003C\/a\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    4. Pelajar Fisik (kinestetik)\n\u003C\/h3\u003E\nBaik itu dengan menggunakan tubuh atau tangan mereka, para pelajar ini\n    semua tentang indera peraba. Kegiatan fisik dan olahraga memainkan peran\n    besar dalam kehidupan siswa ini. Mendapatkan tangan adalah suatu keharusan\n    bagi para pelajar yang suka mengotak-atik dan belajar terbaik saat mereka\n    dapat melakukan daripada melihat atau mendengar. Berikut : \u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/beberapa-karakteristik-gaya-belajar_19.html\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cb\u003EBeberapa Karakteristik belajar kinestetik\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    5. Pelajar yang logis (matematis)\n\u003C\/h3\u003E\nJika ada logika, alasan dan angka yang terlibat, peserta didik ini yakin\n    untuk unggul. Siswa-siswa ini berfungsi dan memecahkan masalah yang rumit\n    dengan menggunakan strategi dan cara berpikir ilmiah mereka. Pemrograman\n    komputer, matematika, dan sains biasanya disukai oleh para pembelajar jenis\n    ini. Berikut : \u003Cb\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/karakteristik-gaya-belajar-logis.html\" target=\"_blank\"\u003Ebeberapa karakteristik belajar logis\u003C\/a\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    6. Pelajar Sosial (interpersonal)\n\u003C\/h3\u003E\nJika ada logika, alasan dan angka yang terlibat, peserta didik ini yakin\n    untuk unggul. Siswa-siswa ini berfungsi dan memecahkan masalah yang rumit\n    dengan menggunakan strategi dan cara berpikir ilmiah mereka. Pemrograman\n    komputer, matematika, dan sains biasanya disukai oleh para pembelajar jenis\n    ini. Selengkapnya dapat dibaca pada link berikut\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/beberapa-karakteristik-gaya-belajar_24.html\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cb\u003EBeberapa karakteristik gaya belajar Interpersonal\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    7. Pelajar soliter (intrapersonal)\n\u003C\/h3\u003E\nPara siswa ini lebih suka menggunakan belajar mandiri dan bekerja sendiri.\n    Mereka mandiri dan sangat sadar diri dan selaras dengan pikiran dan\n    perasaan mereka. Peserta didik ini lebih suka berada jauh dari keramaian\n    dan belajar terbaik di tempat yang tenang di mana mereka dapat fokus pada\n    tugas yang dihadapi. Selengkapnya dapat dibaca pada link berikut :\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/beberapa-karakteristik-gaya-pembelajar.html\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cb\u003EBeberapa karakteristik gaya pembelajar Intrapersonal\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/3221952333778006161\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/7-jenis-gaya-belajar-yang-penting-untuk.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/3221952333778006161"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/3221952333778006161"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/7-jenis-gaya-belajar-yang-penting-untuk.html","title":"7 Jenis Gaya Belajar yang Penting untuk Diketahui"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-7442833100313203847"},"published":{"$t":"2020-05-16T22:33:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-05-16T22:33:52.389+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Contoh Soal Ujian Sekolah SMP"}],"title":{"type":"text","$t":"Contoh Soal Ujian Sekolah Bahasa Indonesia SMP"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cstrong\u003E\u003Cu\u003EPETUNJUK\u003C\/u\u003E\u003C\/strong\u003E\n    \u003Cstrong\u003E\u003Cu\u003E\u003C\/u\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cu\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/u\u003E\u003C\/strong\u003E\nContoh Ujian Sekolah Bahasa Indonesia ini bisadijadikan latihan untuk mengerjakan soal ujian. Pada soal nomor 11 akan dilanjutkan dengan aplikasi ujian dengan memilih salah satu jawaban yang dianggap benar dengan memilih link yang disediakan. Setelah selesai dikerja maka bisa dikirim dengan mengklik sutmit atau kirim. Hasil ujian segera dapat diketahui setelah di kirim . Selamat bekerja\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cu\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/u\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-wFHXQRskcew\/Xr_5YhK7IEI\/AAAAAAAAA-I\/WS9xCAlmLBEWXhOG6F_AQV7cJPgnD5XvQCLcBGAsYHQ\/s1600\/Contoh-Soal-Ujian-Sekolah-Bahasa-Indonesia-SMP.png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Contoh Soal Ujian Sekolah Bahasa Indonesia SMP\" border=\"0\" data-original-height=\"243\" data-original-width=\"600\" height=\"258\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-wFHXQRskcew\/Xr_5YhK7IEI\/AAAAAAAAA-I\/WS9xCAlmLBEWXhOG6F_AQV7cJPgnD5XvQCLcBGAsYHQ\/s640\/Contoh-Soal-Ujian-Sekolah-Bahasa-Indonesia-SMP.png\" title=\"Contoh Soal Ujian Sekolah Bahasa Indonesia SMP\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cu\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/u\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cu\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/u\u003E\u003C\/strong\u003E\n\n        Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar dengan membari tanda\n        silang (x) pada huruf a, b, c, dan d.\n    \n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cu\u003ESOAL PILIHAN GANDA\u003C\/u\u003E\n    \u003Cu\u003E\u003C\/u\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n1.\n    \u003Cem\u003E \u003C\/em\u003E\n    \u003Cem\u003EBacalah teks berikut dengan seksama!\u003C\/em\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cem\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/em\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\"\u003E\n    \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n            \u003Ctd valign=\"top\" width=\"455\"\u003ESebanyak sepuluh pelaku usaha kecil menengah di bidang                    \u003Cem\u003Ekuliner \u003C\/em\u003Emenerima penghargaan dalam rangka UKM\n                    Pangan Award 2012. Penghargaan diberikan oleh wakil Menteri\n                    Perdagangan, Bayu Krisnamurti, di kantor Kementerian\n                    Perdagangan. Pemberian penghargaan tersebut dilakukan p\n                \u003Cbr \/\u003E\nada hari Rabu, 3 Oktober 2012. Kesepuluh penerima\n                    penghargaan ini berhasil menyisihkan 82 peserta dari 20\n                    provinsi di Indonesia lainnya.\u003Cstrong\u003E\u003C\/strong\u003E\n                \u003C\/td\u003E\n        \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\n\u003C\/table\u003E\nMakna kalimat pertama pada teks tersebut adalah…\n\u003Cbr \/\u003E\nA. Bagian hidup yang erat kaitannya dengan kegiatan mengonsumsi makanan\n\u003Cbr \/\u003E\nB. Bagian hidup yang erat kaitannya dengan kegiatan pariwisata.\n\u003Cbr \/\u003E\nC. Bagian hidup yang erat kaitannya dengan kegiatan pariwisata.\n\u003Cbr \/\u003E\nD. Bagian hidup yang erat kaitannya dengan kegiatan perdagangan.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E2\u003C\/strong\u003E\n.\u003Cstrong\u003E\u003Cem\u003E Bacalah kutipan teks berikut!\u003C\/em\u003E\u003C\/strong\u003E    \u003Cstrong\u003E\u003Cem\u003E\u003C\/em\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E\u003Cu\u003E\u003C\/u\u003E\u003C\/strong\u003E\n\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\"\u003E\n    \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n            \u003Ctd valign=\"top\" width=\"455\"\u003EPada umumnya kucing peliharaan tidak berbahaya bagi manusia\n                    karena tubuhnya yang kecil. Namun tidak menutup kemungkinan\n                    dapat menularkan penyakit. Penyakit yang mungkin ditularkan\n                    di antaranya rabies akibat gigitannya dan gangguan\n                    pernapasan oleh bulunya.\n                \u003C\/td\u003E\n        \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\n\u003C\/table\u003E\nInformasi tersurat yang terdapat pada teks tersebut adalah....\n\u003Cbr \/\u003E\nA. Kucing merupakan hewan yang banyak dipelihara oleh manusia.\n\u003Cbr \/\u003E\nB. Penyakit yang dapat ditularkan kucing adalah rabies .\n\u003Cbr \/\u003E\nC. Tubuh kucing yang kecil membuat hewan ini disukai banyak orang.\n\u003Cbr \/\u003E\nD. Kucing dapat menularkan penyakit gangguan pernapasan oleh cakarannya.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E3\u003C\/strong\u003E\n    .\u003Cstrong\u003E\u003Cem\u003E Cermatilah teks berikut!\u003C\/em\u003E\u003C\/strong\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\"\u003E\n    \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n            \u003Ctd valign=\"top\" width=\"446\"\u003EJeruk nipis mulai populer sebagai salah satu jenis buah\n                    tropis yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Pasaran buah\n                    jeruk nipis telah menembus perdagangan antarnegara,\n                    termasuk jeruk nipis tanpa biji. Beberapa petani di\n                    berbagai daerah telah beranjak mengebunkan jeruk nipis\n                    dalam skala usaha lebih luas dan intensif. Bagi peminat\n                    bisnis tani jeruk nipis yang tidak memiliki lahan cukup\n                    luas, dapat mempertimbangkan penanaman dalam pot.\n                \u003C\/td\u003E\n        \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\n\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMakna tersirat dari paragraf di atas adalah ....\n    \u003Cbr \/\u003E\nA. Jeruk nipis sangat bermanfaat untuk menghilangkan bau amis.\n\u003Cbr \/\u003E\nB. Jeruk nipis adalah buah yang berwarna hijau berbentuk bulat kecil\n    seperti bola tetapi memiliki khasiat yang tidak kecil seperti bentuknya.\n\u003Cbr \/\u003E\nC. Jeruk nipis biasanya digunakan untuk campuran minuman dan berkhasiat\n    menyembuhkan penyakit.\n\u003Cbr \/\u003E\nD. Pasaran buah jeruk nipis tidak hanya di perdagangan dalam negeri, tetapi\n    sudah merambah hingga perdagangan luar negeri.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E4.\u003C\/strong\u003E\n        \u003Cstrong\u003E\u003Cem\u003ECermatilah teks berikut!\u003C\/em\u003E\u003C\/strong\u003E\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"width: 456px;\"\u003E\n        \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n                \u003Ctd valign=\"top\" width=\"456\"\u003EPemerintah kabupaten Probolinggo menawarkan paket\n                        wisata erupsi Gunung Bromo. Penawaran ini bertujuan\n                        untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus\n                        memberikan jaminan bahwa gunung setinggi 2.329 m dari\n                        permukaan laut tersebut aman dikunjungi meskipun\n                        berstatus siaga. Wisatawan dapat menikmati pemandangan\n                        eksotis Gunung Bromo dari jauh. Penawaran paket wisata\n                        ini termasuk kegiatan menikmati hasil panen dan\n                        keindahan matahari terbit.\n                    \u003C\/td\u003E\n            \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\n    \u003C\/table\u003E\nTeks tersebut membahas tentang ….\n    \u003Cbr \/\u003E\nA. Keindahan Gunung Bromo\n    \u003Cbr \/\u003E\nB. Penawaran paket wisata erupsi Gunung Bromo\n    \u003Cbr \/\u003E\nC. Penignkatan kunjungan wisatawan\n    \u003Cbr \/\u003E\nD. Pemandangan eksotis Gunung Bromo\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E5.\u003C\/strong\u003E\n        \u003Cstrong\u003E\u003Cem\u003EBacalah paragraf berikut!\u003C\/em\u003E\u003C\/strong\u003E\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\"\u003E\n        \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n                \u003Ctd valign=\"top\" width=\"457\"\u003EKini ada ratusan jenis teh yang bisa dinikmati. Bahan\n                        bakunya juga tidak hanya dari daun teh, tetapi juga\n                        berbagai jenis buah, seperti apel, strawberry, atau\n                        campuran bermacam buah; atau dari berbagai bunga,\n                        seperti melati dan rosela. Bahkan, ada yang berbahan\n                        baku dari dedaunan lain, seperti pepermint. Akan\n                        tetapi, secara umum ada tiga jenis teh yang dikenal,\n                        yaitu teh hitam, teh oolong, dan teh hijau.\n                    \u003C\/td\u003E\n            \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\n    \u003C\/table\u003E\nGagasan utama paragraf tersebut adalah....\n    \u003Cbr \/\u003E\nA. bahan baku teh\n    \u003Cbr \/\u003E\nB. bahan campuran teh\n    \u003Cbr \/\u003E\nC. kenikmatan jenis teh\n    \u003Cbr \/\u003E\nD. jenis-jenis the\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E6.\u003C\/strong\u003E\n        \u003Cstrong\u003E\u003Cem\u003E Cer mati paragraf berikut!\u003C\/em\u003E\u003C\/strong\u003E\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\"\u003E\n        \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n                \u003Ctd valign=\"top\" width=\"457\"\u003EPara penghuni rimba merasa kurang senang. Keangkuhan si\n                        merak semakin menjadi-jadi! Setiap berjumpa penghuni\n                        rimba lainnya, merak selalu pamer bulu-bulunya itu.\n                        \u003Cbr \/\u003E\n\"Siapa yang bisa menandingi keelokan diriku?\" kata\n                        merak berulang kali, tanpa bosan-bosan.\n                        \u003Cbr \/\u003E\nTentu saja teman-temannya kian jengkel kepada merak.\n                        \u003Cbr \/\u003E\n\"Ah, aku ada akal untuk menyadarkan si merak,\" pikir\n                        kancil suatu hari.\n                        \u003Cbr \/\u003E\nLantas kancil membisiki beberapa teman lain. Di\n                        antaranya kijang, kelinci, dan tupai.\n                        \u003Cbr \/\u003E\nPagi itu merak kembali pamer kepada teman-temannya.\n                        \u003Cbr \/\u003E\nJalannya dibuat miring-miring agar bagian bulunya\n                        kelihatan siapa saja.\n                    \u003C\/td\u003E\n            \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\n    \u003C\/table\u003E\nIsi tersirat kutipan fabel tersebut adalah . . .\n    \u003Cbr \/\u003E\nA. Penghuni hutan hidup rukun meskipun ada salah satu penghuni yang\n        sombong karena memiliki bulu indah.\n    \u003Cbr \/\u003E\nB. Kancil dan teman-temannya selalu menghindari merak karena ia suka\n        memamerkan bulu-bulunya.\n    \u003Cbr \/\u003E\nC. Merak tidak disukai teman-temannya karena ia sombong, merasa tidak\n        tertandingi kecantikannya.\n    \u003Cbr \/\u003E\nD. Kancil dan teman-temannya membiarkan ulah merak yang suka memamerkan\n        bulu-bulunya.\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E7.\u003C\/strong\u003E\n        \u003Cstrong\u003E\u003Cem\u003EBacalah teks berikut dengan seksama\u003C\/em\u003E\u003C\/strong\u003E\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"width: 457px;\"\u003E\n        \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n                \u003Ctd valign=\"top\" width=\"457\"\u003EPermainan sepakbola menuntut kemampuan teknik dasar\n                        yang baik. Teknik dasar ini merupakan kemampuan dasar\n                        yang harus dimiliki pemain agar dapat mengembangkan\n                        kemampuan dan keahliannya lebih lanjut. Penguasaan\n                        teknik dasar yang baik akan memberikan suguhan\n                        permainan sepak bola yang menarik.\n                    \u003C\/td\u003E\n            \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n                \u003Ctd valign=\"top\" width=\"457\"\u003ESimpulan paragraf di atas adalah ....\n                    \u003Cbr \/\u003E\nA. Teknik dasar dalam permainan sepakbola\n                    \u003Cbr \/\u003E\nB. Permainan sepakbola menuntuk kemampuan teknik dasar\n                        yang baik supaya menyuguhkan permainan yang menarik\n                    \u003Cbr \/\u003E\nC.Teknik dasar harus dimiliki pemain agar mampu\n                        mengembangkan kemampuan dan keahliannya\n                    \u003Cbr \/\u003E\nD. Permainan sepakbola harus disuguhkan secara menarik\n                    \u003C\/td\u003E\n            \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\n    \u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E8\u003C\/strong\u003E\n        . \u003Cstrong\u003E\u003Cem\u003EBacalah teks di bawah ini dengan saksama!\u003C\/em\u003E\u003C\/strong\u003E\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"width: 459px;\"\u003E\n        \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n                \u003Ctd valign=\"top\" width=\"459\"\u003E(1)Saat ini, konsumsi ikan penduduk Indonesia rata-rata\n                        40 kg perkapita pertahun. (2) Harapan konsumsi ikan\n                        akan meningkat 70 kg perkapita pertahun.(3) Ikan\n                        mengandung omega-3 yang baik bagi tubuh.(4) Manfaat\n                        omega-3 ini terutama untuk meningkatkan kecerdasan anak\n                        pada masa pertumbuhan.\n                    \u003C\/td\u003E\n            \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n                \u003Ctd valign=\"top\" width=\"459\"\u003EKalimat yang menyatakan persetujuan pada teks di atas\n                        ditandai nomor....\n                    \u003Cbr \/\u003E\nA. (1)\n                    \u003Cbr \/\u003E\nB. (2)\n                    \u003Cbr \/\u003E\nC. (3)\n                    \u003Cbr \/\u003E\nD. (4)\n                    \u003C\/td\u003E\n            \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\n    \u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E9.\u003C\/strong\u003E\n        \u003Cstrong\u003E\u003Cem\u003EBacalah teks berikut dengan seksama!\u003C\/em\u003E\u003C\/strong\u003E\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"width: 460px;\"\u003E\n        \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n                \u003Ctd valign=\"top\" width=\"460\"\u003ESakura atau \u003Cem\u003Echerry blossom \u003C\/em\u003E,bunga nasional\n                        Jepang. Bunga ini terdiri atas ratusan jenis. Periode\n                        ini berbunganya sangat singkat, satu hingga dua minggu.\n                        Bunga Sakura berbunga pada musim semi antara bulan\n                        Maret sampai Mei.\n                    \u003Cbr \/\u003E\nDi Jepang dikenal kiasan ‘tujuh hari bungan\n                        Sakura’,artinya Sakura mulai mekar lalu layu kembali\n                        dalam tujuh hari. Jika dihitung sejak bunga pertama\n                        mekar hingga bunga terakhir layu membutuhkan waktu\n                        setengah bulan.\n                    \u003C\/td\u003E\n            \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\n    \u003C\/table\u003E\nRingkasan isi teks yang tepat adalah ….\n    \u003Cbr \/\u003E\nA. Sakura bunga khas Jepang yang mekar hanya musim semi saja.\n    \u003Cbr \/\u003E\nB. Bunga sakura mempunyai ratusan jenis, mekar antara bulan Maret-Mei.\n    \u003Cbr \/\u003E\nC. Sakura bunga nasional Jepang mempunyai waktu mekar selama tujuh\n        hari.\n    \u003Cbr \/\u003E\nD. Bunga sakura bunga nasional yang mempunyai masa mekar singkat.\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cstrong\u003E10.\u003C\/strong\u003E\n        \u003Cstrong\u003E\u003Cem\u003EBacalah teks berikut!\u003C\/em\u003E\u003C\/strong\u003E\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"width: 461px;\"\u003E\n        \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n                \u003Ctd valign=\"top\" width=\"461\"\u003E(1)Novel ini sangat disayangkan banyak menggunakan\n                        bahasa daerah.(2)Dengan mengesampingkan beberapa\n                        kekurangan tadi, novel ini benar-benar buku yang sangat\n                        dibutuhkan oleh remaja negeri ini.(3)Buku ini member\n                        motivasi, semangat, dan mimpi pada anak-anak yang patah\n                        semangat.(4)Anak-anak dimotivasi supaya melanjutkan ke\n                        pendidikan yang lebih tinggi.\n                    \u003C\/td\u003E\n            \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\n    \u003C\/table\u003E\nKalimat yang merupakan kelemahan dalam teks di atas ditandai nomor ...\n    \u003Cbr \/\u003E\nA. (1)\n    \u003Cbr \/\u003E\nB. (2)\n    \u003Cbr \/\u003E\nC. (3)\n    \u003Cbr \/\u003E\nD. (4)\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n11. nomor selanjutnya dapat dikerja pada link berikut :\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/gg.gg\/US-Bhs-Indonesia-SMP18Sinjai\" target=\"_blank\"\u003Ehttps:\/\/gg.gg\/US-Bhs-Indonesia-SMP18Sinjai \u003C\/a\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/7442833100313203847\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/contoh-soal-ujian-sekolah-bahasa.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/7442833100313203847"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/7442833100313203847"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/contoh-soal-ujian-sekolah-bahasa.html","title":"Contoh Soal Ujian Sekolah Bahasa Indonesia SMP"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-wFHXQRskcew\/Xr_5YhK7IEI\/AAAAAAAAA-I\/WS9xCAlmLBEWXhOG6F_AQV7cJPgnD5XvQCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Contoh-Soal-Ujian-Sekolah-Bahasa-Indonesia-SMP.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-4627391986534815413"},"published":{"$t":"2020-05-14T22:53:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-05-14T22:53:21.073+08:00"},"title":{"type":"text","$t":"8 Jenis Tempat Penting untuk Wisata Virtual bersama Siswa"},"content":{"type":"html","$t":"Salah satu hari dari beberapa hari yang dinanti-nantikan siswa diakhir\n    semester atau akhir tahu pelajaran adalah kunjungan lapangan, karya wisata\n    atau rekreasi. Biasanya perjalanan ini membawa siswa ke tempat atau acara\n    yang tidak pernah mereka kunjungi. Di sana, mereka belajar banyak hal\n    melalui pengalaman langsung dibawah bimbingan para guru di bidangnya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-KQawHGnnvms\/Xr1Sk14XGGI\/AAAAAAAAA98\/gZUMpVr_AaQAGfNepkKz85qizeeG4iwOQCLcBGAsYHQ\/s1600\/8-Jenis-Tempat-Penting-untuk-Wisata-Virtual-bersama-Siswa.jpeg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"334\" data-original-width=\"500\" height=\"426\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-KQawHGnnvms\/Xr1Sk14XGGI\/AAAAAAAAA98\/gZUMpVr_AaQAGfNepkKz85qizeeG4iwOQCLcBGAsYHQ\/s640\/8-Jenis-Tempat-Penting-untuk-Wisata-Virtual-bersama-Siswa.jpeg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKetika kunjungan lapangan dibatalkan atau tempat-tempat tertentu terlalu\n    jauh untuk dijalani, ada cara lain yang digunakan oleh para guru di negara\n    lain misalnya Amerika Serikat yang mungkin bisa ditiru oleh para guru di\n    negara kita untuk dapat memberikan siswa pengalaman-pengalaman pendidikan\n    model ini.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nYaitu perjalanan\/wisata lapangan virtual dengan membawa siswa ke\n    tempat-tempat seperti museum, monumen nasional, dan acara tertentu tanpa\n    siswa meninggalkan sekolah yang biayanya murah. Di bawah ini ada beberapa\n    contoh kunjungan atau wisata virtual yang baik untuk setiap tingkat kelas,\n    taman kanak-kanak hingga sekolah menengah.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003Ebaca juga :\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/09\/proses-pembelajaran-berkualitas.html\" target=\"_blank\"\u003Eproses pembelajaran berkualitas\u003C\/a\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Mengunjungi Area Pertanian\n\u003C\/h2\u003E\nDi taman kanak-kanak dan kelas satu SD, kunjungan lapangan yang populer\n    yaitu ke sebuah peternakan. Apakah siswa tinggal pedesaan atau kota,\n    pertanian memiliki banyak hal untuk ditawarkan. Salah satu kunjungan\nlapangan virtual yaitu    \u003Ca href=\"https:\/\/www.farmfood360.ca\/\" target=\"_blank\"\u003EFarm Fresh 360\u003C\/a\u003E\n    dengan membawa siswa melakukan wisata pertanian di Kanada.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSiswa dapat\n    belajar seperti apa kehidupan di peternakan sapi perah, peternakan gandum,\n    peternakan domba, atau bahkan peternakan bulu. Para siswa muda dapat\n    menyaksikan produksi susu dan keju serta belajar tentang satu hari di kebun\n    apel. Selain itu,\n    \u003Ca href=\"https:\/\/vr.google.com\/cardboard\/\" target=\"_blank\"\u003E\n        Google Karton\n    \u003C\/a\u003E\n    dapat digunakan untuk mengalami kehidupan di peternakan dalam komponen\n    virtual-realitas 3D. Kunjungan lapangan ini bisa menarik setiap siswa\n    sekolah dasar akan senang melakukannya.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Mengunjungi Kebun Binatang\n\u003C\/h2\u003E\nTempat seperti ini bisa juga digunakan siswa yang sedang meneliti tentang\n    binatang untuk karya tulis misalnya atau mengerjakan keterampilan seperti\n    membandingkan dan membedakan berbagai binatang. Kebun binatang adalah\n    perjalanan lapangan virtual yang sangat baik untuk siswa kelas dua SD.\n    Salah satu yang sangat bagus adalah\n    \u003Ca href=\"https:\/\/kids.sandiegozoo.org\/videos\" target=\"_blank\"\u003E\n        Kebun Binatang San Diego\n    \u003C\/a\u003E\n    .\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSitus web ini memiliki kamera dan video langsung dari beberapa hewan\n    paling populer mereka termasuk kera, gajah, dan harimau. Situs web,\n    diarahkan untuk anak-anak, juga mencakup video di belakang layar dan\n    kisah-kisah kehidupan di kebun binatang, serta kegiatan yang dapat dicetak\n    dan permainan online. Siswa bisa tersesat dalam kehidupan di kebun binatang\n    yang menarik dan menyenangkan.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003Ebaca juga :\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/beberapa-kesalahan-komunikasi-orangtua.html\" target=\"_blank\"\u003Ebeberapa kesalahan komunikasi orangtua guru dan cara mengatasinya\u003C\/a\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Menjelajah Akuarium\n\u003C\/h2\u003E\nAkuarium Nasional di Baltimore, MD, adalah kunjungan lapangan virtual yang\n    menarik yang sempurna untuk siswa kelas tiga. Situs web\n    \u003Ca href=\"http:\/\/samuraivirtualtours.com\/example\/nadc\/index.html\" target=\"_blank\"\u003E\n        National Aquarium Virtual Tours\n    \u003C\/a\u003E\n    memudahkan siswa untuk belajar sendiri. Ada peta akuarium di mana siswa\n    dapat memilih jika mereka ingin melihat buaya atau penyu, Sungai Amazon\n    atau Kepulauan Channel. Dengan mengklik pada hewan, fakta-fakta\n    menyenangkan menjadi terlihat. Meskipun tur virtual ini tidak live, siswa\n    melakukan pekerjaan luar biasa yang membuat orang merasa seperti ada di\n    dalam akuarium bersama hewan-hewan.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Mengunjungi Taman Nasional\n\u003C\/h2\u003E\nTaman Nasional adalah tujuan liburan yang populer dan juga kunjungan\n    lapangan virtual yang hebat bagi pelajar muda.\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.nps.gov\/yell\/learn\/photosmultimedia\/virtualtours.htm\" target=\"_blank\"\u003E\n        Taman Nasional Yellowstone\n    \u003C\/a\u003E\n    , khususnya, memberikan kesempatan untuk pengalaman kunjungan lapangan\n    virtual yang akan bermanfaat bagi siswa di kelas 4 atau 5.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nYellowstone\n    adalah rumah bagi Mammoth Hot Springs dan Mud Volcano, dan siswa dapat\n    merasakan seperti apa perjalanan itu nantinya. Peta interaktif di situs web\n    membawa siswa langsung ke lokasi taman yang populer itu, serta streaming\n    langsung\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.nps.gov\/yell\/learn\/photosmultimedia\/webcams.htm\" target=\"_blank\"\u003E\n        Old Faithful Geyser\n    \u003C\/a\u003E\n    . Ada banyak informasi yang adapat dinikmati di situs ini.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Mengunjungi Museum\n\u003C\/h2\u003E\nUntuk siswa sekolah menengah dan atas, pintu untuk kunjungan lapangan\n    virtual terbuka lebar. Tidak hanya siswa-siswa ini dapat mengambil manfaat\n    dari perjalanan yang disebutkan di atas termasuk pertanian, kebun binatang,\n    akuarium, dan taman nasional, tetapi ada ratusan lainnya yang dapat\n    dipilih.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSebagai contoh awal, pengalaman virtual\n    \u003Ca href=\"https:\/\/naturalhistory.si.edu\/visit\/virtual-tour\" target=\"_blank\"\u003E\n        Museum Nasional Sejarah Alam\n    \u003C\/a\u003E\n    informatif dan menarik. Siswa dapat mengunjungi setiap masa, dari pameran\n    permanen, masa lalu, dan saat ini. Bagian Tulang belulang adalah bagian\n    favorit pengunjung, di mana dapat melihat semua jenis kerangka yang\n    berbeda.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Perjalanan Virtual ke Pulau Ellis\n\u003C\/h2\u003E\nGagasan field trip virtual yang hebat bagi siswa usia sekolah menengah\n    adalah kunjungan ke\n    \u003Ca href=\"http:\/\/teacher.scholastic.com\/activities\/immigration\/webcast.htm\" target=\"_blank\"\u003E\n        Pulau Ellis\n    \u003C\/a\u003E\n    . Untuk membawa unit imigrasi ke tingkat berikutnya, jelajahi Pulau Ellis\n    melalui klip video wawancara dan foto dari stasiun inspeksi imigrasi\n    bersejarah ini.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Tembok Besar Tiongkok\n\u003C\/h2\u003E\nBanyak siswa dari beberapa negara di dunia berkunjung ke\n    \u003Ca href=\"https:\/\/www.thechinaguide.com\/destination\/great-wall-of-china\" target=\"_blank\"\u003E\n        Tembok Besar Tiongkok\n    \u003C\/a\u003E\n    Field trip virtual ini sangat menarik. Tembok Besar adalah bangunan kuno\n    berusia 2.000 tahun yang membentang lebih dari 3.000 mil melintasi beberapa\n    provinsi di Cina utara. Wisata virtual memberi pengguna pilihan tiga versi\n    berbeda: Jinshaling ke Simatai, menara pengawal, dan musim dingin. Setiap\n    pengalaman itu unik dan menarik untuk siswa SMA.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Wisata ke Web Virtual 360 Derajat\n\u003C\/h2\u003E\nWisata virtual terakhir yang perlu diperhatikan adalah situs web virtual    \u003Ca href=\"https:\/\/www.360cities.net\/\" target=\"_blank\"\u003E360 Cities\u003C\/a\u003E . Situs\n    ini menawarkan koleksi gambar dan video 360 derajat terbesar dari seluruh\n    dunia. Ini memberi anak-anak kesempatan untuk melihat panorama menakjubkan\n    di seluruh dunia. Bilah pencarian memungkinkan siswa bisa mengetik tujuan\n    seperti Air Mancur Trevi, Sungai Mississippi, atau DisneyLand.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPeta dunia\n    menunjukkan semua tempat yang ada wisata virtualnya. Akan mudah untuk\n    menghabiskan beberapa menit atau bahkan berjam-jam berselancar di situs\n    ini.\n\u003Cbr \/\u003E\nDengan banyaknya opsi untuk kunjungan lapangan virtual untuk siswa dari\n    berbagai tingkatan kelas, kekecewaan tidak perlu terjadi ketika siswa tidak\n    dapat melakukan perjalanan fisik.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDari kebun binatang ke Tembok Besar\n    Tiongkok dan sekitarnya, kunjungan lapangan virtual membawa siswa ke mana\n    pun mereka ingin pergi dan ke tempat-tempat yang bahkan tidak pernah mereka\n    bayangkan. Mungkin model wisata seperti yang dilakukan oleh guru dan siswa di beberapa\n    negara lain di dunia bisa dijadikan contoh untuk dilakukan di\n    sekolah-sekolah di negara kita, dengan mengunjungi tempat-tempat virtual di\n    negara kita atau tempat-tempat yang disebutkan diatas. Selamat mencoba.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSumber\/referensi :\u0026nbsp;\u003Ca href=\"http:\/\/www.teachhub.com\/virtual-field-trips-try-your-students\" target=\"_blank\"\u003EVirtual Field Trips to Try with Your Students\u003C\/a\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/4627391986534815413\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/8-jenis-tempat-penting-untuk-wisata.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4627391986534815413"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4627391986534815413"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/8-jenis-tempat-penting-untuk-wisata.html","title":"8 Jenis Tempat Penting untuk Wisata Virtual bersama Siswa"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-KQawHGnnvms\/Xr1Sk14XGGI\/AAAAAAAAA98\/gZUMpVr_AaQAGfNepkKz85qizeeG4iwOQCLcBGAsYHQ\/s72-c\/8-Jenis-Tempat-Penting-untuk-Wisata-Virtual-bersama-Siswa.jpeg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-7624560881391330159"},"published":{"$t":"2020-05-12T18:59:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-05-12T18:59:38.873+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"7 Cara Manajemen Kelas Online"},"content":{"type":"html","$t":"Awal tahun 2020 adalah waktu yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi\n    dunia kita, tidak terkecuali bidang pendidikan mengalami keadaan buruk\n    dengan adanya pandemi COVID-19. Sebelum awal pandemi COVID-19, pembelajaran\n    online tergantung ke dalam kurikulum masing-masing sekolah, ke berbagai\n    tingkat tergantung pada faktor-faktor seperti akses ke sumber daya dan\n    pelatihan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-7asGGzXf7pg\/XrqAchtMsjI\/AAAAAAAAA9U\/-v-YEHMhWGs8Jr41FbHTHYieHNO7iYLgQCLcBGAsYHQ\/s1600\/7%2BCara%2BManajemen%2BKelas%2BOnline.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"7 Cara Manajemen Kelas Online\" border=\"0\" data-original-height=\"344\" data-original-width=\"600\" height=\"366\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-7asGGzXf7pg\/XrqAchtMsjI\/AAAAAAAAA9U\/-v-YEHMhWGs8Jr41FbHTHYieHNO7iYLgQCLcBGAsYHQ\/s640\/7%2BCara%2BManajemen%2BKelas%2BOnline.jpg\" title=\"7 Cara Manajemen Kelas Online\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTampaknya saat ini, guru dan siswa di seluruh Indonesia didorong\n    ke dalam pembelajaran online mendalam selama pandemi di seluruh dunia. Bagi\n    sebagian besar guru, tingkat pembelajaran online ini baru dan bukan tanpa\n    tantangan. Baik belajar di kelas fisik atau online, manajemen kelas yang efektif\n    adalah kunci untuk lingkungan yang produktif.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMeskipun siswa tidak dalam\n    satu ruangan, guru harus berusaha mengelola perilaku siswa dan\n    keterlibatannya dalam pengaturan online. Di bawah ini adalah beberapa\n    tantangan belajar dalam lingkungan online yang dapat diantisipasi oleh para\n    guru, dan strategi manajemen kelas online untuk secara efektif mengatasi\n    tantangan tersebut.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Tantangan Pembelajaran Online\n\u003C\/h2\u003E\nBanyak tantangan pembelajaran online yang penyebabnya berasal dari\n    keterlibatan siswa. Saat belajar online, siswa tidak mendapat manfaat\n    maksimal seperti saat kehadiran guru yang bergerak di sekitar ruangan dan\n    memantau keterlibatan belajar. Di luar konferensi video dan\n    \n        alat teknologi\n    \n    lainnya yang dapat diakses oleh beberapa guru, siswa melakukan sebagian\n    besar pembelajaran online secara mandiri.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMempertahankan motivasi siswa\n    memang diakui lebih sulit bagi guru untuk memotivasi siswa dari jarak jauh.Selain itu, menggunakan sejumlah besar teknologi untuk pembelajaran dapat\n    menghadirkan tantangan manajemen kelas yang mirip dengan kelas fisik.\n    Misalnya, siswa masih dapat mengganggu selama sesi berlangsung atau\n    menggunakan waktu kolaboratif secara tidak produktif.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKetidakjujuran dan\n    plagiarisme seringkali diperkuat dengan dunia di ujung jari mereka dan\n    guru-guru mereka tetap jauh. Baik online atau secara langsung, siswa masih\n    membutuhkan struktur dan dukungan untuk\n    \n        mengatur perilaku mereka sendiri\n    \n    .\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBaca Juga :\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/04\/mempersiapkan-pelajaran-e-learning.html\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cb\u003Emempersiapkan pelajaran E-learning\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n    Strategi Manajemen Kelas untuk eLearning\n\u003C\/h2\u003E\nApakah mungkin guru terpaksa masuk ke dalam wilayah pembelajaran melalui\n    keadaan yang tidak terduga atau Anda berada di antara banyak guru yang\n    telah memilih untuk mendidik siswa secara online, berikut adalah beberapa\n    strategi yang dapat membantu guru mempertahankan kondisi kelas online\n    yang dikelola dengan baik.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Bangun Motivasi untuk Melibatkan Siswa\n\u003C\/h3\u003E\nDitegaskan kembali bahwa keterlibatan belajar yang rendah adalah pintu\n    gerbang ke banyak masalah dalam pembelajaran online. Penting untuk\n    membangun pengalaman belajar yang akan menarik bagi siswa Anda. Luangkan\n    waktu untuk memahami minat mereka, di mana kekuatan mereka berada, dan apa\n    tantangan mereka. Gunakan informasi ini untuk membangun rencana manajemen\n    ruang kelas online yang dirancang untuk siswa Anda dan memberikan banyak\n    kesempatan untuk pembelajaran interaktif.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Menumbuhkan Komunitas Di Antara Siswa\n\u003C\/h3\u003E\nMembangun\n    \n        hubungan yang positif antara guru dan siswa\n    \n    hanyalah bagian dari usaha dalam menumbuhkan lingkungan belajar yang\n    produktif. Komunitas di antara siswa sama pentingnya selama pembelajaran\n    online seperti di kelas pada umumnya. Untuk seorang siswa, mudah merasa\n    terisolasi dalam pembelajaran online. Bangun peluang bagi siswa untuk\n    berkolaborasi dan bahkan bersosialisasi.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Menetapkan dan Mengulangi Rutinitas\n\u003C\/h3\u003E\nRutinitas penting dalam lingkungan belajar apa pun, terutama ketika guru\n    tidak dapat hadir bersama siswa setiap hari. Menyederhanakan rutinitas\n    adalah hal yang bijaksana. Sebagai contoh, bagaimana siswa mengirimkan\n    pekerjaan dan menerima umpan balik harus konsisten sepanjang kegiatan\n    proses belajar.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAtur waktu untuk siswa untuk menghubungi Anda dan\n    menaatinya. Juga, menjaga konsistensi dengan pekerjaan yang ditugaskan\n    setiap minggu akan membantu siswa membangun rutinitas mereka sendiri di\n    rumah. Terakhir, penting untuk mengulangi rutinitas Anda sesering mungkin.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Mendidik Siswa tentang Plagiarisme\n\u003C\/h3\u003E\nPembelajaran online berpotensi untuk peningkatan plagiarisme. Siswa bekerja\n    pada perangkat teknologi dengan akses ke sumber daya yang tak ada habisnya,\n    dan godaan untuk menyalin informasi seakan tidak dapat diatasi bagi siswa.\n    Disarankan agar setiap guru dalam proses online memerangi plagiarisme sejak\n    hari pertama. Biarkan siswa tahu apa itu dan memberikan contoh. Uraikan\n    konsekuensi untuk plagiarisme juga.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Tetapkan Norma Komunikasi\n\u003C\/h3\u003E\nKomunikasi dalam suasana online adalah keterampilan khusus yang akan\n    digunakan siswa di masa depan. Menetapkan norma-norma untuk komunikasi\n    dengan guru dan antara siswa akan sangat penting untuk manajemen kelas\n    online. Ketika terjadi\n    \n        konferensi melalui video\n    \n    , misalnya, menetapkan norma dan aturan untuk hal-hal seperti kebisingan\n    latar belakang, penggunaan kamera, dan\n    \n        berkontribusi untuk diskusi\n    \n    .\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nNorma juga diperlukan untuk menulis di forum online. Ingatlah bahwa kita\n    bekerja dengan siswa, dan kita akan menjumpai beberapa yang tidak memahami\n    etiket komunikasi online dan lainnya dan perlu memahami konsekuensi untuk\n    mencegah penggunaan alat komunikasi yang tidak dapat diterima.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBaca juga :\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/03\/mengoptimalkan-kegiatan-belajar.html\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cb\u003Emengoptimalkan kegiatan belajar mengajar lewat daring\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Tetapkan Harapan dan Konsisten\n\u003C\/h3\u003E\nKetika Anda menetapkan norma dan rutinitas, penting untuk mengharapkan\n    siswa mengikuti dan konsisten dalam respons Anda ketika mereka tidak\n    melakukannya. Biarkan siswa tahu tentang konsekuensi dan hukuman serta\n    berpegang teguh pada kata Anda. Anda \u003Cem\u003Eakan\u003C\/em\u003E memiliki siswa yang\n    tidak memenuhi harapan Anda, seperti yang Anda lakukan di ruang kelas .\n    Siapkan rencana ketika hal ini terjadi, dan pastikan siswa dan orang tua\n    mengetahui rencana ini.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch3\u003E\n    Akui Prestasi Siswa\n\u003C\/h3\u003E\nKetika siswa produktif, terlibat, dan belajar secara online, penting untuk\n    mengakui mereka. Ini, tentu saja, penting di setiap ruang kelas. Siswa\n    daring tidak akan melihat senyum kebanggaan atau menerima ucapan selamat\n    dari para guru seperti yang mereka dapat di kelas fisik.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nGunakan jalur\n    komunikasi yang tersedia agar siswa tahu kapan mereka berada di jalur yang\n    benar. Penguatan positif menghasilkan keterlibatan yang lebih tinggi, dan\n    keterlibatan yang lebih tinggi adalah kunci untuk ruang kelas online yang\n    dikelola dengan baik.\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/7624560881391330159\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/7-cara-manajemen-kelas-online.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/7624560881391330159"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/7624560881391330159"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/7-cara-manajemen-kelas-online.html","title":"7 Cara Manajemen Kelas Online"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-7asGGzXf7pg\/XrqAchtMsjI\/AAAAAAAAA9U\/-v-YEHMhWGs8Jr41FbHTHYieHNO7iYLgQCLcBGAsYHQ\/s72-c\/7%2BCara%2BManajemen%2BKelas%2BOnline.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-3835312985731663962"},"published":{"$t":"2020-05-11T11:30:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-05-11T11:33:10.510+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Evaluasi"}],"title":{"type":"text","$t":"14 Ide  Menilai Siswa Melalui Perangkat Teknologi Informasi"},"content":{"type":"html","$t":"Dulu sederhana untuk memposting\/memberi nilai kepada siswa. Tambahkan nilai\n    ujian dan lihat apa yang diperoleh siswa. Sangat bisa dipertahankan. Semua\n    orang yang melihat bisa mengerti atau memahami.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-2aiJz7xHGHc\/XrjGKmJFzyI\/AAAAAAAAA84\/UOJeLGGTWAcjf-SDTgQNSYLHD-_SjO0EACLcBGAsYHQ\/s1600\/14-Ide-Menilai-Siswa-Melalui-Perangkat-Teknologi-Informasi.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"14 Ide  Menilai Siswa Melalui Perangkat Teknologi Informasi\" border=\"0\" data-original-height=\"400\" data-original-width=\"640\" height=\"400\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-2aiJz7xHGHc\/XrjGKmJFzyI\/AAAAAAAAA84\/UOJeLGGTWAcjf-SDTgQNSYLHD-_SjO0EACLcBGAsYHQ\/s640\/14-Ide-Menilai-Siswa-Melalui-Perangkat-Teknologi-Informasi.JPG\" title=\"14 Ide  Menilai Siswa Melalui Perangkat Teknologi Informasi\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSekarang tidak lagi seperti itu lagi. Berikut adalah faktor-faktor yang\n    bisa pertimbangkan ketika memberi atau memposting nilai siswa:\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n1. Apakah siswa mengingat keterampilan dari pelajaran sebelumnya ketika\n    mereka menyelesaikan pelajaran saat ini? Dapatkah siswa menggunakan apa\n    yang telah mereka pelajari dan membangunnya secara organik dan otentik?\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n2. Apakah siswa menunjukkan bukti belajar dengan menggunakan pengetahuan\n    kelas teknologi di kelas atau di rumah? Apakah mereka datang ke kelas\n    dengan gembira karena mereka dapat mengajari orang tua bagaimana\n    menggunakan ponsel pintar mereka, atau membantu kakak yang lebih tua\n    menyelesaikan tugas teknologi? Bisakah siswa menggunakan keterampilan yang\n    dipelajari di lab di kelas selama penyelidikan?\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n3. Apakah siswa berpartisipasi dalam diskusi kelas? Apakah siswa seorang\n    pengambil risiko, tidak takut salah, daripada kehilangan kesempatan untuk\n    berkontribusi?\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n4. Apakah siswa menyelesaikan tujuan harian (proyek, mengunjungi situs web,\n    menonton tutorial, dll.)? Apakah siswa menghargai pekerjaan temannya, tidak\n    mengganggu atau mengalihkan perhatian mereka, tetapi meluangkan waktu untuk\n    membantu ketika diperlukan?\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n5. Apakah siswa menyimpan ke folder jaringan mereka di mana pekerjaan dapat\n    diakses dari stasiun apa saja, perangkat teknologi apa pun, di mana saja di\n    sekolah? Atau apakah siswa yang selalu berlari ke lab dengan kisah sedih\n    tentang bagaimana komputer kehilangan pekerjaan mereka?\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n6. Apakah siswa mencoba menyelesaikan sendiri masalah teknologi sebelum\n    meminta bantuan guru? Jika Anda membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya\n    untuk mengangkat tangan mereka, apakah pikiran siswa sedang mencari solusi\n    atau apakah siswa sedang mengobrol dengan seorang teman tentang topik\n    non-teknologi?\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n7. Apakah siswa menggunakan pengetahuan kelas inti (yaitu, konvensi\n    penulisan) dalam proyek teknologi? Apakah mereka cukup nyaman dengan\n    teknologi (yaitu, keyboard atau penggunaan internet) untuk\n    mengintegrasikannya dengan instruksi materi utama pada konvensi penulisan\n    dan konstruksi lainnya?\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n8. Apakah siswa bekerja dengan baik dalam kelompok? Apakah siswa\n    berpartisipasi dalam diskusi yang disiapkan, mengikuti aturan yang\n    disepakati, bertanya dan menjawab pertanyaan klarifikasi, dan mengikat\n    komentar mereka ke dalam percakapan sebelumnya?\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n9. Apakah siswa menggunakan internet dengan aman, dengan mempertimbangkan\n    diskusi kelas tentang kewarganegaraan\/etika digital?\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n10. Apakah siswa memahami bahwa berkembang dalam teknologi kurang tentang\n    mencapai keterampilan komputer dan lebih banyak tentang mengintegrasikan\n    pengetahuan itu ke dalam semua pembelajaran?\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n1. Apakah siswa memperlihatkan kreativitas dan pemikiran kritis dalam\n    pencapaian tujuan? Apakah ini termasuk transfer pengetahuan (baik dari\n    ruang kelas ke teknologi dan sebaliknya)\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n12. Apakah keterampilan keyboarding siswa meningkat? Apakah siswa memenuhi\n    standar tingkat kelas dalam kecepatan dan akurasi?\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n13. Pengamatan anekdotal tentang pembelajaran siswa (ini subjektif dan\n    memungkinkan guru menilai siswa berdasarkan upaya).\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n14. Nilai ujian, kuis, proyek\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nGuru bisa berbuat untuk memasukkan semuanya ke dalam spreadsheet,\n    memberikan nilai, menghitung total, dan menemukan rata-rata. Ketika guru\u0026nbsp; memiliki\n    nilai! Ini menghindari risiko, dapat dijelaskan kepada orang tua dan Admin,\n    dan menyediakan zona kenyamanan daftar periksa dan jawaban benar dan salah.\n    Tapi, sebagian guru tidak bisa melakukan itu. Dalam kelas berbasis inkuiri,\n    terlalu banyak analisis subyektif, evaluasi pribadi dari keunikan siswa.\n    Sebagian guru tidak bisa dan menjauh dari hal itu.\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/3835312985731663962\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/14-ide-menilai-siswa-melalui-perangkat.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/3835312985731663962"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/3835312985731663962"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/14-ide-menilai-siswa-melalui-perangkat.html","title":"14 Ide  Menilai Siswa Melalui Perangkat Teknologi Informasi"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-2aiJz7xHGHc\/XrjGKmJFzyI\/AAAAAAAAA84\/UOJeLGGTWAcjf-SDTgQNSYLHD-_SjO0EACLcBGAsYHQ\/s72-c\/14-Ide-Menilai-Siswa-Melalui-Perangkat-Teknologi-Informasi.JPG","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-5903047656698956165"},"published":{"$t":"2020-05-10T19:24:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-05-10T19:26:37.391+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Contoh Soal Ujian Sekolah SMP"}],"title":{"type":"text","$t":"Contoh Soal Ujian Sekolah Pendidikan Kewarganegaraan SMP"},"content":{"type":"html","$t":"Jawablah pertanyaan berikut dengan memilih jawaban yang benar pada pilihan yang telah disediakan yang terdiri dari a, b, c, dan d.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPada soal nomor 11 (sebelas) akan dilanjutkan dengan \u003Cb\u003Elink\u003C\/b\u003E tempat menjawab soal yang telah disediakan. Setelah soal selesai dikerjakan maka bisa dikirim dengan menekan kirim\/submit dan secara otomatis jawaban hasil ujian akan diketahui\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E---- Selamat bekerja ----\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-X-tUJUjzOlk\/Xrfiwm84uaI\/AAAAAAAAA8c\/BLG7CWlAZ0AGxMVj5Rb762jj4oebn_6pACLcBGAsYHQ\/s1600\/Contoh-Soal-Ujian-Sekolah-Pendidikan-Kewarganegaraan-SMP.png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Contoh Soal Ujian Sekolah Pendidikan Kewarganegaraan SMP\" border=\"0\" data-original-height=\"331\" data-original-width=\"640\" height=\"330\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-X-tUJUjzOlk\/Xrfiwm84uaI\/AAAAAAAAA8c\/BLG7CWlAZ0AGxMVj5Rb762jj4oebn_6pACLcBGAsYHQ\/s640\/Contoh-Soal-Ujian-Sekolah-Pendidikan-Kewarganegaraan-SMP.png\" title=\"Contoh Soal Ujian Sekolah Pendidikan Kewarganegaraan SMP\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n1. Nilai-nilai pancasila menjadi landasan setiap aspek penyelenggaraan\n        negara. kenyataan tersebut menujukkan kedudukan pancasila sebagai\n    \u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; A. Dasar negara\n    \u003C\/div\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; B. Ideology nasional\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; C. Alsafah hidup bangsa\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; D. Pandangan hidup bangsa\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n2. Pancasila merupakan cita-cita yang hendak dicapai bangsa indonesia.\n        Pernyataan tersebut\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; menunjukkan kedudukan pancasila sebagai…\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; A. Dasar negara\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; B. Ideology negara\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; C. Jiwa kepribadian\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; D. Pandangan hidup\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n3. Nilai-nilai Pancasila menjadi landasan setiap aspek penyelenggaraan\n        negara. Kenyataan tersebut\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; menunjukkan kedudukan Pancasila sebagai..\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; A. Dasar negara\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; B. Ideologi nasional\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; C. Falsafah hidup bangsa\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; D. Pandangan hidup bangsa\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n4. Demi kelangsungan hidup negara RI yang majemuk, baik suku, agama\n        maupun budayanya\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; Pancasila harus dipertahankan sebagai dasar negara\n        karena..\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; A. Nilai-nilai Pancasila dapat diubah sesuai kemajemukan bangsa\n        Indonesia\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; B. Pancasila dapat menghilangkan perbedaan antar suku, agama, dan\n        budaya\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; C. Pancasila merupakan hukum dasar negara Indonesia\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; D. Pancasila memayungi keanekaragaman bangsa indonesia\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n5. Aydin merupakan anak dari seorang presiden yang telah melakukan\n        tindakan kriminal kemudian diadili didepan hukum sesuai dengan aturan\n        yang telah diberlakukan.hal tersebut merupakan salah\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; satu perwujudan\n        dari sila pancasila khususnya sila ke…\n    \u003C\/div\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; A. Pertama\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; B. Kedua\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; C. Ketiga\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; D. Kelima\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n6. Perhatikan pernyataan berikut!\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;- Mengembangkan perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan\n        suasana kekeuargaan dan kegotongroyongan\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;- Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;- Suka bekerja keras\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;- Suka menghargai hasil kara orang lain yang bermanaat bagi kemajuan\n        dan kesejahteraan\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;bersama\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n7. Pernyataan tersebut merupakan upaya dalam melaksanakan nilai-nilai\n        pancasila khususnya sila ke…\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; A. Ketuhanan Yang Maha Esa\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; B. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; C. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; D. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam\n        permusyawaratan\/perwakilan\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n7. Berikut ini yang termasuk contoh tindakan bijaksana yang sesuai\n        dengan pancasila dalam\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; kehidupan masarakat yaitu…\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; A. Bermusyawarah dengan pertimbangan baik buruk\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; B. Menerima bahwa perbedaan pendapat memang ada\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; C. Usul atau pendapat orang lain perlu dipertimbangan\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; D. Hasil keputusan diambil secara musyawarah mufakat\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n8. Paham kebangsaan yang mengatasi paham perseorangan, golongan, serta\n        mendahulukan kepentingan umum dibanding dengan kepentingan pribadi atau\n        golongan merupakan perwujudan\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; dari nilai sila pancasila khususnya sila\n        ke…\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; A. Persatuan Indonesia\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; B. Ketuhanan Yang Maha Esa\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; C. Kemanusiaan yang adil dan beradab\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; D. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n9. Keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau\n        golongan merupakan perwujudan sila…\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; A. Ketuhanan Yang Maha Esa\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; B. Kemanusiaan yang adil dan beradab\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; C. Persatuan Indonesia\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; D. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam\n        permusyawaratan perwakilan\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n10. Bangsa Indonesia telah memiliki pancasila sebagai pandangan\n        hidupnya. Hal ini berarti bahwa  bangsa Indonesia…\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; A. Bebas menentukan sikapnya terhadap bangsa lain\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; B. Mempunyai pegangan dan pedoman dalam memecahkan masalah bangsa\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; C. Menunjukkan kepada dunia akan keberhasilannya dalam berjuang melawan\n        penjajah\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; D. Tidak perlu tahu ideology bangsa lain yang berasal dari luar\n    \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n11. Lanjut .... klik link berikut\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/gg.gg\/USPKNSMPN18SINJAI\" target=\"_blank\"\u003EUjian Sekolah Pendidikan Kewarganegaraan SMP\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/5903047656698956165\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/contoh-soal-ujian-sekolah-pendidikan.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5903047656698956165"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5903047656698956165"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/contoh-soal-ujian-sekolah-pendidikan.html","title":"Contoh Soal Ujian Sekolah Pendidikan Kewarganegaraan SMP"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-X-tUJUjzOlk\/Xrfiwm84uaI\/AAAAAAAAA8c\/BLG7CWlAZ0AGxMVj5Rb762jj4oebn_6pACLcBGAsYHQ\/s72-c\/Contoh-Soal-Ujian-Sekolah-Pendidikan-Kewarganegaraan-SMP.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-4256587657752018851"},"published":{"$t":"2020-05-09T19:12:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-05-09T19:12:25.406+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Siswa"}],"title":{"type":"text","$t":"Lima Cara Memotivasi Siswa di Kelas"},"content":{"type":"html","$t":"Kita semua tahu perjuangan seorang guru . Mengajar dan belajar berulang kali\u0026nbsp; dengan individu atau kelompok siswa\u0026nbsp; dan,\n    terlepas dari upaya guru, mungkin ada satu atau beberapa siswa tidak mendapatkan kepuasan dalam belajar. Atau bisa\u0026nbsp; mencoba satu\n    manajemen perilaku atau teknik modifikasi satu demi satu dan tidak bisa mendapatkan perilaku\n    yang diinginkan dari siswa itu. Kesulitan belajar atau trauma emosional\u0026nbsp; merupakan penyebab masalah\u0026nbsp; sering yang sering terjadi\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/--OAQeOnsCmw\/XraPsAL03II\/AAAAAAAAA74\/gGBRskN8C0sIN26mbKLXE7pc0GqsyYNzQCLcBGAsYHQ\/s1600\/Lima-Cara-Memotivasi-Siswa-di%2BKelas.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Lima Cara Memotivasi Siswa di Kelas\" border=\"0\" data-original-height=\"399\" data-original-width=\"640\" height=\"398\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/--OAQeOnsCmw\/XraPsAL03II\/AAAAAAAAA74\/gGBRskN8C0sIN26mbKLXE7pc0GqsyYNzQCLcBGAsYHQ\/s640\/Lima-Cara-Memotivasi-Siswa-di%2BKelas.jpg\" title=\"Lima Cara Memotivasi Siswa di Kelas\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nNamun,\n    seringkali akar masalahnya adalah kita tidak memotivasi siswa secara\n    memadai. Memotivasi siswa Anda secara efektif\u0026nbsp; bukan jaminan dapat menghapus setiap\n    masalah, tetapi dapat menjadi solusi atau pencegahan bagi banyak masalah\n    yang dialami siswa dan guru di kelas. Tentu saja, apa yang memotivasi satu siswa mungkin tidak memotivasi yang\n    lain. Beberapa siswa secara intrinsik termotivasi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSiswa yang termotivasi secara intrinsik\n    mungkin hanya memiliki keinginan yang kuat untuk sukses dan, karenanya,\n    termotivasi untuk melakukan dengan baik dalam semua yang mereka lakukan.\n    Dalam beberapa kasus, motivasi intrinsik berasal dari memanfaatkan topik\n    yang sangat diminati siswa. Jika siswa tertarik dengan topik tersebut, maka\n    mereka secara intrinsik termotivasi untuk mendengarkan dan belajar. Siswa\n    lain termotivasi secara ekstrinsik.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPara siswa membutuhkan beberapa\n    faktor luar untuk meningkatkan motivasi. Suasana\u0026nbsp; kelas adalah motivator ekstrinsik\n    untuk beberapa siswa. Hadiah dan pujian juga bisa menjadi motivator\n    ekstrinsik yang efektif. Terlepas dari jenis motivator yang ditanggapi\n    siswa,\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: inherit; font-size: small;\"\u003E\n    Menetapkan Tujuan dan Harapan yang Jelas\n\u003C\/span\u003E\u003C\/h2\u003E\nPertama-tama, kita tidak dapat mengharapkan motivasi yang tinggi jika siswa\n    tidak sepenuhnya memahami tujuan akhir. Oleh karena itu, sangat penting\n    bahwa pada awal setiap pelajaran, guru membiarkan siswa tahu\n    persis apa yang akan mereka lakukan atau ketahui di akhir. Ini juga\n    membantu jika ada aplikasi nyata dalam kehidupan\u0026nbsp; dilingkungan siswa.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSebagai contoh, pada satuan mata\u0026nbsp; uang, Anda akan mengharapkan siswa dapat menambahkan berbagai\n    jumlah uang. Dengan menyediakan contoh toko di dalam kelas dengan barang-barang kecil untuk\n    dibeli jika mereka dapat secara akurat menambahkan jumlah uang, mereka\n    diberi kesempatan untuk menampilkan pengetahuan itu, dan tujuan \/ harapan\n    memberikan motivasi untuk pembelajaran mereka.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: inherit; font-size: small;\"\u003E\n    Fokus pada Pertumbuhan\n\u003C\/span\u003E\u003C\/h2\u003E\nCara lain untuk memberikan motivasi bagi siswa adalah membangun dan\n    mempertahankan pola pikir pertumbuhan . Level tertinggi untuk level atau usia siswa mungkin terlalu berlebihan\n    dan tampaknya tidak dapat diraih. Jika Anda menetapkan \n    tujuan yang kecil dan dapat dicapai oleh siswa dan fokus pada apakah siswa telah membuat langkah ke arah tujuan tersebut,\n    siswa memperoleh lebih banyak keberhasilan dan\u0026nbsp; tetap termotivasi\n    sepanjang proses. Rayakan pertumbuhan\u0026nbsp; selama proses berjalan, tidak peduli\n    seberapa kecil!\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: small;\"\u003E\n    Hadiah dan Pengakuan\n\u003C\/span\u003E\u003C\/h2\u003E\nBeberapa siswa sangat termotivasi oleh penghargaan dan \/ atau pengakuan.\n    Salah satu metode yang sangat umum digunakan adalah mengatur caramemberi hadiah. Anda dapat menetapkan hadiah untuk seluruh kelas, tetapi\n    siswa cenderung tetap lebih termotivasi jika hadiah didasarkan pada\n    pertumbuhan dan \/ atau prestasi individu.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nJenis hadiah akan bervariasi\n    berdasarkan usia siswa, tetapi siswa dapat diberi penghargaan karena\n    perilaku yang baik, prestasi tinggi, atau pertumbuhan yang konsisten\/terus menerus. Bagan\n    kecil dapat ditempatkan di meja masing-masing siswa untuk melacak perilaku\n    positif yang ingin Anda hadiahi. Sekali lagi, ini bisa untuk semua siswa\n    atau Anda dapat menargetkan siswa yang benar-benar berjuang dengan\n    motivasi.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSementara penghargaan yang nyata bisa efektif, saya menemukan bahwa\n    pengakuan dan pujian mungkin lebih dari itu. Banyak siswa yang mendambakan\n    dan merespons pujian dan pengakuan. Dengan hanya mengakui prestasi,\n    beberapa siswa sangat termotivasi untuk mempertahankan pekerjaan yang baik.\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: small;\"\u003E\n    Minat Siswa\n\u003C\/span\u003E\u003C\/h2\u003E\nIni adalah metode yang akan berpengaruh untuk membentuk motivasi intrinsik\n    . Ketika pembelajaran dipusatkan pada minat siswa, motivasi sudah ada di\n    sana. Jadi mungkin cari tahu hobi favorit siswa yang berjuang dengan\n    motivasi, dan ajarkan untuk menggabungkan minatnya. Tentu saja,\n    ini mungkin tidak berlaku selamanya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nJika Anda mengajar seni bahasa,\n    tidak masalah. Temukan buku tentang topik tersebut dan percikkan minat itu.\n    Ditempat lain mungkin tidak semudah itu, tetapi di mana ada kemauan, di situ\n    ada jalan. Terkadang kita memiliki seorang siswa beberapa tahun yang lalu yang\n    berjuang keras dalam matematika. Tetapi dia\u0026nbsp; sama sekali tidak memiliki\n    motivasi untuk meningkat.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSiswa yang sama ini, pada usia yang sangat muda,\n    dapat memperbaiki motor mobil dan bahkan membongkar beberapa bagian mesin secara terpisah\n    dan memasangnya kembali. Jadi,\u0026nbsp; kita bisa memasukkan masalah mobil sebanyak mungkin.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch2\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: small;\"\u003E\n    Kembangkan Hubungan Positif dan Bermakna dengan Siswa Anda\n\u003C\/span\u003E\u003C\/h2\u003E\nSemua ide yang tercantum di atas bagus dan dapat memotivasi siswa. Namun,\n    tidak ada pengganti, dalam hal motivasi, untuk mengembangkan hubungan yang bermakna dengan siswa Anda\n     . Untuk memotivasi siswa Anda, Anda harus tahu apa yang membuat mereka\n    tergerak. Bagaimana Anda bisa tahu itu tanpa benar-benar mengenal dan\n    memahaminya?\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSiswa juga dapat termotivasi hanya dengan fakta bahwa mereka tahu Anda\n    peduli pada mereka dan ingin mereka berhasil. Ketika mereka tahu bahwa\n    mereka dicintai, mereka juga akan membalas kepada Anda. Ketika mereka mencintaimu,\n    mereka mencintai sekolah. Ketika mereka mencintai sekolah, mereka ingin\n    berada di sana. Ketika mereka ingin berada di sana, mereka termotivasi\n    untuk melakukan yang terbaik! Bicaralah dengan siswa Anda. Investasikan\n    pada mereka. Mencintai mereka. Ini adalah motivator terbaik dari semuanya!\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/4256587657752018851\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/lima-cara-memotivasi-siswa-di-kelas.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4256587657752018851"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4256587657752018851"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/lima-cara-memotivasi-siswa-di-kelas.html","title":"Lima Cara Memotivasi Siswa di Kelas"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/--OAQeOnsCmw\/XraPsAL03II\/AAAAAAAAA74\/gGBRskN8C0sIN26mbKLXE7pc0GqsyYNzQCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Lima-Cara-Memotivasi-Siswa-di%2BKelas.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-4551551160778587559"},"published":{"$t":"2020-05-08T21:37:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-05-08T21:37:12.828+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":" Enam Kiat Orangtua Mengajar di Rumah"},"content":{"type":"html","$t":"Orang tua mengajar anak-anak mereka dari rumah; beberapa melakukannya secara sukarela, seperti mereka yang mendidik anak-anak mereka sepanjang tahun, dan mungkin ada juga yang menyuruh orang lain\u0026nbsp; \u0026nbsp;untuk mengajar berdasarkan keadaan, seperti mereka yang menghadapi liburan sekolah karena pandemi COVID-19. Mengajar dari rumah adalah suatu prestasi yang membawa sejumlah besar emosi stres dan kecemasan, terutama bagi orang tua yang baru mengajar.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-YGW81tn1zg4\/XrVgR1OcM1I\/AAAAAAAAA7c\/CwzYtyEGtOkfGQS7q66dcUAF0QearDJ8gCLcBGAsYHQ\/s1600\/Enam-Kiat-Orangtua-Mengajar-di%2BRumah.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Enam Kiat Orangtua Mengajar di Rumah\" border=\"0\" data-original-height=\"383\" data-original-width=\"640\" height=\"382\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-YGW81tn1zg4\/XrVgR1OcM1I\/AAAAAAAAA7c\/CwzYtyEGtOkfGQS7q66dcUAF0QearDJ8gCLcBGAsYHQ\/s640\/Enam-Kiat-Orangtua-Mengajar-di%2BRumah.jpg\" title=\"Enam Kiat Orangtua Mengajar di Rumah\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nEnam tips terbukti dapat menghilangkan kecemasan dan stres dan memberi jalan bagi kontrol fisik dan emosional sehingga orang tua dan siswa berhasil dalam perjalanan mereka untuk belajar mengajar dari rumah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E1. Menetapkan Ruang Belajar Khusus\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nApakah Anda sebagai orang tua memiliki tempat khusus misalnya untuk bermeditasi, bekerja dari rumah, membaca, menonton, tidur dan lain-lain ? Bagaimana perasaan Anda ketika akan memasuki ke ruang itu ? Anda mungkin merasa terdorong untuk terlibat dalam aktivitas tersebut karena lingkungan telah menjadi pendorong kebiasaan-kebiasaan khusus yang sering terjadi di ruang itu.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAnda dapat menumbuhkan kebiasaan kerja dan belajar pada anak Anda dengan meminta anak Anda menggunakan ruang khusus untuk belajar. Untuk ruang belajar yang paling tepat, buatlah ruang itu nyaman dan menyenangkan, tidak ada gangguan, dan sediakan alat belajar yang dibutuhkan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nRuang belajar yang optimal adalah ruang yang fleksibel dan nyaman untu anaka Anda. Apakah anak Anda suka berbaring atau duduk untuk bekerja? Suhu dan pencahayaan apa yang disukai anak Anda? Memiliki pilihan dalam ruang membuat ruang fleksibel untuk anak Anda, yang memotivasi dan menghibur.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPermadani belajar, sofa, meja anak-anak, dan \/ atau meja adalah perabot yang perlu dipertimbangkan saat membuat ruang belajar anak Anda. Mungkin juga anak Anda paling nyaman dengan selimut, kipas angin, lampu terang dan redup, berbagai lampu dll. Yang penting memungkinkannya menyesuaikan ruang sesuai kebutuhan atau keinginan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMemaksimalkan ruang dan waktu untuk belajar membutuhkan situasi yang tidak ada gangguan. Beberapa gangguan yang umum termasuk televisi, gadget, mainan, kekacauan, berbagai warna ekstrim dalam satua ruang, dll. Lepaskan atau tanggalkan gangguan apa pun untuk meningkatkan fokus dan pembelajaran anak\u0026nbsp; Anda.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMemiliki alat belajar yang tersedia di ruang khusus akan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk mencari alat dan akan memaksimalkan waktu belajar. Sediakan alat belajar yang sesuai seperti pena, pensil, teknologi tepat guna, kertas, buku-buku wajib, permainan belajar, atau bahan-bahan lain yang diperlukan. Dengan ruang belajar khusus, anak Anda akan mulai mengasosiasikan pekerjaan dan belajar akan maksimal.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E2. Buatlah Jadwal Rutin\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nMulailah membuat jadwal dengan menggabungkan rutinitas lain seperti waktu makan dan tidur. Kemudian buatlah bagian waktu lainnya ke dalam jadwal misalnya kerja di depan komputer, waktu membaca, dll.\u0026nbsp; Setelah membuat jadwal atau rutinitas, posting jadwal untuk diketahui semua orang yang berkepentingan. Letakkan pada tempat strategis, kirim secara elektronik, atau gunakan metode komunikasi apa pun yang berfungsi untuk anak dan keluarga\u0026nbsp; anda.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nRutin mempromosikan kebiasaan positif, mengurangi kecemasan, dan mempromosikan keamanan untuk anak-anak, belajar lebih mungkin terjadi dalam kondisi yang tepat. Kontrol emosional anak-anak pilihan perilaku, dan kecenderungan belajar meningkat dengan rutin atau jadwal yang konsisten. Saat membuat rutinitas atau jadwal, penting untuk ditetapkan dan dikomunikasikan dengan jelas.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E3. Memantau Kondisi Perasaan Anak\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\"bagaimana perasaanmu ? Beritahu sesuatu yan baru\" itu contoh pertanyaan yang mungkin dilontarkan orang tua kepada anaknya.\u0026nbsp; Rasanya menyenangkan juga untuk anak-anak, keselamatan, keamanan, dan kesejahteraan\u0026nbsp; emosional diperkuat melalui seringnya check-in (mengontrol), Jadi ajukan pertanyaan kepada anak anda secara rutin setiap hari.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTujuan lain mengontrol kegiatan anak adalah melibatkan korelasi dengan siklus belajar-mengajar yang efektif. Siklus membutuhkan umpan balik atau, secara sederhana, membantu anak memahami apa yang ia lakukan dengan benar dan apa yang perlu diperbaiki. Periksa pekerjaan anak dan bicaralah dengannya tentang upaya yang dia lakukan dan perbaikan yang diperlukan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E4. Istirahat yang Cukup\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nAnak-anak, seperti juga orang dewasa, juga perlu istirahat, Istirahatkan otak dari tugas yang dihadapi sangat penting untuk fokus, konsentrasi, memproses informasi, dan memori. Istirahat mungkin singkat seperti peregangan, atau lebih lama, seperti terlibat dalam beberapa jenis aktivitas fisi. Semua itu dapat dijadwalkan setelah selesainya serangkaian kegiatan atau tugas.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E5. Siapkan Waktu untuk Minat Anak\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nBermain yang berhubungan dengan minat menghasilkan manfaat untuk anak-anak, Semua itu dapat menumbuhkan kreativitas, mendukung anakanak dalam memproses lingkungan disekitar mereka, dan meningkatkan motivasi. Misalnya menggambar, menari, dan sebagainya. Minat pribadi dapat terlihat setiap hari ketika anak memilih buku, pilihan dalam permainan atau musik, penelitian tentang topik yang dipilih dan lain-lain. Ketika manfaat permainan dan minat difasilitasi dalam kehidupan anak di rumah, memungkinkan akan ada perkembangan dalam belajar.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E6. Buat Kegiatan yang Menantang\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nJika anak hanya mengerjakan tugas-tugas yang mudah dapat menyebabkan stagnasi dalam pertumbuhan dan pembelajaran. Sebaiknya dorong anak-anak untuk menerima tantangan. Tantangan mendorong pengambilan resiko dan membutuhkan kegigihan untuk diselesaikan; dengan demikian pengembangan keterampilan untuk dunia nyata nyata lebih dekat. Tantangan menjadi lebih muda melalui pengulangan, dari satu kegiatan ke tingkat berikutnya untuk pertumbuhan dan pembelajaran.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSeperti guru diruang kelas, orang tua yang mengajar dari rumah menginginkan kesuksesan dan pertumbuhan emosional dan akademik untuk anak-anak mereka. Mengajar anak di rumah memang tidak mudah, tetapi keenam kiat diatas akan memandu menuju tujuan yang lebih sukses.\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/4551551160778587559\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/enam-kiat-orangtua-mengajar-di-rumah.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4551551160778587559"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4551551160778587559"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/enam-kiat-orangtua-mengajar-di-rumah.html","title":" Enam Kiat Orangtua Mengajar di Rumah"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-YGW81tn1zg4\/XrVgR1OcM1I\/AAAAAAAAA7c\/CwzYtyEGtOkfGQS7q66dcUAF0QearDJ8gCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Enam-Kiat-Orangtua-Mengajar-di%2BRumah.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-7641654713209577397"},"published":{"$t":"2020-05-01T22:28:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-05-01T22:28:01.753+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Guru"}],"title":{"type":"text","$t":"Beberapa Kesalahan Komunikasi  Orangtua Siswa Guru dan Cara Mengatasinya"},"content":{"type":"html","$t":"Komunikasi yang efektif sangat penting antara pendidik dan orang tua siswa. Itu adalah kunci untuk membangun hubungan dengan siswa dan keluarga. Menjaga jalur komunikasi tetap terbuka berarti menghindari kesalahpahaman dan kesalahan komunikasi. Berikut ini adalah kesalahan umum yang dilakukan pendidik dan bagaimana kesalahan ini dapat diperbaiki dengan strategi komunikasi sederhana.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-jogaLzBjiKM\/XqwxjFuLdBI\/AAAAAAAAA7A\/kyvR4xJMiH4XJMXV9BA1YE7MJ8EjkjJeQCLcBGAsYHQ\/s1600\/Beberapa-Kesalahan-Komunikasi-Orangtua-Siswa-Guru-dan-Cara-Mengatasinya.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Beberapa Kesalahan Komunikasi  Orangtua Siswa Guru dan Cara Mengatasinya\" border=\"0\" data-original-height=\"324\" data-original-width=\"600\" height=\"344\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-jogaLzBjiKM\/XqwxjFuLdBI\/AAAAAAAAA7A\/kyvR4xJMiH4XJMXV9BA1YE7MJ8EjkjJeQCLcBGAsYHQ\/s640\/Beberapa-Kesalahan-Komunikasi-Orangtua-Siswa-Guru-dan-Cara-Mengatasinya.jpg\" title=\"Beberapa Kesalahan Komunikasi  Orangtua Siswa Guru dan Cara Mengatasinya\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EKomunikasi Satu Arah\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nMenciptakan jalur komunikasi yang jelas berarti bahwa komunikasi antara pendidik dan orang tua harus dua arah dan bukan satu arah. Terkadang pendidik menggunakan alat yang hanya memungkinkan orang tua untuk membaca pesan dan mereka tidak dapat menanggapi atau menyuarakan pendapat mereka. Untuk mengatasi masalah ini, guru dapat menggunakan aplikasi seperti\u0026nbsp; \u003Ca href=\"https:\/\/www.classdojo.com\/\" target=\"_blank\"\u003EDojoclass\u003C\/a\u003E\u0026nbsp; atau \u003Ca href=\"https:\/\/zoom.us\/\" target=\"_blank\"\u003EZoom\u003C\/a\u003E\u0026nbsp; untuk berkomunikasi dengan orang tua.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDojo Class menawarkan berbagai fitur yang memungkinkan orang tua untuk menerima dan menanggapi pesan guru, melihat pekerjaan siswa dalam portofolio pribadi mereka, dan melihat kegiatan kelas. Orang tua juga dapat mendaftar untuk menerima umpan balik\u0026nbsp; melalui aplikasi. Ini sangat berguna bagi banyak pendidik selama implementasi eLearning di seluruh negeri karena pandemi COVID-19 selama ini.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nZoom adalah alat lain memungkinkan pendidik berkomunikasi dengan oran tua dan keluarga. Aplikasi ini memungkinkan pendidik untuk mengadakan pertemuan virtual di mana mereka dapat berbagi di layar komputer untuk menampilkan informasi atau pekerjaan siswa. Aplikasi ini juga telah menjadi alat komunikasi langsung selama krisis COVID-19 baru-baru ini.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EKomunikasi yang Kurang\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nKesalahan umum lainnya yang dilakukan oleh pendidik adalah kurang berkomunikasi dengan orang tua siswa. Keseimbangan itu penting, artinya pendidik harus berbagi. Guru mungkin diharuskan untuk membuat setidaknya satu kali kontak dengan orang tua siswa perbulan dan mendokumentasikan kegiatan ini. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara termasuk, email, telepon, secara langsung atau secara visual.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ETidak Mendokumentasikan Semua Komunikasi\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nDokumentasi juga sangat penting, Guru diharapkan memberikan bukti belajar siswa. Mempertimbangkan hal ini, penting guru menyimpan catatan komunikasi dengan orang tua dan diskusi mereka tentang pembelajaran ini dengan orang tua. Jenis dokumen ini membantu administrator mengukur komunikasi di sekolah. Ini juga membantu memberikan landasan untuk membuat keputusan sulit.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMenyediakan komunikasi yang konstruktif dengan orang tua harus menjadi bagian dari pendekatan masalah seperti siswa penyandang cacat, kebutuhan media, kebutuhan sosial dan emosiaonal, kebutuhan pengajaran, dan kebutuhan perilaku. Terkadang orang tua dapat menimbulkan tantangan ketika didekati dengan komunikasi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMeskipun pendidik tidak memiliki kemampuan untuk mengubah orang tua yang sulit, mereka memiliki kesempatan untuk mendokumentasikan semua komunikasi. Idealnya guru harus mendokumentasikan setiap komunikasi yang terjadi, Ini akan melindungi guru dari klain palsu yang mungkin timbul. Ini juga menciptakan kesempatan untuk mengingatkan orang tua tentang apa yang telah Anda Komunikasikan kepada mereka di masa lalu.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ETerlalu Pasif Saat Berurusan dengan Masalah\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nPercaya diri adalah suatu keharusan ketika berkomunikasi dengan orang tua. Menjadi terlalu pasif ketika menangani masalah seperti perilaku adalah kesalahan. Mengkomunikasikan harapan yang jelas dapat membantu guru menghindari kesalahpahaman.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDengan mengomunikasikan dengan tepat apa yang perlu didengar orang tua pada waktu yang tepat, para guru bertindak sebagai profesional yang berpengetahuan luas. Memiliki suara yang kuat adalah penting selama percakapan yang sulit dan seringkali disertai dengan waktu dan latihan. Beberapa tips untuk menjadi percaya diri dan profesional ketika berkomunikasi dengan orang tua adalah sebagai berikut :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003Ejelas, nyatakan fakta\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETampilkan data untuk mendukung kekhawatiran Anda\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EUndang profesional lain untuk bergabung dalam konferensi Anda\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMintalah untuk duduk di konferensi guru yang berpengalaman\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESimpan log komunikasi untuk menunjuk kembali ketika diperlukan\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETetapkan tujuan Anda\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EKomunikasikan harapan yang tinggi\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\nDemikian beberapa hal yang bisa dilakukan ketika ingin membangun hubungan yang baik antara guru dan orangtua siswa."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/7641654713209577397\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/beberapa-kesalahan-komunikasi-orangtua.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/7641654713209577397"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/7641654713209577397"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/05\/beberapa-kesalahan-komunikasi-orangtua.html","title":"Beberapa Kesalahan Komunikasi  Orangtua Siswa Guru dan Cara Mengatasinya"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-jogaLzBjiKM\/XqwxjFuLdBI\/AAAAAAAAA7A\/kyvR4xJMiH4XJMXV9BA1YE7MJ8EjkjJeQCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Beberapa-Kesalahan-Komunikasi-Orangtua-Siswa-Guru-dan-Cara-Mengatasinya.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-9210086210256951056"},"published":{"$t":"2020-04-16T12:06:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-06-22T19:01:18.500+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Peraturan"}],"title":{"type":"text","$t":"Permendikbud RI Nomor 19 Tahun 2020 Penggunaan Dana Operasional Sekolah Lebih Fleksibel"},"content":{"type":"html","$t":"Pemerintah memberikan fleksibilitas kepada para kepala sekolah dalam menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah Reguler dan Bantuan Operasional Sekolah Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Kesetaraan untuk memenuhi kebutuhan operasional selama pendemi Covid-19. Kebijakan ini dikeluarkan mengingat situasi bencana nasional Covid-19 yang semakin darurat.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-7wEBoJU6myo\/XpfRi8wCdMI\/AAAAAAAAA6M\/HvJ4XRl3d4ERBglYhu3-2WZ19lT11tSgQCLcBGAsYHQ\/s1600\/Permendikbud-RI-Nomor-19-Tahun-2020-Penggunaan-Dana-Operasional-Sekolah-Lebih-Fleksibel.png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"527\" data-original-width=\"935\" height=\"360\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-7wEBoJU6myo\/XpfRi8wCdMI\/AAAAAAAAA6M\/HvJ4XRl3d4ERBglYhu3-2WZ19lT11tSgQCLcBGAsYHQ\/s640\/Permendikbud-RI-Nomor-19-Tahun-2020-Penggunaan-Dana-Operasional-Sekolah-Lebih-Fleksibel.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKebijakan itu tertuang dalam \u003Cb\u003E\u003Ci\u003EPeraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No 19\/2020 tentang Perubahan Atas Permendikbud No 8 tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E dan Permendikbud nomor 20\/2020 tentang Perubahan Atas Permendikbud No 13\/2020 tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Nonfisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) dan Pendidikan Kesetaraan Tahun Anggaran 2020.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nUntuk BOS reguler, Permendikbud No 19 tahun 2020 mengizinkan dana itu untuk membayar guru honorer dengan syarat harus tercatat di Data Pokok Pendidikan per 31 Desember 2020, belum mendapatkan tunjangan profesi, dan memenuhi beban mengajar, termasuk mengajar dari rumah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPersyaratan baru ini menghapus ketentuan wajib memenuhi Nomor Unit Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) dan syarat belum mempunyai sertifikat pendidikan.Dengan kebijakan baru ini, alokasi pembayaran honor guru honorer yang tadinya paling banyak 50 persen dari total dana BOS reguler dinyatakan tidak berlaku.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSementara dari segi BOP PAUD dan pendidikan kesetaraan, Permendikbud No 20\/2020 memperbolehkan dana ini dipakai untuk membeli pulsa, paket data, dan layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidik ataupun siswa.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAlokasi dana yang sebelumya untuk transpor kini bisa dipakai juga membayar honor bagi pendidik.\u0026nbsp; Permendikbud No 20\/2020 juga menyebabkan ketentuan besaran persentase dana BOP perkategori pemakaian di Permendikbud sebelumnya tidak berlaku.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSelama masa pandemi Covid-19, Kemdikbud ingin memberikan kenyamanan kepada dunia pendidikan. Kepala Sekolah diberikan fleksibilitas maksimal menggunakan dana BOS reguler ataupun BOP untuk menunjang segala kebutuhan kesehatan, belajar, dan menanggulangi dampak pandemi Covid-19.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSejak Permendikbud No 8\/2020, Kemdikbud sudah memberikan kewenangan dan fleksibilitas kepada kepala sekolah untuk menggunakan dana BOS Reguler sesuai kondisi sekolah masing-masing. Untuk transparansi, rencana dan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana BOS harus disampaikan ke orangtua.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAdanya kebijakan ini mendorong kepala sekolah semakin leluasa mengubah rencana kerja dan mengalihkan alokasi yang sekiranya tidak terpakai selama pandemi Covid-19. Sebelum keluar dua Permendikbud itu sudah ada sekolah yang luwes langsung membelanjakan dana BOS reguler untuk kebutuhan pencegahan Covid-19.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ciframe height=\"480\" src=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/17kIyu13_Qgdt-3vkY1eCfRHUWWoqm0PY\/preview\" width=\"640\"\u003E\u003C\/iframe\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/9210086210256951056\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/04\/permendikbud-ri-nomor-19-tahun-2020.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/9210086210256951056"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/9210086210256951056"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/04\/permendikbud-ri-nomor-19-tahun-2020.html","title":"Permendikbud RI Nomor 19 Tahun 2020 Penggunaan Dana Operasional Sekolah Lebih Fleksibel"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-7wEBoJU6myo\/XpfRi8wCdMI\/AAAAAAAAA6M\/HvJ4XRl3d4ERBglYhu3-2WZ19lT11tSgQCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Permendikbud-RI-Nomor-19-Tahun-2020-Penggunaan-Dana-Operasional-Sekolah-Lebih-Fleksibel.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-6000198524877799233"},"published":{"$t":"2020-04-12T23:02:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-04-12T23:02:38.541+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Contoh Soal Ujian Sekolah SMP"}],"title":{"type":"text","$t":"Contoh Ujian Sekolah Ilmu Pengetahuan Alam "},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cb\u003ENaskah Soal Ujian Sekolah\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cb\u003EMata Pelajaran\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; : Ilmu Pengetahuan Alam\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EWaktu\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;: 90 menit\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ETahun Ajaran\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;:\u0026nbsp; 2019 \/ 2020\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cb\u003EPetunjuk Soal\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPilihlah salah satu jawaban yang palig benar dengan memberi tanda pada salah satu huru a, b, c,\u003Cbr \/\u003E\ndan d pada lembar jawaban dengan mengklik \u003Cb\u003E\u003Ci\u003Elink pada nomor soal 11 diakhir halaman ini\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Ci\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-zDzgaacHo9w\/XpMs-D7zfAI\/AAAAAAAAA5o\/nbCcTcdRCPUyU1ntmHvsi_GP7iHs_IGpwCLcBGAsYHQ\/s1600\/Contoh-Ujian-Sekolah-Ilmu-Pengetahuan-Alam.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Contoh Ujian Sekolah Ilmu Pengetahuan Alam\" border=\"0\" data-original-height=\"569\" data-original-width=\"1360\" height=\"266\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-zDzgaacHo9w\/XpMs-D7zfAI\/AAAAAAAAA5o\/nbCcTcdRCPUyU1ntmHvsi_GP7iHs_IGpwCLcBGAsYHQ\/s640\/Contoh-Ujian-Sekolah-Ilmu-Pengetahuan-Alam.png\" title=\"Contoh Ujian Sekolah Ilmu Pengetahuan Alam\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n1. Zat yang memiliki sifat bentuk dan volumenya tetap\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; a. padat\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; b. cair\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; c. gas\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; d. padat dan cair\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n2. Energi yang berpindah dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; ketika kedua benda bersentuhan disebut .....\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; a. kalor\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; b. suhu\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; c. termometer\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; d. derajat celcius\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n3. Cara paling tepat untuk membuktikan bahwa larutan natrium hidroksida bersifat basa adalah\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; a. mencicipi, apabila terasa pahit berarti basa\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; b. mencampur dengan cuka apabila berbentuk gelembung berarti basa\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; c. menguji dengan kertas lakmus merah, jika berubah warna menjadi biru berarti basa\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; d. menguji dengan kertas lakmus biru, jika berubah warna menjadi merah berarti basa\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n4. Perhatikan tabel di bawah ini\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 24.25pt;\" valign=\"top\" width=\"32\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003ENo \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-left: none; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 127.6pt;\" valign=\"top\" width=\"170\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003EBesaran \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-left: none; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" valign=\"top\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003ESatuan \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-left: none; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 4.0cm;\" valign=\"top\" width=\"151\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003EAlat ukur\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 24.25pt;\" valign=\"top\" width=\"32\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003E1\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 127.6pt;\" valign=\"top\" width=\"170\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003EBerat \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003Ekg\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 4.0cm;\" width=\"151\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003Emeter\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 24.25pt;\" valign=\"top\" width=\"32\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003E2\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 127.6pt;\" valign=\"top\" width=\"170\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003EVolume \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003EL\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 4.0cm;\" width=\"151\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003Estopwatch\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 24.25pt;\" valign=\"top\" width=\"32\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003E3\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 127.6pt;\" valign=\"top\" width=\"170\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003EUsaha \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003ENm\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 4.0cm;\" width=\"151\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003Eamperemeter\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 24.25pt;\" valign=\"top\" width=\"32\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003E4\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 127.6pt;\" valign=\"top\" width=\"170\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003EKecepatan\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003EKg\/jam\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 4.0cm;\" width=\"151\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003EGelas ukur\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 24.25pt;\" valign=\"top\" width=\"32\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003E5\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 127.6pt;\" valign=\"top\" width=\"170\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003ETekanan \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003EPa\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 4.0cm;\" width=\"151\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003Ebarometer\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 24.25pt;\" valign=\"top\" width=\"32\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003E6\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 127.6pt;\" valign=\"top\" width=\"170\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003EDaya \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003EJ\/s\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 4.0cm;\" width=\"151\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-right: -1.7pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003Ewattmeter\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; Berdasarkan tabel,\u0026nbsp; kelompok besaran turunan, satuan dan alat ukur yang tepat ditunjukkan oleh\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; nomor ......\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; a. 1,2 dan 3\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; b. 1,3 dan 4\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; c. 3,4 dan 5\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; d. 3.5 dan 6\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n5. Perhatikan gambar berikut !\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-SE5sCqQN3Sk\/XpMlRJNdtlI\/AAAAAAAAA40\/B24Yc2f-a64jY_8olWBCNMB3LlmHZRKywCLcBGAsYHQ\/s1600\/ipa%2B5.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"132\" data-original-width=\"496\" height=\"106\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-SE5sCqQN3Sk\/XpMlRJNdtlI\/AAAAAAAAA40\/B24Yc2f-a64jY_8olWBCNMB3LlmHZRKywCLcBGAsYHQ\/s400\/ipa%2B5.png\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; Pasangan yang termasuk molekul senyawa adalah ....\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; a. (1) dan (3)\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; b. (1) dan (4)\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; c. (2) dan (3)\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; d. (2) dan (4)\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n6. Sepotong besi 500 gr memiliki suhu 310 K. Besi itu dibiarkan mencapai suhu kamar sekitar\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; 300 K, Kalor jenis 450J\/Kg.K. berapakah kalor yang dilepaskan ?\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; a. 2500 J\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; b. 2000 J\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; c. 2250 J\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; d. 2200 J\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n7. Perhatikan tabel berikut !\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoNormalTable\" style=\"border-collapse: collapse; border: none; margin-left: 33.75pt; width: 262px;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 54.15pt;\" valign=\"top\" width=\"72\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 150%;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003ELarutan\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 142.45pt;\" valign=\"top\" width=\"190\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 150%;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003EPerubahan Kertas\n  lakmus \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 54.15pt;\" valign=\"top\" width=\"72\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 150%;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003EK\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 142.45pt;\" valign=\"top\" width=\"190\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 150%;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003EBiru menjadi merah\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 54.15pt;\" valign=\"top\" width=\"72\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 150%;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003EL\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 142.45pt;\" valign=\"top\" width=\"190\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 150%;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003ETetap biru\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 54.15pt;\" valign=\"top\" width=\"72\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 150%;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003EM\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 142.45pt;\" valign=\"top\" width=\"190\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 150%;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003EMerah menjadi biru\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 54.15pt;\" valign=\"top\" width=\"72\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 150%;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003EN\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 142.45pt;\" valign=\"top\" width=\"190\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 150%;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003ETetap Merah\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u0026nbsp; \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;Apabila larutan tersebut\u0026nbsp; merupakan jenis minuman, larutan manakah yang sebaiknya diminum\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;oleh penderita sakit magg?\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;a. K dan L\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;b. K dan M\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;c. L dan M\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;d. M dan N\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n8. Sebuah mobil menempuh jarak 110 km dalam waktu 1 jam. Maka kecepatan rata-rata mobil\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; tersebut adalah ...\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; a. 40 km\/jam\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; b. 45 km\/jam\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; c. 50 km\/jam\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; d. 55 km\/jam\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n9. Sebuah benda yang massanya 10 kg mengalami percepatan 8 m\/s2 . Jika massa benda itu\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; kemudian ditambah 10 kg, maka percepatannya menjadi ........\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; a. 1 m\/s2\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; b. 2 m\/s2\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; c. 3 m\/s2\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; d. 4 m\/s2\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n10. Perhatikan gambar berikut !\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-QUrRvSnW1gg\/XpMpjZim3SI\/AAAAAAAAA5Q\/vmUuxqaDlEEDcDPs2mNDMxuMl7m7yP3wwCLcBGAsYHQ\/s1600\/ipa%2B10.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"152\" data-original-width=\"483\" height=\"125\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-QUrRvSnW1gg\/XpMpjZim3SI\/AAAAAAAAA5Q\/vmUuxqaDlEEDcDPs2mNDMxuMl7m7yP3wwCLcBGAsYHQ\/s400\/ipa%2B10.png\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp;Massa bus 10.000 kg dan massa mobil sedan 500 kg, maka perbandingan energi kinetik bus\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp;dan mobil sedan adalah .......\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp;a. 2 : 1\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp;b. 4 : 1\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp;c. 5 : 1\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp;d. 8 : 1\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n11. untuk nomor 11 dan seterusnya dapat di kerja pada link berikut\u0026nbsp;\u003Ci style=\"font-weight: bold;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/forms.office.com\/Pages\/ResponsePage.aspx?id=ipQy5s47VkejFrue-0-KpOpJlUcXtI9EvF5j1y3HoLlUOTg3RlZEQU9INFVBTDQ5S1IxRlo1NEhMRy4u\" target=\"_blank\"\u003EContoh soal Ujian Sekolah Mata\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam SMP\u003C\/a\u003E\u0026nbsp;\u003C\/i\u003E\u0026nbsp;setelah selesai dikerja langsung dikirim dengan klik\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; link \"kirim\". Selamat bekerja.\u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/6000198524877799233\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/04\/contoh-ujian-sekolah-ilmu-pengetahuan.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6000198524877799233"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6000198524877799233"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/04\/contoh-ujian-sekolah-ilmu-pengetahuan.html","title":"Contoh Ujian Sekolah Ilmu Pengetahuan Alam "}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-zDzgaacHo9w\/XpMs-D7zfAI\/AAAAAAAAA5o\/nbCcTcdRCPUyU1ntmHvsi_GP7iHs_IGpwCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Contoh-Ujian-Sekolah-Ilmu-Pengetahuan-Alam.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-4691160385955203633"},"published":{"$t":"2020-04-11T20:55:00.002+08:00"},"updated":{"$t":"2020-04-11T21:04:46.057+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Contoh Soal Ujian Sekolah SMP"}],"title":{"type":"text","$t":"Contoh Ujian Sekolah Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan "},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cb\u003ENaskah Soal Ujian Sekolah\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cb\u003EMata Pelajaran : Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EWaktu\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; : 90 menit\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ETahun Ajaran\u0026nbsp; \u0026nbsp; : 2019\/2020\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cb\u003EPetunjuk Soal\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nPilihlah salah satu jawaban yan paling benar dengan memberi tanda pada salah satu huruf a, b, c, dan d\u0026nbsp; pada lembar jawaban dengan mengklik \u003Cb\u003E\u003Ci\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Elink pada nomor 11 pada akhir lembaran soal ini\u003C\/span\u003E\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-ihB6-t3Ui5Y\/XpG46373U7I\/AAAAAAAAA4Y\/ZvnN6z1-rYIJ-Fl8XpO1kw1K1WHP2Eb2ACLcBGAsYHQ\/s1600\/Contoh-Ujian-Sekolah-Pendidikan-Jasmani-Olahraga-dan-Kesehatan.png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Contoh Ujian Sekolah Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan \" border=\"0\" data-original-height=\"255\" data-original-width=\"600\" height=\"272\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-ihB6-t3Ui5Y\/XpG46373U7I\/AAAAAAAAA4Y\/ZvnN6z1-rYIJ-Fl8XpO1kw1K1WHP2Eb2ACLcBGAsYHQ\/s640\/Contoh-Ujian-Sekolah-Pendidikan-Jasmani-Olahraga-dan-Kesehatan.png\" title=\"Contoh Ujian Sekolah Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan \" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSetelah mengerjakan soal ini maka jawaban yang benar langsung bisa diketahui selamat bekerja\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n1. Lama waktu pertandingan sepak bola pada babak pertama adalah .....................................\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; a. 40 menit\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; b. 45 menit\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; c. 90 menit\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; d. 95 menit\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n2. Dalam pertandingan sepak bola, yang bisa menggunakan seluruh anggota badangnya untuk\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; bermain\u0026nbsp; adalah .........................\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; a. Libero\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; b. Penyerang\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; c. Pertahanan\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; d. Penjaga gawang\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n3. Tujuan taktik pertahanan dalam permainan sepak bola adalah ...................\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;a. Untuk merampas bola dan membersihkan bola dari daerah berbahaya sehingga tidak\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;terjadi kemasukan gol\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;b. Dapat menghasilkan gol atau memasukkan bola ke gawang lawan dengan mudah\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;c. Untuk memperindah permainan\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;d. Dapat menguasai bola sepenuhnya\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n4.\u0026nbsp; Pada pola penyerangan 4-2-4, pada permainan sepak bola, pemain yang berposisi di depan\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;berjumlah ......................\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;a. 1 pemain\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;b. 2 pemain\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;c. 3 pemain\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;d. 4 pemain\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n5. Pada permulaan pertandingan sepak bola, tendangan dimulai dari tengah lapangan oleh dua orang\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; pemain yang disebut ...............\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; a. Corner kick\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; b. Free kick\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; c. Kick off\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; d. Off side\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n6. Bola meninggalkan lapangan melalui garis gawang yang sebelumnya mengenai pemain bertahan\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; dalam permainan sepak bola maka terjadi ................\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; a. Tendangan sudut\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; b. Tendangan gawang\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; c. Tendangan\u0026nbsp; penalty\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; d. Lemparan kedalam\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n7.\u0026nbsp; Pola 4-4-2 adalah yang biasa digunakan untuk taktik ..............\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;a. Taktik penyerangan\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;b. Taktik pertahanan\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;c. Taktik siasat\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;d. Taktik\u0026nbsp; penguasaan bola\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n8.\u0026nbsp; Suatu usaha atau siasat dari suatu regu yang diterapkan dalam pertandingan dengan tujuan untuk\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;memporoleh kemenangan disebut .......\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;a. Metode\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;b. Pola\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;c. Taktik\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;d. Pinalti\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n9. Sebutan nama pemain dalam bola volli sesuai dengan tugasnya dapat dibagi ......\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; a. 5 nama\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; b. 4 nama\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; c. Taktik\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; d. Penalti\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n10. Smaher (Sm) bertugas sebagai .......\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; a. Penyerang Utama\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; b. Tukang umpan\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; c. Serba guna\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; d. Petahanan\u0026nbsp; utama\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n11.\u0026nbsp; Nomor selanjutnya dapat diakses pada link berikut :\u0026nbsp;\u003Ci style=\"font-weight: bold;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/forms.office.com\/Pages\/ResponsePage.aspx?id=ipQy5s47VkejFrue-0-KpOpJlUcXtI9EvF5j1y3HoLlUMlVUVlVVNlZENVQxUDkzWTZNR0swQURTRS4u\" target=\"_blank\"\u003ESoal Ujian Sekolah Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan\u003C\/a\u003E\u0026nbsp; \u003C\/i\u003EHasil ujian dapat diketahui setelah selesai mengerjakan dan mengirim hasil jawabannya..\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/4691160385955203633\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/04\/contoh-ujian-sekolah-pendidikan-jasmani.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4691160385955203633"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4691160385955203633"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/04\/contoh-ujian-sekolah-pendidikan-jasmani.html","title":"Contoh Ujian Sekolah Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan "}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-ihB6-t3Ui5Y\/XpG46373U7I\/AAAAAAAAA4Y\/ZvnN6z1-rYIJ-Fl8XpO1kw1K1WHP2Eb2ACLcBGAsYHQ\/s72-c\/Contoh-Ujian-Sekolah-Pendidikan-Jasmani-Olahraga-dan-Kesehatan.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-1783125112091193960"},"published":{"$t":"2020-04-01T20:59:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-04-01T21:31:06.287+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Mempersiapkan Pelajaran E-Learning"},"content":{"type":"html","$t":"Akan muda untuk mengasumsikan bahwa membuat pelajaran e-learning dalam masyarakat saat ini akan menjadi tugas sederhana yang dapat diselesaikan oleh guru mana pun dalam jumlah yang sama atau\u0026nbsp; lebih sedikit waktu digunakan daripada rencana pelajaran tradisional atau konvensional. Pendapat ini bisa saja salah, paling tidak pada awalnya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-RzAxiVaeKAU\/XoSXO5WWTkI\/AAAAAAAAA30\/Z7FoY3P4B6Qmg6UfOrVYz5bzYev_HYsVgCLcBGAsYHQ\/s1600\/Mempersiapkan-Pelajaran-E-Learning.png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Mempersiapkan Pelajaran E-Learning\" border=\"0\" data-original-height=\"512\" data-original-width=\"666\" height=\"492\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-RzAxiVaeKAU\/XoSXO5WWTkI\/AAAAAAAAA30\/Z7FoY3P4B6Qmg6UfOrVYz5bzYev_HYsVgCLcBGAsYHQ\/s640\/Mempersiapkan-Pelajaran-E-Learning.png\" title=\"Mempersiapkan Pelajaran E-Learning\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\nAda begitu banyak keputusan yang perlu dibuat, dan bisa saja lepas kendali tidak sesuai dengan target atau tujuan. Namun dengan rencana yang dipikirkan dengan matang, pelatihan, kesabaran, dan latihan, mempersiapkan elearning, atau biasa disebut pembelajaran jarak jauh, rencana pelajaran menjadi sedikit lebih mudah untuk dicapai.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EIdentifikasi Tujuan Pelajaran dan Keterampilan Komponen\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nTujuan pelajaran harus dipikirkan dan dijabarkan dengan cermat untuk siswa. Target harus jelas dan mudah dipahami. Pada awal pandemi COVID-19, banyak guru terbiasa memiliki rencana pelajaran tertulis untuk pembelajaran mereka, tetapi tidak harus berbagi rencana itu dengan siswa. Para guru menggunakannya sebagai pedoman untuk memastikan target pembelajaran tercapai pada saat itu.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSiswa yang mengikuti program eLearning tidak bertemu dengan guru mereka setiap hari. Siswa harus memiliki jalur yang jelas untuk kemajuan belajarnya, sehingga mereka tidak\u0026nbsp; tertinggal dari temannya yang lain. Guru dapat memetakan program untuk siswa dengan langsung pada saat mengidentifikasi tujuan pelajaran dan keterampilan yang bisa mengukur penguasaan siswa terhadap topik.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EMemanfaatkan Template Rencana Pelajaran Online\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nSaat membuat materi eLearning, tidak perlu membuat berulang ulang. Banyaknya penyedia online memberi kesempatan kepada guru untuk memilih. Manfaat menggunakan template daring adalah pembuatnya telah menciptakan sedemikian rupa sehingga dapat digunakan oleh guru sesuai dengan kebutuhannya untuk membuat rencana pelajaran yang jelas dan tepat terlepas dari kekurangan aplikasi tersebut. Mungkin saja ada guru yang mampu menciptakan aplikasi eLearning yang saat ini belum ada.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EMerangsang Diskusi\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nSaat mengajar di kelas, guru dapat membuat diskusi dengan mengajukan pertanyaan yang memancing pemikiran dan menyelidik. Guru eLearning mungkin tidak dapat melakukan ini secara organik, tergantung pada metode penyampaian di kelas. Jika guru tidak menyajikan materi secara langsung, mereka harus menemukan cara lain untuk memulai diskusi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSebagai guru online, bisa menggunakan LMS (sistem manajemen pembelajaran) sebagai alat pengiriman untuk berdialog dengan siswa. Guru online bisa membuat string diskusi di papan tulis dan meminta siswa untuk berpartisipasi. Siswa harus terlebih dahulu memposting respons terhadap topik awal sebelum melangkah lebih maju. Mereka harus menanggapi setidaknya dua siswa dan kemudian memposting refleksi untuk komentar yang dibuat pada tanggapan awal mereka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDengan latihan seperti diatas, siswa akan mulai memposting diskusi mereka mengenai pelajaran tidak hanya untuk mencari bantuan\u0026nbsp; tetapi juga untuk memberikan bantuan.\u0026nbsp; Sangat penting guru memantau diskusi ini untuk kejelasan, kebenaran, dan untuk memastikan bahwa tanggapannya tetap profesional.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EPerhatikan Komunikasi\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nKetika bertindak sebagai guru daring maka tidak dapat menekankan pentingnya komunikasi regular. Sangat mudah bagi siswa daring pada tingkat manapun untuk tidak fokus ke tujuan. Siswa dapat menjadi kewalahan dan menyerah. Dikelas tradisional, para guru akan melihat siswanya secara teratur. Mereka akan memiliki kesempatan untuk mengamati perilaku siswa, baik verbal maupun non-verbal, dan memiliki kesempatan untuk menjangkau siswa tersebut untuk melihat apakah mereka membutuhkan bantuan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDalam lingkungan e-learning \/ online, interaksi itu mungkin tidak terjadi. Guru tidak melihat siswa setiap hari. Sebagai guru online harus mengetahui apakah siswa terlibat dan berjuang dalam proses pembelajaran. Tanpa isyarat visual ini, maka kita akan kehilangan interaksi dengan siswa dan tidak mengetahuinya sampai materi berakhir.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nJika guru online berkomunikasi secara teratur dengan siswa mereka, maka dapat membantu siswa mengatasi kesulitan dan memberikan bantuan yang diperlukan. Guru dapat meminta untuk check-in atau komunikasi teratur dari siswa atau orang tua.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EBuat Materi yang Melibatkan Siswa\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nPelajaran eLearning tidak hanya presentasi PowerPoint, harus menarik dan mengasyikkan. Ada beberapa situs seperti \u003Ca href=\"https:\/\/kahoot.com\/\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cb\u003EKahoot\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E\u0026nbsp;yang memiliki layanan gratis atau berbayar, yang dapat membantu membuat konten menjadi menyenangkan dan menarik. Guru dapat menggunakan \u003Cb\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/quizlet.com\/id\" target=\"_blank\"\u003EQuizlet\u003C\/a\u003E\u0026nbsp;\u003C\/b\u003Euntuk membuat kartu flash yang bertanya kepada siswa tentang materi yang mereka pelajari. \u003Ca href=\"https:\/\/softchalk.com\/\" style=\"font-weight: bold;\" target=\"_blank\"\u003ESoftchalk\u003C\/a\u003E\u0026nbsp;memberi para guru kemampuan untuk membangun teka-teki silang, di antara kegiatan lainnya, untuk menguji referensi siswa terhadap tujuan pelajaran yang diuraikan sebelumnya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSumber daya yang tersedia untuk seorang guru online dapat membawanya dari pemula eLearning menjadi ahli dengan latihan dan kesabaran."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/1783125112091193960\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/04\/mempersiapkan-pelajaran-e-learning.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1783125112091193960"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1783125112091193960"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/04\/mempersiapkan-pelajaran-e-learning.html","title":"Mempersiapkan Pelajaran E-Learning"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-RzAxiVaeKAU\/XoSXO5WWTkI\/AAAAAAAAA30\/Z7FoY3P4B6Qmg6UfOrVYz5bzYev_HYsVgCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Mempersiapkan-Pelajaran-E-Learning.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-7847587380649738796"},"published":{"$t":"2020-03-29T21:54:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-03-29T21:58:55.207+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Seputar Edukasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Berbicara dengan Siswa tentang COVID-19"},"content":{"type":"html","$t":"Sekolah-sekolah di berbagai belahan dunia telah mengambil langkah-langkah tertentu sebagai tanggapan terhadap penyebaran Coronavirus (COVID-19) untuk menjaga siswa, tenaga pendidik dan kependidikan supaya tetap aman. Meskipun langkah-langkah ini tentu saja perlu, juga mungkin dapat meresahkan bagi siswa yang tidak tahu persis apa yang terjadi utamanya siswa SD, SMP termasuk juga SMA melihat perubahan yang terjadi. Pendidik dan tenaga kependidikan dapat melakukan berbagai hal untuk mengurangi rasa takut dan memberi tahu siswa tentang fakta-fakta sesuai tingkat perkembangan anak.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-V1t6fswUEjs\/XoCniju3krI\/AAAAAAAAA0o\/c1ff0_9F3rQb_3BEwkdlawpfaXdKyD4LQCLcBGAsYHQ\/s1600\/Berbicara-dengan-Siswa-tentang-COVID-19.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Berbicara dengan Siswa tentang COVID-19\" border=\"0\" data-original-height=\"400\" data-original-width=\"600\" height=\"426\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-V1t6fswUEjs\/XoCniju3krI\/AAAAAAAAA0o\/c1ff0_9F3rQb_3BEwkdlawpfaXdKyD4LQCLcBGAsYHQ\/s640\/Berbicara-dengan-Siswa-tentang-COVID-19.jpg\" title=\"Berbicara dengan Siswa tentang COVID-19\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cb\u003EBerikan Informasi Yang Akurat dengan Sikap yang Tenang dan Meyakinkan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nOrang dewasa lebih banyak mendengar dan memahami informasi, dari berbagai informasi bisa saja menyesatkan dan membingunkan. Sudah menjadi sifat manusia untuk kemudian berbagi pesan dan mendiskusikan keprihatinannya. Namun informasi atau pemahaman yang tidak benar atau hanya sekadar untuk menenangkan, ini tidak boleh terjadi di hadapan siswa, terutama mereka yang mungkin tidak dapat sepenuhnya memisahkan antara fakta dan pendapat.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKetika berbicara tentang COVID-19 di hadapan siswa, penting untuk memberikan informasi yang akurat, dengan cara yang dapat dimengerti oleh mereka. Penting juga untuk menanpilkan diri dengan teanang dan meyakinkan, bahkan\u0026nbsp; secara pribadi memiliki masalah pada subjek. Siswa dari berbagai usia akan menyedot banyak energi dari guru mereka karena pentingnya hal ini. Jika seorang guru tampak stres dan cemas, maka siswa akan sering bereaksi dengan cara yang sama. Namun akan terjadi sebaliknya jika guru itu tampak rasional dan damai.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTidak bermasalah untuk memberitahu siswa sekolah menengah bahwa epidemi ini adalah untaian baru dari virus yang telah ada selama hampir 60 tahun. Siswa yang lebih tua akan dapat memahami bagaimana untaian baru dapat berkembang dan perlu waktu untuk membangun kekebalan, menemukan obat, dan membuat vaksin. Pelajaran sejarah yang baik dapat mengurangi ketakutan mereka karena umat manusia telah mengatasi masalah medis sebelumnya seperti polio dan menemukan obat-obatan seperti penisilin melalui uji coba serupa di masa lalu.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EHindari Menggunakan Bahasa yang Menyalahkan Orang Lain atau Mengarah pada Stigma\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nTerlepas dari usia para siswa, saat ini bukan waktunya untuk berbagi pandangan politik atau menyalahkan mereka yang dipercaya untuk bertanggung jawab atas pandemi ini. Menyampaikan pesan positif terhadap siswa adalah yang terbaik, misalnya mengingatkan siswa bahwa ada ilmuwan di dunia yang saat ini sementara berusaha menemukan vaksin dan obat-obatan untuk membantu.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EAdakan Dialog Terbuka\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nBerikan siswa waktu untuk mengajukan pertanyaan, berbagi keprihatinan, dan menyampaikan hal-hal yang telah mereka dengar untuk membantu memvalidasi perasaan mereka dan mengurangi ketakutan mereka. Saat ini adalah waktu untuk jujur tetapi terbatas dalam informasi. Bersiaplah untuk menjawab pertanyaan dengan fakta, dan pastikan untuk menyampaikan jawaban sesuai dengan usia. Ketika siswa membagikan hal-hal yang telah mereka dengar, penting untuk mengoreksi informasi yang salah dengan cara yang meyakinkan. Untuk mendapatkan informasi terbaru, para guru dan siswa dapat mengunjungi \u003Cu\u003Esitus web Pusat Pengendalian Penyakit.\u003C\/u\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cu\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/u\u003E\nDemikian juga, jika siswa mengetahui seseorang yang telah tertular virus, yang terbaik adalah meyakinkan bahwa para medis dapat memberikan dukungan dan karantina yang dapat membantu menghentikan penyebaran virus. Jangan merinci tentang tingkat kematian anak saat ini. Jika siswa bertanya tentang kemungkinan kematian, beri penekanan pada peluang pemulihan dan biarkan orang tuanya\u0026nbsp; masuk lebih dalam ke dalam percakapan yang lebih dalam.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nIni adalah waktu yang tepat untuk mengajarkan tentang kesehatan dan penyakit menular dan bagaimana mereka menyebar. Biarkan siswa mengambil bagian dalam percobaan yang menunjukkan bagaimana kuman disebarkan dari orang ke orang dan menyaksikan bagaimana kuman menyebar ke seluruh ruangan ketika seorang menyentuh berbagai barang.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nIni juga merupakan saat yang tepat untuk berbicara tentang kebiasaan sehat lainnya seperti makan makanan seimbang dan berolahraga dan istirahat yang cukup untuk memulihkan tubuh. Bagikan kepada siswa bahwa ini adalah cara-cara penting untuk membantu tubuh mempersiapkan diri menghadapi penyakit sehingga dapat pulih lebih cepat dan tidak terlalu terpengaruh oleh segala jenis penyakit. Gunakan waktu ini untuk fokus pada apa yang benar-benar penting, seperti kebersihan yang baik dan tindakan pencegahan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EPesan untuk Siswa Ketika Sekolah Diliburkan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nMenghadapi penyebaran COVID-19 siswa diliburkan belajar dirumah dalam upaya memberikan alternatif yang lebih aman daripada berkumpul di ruang kelas. Ini adalah waktu untuk meyakinkan siswa bahwa beberapa hal akan berbeda untuk sementara waktu, dan akan kembali normal. Berikan kegiatan yang menyenangkan dan menarik yang bisa mereka lakukan di rumah untuk tetap sibuk dan menjadi kreatif.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nHimbau siswa untuk memanfaatkan situs pendidikan gratis yang membantu mereka mempertajam keterampilan mereka saat mereka berada di rumah. Ingat guru ada di sana untuk mendidik dan memberikan fakta. Tetap terhubung melalui situs online yang digunakan oleh sekolah, dan terus berbagi pesan positif dan tenang untuk meyakinkan siswa dalam waktu yang tidak biasa ini."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/7847587380649738796\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/03\/berbicara-dengan-siswa-tentang-covid-19.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/7847587380649738796"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/7847587380649738796"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/03\/berbicara-dengan-siswa-tentang-covid-19.html","title":"Berbicara dengan Siswa tentang COVID-19"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-V1t6fswUEjs\/XoCniju3krI\/AAAAAAAAA0o\/c1ff0_9F3rQb_3BEwkdlawpfaXdKyD4LQCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Berbicara-dengan-Siswa-tentang-COVID-19.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-6691984226948105581"},"published":{"$t":"2020-03-22T21:58:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-03-22T21:58:34.690+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Menerapkan Instruksi Kelompok Kecil yang Efektif dalam Proses Belajar"},"content":{"type":"html","$t":"Pengajaran kelompok kecil adalah strategi yang sebagian besar digunakan dalam pengaturan sekolah dasar. Satu-satunya fokus pengajaran kelompok kecil adalah menumbuhkan keterampilan akademik siswa. Banyak siswa memasuki sekolah dengan kesenjangan belajar beberapa tahun di belakang tingkat kelas saat ini.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Qjjjt7fD2Nw\/Xnduv8GKudI\/AAAAAAAAA0M\/BRF8mHI8b24epGTNss-iPT6htowN2UgwwCLcBGAsYHQ\/s1600\/Menerapkan-Instruksi-Kelompok-Kecil-yang-Efektif-dalam-Proses-Belajar.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Menerapkan Instruksi Kelompok Kecil yang Efektif dalam Proses Belajar\" border=\"0\" data-original-height=\"373\" data-original-width=\"600\" height=\"396\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Qjjjt7fD2Nw\/Xnduv8GKudI\/AAAAAAAAA0M\/BRF8mHI8b24epGTNss-iPT6htowN2UgwwCLcBGAsYHQ\/s640\/Menerapkan-Instruksi-Kelompok-Kecil-yang-Efektif-dalam-Proses-Belajar.jpg\" title=\"Menerapkan Instruksi Kelompok Kecil yang Efektif dalam Proses Belajar\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nGuru diharapkan memberikan instruksi kepada siswa dan meningkatkan kompetensi akademik mereka dalam satu tahun di sekolah. Oleh karena itu, pendidik menerapkan instruksi kelompok kecil untuk memenuhi kebutuhan siswa mereka untuk memastikan keberhasilan mereka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EApa itu Instruksi Kelompok Kecil ?\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nTujuan dan instruksi kelompok kecil adalah untuk mengatasi kekurangan proses belajar. Siswa ditempatkan dalam kelompok yang terdiri dari dua hingga enam orang dengan memberikan dukungan pengajaran langsung. Pengajaran kelompok kecil sangat bermanfaat bagi populasi khusus siswa seperti belajar bahasa Inggris, siswa pendidikan khusus, siswa yang beresiko dan siswa kurang mampu.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMenurut instruksi kelompok kecil J.Kendall untuk \u003Ci\u003Epelajar bahasa Inggris \u003C\/i\u003E\"instruksi kelompok kecil menyediakan lingkungan di mana siswa dapat merasa nyaman berlatih dan menerima umpan balik dan guru dapat menawarkan pengajaran tambahan dan pemodelan konten.\" Mengetahui tingkat pengajaran siswa diperlukan untuk merencanakan dan melaksanakan pengajaran kelompok kecil secara efektif.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u0026nbsp;\u003C\/b\u003EBaca juga\u003Cb\u003E :\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/01\/6-dasar-rencana-pelajaran-yang-hebat.html\" target=\"_blank\"\u003E6 dasar rencana pelajaran yang hebat\u003C\/a\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMenentukan tingkat pengajaran siswa termasuk meninjau dan menganalisis beberapa data penelitian. Setelah tingkat pengajaran ditentukan, siswa dikelompokkan secara homogen untuk memberikan instruksi yang ditargetkan berdasarkan kebutuhan masing-masing. Data pemantauan kemajuan, data penilaian formatif, dan data penilaian standar adalah beberapa sumber yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kekurangan\u0026nbsp; siswa pada target pembelajaran dan standar nasional.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSetelah menganalisis data, guru harus merencanakan pelajaran khusus untuk mengatasi target pembelajaran. Selama implementasi instruksi kelompok kecil, pembelajaran dilakukan dengan memanfaatkan visual, organisator grafik, alat bantu tambahan, bantuan pencatatan, dukungan membaca, teknologi, dan manipulatif. Instruksi kelompok kecil dapat diterapkan di area konten apapun. Namun, sebagian besar guru menerapkan instruksi kelompok kecil dalam membaca dan matematika karena tekanan akuntabilitas dan kebutuhan untuk menumbuhkan keterampilan siswa dalam waktu singkat.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EApa Manfaat dari Instruksi Kelompok Kecil?\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nAda beberapa alasan mengapa pengajaran kelompok kecil itu penting, tetapi manfaat terbesar bagi siswa adalah pengaturan memungkinkan untuk dukungan yang lebih individual dan menghasilkan keberhasilan akademik yang besar bagi siswa. \"\u003Cu\u003EPengajaran anak-anak dalam kelompok kecil memberi anak-anak dan gurunya peluang yang sangat berharga dan unik, yang mungkin tidak dimungkinkan dalam kegiatan kelompok besar.\u003C\/u\u003E\" Guru dapat mengdiagnosis kekurangan belajar siswa dan memenuhi rencana pembelajaran khusus untuk memenuhi kebutuhan mereka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMisalnya, jika sekolompok siswa berjuang dengan masalah kata multi-langkah dalam matematika, guru dapat memberikan dukungan pada operasi dan pemahaman membaca. Berada dalam jarak dekat dengan siswa memungkinkan guru untuk mengatasi kesalahpahaman dengan segera yang tidak mungkin terjadi dalam pengajaran seluruh kelompok. Siswa dapat mengajukan pertanyaan spesifik dan menerima umpan balik tanpa rasa takut atau penilaian dari teman sebaya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EKapan Instruksi Kelompok Kecil Cocok di Gunakan ?\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nPengajaran kelompok kecil harus dimulai untuk siswa setelah 6 minggu pertama sekolah hingga satu tahun ajaran. Sangat tepat untuk menggunakan\u0026nbsp; setidaknya 3-5 kali perminggu untuk memperkuat keterampilan bagi siswa. 6 minggu pertama digunakan untuk mengumpulkan data dan menilai awal kemampuan membaca dan matematika siswa.\u0026nbsp; Data ini juga digunakan untuk menentukan target pembelajaran tertentu yang dibutuhkan siswa untuk berhasil. Minggu pertama materi baru juga dapat digunakan untuk mengumpulkan data dan menyusun kembali program untuk siswa.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSiklus pembelajaran instruksi kelompok kecil meliputi pra-penilaian, instruksi langsung sambil memantau kemajuan, penilaian pasca, dan\u003Ci\u003E reteaching\u003C\/i\u003E konsep untuk penguasaan. Siklus harus terjadi untuk setiap konsep yang sejalan dengan kurikulum lokal dan nasional.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EMenerapkan Instruksi Kelompok Kecil di Kelas\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nMenerapkan instruksi kelompok kecil di kelas harus terstruktur. Perencanaan awal adalah kunci untuk memastikan siklus pembelajaran instruksional kelompok kecil yang efektif. Selama siklus pembelajaran instruksi kelompok kecil, akses ke manipulatif, visual, organisator grafik, teknologi, dan rencana pelajaran diperlukan bagi siswa untuk memahami konsep.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nCatatan anekdotal harus digunakan untuk melacak kemajuan siswa dan menuliskan ide untuk rencana pelajaran yang akan datang minggu berikutnya. Penyesuaian instruksional harus dilakukan setiap minggu untuk memastikan siswa berhasil dalam mempelajari keterampilan konten.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nbaca juga :\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/08\/5-tips-manajemen-kelas-pada-awal-tahun.html\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cb\u003E5 tips manajemen kelas pada awal tahun ajaran baru\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTantangan terbesar bagi guru ketika menerapkan instruksi kelompok kecil adalah menguraian bagaimana cara melibatkan siswa lain di kelas sambil bekerja dengan kelompok kecil yang terdiri dari 2-6 siswa. Manajemen kelas diperlukan untuk mengimplementasikan instruksi kelompok kecil secara efektif. Guru harus menggunakan instruksi yang berbeda dan memiliki berbagai sesi pembelajaran yang menantang dan melibatkan siswa lain dalam kegiatan yang selaras dengan standar pembelajaran.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBeberapa contoh adalah pembelajaran berbasis proyek, aplikasi berbasis komputer, permainan instruksional, lokakarya penulisan, investigasi, studi buku, praktik keterampilan, dll. Semua model pembelajaran harus sejajar dengan standar tingkat kelas untuk memastikan kesenjangan pembelajaran tidak terjadi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cb\u003EKesimpulan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nInstruksi kelompok kecil memungkinkan guru untuk memastikan siswa memiliki pengalaman belajar yang adil dan dapat sesukses dengan rekan-rekan mereka di lingkungan pendidikan. Ini memberikan kesempatan bagi semua siswa untuk mempelajari konten dengan kecepatan dan level yang mereka pahami.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nImplikasi untuk studi lebih lanjut harus membahas efek instruksi kelompok kecil di lingkungan sekolah menengah dan lanjutan. Sebagaian besar penelitian membahas pentingnya pengajaran kelompok kecil di lingkungan sekolah dasar. Tanpa instruksi yang efektif, siswa yang kurang mampu akan terus berisiko, memiliki kesenjangan belajar, dan mengalami peluang yang hilang untuk mempelajari konten akademik dengan cara yang bermakna."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/6691984226948105581\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/03\/menerapkan-instruksi-kelompok-kecil.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6691984226948105581"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6691984226948105581"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/03\/menerapkan-instruksi-kelompok-kecil.html","title":"Menerapkan Instruksi Kelompok Kecil yang Efektif dalam Proses Belajar"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Qjjjt7fD2Nw\/Xnduv8GKudI\/AAAAAAAAA0M\/BRF8mHI8b24epGTNss-iPT6htowN2UgwwCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Menerapkan-Instruksi-Kelompok-Kecil-yang-Efektif-dalam-Proses-Belajar.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-5158913446035114813"},"published":{"$t":"2020-03-17T22:52:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-03-18T22:18:29.338+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Mengoptimalkan Kegiatan Belajar Mengajar Lewat Daring"},"content":{"type":"html","$t":"Pemerintah mendorong instansi pendidikan dan perusahaan teknologi gotong royong mendukung pengoptimalan kegiatan belajar mengajar dalam jaringan. Upaya itu diharapkan mampu mengurangi potensi penyebaran penyakit Covid-19. Kemdikbud siap dengan skenario bekerja bersama-sama untuk mendorong pembelajaran dalam jaringan (daring) bagi para siswa.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-t2eFfb_ZXBo\/XnDjNx3a_tI\/AAAAAAAAAzw\/2X5Nn-POLbsfZWjqrfVsgZNinLHuS5zdACLcBGAsYHQ\/s1600\/Mengoptimalkan-Kegiatan-Belajar-Mengajar-Lewat-Daring.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Mengoptimalkan Kegiatan Belajar Mengajar Lewat Daring\" border=\"0\" data-original-height=\"360\" data-original-width=\"600\" height=\"384\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-t2eFfb_ZXBo\/XnDjNx3a_tI\/AAAAAAAAAzw\/2X5Nn-POLbsfZWjqrfVsgZNinLHuS5zdACLcBGAsYHQ\/s640\/Mengoptimalkan-Kegiatan-Belajar-Mengajar-Lewat-Daring.jpg\" title=\"Mengoptimalkan Kegiatan Belajar Mengajar Lewat Daring\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKemdikbud telah memiliki aplikasi pembelajaran jarak jauh berbasis laman dan Android bernama \u003Ca href=\"https:\/\/belajar.kemdikbud.go.id\/\" target=\"_blank\"\u003ERumah Belajar\u003C\/a\u003E.\u0026nbsp; Sejumlah fitur unggulan dapat diakses siswa dan guru, seperti kelas digital, bank soal, dan sumber belajar. Semua sekolah dari jenjang pendidikan apapun bisa memanfaatkannya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMendikbud mengapresiasi sejumlah sekolah dan perusahaan teknologi swasta yang sudah bergerak cepat menyikapi perlunya pembelajaran dalam jaringan di tengah merebaknya penyakit Covid-19. Ada beberapa yang sudah menyatakan kesanggupannya memberikan fasilitas belajar secara daring, antara lain Google, \u003Ca href=\"https:\/\/bimbel.ruangguru.com\/?a=abc-pus\" target=\"_blank\"\u003ERuangGuru\u003C\/a\u003E, \u003Ca href=\"https:\/\/www.kelaspintar.id\/\" target=\"_blank\"\u003EKelas Pintar\u003C\/a\u003E,\u0026nbsp; Microsoft, \u003Ca href=\"https:\/\/www.quipper.com\/id\/\" target=\"_blank\"\u003EQuipper\u003C\/a\u003E, \u003Ca href=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/\" target=\"_blank\"\u003ESekolahmu\u003C\/a\u003E, dan Zenius.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBerdasarkan data Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud, sudah ada sekitar 65 institusi yang menerapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) daring. Telkomsel telah bekerja sama dengan aplikasi belajar RuangGuru. Kerja sama ini memungkinkan pelajar, orangtua siswa, dan guru pelanggang Telkomsel bisa mengakses seluruh materi belajar di aplikasi RuangGuru secara bebas dengan kuota hingga 30 gigabyte.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSelain RuangGuru, masih ada potensi bekerja sama dengan perusahaan aplikasi ataupun penyedia layanan belajar dalam jaringan dengan mengandalkan interaksi melalui internet. Telkomsel juga telah menjajaki peluang kolaborasi dengan sekitar 100 perguruang tinggi yang mengembangkan laman layanan belajar daring.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTelkomsel telah memiliki paket internet ilmupedia yang dapat dipilih pelanggang layanan prabayar untuk mengakses aplikasi-aplikasi edukasi. Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan lintas konsumsi data, telah ada upaya menambah kapasitas jaringan dan pengamanan kualitas layanan di wilayah residensial.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKegiatan belajar mengajar (KBM) daring memerlukan dukungan dari orang tua. KBM dengan cara itu menuntut orang tua serius ikut mendampingi dan mengawasi peserta didik seperti guru. Apabila orang tua tidak siap dengan peran ganda tersebut, KBM daring tidak akan berjalan maksimal. Akibatnya, ada potensi orangtua membiarkan anaknya tidak belajar.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nApabila orangtua siap dengan KBM daring, lalu mau mendampingi dan mengawasi saat kegiatan, hal tersebut tidak cukup. Orang tua juga harus membiasakan anak-anaknya memiliki perilaku hidup sehat dan menghindari kerumunan. Kedua upaya itu bisa mengurangi potensi risiko tertular penyakit Covid-19.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDurasi KBM daring biasanya berjalan efektif empat sampai enam jam. Sisanya adalah waktu kosong. Orangtua perlu berperan membiasakan agar mengupayakan aktivitas kreatif sebagai pengganti."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/5158913446035114813\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/03\/mengoptimalkan-kegiatan-belajar.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5158913446035114813"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5158913446035114813"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/03\/mengoptimalkan-kegiatan-belajar.html","title":"Mengoptimalkan Kegiatan Belajar Mengajar Lewat Daring"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-t2eFfb_ZXBo\/XnDjNx3a_tI\/AAAAAAAAAzw\/2X5Nn-POLbsfZWjqrfVsgZNinLHuS5zdACLcBGAsYHQ\/s72-c\/Mengoptimalkan-Kegiatan-Belajar-Mengajar-Lewat-Daring.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-2203786716541184607"},"published":{"$t":"2020-03-10T11:44:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-03-10T11:47:29.871+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Peraturan"}],"title":{"type":"text","$t":"Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2020"},"content":{"type":"html","$t":"Pemerintah menambah empat hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2020 dari 20 hari menjadi 24 hari. Diharapkan penambahan libur nasional dan cuti bersama ini bisa mendongkrak kondisi perekonomian nasional yang tengah lesu.\u003Ca href=\"https:\/\/kompas.id\/baca\/humaniora\/dikbud\/2020\/03\/10\/ekonomi-lesu-pemerintah-tambah-4-hari-libur-dan-cuti\/\" target=\"_blank\"\u003E (Kompas.id\/10\/03\/2020)\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-3snkcPv2QLM\/XmcMrR60j_I\/AAAAAAAAAzI\/a_rsy0_Cxn4CUOzg6ElhcdVK4aIrPZ-pQCLcBGAsYHQ\/s1600\/Hari-Libur-Nasional-dan-Cuti-Bersama-2020.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"593\" data-original-width=\"789\" height=\"480\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-3snkcPv2QLM\/XmcMrR60j_I\/AAAAAAAAAzI\/a_rsy0_Cxn4CUOzg6ElhcdVK4aIrPZ-pQCLcBGAsYHQ\/s640\/Hari-Libur-Nasional-dan-Cuti-Bersama-2020.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKeputusan ini tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, yaitu Menteri Agama, Menteri Tenagakerja, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negra dan Reformasi Birokrasi Nomor 174 tahun 2020, Nomor 01 Tahun 2020, dan Nomor 01 Tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020. SKB ditandatangani 9 Maret 2020.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nCuti bersama pada Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah bertambah dua hari setelah lebaran yakni tanggal 28 dan 29 Mei 2020. Dengan demikian, total hari libur dan cuti beresama Idul Fitri berlangsung antara tanggal 26 - 29 Mei 2020. Cuti bersama ditambahkan pada Tahun Baru Islam atau 1 Muharram 1442, yakni 21 Agustus 2020. Sementara pada peringatan hari Maulid Nabi Muhammmad ditambahkan cuti bersama pada 30 Oktober 2020.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSKB ini otomatis merevisi SKB sebelumnya, yaitu SKB Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi 728 Tahun 2019,\u0026nbsp; Nomor 213 tahun 2019, Nomor 01 Tahun 2019 tentang Hari libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020. SKB tiga Menteri ini menyebutkan total hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2020 hanya sebanyak 20 hari.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"WordSection1\"\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoListParagraph\" style=\"text-indent: -18.0pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: normal;\"\u003E\u003Cb\u003E\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; A.\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"font: 7pt \u0026quot;times new roman\u0026quot;;\"\u003E \u0026nbsp; \u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cb\u003EHARI\nLIBUR NASIONAL TAHUN 2020\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoListParagraph\" style=\"text-indent: -18.0pt;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none; margin-left: 18.0pt;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 38.45pt;\" valign=\"top\" width=\"51\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003ENO.\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;\" valign=\"top\" width=\"113\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003ETANGGAL\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 78.0pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EHARI\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 248.0pt;\" valign=\"top\" width=\"331\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EKETERANGAN\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 38.45pt;\" valign=\"top\" width=\"51\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n1.\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;\" valign=\"top\" width=\"113\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n1 Januari \u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 78.0pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\nRabu\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 248.0pt;\" valign=\"top\" width=\"331\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nTahun Baru 2020 masehi\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 38.45pt;\" valign=\"top\" width=\"51\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n2.\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;\" valign=\"top\" width=\"113\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n25 Januari\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 78.0pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\nSabtu\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 248.0pt;\" valign=\"top\" width=\"331\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nTahun baru Imlek 2571 Kongzili\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 38.45pt;\" valign=\"top\" width=\"51\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n3.\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;\" valign=\"top\" width=\"113\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n22 Maret\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 78.0pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\nMinggu\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 248.0pt;\" valign=\"top\" width=\"331\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nIsra Mikraj Nabi Muhammad SAW\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 38.45pt;\" valign=\"top\" width=\"51\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n4\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;\" valign=\"top\" width=\"113\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n25 Maret\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 78.0pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\nRabu\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 248.0pt;\" valign=\"top\" width=\"331\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nHari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1942\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 38.45pt;\" valign=\"top\" width=\"51\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n5.\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;\" valign=\"top\" width=\"113\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n10 April\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 78.0pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\nJumat\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 248.0pt;\" valign=\"top\" width=\"331\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nWafat Isa Al Masih\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 38.45pt;\" valign=\"top\" width=\"51\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n6.\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;\" valign=\"top\" width=\"113\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n1 Mei\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 78.0pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\nJumat\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 248.0pt;\" valign=\"top\" width=\"331\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nHari Buruh Internasional\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 38.45pt;\" valign=\"top\" width=\"51\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n7\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;\" valign=\"top\" width=\"113\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n7 Mei\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 78.0pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\nKamis\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 248.0pt;\" valign=\"top\" width=\"331\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nHari Raya Waisak 2564\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 38.45pt;\" valign=\"top\" width=\"51\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n8\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;\" valign=\"top\" width=\"113\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n21 Mei\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 78.0pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\nKamis\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 248.0pt;\" valign=\"top\" width=\"331\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nKenaikan Isa Al Masih\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 38.45pt;\" valign=\"top\" width=\"51\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n9\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;\" valign=\"top\" width=\"113\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n24 – 25 Mei\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 78.0pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\nMinggu -Senin\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 248.0pt;\" valign=\"top\" width=\"331\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nHari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 38.45pt;\" valign=\"top\" width=\"51\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n10\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;\" valign=\"top\" width=\"113\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n1 Juni\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 78.0pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\nSenin\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 248.0pt;\" valign=\"top\" width=\"331\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nHari Lahir Pancasila\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 38.45pt;\" valign=\"top\" width=\"51\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n11\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;\" valign=\"top\" width=\"113\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n31 Juli\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 78.0pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\nJumat\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 248.0pt;\" valign=\"top\" width=\"331\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nHari Raya Idul Adha 1441 Hijriah\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 38.45pt;\" valign=\"top\" width=\"51\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n12\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;\" valign=\"top\" width=\"113\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n17 Agustus\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 78.0pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\nSenin\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 248.0pt;\" valign=\"top\" width=\"331\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nHari Kemerdekaan Republik Indonesia\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 38.45pt;\" valign=\"top\" width=\"51\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n13\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;\" valign=\"top\" width=\"113\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n20 Agustus\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 78.0pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\nKamis\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 248.0pt;\" valign=\"top\" width=\"331\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nTahun Baru Islam 1442 Hijriah\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 38.45pt;\" valign=\"top\" width=\"51\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n14\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;\" valign=\"top\" width=\"113\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n29 Oktober\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 78.0pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\nKamis\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 248.0pt;\" valign=\"top\" width=\"331\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nMaulid Nabi Muhammad SAW\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 38.45pt;\" valign=\"top\" width=\"51\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n15\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;\" valign=\"top\" width=\"113\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n25 Desember \u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 78.0pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\nJumat\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 248.0pt;\" valign=\"top\" width=\"331\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nHari Raya Natal\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-left: 18.0pt;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-left: 18.0pt;\"\u003E\n\u003Cb\u003EB.\u0026nbsp;\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal; text-indent: -18pt;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"text-indent: -18pt;\"\u003ECUTI BERSAMA TAHUN 2020\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-left: 18.0pt;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"text-indent: -18pt;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none; margin-left: 18.0pt;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 38.45pt;\" valign=\"top\" width=\"51\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003ENO.\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;\" valign=\"top\" width=\"113\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003ETANGGAL\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 78.0pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EHARI\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 248.0pt;\" valign=\"top\" width=\"331\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EKETERANGAN\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 38.45pt;\" valign=\"top\" width=\"51\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n1\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;\" valign=\"top\" width=\"113\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n22,26,27,28 DAN 29 Mei \u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 78.0pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\nJumat, Selasa, Rabu, Kamis dan Jumat\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 248.0pt;\" valign=\"top\" width=\"331\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\nHari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 38.45pt;\" valign=\"top\" width=\"51\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n2\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;\" valign=\"top\" width=\"113\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n21 Agustus\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 78.0pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\nJumat\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 248.0pt;\" valign=\"top\" width=\"331\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\nTahun Baru Islam 1442 Hijriah\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 38.45pt;\" valign=\"top\" width=\"51\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n3\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;\" valign=\"top\" width=\"113\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n30 Oktober\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 78.0pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\nJumat\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 248.0pt;\" valign=\"top\" width=\"331\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\nMaulid Nabi Muhammad SAW\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 38.45pt;\" valign=\"top\" width=\"51\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n4\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;\" valign=\"top\" width=\"113\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n24 Desember \u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 78.0pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\nKamis\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 248.0pt;\" valign=\"top\" width=\"331\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\nHari Raya Natal\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPenambahan empat hari libur nasional dan cuti bersama alasan utamanya adalah pertimbangan perekonomian nasional yang sedang lesu. Sehingga penetapan libur dan cuti bersama yang tepat diharapkan bisa memberikan dampak positif. (kompas.id\/10\/02\/2020)\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EKeputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara\u003C\/span\u003E \u003C\/b\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1Sad3nqNcmnXArgxztLv9RzEAN39LkHmi\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"\u003E(download)\u003C\/a\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/2203786716541184607\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/03\/hari-libur-nasional-dan-cuti-bersama.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2203786716541184607"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2203786716541184607"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/03\/hari-libur-nasional-dan-cuti-bersama.html","title":"Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2020"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-3snkcPv2QLM\/XmcMrR60j_I\/AAAAAAAAAzI\/a_rsy0_Cxn4CUOzg6ElhcdVK4aIrPZ-pQCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Hari-Libur-Nasional-dan-Cuti-Bersama-2020.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-7068739046033929123"},"published":{"$t":"2020-02-16T22:28:00.002+08:00"},"updated":{"$t":"2020-02-16T22:30:32.131+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Peraturan"}],"title":{"type":"text","$t":"Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 Tentang BOS Kepala Sekolah Pegang Peran Sentral"},"content":{"type":"html","$t":"Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah memberikan fleksibilitas, efektivitas, efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi dalam penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-WtafmwuJQn0\/XklQ9yfp1tI\/AAAAAAAAAyc\/IgiluGTQBHQyFe65P4nScQJ4NbsrVN2kQCLcBGAsYHQ\/s1600\/permendikbud-nomor-8-tentang-BOS-2020.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 Tentang BOS Kepala Sekolah Pegang Peran Sentral\" border=\"0\" data-original-height=\"155\" data-original-width=\"600\" height=\"164\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-WtafmwuJQn0\/XklQ9yfp1tI\/AAAAAAAAAyc\/IgiluGTQBHQyFe65P4nScQJ4NbsrVN2kQCLcBGAsYHQ\/s640\/permendikbud-nomor-8-tentang-BOS-2020.png\" title=\"Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 Tentang BOS Kepala Sekolah Pegang Peran Sentral\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKepala sekolah memegang peran sentral dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah, salah satunya terkait pembayaran gaji guru honorer. Hal Tersebut diatur dalam \u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1jcdEnPD5XGJ0fyra3rps34mnHfoz5Z5L\/view?usp=sharing\" style=\"font-weight: bold;\" target=\"_blank\"\u003EPermendikbud Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Opersional Sekolah Reguler\u003C\/a\u003E\u003Cb\u003E,\u0026nbsp; \u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1tGx15yMgh47CUBWlMjdK1eagifC579gY\/view?usp=sharing\" style=\"font-weight: bold;\" target=\"_blank\"\u003ELampiran Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 tentang BOS\u003C\/a\u003E\u003Cb\u003E,\u0026nbsp; \u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1W8nc8Wt6YgowpHR9XJFd6ar30mvrCbbp\/view?usp=sharing\" style=\"font-weight: bold;\" target=\"_blank\"\u003EPointer Kemendagri tentang BOS 2020\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKepala Sekolah yang paling mengetahui\u0026nbsp; kebutuhan sekolahnya, bukan Dinas Pendidikan atau pemerintah pusat. Jadi kebijakan ini memberikan diskresi kepada kepala sekolah. Mereka juga yang paling tahu kondisi kelayakan guru honorer. Contoh lain ada sekolah yang membutuhkan dana untuk pengadaan perahu untuk mengangkut siswa dari lokasi tempat tinggalnya ke sekolah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBerdasarkan pasal 3 Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020, penggunaan bantuan operasional sekolah (BOS) memakai prinsip fleksibilitas, efektivitas, efisien, akuntabilitas, dan transparansi. Pada pasal 4, sekolah penerima dana BOS harus memenuhi persyaratan pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik), nomor pokok sekolah nasional, izin operasional, jumlah peserta didik minimal 60 orang selama tiga tahun terakhir dikecualikan untuk sekolah dengan kondisi, antara lain berlokasi di wilayah tertinggal dan kepadatan penduduknya rendah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPada tahun 2020, alokasi dana bantuan operasional sekolah (BOS) dalam APBN sebesar Rp. 54,32 triliun untuk 45,4 juta siswa. Alokasi dana tersebut meningkat 6,03 persen dari Rp 51, 23 triliun pada tahun 2019.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPenyaluran dana akan dilakukan dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) langsung ke rekening sekolah dengan tujuan memangkas birokrasi, sehingga sekolah dapat lebih cepat menerima dan menggunakan untuk operasional di sekolah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPermendikbud No. 8\/2020 berusaha mengatasi persoalan kepala sekolah yang seringkali harus menarik pungutan kepada orangtua murid atau menggadaikan uang pribadinya karena pencairan dana BOS tertunda.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPada pasal 15 Permendikbud No. 8\/2020, kepala sekolah bertanggung jawab mutlak atas kebenaran data yang diunggah dalam dapodik sesuai kondisi riil. Pelaporan dana BOS reguler tahap I dan II wajib dilakukan melalui daring \u003Ci\u003Ebos.kemdikbud.go.id \u003C\/i\u003Epaling lambat Agustus 2020. Jika tidak melaporkan secara daring, dana tahap ketiga tidak akan cair.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDengan adanya pelaporan daring, harapannya pemerintah pusat menjadi tahu kebutuhan sebenarnya dari sekolah-sekolah. Sesuai pengalaman Kemdikbud tahun 2019 hanya 52 persen dari total sekolah penerima dana BOS menyetor laporan pertanggungjawaban ke pemerintah pusat.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKomunitas orangtua murid dan warga sekitar sekolah juga memegang peran penting mengawasi. Laporan tanggungjawab penggunaan dana BOS wajib dipasang di papan fisik, seperti majalah didnding yang dapat diakses dengan mudah oleh mereka. Melalui cara ini, masyarakat bisa mengawasi sepak terjang kepala sekolah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBatas maksimal pembayaran gaji honor ditingkatkan dari sebelumnya 15 persen untuk sekolah negeri dan 30 persen untuk sekolah swasta menjadi 50 persen dari total dana BOS. Kepala Sekolah mengetahui kondisi para guru honorer di lapangan lebih baik dibanding dinas ataupun pemerintah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPembayaran gaji guru honorer menggunakan dana BOS dapat dilakukan dengan syarat, antara lain guru bersangkutan memiliki\u0026nbsp; Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan\u0026nbsp; (NUPTK), belum mempunyai sertifikat pendidik, dan tercatat di Dapodik sebelum 31 Desember 2019."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/7068739046033929123\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/02\/permendikbud-nomor-8-tahun-2020-tentang.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/7068739046033929123"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/7068739046033929123"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/02\/permendikbud-nomor-8-tahun-2020-tentang.html","title":"Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 Tentang BOS Kepala Sekolah Pegang Peran Sentral"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-WtafmwuJQn0\/XklQ9yfp1tI\/AAAAAAAAAyc\/IgiluGTQBHQyFe65P4nScQJ4NbsrVN2kQCLcBGAsYHQ\/s72-c\/permendikbud-nomor-8-tentang-BOS-2020.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-3324972854642377991"},"published":{"$t":"2020-02-12T22:27:00.002+08:00"},"updated":{"$t":"2020-02-12T22:27:32.448+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Mengubah Pengalaman Belajar Siswa Melalui Integrasi Seni"},"content":{"type":"html","$t":"Banyak sistem sekolah yang memusatkan kurikulum mereka pada mata pelajaran yang dapat diuji seperti matematika, Ada juga lebih banyak penekanan ditempatkan pada pengajaran STEM (sains, matematika, dan teknik) mata pelajaran di kelas, yang memuat seni diabaikan. Memasukkan seni ke dalam kelas dapat memberikan siswa banyak manfaat.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-f_SltCz7P3g\/XkQLCfSzkKI\/AAAAAAAAAyA\/HsJJIJUDfDIiJ-rUzENg3IFv54vnOj_YgCLcBGAsYHQ\/s1600\/Mengubah-Pengalaman-Belajar-Siswa-Melalui-Integrasi-Seni.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Mengubah Pengalaman Belajar Siswa Melalui Integrasi Seni\" border=\"0\" data-original-height=\"908\" data-original-width=\"1280\" height=\"454\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-f_SltCz7P3g\/XkQLCfSzkKI\/AAAAAAAAAyA\/HsJJIJUDfDIiJ-rUzENg3IFv54vnOj_YgCLcBGAsYHQ\/s640\/Mengubah-Pengalaman-Belajar-Siswa-Melalui-Integrasi-Seni.jpg\" title=\"Mengubah Pengalaman Belajar Siswa Melalui Integrasi Seni\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EPengertian\u0026nbsp; Integrasi Seni ?\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nMenurut \u003Ci\u003EInstitute for Arts Integration dan STEAM\u003C\/i\u003E, penataan sekolah (atau ruang kelas) diseputar\u0026nbsp; seni adalah pendekatan\u0026nbsp; untuk pembelajaran melalui standar isi yang diajarkan dan dinilai secara adil di dalam dan melalui seni. Dengan kata lain, proses pertama pilih topik yang ingin diajarkan, kemudian berkolaborasi dengan guru seni untuk menyesuaikan standar. Selanjutnya, siapkan pelajaran untuk memastikan bahwa ada kesesuaian kedua subjek. Terakhir nilai pekerjaan siswa melalui kedua bidang tersebut.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EMengapa Seni Bermanfaat bagi Siswa ?\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nIntegrasi seni dapat mendukung pembelajaran siswa dalam berbagai cara. Penelitian yang dilakukan oleh\u003Ci\u003E The Arts Education Partnership \u003C\/i\u003Emenemukan bahwa siswa yang menerima pelajaran yang terintegrasi dengan seni dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk menilai pembelajaran mereka, serta memiliki motivasi intrinsik yang lebih besar dan memotivasi siswa untuk terus belajar.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nInstitut Integrasi Seni dan STEAM menemukan hasil yang lebih mencengangkan, seperti kenaikan 10 persen prestasi siswa. Mereka juga menemukan bahwa ketika seni secara sengaja diintegrasikan, siswa menjadi peserta yang lebih aktif dalam pembelajaran mereka dan dapat bekerja melalui pemecahan masalah dan berinovasi\u0026nbsp; untuk solusi yang baru.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ESasaran Integrasi Seni\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nAgar berhasil mengintegrasikan seni, ada beberapa pendekatan praktis yang harus diingat.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Cb\u003E\u003Ci\u003EBuat Visi yang tepat sasaran\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E; Anda perlu memiliki visi yang tepat dalam mendukung seni. Misalnya Anda dapat membuat mural di pintu masuk sekolah atau membagikan karya seni siswa yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang menghargai seni.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Ci\u003E\u003Cb\u003ESejalan dengan Standar\u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E; Pastiakn semua pelajaran seni terintegrasi selaras dengan standar seni. Cobalah dan hubungkan pembelajaran seni di seluruh kurikulum.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Cb\u003E\u003Ci\u003EKembangkan Kemitraan;\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E Bangun dukungan komunitas untuk seni. Perluas sumber Anda dan bekerjasama dengan seniman, pendidik seni, dan semacamnya untuk menumbuhkan kemitraan komunitas seni.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cb\u003EBagaimana Memadukan Seni ke dalam Pengalaman Belajar Siswa.\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nBerikut adalah beberapa cara sederhana untuk memasukkan seni ke dalam ruang kelas Anda.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Cb\u003E\u003Ci\u003Eseni visual\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E; Seni adalah alat yang ampuh untuk berkomunikasi, terutama bagi siswa yang mengalami kesulitan mengekspresikan perasaan mereka melalui menulis atau berbicara. Menggambar dapat membantu siswa mengklarifikasi pikiran, ide, atau perasaan mereka. Siswa dapat menggunakan seni visual untuk membuat gambar atau artafek untuk membantu mereka menggali lebih dalam konsep yang mereka pelajar.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Ci\u003E\u003Cb\u003EDrama \u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E; Bermain peran adalah cara lain bagi siswa untuk mengekspresikan diri mereka lebih dalam. Mereka dapat membuat tarian, lagu, atau pertunjukan. Musik dan seni berjalan seiring, sehingga Anda dapat menggunakan lagu untuk hampir semua konsep yang Anda ingin siswa pelajari.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Ci style=\"font-weight: bold;\"\u003ETeknologi\u003C\/i\u003E; Teknologi dapat digunakan dalam integrasi seni. Seni dapat menggunakan aplikasi untuk membuat karya besar, merekam sendiri penampilan, atau membuat vlog tentang karya seni.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\nIntegrasi seni adalah jalur alternatif bagi siswa untuk menunjukkan apa yang mereka ketahui. Ketika menggunakan seni, dapat dikatakan bahwa semua kebutuhan peserta didik terpenuhi. Selanjutnya bagaimana mengintegrasikan seni ke dalam kelas ?"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/3324972854642377991\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/02\/mengubah-pengalaman-belajar-siswa.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/3324972854642377991"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/3324972854642377991"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/02\/mengubah-pengalaman-belajar-siswa.html","title":"Mengubah Pengalaman Belajar Siswa Melalui Integrasi Seni"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-f_SltCz7P3g\/XkQLCfSzkKI\/AAAAAAAAAyA\/HsJJIJUDfDIiJ-rUzENg3IFv54vnOj_YgCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Mengubah-Pengalaman-Belajar-Siswa-Melalui-Integrasi-Seni.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-355698429549066755"},"published":{"$t":"2020-02-07T21:32:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-02-07T21:32:38.606+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Teknologi Informasi"}],"title":{"type":"text","$t":"9 Cara Penggunaan Twitter di Ruang Kelas"},"content":{"type":"html","$t":"Twitter adalah platform media sosial yang digunakan oleh lebih dari 126 juta orang setiap hari. Twitter telah mendapatkan popularitas karena ledakan informasi yang singkat. Dengan hanya 280 karakter, pengguna dapat mempelajari sedikit informasi atau mengklik tautan untuk mempelajari lebih banyak informasi tentang topik mulai dari berita hingga apa yang sedang tren dalam hiburan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-I_0wBzQgpCc\/Xj1maYR3ePI\/AAAAAAAAAxk\/biUUMmSgOzgZGFa0TPzr_5h-_lFs8K6bgCLcBGAsYHQ\/s1600\/9-Cara-Penggunaan-Twitter-di-Ruang-Kelas.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"9 Cara Penggunaan Twitter di Ruang Kelas\" border=\"0\" data-original-height=\"513\" data-original-width=\"717\" height=\"456\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-I_0wBzQgpCc\/Xj1maYR3ePI\/AAAAAAAAAxk\/biUUMmSgOzgZGFa0TPzr_5h-_lFs8K6bgCLcBGAsYHQ\/s640\/9-Cara-Penggunaan-Twitter-di-Ruang-Kelas.png\" title=\"9 Cara Penggunaan Twitter di Ruang Kelas\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\nSementara itu diciptakan sebagai alat media sosial, banyak ruang kelas di beberapa negara\u0026nbsp; menggunakan Twitter untuk memperluas pembelajaran dan terhubung dengan siswa dan orang tua di luar kelas. Berikut beberapa cara alat media sosial populer ini terbukti bermanfaat di kelas.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E1. Perluas Pembelajaran\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nSalah satu cara terbaik untuk menggunakan Twitter di ruang kelas adalah memperluas pembelajaran di luar kelas. Twitter dapat digunakan untuk mendorong pembelajaran lebih lanjut dengan memberdayakan siswa untuk belajar dari orang lain di Twitter atau bahkan berbagi pengetahuan mereka dengan komunitas global.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E2. Sebagai Alat Penelitian\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nTwitter dapat digunakan sebagai lat penelitian dengan meminta siswa untuk menggunakan bilah pencarian. Siswa dapat mengikuti tagar yang relevan, mencari orang, topik, dan kata kunci, atau bahkan berlangganan daftar untuk mempelajari lebih banyak informasi tentang topik spesifik yang mereka teliti dan pelajari di sekolah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cb\u003E3. Dapatkan Umpan Balik dari Siswa\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nJika Anda ingin cara mudah untuk mensurvei siswa Anda dan mendapatkan umpan balik tentang pengajaran Anda atau topik yang Anda ajarkan, maka Twitter adalah alat yang hebat untuk digunakan. Siswa dapat men-tweet pertanyaan atau komentar Anda atau Anda dapat tweet tautan ke survei untuk diselesaikan siswa.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E4. Sebagai Pengingat untuk Tugas Siswa\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003ETidak ada cara yang lebih baik untuk mengingatkan siswa tentang tugas, proyek, atau kunjungan lapangan yang akan datang daripada mempostingnya di media sosial. Lama berlalu adalah hari dimana seorang siswa dapat membuat alasan bahwa mereka tidak tahu kapan sebuah tugas jatuh tempo karena siswa dapat tetap mendapatkan informasi terbaru tentang semua informasi pendidikan dengan hanya memeriksa umpan berita akun Twitter meraka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E5. Terhubung dengan Kelas Lain\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nGuru sekarang dapat memotivasi siswa mereka untuk berkolaborasi dengan siswa lain dengan menggunakan Twitter. Anda bahkan dapat mengambil langkah lebih jauh dengan membuat pegangan Twitter kelas Anda sendiri untuk tweet bolak balik dengan siswa dari seluruh dunia.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E6. Bantu Siswa Meringkas Informasi\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nTwitter memiliki aturan bahwa Anda tidak boleh menggunakan lebih dari 280 karakter dalam tweet Anda. Aturan ini adalah cara yang bagus untuk menantang siswa untuk merangkum apa yang\u0026nbsp; mereka pelajari karena memaksa mereka untuk menyingkat pemikiran mereka menjadi 280 karakter atau kurang.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E7. Berlangganan Hashtags\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nHashtags Twitter adalah kata kunci atau frasa yang digunakan pengguna untuk mengarahkan orang ke konten yang mereka cari. Yang harus anda lakukan adalah menggunakan simbol # sebelum frasa Anda, Hashtag ini dapat diklik dan mengarahkan orang ke materi terkait tentang frasa itu. Anda dapat menggunakan tagar di kelas dengan meminta siswa mencari tagar relevan tentang apa yang mereka pelajari di kelas, seperti #systemsystem.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E8. Buat Hashtag Kelas\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nBuat tagar kelas, misalnya, #mrscoxclass atau # C13math. Siswa dan orang tua dapat mengikuti tagar ini untuk mendapatkan informasi terbaru tentang apa yang terjadi di kelas. Ini juga cara yang bagus untuk menemukan dan bergabung dengan group. Pastikan jika Anda membuat group pribadi untuk hanya membagikannya kepada orang-orang yang Anda inginkan dalam group.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E9. Bersaing dengan Tren\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nTwitter di kelas adalah cara yang bagus untuk membantu siswa mengikuti perkembangan acara dan tren terkini. Jika anda menemukan artikel yang menarik, Anda dapat membagikannya di Twitter dengan siswa Anda. Ini cara yang bagus untuk membuat teman-teman guru Anda selalu terbarui tentang apa yang sedang tren.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nIni adalah 9 cara guru yang paling populer menggunakan Twetter di kelas, opsi tidak terbatas. Bagaimana Anda akan menggunakan Tweeter di ruang kelas Anda ?"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/355698429549066755\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/02\/9-cara-penggunaan-twitter-di-ruang-kelas.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/355698429549066755"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/355698429549066755"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/02\/9-cara-penggunaan-twitter-di-ruang-kelas.html","title":"9 Cara Penggunaan Twitter di Ruang Kelas"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-I_0wBzQgpCc\/Xj1maYR3ePI\/AAAAAAAAAxk\/biUUMmSgOzgZGFa0TPzr_5h-_lFs8K6bgCLcBGAsYHQ\/s72-c\/9-Cara-Penggunaan-Twitter-di-Ruang-Kelas.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-1266507510731836609"},"published":{"$t":"2020-01-28T20:38:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-01-28T20:38:29.089+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Seputar Edukasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Persaingan Manusia dengan Mesin di Era 4.0"},"content":{"type":"html","$t":"Era 4.0 akan mengubah struktur dan lapangan pekerjaan. Sejumlah pekerjaan akan tergantikan mesin. Namun, kemampuan analitik nonrutin dan interaktif nonrutin tidak akan tergantikan mesin. Konsep otomatisasi dalam Revolusi Industri 4.0 akan mengubah struktur dan lapangan pekerjaan, sekitar 50 persen aktivitas manusia dalam pekerjaan global bisa digantikan mesin.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-AKx6kogWKUo\/XjAq6qC-aLI\/AAAAAAAAAws\/Elu-Kd4A9K4H9m_P8SfTIWk3b1_vnNVgACLcBGAsYHQ\/s1600\/Persaingan-Manusia-dengan-Mesin-di-Era%2B4.0.gif\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"303\" data-original-width=\"549\" height=\"220\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-AKx6kogWKUo\/XjAq6qC-aLI\/AAAAAAAAAws\/Elu-Kd4A9K4H9m_P8SfTIWk3b1_vnNVgACLcBGAsYHQ\/s400\/Persaingan-Manusia-dengan-Mesin-di-Era%2B4.0.gif\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPekerjaan yang paling rentan diganti otomasi ialah pekerjaan yang mengandalkan aktivitas fisik berulang dan pengolah data. Sedangkan pekerjaan yang sulit diotomasi di antaranya manajerial yang membutuhkan keahlian spesifik dan interaksi dengan para pihak.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSecara lebih rinci,\u0026nbsp; 10 jenis pekerjaan yang akan segera punah karena tergantikan oleh mesin, algoritma, komputer, roboy, perangkat lunak, dan aplikasi. Jenis-jenis pekerjaan tersebut adalah \u003Ci\u003Etelemarketer\u003C\/i\u003E, pegawai persiapan pajak, penilai asuransi, wasit dan petugas official olahraga lainnya; sekretaris hukum, pegawai hotel, restoran, kafe, broker perumahan, buruh tani, sekretaris dan pegawai administrasi serta kurir dan pesuruh. ( Klaus Schwab:\u003Ci\u003EThe Fourth Industrial Revolusion)\u0026nbsp;\u003C\/i\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ci\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/i\u003E\nLebih lanjut dikatakan Schwab mencantumkan 10 jenis pekerjaan yang tidak akan tergantikan proses otomasi. Jenis-jenis pekerjaan tersebut meliputi pekerja sosial untuk kesehatan mental dan penyalahgunaan obat-obatan; obat-obatan; koreografer; dokter dan ahli bedah; psikolog;manajer SDM; analis sistem komputer, antropolog dan arkeolog; insinyur kelautan dan arsitek angkatan laut; manajer pemasaran; serta pejabat eksekutif tertinggi perusahaan (CEO)\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPekerjaan-pekerjaan tersebut tidak hilang karena menggunakan kemampuan berpikir manusia. Ada satu kemampuan yang tidak akan hilang atau tergantikan proses otomasi, yaitu analitik nonrutin dan interaktif nonrutin. Kemampuan berpikir kritis dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan yang kompleks, bukan sekadar menghapal dan melihat\/membuka manual.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBanyak jenis pekerjaan kedepan yang tidak ada manual atau pedomannya karena kompleksitas pekerjaan tersebut. Perkembangan teknologi komputasi yang sangat cepat ternyata tidak membuat hidup kita lebih mudah, bahkan menjadi lebih kompleks dan membutuhkan kecakapan khusus untuk menanganinya (Satryo\/Kompas\/27\/01\/2020).\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nNamun, jika menilik kondisi di Indonesia, sebagaian besar atau 50,4 persen pekerja berpendidikan sekolah dasar ke bawah (BPS.2019). Demikian pula jika melihat statistik Pemuda Indonesia 2019, sebanyak 48,04 persen pemuda (usia 16-30 tahun) berpendidikan SMP ke bawah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa daya saing tenaga kerja Indonesia masih rendah. Mereka yang berpendidikan tinggi pun belum tentu sesuai antara pendidikan dan pekerjaannya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nProyeksi pada 2030, Indonesia membutuhkan 113 juta tenaga kerja terampil. Saat ini yang tersedia baru sekitar 57 juta orang. Berbagai pelatihan dibutuhkan agar tenaga kerja Indonesia, terutama yang berpendidikan rendah, memiliki keterampilan yang dibutuhkan pada era 4.0.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nLebih dari itu, pola pendidikan harus diubah dari yang menekankan hafalan menjadi pemelajaran yang mendorong dan menumbuhkan kemampuan berpikir kritis. Bahkan, lebih dari itu, pemelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan sosial peserta didik.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDi Amerika Serikat kecenderungan pola perekrutan pekerja pasca 1980 yang direkrut adalah mereka yang mempunyai keterampilan sosial yang tinggi, yaitu kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dan bekerja sama dengan orang lain. (The Economist edisi 14 Januari 2017 dalam Kompas id).\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nManusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi tidak hanya berpendidikan, tetapi juga berkarakter, mampu bekerja sama, dan berkolaborasi. Kemampuan di luar akademis dan teknis tersebut sangat menentukan untuk berkompetisi dengan mesin di era 4.0 ini. Kemampuan tersebut juga sangat dibutuhkan jika ingin mengoptimalkan 27 - 46\u0026nbsp; juta lapangan pekerjaan baru yang bisa diciptakan dalam proses otomasi pada 2030"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/1266507510731836609\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/01\/persaingan-manusia-dengan-mesin-di-era.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1266507510731836609"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1266507510731836609"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/01\/persaingan-manusia-dengan-mesin-di-era.html","title":"Persaingan Manusia dengan Mesin di Era 4.0"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-AKx6kogWKUo\/XjAq6qC-aLI\/AAAAAAAAAws\/Elu-Kd4A9K4H9m_P8SfTIWk3b1_vnNVgACLcBGAsYHQ\/s72-c\/Persaingan-Manusia-dengan-Mesin-di-Era%2B4.0.gif","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-2057140001061560867"},"published":{"$t":"2020-01-25T22:04:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-01-25T22:04:52.789+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Siswa"}],"title":{"type":"text","$t":"Membentuk Kepercayaan Diri Siswa Melalui Pemelajaran Matematika Yang Menyenangkan"},"content":{"type":"html","$t":"Matematika juga sangat penting untuk membentuk karakter rasional anak. Untuk itu, penting menjadikan anak senang dengan Matematika agar mereka mudah belajar. Mata pelajaran Matematika dinilai bisa menjadi pintu masuk pembentukan karakter percaya diri anak. Bagi murid sekolah dasar, mata pelajaran ini perlu diajarkan melalui metode yang menyenangkan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-S8O1v7NBvf8\/XixKiBB_bwI\/AAAAAAAAAwQ\/12nV4Jt1qx0CPQVWBWM4sNS9s7FfebK6ACLcBGAsYHQ\/s1600\/Membentuk-Kepercayaan-Diri-Siswa-Melalui-Pemelajaran-Matematika-Yang-Menyenangkan.png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Membentuk Kepercayaan Diri Siswa Melalui Pemelajaran Matematika Yang Menyenangkan\" border=\"0\" data-original-height=\"322\" data-original-width=\"600\" height=\"340\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-S8O1v7NBvf8\/XixKiBB_bwI\/AAAAAAAAAwQ\/12nV4Jt1qx0CPQVWBWM4sNS9s7FfebK6ACLcBGAsYHQ\/s640\/Membentuk-Kepercayaan-Diri-Siswa-Melalui-Pemelajaran-Matematika-Yang-Menyenangkan.png\" title=\"Membentuk Kepercayaan Diri Siswa Melalui Pemelajaran Matematika Yang Menyenangkan\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMatematika bukan sekadar induk bagi semua mata pelajaran. Matematika adalah mata pelajaran yang mampu mengembangkan nalar dan logika anak. Matematika juga bisa membentuk kepercayaan diri. Beberapa perusahaan telah menyediakan bimbingan belajar termasuk Matematika. Salah satu perusahaan yaitu Benesse asal Jepang yang menyediakan bimbingan belajar bernama \"Shinkenjuku\".\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nCara belajar yang menyenangkan tersebut bertujuan agar anak menjadi suka pada Matematika. Merujuk pada hasil survei Programme for Internasional Assessment (PISA) 2012, siswa di Indonesia memiliki peluang. Skor PISA 2012 menunjukkan, siswa Indonesia senang belajar di sekolah. Hanya saja, perlu pendekatan khusus agar mereka tidak sekadar senang, tetapi juga pintar.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSelama ini umumnya mengedepankan kemampuan berpikir siswa sesuai dengan tingkatan. Hasil bukan merupakan yang utama dalam pelajaran Matematika, melainkan proses dan konsep. Contohnya, banyak murid SD kelas II yang kesulitan mengeerjakan soal penjumlahansederhana meskipun sudah memahami caranya. Ternyata, para siswa tersebut kebanyakan belum memahami secara matang konsep bilangan puluhan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMenurut informasi, di Jepang, anak-anak SD diajak memahami konsep tentang Matematika melalui komik dan buku bergambar. Kendati demikian, para siswa terlebih dahulu diberi kesempatan untuk mencari tahu lewat caranya masing-masing sebelum diajari guru. Misalnya, mereka diminta menghitung luas trapesium, benar atau salah. Dari situ, kemampuan berpikir secara kritis dan kepercayaan siswa bisa berkembang.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMatematika juga sangat penting untuk membentuk karakter rasionalitas anak. Untuk itu, penting menjadikan\u0026nbsp; anak senang dengan Matematika agar mereka mudah belajar. Sayangnya, selama ini anak cenderung tahut pada pelajaran Matematika. Bukan karena faktor kesulitannya, melainkan karena guru yang mengajarkannya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAgar penanaman karakter bisa optimal, pembelajaran Matematika perlu diintegrasikan dengan kehidupan sehari-hari. Berdasarkan data Subdirektorat Kurikulum Direktorat Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Usia Dini Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kemampuan Matematika anak di 148.805 SD memang masih perlu ditingkatkan."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/2057140001061560867\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/01\/membentuk-kepercayaan-diri-siswa.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2057140001061560867"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2057140001061560867"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/01\/membentuk-kepercayaan-diri-siswa.html","title":"Membentuk Kepercayaan Diri Siswa Melalui Pemelajaran Matematika Yang Menyenangkan"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-S8O1v7NBvf8\/XixKiBB_bwI\/AAAAAAAAAwQ\/12nV4Jt1qx0CPQVWBWM4sNS9s7FfebK6ACLcBGAsYHQ\/s72-c\/Membentuk-Kepercayaan-Diri-Siswa-Melalui-Pemelajaran-Matematika-Yang-Menyenangkan.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-3200603721920403789"},"published":{"$t":"2020-01-21T23:50:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-01-21T23:50:08.192+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"6 Dasar Rencana Pelajaran yang Hebat"},"content":{"type":"html","$t":"Perencanaan yang cermat dari rencana pelajaran harian, mingguan, sangat penting untuk lingkungan belajar yang sukses. Seorang guru harus hati-hati dalam mempertimbangkan banyak faktor ketika menentukan kegiatan belajar untuk siswanya. Selanjutnya kita akan mengeksplorasi beberapa bidang yang harus dipertimbangkan guru ketika menyusun pelajaran dan topik diskusi yang efektif untuk siswa mereka sesuai dengan materi pelajaran yang akan diajarkan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-zCB4Qd6I1Oo\/XicdP80NG1I\/AAAAAAAAAvs\/1Ff3CSa5cYoX08P5JV3pywPV0UtV38_PgCLcBGAsYHQ\/s1600\/6-Dasar-Rencana-Pelajaran-yang-Hebat.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"6 Dasar Rencana Pelajaran yang Hebat\" border=\"0\" data-original-height=\"356\" data-original-width=\"600\" height=\"378\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-zCB4Qd6I1Oo\/XicdP80NG1I\/AAAAAAAAAvs\/1Ff3CSa5cYoX08P5JV3pywPV0UtV38_PgCLcBGAsYHQ\/s640\/6-Dasar-Rencana-Pelajaran-yang-Hebat.jpg\" title=\"6 Dasar Rencana Pelajaran yang Hebat\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E1. Pertimbangkan Pengetahuan Sebelumnya dan Relevansi Budaya\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nPengetahuan siswa sebelumnya dan relevansi budaya dari pengetahuan itu menghasilkan peluang besar untuk pelajaran yang inovatif dan menarik. Sangat penting bagi guru untuk mendapatkan minat siswa untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi pemahaman dan pertumbuhan siswa. Memasukkan \"pre-test\" (bertingkat atau tidak bertingkat) pada awal pelajaran adalah cara yang sangat baik untuk menentukan pengetahuan awal siswa.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSeorang guru juga harus meneliti dan mempertimbnagkan untuk berdiskusi tentang budaya kelas yang mereka ajarkan untuk memacu minat siswa. Siswa jauh lebih tertarik pada bidang studi ketika mereka dapat dengan mudah melihat relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. Bebera cara untuk memperkenalkan relevansi budaya termasuk video pendek, film, pembicara tamu, bacaan yang disarangkan, dan surat kabar.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E2. Memetakan Pertanyaan Tingkat Tinggi\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nPertanyaan tingkat tinggi di kelas sangat penting untuk mendorong diskusi kelas yang bermutu. Jawaban satu atau jawaban ringkas yang sederhana membantu mempelajari terminologi. Untuk mengarahkan siswa menuju pemahaman konseptual dan pengetahuan kerja, seorang guru harus menggunakan pertanyaan tingkat tinggi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBegitu seorang guru dapat memporoleh diskusi terbuka di kelas, siswa dapat dan akan mulai berpikir dan berefleksi pada tingkat yang lebih tinggi. Seorang guru harus memasukkan beberapa pertanyaan tingkat tinggi ke dalam setiap rencana pelajaran setiap hari. Tanya jawab tingkat yang lebih tinggi dapat dinilai melalui diskusi kelas atau melalui tanggapan tertulis yang diberikan di akhir kelas.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E3. Menggunakan Waktu yang cukup\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nDalam perencanaan, guru harus memasukkan waktu yang memadai untuk semua aspek rencana pelajaran. Jika ada bagian dari pelajaran yang harus diteruskan, maka tampaknya kurang penting daripada komponen lain dari pelajaran. Perencanaan yang cermat dan pertimbangan relevansi sangat penting untuk membuat pelajaran mengalir mulus dan ransisi ke pelajaran harian yang lengkap dan bermakna.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPerencanaan pelajaran yang efektif berakhir dengan penutupan yang efektif untuk hari itu dan pembukaan untuk pelajaran selanjutnya. Semua bagian dari rencana pelajaran yang efektif harus memiliki nilai dan transisi yang lancar ke bagian selanjutnya dari rencana tersebut.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E4. Antisipasi Kemungkinan yang Menghambat\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nPenghambat harus selalu dipertimbangkan ketika merencanakan pelajaran untuk siswa. Guru harus siap menghadapi hambatan yang tidak mereka pertimbangkan ketika merencanakan. Sangat penting bahwa kesalahpahaman dan kurangnya pengetahuan digunakan untuk mengarah pada pemahaman yang lebih mendalam tentang materi pelajaran ketika dikerjakan berkolompok. Seorang guru hendaknya tidak pernah membiarkan kesalahpahaman atau kurangnya pemahaman menjadi tidak teratasi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKesalahpahaman dan kurangnya pemahaman menyebabkan minat dan frustasi pada siswa. Sebagai pendidik harus selalu menggunakan saat-saat kurangnya pemahaman atau kebingungan ini sebagai momen yang telah ditunggu tunggu. Siswa harus ditantang dan diizinkan untuk belajar dari kesalahan mereka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPenting juga bagi seorang guru untuk bersabar dengan siswa yang berjuang dengan konsep tertentu. Guru harus bersedia untuk menyesuaikan rencana pelajaran dan memasukkan instruksi yang berbeda ketika kesalahpahaman itu terjadi. Tidak peduli seberapa hati-hati seorang guru merencanakan, hambatan dapat saja terjadi. Sebagaimana halnya dengan pengajaran lainnya, tantangan, kesalahpahaman, dan kurangnya pemahaman dapat digunakan sebagai alat untuk pembelajaran yang mendalam dan bermakna.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E5. Penilaian\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nPenilaian harus selalu mengukur apa yang telah diajarkan guru dan memiliki instrumen pembelajaran tingkat tinggi. Penilaian harus memiliki makna dan lebih dari sekadar \"mengingat\". Jika ruang kelas siswa disiapkan dengan baik, mereka harus dapat menjawab secara konseptual sesuai dengan materi pelajaran yang telah disampaikan kepada mereka. Harapan dan penilaianyang baik adalah menunjukkan pembelajaran\u0026nbsp; dan pertumbuhan siswa.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPertanyaan penilaian, seperti perencanaan pelajaran, harus dipikirkan dengan hati-hati dengan pertanyaan yang jelas dan singkat ynag membahas unit studi yan dinilai. Guru harus mengantisipasi hambatan dan kesalapahaman saat menulis penilaian.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nGuru harus juga menerapkan penilaian rutin di seluruh unit yang akan memberi siswa kesempatan untuk berhasil dan memeriksa kesalahan yang tidak diketahui. Penilaian akhir harus mencakup seluruh unit yang telah dibahas. Guru harus selalu siap untuk menyisihkan waktu untuk mengajar kembali jika perlu.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cb\u003E6. Rencanakan dan Laksanakan Program\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nPerencanaan pelajaran yang cermat sejak awal sangat penting untuk pengajaran yang hebat. Sebagai guru, pasti ingin kelasnya menyenangkan. Seorang siswa akan belajar sedalam yang mereka mampu di kelas di mana mereka ingin belajar. Dengan perencanaan yang matang, kita dapat menjadikan ruang kelas sebagai ruang kelas yang diinginkan semua siswa."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/3200603721920403789\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/01\/6-dasar-rencana-pelajaran-yang-hebat.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/3200603721920403789"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/3200603721920403789"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/01\/6-dasar-rencana-pelajaran-yang-hebat.html","title":"6 Dasar Rencana Pelajaran yang Hebat"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-zCB4Qd6I1Oo\/XicdP80NG1I\/AAAAAAAAAvs\/1Ff3CSa5cYoX08P5JV3pywPV0UtV38_PgCLcBGAsYHQ\/s72-c\/6-Dasar-Rencana-Pelajaran-yang-Hebat.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-8404277898577324115"},"published":{"$t":"2020-01-17T23:25:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2020-01-17T23:30:25.935+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Guru"}],"title":{"type":"text","$t":"Melatih Guru Dengan Literasi Digital"},"content":{"type":"html","$t":"Literasi digital di kalangan siswa masih rendah. Dari 51 juta siswa di Indonesia, baru 10 persen yang siap dengan dunia digital. Dalam hal ini peran guru penting untuk meningkatkan literasi digital siswa.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-noWXXo7YOmI\/XiHRSEq4EiI\/AAAAAAAAAvQ\/A7irRYJYPrQte-4iGp765RfK-OATu9HxgCLcBGAsYHQ\/s1600\/Melatih-Guru-Dengan-Literasi-Digital.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Melatih Guru Dengan Literasi Digital\" border=\"0\" data-original-height=\"339\" data-original-width=\"600\" height=\"360\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-noWXXo7YOmI\/XiHRSEq4EiI\/AAAAAAAAAvQ\/A7irRYJYPrQte-4iGp765RfK-OATu9HxgCLcBGAsYHQ\/s640\/Melatih-Guru-Dengan-Literasi-Digital.jpg\" title=\"Melatih Guru Dengan Literasi Digital\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMempercepat kompetensi guru menguasai literasi digital merupakan keharusan agar bisa memaksimalkan pemelajaran di abad ke-21. Selain upaya dari pemerintah, berbagai inisiatif yang dilakukan sektor swasta serta swadaya masyarakat juga turut berkontribusi memungkinkan kemajuan ini semakin bisa dicapai.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDi Indonesia ada 51 juta siswa yang membutuhkan pendekatan pemelajaran abad ke-21, yaitu berpikir kritis, mengembangkan kreativitas, dan cakap dalam memakai teknologi untuk mencapai target pembangunan. Permasalahannya saat ini baru 10 persen dari jumlah itu yang siap dengan dunia digital, dalam arti mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan aktualisasi diri yang produktif.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMenurut Agensi global We Are Social yang memonitor penggunaan internet di dunia mencatat di Indonesia per Januari 2019 ada 150 juta pengguna internet. Sebanyak 40 persennya adalah penduduk usia 19-30 tahun, diikuti penduduk usia 13-19 tahun sebanyak 16 persen. Apabila konsumsi informasi digital tidak disertai keterampilan mengarahkan kebutuhan, menyarin informasi, dan membuat konten yang baik, teknologi digital tidak akan bisa dimanfaatkan untuk pembangunan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPeranan guru sangat penting untuk menumbuhkan dan meningkatkan literasi digital pada siswa. Namun pertama-tama, guru juga perlu mendapatkan pelatihan. Pelatihan literasi digital harus dimulai dari kebutuhan para guru. Bukan sekadar mengenalkan teknologi atau aplikasi terbaru karena kebutuhan setiap guru untuk mengajar dan secara pribadi berbeda-beda.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nParadigma pertama yang ditanamkan kepada guru ialah agar tidak melihat teknologi sebagai hal yang menakutkan dan hanya mendatangkan efek buruk kepada siswa. Misalnya, membuat siswa menjadi antisosial atau mengakses konten negatif di internet. Teknologi sejatinya bisa menjadi jalan mengakses sumber-sumber ilmu terbaru selama guru mengenali informasi yang akurat dan bisa diverifikasi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSelain mengajari cara menavigasi di arus informasi digital dan teknis memakai gawai, guru juga dilatih sebagai produsen konten. Caranya dengan mengajak guru rajin menulis, bisa berupa blog maupun buku digital.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPerusahaan aplikasi digital RuangGuru.com juga membuat konten pelatihan literasi digital untuk guru dan siswa. Selain pelatihan langsung secara tatap muka juga ada melalui daring yang bisa diakses di aplikasi RuangGuru.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nGuru dan siswa perlu dipaparkan kepada berbagai keragaman budaya yang ada di masyarakat sehingga tidak menimbulkan prasangka kepada kelompok yang berbeda. Dari pemberian narasi yang hetorogen ini kemudian berkembang pelatihan cakap memakai teknologi digital.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKendala utama yang didapati dari para guru adalah ketika mengimplementasikan literasi digital di kelas masing-masing. Apalagi bagi guru mata pelajaran umum, bukan guru teknologi informasi dan komunikasi. Pemakaian teknologi bagi mereka umumnya baru sebatas untuk berkomunikasi."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/8404277898577324115\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/01\/melatih-guru-dengan-literasi-digital.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8404277898577324115"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8404277898577324115"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2020\/01\/melatih-guru-dengan-literasi-digital.html","title":"Melatih Guru Dengan Literasi Digital"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-noWXXo7YOmI\/XiHRSEq4EiI\/AAAAAAAAAvQ\/A7irRYJYPrQte-4iGp765RfK-OATu9HxgCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Melatih-Guru-Dengan-Literasi-Digital.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-531043635358675746"},"published":{"$t":"2019-11-19T22:07:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2019-11-19T22:07:56.797+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Supervisi Pembelajaran Permainan Bola Kecil PJOK Kelas IX "},"content":{"type":"html","$t":"Supervisi proses belajar mengajar yang akan dipaparkan di postingan ini adalah mata pelajaran \"Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan\" dengan Pokok Bahasan Permainan Bola Kecil dan Sub pokok bahasan \"...\" kelas 9 semester ganjl tahun pelajaran 2019\/2020. Supervisi ini didahului dengan kegiatan telaah perangkat\u0026nbsp; pembelajaran.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/--cxBho3F6Bg\/XdPweLMmbOI\/AAAAAAAAAt4\/Yvj3n1QXTQ4Tb0XMcP5Nb06KxD55_w6xgCLcBGAsYHQ\/s1600\/Supervisi-Pembelajaran-Permainan-Bola-Kecil-PJOK-Kelas-IX.png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Supervisi Pembelajaran Permainan Bola Kecil PJOK Kelas IX \" border=\"0\" data-original-height=\"308\" data-original-width=\"600\" height=\"328\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/--cxBho3F6Bg\/XdPweLMmbOI\/AAAAAAAAAt4\/Yvj3n1QXTQ4Tb0XMcP5Nb06KxD55_w6xgCLcBGAsYHQ\/s640\/Supervisi-Pembelajaran-Permainan-Bola-Kecil-PJOK-Kelas-IX.png\" title=\"Supervisi Pembelajaran Permainan Bola Kecil PJOK Kelas IX \" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nHasil Supervisi dikelompokkan kedalam tiga bagian yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup dengan menggunakan instrumen pengamatan pelaksanaan pembelajaran. Adapun alat\/bahan yang digunakan pada supervisi ini adalah kamera HP, tripot, sebagai alat dokumentasi dan instrumen supervisi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nLangkah pertama supervisor (kepala sekolah\/guru senior terlebih dahulu memasuki kelas untuk mempersiapkan instrumen dokumentasi\u0026nbsp; Selanjutnya melaksanakan kegiatan sebagai berikut:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E1. Pengamatan Kegiatan Pendahuluan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003EKegiatan pendahuluan yang dilakukan oleh guru dapat dilihat pada video berikut\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/UZZmmLpVCUA\/0.jpg\" frameborder=\"0\" height=\"266\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/UZZmmLpVCUA?feature=player_embedded\" width=\"500\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nGuru telah melaksanakan kegiatan sebagai berikut :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EMembangun sikap religius sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMembangun motivasi peserta didik untuk belajar.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMemberikan apresiasi dengan cara menghubungkan materi pembelajaran dengan pengalaman peserta didik\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenyampaikan tujuan pembelajaran dan kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenyampaikan langkah-langkah kegiatan pembelajaran dan kompetensi yang akan dinilai.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cb\u003E2. Pengamatan kegiatan Inti\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\nPada\u0026nbsp; kegiatan inti berikut dibagi kedalan dua vidio yang ditayangkan sebagai berikut\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/Yw0NZS_EOwE\/0.jpg\" frameborder=\"0\" height=\"266\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/Yw0NZS_EOwE?feature=player_embedded\" width=\"500\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003C\/ol\u003E\nPada vidio diatas guru terlihat telah melaksanakan kegiatan sebagai berikut:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003Ea. Penguasaan materi pembelajaran\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003Emenyesuaikan materi pembelajaran dengan tujuan pembelajaran\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenyajikan pembahasan materi pembelajaran dengan tepat dan lengkapa sesuai dengan konsep yang benar\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Emengkaitkan materi pembelajaran dengan pengetahuan lain yang relevan dengan kehidupan sehari hari.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Emenyajikan materi secara sistematis (dari materi muda ke yang sulit, dari materi sederhana ke yang kompleks, dari materi konkrik ke yang abstrak atau sebaliknya) sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai peserta didik.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cb\u003Eb. Implementasi pembelajaran\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/AKjjt1Ur6H0\/0.jpg\" frameborder=\"0\" height=\"266\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/AKjjt1Ur6H0?feature=player_embedded\" width=\"500\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; Guru telah melaksanakan :\u003C\/div\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EMelaksanakan pembelajaran mengikuti kerangka RPP\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPembelajaran yang dilaksanakan bersifat interaktif\u0026nbsp; yang mendorong munculnya interaksi multi arah, yaitu antara peserta didik, peserta didik dengan guru, dan peserta didik dengan sumber belajar, serta peserta didik dengan lingkungan belajar sehingga memiliki kemampuan komunikatif dan kerja sama yang baik.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPembelajaran yang dilaksanakan bersifat inspiratif dan multifaset (variasi proses berpikir\u0026nbsp; C1 - C6 ) untuk memunculkan kebiasaan positif peserta didik yaitu terbangunnya karakter dan berkembangnya keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTs)\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPembelajaran yang dilaksanakan menarik, menyenangkan, dan membelajarkan\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPembelajaran yang dilaksanakan menantang sehingga memunculkan kemampuan berpikir kritis\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPembelajaran yang dilaksanakan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif dan bermakna.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPembelajaran yang dilaksanakan memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPembelajaran yang dilaksanakan menumbuhkan dan memperkuat budaya literasi.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; Guru belum melaksanakan\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EGuru belum mendorong peserta didik untuk mengembangkan keterampilan bertanya untuk membangun kebiasaan mencari tahu.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cb\u003Ec. Pemanfaatan Media dan Sumber Belajar\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/YjVWM6MbEYA\/0.jpg\" frameborder=\"0\" height=\"266\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/YjVWM6MbEYA?feature=player_embedded\" width=\"500\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cb\u003E\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u003C\/b\u003EGuru telah melaksanakan :\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EMenunjukkan keterampilan dalam menggunakan media pembelajaran\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenunjukkan keterampilan dalam menggunakan sumber belajar\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMelibatkan peserta didik dalam memanfaatkan media pembelajaran\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMelibatkan peserta didik dalam memanfaatkan sumber belajar\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMedia dan sumber belajar yang digunakan mampu menghasilkan pesan yang menarik dan mengesangkan\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; Guru belum melaksanakan :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EBelum mengakomodasi perkembangan teknologi pembelajaran dengan konsep dan prinsip \u003Ci\u003ETechno-pedagogical Content Knowledge\u003C\/i\u003E (TPACK).\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cb\u003Ed. Interaksi dengan peserta didik\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;\u003C\/b\u003EGuru telah melaksanakan :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EMenumbuhkan partisipasi aktif peserta didik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, peserta didik dengan media dan sumber belajar.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMemberikan respon positif\u0026nbsp; terhadap partisipasi peserta didik\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenunjukkan sikap terbuka terhadap respon peserta didik\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenunjukkan hubungan pribadi yang kondusif dan konstruktif\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenumbuhkan keceriaan dan antusiasme peserta didik dalam pembelajaran\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cb\u003Ec. Kegiatan Penutup\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/wBWcqQw3eZQ\/0.jpg\" frameborder=\"0\" height=\"266\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/wBWcqQw3eZQ?feature=player_embedded\" width=\"500\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;\u003C\/b\u003EGuru telah melaksanakan :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EMembuat rangkuman dan\/atau kesimpulan dengan melibatkan peserta didik.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMelakukan refleksi pembelajaran ( kebermaknaan pembelajaran untuk perkembangan pribadi peserta didik.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; Guru tidak melaksanakan :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EPenilaian pembelajaran baik lisan maupun tulisan\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMengumpulkan hasil kerja peserta didik sebagai bahan portofolio\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMemberikan tindak lanjut hasil penilaian ( remediasi\/pengayaan)\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\nBagaimana dengan pendapat anda ?\u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/531043635358675746\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/11\/supervisi-pembelajaran-permainan-bola.html#comment-form","title":"1 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/531043635358675746"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/531043635358675746"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/11\/supervisi-pembelajaran-permainan-bola.html","title":"Supervisi Pembelajaran Permainan Bola Kecil PJOK Kelas IX "}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/--cxBho3F6Bg\/XdPweLMmbOI\/AAAAAAAAAt4\/Yvj3n1QXTQ4Tb0XMcP5Nb06KxD55_w6xgCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Supervisi-Pembelajaran-Permainan-Bola-Kecil-PJOK-Kelas-IX.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-8066187846496865157"},"published":{"$t":"2019-10-26T22:55:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2019-10-26T22:55:20.792+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Seputar Edukasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Apa Itu Literasi Digital ?"},"content":{"type":"html","$t":"\"Literasi digital\" adalah salah satu teknologi didalam kata kunci kelas yang dipaparkan oleh para ahli sebagai rincian bagi siswa abad ke-21. Itu ada dimana-mana, dan sering diucapkan\u0026nbsp; oleh orang, tetapi mencari tau apa artinya bisa tidak mudah. \"Literasi\" secara sederhana dapat diartikan sebagai: Kemampuan membaca dan menulis jadi \"literasi digital\" harus mencapai tujuan tersebut menggunakan teknologi di ruang kelas.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-TUinqTLPKQY\/XbReCz_20lI\/AAAAAAAAAtE\/Df5T001-FoIWTZXABWjYQFk38BGj96yvgCLcBGAsYHQ\/s1600\/Apa-Itu-Literasi-%2BDigital.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Apa Itu Literasi Digital ?\" border=\"0\" data-original-height=\"349\" data-original-width=\"600\" height=\"372\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-TUinqTLPKQY\/XbReCz_20lI\/AAAAAAAAAtE\/Df5T001-FoIWTZXABWjYQFk38BGj96yvgCLcBGAsYHQ\/s640\/Apa-Itu-Literasi-%2BDigital.jpg\" title=\"Apa Itu Literasi Digital ?\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\nPengertiannya tidak sesederhana itu, berikut ada beberapa definisi literasi digital yang bisa jadi rujukan:\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Ci\u003E\"Kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai format dari berbagai sumber ketika disajikan melalui komputer\"-Paul Glister, Digital Literacy.\u003C\/i\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Ci\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/i\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Ci\u003E\"Kemampuan untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, berbagi, dan membuat konten menggunakan teknologi informasi dan internet.\"- University Cornell.\u003C\/i\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Ci\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/i\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Ci\u003E\"Kemampuan seseorang untuk melakukan tugas secara efektif dalam lingkungan digital... termasuk kemampuan membaca dan menafsirkan media, untuk memproduksi data dan gambar melalui manipulasi digital, dan untuk mengevaluasi dan menerapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari lingkungan digital.\"-\u0026nbsp;\u003C\/i\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Ci\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/i\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Ci\u003E\"Kemampuan untuk menggunakan teknologi digital, alat komunikasi atau jaringan untuk menemukan, mengevaluasi, menggunakan dan membuat informasi.\"\u003C\/i\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Ci\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/i\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\nSecara filosofis, ini semua adalah definisi yang baik, tetapi setelah lima belas tahun kemudian istilah \"literasi digital\" jauh lebih rumit terutama ketika berbicara tentang siswa yang telah dipengaruhi oleh gadget seperti iPad dan smartphone.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\nBerikut beberapa teknologi transformatif yang dapat digunakan dalam keterampilan kelas yang dibutuhkan siswa ketika sudah melek digital :\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cb\u003EMedia Sosial\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\nKekuatan media sosial tidak dapat disangkal. Meskipun penggunaannya terus menjadi kontroversial di beberapa kalangan, termasuk pendidikan, kedekatan dan jangkauannya sulit dikalahkan sebagai alat komunikasi. Sebagaian besar siswa menyadari manfaat media sosial. Sekaran tugas kita untuk memanfaatkannya dengan membekali siswa dengan pengetahuian yang tepat untuk menggunakannya dengan benar.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cb\u003EKomputasi awan\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\nTerkadang tugas di kelas\u0026nbsp; diselesaikan di rumah. Situasi ini membutuhkan peralihan yang baik dari peralatan misalnya\u0026nbsp; Chromebook di kelas dan PC pribadi siswa dirumah. Komputasi awan membuat semua ini bisa terjadi. Ini dapat diakses dimana saja dengan internet atau wifi, di perangkat apa pun, oleh siapapun yang diberikan akses. Siswa perlu memahami cara kerja cloud atau komputasi awan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ETeknologi Dasar yang dibutuhkan Kelas\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nLiterasi digital menyiratkan keterampilan membaca-menulis yang sama, tetapi tampa kertas, pensil, buku, atau kuliah. Ini dibangun dengan tujuan dan didorong oleh siswa.\u0026nbsp; Sebagai seorang guru maka akan memberikan hal berikut:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003EPerangkat digital seperti laptop, iPad, Chomebook, atau desktop, untuk penggunaan sehari hari\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EKelender kelas digital dengan tanggal jatuh tempo, aktivitas, dan acara lainnya\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EEmail siswa atau beberapa metode komunikasi cepat dengan siswa di luar kelas. Ini bisa berupa media pesan seperti twitter atau forum khusus.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EHalaman awal internet kelas untuk membuat situs wev, widget, dan alat digital lainnya yang digunakan untuk belajar\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPerangkat backchannel untuk menilai pembelajaran siswa saat sedang berlangsung google Apps.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESitus web atau blog kelas untuk berbagi kegiatan kelas dengan orang tua dan pemangku kepentingan lainnya.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPortofolio digital siswa untuk membuat dan mengumpulkan karya siswa untuk dilihat dan dibagikan\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cb\u003EDatabase Digital\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nPerpustakaan fisik sering tidak bisa diakses ketika dibutuhkan. Ditambah lagi, koleksi sumber daya yang dimiliki terbatas. Database digital adalah perpustakaan yang tak terbatas, dapat diakses oleh pengunjung dimana saja dan kapang saja.\u0026nbsp; Para siswa harus belajar bagaimana menjelajahi ruang-ruang virtual ketika beraktivitas di ruang kelas.Ini termasuk akses online ke perpustakaan sekolah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EKolaborasi Virtual\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nKelompok belajar siswa secara manual harus ada waktu, tempat, dan jadwal untuk pertemuan. Kolaborasi virtual tidak membutuhkan hal tersebut. Dokumen bisa dibagikan dengan semua pemangku kepentingan dan diakses sesuka hati. Banyak alat digital seperti google Apps memungkinkan siswa untuk berkolaborasi pada dokumen dari perangkat pribadi yang terpisah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDiskusi dapat berlangsung di kamar tidur siswa atau halaman belakang rumah, melalui situs virtual. Berbagai macam materi atau sumber lainnya dapat dibagikan tanpa membawa sekumpulan materi ke ruang pertemuan. Kegiatan ini dapat direkam dan dibagikan dengan anggota yang tidak hadir atau diulang untuk ditinjau.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EBerbagi untuk Membangun Pengetahuan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nTidak seorang pun dapat memberikan semua yang perlu kita ketahui tentang suatu masalah. Ketika orang berbagi pengetahuan dan wawasan mereka, maka kelompok akan tumbuh dalam kompetensi. Sekarang, yang diperlukan hanyalah kurasi virtual dari karya siswa, disajikan melalui laman web, atau streaming You Tube, atau pendekatan lain yang sesuai dengan kelompok siswa . Dengan cepat dan mudah, pekerjaan dapat dibagikan untuk kepentingan semua.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EEvaluasi Informasi Online\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nKarena banyaknya informasi online yang didapatkan oleh siswa, maka mereka perlu ada kemampuan untuk mengevaluasi kebenaran informasi yang mereka peroleh misalnya mempertanyakan apakah situs yang dikunjungi sah atau tipuan, penulis ahli atau bukan atau informasi terkini atau sudah kedaluarsa.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EEtika\u0026nbsp; Dunia Digital\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nKarena siswa menghabiskan begitu banyak waktu online, mereka perlu memahami bagaimana bertindak di lingkungan itu. Ini termasuk topik yang merinci hak dan tanggung jawab warga digital seperti: perundungan siber, legalitas materi online, membeli barang secara online, jejak kaki digital dan Privasi dan keamanan saat berselancar di dunia digital.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMenjadi warga yang baik di dunia digital tidak berbeda dengan dunia fisik. Ada strategi praktis diseputar pengguna yang tepat dan pemahaman tentang budaya yang menembus wilayah yang luas dan\u0026nbsp; anonim.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPertimbangan\u0026nbsp; kedelapan topik diatas adalah hal yang akan dibahas segera setelah siswa mulai mengunjungi internet. Lakukan dengan cara yang sesuai usia dan dilatih berulang-ulang sampai menjadi bagian dari pemahaman siswa.\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/8066187846496865157\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/10\/apa-itu-literasi-digital.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8066187846496865157"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8066187846496865157"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/10\/apa-itu-literasi-digital.html","title":"Apa Itu Literasi Digital ?"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-TUinqTLPKQY\/XbReCz_20lI\/AAAAAAAAAtE\/Df5T001-FoIWTZXABWjYQFk38BGj96yvgCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Apa-Itu-Literasi-%2BDigital.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-1548280052615076304"},"published":{"$t":"2019-09-12T21:08:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2019-09-12T21:08:34.177+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Alternatif  Menyelesaiakan Konflik di Kelas"},"content":{"type":"html","$t":"Setiap guru yang mengajar di kelas berpotensi menghadapi konplik, walaupun telah memiliki salah satu rencana manajemen ruang kelas yang terbaik namun tetap menemukan konflik di beberapa titik.\u0026nbsp; Untung saja jika seorang guru dapat membantu siswa belajr mengelolah konflik secara efektif sehingga ruang kelas dapat berjalan lebih lancar.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-PF93EHsEHuE\/XXpC5wTDokI\/AAAAAAAAAsU\/YBBTDD0rR04mAm1XNAsVG6M1zToeea6aACLcBGAsYHQ\/s1600\/Alternatif-Menyelesaiakan-Konflik-di%2BKelas.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Alternatif  Menyelesaiakan Konflik di Kelas\" border=\"0\" data-original-height=\"1200\" data-original-width=\"1600\" height=\"480\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-PF93EHsEHuE\/XXpC5wTDokI\/AAAAAAAAAsU\/YBBTDD0rR04mAm1XNAsVG6M1zToeea6aACLcBGAsYHQ\/s640\/Alternatif-Menyelesaiakan-Konflik-di%2BKelas.jpg\" title=\"Alternatif  Menyelesaiakan Konflik di Kelas\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\nDengan memberikan kepada siswa strategi penyelesaian konflik, maka akan menjadi lebih efektif dalam menyelesaikan konflik bagi diri mereka sendiri. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menyelesaikan konflik di ruang kelas.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMenurut situs\u003Cb\u003E\u003Cu\u003E Good Character,\u003C\/u\u003E\u003C\/b\u003E untuk menyelesaikan konflik tanpa berkelahi, ada beberapa langkah yang harus diambil siswa sebelum mereka harus meminta bantuan dalam menyelesaikan konflik.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EHentikan apa yang anda lakukan agar konflik tidak meningkat\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EBicaralah tentang apa yang menyebabkan perselisihan dan apa yang masing-masing pihak inginkan darinya.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPikirkan tentang opsi dan bagaimana Anda dapat memenuhi kebutuhan satu sama lain secara adil.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPilih opsi positif yang dapat disepakati masing-masing pihak.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\nJika langkah-langkah ini tidak berhasil, maka siswa harus meminta bantuan dalam menyelesaiakan masalah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EMemahami Emosi\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nAgar siswa dapat menangani konflik ketika muncul, mereka perlu memahami emosi mereka. Mintalah siswa untuk memikirkan bagaimana perasaan mereka ketika mereka berada dalam konflik. Untuk siswa yang lebih muda, Anda dapat memberi mereka bagan perasaan sehingga mereka dapat menunjukkan emosi mereka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDengan menggunakan strategi konstruktif seperti meluangkan waktu sejenak untuk memikirkan bagaimana perasaan mereka sehingga mereka dapat berpikir tentang bagaimana bereaksi, siswa akan lebih mampu.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EKegiatan Kelas\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nBerikut ada beberapa kegiatan kelas yang dapat membantu menanamkan resolusi konflik ke dalam lingkungan belajar anda.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EPoster Resolusi Konflik\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nMintalah siswa berpasangan untuk membuat poster resolusi konflik menggunakan \u003Cb\u003E\u003Cu\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/www.canva.com\/id_id\/membuat\/\" target=\"_blank\"\u003Eaplikasi Canva\u003C\/a\u003E\u003C\/u\u003E. \u003C\/b\u003ETujuan masing-masing tim adalah untuk menghasilkan\u0026nbsp; slogan damai, seperti \"Atasi Masalah, Bukan Orangnya\" atau \"Jangan Berjuang, Lakukan Apa yang Benar.\" Anda dapat menemukan lebih banyak ide slogan tentang Pendidikan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EPendekatan terhadap Konflik\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nSiswa belajar tentang berbagai pendekatan konflik seperti menghindari, mengendalikan, berkompromi, menampung, dan berkolaborasi. Kemudian mereka disajikan dengan skenario konflik yang berbeda di mana mereka harus berdiskusi dalam kelompok bagaimana mereka akan mendekati setiap situasi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nJika kelompok tersebut memilih pendekatan yang tidak tepat, maka ketika kelas membahas mengapa itu bukan pendekatan yang ideal dan pendekatan mana yang akan bekerja lebih baik untuk skenario itu. Berikut sebuah contoh skenario:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTuti dan Tita adalah teman yang baik dan memiliki hari ulang tahun yang sama. Ketika mereka tahu bahwa berdua merencanakan pesta ulang tahun mereka pada hari yang sama dan telah mengundang tamu yang sama, mereka menjadi kesal.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMereka dapat memerintahkan teman-teman mereka untuk memilih pesta yang ingin mereka hadiri atau kompromi dan mengadakan satu pesta besar. Pendekatan konflik apa yang akan Anda gunakan dalam skenario ini? Menghindari, mengendalikan, menampung atau berkolaborasi?\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ESeni Negosiasi\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nUntuk kegiatan ini, siswa bagaimana bernegosiasi dengan satu sama lain untuk menyelesaikan konflik. Pertama, diskusikan bagaimana negosiasi adalah proses di mana masing-masing pihak menyetujui strategi yang akan menyelesaikan komflik. Berikutnya, mintalah siswa berpikir tentang situasi kehidupan nyatayang mereka hadapi atau hadapi dimasa lalu dan bagaimana mereka akan mendekati negosiasi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSetelah mereka terbiasa, Anda bisa memasangkannya menjadi pasangan dan memberi mereka skenario untuk mencoba menyelesaikannya. Selama bermain peran, mereka harus menggunakan kiat negosiasi berikut untuk menyelesaikan konflik.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003ELihatlah situasi bagian demi bagian\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EAtasi masalah yang paling mudah terlebih dahulu diikuti oleh masalah yang lebih sulit.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETanyakan pada diri anda apa yang Anda inginkan terjadi\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETanyakan pada diri sendiri apa yang anda ingin terima\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPikirkan tentang apa hasil terbaik dan kemungkinan terburuk.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\nBicarakan tentang bagaimana siswa perlu menggunakan lebih dari satu pendekatan dalam satu konplik. Misalnya, mereka perlu menghindari seseorang untuk menjadi tenang selama beberapa menit, kemudian mereka dapat mulai berkompromi atau berkolaborasi.\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\nKetika ada komplik maka siswa harus dapat mencoba dan menyelesaikannya terlebih dahulu sendiri sebelum meminta bantuan. Maka mereka harus mengambil waktu sejenak untuk memikirkan bagaimana perasaan mereka, memilih pendekatan, dan mencoba dan menegosiasikan resolusi. Jika tidak satupun dari strategi ini berhasil, maka mereka harus meminta bantuan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cul\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/1548280052615076304\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/09\/alternatif-menyelesaiakan-konflik-di.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1548280052615076304"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1548280052615076304"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/09\/alternatif-menyelesaiakan-konflik-di.html","title":"Alternatif  Menyelesaiakan Konflik di Kelas"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-PF93EHsEHuE\/XXpC5wTDokI\/AAAAAAAAAsU\/YBBTDD0rR04mAm1XNAsVG6M1zToeea6aACLcBGAsYHQ\/s72-c\/Alternatif-Menyelesaiakan-Konflik-di%2BKelas.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-477229145974676319"},"published":{"$t":"2019-08-10T10:36:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2019-08-10T10:36:20.403+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"LKPD IPS 9 SMP"}],"title":{"type":"text","$t":"Lembar Kerja Peserta Didik Letak dan Luas Benua Asia"},"content":{"type":"html","$t":"Benua Asia terletak pada 26° BT - 170° BT dan 11° LS - 80° LU. Hampir seluruh wilayahnya berada di belahan bumi utara (BBU). Hanya sebagian kecil yang berada di belahan bumi selatan, termasuk Indonesia.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBatas benua Asia ialah Samudera Arktik di utara, Samudera Hindia di Selatan,\u0026nbsp; Benua Eropa, Pegunungan Ural, Laut Kaspia, Laut Hitam, Selat Bosporus, Selat Dardanella, Laut Tengah, Terusan Suez, dan Laut Merah di barat, serta dengan Selat Bering dan Samudera Pasifik di Timur.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-LH1zfXnVV7M\/XU4nWxmjasI\/AAAAAAAAArY\/K2xp9gqXzXAJENxReDfvbT__u1gxXR4dQCLcBGAs\/s1600\/Peta%2Bdasar%2BAsia.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Lembar Kerja Peserta Didik Letak dan Luas Benua Asia\" border=\"0\" data-original-height=\"412\" data-original-width=\"780\" height=\"336\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-LH1zfXnVV7M\/XU4nWxmjasI\/AAAAAAAAArY\/K2xp9gqXzXAJENxReDfvbT__u1gxXR4dQCLcBGAs\/s640\/Peta%2Bdasar%2BAsia.jpg\" title=\"Lembar Kerja Peserta Didik Letak dan Luas Benua Asia\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\nBenua Asia merupakan benua terluas di permukaan bumi. Luasnya mencapai 44.000.000 km bujur sangkar atau seperempat luas wilayah daratan dunia atau empat setengah kali luas Benua Eropa. Wilayahnya yang membentang dari Turki di bagian barat sampai Rusia di bagian timur. Benua Asia juga meliputi Indonesia di selatan sampai Rusia di utara mendekati kutub utara. Dibandingak dengan negara lainnya di Asia, maka Rusia adalah negara terluas di Benua Asia.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBenua Asia terbagi menjadi beberapa wilayah atau region yaitu Asia Barat atau Asia Barat Daya (Asia Timur Tengah), Asia Tengah, Asia Timur, Asia Selatan, Asia Tenggara dan Rusia. Masing-masing wilayah memiliki ciri atau karakteristik yang membedakannya dengan wilayah lainnya. Pembagian tersebut lebih didasari oleh perbedaan budaya dibandingkan aspek fisik wilayah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPembagian Benua Asia menjadi sejumlah wilayah atau region dapat dilihat pada peta bagan berikut ini.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-jRGkQB3j4e4\/XU4rE91IH0I\/AAAAAAAAArw\/AWqcqvbqWYo3cJT3oFDt3w_mKqqk5Z_BACLcBGAs\/s1600\/pembagian%2Bwilayah%2Basia.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Lembar Kerja Peserta Didik Letak dan Luas Benua Asia\" border=\"0\" data-original-height=\"369\" data-original-width=\"594\" height=\"396\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-jRGkQB3j4e4\/XU4rE91IH0I\/AAAAAAAAArw\/AWqcqvbqWYo3cJT3oFDt3w_mKqqk5Z_BACLcBGAs\/s640\/pembagian%2Bwilayah%2Basia.jpg\" title=\"Lembar Kerja Peserta Didik Letak dan Luas Benua Asia\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBerdasarkan kedua peta diatas siswa melakukan kegiatan sebagai berikut :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EPerhatikan peta letak astronomis Benua Asia kemudian isilah titik-titik dengan letak astronomis benua Asia!\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPerhatikan Peta pembagian wilayah Asia kemudian tuliskan pada lembar kerja wilayah embagian benua Asia yang ditandai dengan huruf \u003Ci\u003EA, B, C, D dan E.\u003C\/i\u003E\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\nSelanjutnya jawablah pertanyaan berikut :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003ESebutkan letak astronomis enua Asia ?\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESebutkan lima pembagian wilayah benua Asia ?\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\n----------------- selamat bekerja ----------------\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/477229145974676319\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/08\/lembar-kerja-peserta-didik-letak-dan.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/477229145974676319"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/477229145974676319"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/08\/lembar-kerja-peserta-didik-letak-dan.html","title":"Lembar Kerja Peserta Didik Letak dan Luas Benua Asia"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-LH1zfXnVV7M\/XU4nWxmjasI\/AAAAAAAAArY\/K2xp9gqXzXAJENxReDfvbT__u1gxXR4dQCLcBGAs\/s72-c\/Peta%2Bdasar%2BAsia.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-9132777484711246056"},"published":{"$t":"2019-08-06T22:20:00.003+08:00"},"updated":{"$t":"2019-08-06T22:20:30.570+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"5 Tips Manajemen Kelas Pada Awal Tahun Ajaran Baru"},"content":{"type":"html","$t":"Ketika siswa pertama kali masuk dihari pertama pada awal tahun ajaran baru di sekolah, akan dipenuhi dengan kegembiraan, antisipasi, dan kegelisahan hari pertama. Dengan kegembiraan ini muncul beberapa hal yang tidak diinginkan sampai guru menerapkan rencana manajemen kelas.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-b8KIC5HJez4\/XUmMOGpDaJI\/AAAAAAAAArA\/vGsQsWQIDjo0q1COb8WlCo67gJDiIm3oACLcBGAs\/s1600\/5-Tips-Manajemen-Kelas-Pada-Awal-Tahun-Ajaran-Baru.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"5 Tips Manajemen Kelas Pada Awal Tahun Ajaran Baru\" border=\"0\" data-original-height=\"432\" data-original-width=\"700\" height=\"393\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-b8KIC5HJez4\/XUmMOGpDaJI\/AAAAAAAAArA\/vGsQsWQIDjo0q1COb8WlCo67gJDiIm3oACLcBGAs\/s640\/5-Tips-Manajemen-Kelas-Pada-Awal-Tahun-Ajaran-Baru.jpg\" title=\"5 Tips Manajemen Kelas Pada Awal Tahun Ajaran Baru\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTujuan seorang guru mulai saat pertama siswa baru memasuki kelas adalah untuk menetapkan tata tertib. Ini berarti guru harus mengamankan rencana manajemen kelas. Guru segera menerapkannya. Berikut lima tips untuk membantu guru memulai tahun ajaran baru sehingga menjadi tahun yang produktif dan sukses.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E1. Mengenal Siswa\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nCara terbaik untuk mengelola siswa adalah mengenal mereka lebih baik. Mengetahui kepribadian, minat, dan bagaimana mereka ingin belajar semuanya akan membantu guru untuk mengelolahnya. Cobalah strategi 3 x 10, dimana guru mengambil tiga\u0026nbsp; menit sehari selama sepuluh hari berturut-turut untuk bertemu dengan masing-masing siswa.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nbaca juga :\u003Cb\u003E\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/10\/pentingnya-kreatifitas-guru-dalam.html\" target=\"_blank\"\u003EPentingnya Kreatifitas Guru dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia\u003C\/a\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKetika guru memiliki hubungan baik dengan siswa maka siswa akan mempercayai guru, maka guru dapat mengelolah kelas jauh lebih mudah. Membangun hubungan positif membutuhkan waktu, dan guru harus meneruskannya sepanjang tahun ajaran.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E2. Ciptakan Kegiatan di Kelas\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nMenugaskan siswa pekerjaan di kelas di awal tahun ajaran memiliki banyak manfaat. Pertama, ini cara yang bagus untuk mengajarkan tanggung jawab terhadap siswa. Kedua, menjaga kelas tetap bersih dan teratur. Ketiga, ini membantu ruang kelas berjalan dengan lancar. Kunci untuk membuat sistem ini bekerja adalah konsistensi. Guru harus menjaga sistem untuk ketertiban kelas.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nCara mudah untuk melakukan ini adalah dengan memutar pekerjaan kelas setiap minggu sehingga semua siswa senang. Jika satu siswa membenci pekerjaan yang mereka dapatkan satu minggu, mereka akan dapat memulai yang baru minggu berikutnya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E3. Buat Ekspektasi Kelas Bersama\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMenciptakan ekspektasi sebagai kelas versus mendesainnya sendiri adalah cara yang bagus untuk membuat siswa mengikuti aturan, karena mereka memiliki andil dalam menciptakannya. Jika guru ingin memiliki peranan dalam aturan, tetapi juga ingin para siswa merasa seolah-olah mereka telah memikirkannya sendiri. Adakan sesi curah pendapat di kelas di mana siswa diizinkan untuk mengekspresikan gagasan tentang peraturan dan harapan di kelas. Anda juga dapat berbagi ide.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E4. Ajarkan Prosedur dengan Cara yang Benar\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nTips manajemen kelas lainnya untuk memulai tahun ajaran dengan catatan yang baik adalah mengajarkan prosedur dengan cara siswa dapat memahaminya. Prosedur dimaksudkan untuk menjelaskan sesuatu yang ingin dilakukan dengan cara yang diinginkan. Namun, kadang-kadang guru berasumsi bahwa siswa mereka memahami apa yang mereka minta, padahal pada kenyataannya siswa benar-benar tidak tahu.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nbaca juga :\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/01\/15-macam-keterampilan-pengembangan.html\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cb\u003E15 Macam Keterampilan Pengembangan Profesional untuk Menjadi Guru Modern\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nJangan menganggap siswa\u0026nbsp; memahami apa yang diminta dari mereka. Perlu menunjukkan secara fisik. Jika memiliki prosedur bagaimana siswa menyerahkan pekerjaan rumah mereka, perlihatkan sendiri kepada mereka, kemudian minta mereka untuk menunjukkan kepada anda apa yang mereka lihat yang anda lakukan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nIni tidak hanya akan memperkuat prosedur menjadi otak mereka, tetapi juga akan menunjukkan\u0026nbsp; bahwa mereka memahami prosedur tersebut dan tahu apa yang harus dilakukan. Setelah ini terjadi maka harus meminta siswa mempraktikkan prosedur berulang-ulang. Semakin banyak mereka mempraktikkannya, semakin cepat mereka melakukannya sendiri.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E5. Selalu Memiliki Sesuatu untuk Dilakukan Siswa\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nSupaya ruang kelas suasana terus stabil, maka harus selalu memiliki sesuatu untuk dilakukan oleh siswa. Saat pertama dimana siswa tidak tahu apa yang diharapkan dari mereka, ruang kelas yang dikelolah akan tidak stabil. Buat rencana untuk saat-saat tidak terduga ketika pelajaran selesai lebih awal atau selama periode transisi.\u0026nbsp; Pastikan siswa tahu apa yang harus mereka lakukan sebelum bel berbunyi di pagi hari dan kapan sekolah berakhir.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSemua tips ini akan membantu mengelolah ruang kelas dan mencegah masalah disiplin. Namun, penting untuk dicatat bahwa seiring dengan menggunakan tips ini, juga harus diingat untuk tidak membiarkan hal-hal kecil terjadi selama minggu pertama sekolah. Meskipun terpikir bahwa itu tidak apa-apa karena siswa masih belum terbiasa dengan aturan baru."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/9132777484711246056\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/08\/5-tips-manajemen-kelas-pada-awal-tahun.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/9132777484711246056"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/9132777484711246056"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/08\/5-tips-manajemen-kelas-pada-awal-tahun.html","title":"5 Tips Manajemen Kelas Pada Awal Tahun Ajaran Baru"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-b8KIC5HJez4\/XUmMOGpDaJI\/AAAAAAAAArA\/vGsQsWQIDjo0q1COb8WlCo67gJDiIm3oACLcBGAs\/s72-c\/5-Tips-Manajemen-Kelas-Pada-Awal-Tahun-Ajaran-Baru.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-2823454968346337010"},"published":{"$t":"2019-08-04T21:04:00.002+08:00"},"updated":{"$t":"2019-08-04T21:04:20.330+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"LKPD IPS 9 SMP"}],"title":{"type":"text","$t":"Lembar Kerja Peserta Didik Persebaran Benua di  Bumi"},"content":{"type":"html","$t":"Benua merupakan massa daratan yang memiliki ciri atau karakteristik tertentu. Bagi ahli geografi, benua tidak hanya sekadar istilah fisik tetapi juga menyangkut aspek budaya. Karena itulah Asia dan Eropa dianggap sebagai dua benua yang berbeda walaupun masih dalam satu masa daratan yang menyatu. Pemisahnya adalah budaya yang berbeda antara Eropa dan Asia.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\nBerapakah jumlah benua yang ada di dunia? Sejumlah ahli geografi berbeda pendapat tentang hal itu. Sebagian ahli geografi menyebutkan ada tujuh benua di dunia, sedangkan sebagian lainnya menyatakan ada enam dan lima benua. Mereka yang menyebut ada tujuh benua membaginya atas benua Asia, Eropa, Amerika utara, Amerika Selatan, Afrika, Australia, dan Antartika.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\nMereka yang menyebut lima benua membaginya atas Eurasia (gabungan Eropa dan Asia), Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, Australia dan Antartika. Mereka yang menyebut lima benua membaginya atas Eurasia (gabungan Eropa dan Asia), Amerika, Afrika, Australia dan Antartika. Ada pula yang membagi lima benua tetapi tidak mengikutsertakan Antartika, sehingga benua di dunia terdiri atas Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Australia.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\nDalam lembar kerja peserta didik\u0026nbsp; ini, kita akan menggunakan pembagian benua menjadi lima benua yaitu Benua Asia, Eropa, Afrika, Amerika dan Australia. Benua-benua tersebut memilki kondisi alam yang berbeda, demikian halnya dengan kondisi budayanya. Karena itu, sejak dulu terjadi interaksi antarbenua.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-NZC2sB43kW4\/XUWgNnSgfUI\/AAAAAAAAAqo\/AxgA0ddqhiMmUCexh2DfHmmRWZKvKAYuwCLcBGAs\/s1600\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Persebaran-Benua%2Bdi-Bumi.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Lembar Kerja Peserta Didik Persebaran Benua di  Bumi\" border=\"0\" data-original-height=\"516\" data-original-width=\"960\" height=\"344\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-NZC2sB43kW4\/XUWgNnSgfUI\/AAAAAAAAAqo\/AxgA0ddqhiMmUCexh2DfHmmRWZKvKAYuwCLcBGAs\/s640\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Persebaran-Benua%2Bdi-Bumi.png\" title=\"Lembar Kerja Peserta Didik Persebaran Benua di  Bumi\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\nRincian Kegiatan\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPerhatikan sebaran benua di dunia pada peta dasar diatas ! Cermati letak setiap benua, Carilah informasi tambahan tentang benua tersebut pada atlas. Selanjutnya tulislah hasil pengamatanmu pada tabel berikut ini.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none; margin-left: 19.6pt;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003ENo\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 4.0cm;\" width=\"151\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003ENama Benua\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 77.95pt;\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EIsilah dengan huruf berdasarkan peta\n  diatas\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 77.95pt;\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003ELuas\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 5.0cm;\" width=\"189\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EContoh 3 Negara yang ada pada benua\n  tersebut\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n1\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 4.0cm;\" width=\"151\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nAsia \u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 77.95pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 77.95pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 5.0cm;\" valign=\"top\" width=\"189\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n2\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 4.0cm;\" width=\"151\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nAmerika\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 77.95pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 77.95pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 5.0cm;\" valign=\"top\" width=\"189\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n3\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 4.0cm;\" width=\"151\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nEropa\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 77.95pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 77.95pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 5.0cm;\" valign=\"top\" width=\"189\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n4\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 4.0cm;\" width=\"151\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nAustralia\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 77.95pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 77.95pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 5.0cm;\" valign=\"top\" width=\"189\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n5\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 4.0cm;\" width=\"151\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nAfrika\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 77.95pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 77.95pt;\" valign=\"top\" width=\"104\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 5.0cm;\" valign=\"top\" width=\"189\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 300%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EPertanyaan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBerdasarkan hasil pengamatan yang dituangkan kedalam tabel, jawablah pertanyaan berikut\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n1. Sebutkan nama benua yang ditandai dengan huruf A, B, C, D dan E !\u003Cbr \/\u003E\n2. Sebutkan luas masing-masing benua tersebut diatas !\u003Cbr \/\u003E\n3. Sebutkan masing-masing 3 negara yang ada di benua Asia, Afrika, Australia, Amerika dan Eropa\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBaca juga :\u003Cbr \/\u003E\n-\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/10\/lembar-kerja-peserta-didik-potensi.html\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cb\u003ELembar Kerja Peserta Didik Potensi Sumber Daya Alam Indonesia dan\u0026nbsp; Pemanfaatannya\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n-\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/09\/lembar-kerja-peserta-didik-potensi.html\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cb\u003ELembar Kerja Peserta Didik Potensi Lokasi Indonesia dan Upaya Pemanfaatannya\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/2823454968346337010\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/08\/lembar-kerja-peserta-didik-persebaran.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2823454968346337010"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2823454968346337010"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/08\/lembar-kerja-peserta-didik-persebaran.html","title":"Lembar Kerja Peserta Didik Persebaran Benua di  Bumi"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-NZC2sB43kW4\/XUWgNnSgfUI\/AAAAAAAAAqo\/AxgA0ddqhiMmUCexh2DfHmmRWZKvKAYuwCLcBGAs\/s72-c\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Persebaran-Benua%2Bdi-Bumi.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-2909460984635731949"},"published":{"$t":"2019-07-29T22:48:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2019-07-29T22:48:03.442+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Seputar Edukasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Manfaat Membaca Nyaring Terhadap Anak Usia Dini"},"content":{"type":"html","$t":"Teknik membacakan buku nyaring kepada anak usia dini perlu lebih giat diadvokasikan kepada orangtua. Selain mempererat hubungan orangtua dengan anak, membaca nyaring juga membangun pemahaman anak mengenai diri sendiri, lingkungan, dan konsep berbahasa ynag benar.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSelama ini, mayoritas orangtua membaca nyaring kepada anak tanpa ada arahan. Misalnya, mereka mewajibkan anak untuk duduk diam hingga buku cerita selesai dibacakan. Kerap kali orangtua langsung membaca dari halaman pertama dan tidak berhenti hingga halaman terakhir. Ketika\u0026nbsp; menerapkan membaca nyaring, orangtua dan guru PAUD harus memperhatikan karakteristik anak.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-rdgy3KOpUzI\/XT8G3yxfCiI\/AAAAAAAAAqQ\/ygq2cbKdgvkiG2b8d34N6Dq89CnCcvI4ACLcBGAs\/s1600\/Manfaat-Membaca-Nyaring-Terhadap-Anak-Usia-Dini.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Manfaat Membaca Nyaring Terhadap Anak Usia Dini\" border=\"0\" data-original-height=\"388\" data-original-width=\"720\" height=\"344\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-rdgy3KOpUzI\/XT8G3yxfCiI\/AAAAAAAAAqQ\/ygq2cbKdgvkiG2b8d34N6Dq89CnCcvI4ACLcBGAs\/s640\/Manfaat-Membaca-Nyaring-Terhadap-Anak-Usia-Dini.jpg\" title=\"Manfaat Membaca Nyaring Terhadap Anak Usia Dini\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\nBuku yang tepat untuk anak usia dini adalah buku cerita bergambar, bisa yang memiliki teks, bisa pula tanpa teks. Pertama-tama, orangtua membacakan buku selama 10 menit dan melihat reaksi anak. Apabila anak tersebut lebih condong kepada kinestetik, ia tidak betah berdiam diri terlalu lama. Biarkan anak bergerak dan bermain sambil dipantau apabila ceritanya bisa langsung dilanjutkan atau menunggu hingga esok.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nbaca juga :\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/06\/pentingnya-membaca-secara-ekstensif.html\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cb\u003EPentingnya Membaca Secara Ekstensif\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPermainan nada suara dan mimik muka orangtua sangat penting karena anak sedang belajar mengenai bermacam-macam emosi. Ketika membaca, orangtua jangan langsung berpindah ke kalimat selanjutnya. Pada kalimat yang baru saja dibaca, tanyakan mengenai makna kata-kata yang baru dipelajari anak. Juga ketika membaca buku bergambar, jangan lupa membahas gambar tersebut.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPAUD-PAUD di Indonesia sekarang menekankan membaca buku bergambar, bahkan ada pelatihan bagi orangtua, termasuk mereka yang buta huruf agar bisa menceritakan gambar tersebut. Membaca nyaring mengakrabkan anak dengan buku sehingga membangun kebiasaan membaca.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDalam pelatihan orangtua juga diajarkan agar mereka mulai aktif untuk membuat buku cerita sendiri. Bentuknya bisa dari kertas yang digambar, ditulis, dan ditempel sendiri. Tujuannya adalah menyadarkan orang tua bahwa buku anak tidak selamanya perlu dibeli. Buku untuk anak usia dini bisa diproduksi sendiri dan prosesnya juga bisa menjadi ajang bermain sambil belajar bagi anak.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nbaca juga :\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/07\/pentingnya-membacakan-buku-pada-anak.html\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cb\u003EPentingnya Membacakan Buku Pada Anak Sejak Usia Dini\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBagi sebagian anak, diajak membaca nyaring dua halaman sehari sudah cukup karena mereka merupakan tipe yang lebih senang bergerak. Tidak perlu dipaksa ketika anak sudah bosan karena justru akan membuat anak takut pada buku.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nGuru bekerja sama dengan orangtua menyusun strategi agar proses anak bisa ikut membaca nyaring bisa lebih insentif. Misalnya dengan lebih banyak ekspresi atau menggunakan alat bantu seperti boneka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKetika membaca nyaring, terangkan kosakata yang baru dibaca. Contohnya adalah dongen Si Kancil hendak menyeberang sungai. Bisa ditanyakan kepada anak arti kata \"menyeberang\" dan suruh mereka menyeberang di trotoar dan jembatan. Di dalamnya orangtua dan guru bisa memberikan nasihat untuk berhati-hati dan mematuhi tata tertib lalu lintas.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nbaca juga :\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/05\/bangkitkan-kembali-gerakan-membaca.html\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cb\u003EBangkitkan Kembali Gerakan Membaca Secara Konservatif\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nHendaknya kebiasaan membacakan buku secara nyaring untuk anak sudah menjadi rutinitas di semua PAUD. Melalui buku, anak bisa membangun wawasan dan cita-cita. Kalau media sosial, ada batas umur minimal bagi anak untuk mengakses. Orang tua juga jangan sibuk menggunakan media sosial sehingga mengucilkan anak.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/2909460984635731949\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/07\/manfaat-membaca-nyaring-terhadap-anak.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2909460984635731949"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2909460984635731949"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/07\/manfaat-membaca-nyaring-terhadap-anak.html","title":"Manfaat Membaca Nyaring Terhadap Anak Usia Dini"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-rdgy3KOpUzI\/XT8G3yxfCiI\/AAAAAAAAAqQ\/ygq2cbKdgvkiG2b8d34N6Dq89CnCcvI4ACLcBGAs\/s72-c\/Manfaat-Membaca-Nyaring-Terhadap-Anak-Usia-Dini.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-6792554869309178189"},"published":{"$t":"2019-07-27T22:03:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2019-07-27T22:03:34.960+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Guru"}],"title":{"type":"text","$t":"Pentingnya Refleksi Pembelajaran Oleh Guru"},"content":{"type":"html","$t":"Peningkatan kompetensi guru harus menjadi prioritas karena mutu pendidikan bergantung pada kualitas dan kompetensi tenaga pendidiknya. Hasil uji kompetensi guru menunjukkan kualitas guru perlu ditingkatkan. Hasil uji kompetensi guru secara nasional rata-rata hanya mencapai 53,02, padahal standar kompetensi minimal ditetapkan 55.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPelatihan guru melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKG)\u0026nbsp; dinilai positif karena langsung melibatkan guru di lapangan dan dilakukan di lokasi wilayah guru mengajar. Akan tetapi, harus dipastikan di dalam pelatihan itu dimulai dari proses berefleksi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-qwSUI89qinI\/XTxYy3Q6KCI\/AAAAAAAAAp4\/KcrC31hxyA8i-0pttpsU6tHpUkNEqUG_QCLcBGAs\/s1600\/Pentingnya-Refleksi-Pembelajaran-Oleh-Guru.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Pentingnya Refleksi Pembelajaran Oleh Guru\" border=\"0\" data-original-height=\"900\" data-original-width=\"1600\" height=\"360\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-qwSUI89qinI\/XTxYy3Q6KCI\/AAAAAAAAAp4\/KcrC31hxyA8i-0pttpsU6tHpUkNEqUG_QCLcBGAs\/s640\/Pentingnya-Refleksi-Pembelajaran-Oleh-Guru.JPG\" title=\"Pentingnya Refleksi Pembelajaran Oleh Guru\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nRefleksi mutlak dilakukan ketika pelatihan dimulai dan tidak perlu dilakukan terburu-buru. Langkah-langkahnya dapat dilakukan sebagai berikut: pertama, Musyawarah Guru Mata Pelajaran\u0026nbsp; atau Kelompok Kerja Guru akan mendeteksi masalah di\u0026nbsp; lapangan, lalu dicari solusi bersama. Setelah itu, pertemuan kedua dan ketiga melakukan evaluasi penerapan solusi itu di kelas apabila ada aspek yang perlu dibenahi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nJika yang diterapkan hanya mendiskusikan masalah, guru akan fokus kepada perbedaan karena masalah bagi satu guru belum tentu dianggap sebagai hal penting bagi guru lainnya. Hal ini karena setiap guru memiliki persepsi berbeda mengenai pembelajaran.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nbaca juga :\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/01\/15-macam-keterampilan-pengembangan.html\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cb\u003E15 macam Keterampilan Pengembangan Profesional Untuk Menjadi Guru\u0026nbsp; Moderen\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nRefleksi bukan hal yang mudah bisa dilakukan oleh guru, melainkan butuh bimbingan dari pakar yang bisa juga guru senior. Hendaknya ketua MGMP dan KKG memiliki kompetensi memimpin refleksi. Dari hasil penelitian umumnya guru sebatas menulis laporan kegiatan di kelas ketika diminta berefleksi karena belum pernah diajar untuk melakukan refleksi mendalam.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDalam refleksi, guru melihat kembali hal-hal yang sudah mereka terapkan di sekolah. Mereka juga harus bertanya kepada diri mereka sendiri mengenai \"Sudahkah siswa tertarik belajar? Apa yang membuat mereka tertarik ataupun tidak tertarik? Apakah memang materi pelajarannya yang susah atau cara saya mengajar tidak mengena siswa?\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBaca juga :\u003Cb\u003E\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/07\/pendampingan-guru-dalam-praktik-perlu.html\" target=\"_blank\"\u003EPendampingan Guru Dalam Praktik Perlu ditingkatkan\u003C\/a\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPentingnya bagi guru untuk mengetahui tujuan mereka belajar dan mengajar. Setelah itu, mereka harus menanyakan kepada diri sendiri definisi indikator\u0026nbsp; \u0026nbsp;kesuksesan belajar menurut tiap-tiap guru dan sejauh apa mereka memahami kompetensi inti dan dasar.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPerlu lima hingga enam kali pertemuan agar guru benar-benar bisa melakukan refleksi dan otokritik cara mereka mengajar. Bahkan, butuh waktu lebih lama untuk benar-benar mengubah persepsi guru bahwa indikasi kesuksesan belajar bukan nilai ujian yang baik, tetapi motivasi siswa untuk terus belajar, membuka pikiran, mengemukakan gagasan, kreatif, dan pandai berkolaborasi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBaca juga :\u003Cb\u003E\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/06\/guru-salah-satu-penentu-keberhasilan.html\" target=\"_blank\"\u003EGuru Salah Satu Penentu Keberhasilan Pendidikan\u003C\/a\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSetelah itu, baru mereka bisa mulai mendiskusikan permasalahan yang ada di kelas. Solusi yang diterapkan tidak sekadar menasihati siswa, tetapi melakukan pendekatan yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan siswa. Untuk ini butuh kemampuan pengelolaan kelas yang baik. Selain itu, guru bersama siswa menyusun target dan strategi belajar sesuai kebutuhan tiap-tiap siswa.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPeningkatan kapasitas guru tidak terbatas kewajiban pemerintah daerah yang menaungi guru SD dan SMP di bawah pemerintah kota\/kabupaten dan guru SMA\/SMK di bawah pemerintah provinsi tetapi harus ada penjaminan mutu yang berkesinambungan melalui kerja sama kepala daerah."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/6792554869309178189\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/07\/pentingnya-refleksi-pembelajaran-oleh.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6792554869309178189"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6792554869309178189"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/07\/pentingnya-refleksi-pembelajaran-oleh.html","title":"Pentingnya Refleksi Pembelajaran Oleh Guru"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-qwSUI89qinI\/XTxYy3Q6KCI\/AAAAAAAAAp4\/KcrC31hxyA8i-0pttpsU6tHpUkNEqUG_QCLcBGAs\/s72-c\/Pentingnya-Refleksi-Pembelajaran-Oleh-Guru.JPG","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-6264627252176811069"},"published":{"$t":"2019-07-17T21:32:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2019-07-17T21:32:18.960+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"LKPD IPS 7 SMP"}],"title":{"type":"text","$t":"Lembar Kerja Peserta Didik Bentuk Muka Bumi"},"content":{"type":"html","$t":"Indonesia terdiri atas belasan ribu pulau, baik yang berukuran besar maupun yang berukuran kecil. Jumlah pulau seluruhnya mencapai 13.466 pulau. Luas wilayah Indonesia mencapai 5.180.053 km², terdiri atas daratan seluas 1.992.570 km² dan lautan seluas 3.257.483 km². Ini berarti wilayah lautannya lebih luas dari wilayah daratannya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nJika diperhatikan keadaan pulau-pulau di Indonesia, tampak adanya keragaman bentuk muka bumi. Bentuk muka bumi Indonesia dapat dibedakan menjadi dataran rendah, dataran tinggi, bukit, gunung, dan pegunungan. Sebaran dari bentuk muka bumi Indoneswia tersebut dapat dilihat pada peta fisiografi Indonesia berikut.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/--CUnxs3tSOs\/XS8eDvjh3TI\/AAAAAAAAApI\/wgfZN6xj_BYpLJ7RMe_BQvVP4ketWEbZwCLcBGAs\/s1600\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Bentuk-Muka-Bumi.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Lembar Kerja Peserta Didik Bentuk Muka Bumi\" border=\"0\" data-original-height=\"515\" data-original-width=\"695\" height=\"474\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/--CUnxs3tSOs\/XS8eDvjh3TI\/AAAAAAAAApI\/wgfZN6xj_BYpLJ7RMe_BQvVP4ketWEbZwCLcBGAs\/s640\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Bentuk-Muka-Bumi.png\" title=\"Lembar Kerja Peserta Didik Bentuk Muka Bumi\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cb\u003Ebaca juga : -\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/11\/lembar-kerja-peserta-didik-kondisi.html\" target=\"_blank\"\u003ELembar Kerja Peserta Didik Kondisi Geologi Indonesia\u003C\/a\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; -\u0026nbsp;\u003Cb\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/08\/lembar-kerja-peserta-didik-potensi.html\" target=\"_blank\"\u003ELembar Kerja Peserta Didik Potensi Sumber Daya Tambang\u003C\/a\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; -\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/08\/lembar-kerja-siswa-potensi-sumber-daya.html\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cb\u003ELembar Kerja Peserta Didik Potensi Sumber Daya Hutan\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPada peta fisiografi tampak sebaran bentuk muka bumi Indonesia dari mulai dataran rendah sampai pegunungan. Untuk membaca peta tersebut perhatikanlah legenda atau keterangan peta. Simbol berwarna kuning menunjukkan dataran rendah, warna hijau menunjukkan daerah perbukitan, warna oranye menunjukkan dataran tinggi, dan warna coklat menunjukkan pegunungan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPeta fisiografis sangat bermanfaat untuk mengetahui kondisi bentuk-bentuk muka bumi suatu wilayah. Bersama teman-teman, perhatikan peta fisiografis Indonesia di atas. Setelah mencermati peta tersebut lakukan kegiatan sebagai berikut :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EDeskripsikan kondisi fisiografis di daerah tempat tinggalmu !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EAmati pula beberapa pulau lainnya di Indonesia dan deskripsikan keadaan muka bumi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Irian Jaya.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\nPertanyaan :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EJelaskan kondisi fisiografis daerah tempat tinggalmu !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESebutkan kondisi fisiografis muka bumi Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Irianjaya !\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; --------------------- Selamat Bekerja ------------------\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/6264627252176811069\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/07\/lembar-kerja-peserta-didik-bentuk-muka.html#comment-form","title":"1 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6264627252176811069"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6264627252176811069"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/07\/lembar-kerja-peserta-didik-bentuk-muka.html","title":"Lembar Kerja Peserta Didik Bentuk Muka Bumi"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/--CUnxs3tSOs\/XS8eDvjh3TI\/AAAAAAAAApI\/wgfZN6xj_BYpLJ7RMe_BQvVP4ketWEbZwCLcBGAs\/s72-c\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Bentuk-Muka-Bumi.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-1538369901098039213"},"published":{"$t":"2019-07-02T22:19:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2019-07-02T22:25:16.054+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Guru"}],"title":{"type":"text","$t":"Guru Dituntut Selalu Kembangkan Profesi  Pada Era Revolusi Industri 4.0"},"content":{"type":"html","$t":"Para guru hendaknya harus selalu mengembangkan diri guna meningkatkan profesionalisme. Dorongan tersebut semakin menguat seiring dengan tantangan yang dihadapi dunia pendidikan pada era revolusi industri 4.0. Hal itu hanya bisa dilakukan jika para guru memiliki motivasi yang kuat.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMotivasi dari dalam diri lebih utama bagi guru. Guru harus mengurangi kebergantungan dari luar misalnya dorongan atau mitivasi dari atasan. Ada beberapa kiat yang dapat digunakan untuk meningkatkkan motivasi pendidik.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-gh5ogRMTGr0\/XRtQpNyHXVI\/AAAAAAAAAok\/XSZYJ_kQZysX6afey-Hb58Z8gz0xYKlAgCLcBGAs\/s1600\/Guru-Dituntut-Selalu-Kembangkan-Profesi-Pada-Era-Revolusi-Indistri%2B4.0.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Guru Dituntut Selalu Kembangkan Profesi  Pada Era Revolusi Industri 4.0\" border=\"0\" data-original-height=\"454\" data-original-width=\"700\" height=\"414\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-gh5ogRMTGr0\/XRtQpNyHXVI\/AAAAAAAAAok\/XSZYJ_kQZysX6afey-Hb58Z8gz0xYKlAgCLcBGAs\/s640\/Guru-Dituntut-Selalu-Kembangkan-Profesi-Pada-Era-Revolusi-Indistri%2B4.0.jpg\" title=\"Guru Dituntut Selalu Kembangkan Profesi  Pada Era Revolusi Industri 4.0\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPertama, guru harus selalu berpikir untuk maju. Jika guru menyadari adanya kekurangan pada dirinya, harus ada paksaan untuk menutup kekurangan tersebut lewat usaha. Kiat lainnya, pendidik harus selalu berusaha untuk berhasil mencapai tujuan hidupnya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPencapaian kesuksesan merupakan salah satu cara untuk terus memotivasi diri. Kiat terakhir, pendidik harus bisa memelihara rasa malu. Jika pendidik tidak mempunyai kompetensi yang baik, bagaimana ia dapat mengajar dengan baik. Dengan rasa malu, mereka akan selalu belajar lebih keras lagi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EBaca juga :\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/02\/memahami-kecakapan-era-40-revolusi.html\" target=\"_blank\"\u003EMemahami Kecakapan Era 4.0 (Revolusi Industri Keempat\u003C\/a\u003E)\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAda sejumlah prinsip dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang mesti dianut guru dan dosen untuk mencapai profesionalisme. Antara lain memiliki bakat, minat, panggilan jiwa dan idealisme, serta memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMereka wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Era revolusi industri 4.0 memberikan tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan di Indonesia. Utamanya dalam mempertahankan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nHal itu penting agar budaya yang hadir di lingkungan masyarakat tidak tergerus oleh kecanggihan teknologi. Tantangan bagi pendidik menjadi nyata lantaran generasi muda dapat dengan mudah mempelajari apa pun secara otodidak melalui situs daring dan media sosial.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EBaca juga :\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/07\/transformasi-pendidikan-indonesia-di.html\" target=\"_blank\"\u003ETransformasi Pendidikan di Indonesia Era Revolusi Industri 4.0\u003C\/a\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPendidik harus bisa mengarahkan anak didiknya untuk memanfaatkan informasi teknologi secara positif. Jika tidak, para anak didik rentan mengalami perubahan sikap lantaran mereka sudah mengenal bermacam produk digital sejak kanak-kanak.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp;Akibatnya, muncul kecenderungan generasi tersebut mengalami kecanduan gawai, perundungan siber atau penurunan moral dan akhlak. Dalam hal ini, literasi komputer dan internet bagi para pendidik mutlak dibutuhkan."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/1538369901098039213\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/07\/guru-dituntut-selalu-kembangkan-profesi.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1538369901098039213"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1538369901098039213"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/07\/guru-dituntut-selalu-kembangkan-profesi.html","title":"Guru Dituntut Selalu Kembangkan Profesi  Pada Era Revolusi Industri 4.0"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-gh5ogRMTGr0\/XRtQpNyHXVI\/AAAAAAAAAok\/XSZYJ_kQZysX6afey-Hb58Z8gz0xYKlAgCLcBGAs\/s72-c\/Guru-Dituntut-Selalu-Kembangkan-Profesi-Pada-Era-Revolusi-Indistri%2B4.0.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-6080787949853639273"},"published":{"$t":"2019-06-30T21:41:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2019-06-30T21:56:17.131+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Cara Menggunakan Video dalam Proses Pembelajaran"},"content":{"type":"html","$t":"Beberapa tahun yang lalu, video hanya digunakan untuk beberapa alasan: Untuk mengajarkan acara bersejarah, sebagai hadiah untuk sesuatu yang siswa lakukan dengan baik, atau untuk mengisi waktu ketika guru keluar dari kelas. Banyak yang telah berubah, guru sekarang menyadari bahwa siswa belajar dalam berbagai cara, termasuk melalui teknologi di kelas.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nHari ini teknologi dikelas video adalah alat yang sangat efektif dalam belajar, hiburan, dan cocok untuk belajar visual dan pendengaran. Saat ini pembelajaran dapat terjadi tampa menggunakan buku teks, membaca atau mencatak.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-gD7mycFpPUg\/XRi7OC6uDbI\/AAAAAAAAAoM\/n5hGASbCUjQ6SGanZZhfICxiGOAq0UUVACLcBGAs\/s1600\/Cara-Menggunakan-Video-dalam-Proses-Pembelajaran.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Cara Menggunakan Video dalam Proses Pembelajaran\" border=\"0\" data-original-height=\"548\" data-original-width=\"1042\" height=\"336\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-gD7mycFpPUg\/XRi7OC6uDbI\/AAAAAAAAAoM\/n5hGASbCUjQ6SGanZZhfICxiGOAq0UUVACLcBGAs\/s640\/Cara-Menggunakan-Video-dalam-Proses-Pembelajaran.png\" title=\"Cara Menggunakan Video dalam Proses Pembelajaran\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/edpuzzle.com\/\" target=\"_blank\"\u003Eedpuzzle.com\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTidak sulit untuk mengetahui mamfaat video yang luar biasa. Jika dilakukan dengan benar, siswa akan lebih banyak menyimpan imformasi, memahami konsep lebih cepat, dan lebih antusias dengan apa yang mereka pelajari.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ECara Menggunakan Video\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nSaat menggunakan video di kelas, pastikan untuk melakukan pratinjau terlebih dahulu, dan kemudian pilih yang paling tepat untuk siswa. Ada begitu banyak untuk menemukan video pembelajaran. Beberapa sumber antara lain \u003Ci\u003EYou Tube, TED Ed, C-Span\u003C\/i\u003E, atau lainnya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSaat memilih video pembelajaran, pertimbangkan \u003Cb\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/www.guruhugo.id\/pemikiran\/teknologi-di-kelas-model-samr\" target=\"_blank\"\u003EModel SAMR\u003C\/a\u003E \u003C\/b\u003Eyang diperkenalkan oleh Dr. Ruben Puentedura. Untuk selanjutnya inilah cara menggunakan video berdasarkan tahapan SAMR.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ES (Substitusi): \u003C\/b\u003EGunakan video yang mendukung rencana pembelajaran Anda sebagai pengganti buku teks, lembar kerja, atau alat digital, seperti tampilan slide dengan video untuk mendorong sebagai pengganti ketika guru tidak ada.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EA (Augmentasi) atau tambahan:\u0026nbsp;\u003C\/b\u003EGunakan video untuk memperluas pembelajaran; Guru dapat memberikan daftar video (misalnya, untuk membahas konsep kalkulus) yan dapat dipilih oleh siswa.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EM (Modifikasi): \u003C\/b\u003EGunakan video untuk mengubah pembelajaran dengan memperluas diskusi. Dalam hal ini, diharapkan siswa menggunakan pemikiran tingkat tinggi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ER (Redefinition):\u003C\/b\u003E\u0026nbsp; Definisikan kembali rencana pembelajaran Anda dengan memungkinkan siswa mengakses video yang mengeksplorasi minat mereka pada suatu topik; dorong siswa untuk terlibat dalam pemikiran tingkat tinggi dengan membuat video yang membagikan pemikiran mereka tentang pertanyaan penting pelajaran.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EBaca juga :\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/02\/supervisi-akademik-tema-tell-time-date.html\" target=\"_blank\"\u003EContoh Supervisi Akademik Bahasa Inggris Kelas VII Dengan Video\u003C\/a\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBeberapa ide tentang penggunaan video yang akan melibatkan siswa bukan sebagai pengamat pasif tetapi pemikir tingkat tinggi:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003EAjak siswa melakukan perjalanan lapangan yang mustahil - di dalam tubuh manusia, atau pergi ke Jupiter.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EAjak siswa di seluruh dunia, untuk bertemu orang-orang baru, dan dengarkan ide-ide mereka.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EGambarkan konsep abstrak yang kompleks melalui animasi, gambar 3-D.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETampilkan eksperimen yang tidak dapat dilakukan di kelas.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EBawalah sastra, drama, musik, atau adegan-adegan penting dari sejarah ke dalam ruangan.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EBerikan pengetahuan latar belakang tentang topik yang sedang dibahas, bukan untuk pengujian tetapi untuk melengkapi pembelajaran.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPersonalisasi pembelajaran dengan membedakan pelajaran dengan video untuk masing-masing siswa\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cb\u003E4 Alat aplikasi video yang dapat digunakan dalam membuat pembelajaran\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKetika berbicara tentang video, siswa tidak boleh menjadi penerima passif dari apa yang terjadi dilayar. Mereka harus menjadi peserta aktif dalam melihat, berbagi ide, menguji pemahaman, dan memadukan pengetahuan baru ini dengan semua yang mereka ketahui.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMereka perlu memahami dan mengkritik, membaca dan bereaksi, serta mendapatkan dan memberikan pengetahuan. Di bawah ini ada empat alat yang baik untuk membantu guru mempersonalisasi video untuk kebutuhan di kelas, memperkaya materi, dan dapat menilai pemahaman siswa saat menonton.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EBaca juga:\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/02\/contoh-observasi-kelas-mata-pelajaran.html\" target=\"_blank\"\u003EContoh Supervisi Akademik Pendidikan Agama Islam kelas VIII melalui Video\u003C\/a\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EEdPuzzle\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/edpuzzle.com\/\" target=\"_blank\"\u003E\u003Ci\u003EEdPuzzle\u003C\/i\u003E\u003C\/a\u003E memungkinkan guru untuk memilih video dari Khan Academy, Crash Course, You Tube, atau banyak kurator video lainnya dan kemudian meningkatkannya dengan pertanyaan, komentar, atau bahkan pendapat guru sendiri. Ketika siswa menonton dan berinteraksi, guru dapat melacak pemahaman siswa apakah berhasil atau tidak. EdPuzzle gratis untuk siswa dan guru tersedia di desktop, iOS, Crome, atau Android.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EPlayPosit\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/go.playposit.com\/\" target=\"_blank\"\u003E\u003Ci\u003EPlayPosit\u003C\/i\u003E\u003C\/a\u003E memudahkan untuk membuat video interaktif yang melibatkan dan menggairahkan siswa. Guru memilih video, memperkaya dengan berbagai pilihan seperti pertanyaan pilihan ganda, diskusi kelas, dan mengisi bagian yang belum lengkap.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ETouchcast Studio\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/touchcast.com\/studio\" target=\"_blank\"\u003ETouchcast Studio\u003C\/a\u003E adalah aplikasi iOS gratis yang memungkinkan guru untuk merekam video, mengedit klip, menambahkan fitur interaktif dinamis (seperti soundtrack, grafik, dan halaman web), dan kemudian menerbitkan. Alat ini memungkinkan untuk mengambil video dan menambahkan \"Hotspot\" dengan elemen interaktif.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EVideoNot.es\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Ci\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/chrome.google.com\/webstore\/detail\/videonotes\/gfpamkcpoehaekolkipeomdbaihfdbdp\" target=\"_blank\"\u003EVideoNot\u003C\/a\u003E.es\u003C\/i\u003E adalah aplikasi pencatatan untuk kursus online yang bekerja dengan alat kurasi video seperti you tube, Vimeo, Khan Academy, Udacity, dan Coursera. Siswa membuka kursus online di monitor mereka baik sebagai jendela web yang berdiri sendiri atau dalam aplikasi VideoNot.es, dan membuat catatan. Ini disinkronkan secara otomatis dengan video dan dapat diekspor ke berbagai platform atau disimpan di akun Google Drive."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/6080787949853639273\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/06\/cara-menggunakan-video-dalam-proses.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6080787949853639273"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6080787949853639273"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/06\/cara-menggunakan-video-dalam-proses.html","title":"Cara Menggunakan Video dalam Proses Pembelajaran"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-gD7mycFpPUg\/XRi7OC6uDbI\/AAAAAAAAAoM\/n5hGASbCUjQ6SGanZZhfICxiGOAq0UUVACLcBGAs\/s72-c\/Cara-Menggunakan-Video-dalam-Proses-Pembelajaran.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-768011561426298793"},"published":{"$t":"2019-06-26T21:02:00.002+08:00"},"updated":{"$t":"2019-06-26T21:02:34.978+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Strategi Pendukung Pembelajaran Emosi Sosial"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Ci\u003ESocial Emotional Learning \u003C\/i\u003E(SEL) adalah proses dimana siswa mengelolah emosi, menetapkan tujuan, merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain, dan menciptakan hubungan positif yang menghasilkan keputusan yang bertanggung jawab.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSEL sekarang memainkan peran penting dalam sistem pendidikan saat ini. Sebagian besar siswa berasal dari latar belakang sosial dan ekonomi yang beragam, multikultural dan multibahasa. Pembelajaran emosional sosial membantu siswa mengembangkan kecakapan hidup yang melampaui akademisi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-348yUBFumDw\/XRNrS8JCbRI\/AAAAAAAAAnw\/fIqftI1hZtw1Qf8ksyWZ3EPM7uFcT74EACLcBGAs\/s1600\/Strategi-Pendukung-Pembelajaran-Emosi-Sosial.jpeg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Strategi Pendukung Pembelajaran Emosi Sosial\" border=\"0\" data-original-height=\"582\" data-original-width=\"858\" height=\"433\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-348yUBFumDw\/XRNrS8JCbRI\/AAAAAAAAAnw\/fIqftI1hZtw1Qf8ksyWZ3EPM7uFcT74EACLcBGAs\/s640\/Strategi-Pendukung-Pembelajaran-Emosi-Sosial.jpeg\" title=\"Strategi Pendukung Pembelajaran Emosi Sosial\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nIni memberikan suasana belajar yang positif, ditempah oleh strategi pengajaran yang positif, yang dapat membantu meningkatkan keberhasilan siswa tidak hanya di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan di masyarakat.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMengapa pembelajaran sosial ekonomi itu penting, dan memberi beberapa strategi pengajaran yang dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran sosial-emosional di kelas.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EManfaat Pembelajaran Emosional Sosial\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nMenurut \u003Cb\u003E\"Buku Pegangan Penelitian dan Praktek Pembelajaran Sosial dan Emosional\"\u003C\/b\u003E menyebutkan pembelajaran sosial emosional meningkatkan prestasi, meningkatkan empati dan kebaikan, meningkatkan sikap siswa terhadap akademisi, dan mengurangi depresi dan stres.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKetika siswa mengembangkan apa yang oleh para ahli disebut \"lima keterampilan utama\" SEL (kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan hubungan, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab), mereka akan lebih berhasil di sekolah dan dalam kehidupan sehari-hari.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003Ebaca juga :\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/10\/pentingnya-kreatifitas-guru-dalam.html\" target=\"_blank\"\u003EPentingnya kreatifitas guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia\u003C\/a\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKepercayaan sosial-emosional yang akan mereka kembangkan dapat meningkatkan kemungkinan mereka akan lulus dari sekolah menengah, melanjutkan ke perguruan tinggi, dan memiliki karier. Ada juga peluang lebih besar untuk kesehatan mental yang lebih baik, hubungan yang lebih positif, dan penurunan perilaku kriminal.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EStrategi Mengajar untuk Mempromosikan SEL\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nMembangun keterampilan belajar emosional sosial (SEL) di kelas melibatkan keterampilan mengajar dan membuat model serta memberikan siswa kesempatan untuk berlatih dan menerapkan keterampilan ini. Beberapa strategi pengajaran yang dapat dilakukan dikelas sebagai berikut.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ECheck-in dengan Rapat Pagi\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nKesadaran diri, kesadaran sosial, dan keterampilan hubungan adalah tiga komponen inti SEL. Mengadakan pertemuan pagi hari untuk \"melapor masuk\" dengan perasaan siswa adalah cara yang bagus untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan ini. Mereka akan mengembangkan rasa percaya diri untuk berbicara di depan rekan-rekan mreka, dan menggunakan kesadaran sosial untuk berempati dengan orang lain atau dengan mereka yang berasal dari berbagai latar belakang.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMereka akan mengembangkan keterampilan hubungan mereka, keterampilan kunci SEL lainnya, dengan berkomunikasi, mendengarkan, dan bekerja sama dengan orang lain. Cukup memulai hari dengan pertemuan pagi dan membuat hubungan pribadi dengan siswa akan mendukung pembelajaran sosial dan emosional di kelas.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EMintalah Siswa Bekerja dalam Kelompok\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nKerja kelompok memanfaatkan kelima komponen utama pembelajaran sosial emosional.Bekerja dengan teman sebaya, siswa harus mengenali perilaku dan kekuatan mereka sendiri, mereka harus memiliki kemampuan untuk berperilaku dalam situasi yang berbeda. Siswa harus memiliki kesadaran diri dalam pengaturan kelompok dan menghormati orang lain.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKerja kelompok berarti bekerja dalam pengaturan tim, memiliki kemampuan untuk berkomunikasi, bernegosiasi, dan mencari bantuan ketika dibutuhkan. Siswa harus menghasilkan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab dan mampu menyelesaikan masalah, menganalisis situasi, dan merefleksikannya.\u0026nbsp; Secara keseluruhan, bekerja dalam kelompok membantu membangun komunitas di dalam ruang kelas dan memungkinkan siswa belajar membuat pilihan sendiri.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EMemelihara Ketertiban Kelas\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nSeperti yang disebutkan sebelumnya, SEL meningkatkan perilaku sosial seperti ketertiban. Dengan kesadaran sosial menjadi salah satu nilai inti dalam SEL, siswa belajar untuk menghormati orang lain, berempati dengan mereka, serta bersikap baik.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSalah satu cara untuk memelihara budaya kelas yang baik adalah dengan meminta siswa untuk mengisi pikiran mereka dengan kebaikan. Ini menunjuk pada kebahagiaan dan melakukan hal-hal baik untuk orang lain. Ketika guru mengisi pikiran siswa, maka guru melakukan sesuatu yang baik untuk siswa.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTentang siswa untuk mengisi pikiran temannya setiap hari dengan menulis pesan kebaikan pada kartu ucapan dan menempatkannya di kelas. Setiap hari pada pertemuan di kelas, bagikan beberapa pesan kebaikan. Ini adalah cara yang bagus untuk membangun keterampilan percaya diri, kesadaran sosial, dan hubungan antar siswa.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EMenumbuhkan Pola Pikir Pertumbuhan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nKata kata yang anak-anak pilih untuk berbicara kepada diri mereka sendiri akan menentukan pola pikir mereka. Salah satu cara terbaik untuk membantu siswa membangun pola pikir pertumbuhan adalah dengan membuat mereka menetapkan tujuan. Begitu mereka menetapkan tujuan, mereka dapat membuat daftar langkah-langkah yang akan mereka ambil untuk mewujudkan tujuan mereka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBantulah siswa memahami bahwa kata-kata yang mereka gunakan untuk berbicara kepada diri sendiri mempengaruhi pengambilan keputusan mereka. Dengan membantu siswa memahami konsep ini, Guru membantu mereka mengembangkan kemampuan mereka baik di dalam maupun di luar kelas. Melalui latihan dan pengulangan, siswa dapat mengembangkan pola pikir pertumbuhan yang akan membantu mereka untuk mencapai potensi penuh mereka."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/768011561426298793\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/06\/strategi-pendukung-pembelajaran-emosi.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/768011561426298793"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/768011561426298793"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/06\/strategi-pendukung-pembelajaran-emosi.html","title":"Strategi Pendukung Pembelajaran Emosi Sosial"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-348yUBFumDw\/XRNrS8JCbRI\/AAAAAAAAAnw\/fIqftI1hZtw1Qf8ksyWZ3EPM7uFcT74EACLcBGAs\/s72-c\/Strategi-Pendukung-Pembelajaran-Emosi-Sosial.jpeg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-2019600619146518556"},"published":{"$t":"2019-06-22T21:20:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2019-06-22T21:21:37.063+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Seputar Edukasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Menumbuhkan Imajinasi Positif Melalui Pendidikan Seni"},"content":{"type":"html","$t":"Pendidikan kesenian dalam berbagai bentuknya kadang ditempatkan sebagai ilmu kelas dua. Bahkan, muncul anggapan bahwa ilmu-ilmu pasti lebih unggul daripada ilmu-ilmu seni. Pemahaman seperti ini mengakibatkan seni termarjinalisasi dalam proses regenerasi komunitas-komunitas manusia.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-6ZQugK_6mTA\/XQ4n-DsZyYI\/AAAAAAAAAnY\/mUmutqFA24wHWo0eborWPW-B5rRCnSRkwCLcBGAs\/s1600\/Menumbuhkan-Imajinasi-Positif-Melalui-Pendidikan-Seni.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Menumbuhkan Imajinasi Positif Melalui Pendidikan Seni\" border=\"0\" data-original-height=\"900\" data-original-width=\"1600\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-6ZQugK_6mTA\/XQ4n-DsZyYI\/AAAAAAAAAnY\/mUmutqFA24wHWo0eborWPW-B5rRCnSRkwCLcBGAs\/s1600\/Menumbuhkan-Imajinasi-Positif-Melalui-Pendidikan-Seni.JPG\" title=\"Menumbuhkan Imajinasi Positif Melalui Pendidikan Seni\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPendidikan seni dinilai cocok untuk menumbuhkan, merawat, dan mengembangkan potensi-potensi manusia, termasuk kaum muda untuk berimajinasi secara positif. Seperti disebut ilmuwan Albert Einstein, imajinasi mampu mengantar orang menembus batas yang tak mampu ditembus oleh logika.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMelalui pendidikan yang memunculkan potensi imajinasi, salah satunya seni, kaum muda bisa belajar dan bertumbuh menjadi sosok-sosok yang berkarakter untuk selalu terhubung, berbeda rasa, dan berkesanggupan. Pembelajaran itu dilakukan melalui proses mengamati, memahami, dan mengkomunikasikan hal-hal yang diamati dan dipahaminya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTradisi pendidikan semacam ini memungkinkan individu-individu berkembang menjadi warga komunitas yang sanggup mengaitkan kebaikan hidupnya dengan kenyataan sosial di sekelilingnya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPendidikan seni menjadi sarana yang baik untuk melatih karakter anak-anak muda agar lebih percaya diri, kreatif, dan bisa bekerja sama. Karena itulah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali menggelar Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). Pelajar belajar langsung tentang seni budaya kepada para pelakunya."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/2019600619146518556\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/06\/menumbuhkan-imajinasi-positif-melalui.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2019600619146518556"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2019600619146518556"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/06\/menumbuhkan-imajinasi-positif-melalui.html","title":"Menumbuhkan Imajinasi Positif Melalui Pendidikan Seni"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-6ZQugK_6mTA\/XQ4n-DsZyYI\/AAAAAAAAAnY\/mUmutqFA24wHWo0eborWPW-B5rRCnSRkwCLcBGAs\/s72-c\/Menumbuhkan-Imajinasi-Positif-Melalui-Pendidikan-Seni.JPG","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-6397308156186011775"},"published":{"$t":"2019-06-17T11:40:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2019-06-17T11:46:38.481+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Metode Mengajar Agar Siswa Mencintai STEAM"},"content":{"type":"html","$t":"Pelajaran sains, teknologi, keinsinyuran, seni, dan matematika atau STEAM masih menjadi momok bagi banyak siswa karena dianggap susah. Untuk membuat siswa tertarik, guru dan orangtua harus membuat trik-trik atau jebakan-jebakan agar anak-anak jatuh cintah terhadap STEAM.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMetode terbaik mengajarkan STEAM adalah melalui permainan. Akan tetapi, permainan tersebut tidak sekedar untuk bersenang-senang, melainkan merupakan permainan yang berdasarkan studi kasus berbagai hal di kehidupan sehari-hari yang bahkan sering tidak kita perhatikan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-BarXi-is8Bc\/XQcK22WjwwI\/AAAAAAAAAm4\/OunGwwfza-cUE6v41CcDM_UJ0Bh_fT3HwCLcBGAs\/s1600\/Metode-Mengajar-Agar-Siswa-Mencintai-STEAM.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Metode Mengajar Agar Siswa Mencintai STEAM\" border=\"0\" data-original-height=\"338\" data-original-width=\"600\" height=\"300\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-BarXi-is8Bc\/XQcK22WjwwI\/AAAAAAAAAm4\/OunGwwfza-cUE6v41CcDM_UJ0Bh_fT3HwCLcBGAs\/s320\/Metode-Mengajar-Agar-Siswa-Mencintai-STEAM.jpg\" title=\"Metode Mengajar Agar Siswa Mencintai STEAM\" width=\"520\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSejak kelas I SD sebaiknya anak sudah dikenalkan dengan STEAM. Kemasannya memakai permainan seperti balok, menyusun keping \u003Ci\u003Epuzzle, \u003C\/i\u003Esampai ada koregrafi tarian dan nyanyian. Biasanya ketika bermain orangtua dan guru sekadar membiarkan anak asyik sendiri. Ketika anak didampingi dan dijelaskan bentuk-bentuk bangun ruang dan bangun bidang, mereka mulai mengenal arsitektur.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDemikian pula ketika menggambar, tidak hanya membiarkan anak bebas menggoreskan pensil warna di atas kertas, tetapi juga meminta mereka menjelaskan bentuk-bentuk yang mereka torehkan. Guru juga dapat meminta siswa menunjukkan ukuran bidang digambar mereka. Misalnya ketika menggambar bunga, siswa diminta menunjuk bunga yang lebih besar daripada yang lain. Mereka juga diajak menghitung bunga yang digambar.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003Ebaca juga :\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/01\/keterampilan-stem-abad-21-yang-harus.html\" target=\"_blank\"\u003EKeterampilan STEAM abad 21 yang harus diketahui siswa\u003C\/a\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSiswa tidak menyadari mereka sedang belajar Matematika karena suasana menyenangkan. Ketika Matematika konseptual dikenakan dikelas III, mereka tidak ketakutan. Guna membuat suasana lebih menantang sekaligus mengasah karakter kompetitif anak secara positif, sekolah juga mengadakan lomba-lomba STEAM yang dibentuk dalam permainan. Bentuknya bisa permainan individual maupun kelompok.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPermainan tantangan mencari harta karun, misalnya, di dalamnya berisi berbagai soal STEAM yang dirumuskan dalam bentuk cerita.\u0026nbsp; Permainan-permainan ini\u0026nbsp; menggantikan konsep ulangan akhir materi sehingga anak tidak jenuh, apalagi stres. Mereka tidak menyadari bahwa dari penyelesaian permainan itu guru bisa menilai kemampuan siswa memahami konsep sekaligus karakter yang dimiliki oleh tiap-tiap siswa seperti mampu bekerja sama dengan temanya, penyabar dan kreatif.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPenting juga mengikutsertakan anak ke berbagai lomba STEAM. Menang dan kalah tidak perlu ditekankan kepada mereka. Hal terpenting adalah mereka percaya diri, mau menerima serta menyelesaikan tantangan yang diberikan, serta bisa bekerja di dalam tim. Lomba tidak pernah menjadi beban bagi mereka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003Ebaca juga :\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/06\/dunia-butuh-generasi-muda-yang-berminat.html\" target=\"_blank\"\u003EDunia butuh generasi muda yang berminat eksakta\u003C\/a\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSejatinya STEAM adalah mengetahui cara dan proses bekerja sebuah benda sehingga menghasilkan suatu peristiwa. Masih ada guru yang menganggap STEAM hanya bisa dilakukan dengan alat-alat yang canggih. Padahal, teknologi terbaik adalah yang ada di sekitar kita. Anak-anak di desa justru punya banyak keuntungan daripada anak kota karena dekat sekali melihat proses berbagai kegiatan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nContoh lain misalnya, sebilah cangkul bisa diperoleh pembelajaran STEAM yang mendalam. Mereka belajar fungsi cangkul dan menelaah bentuk beserta ukuran komponen cangkul agar bisa melaksanakan fungsi tersebut. Apabila guru ingin membuat pelajaran lebih menantang, bisa dengan mengajak siswa merancang ukiran atau pun bentuk cangkul yang lebih efisien."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/6397308156186011775\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/06\/metode-mengajar-agar-siswa-mencintai.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6397308156186011775"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6397308156186011775"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/06\/metode-mengajar-agar-siswa-mencintai.html","title":"Metode Mengajar Agar Siswa Mencintai STEAM"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-BarXi-is8Bc\/XQcK22WjwwI\/AAAAAAAAAm4\/OunGwwfza-cUE6v41CcDM_UJ0Bh_fT3HwCLcBGAs\/s72-c\/Metode-Mengajar-Agar-Siswa-Mencintai-STEAM.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-3024320059674509582"},"published":{"$t":"2019-06-10T10:12:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2019-06-10T10:12:18.002+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Berita"}],"title":{"type":"text","$t":"Usaha Meratakan Kualitas Pendidikan Melalui Sistem Zonasi"},"content":{"type":"html","$t":"Prinsip pemberlakuan sistem zonasi dibuat untuk memeratakan kualitas pendidikan di Indonesia. Semangat sistem tersebut ingin menghapuskan pandangan masyarakat tentang \"sekolah favorit\" dan \"sekolah buangan\". Apapun kebijakan itu pasti ada yang tidak puas. Tetapi kebijakan PPDB (penerimaan peserta didik baru) berbasis zonasi ini dianggap hal yang sangat strategis karna ada persoalan-persoalan yang harus diselesaikan melalui kebijakan zonasi ini.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-NIk8eFWwbdU\/XP261VMZeYI\/AAAAAAAAAmg\/quvVda9yRuoQ3g9KulFjWbN0qmwY_ZZKwCLcBGAs\/s1600\/Usaha-Meratakan-Kualitas-Pendidikan-Melalui-Sistem-Zonasi.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Usaha Meratakan Kualitas Pendidikan Melalui Sistem Zonasi\" border=\"0\" data-original-height=\"1069\" data-original-width=\"1600\" height=\"300\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-NIk8eFWwbdU\/XP261VMZeYI\/AAAAAAAAAmg\/quvVda9yRuoQ3g9KulFjWbN0qmwY_ZZKwCLcBGAs\/s400\/Usaha-Meratakan-Kualitas-Pendidikan-Melalui-Sistem-Zonasi.jpg\" title=\"Usaha Meratakan Kualitas Pendidikan Melalui Sistem Zonasi\" width=\"500\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSejumlah orang tua peserta calon peserta didik baru memprotes kebijakan sonasi itu. Mereka khawatir sistem tersebut tidak berjalan optimal karena belum menilai semua kualitas sekolah. Misalnya, mengkhawatirkan, sistem zonasi membuat anak tidak berjiwa kompetitif karena pilihan sekolahnya dibatasi zona tertentu. Anak-anak dinilai tidak bersaing lagi untuk mencoba mendapatkan nilai tertinggi demi sekolah-sekolah favorit.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKekhawatiran sejumlah orang dibantah, sistem zonasi masih akan membuat anak berjiwa kompetitif. Ada jalur lain untuk berkompetisi tanpa harus berada di sekolah favorit. Anak-anak yang berkemampuan akademis tinggi ini justru saling bersaing di sebuah perlombaan. Bukan sekolah (favorit) yang menjadi ukuran. Tetapi, nanti sisetiap sekolah ada anak-anak favorit yang mampu berkompetisi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003Ebaca juga :\u003C\/b\u003E\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/01\/peningkatan-kompetensi-di-era-zonasi.html\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cb\u003EPeningkatan Kompetensi di era zonasi diawali dari Kepala Sekolah\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKehadiran anak-anak berprestasi akademis di sekolah-sekolah yang sebelumnya tidak berstatus \"favorit\" justru dapat mendorong anak-anak lain meningkatkan kemampuan. Sehingga diharapkan akhirnya tidak ada lagi strata antara \"sekolah favorit\" dan \"sekolah buangan\". Kondisi itu dianggap bertentangan dengan tujuan negara yaitu memberikan keadilan dalam berbagai hal. Nantinya sekolah harus menjadi bagus dan favorit. Standar pelayanan minimun harus terpenuhi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nZonasi memungkinkan semua peserta didik dapat terserap dalam penerimaan peserta didik baru. Mekanisme teknisnya sudah diatur sedemikian rupa oleh Dinas Pendidikan di setiap provinsi dan kabupaten\/kota. Penghitungan zonasi sudah dilakukan dengan mempertimbangkan sebaran populasi calon peserta didik baru. Dengan kondisi itu, semua calon siswa dapat tertampung.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1VOa7Sa-5nKw2M77kyutFk9oJifRqUOGh\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cb\u003EPeraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 51 tahun 2018 tentang penerimaan peserta didik baru\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E pada pasal 4 ayat 4 huruf c. dinyatakan \"jalur pendaftaran yang terdiri dari jalur zonasi, jalur prestasi, atau jalur perpindahan orangtua\/wali. Dengan Permendikbud ini maka sudah jelas bahwa penerimaan peserta didik baru harus melalui jalur zonasi atau jalur lainnya yang telah ditetapkan."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/3024320059674509582\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/06\/usaha-meratakan-kualitas-pendidikan.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/3024320059674509582"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/3024320059674509582"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/06\/usaha-meratakan-kualitas-pendidikan.html","title":"Usaha Meratakan Kualitas Pendidikan Melalui Sistem Zonasi"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-NIk8eFWwbdU\/XP261VMZeYI\/AAAAAAAAAmg\/quvVda9yRuoQ3g9KulFjWbN0qmwY_ZZKwCLcBGAs\/s72-c\/Usaha-Meratakan-Kualitas-Pendidikan-Melalui-Sistem-Zonasi.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-8820168366028797020"},"published":{"$t":"2019-06-04T23:06:00.003+08:00"},"updated":{"$t":"2019-06-06T20:31:35.548+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Seputar Edukasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Pentingnya Membaca Secara Ekstensif"},"content":{"type":"html","$t":"Gerakan literasi tidak akan berhasil tanpa mengajak anak atau siswa menyukai buku. Melalui metode membaca ekstensif, anak sejak dini diajak menyukai buku dan menganggap buku sebagai sumber hiburan dan inspirasi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMembaca ekstensif adalah teknik membaca dalam hati dimana pembaca harus bisa membaca wacana panjang dalam waktu yang terbatas. Membaca ekstensif disebut juga\u0026nbsp; dengan membaca sekilas atau membaca dangkal.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-O11Xn0p1O64\/XPaHrbCv-7I\/AAAAAAAAAmI\/mOzzLxJHS_8trO8EZmzGXoUWcuLtPGxlgCLcBGAs\/s1600\/Pentingnya-%2BMembaca-Secara-%2BEkstensif.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Pentingnya Membaca Secara Ekstensif\" border=\"0\" data-original-height=\"404\" data-original-width=\"600\" height=\"320\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-O11Xn0p1O64\/XPaHrbCv-7I\/AAAAAAAAAmI\/mOzzLxJHS_8trO8EZmzGXoUWcuLtPGxlgCLcBGAs\/s400\/Pentingnya-%2BMembaca-Secara-%2BEkstensif.jpg\" title=\"Pentingnya Membaca Secara Ekstensif\" width=\"500\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPengertian membaca ekstensif yang lain yaitu membaca wacana dengan cepat dan menyeluruh untuk memporoleh isi atau makna dari teks atau wacana. Hal yang perlu diperhatikan dalam membaca cepat atau membaca ekstensif ini yaiyu teks yang akan dibaca biasanya beragam dan luas dan waktu membacanya harus singkat.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/07\/pentingnya-membacakan-buku-pada-anak.html\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cb\u003EPentingnya Membacakan Buku pada Anak Usia Dini\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSekolah dan rumah hendaknya mengembangkan kemampuan membaca ekstensif untuk anak. Setelah itu, baru mulai dilatih untuk membaca intensif dan membuat ulasan serta refleksi terhadap materi yang telah dibaca.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMembaca ekstensif dapat juga dikatakan membaca tampa beban. Di sekolah siswa dibebaskan memilih buku, majalah, atau pun koran yang hendak dibaca. Sesusai membaca, siswa tak perlu diminta berefleksi atau pun menulis ulasan mengenai apa yang dibaca itu. Kegiatan ini murni bertujuan memenuhi hasrat membaca dan mencari kesenangan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMembaca ekstensif harus dikembangkan sejak awal karena kegiatan ini kunci dari terbentuknya kebiasaan membaca. Melalui metode membaca ekstensif, anak sejak dini menyukai buku dan menganggapnya sebagai salah satu sumber hiburan dan inspirasi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPermasalahan yang terjadi di sekolah pada umumnya\u0026nbsp; adalah jumlah buku non pelajaran yang tersedia di perpustakaan sangat terbatas. Kalaupun ada, beberapa buku tidak sesuai dengan minat dan usia anak di sekolah. Tanpa ada buku menarik seperti novel dan kumpulan cerpen, target mengembangkan kebiasaan membaca ekstensif sukar terwujud.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKendala lain adalah guru belum bisa menjadi teladan membaca. Sekolah menyadari belum semua guru memiliki kemampuan membaca, jadi tidak mungkin minat baca siswa bisa diolah lebih lanjut tanpa mengintervensi guru terlebih dahulu.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/05\/bangkitkan-kembali-gerakan-membaca.html\" target=\"_blank\"\u003EBangkitkan Kembali Gerakan Membaca Secara Konservatif\u003C\/a\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSalah satu pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah bauk pusat dan daerah, di sekolah umum maupun madrasah adalah dengan caea menyuruh guru menulis buku, sehingga ada program satu guru ditargetkan menerbitkan satu buku dalam satu tahun.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTampa banyak membaca tidak mungkin bisa menulis. Kalau dipaksa terus, nanti tulisan yang dihasilkan bisa jadi hasil jiplakan dari tulisan-tulisan orang lain atau mutu tulisannya buruk karena dikerjakan tanpa keterampilan literasi mumpuni.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSatu-satunya cara ialah mengajak guru banyak membaca ekstensif. Secara bertahap, baru guru belajar membaca intensif, yaitu membaca dengan tujuan tertentu seperti untuk ditelaah isinya atau kemudian dibuat kritik terkait topik yang dibahas.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPengajaran terhadap siswa juga serupa. Sebelum meminta mereka mengulas dan memceritakan kembali, keterampilan itu perlu diajar dan dilatih terlebih dahulu. Setelah itu, baru diujicobakan dengan mengulas teks-teks pendek sampai akhirnya bisa mengulas sebuah buku.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/04\/gerakan-literasi-bukan-sekadar-baca.html\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cb\u003EGerakan Literasi Bukan Sekadar Baca-Tulis\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPenelitian yang dilakukan oleh Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan Badan Bahasa dan Perbukuan Kemdikbud ditemukan penelitian terhadap 6.000 siswa di SMP-SMP yang bukan berasal dari sekolah terasesmen PISA (Program Asesmen Siswa Internasional). Dari skor 200 hingga 800, nilai rata-rata siswa adalah 489.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDitemukan anak-anak yang mendapat nilai di atas 600, walaupun bersekolah di pedesaan, ternyata orangtua mereka terbiasa membacakan buku cerita sejak bayi. Siswa-siswa ini terbiasa dengan buku dan memiliki minat membaca sejak dini sehingga bagi mereka mudah untuk mengetahui jenis-jenis teks.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nHal penting adalah petugas perpustakaan sekolah rutin mendata koleksi buku yang ada. Mereka juga harus membuat pemetaan selera membaca siswa sehingga sekolah bisa menyediakan buku-buku yang diminati siswa."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/8820168366028797020\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/06\/pentingnya-membaca-secara-ekstensif.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8820168366028797020"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8820168366028797020"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/06\/pentingnya-membaca-secara-ekstensif.html","title":"Pentingnya Membaca Secara Ekstensif"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-O11Xn0p1O64\/XPaHrbCv-7I\/AAAAAAAAAmI\/mOzzLxJHS_8trO8EZmzGXoUWcuLtPGxlgCLcBGAs\/s72-c\/Pentingnya-%2BMembaca-Secara-%2BEkstensif.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-2590125988012155927"},"published":{"$t":"2019-03-28T10:31:00.002+08:00"},"updated":{"$t":"2019-03-28T10:31:53.843+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Supervisi Akademik Sub Topik Struktur dan Fungsi Akar, Batang, Daun dan Bunga"},"content":{"type":"html","$t":"Pada postingan kali ini supervisor akan memaparkan hasil dari kegiatan supervisi akademik atau observasi kelas pada kegiatan belajar IPA kelas VIII semester ganjil dengan topik \"Struktur dan Fungsi Tumbuhan\" dan Sub Topik \"Struktur dan Fungsi Akar, Batang, Daun dan Bunga\". Kegiatan proses belajar mengajar ini menggunakan durasi wakti 2 x 40 menit. Instrumen yang digunakan adalah Instrumen Pengamatan Pelaksanaan Pembelajaran.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-2AahkuYPrwY\/XJwit0MfXfI\/AAAAAAAAAlU\/VWkGy-EfxMoOuMHV7zec8RN0IO03pQGTQCLcBGAs\/s1600\/Supervisi-Akademik-Sub-Topik-Struktur-dan-Fungsi-Akar%252C-Batang%252C-Daun-dan-Bunga.jpeg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Supervisi Akademik Sub Topik Struktur dan Fungsi Akar, Batang, Daun dan Bunga\" border=\"0\" data-original-height=\"702\" data-original-width=\"713\" height=\"392\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-2AahkuYPrwY\/XJwit0MfXfI\/AAAAAAAAAlU\/VWkGy-EfxMoOuMHV7zec8RN0IO03pQGTQCLcBGAs\/s400\/Supervisi-Akademik-Sub-Topik-Struktur-dan-Fungsi-Akar%252C-Batang%252C-Daun-dan-Bunga.jpeg\" title=\"Supervisi Akademik Sub Topik Struktur dan Fungsi Akar, Batang, Daun dan Bunga\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv\u003E\nKegiatan supervisi akademik ini diawali dengan kesepakatan waktu pelaksanaan supervisi dengan guru mata pelajaran. Hal ini supaya guru bisa mempersiapkan segala hal yang berhubungan dengan kegiatan proses belajar mengajar yang telah dirancang dalam RPP. Untuk dokumentasi kegiatan supervisi digunakan kamera untuk mengambil foto dan vidio.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\nTahapan Supervisi Akademik\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cb\u003EA. Kegiatan Pendahuluan\u003C\/b\u003E\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EMembangun sikap religius sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMembangun motivasi peserta didik untuk belajar\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMemeberikan apresiasi dengan cara menghubungkan materi pembelajaran dengan pengalamn peserta didik\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenyampaikan tujuan pembelajaran dan kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenyampaikan langkah langkah kegiatan pembelajaran dan kompetensi yang akan dinilai\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\nUntuk memastikan kesesuaian antara program pembelajaran, aspek pengamatan dan kegiatan belajar mengajar dapat diamati pada vidio berikut.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/xIZorqtlwcI\/0.jpg\" frameborder=\"0\" height=\"300\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/xIZorqtlwcI?feature=player_embedded\" width=\"530\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\nVideo. 1 Kegiatan Pendahuluan\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\n\u003Cb\u003EB. Kegiatan Inti\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\nB1. Penguasaan Materi Pembelajaran\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EKemampuan menyesuaikan materi pembelajaran dengan tujuan pembelajaran\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EKemampuan mengaitkan materi pembelajaran dengan pengetahuan lain yang relevan dengan kehidupan sehari-hari\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenyajikan pembahasan materi pembelajaran dengan tepat dan lengkap sesuai dengan konsep yang benar.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenyajikan materi secara sistematis (dari materi mudah ke yang sulit, dari materi sederhana ke yang kompleks, dari materi konkrik ke abstrak atau sebaliknya) sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai peserta didik.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\nGambaran kegiatan inti dapat diamati pada vidio kegiatan inti berikut yang dibagi kedalam 5 bagian.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/bdcLC4nrpvE\/0.jpg\" frameborder=\"0\" height=\"300\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/bdcLC4nrpvE?feature=player_embedded\" width=\"530\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\nVideo. 2 Kegiatan Inti bagian 1\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\nB2. Implementasi Pembelajaran\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EPembelajaran yang dilaksanakan menarik, menyenangkan, dan membelajarkan.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPembelajaran yang dilaksanakan menantang sehingga memunculkan kemampuan berpikir kritis.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPembelajaran yang dilaksanakan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif dan bermakna.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPembelajaran yang dilaksanakan menumbuhkan dan memperkuat budaya literasi.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EGuru mendorong peserta didik untuk mengembangkan keterampilan bertanya untuk membangun kebiasaan mencari tahu\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/8esLczr1vIU\/0.jpg\" frameborder=\"0\" height=\"300\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/8esLczr1vIU?feature=player_embedded\" width=\"530\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nVideo. 3 Kegiatan Inti\u0026nbsp; bagian 2\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\nB3. Pemanfaatan Media dan Sumber Belajar\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EMengakomodasi perkembangan teknologi pembelajaran sesuai dengan onsep dan prinsip\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenunjukkan keterampilan dalam menggunakan media pembelajaran\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenunjukkan keterampilan dalam penggunaan sumber belajar\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMelibatkan peserta didik dalam pemanfaatan media pembelajaran\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMelibatkan peserta didik dalam pemanfaatan sumber belajar\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMedia dan sumber belajar yang digunakan mampu menghasilkan pesan yang menarik dan mengesangkan\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/_lhzHlJsxZk\/0.jpg\" frameborder=\"0\" height=\"300\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/_lhzHlJsxZk?feature=player_embedded\" width=\"530\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\nVideo. 4 Kegiatan Inti bagian 3\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\nB4. Interaksi dengan peseerta didik\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli style=\"text-align: left;\"\u003EGuru menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, peserta didik dengan media dan sumber belajar\u003C\/li\u003E\n\u003Cli style=\"text-align: left;\"\u003EGuru memberikan respon positif terhadap partisipasi peserta didik\u003C\/li\u003E\n\u003Cli style=\"text-align: left;\"\u003EGuru menunjukkan sikap terbuka terhadap respons peserta didik\u003C\/li\u003E\n\u003Cli style=\"text-align: left;\"\u003EGuru menunjukkan hubungan pribadi yang kondusif dan konstruktif\u003C\/li\u003E\n\u003Cli style=\"text-align: left;\"\u003EMenumbuhkan keceriaan dan antusiasme peserta didik dalam pembelajaran\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/yY7kb_MjqJk\/0.jpg\" frameborder=\"0\" height=\"300\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/yY7kb_MjqJk?feature=player_embedded\" width=\"530\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\nVidio 5. Kegiatan Inti bagian 4\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\nB5. Penggunaan Bahasa yang Benar dan Tepat dalam Pembelajaran\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EMenggunakan Bahasa Indonesia yang baik, benar, dan kontekstual\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenggunakan pilihan kata yang mudah dipahami oleh peserta didik\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/z-Im55f8EF4\/0.jpg\" frameborder=\"0\" height=\"300\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/z-Im55f8EF4?feature=player_embedded\" width=\"530\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\nVidio 6. Kegiatan Inti Bagian 5\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\n\u003Cb\u003EC. Kegiatan Penutup\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli style=\"text-align: left;\"\u003EMembuat rangkuman dan\/atau kesimpulan dengan melibatkan peserta didik\u003C\/li\u003E\n\u003Cli style=\"text-align: left;\"\u003EMelaksanakan penilaian pembelajaran (secara lisan\/tertulis)\u003C\/li\u003E\n\u003Cli style=\"text-align: left;\"\u003EMengumpulkan hasil kerja eserta didik sebagai bahan portofolio\u003C\/li\u003E\n\u003Cli style=\"text-align: left;\"\u003EMelakukan refleksi pembelajaran (kebermaknaan pembelajaran untuk perkembangan pribadi peserta didi\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/W-I3q-Pn0LA\/0.jpg\" frameborder=\"0\" height=\"300\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/W-I3q-Pn0LA?feature=player_embedded\" width=\"530\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\nVideo 7. Kegiatan Penutup\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\nDemikian kegiatan supervisi kademik atau observasi kelas dengan sub topik: Struktur dan Fungsi Akar, Daun, dan Bungan mata pelajaran IPA kelas VIII . Adapun instrumen yang digunakan yaitu:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003E\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1CXdY9QUjReq3O0D_3GI_inUnijiVHiOa\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"\u003ERPP IPA kelas VIII Sub Topik Struktur dan Fungsi Akar, Batang, Daun dan Bunga\u003C\/a\u003E\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1FZ78vs7RIc-MULAf2oTuEI9v84es9T9j\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"\u003EInstrumen Pengamatan Pelaksanaan Pembelajaran\u003C\/a\u003E\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/2590125988012155927\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/03\/supervisi-akademik-sub-topik-struktur.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2590125988012155927"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2590125988012155927"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/03\/supervisi-akademik-sub-topik-struktur.html","title":"Supervisi Akademik Sub Topik Struktur dan Fungsi Akar, Batang, Daun dan Bunga"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-2AahkuYPrwY\/XJwit0MfXfI\/AAAAAAAAAlU\/VWkGy-EfxMoOuMHV7zec8RN0IO03pQGTQCLcBGAs\/s72-c\/Supervisi-Akademik-Sub-Topik-Struktur-dan-Fungsi-Akar%252C-Batang%252C-Daun-dan-Bunga.jpeg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-4484882164148282045"},"published":{"$t":"2019-03-12T22:59:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2019-03-12T23:13:40.103+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Evaluasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Contoh  Indikator Soal USBN SMP\/MTs"},"content":{"type":"html","$t":"Mulai tahun pelajaran 2017\/2018 telah dilaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional disamping Ujian Nasional yang moda pelaksanaannya bisa dilakuakan dengan dua macam cara yaitu dengan komputer atau berbasis kertas.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-MEnZkP9NZ1E\/XIfMJ3-i6WI\/AAAAAAAAAk4\/5G2mjAAn7nguUfyJ-eO_eArCKhIKllSsACLcBGAs\/s1600\/Contoh-Indikator-%2BSoal-USBN-%2BSMPMTs.png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Contoh  Indikator Soal USBN SMPMTs\" border=\"0\" data-original-height=\"626\" data-original-width=\"1285\" height=\"193\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-MEnZkP9NZ1E\/XIfMJ3-i6WI\/AAAAAAAAAk4\/5G2mjAAn7nguUfyJ-eO_eArCKhIKllSsACLcBGAs\/s400\/Contoh-Indikator-%2BSoal-USBN-%2BSMPMTs.png\" title=\"Contoh  Indikator Soal USBN SMPMTs\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003EAdapun mekanisme penyusunan soal USBN tahun pelajaran 2018\/2019\u0026nbsp; yaitu:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPeran satuan pendidikan sebagai berikut.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EMenerima soal USBN dari pusat (20% - 25%) dari Dinas Pendidikan Kabupaten\/Kota dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten\/Kota melalui aplikasi\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMengeordinasi guru-guru dalam penulisan soal USBN sebanyak 75%-80% berdasarkan indikator dari MGMP.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenugaskan guru mata pelajaran untuk melakukan uji coba dan telaah soal pada forum MGMP.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMengoordinasi guru-guru dalam perakitan master soal USBN lengkap sesuai ketentuan angka 1 dan angka 2 minimal 2 dua) paket soal terdiri dari 1 (satu) paket soal utama dan 1 (satu) paket soal susulan. Dalam kondisi tertentu seperti terbatasnya sumberdaya guru dan\/atau terbatasnya soal yang berkualitas, perakitan soal dapat dilakukan bersama MGMP.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\nPeran MGMP sebagai berikut.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EMenyusun dan menelaah indikator berdasarkan kisi-kisi USBN untuk seluruh mata pelajaran\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenelaah soal USBN yang disusun oleh guru-guru dari satuan pendidikan.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cb\u003E1. Contoh format Penyusunan Indikator Soal USBN Bahasa Inggris\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\n\n\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"border: 1px solid #000000; height: 250px; overflow: auto; padding: 10px; width: 630px;\"\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none; width: 1047px;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #fbd4b4; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 31.1pt;\" width=\"41\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003ENo.\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #fbd4b4; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 184.3pt;\" width=\"246\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EKompetensi Dasar\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #fbd4b4; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 83.85pt;\" width=\"112\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003ELingkup Materi\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #fbd4b4; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 89.3pt;\" width=\"119\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EMateri\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #fbd4b4; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 104.6pt;\" width=\"139\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003ELevel Kognitif\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #fbd4b4; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 201.2pt;\" width=\"268\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EIndikator Soal\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #fbd4b4; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 57.9pt;\" width=\"77\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EBentuk Soal\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #fbd4b4; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 32.8pt;\" width=\"44\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003ENo. Soal\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd rowspan=\"4\" style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 31.1pt;\" valign=\"top\" width=\"41\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003E1.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd rowspan=\"4\" style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 184.3pt;\" valign=\"top\" width=\"246\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-left: 23.3pt; text-align: justify; text-indent: -23.3pt;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003E3.12 Membandingkan fungsi sosial, struktur teks,\n  dan unsur kebahasaan beberapa teks khusus dalam bentuk pesan singkat dan\n  pengumuman\/pemberitahuan (notice), dengan memberi dan meminta informasi\n  terkait kegiatan sekolah, sesuai dengan konteks penggunaannya             \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 83.85pt;\" valign=\"top\" width=\"112\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EFungsi sosial \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 89.3pt;\" valign=\"top\" width=\"119\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EShort\n  Message\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 104.6pt;\" valign=\"top\" width=\"139\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EPengetahuan dan Pemahaman\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoListParagraph\" style=\"margin-left: 9.0pt; text-indent: -9.0pt;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;wingdings\u0026quot;;\"\u003E§\u003Cspan style=\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003E\n  \u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EMengidentifikasi\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 201.2pt;\" valign=\"top\" width=\"268\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EDisajikan\n  sebuah teks short message, Peserta didik dapat mengidentifikasi \u003Ci\u003Etujuan\u003C\/i\u003E\n  yang terdapat pada teks tersebut dengan tepat\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 57.9pt;\" valign=\"top\" width=\"77\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 32.8pt;\" valign=\"top\" width=\"44\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003E1\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 83.85pt;\" valign=\"top\" width=\"112\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EStruktur teks \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 89.3pt;\" valign=\"top\" width=\"119\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EShort\n  Message\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 104.6pt;\" valign=\"top\" width=\"139\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EPengetahuan dan Pemahaman\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoListParagraph\" style=\"margin-left: 9.0pt; text-indent: -9.0pt;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;wingdings\u0026quot;;\"\u003E§\u003Cspan style=\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003E\n  \u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EMengidentifikasi\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 201.2pt;\" valign=\"top\" width=\"268\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EDari teks yang\n  sama, Peserta didik dapat mengidentifikasi \u003Ci\u003Erincian peristiwa\u003C\/i\u003E yang\n  terdapat pada teks tersebut dengan tepat\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 57.9pt;\" valign=\"top\" width=\"77\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 32.8pt;\" valign=\"top\" width=\"44\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003E2\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 83.85pt;\" valign=\"top\" width=\"112\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EStruktur teks \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 89.3pt;\" valign=\"top\" width=\"119\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EShort\n  Message\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 104.6pt;\" valign=\"top\" width=\"139\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EPengetahuan dan Pemahaman\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoListParagraph\" style=\"margin-left: 9.0pt; text-indent: -9.0pt;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;wingdings\u0026quot;;\"\u003E§\u003Cspan style=\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003E\n  \u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EMengidentifikasi\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 201.2pt;\" valign=\"top\" width=\"268\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EDari teks yang\n  sama, Peserta didik dapat mengidentifikasi \u003Ci\u003Erincian informasi\u003C\/i\u003E yang\n  terdapat pada teks tersebut dengan tepat\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 57.9pt;\" valign=\"top\" width=\"77\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 32.8pt;\" valign=\"top\" width=\"44\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003E3\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 83.85pt;\" valign=\"top\" width=\"112\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EUnsir\n  Kebahasaan \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 89.3pt;\" valign=\"top\" width=\"119\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EShort\n  Message\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 104.6pt;\" valign=\"top\" width=\"139\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EPengetahuan dan Pemahaman\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoListParagraph\" style=\"margin-left: 9.0pt; text-indent: -9.0pt;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;wingdings\u0026quot;;\"\u003E§\u003Cspan style=\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003E\n  \u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EMengidentifikasi\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 201.2pt;\" valign=\"top\" width=\"268\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EDari teks yang\n  sama, Peserta didik dapat mengidentifikasi \u003Ci\u003Epersamaan kata\u003C\/i\u003E yang\n  terdapat pada teks tersebut dengan tepat\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 57.9pt;\" valign=\"top\" width=\"77\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 32.8pt;\" valign=\"top\" width=\"44\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\"\u003E4\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cb\u003E2. Contoh format penyusunan Indikator Soal USBN Bahasa Indonesia\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\n\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv br=\"\" gt=\"\" style=\"border: 1px solid #000000; height: 250px; overflow: auto; padding: 10px; width: 630px;\"\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none; width: 964px;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #d9d9d9; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 33.9pt;\" width=\"45\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003ENO\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #d9d9d9; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 99.55pt;\" width=\"133\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003EKOPETENSI YANG DI UJI\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #d9d9d9; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 79.95pt;\" width=\"107\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003ELINGKUP MATERI\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #d9d9d9; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 115.75pt;\" width=\"154\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003EMATERI\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #d9d9d9; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 130.25pt;\" width=\"174\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003ELEVEL KOGNITIF\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #d9d9d9; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.35pt;\" width=\"218\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003EINDIKATOR SOAL\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #d9d9d9; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 57.15pt;\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003EBENTUK SOAL\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #d9d9d9; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.8pt;\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003ENO SOAL\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 66.55pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 66.55pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 33.9pt;\" valign=\"top\" width=\"45\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n1.\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 66.55pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 99.55pt;\" valign=\"top\" width=\"133\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;maiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EM\u003C\/span\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;maiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003Eenentukan makna\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;maiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003Ekata\/kalimat\n  pada teks\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;maiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003Eberita\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 66.55pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 79.95pt;\" valign=\"top\" width=\"107\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;maiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EMembaca\n  Nonsastra\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 66.55pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 115.75pt;\" valign=\"top\" width=\"154\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;maiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EMakna\n  kata\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 66.55pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 130.25pt;\" valign=\"top\" width=\"174\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;maiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EPengetahuan\n  dan Pemahaman:\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoListParagraphCxSpFirst\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;meiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E-\u003Cspan style=\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;maiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EMengidentifikasi\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;meiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E-\u003Cspan style=\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;maiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EMenentukan\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoListParagraphCxSpLast\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 16.4pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-indent: -7.9pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: red; font-family: \u0026quot;meiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E-\u003Cspan style=\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;maiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EMemaknai\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 66.55pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.35pt;\" valign=\"top\" width=\"218\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;maiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EDisajikan\n  paragraf\/teks\u003C\/span\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;maiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003E,\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;maiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003E  peserta didik dapat\n  menentukan makna\/kalimat pada teks berita.\u003Ci\u003E         \u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 66.55pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 57.15pt;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;maiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EPilihan\n  ganda\u003C\/span\u003E\u003Ci\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;maiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003E \u003C\/span\u003E\u003C\/i\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 66.55pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.8pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;maiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003E1\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 90.15pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 90.15pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 33.9pt;\" valign=\"top\" width=\"45\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n2.\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 90.15pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 99.55pt;\" valign=\"top\" width=\"133\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\nMenentukan isi tersurat berita\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 90.15pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 79.95pt;\" valign=\"top\" width=\"107\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;maiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EMembaca\n  Nonsastra\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 90.15pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 115.75pt;\" valign=\"top\" width=\"154\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\nIsi berita\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 90.15pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 130.25pt;\" valign=\"top\" width=\"174\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;meiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPengetahuan\n  dan Pemahaman:\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoListParagraphCxSpFirst\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;meiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E-\u003Cspan style=\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;meiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EMengidentifikasi\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;meiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E-\u003Cspan style=\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;meiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EMenentukan \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoListParagraphCxSpLast\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 16.5pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-indent: -7.75pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;meiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E-\u003Cspan style=\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;meiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EMemaknai\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 90.15pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.35pt;\" valign=\"top\" width=\"218\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;meiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EDisajikan teks\/paragraf\u003C\/span\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;meiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E,\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;meiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E  peserta didik dapat menentukan\n  isi tersurat berit\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;meiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003Ea.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 90.15pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 57.15pt;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;maiandra gd\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EPilihan\n  ganda\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 90.15pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.8pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n2\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cb\u003E3. Contoh Format Penyusunan Indikator Soal USBN IPA\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"border: 1px solid #000000; height: 250px; overflow: auto; padding: 10px; width: 630px;\"\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none; width: 964px;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #d9d9d9; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 34.0pt;\" width=\"45\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003ENO\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #d9d9d9; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 99.45pt;\" width=\"133\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003EKOPETENSI\n  YANG DI UJI\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #d9d9d9; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 108.1pt;\" width=\"144\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003ELINGKUP\n  MATERI\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #d9d9d9; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 117.35pt;\" width=\"156\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003EMATERI\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #d9d9d9; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 95.75pt;\" width=\"128\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003ELEVEL\n  KOGNITIF\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #d9d9d9; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 162.4pt;\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003EINDIKATOR\n  SOAL\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #d9d9d9; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 61.5pt;\" width=\"82\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003EBENTUK\n  SOAL\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #d9d9d9; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 44.15pt;\" width=\"59\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003ENO\n  SOAL\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 52.8pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 52.8pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 34.0pt;\" valign=\"top\" width=\"45\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003E1\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 52.8pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 99.45pt;\" valign=\"top\" width=\"133\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003EPengukuran zat dan sifatnya\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 52.8pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 108.1pt;\" valign=\"top\" width=\"144\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003EPengukuran \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 52.8pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 117.35pt;\" valign=\"top\" width=\"156\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003EPengukuran dilakukan dengan cara membandingkan\n  suatu besaran dengan besaran sejenisnya yang dijadikan sebagai satuan.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 52.8pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 95.75pt;\" valign=\"top\" width=\"128\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003EL1 \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003EPengetahuan\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 52.8pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 162.4pt;\" valign=\"top\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003EDisajikan tabel peserta didik dapat\n  mengidentifikasi jenis besaran dan alat ukurnya yang sesuai dengan tepat.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 52.8pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 61.5pt;\" valign=\"top\" width=\"82\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 52.8pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 44.15pt;\" valign=\"top\" width=\"59\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003E1\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 51.35pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 51.35pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 34.0pt;\" valign=\"top\" width=\"45\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003E2\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.35pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 99.45pt;\" valign=\"top\" width=\"133\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003EPengukuran zat dan sifatnya\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.35pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 108.1pt;\" valign=\"top\" width=\"144\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003ESifat dan perubahan zat\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.35pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 117.35pt;\" valign=\"top\" width=\"156\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003EPerubahan kimia adalah perubahan zat yang\n  menghasilkan zat yang jenisnya baru\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.35pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 95.75pt;\" valign=\"top\" width=\"128\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003EL2\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003EPemahaman\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.35pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 162.4pt;\" valign=\"top\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003EPeseta didik dapat menunjukkan contoh perubahan\n  kimia dengan tepat\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.35pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 61.5pt;\" valign=\"top\" width=\"82\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.35pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 44.15pt;\" valign=\"top\" width=\"59\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;times new roman\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003E2\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cb\u003E4. Contoh Format Penyusunan Indikator Soal USBN IPS\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"border: 1px solid #000000; height: 250px; overflow: auto; padding: 10px; width: 630px;\"\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoNormalTable\" style=\"border-collapse: collapse; border: none; margin-left: 5.4pt; width: 1018px;\"\u003E\n \u003Cthead\u003E\n\u003Ctr\u003E\n   \u003Ctd style=\"background: #d9d9d9; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 30.6pt;\" width=\"41\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003ENo.\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n   \u003Ctd style=\"background: #d9d9d9; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 118.25pt;\" width=\"158\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EKompetensi Yang diuji\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n   \u003Ctd style=\"background: #d9d9d9; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 104.7pt;\" width=\"140\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003ELingkup Materi\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n   \u003Ctd style=\"background: #d9d9d9; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 127.6pt;\" width=\"170\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EMateri\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n   \u003Ctd style=\"background: #d9d9d9; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 94.75pt;\" width=\"126\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003ELevel Kognitif\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n   \u003Ctd style=\"background: #d9d9d9; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 162.0pt;\" width=\"216\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EIndikator Soal \u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n   \u003Ctd style=\"background: #d9d9d9; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 66.0pt;\" valign=\"top\" width=\"88\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EBentuk Soal\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n   \u003Ctd style=\"background: #d9d9d9; border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 59.65pt;\" width=\"80\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003ENomor\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003ESoal\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/thead\u003E\n \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 42.5pt;\"\u003E\n  \u003Ctd rowspan=\"4\" style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 42.5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 30.6pt;\" valign=\"top\" width=\"41\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 150%; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 150%; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003E1\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 42.5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 118.25pt;\" valign=\"top\" width=\"158\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 102%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 4.9pt; margin-right: 6.9pt; margin-top: 0.1pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; letter-spacing: -0.1pt;\"\u003EPeserta\n  didik dapat\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 102%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 4.9pt; margin-right: 6.9pt; margin-top: 0.1pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; letter-spacing: -0.1pt;\"\u003Emendeskripsikan\n  tentang :\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 102%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 13.65pt; margin-right: 6.9pt; margin-top: 0.1pt; text-indent: -8.75pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;cambria math\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;; letter-spacing: -0.1pt;\"\u003E‑\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; letter-spacing: -0.1pt;\"\u003E aspek\n  keruangan\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 102%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 13.65pt; margin-right: 6.9pt; margin-top: 0.1pt; text-indent: -8.75pt;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 42.5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 104.7pt;\" valign=\"top\" width=\"140\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EKeruangan\n  dan Konektivitas\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 42.5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 127.6pt;\" valign=\"top\" width=\"170\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EAspek\n  keruangan\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 42.5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 94.75pt;\" valign=\"top\" width=\"126\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EPengetahuan dan Pemahaman\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 42.5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 162.0pt;\" valign=\"top\" width=\"216\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EPeserta\n  didik dapat menjelaskan konsep ruang dengan benar\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 42.5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 66.0pt;\" valign=\"top\" width=\"88\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 42.5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 59.65pt;\" valign=\"top\" width=\"80\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003E1\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 14.2pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 14.2pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 118.25pt;\" valign=\"top\" width=\"158\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 102%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 4.9pt; margin-right: 6.9pt; margin-top: 0.1pt;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 102%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 4.9pt; margin-right: 6.9pt; margin-top: 0.1pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; letter-spacing: -0.1pt;\"\u003EPeserta\n  didik dapat\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 102%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 4.9pt; margin-right: 6.9pt; margin-top: 0.1pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; letter-spacing: -0.1pt;\"\u003Emendeskripsikan\n  tentang :\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoListParagraph\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 3.0pt; margin-left: 8.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-indent: -8.45pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003E   \u003C\/span\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003EInteraksi\n  antar ruang dan waktu\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 14.2pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 104.7pt;\" valign=\"top\" width=\"140\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EKeruangan\n  dan Konektivitas\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 14.2pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 127.6pt;\" valign=\"top\" width=\"170\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EInteraksi\n  antar ruang dan waktu\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 14.2pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 94.75pt;\" valign=\"top\" width=\"126\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EPengetahuan dan Pemahaman\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 14.2pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 162.0pt;\" valign=\"top\" width=\"216\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EDisajikan\n  gambar interaksi keruangan,peserta didik dapat menunjukkan kondisi ketergantungan\n  untuk terjadinya interaksi keruangan dengan tepat\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 14.2pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 66.0pt;\" valign=\"top\" width=\"88\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 14.2pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 59.65pt;\" valign=\"top\" width=\"80\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003E2\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 14.2pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 14.2pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 118.25pt;\" valign=\"top\" width=\"158\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 102%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 4.9pt; margin-right: 6.9pt; margin-top: 0.1pt;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 102%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 4.9pt; margin-right: 6.9pt; margin-top: 0.1pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; letter-spacing: -0.1pt;\"\u003EPeserta\n  didik dapat\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 102%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 4.9pt; margin-right: 6.9pt; margin-top: 0.1pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; letter-spacing: -0.1pt;\"\u003Emendeskripsikan\n  tentang :\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 102%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 4.9pt; margin-right: 6.9pt; margin-top: 0.1pt;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 102%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 4.9pt; margin-right: 6.9pt; margin-top: 0.1pt;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003ELetak Indonesia\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 14.2pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 104.7pt;\" valign=\"top\" width=\"140\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EKeruangan\n  dan Konektivitas\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 14.2pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 127.6pt;\" valign=\"top\" width=\"170\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003ELetak\n  Indonesia\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 14.2pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 94.75pt;\" valign=\"top\" width=\"126\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EPengetahuan dan Pemahaman\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 14.2pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 162.0pt;\" valign=\"top\" width=\"216\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EDisajikan\n  gambar peta Indonesia, peserta didik dapat menyebutkan letak indonesia\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 14.2pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 66.0pt;\" valign=\"top\" width=\"88\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 14.2pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 59.65pt;\" valign=\"top\" width=\"80\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003E3\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 14.2pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 14.2pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 118.25pt;\" valign=\"top\" width=\"158\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 102%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 4.9pt; margin-right: 6.9pt; margin-top: 0.1pt;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 102%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 4.9pt; margin-right: 6.9pt; margin-top: 0.1pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; letter-spacing: -0.1pt;\"\u003EPeserta\n  didik dapat\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 102%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 4.9pt; margin-right: 6.9pt; margin-top: 0.1pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; letter-spacing: -0.1pt;\"\u003Emendeskripsikan\n  tentang :\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoListParagraph\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 3.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003E  \u003C\/span\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt;\"\u003ESumber\n  daya alam\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoListParagraph\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 3.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 14.2pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 104.7pt;\" valign=\"top\" width=\"140\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EKeruangan\n  dan Konektivitas\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 14.2pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 127.6pt;\" valign=\"top\" width=\"170\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003ESumber\n  daya alam\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 14.2pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 94.75pt;\" valign=\"top\" width=\"126\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EPengetahuan dan Pemahaman\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 14.2pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 162.0pt;\" valign=\"top\" width=\"216\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EDisajikan\n  gambar hasil tambang, peserta didik dapat mengidentifikasi kegunaan sumber\n  daya tambang\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 14.2pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 66.0pt;\" valign=\"top\" width=\"88\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 14.2pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 59.65pt;\" valign=\"top\" width=\"80\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial narrow\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;;\"\u003E4\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cb\u003E5. Contoh Format Penyusunan Indikator Soal USBN Matematika\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"border: 1px solid #000000; height: 250px; overflow: auto; padding: 10px; width: 630px;\"\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none; margin-left: 19.6pt; width: 1249px;\"\u003E\n \u003Cthead\u003E\n\u003Ctr\u003E\n   \u003Ctd style=\"background: #00b0f0; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 35.45pt;\" width=\"47\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003ENo.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n   \u003Ctd style=\"background: #00b0f0; border-left: none; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 8.0cm;\" width=\"302\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EKompetensi yang diuji\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n   \u003Ctd style=\"background: #00b0f0; border-left: none; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 99.25pt;\" width=\"132\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003ELingkup Materi\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n   \u003Ctd style=\"background: #00b0f0; border-left: none; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 120.3pt;\" width=\"160\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EMateri\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n   \u003Ctd style=\"background: #00b0f0; border-left: none; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 78.6pt;\" width=\"105\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003ELevel Kognitif\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n   \u003Ctd style=\"background: #00b0f0; border-left: none; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 262.05pt;\" width=\"349\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EIndikator Soal\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n   \u003Ctd style=\"background: #00b0f0; border-left: none; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 64.8pt;\" width=\"86\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EBentuk Soal\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n   \u003Ctd style=\"background: #00b0f0; border-left: none; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003ENo. Soal\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/thead\u003E\n \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 35.45pt;\" valign=\"top\" width=\"47\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E1.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 8.0cm;\" valign=\"top\" width=\"302\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPeserta\n  didik dapat memahami pengetahuan tentang operasi bilangan bulat\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd rowspan=\"6\" style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 99.25pt;\" width=\"132\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EBilangan\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 120.3pt;\" valign=\"top\" width=\"160\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EOperasi\n  bilangan bulat\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 78.6pt;\" width=\"105\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPengetahuan dan Pemahaman\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 262.05pt;\" valign=\"top\" width=\"349\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPeserta\n  didik dapat menentukan hasil dari \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E \u003C\/span\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; position: relative; top: 5.5pt;\"\u003E\u003Cimg height=\"20\" src=\"indikator%20matematika_files\/image001.png\" width=\"123\" \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E dengan  \u003C\/span\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; position: relative; top: 4.5pt;\"\u003E\u003Cimg height=\"20\" src=\"indikator%20matematika_files\/image002.png\" width=\"117\" \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 64.8pt;\" width=\"86\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E1\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 35.45pt;\" valign=\"top\" width=\"47\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E2.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 8.0cm;\" valign=\"top\" width=\"302\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPeserta\n  didik dapat memahami pengetahuan tentang pola barisan bilangan\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 120.3pt;\" valign=\"top\" width=\"160\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPola\n  barisan bilangan\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 262.05pt;\" valign=\"top\" width=\"349\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPeserta\n  didik dapat menentukan tiga (3) suku berikutnya dari suatu pola bilangan\n  tertentu\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 64.8pt;\" width=\"86\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E2\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 35.45pt;\" valign=\"top\" width=\"47\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E3.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 8.0cm;\" valign=\"top\" width=\"302\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPeserta\n  didik dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang perbandingan \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 120.3pt;\" valign=\"top\" width=\"160\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPerbandingan\n  senilai\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd rowspan=\"4\" style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 78.6pt;\" width=\"105\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EAplikasi\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 262.05pt;\" valign=\"top\" width=\"349\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPeserta\n  didik dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan perbandingan senilai\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 64.8pt;\" width=\"86\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E4\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 35.45pt;\" valign=\"top\" width=\"47\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E4.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 8.0cm;\" valign=\"top\" width=\"302\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPeserta\n  didik dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang barisan dan deret\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 120.3pt;\" valign=\"top\" width=\"160\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EBarisan\n  dan deret aritmetika\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 262.05pt;\" valign=\"top\" width=\"349\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPeserta\n  didik dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan deret aritmetika\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 64.8pt;\" width=\"86\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E5\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 35.45pt;\" valign=\"top\" width=\"47\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E5\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 8.0cm;\" valign=\"top\" width=\"302\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPeserta\n  didik dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang aritmetika sosial\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 120.3pt;\" valign=\"top\" width=\"160\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EHarga\n  Jual, Harga Beli, Untung\/Rugi\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 262.05pt;\" valign=\"top\" width=\"349\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPeserta\n  didik dapat menghitung harga penjualan jika harga beli dan prosentase untung\n  diketahui\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 64.8pt;\" width=\"86\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E7\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 35.45pt;\" valign=\"top\" width=\"47\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E6.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 8.0cm;\" valign=\"top\" width=\"302\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPeserta\n  didik dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang aritmetika sosial\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 120.3pt;\" valign=\"top\" width=\"160\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EBunga\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 262.05pt;\" valign=\"top\" width=\"349\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPeserta\n  didik dapat menghitung jumlah tabungan dalam waktu tertentu jika modal dan\n  suku bunga pertahun diketahui \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 64.8pt;\" width=\"86\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EUraian\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E31\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 35.45pt;\" valign=\"top\" width=\"47\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E7.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 8.0cm;\" valign=\"top\" width=\"302\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPeserta\n  didik dapat memahami pengetahuan tentang persamaan kuadrat\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd rowspan=\"5\" style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 99.25pt;\" width=\"132\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EAljabar\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 120.3pt;\" valign=\"top\" width=\"160\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPersamaan\n  Kuadrat\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd rowspan=\"5\" style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 78.6pt;\" width=\"105\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPengetahuan dan Pemahaman\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 262.05pt;\" valign=\"top\" width=\"349\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EDisajikan\n  persamaan kuadrat dalam bentuk \u003C\/span\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; position: relative; top: 4.5pt;\"\u003E\u003Cimg height=\"20\" src=\"indikator%20matematika_files\/image003.png\" width=\"313\" \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E, peserta didik dapat menentukan\n  akar-akar persmaan kuadrat\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 64.8pt;\" width=\"86\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E9\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 35.45pt;\" valign=\"top\" width=\"47\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E8.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 8.0cm;\" valign=\"top\" width=\"302\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPeserta\n  didik dapat memahami pengetahuan tentang bentuk aljabar\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 120.3pt;\" valign=\"top\" width=\"160\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EOperasi\n  bentuk aljabar\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 262.05pt;\" valign=\"top\" width=\"349\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPeserta\n  didik dapat menentukan bentuk sederhana dari penjumlahan\/pengurangan enam (6)\n  suku bentuk aljabar yang memuat tiga (3) pasang suku sejenis\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 64.8pt;\" width=\"86\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E10\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 35.45pt;\" valign=\"top\" width=\"47\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E9.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 8.0cm;\" valign=\"top\" width=\"302\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPeserta\n  didik dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang relasi atau fungsi\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 120.3pt;\" valign=\"top\" width=\"160\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EFungsi\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 262.05pt;\" valign=\"top\" width=\"349\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPeserta\n  didik dapat menghitung nilai suatu fungsi jika diketahui \u003C\/span\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; position: relative; top: 5.5pt;\"\u003E\u003Cimg height=\"20\" src=\"indikator%20matematika_files\/image004.png\" width=\"93\" \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E dan \u003C\/span\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; position: relative; top: 5.5pt;\"\u003E\u003Cimg height=\"20\" src=\"indikator%20matematika_files\/image005.png\" width=\"313\" \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 64.8pt;\" width=\"86\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E13\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 35.45pt;\" valign=\"top\" width=\"47\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E10.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 8.0cm;\" valign=\"top\" width=\"302\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPeserta\n  didik dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang persamaan garis lurus\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 120.3pt;\" valign=\"top\" width=\"160\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPersamaan\n  Garis\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 262.05pt;\" valign=\"top\" width=\"349\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPeserta\n  didik dapat mengkonstruksi persamaan garis yang melalui titik \u003C\/span\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; position: relative; top: 5.5pt;\"\u003E\u003Cimg height=\"20\" src=\"indikator%20matematika_files\/image006.png\" width=\"39\" \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E dan sejajar garis \u003C\/span\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; position: relative; top: 5.5pt;\"\u003E\u003Cimg height=\"20\" src=\"indikator%20matematika_files\/image007.png\" width=\"102\" \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E dengan \u003C\/span\u003E\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; position: relative; top: 5.5pt;\"\u003E\u003Cimg height=\"20\" src=\"indikator%20matematika_files\/image008.png\" width=\"148\" \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 64.8pt;\" width=\"86\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E14\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid black 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 35.45pt;\" valign=\"top\" width=\"47\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E11.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 8.0cm;\" valign=\"top\" width=\"302\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPeserta\n  didik dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang pertidaksamaan linear satu\n  variabel\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 120.3pt;\" valign=\"top\" width=\"160\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPtLSV\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 262.05pt;\" valign=\"top\" width=\"349\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPeserta\n  didik dapat menyelesaikan masalah bangun datar persegipanjang yang berkaitan\n  dengan PtLSV\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 64.8pt;\" width=\"86\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-family: \u0026quot;book antiqua\u0026quot; , \u0026quot;serif\u0026quot;;\"\u003E16\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cb\u003E6. Contoh Format Penyusunan Indikator Soal USBN PKn\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"border: 1px solid #000000; height: 250px; overflow: auto; padding: 10px; width: 630px;\"\u003E\n\u003Ctable border=\"0\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoNormalTable\" style=\"border-collapse: collapse; margin-left: -1.15pt; width: 1303px;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 12.75pt;\"\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" rowspan=\"3\" style=\"background: #b8cce4; border-bottom: solid black 1.0pt; border: solid 1.0pt; height: 12.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 18.0pt;\" width=\"24\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003ENo\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd rowspan=\"3\" style=\"background: #b8cce4; border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: solid 1.0pt; height: 12.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 126.9pt;\" width=\"169\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003EKompetensi yang di uji\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" rowspan=\"3\" style=\"background: #b8cce4; border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: solid 1.0pt; height: 12.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 98.0pt;\" width=\"131\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003ELingkup Materi\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" rowspan=\"3\" style=\"background: #b8cce4; border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: solid 1.0pt; height: 12.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 158.0pt;\" width=\"211\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003EMateri\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" rowspan=\"3\" style=\"background: #b8cce4; border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: solid 1.0pt; height: 12.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 432.0pt;\" width=\"576\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003EIndikator\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd rowspan=\"3\" style=\"background: #b8cce4; border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: solid 1.0pt; height: 12.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 62.7pt;\" width=\"84\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003ELevel Kognetif\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd rowspan=\"3\" style=\"background: #b8cce4; border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: solid 1.0pt; height: 12.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 37.85pt;\" width=\"50\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003EBentuk Soal\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd colspan=\"2\" rowspan=\"2\" style=\"background: #b8cce4; border-left: none; border: solid 1.0pt; height: 12.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 43.55pt;\" width=\"58\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003ENomor Soal\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd height=\"17\" style=\"border: none; height: 12.75pt;\" width=\"0\"\u003E\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 12.75pt;\"\u003E\n  \u003Ctd height=\"17\" style=\"border: none; height: 12.75pt;\" width=\"0\"\u003E\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 12.75pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #b8cce4; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 12.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.8pt;\" width=\"29\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003EP-1\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #b8cce4; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 12.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.75pt;\" width=\"29\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003EP-2\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd height=\"17\" style=\"border: none; height: 12.75pt;\" width=\"0\"\u003E\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 25.5pt;\"\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 25.5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 18.0pt;\" width=\"24\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: red; font-size: 10.0pt;\"\u003E1\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 25.5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 126.9pt;\" width=\"169\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 25.5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 98.0pt;\" width=\"131\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: red; font-size: 10.0pt;\"\u003EPancasila Sebagai Ideologi\n  Negara\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 25.5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 158.0pt;\" width=\"211\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: red; font-size: 10.0pt;\"\u003EProses perumusan dan\n  penetapan Pancasila\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 25.5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 432.0pt;\" width=\"576\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 25.5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 62.7pt;\" width=\"84\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: red; font-size: 10.0pt;\"\u003EPemahaman\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 25.5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 37.85pt;\" width=\"50\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: red; font-size: 10.0pt;\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 25.5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.8pt;\" width=\"29\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: red; font-size: 10.0pt;\"\u003E1\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 25.5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.75pt;\" width=\"29\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: red; font-size: 10.0pt;\"\u003E1\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd height=\"34\" style=\"border: none; height: 25.5pt;\" width=\"0\"\u003E\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 51.0pt;\"\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 18.0pt;\" width=\"24\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003E2\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 126.9pt;\" width=\"169\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EMemiliki pengetahuan dan pemahaman\n  tentang perumusan dan penetapan Pancasila\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 98.0pt;\" width=\"131\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EPancasila Sebagai Ideologi Negara\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 158.0pt;\" width=\"211\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EProses perumusan dan penetapan\n  Pancasila\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 432.0pt;\" width=\"576\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EDisajikan pernyataan tentang\n  pelaksanaan sidang resmi BPUPKI, Peserta didik dapat menjelaskan pelaksanaan\n  sidang resmi BPUPKI \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 62.7pt;\" width=\"84\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EPemahaman\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 37.85pt;\" width=\"50\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.8pt;\" width=\"29\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003E2\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.75pt;\" width=\"29\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003E2\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd height=\"68\" style=\"border: none; height: 51.0pt;\" width=\"0\"\u003E\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 51.0pt;\"\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 18.0pt;\" width=\"24\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003E3\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 126.9pt;\" width=\"169\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EMemiliki pengetahuan dan pemahaman\n  tentang perumusan dan penetapan Pancasila\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 98.0pt;\" width=\"131\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EPancasila Sebagai Ideologi Negara\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 158.0pt;\" width=\"211\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EProses perumusan dan penetapan\n  Pancasila\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 432.0pt;\" width=\"576\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EDisajikan pernyataan tentang usulan\n  dasar negara, Peserta didik dapat menyebutkan usulan dasar negara yang\n  diusulkan 0leh Mr Soepomo\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 62.7pt;\" width=\"84\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EPemahaman\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 37.85pt;\" width=\"50\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.8pt;\" width=\"29\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003E3\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.75pt;\" width=\"29\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003E3\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd height=\"68\" style=\"border: none; height: 51.0pt;\" width=\"0\"\u003E\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 63.75pt;\"\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 63.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 18.0pt;\" width=\"24\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003E4\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 63.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 126.9pt;\" width=\"169\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EMemiliki pengetahuan dan pemahaman\n  tentang Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 63.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 98.0pt;\" width=\"131\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EPancasila Sebagai Ideologi Negara\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 63.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 158.0pt;\" width=\"211\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EPancasila sebagai dasar negara dan\n  pandangan hidup bangsa\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; height: 63.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 432.0pt;\" width=\"576\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EDisajikan pernyataan tentang fungsi \n  pancasila,  Peserta didik dapat menyebutkan fungsi  pancasila\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 63.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 62.7pt;\" width=\"84\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EPemahaman\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 63.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 37.85pt;\" width=\"50\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 63.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.8pt;\" width=\"29\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003E4\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 63.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.75pt;\" width=\"29\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003E5\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd height=\"85\" style=\"border: none; height: 63.75pt;\" width=\"0\"\u003E\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 63.0pt;\"\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 63.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 18.0pt;\" width=\"24\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003E5\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 63.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 126.9pt;\" width=\"169\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EMemiliki pengetahuan dan pemahaman\n  tentang perumusan dan penetapan Pancasila\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 63.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 98.0pt;\" width=\"131\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EPancasila Sebagai Ideologi Negara\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 63.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 158.0pt;\" width=\"211\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EDinamika penerapan praktek ideal\n  Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup di masyarakat\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-left: none; border: solid 1.0pt; height: 63.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 432.0pt;\" width=\"576\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EDisajikan pernyataan tentang\n  penyimpangan -penyimpangan terhadap nilai-nilai pancasila, peserta didik\n  dapat mengidentifikasi penyimpangan terhadap nilai-nilai pancasila  pada masa\n  awal kemerdekaan (1945-1959)\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 63.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 62.7pt;\" width=\"84\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EPemahaman\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 63.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 37.85pt;\" width=\"50\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 63.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.8pt;\" width=\"29\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003E5\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 63.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.75pt;\" width=\"29\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003E5\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd height=\"84\" style=\"border: none; height: 63.0pt;\" width=\"0\"\u003E\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 51.0pt;\"\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 18.0pt;\" width=\"24\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003E6\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 126.9pt;\" width=\"169\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EMemiliki pengetahuan dan pemahaman\n  tentang perumusan dan penetapan Pancasila\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 98.0pt;\" width=\"131\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EPancasila Sebagai Ideologi Negara\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 158.0pt;\" width=\"211\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EPancasila sebagai dasar negara dan\n  pandangan hidup bangsa\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 432.0pt;\" width=\"576\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EDisajikan pernyataan , Peserta didik\n  dapat menjelaskan pengertian dasar negara\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 62.7pt;\" width=\"84\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EPemahaman\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 37.85pt;\" width=\"50\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EUraian\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.8pt;\" width=\"29\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003E41\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.75pt;\" width=\"29\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003E41\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd height=\"68\" style=\"border: none; height: 51.0pt;\" width=\"0\"\u003E\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 51.0pt;\"\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 18.0pt;\" width=\"24\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003E7\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 126.9pt;\" width=\"169\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EMengaplikasikan pengetahuan tentang\n  perumusan dan penetapan Pancasila\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 98.0pt;\" width=\"131\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EPancasila Sebagai Ideologi Negara\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 158.0pt;\" width=\"211\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EProses perumusan dan penetapan\n  Pancasila\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 432.0pt;\" width=\"576\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EDisajikan pernyataan tentang komitmen\n  pendiri negara dalam proses perumusan pancasila, Peserta didik   dapat\n  menentukan komitmen  para pendiri Negara proses perumusan pancasila\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 62.7pt;\" width=\"84\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EAplikasi\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 37.85pt;\" width=\"50\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.8pt;\" width=\"29\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003E6\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 51.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.75pt;\" width=\"29\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003E6\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd height=\"68\" style=\"border: none; height: 51.0pt;\" width=\"0\"\u003E\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 63.75pt;\"\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 63.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 18.0pt;\" width=\"24\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003E8\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 63.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 126.9pt;\" width=\"169\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EMengaplikasikan pengetahuan tentang\n  Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 63.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 98.0pt;\" width=\"131\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EPancasila Sebagai Ideologi Negara\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 63.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 158.0pt;\" width=\"211\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EPancasila sebagai dasar negara dan\n  pandangan hidup bangsa\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 63.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 432.0pt;\" width=\"576\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EDisajikan pernyataan tentang\n  perwujudan nilai-nilai pancasila, Peserta didik dapat memberi contoh sikap\n  sesuai dengan nilai-nilai pancasila  \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 63.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 62.7pt;\" width=\"84\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EAplikasi\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 63.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 37.85pt;\" width=\"50\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 63.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.8pt;\" width=\"29\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003E7\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 63.75pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.75pt;\" width=\"29\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003E7\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd height=\"85\" style=\"border: none; height: 63.75pt;\" width=\"0\"\u003E\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 76.5pt;\"\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 76.5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 18.0pt;\" width=\"24\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003E9\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 76.5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 126.9pt;\" width=\"169\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EMengaplikasikan pengetahuan tentang\n  Dinamika penerapan praktek ideal Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan\n  hidup di masyarakat\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 76.5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 98.0pt;\" width=\"131\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EPancasila Sebagai Ideologi Negara\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 76.5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 158.0pt;\" width=\"211\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EDinamika penerapan praktek ideal\n  Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup di masyarakat\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 76.5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 432.0pt;\" width=\"576\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EDisajikan pernyataan tentang\n  nilai-nilai dasar pancasila sebagai ideologi terbuka, peserta didik dapat\n  menentukan nilai-nilai dasar pancasila sebagai ideologi terbuka\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 76.5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 62.7pt;\" width=\"84\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EAplikasi\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 76.5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 37.85pt;\" width=\"50\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt;\"\u003EPG\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 76.5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.8pt;\" width=\"29\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003E8\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd nowrap=\"\" style=\"background: #daeef3; border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 76.5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.75pt;\" width=\"29\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-size: 10.0pt;\"\u003E8\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd height=\"102\" style=\"border: none; height: 76.5pt;\" width=\"0\"\u003E\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003EContoh lengkap penulisan indikator soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional dapat di unduh pada link berikut:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n-\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1kRkCk4t4B2vjr6r0Wtsq2VxZ8QxBwQWY\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"\u003EContoh Format Penulisan Indikator Soal USBN PKn\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n-\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1cyzDEviZIbm4fWKrErbM5i_D50_HmvAu\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"\u003EContoh Format penulisan Indikator USBN Matematika\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n-\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1x6RXQWrSGwcBCaU2wBaevzWJYOjL6ETK\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"\u003EContoh Indikator USBN mata Pelajaran IPS\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n-\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1S61EyGua5qqpmiZrgJjG17psk6VovjVL\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"\u003EContoh Indikator USBN mata pelajaran IPA\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n-\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1mt3eClesHVWwhYmz9qwOvVpxVxB43YuX\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"\u003EContoh Indikator USBN Mata Pelajaran Bahasa Inggris\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n-\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1mNcwKhzNg2OfOv1DgKnp9-Du4Cf8-915\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"\u003EContoh Indikator USBN Mata Pelajaran Bahasa Indonesia\u003C\/a\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/4484882164148282045\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/03\/contoh-indikator-soal-usbn-smpmts.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4484882164148282045"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4484882164148282045"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/03\/contoh-indikator-soal-usbn-smpmts.html","title":"Contoh  Indikator Soal USBN SMP\/MTs"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-MEnZkP9NZ1E\/XIfMJ3-i6WI\/AAAAAAAAAk4\/5G2mjAAn7nguUfyJ-eO_eArCKhIKllSsACLcBGAs\/s72-c\/Contoh-Indikator-%2BSoal-USBN-%2BSMPMTs.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-6386285997931956985"},"published":{"$t":"2019-02-26T23:35:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2019-02-27T19:10:57.075+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Supervisi Akademik  Tema Tell the time, the date, the day and the month Kelas VII"},"content":{"type":"html","$t":"Pada Supervisi Akademik kali ini adalah Mata pelajaran Bahasa Inggris kelas VII pada aemester ganjil. Materi pokok\/tema yang akan diobservasi adalah Interaksi Transaksional Lisan dan tulis tentang memberi dan meminta informasi terkait nama hari, bulan, nama waktu dalam hari, waktu dalam bentuk angka, tanggal dan tahun\/what time is it ? (Chapter 3 ) To tell the time, To tell the date, To tell the daya and To tell the month.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-NeVZEOjIv74\/XHVhJ7jImvI\/AAAAAAAAAj8\/eb8T37sv0mgVwDVYNeIO4g6jg5jDoH5kwCLcBGAs\/s1600\/Supervisi-Akademik-Tema-Tell%2Bthe%2Btime%252C%2Bthe%2Bdate%252C%2Bthe%2Bday%2Band%2Bthe%2Bmonth-Kelas-VII.png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Supervisi Akademik  Tema Tell the time, the date, the day and the month Kelas VII\" border=\"0\" data-original-height=\"355\" data-original-width=\"600\" height=\"236\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-NeVZEOjIv74\/XHVhJ7jImvI\/AAAAAAAAAj8\/eb8T37sv0mgVwDVYNeIO4g6jg5jDoH5kwCLcBGAs\/s400\/Supervisi-Akademik-Tema-Tell%2Bthe%2Btime%252C%2Bthe%2Bdate%252C%2Bthe%2Bday%2Band%2Bthe%2Bmonth-Kelas-VII.png\" title=\"Supervisi Akademik  Tema Tell the time, the date, the day and the month Kelas VII\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cb\u003E\u003Ci\u003EKompetensi Dasar :\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003E3.3. Mengidentifikasi fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisaan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait nama hari, bulan, nama waktu dalam hari, waktu dalam bentuk angka, tanggal, dan tahun, sesuai dengan konteks penggunaannya.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E4.3. Menyusun teks interaksi transaksional lisan dan tulis sangat pendek dan sederhana yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait nama hari, bulan, nama waktu dalam hari, waktu dalam bentuk angka, tanggal, dan tahun, dengan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Ci\u003E\u003Cb\u003EIndikator Pencapaian Kompetensi\u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003E3.3.1 menguraikan fungsi sosial, struktur tek, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis tentang memberi dan meminta informasi terkait nama hari, bulan, nama waktu dalam hari, waktu dalam bentuk angka, tanggal, dan tahun.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E4.3.1 menerapkan interaksi transaksional memberi dan meminta informasi terkait nama hari, bulan, nama waktu dalam hari, waktu dalam bentuk angka, tanggal, dan tahun sesuai fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E4.3.2 membuat teks memberi dan meminta informasi terkait nama hari, bulan, nama waktu dalam hari, waktu dalam bentuk angka, tanggal, dan tahun sesuai fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cb\u003ELangkah-langkah Kegiatan Pemebelajaran\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n1. Kegiatan Pendahuluan\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003EPendidik mengucapkan salam (ketika memasuki ruangan)\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMempersiapkan kelas dan berdoa\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenyanyikan lagu Indonesia Raya (jam pelajaran pertama)\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenyapa peserta didik dan mengecek kehadiran peserta didik\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenghubungkan materi sebelumnya dengan yang akan diajarkan\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMemberikan motivasi dengan menyampaikan pentingnya materi yang akan dipelajari dan mengaitkannya dengan Mata Pelajaran yang lain\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenjelaskan kompetensi dan tujuan pembelajaran\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenyampaikan lingkup dan teknik penilaian\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\nHasil observasi kelas kegiatan pendahuluan dapat diamati pada video berikut :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/ZEiPSILqNHM\/0.jpg\" frameborder=\"0\" height=\"266\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/ZEiPSILqNHM?feature=player_embedded\" width=\"500\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\nVideo 1. Kegiatan Pendahuluan\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSetelah mengamati video diatas supervisor\/observator dapat menilai kesesuaian antara program yang ada pada RPP dan kegiatan di dalam kelas.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E2. Kegiatan Inti\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\nMengamati (Observing)\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003EPeserta didik mengamati gambar jam selanjutnya menirukan nama-nama angka secara bersama.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPeserta didik kembali mengamati dan menirukan cara menanyakan dan menyatakan waktu.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/r5B5mQ43ves\/0.jpg\" frameborder=\"0\" height=\"266\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/r5B5mQ43ves?feature=player_embedded\" width=\"500\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\nvideo 2. Kegiatan Inti bagian 1\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003EMenanya (questioning)\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPeserta didik menanyakan tentang perbedaan antara cara menanyakan dan menyebutkan nama waktu dalam angka dalam bahasa inggris.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003EMengumpulkan Informasi (Experimenting)\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003EPeserta didik dibagi ke dalam kelompok kecil lalu diberikan worksheet 1\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPeserta didik diberi pertanyaan terkait menanyakan waktu makan kepada orang lain dan lawan\u0026nbsp; bicara :\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; -\u0026nbsp; What is his\/her name ? \/ What is your name ?\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; -\u0026nbsp; When does Beni has breakfast? \/ When do you have breakfast?\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; -\u0026nbsp; When does Beni has lunch? \/ When do you have lunch ?\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; -\u0026nbsp; When does Beni has dinner? \/ When do you have dinner ?\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/vSbAgWQOlic\/0.jpg\" frameborder=\"0\" height=\"266\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/vSbAgWQOlic?feature=player_embedded\" width=\"500\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\nvideo 3. kegiatan inti bagian 2\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003EMengasosiasi (Associating)\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\nPeserta didik dalam kelompok berkunjung ke kelompok lain secara tertib dan bergantian untuk mendapatkan informasi terkait worksheet 1 yang telah diberikan\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/oaKw_1c3m6U\/0.jpg\" frameborder=\"0\" height=\"266\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/oaKw_1c3m6U?feature=player_embedded\" width=\"500\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nvideo 4. kegiatan inti bagian 3\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003EMengomunikasikan (Communicating)\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPeserta didik diminta mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas secara bergantian dan kelompok lain diminta\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/BjfX2otDZQM\/0.jpg\" frameborder=\"0\" height=\"266\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/BjfX2otDZQM?feature=player_embedded\" width=\"500\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\nvideo 5. kegiatan inti bagian 4\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E3. Kegiatan Penutup\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\nKegiatan yang akan dilaksanakan guru pada RPP yang telah direncanakan antara lain :\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli style=\"text-align: justify;\"\u003EPendidik mengecek pemahaman tentang materi dan peserta didik diarahkan membuat rangkuman materi yang telah dipelajari.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli style=\"text-align: justify;\"\u003EPendidik menfasilitasi pengumpulan hasil kerja peserta didik sebagai bahan portofolio\u003C\/li\u003E\n\u003Cli style=\"text-align: justify;\"\u003EPendidik memberikan refleksi terkait penilaian\u003C\/li\u003E\n\u003Cli style=\"text-align: justify;\"\u003EPendidik memberi tindak lanjut tentang materi\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/kFitIFgJjHI\/0.jpg\" frameborder=\"0\" height=\"266\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/kFitIFgJjHI?feature=player_embedded\" width=\"500\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\nvideo 6. kegiatan penutup\u003C\/div\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli style=\"text-align: left;\"\u003EPendidik menutup pertemuan (dengan ucapan terima kasih dan permohonan maaf)\u003C\/li\u003E\n\u003Cli style=\"text-align: left;\"\u003EMempersiapkan kelas, menyanyikan salah satu lagu wajib nasional atau lagu daerah dan diakhiri dengan do'a (jam pelajaran terakhir\u003C\/li\u003E\n\u003Cli style=\"text-align: left;\"\u003ESebelum meninggalkan ruangan Pendidik berjabat tangan kepada peserta didik\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nInstrumen yang digunakan pada proses supervisi akademik ini adalah sebagai berikut:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n-\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1UXG937rK7EDtcLCRtEqPp3eAkalUdbOY\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"\u003ERencana Program Pembelajaran (RPP) Bahasa Inggris Kelas VII SMP\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n-\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1FZ78vs7RIc-MULAf2oTuEI9v84es9T9j\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"\u003EInstrumen Pengamatan Pelaksanaan Pembelajaran\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/6386285997931956985\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/02\/supervisi-akademik-tema-tell-time-date.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6386285997931956985"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6386285997931956985"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/02\/supervisi-akademik-tema-tell-time-date.html","title":"Supervisi Akademik  Tema Tell the time, the date, the day and the month Kelas VII"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-NeVZEOjIv74\/XHVhJ7jImvI\/AAAAAAAAAj8\/eb8T37sv0mgVwDVYNeIO4g6jg5jDoH5kwCLcBGAs\/s72-c\/Supervisi-Akademik-Tema-Tell%2Bthe%2Btime%252C%2Bthe%2Bdate%252C%2Bthe%2Bday%2Band%2Bthe%2Bmonth-Kelas-VII.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-7092752980087077673"},"published":{"$t":"2019-02-18T12:11:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2019-02-26T20:16:14.495+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Supervisi Akademik  Materi Pokok Beriman Kepada Rasul Allah SWT   Kelas VIII"},"content":{"type":"html","$t":"Teknik supervisi adalah cara spesifik yang digunakan oleh upervisor ntuk mencapai tujuan supervisi yang pada akhirnya dapat melakukan perbaikan proses pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Ada dua macam teknik supervisi akademik, yaitu individual dan kelompok.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-W5OHvxUn2oM\/XGl28aAcNOI\/AAAAAAAAAjk\/JIxFHCdUmIcJDPF79dmUqoHn9LJkiMgugCLcBGAs\/s1600\/Contoh-Observasi-Kelas-Mata-Pelajaran-Pendididkan-Agama-Islam-Kelas-VIII.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Supervisi Akademik  Materi Pokok Beriman Kepada Rasul Allah SWT   Kelas VIII\" border=\"0\" data-original-height=\"600\" data-original-width=\"600\" height=\"270\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-W5OHvxUn2oM\/XGl28aAcNOI\/AAAAAAAAAjk\/JIxFHCdUmIcJDPF79dmUqoHn9LJkiMgugCLcBGAs\/s640\/Contoh-Observasi-Kelas-Mata-Pelajaran-Pendididkan-Agama-Islam-Kelas-VIII.png\" title=\"Supervisi Akademik  Materi Pokok Beriman Kepada Rasul Allah SWT   Kelas VIII\" width=\"500\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\nTeknik supervisi individual adalah pelaksanaan supervisi yang dilakukan terhadap uru secara perorangan. Supervisor berhadapan dengan seorang guru untuk mengetahui kualitas proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru tersebut. Teknik supervisi individual ini dapat dilakukan dengan lima cara, yaitu kunjungan kelas, observasi kelas, pertemuan individual, kunjungan antar kelas, dan menilai diri sendori.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPada postingan kali ini akan dipaparkan contoh hasil observasi kelas yaitu mengamati proses pembelajaran secara teliti di kelas, pada mata pelajaran pendidikan Agama Islam kelas VIII. Tujuannya adalah untuk memporoleh data objektif aspek-aspek situasi pembelajaran, kesulitan-kesulitan guru dalam memperbaiki proses pembelajaran.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPelaksanaan observasi kelas ini melalui tahap: persiapan, pelaksanaan, penutupan, penilaian hasil observasi dan tindak lanjut. Postingan ini juga dapat dijadikan media latihan bagi para kepala sekolah atau guru sebagai supervisor dalam mengamati proses pembelajaran.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKompetensi dasar yang akan dijadikan\u0026nbsp; obyek observasi kelas adalah \"Beriman kepada rasul Allah swt\". dengan tujuan pembelajaran\u0026nbsp; sebagai berikut :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003EBeriman kepada rasul Allah swt\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenunjukkan perilaku amanah sebagai implementasi iman kepada rasul Allah swt\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMengidentifikasi dalil naqli tentang nabi dan rasul sebagai utusan Allah swt\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMengidentifikasi fungsi nabi dan rasul diutus ke muka bumi\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMengidentifikasi informasi sejarah perjuangan dan ajaran nabi dan rasul melalui berbagai sumber\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMengidentifikasi keberadaan para rasul yang mendapat gelar ulul azmi\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenghubungkan sejarah perjuangan dan ajaran antara satu nabi dengan nabi yang lainnya\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMerumuskan tugas para nabi dan rasul serta perubahan yang dialami oleh umatnya\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenyimpulkan keberadaan para rasul yang mendapat gelar ulul 'azmi\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenyajikan paparan mengenai hubungan sejarah perjuangan dan ajaran antara satu nabi dengan nabi lainnya\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMemaparkan rumusan tugas para nabi serta perubahan yang dialami oleh umatnya\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMemaparkan keberadaan para rasul yang mendapat gelar ulul 'azmi\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\nPada pelaksanaan observasi kelas ini supervisor menggunakan instrumen Pengamatan Pelaksanaan Pembelajaran K13 dan berpodoman pada Rencana Program Pembelajaran\u0026nbsp; (RPP)\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\nBaca juga :\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/09\/instrumen-supervisi-akademik-proses.html\" target=\"_blank\"\u003EInstrumen Supervisi Akademik Proses Pembelajaran Kurikulum 2013\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cb\u003EKegiatan Pendahuluan\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nKegiatan pendahuluan proses pembelajaran yang diobservasi dapat dilihat pada video berikut:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/gZ4bhorxEBw\/0.jpg\" frameborder=\"10\" height=\"266\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/gZ4bhorxEBw?feature=player_embedded\" width=\"500\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\nVideo 1. Kegiatan pendahuluan bagian 1\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\nPada kegiatan\u003Cb\u003E pendahuluan\u003C\/b\u003E guru melakukan langkah-langkah seperti yang terurai pada RPP sebagai berikut :\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003EOrientasi\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003EMelakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjakkan syukur kepada Tuhan YME dan berdoa untuk memulai pembelajaran\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMemeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cb\u003EApersepsi\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003EMengaitkan materi\/tema\/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi\/tema\/kegiatan sebelumnya.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cb\u003EMotivasi\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003EMemberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMengajukan pertanyaan\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cb\u003EPemberian Acuan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003EMemberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMemberitahukan tetang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang berlangsung\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPembagian kelompok belajar\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMenjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/ga_VT0rhxmU\/0.jpg\" frameborder=\"0\" height=\"266\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/ga_VT0rhxmU?feature=player_embedded\" width=\"500\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\nVideo 2. Kegiatan Inti Bagian 2\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/hGWIx6Q9y9o\/0.jpg\" frameborder=\"0\" height=\"266\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/hGWIx6Q9y9o?feature=player_embedded\" width=\"500\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nVideo 3. Kegiatan inti bagian\u0026nbsp; 3\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/xgwAmfoQRRo\/0.jpg\" frameborder=\"0\" height=\"266\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/xgwAmfoQRRo?feature=player_embedded\" width=\"500\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\nVideo 4. Kegiatan Inti bagian 4\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/eVsQGi7lp3s\/0.jpg\" frameborder=\"0\" height=\"266\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/eVsQGi7lp3s?feature=player_embedded\" width=\"500\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\nVideo 5. Kegiatan Inti bagian 5\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/xh2gpZy2c7A\/0.jpg\" frameborder=\"0\" height=\"266\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/xh2gpZy2c7A?feature=player_embedded\" width=\"500\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\nVideo 6. Kegiatan Inti\u0026nbsp; bagian 6\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\nPada kegiatan inti\u0026nbsp; guru melaksanakan kegiatan sebagai berikut :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Ci\u003EKegiatan Literasi\u003C\/i\u003E yang terdiri dari : Melihat, Mengamati, Membaca, Mendengar, Menyimak, mengamati objek\/kejadian, membaca sumber lain selain buku teks, aktivitas, wawancara\/tanya jawab dengan nara sumber\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Ci\u003EBerpikir kritis\u003C\/i\u003E\u0026nbsp;dengan kegiatan : mengajukan pertanyaan,\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Ci\u003ECollaboration (kerjasama) : \u003C\/i\u003EBerdiskusi, mengumpulkan informasi, mempresentasikan ualng, saling tukar informasi\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Ci\u003EBerkomunikasi : \u003C\/i\u003EMenyampaikan dan mempresentasikan, hasil diskusi, mengemukakan pendapat, dan bertanya.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Ci\u003EKreativitas\u003C\/i\u003E : menyimpulkan tentang point-point yang muncul dalam kegiatan pembelajaran.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cb\u003EKegiatan Penutup\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/rWUUNrzmGCI\/0.jpg\" frameborder=\"0\" height=\"266\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/rWUUNrzmGCI?feature=player_embedded\" width=\"500\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\nVideo 7. Kegiatan Penutup\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\nPeserta Didik :\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003EMembuat resume dengan bimbingan guru\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMengagendakan pekerjaan rumah untuk materi pelajaran sejarah perjuangan dan dan ajaran para nabi dan rasul.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMengagendakan materi atau tugas projek\/produk\/portofolio\/unjuk kerja yang harus mempelajari pada pertemuan berikutnya\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\nGuru :\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003EMemeriksa pekerjaan siswa yang selesai\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMemberikan penghargaan\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\nInstrumen observasi kelas yang digunakan terdiri dari :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n-\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1y0B9ZjlF_wawzknzQahCfsi9RoDpx-Vh\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"\u003ERencana Program Pembelajaran (RPP) Beriman Kepada Allah SWT\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n-\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1FZ78vs7RIc-MULAf2oTuEI9v84es9T9j\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"\u003EInstrumen Pengamatan Pelaksanaan Pembelajaran\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/7092752980087077673\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/02\/contoh-observasi-kelas-mata-pelajaran.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/7092752980087077673"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/7092752980087077673"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/02\/contoh-observasi-kelas-mata-pelajaran.html","title":"Supervisi Akademik  Materi Pokok Beriman Kepada Rasul Allah SWT   Kelas VIII"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-W5OHvxUn2oM\/XGl28aAcNOI\/AAAAAAAAAjk\/JIxFHCdUmIcJDPF79dmUqoHn9LJkiMgugCLcBGAs\/s72-c\/Contoh-Observasi-Kelas-Mata-Pelajaran-Pendididkan-Agama-Islam-Kelas-VIII.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-8274781746389030326"},"published":{"$t":"2019-02-12T20:44:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2019-02-12T20:44:32.948+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Peraturan"}],"title":{"type":"text","$t":"Apa yang beda dari  Petunjuk Teknis Dana  BOS tahun 2018 dan 2019 ?"},"content":{"type":"html","$t":"Setiap tahun petunjuk teknis dana BOS selalu diperbaharui. Tahun 2018 penggunaan dana BOS diatur oleh Permendikbud no. 1 tahun 2018 dan berdasarkan pertimbangan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bahwa Permendikbud No.1 tahun 2018 masih terdapat kekurangan dan tidak sesuai lagi dengan kebutuhan hukum masyarakat, sehingga perlu diganti.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/--_ITE-I8wZg\/XGK_VMx7v0I\/AAAAAAAAAhk\/5KgMmIUPcrkm8xxkupCQ6ZKVjKT0xLeogCLcBGAs\/s1600\/Apa-yang-beda-dari-Petunjuk-Teknis-Dana-BOS-tahun-2018-dan-2019.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Apa yang beda dari  Petunjuk Teknis Dana  BOS tahun 2018 dan 2019 ?\" border=\"0\" data-original-height=\"400\" data-original-width=\"700\" height=\"364\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/--_ITE-I8wZg\/XGK_VMx7v0I\/AAAAAAAAAhk\/5KgMmIUPcrkm8xxkupCQ6ZKVjKT0xLeogCLcBGAs\/s640\/Apa-yang-beda-dari-Petunjuk-Teknis-Dana-BOS-tahun-2018-dan-2019.jpg\" title=\"Apa yang beda dari  Petunjuk Teknis Dana  BOS tahun 2018 dan 2019 ?\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\nBahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana yang dimaksud pada alinea diatas maka perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah reguler yang dituangkan dalam Permendikbud No 3 tahun 2019.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDalam Permendikbud No. 3 tahun 2019 tentang Juknis BOS ada beberapa perubahan baik penambahan\u0026nbsp; maupun pengurangan item untuk pemanfaatannya, beberapa perubahan yang mendasar dari juknis tahun 2018 sebelumnya antara lain:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDana BOS Reguler tidak untuk:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EMembayar iuran kegiatan yang diselenggarakan oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Kelompok Kerja Kepala Sekolah, (KKKS), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Kelompok Kerja Guru(KKG), unit pelaksana teknis daerah kecamatan, kabupaten\/kota, atau provinsi, unit pelaksana teknis atau pihak lainnya.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Ehonor tenaga administrasi (bagi SMP yang sudah memiliki tenaga tata usaha)\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMembeli minuman\/atau makanan ringan untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah bagi guru, tenaga kependidikan, petugas administrasi, dan\/atau tamu.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPengadaan suku cadang alat kantor\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPembelian alat-alat kebersihan dan atau alat listrik\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EHonor bagi penyusun laporan BOS\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETransportasi dalam rangka koordinasi dan \/ atau pelaporan kepada dinas pendidikan kabupaten \/ kota.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMembeli peralatan\/perlengkapan yang menunjang operasional rutin di sekolah antara lain bel, sound system dan speaker ntuk upacara, teralis jendela, dan atau perlengkapan sejenis lainnya.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\nKomponen pembiayaan BOS Reguler yang baru antara lain:\u003Cdiv\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EPembelian atau langganan buku digital, dan \/ atau aplikasi pembelajaran digital\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EHonorarium pengawas, teknisi, proktor baik ujian berbasis kertas maupun berbasis komputer tidak lagi ditentukan besarannya sehingga sekolah bisa berpodoman terhadap peraturan yang ditetapkan pemerintah daerah.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPembelian dan pemasangan alat sbsensi bagi guru dan tenaga kependidikan, termasuk \u003Ci\u003Efinger print scan \u003C\/i\u003Eyang terkoneksi dengan dapodik besaran harganya tidak lagi ditetapkan sebagaimana tahun sebelumnya.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPembelian peralatan kesehatan dan keselamatan antara lain tandu, stetoskop, tabung oksigen, tabung pemadan kebakaran, dan\/atau alat kesehatan dan keselamatan sejenisnya.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETransportasi dalam rangka koordinasi dan pelaporan program BOS Reguler ke dinas pendidikan propinsi.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPenggandaan laporan dan atau pembiayaan korespondensi\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EIuran kebersihan atau sampah\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPerbaikan kerusakan komponen nonstruktural dengan ketentuan penggantian kuran dari 30% dari komponen terpasang bangunan.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPenyediaan sumber air bersih termasuk pompa dan instalasinya bagi sekolah yang belum memiliki air bersih\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPembangunan jambang atau WC beserta sanitasinya bagi sekolah yang belum memiliki prasarana tersebut (SMP)\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EHonor Tenaga administrasi (bagi SMP yang belum memiliki tenaga tata usaha)\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPembayaran honor bulanan guru atau tenaga kependidikan honorer di sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat dapat menggunakan dana BOS paling banyak 30% dari total reguler yang diterima.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMembeli komputer desktop atau work station berupa PC atau \u003Ci\u003Eall in one\u003C\/i\u003E PC dan laptop untuk digunakan dalam pembelajaran, maksimal 5 (lima) unit per tahun per sekolah dengan spesifikasi minimal yang telah ditetapkan tetapi harganya tidak lagi ditetapkan hanya mempertimbangkan efisiensi penggunaan anggaran.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\nDemikian beberapa perubahan dalam larangan dan pemanfaatan dana BOS tahun 2019 khususnya untuk SMP yang berbeda dari tahun 2018.\u0026nbsp; Untuk lebih jelas dan lengkap dapat dibaca pada link berikut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2019 yang terdiri dari\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n-\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1vRC5vRLxUKyUBWMWI2eQ8MoUJHYdg9v4\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"\u003EPeraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 3 tahun 2019\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n-\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1eJNv5SLVQzfGJQNjl7M03LEVNNaTCg-k\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"\u003ELampiran I Permendikbud No.3 Tahun 2019\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n-\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1UV5Tih3PKSODUljoEksoaBUSNsgtXKzn\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"\u003ELampiran II Permendikbud No 3 Tahun 2019\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/8274781746389030326\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/02\/apa-yang-beda-dari-petunjuk-teknis-dana.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8274781746389030326"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8274781746389030326"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/02\/apa-yang-beda-dari-petunjuk-teknis-dana.html","title":"Apa yang beda dari  Petunjuk Teknis Dana  BOS tahun 2018 dan 2019 ?"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/--_ITE-I8wZg\/XGK_VMx7v0I\/AAAAAAAAAhk\/5KgMmIUPcrkm8xxkupCQ6ZKVjKT0xLeogCLcBGAs\/s72-c\/Apa-yang-beda-dari-Petunjuk-Teknis-Dana-BOS-tahun-2018-dan-2019.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-8759784091180521127"},"published":{"$t":"2019-02-08T21:00:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2019-02-08T21:00:05.162+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Siswa"}],"title":{"type":"text","$t":"Strategi Mengajar agar Peserta Didik Aktif Mendengar"},"content":{"type":"html","$t":"Bagaimana keterampilan anda dalam mendengar? Apakah ada seorang pendengar ayang aktif? Salah satu kualitas terpenting yang dapat dimiliki oeh seorang guru dan siswa adalah kemampuan untuk mendengarkan secara aktif. Agar benar-benar menjadi pendengar yang efektif, Anda harus dapat berkonsenrasi dan fokus pada orang yang berbicara tanpa gangguang dan tampa membuat pikiran anda tidak fokus.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-O18xWQciWIg\/XF164nP8_TI\/AAAAAAAAAhQ\/Prtuiws7LmEUnYtdq0TraDa9IQqIJBQbgCLcBGAs\/s1600\/Strategi-Mengajar-agar-%2BPeserta-Didik-%2BAktif-Mendengar.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Strategi Mengajar agar Peserta Didik Aktif Mendengar\" border=\"0\" data-original-height=\"800\" data-original-width=\"1280\" height=\"300\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-O18xWQciWIg\/XF164nP8_TI\/AAAAAAAAAhQ\/Prtuiws7LmEUnYtdq0TraDa9IQqIJBQbgCLcBGAs\/s640\/Strategi-Mengajar-agar-%2BPeserta-Didik-%2BAktif-Mendengar.jpg\" title=\"Strategi Mengajar agar Peserta Didik Aktif Mendengar\" width=\"500\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003ESeingkali ketika kita mendengarkan sese orang berbicara, pikiran kita mengembara, atau kita hanya setengah mendengarkandan memikirkan apa yang ingin kita katakan selanjutnya. Namun, ketika kita menjadi pendengar yang aktif, kita \u003Ca href=\"https:\/\/kbbi.web.id\/parafrasa\" target=\"_blank\"\u003Ememparafrasekan\u003C\/a\u003E apa yang dikatakan orang itu, atau kita mengajukan pertanyaan klarifikasi begitu pembicara selesai berbicara.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDi sini, kita akan melihat beberapa strategi pengajaran yang memungkinkan guru dapat membuat pendengar aktif di dalam kelas. Akan\u0026nbsp; dipaparkan juga beberapa strategi dan kegiatan pengajaran yang dapat diterapkan oleh guru untuk meningkatkan keterampilan mendengarkan siswa baik di dalam maupun di luar kelas.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EStrategi Mengajar Agar Siswa Menjadi Pendengar yang Lebih Baik\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAda beberapa strategi pengajaran yang dapat digunakan oleh guru untuk membantu siswa menjadi pendengar yang lebih baik. Pertama, latih siswa untuk fokus pada pembicara dan jangan biarkan pikiran mereka berkeliaran. hal ini sulit untuk dilaksanakan, tetapi trik ini mengajar anak-anak atau siswa untuk penuh perhatian ketika pikiran mereka mengembara, dan mengembalikan perhatian mereka kepada pembicara.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKedua, latih siswa untuk memperhatikan bahasa tubuh mereka. Ketika mereka mendengarkan pembicara berbicara, mintalah siswa memastikan mereka tidak menciptakan sinyal yang salah bahwa mereka tidak mendengarkan, seperti lengan mereka dilipat atau melihat kesekeliling ruangan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKetiga, instruksikan siswa untuk meringkas apa yang dikatakan pembicara, atau mengajukan pertanyaan klarifikasi begitu pembicara telah berhenti berbicara. Semua strategi ini akan menunjukkan kepada pembicara bahwa siswa adalah pendengar yang aktif.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EKegiatan Kelas untuk Membangun Keterampilan Mendengarkan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nAda banyak cara untuk menciptakan kegiatan menarik yang akan membantu siswa fokus pada keterampilan mendengarkan mereka. Berikut beberapa kegiatan efektif yang bisa dilakukan di ruang kelas.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDengarkan Frase Tersembunyi\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKegiatan ini akan fokus pada peningkatan kemampuan siswa untuk mendengarkan dengan niat yang terencana. Tujuan dari kegiatan ini adalah bagi siswa untuk secara aktif mendengarkan ungkapan tersembunyi. Cara kerjanya sebagai berikut. Pertama, Guru harus menyiapkan berbagai frasa tersembunyi sebelum melaksanakan pembelajaran dikelas dan memastikan bahwa cukup waktu untuk masing-masing kelompok berbeda.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSelanjutnya, pasangkan siswa bersama untuk membuat dialog menggunakan frasa rahasia yang guru berikan kepada mereka. Misalnya, jika frasa tersembunyi adalah \"Saya suka bermain sepakbola,\" maka siswa akan membuat dialog singkat menggunakan frasa \"Saya suka bermain sepak bola\" di dalamnya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKuncinya meminta siswa membuat dialog di seputar frase tersembunyi yang akan membuat siswa lain mendengarkan dengan niat. Setelah mereka membuat dialog singkat menggunakan frasa, mereka harus menyampaikannya kepada teman sekelas mereka untuk melihat kelompok mana yang dapat menemukan frasa tersembunyi tersebut.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSetiap kelompok yang menebak dengan benar mendapat satu poin. Jika tidak ada yang bisa menebak frasa tersembunyi dengan benar, maka group yang menulis dialog mendapatkan\u0026nbsp; poin. Penting untuk mendorong siswa menggunakan ekspresi saat berbicara dialog untuk membantu teman mereka menebak kalimat tersembunyi dengan lebih mudah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDengarkan Berulang-ulang\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKegiatan ini berfokus pada peningkatan kemampuan siswa untuk mendengarkan suara atau kata tertentu.\u0026nbsp; Ini membantu mereka untuk mendengarkan suatu tujuan. Mendengarkan dengan tujuan membantu siswa mengembangkan keterampilan mendengarkan mereka dengan lebih baik.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nUntuk kegiatan ini, siswa harus mendengarkan bunyi berulang. Guru dapat melaksanakan permainan ini dalam kelompok, dimana masing-masing tim bersaing satu sama lain, atau berpasangan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMendengarkan adalah kegiatan memperhatikan dan benar-benar meluangkan waktu untuk mendapatkan makna dari sesuatu yang didengar.\u0026nbsp; Dengan terlibat dalam berbagai kegiatan seperti yang disebutkan diatas, siswa akan terus mengembangkan keterampilan mendengarkan mereka."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/8759784091180521127\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/02\/strategi-mengajar-agar-peserta-didik.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8759784091180521127"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8759784091180521127"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/02\/strategi-mengajar-agar-peserta-didik.html","title":"Strategi Mengajar agar Peserta Didik Aktif Mendengar"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-O18xWQciWIg\/XF164nP8_TI\/AAAAAAAAAhQ\/Prtuiws7LmEUnYtdq0TraDa9IQqIJBQbgCLcBGAs\/s72-c\/Strategi-Mengajar-agar-%2BPeserta-Didik-%2BAktif-Mendengar.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-1152285891121311240"},"published":{"$t":"2019-01-30T21:53:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2019-01-30T21:53:45.066+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Siswa"}],"title":{"type":"text","$t":"Keterampilan STEM Abad 21 yang Harus Diketahui Siswa"},"content":{"type":"html","$t":"Siswa yang hidup diabad ke-21 ini, ada beberapa keterampilan yang harus dimiliki untuk mencapai keberhasilan di masa depan:\u0026nbsp; Keterampilan seperti kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah. Sebagai guru, tidak hanya mempersiapkan siswa, tertapi membekali mereka dengan keterampilan penting ini yang akan membantu mereka berhasil dalam karier dan kehidupan mereka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-DbIq4JrpQDY\/XFGrg1Sr93I\/AAAAAAAAAg0\/WAR5lM_x2u0i2VJBAojZKSPysoA8xnMFgCLcBGAs\/s1600\/Keterampilan-STEM-Abad%2B21-yang-Harus-Diketahui-Siswa.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Keterampilan STEM Abad 21 yang Harus Diketahui Siswa\" border=\"0\" data-original-height=\"704\" data-original-width=\"1206\" height=\"371\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-DbIq4JrpQDY\/XFGrg1Sr93I\/AAAAAAAAAg0\/WAR5lM_x2u0i2VJBAojZKSPysoA8xnMFgCLcBGAs\/s640\/Keterampilan-STEM-Abad%2B21-yang-Harus-Diketahui-Siswa.png\" title=\"Keterampilan STEM Abad 21 yang Harus Diketahui Siswa\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\nSaat ini ruang-ruang kelas harus berfokus pada pendidikan STEM (Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika), karena kebutuhan keterampilan ini meningkat dengan cepat. Agar para anak didik kita memiliki masa depan yang sukses, mereka harus mahir dalam keterampilan ini.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAda beberapa keterampilan STEM yang perlu diketahui oleh siswa, sehingga mereka dapat berhasil di bidang STEM dimasa mendatang.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EPemecahan masalah dalam STEM\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKemampuan memecahkan masalah adalah keterampilan yang harus dimiliki setiap siswa. Bidang apa pun yang dimasuki seorang siswa, pihak yang menggunakan kompetensinya misalnya pengusaha\u0026nbsp; akan mengharapkan mereka untuk dapat menyelesaikan suatu masalah. Pengusaha bukan satu-satunya yang akan mengharapkan keterampilan ini dari siswa, masyarakat pada umumnya membutuhkannya. Setiap orang akan menghadapi masalah setiap hari, namun ada beberapa orang lain mungkin\u0026nbsp; lebih kompleks.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAgar terampil memecahkan masalah, siswa membutuhkan banyak kesempatan berlatih dalam keterampilan ini. Cobalah dan berikan siswa masalah dunia nyata untuk dipecahkan. Semakin banyak siswa diberikan latihan, maka semakin baik kemampuan mereka dalam menyempurnakan keahliannya dimasa depan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EBerpikir Kritis\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nKeberhasilan dalam STEM tidak hanya bergantung pada kemampuan memecahkan masalah, tetapi juga pada kemampuan untuk berpikir kritis dan menerapkan konsep untuk memecahkan masalah. Pendidikan STEM adalah tempat siswa berusaha mencari solusi untuk masalah, dan untuk melakukan kegiatan itu, mereka harus menggunakan keterampilan berpikir kritis mereka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBerpikir kritis ini lebih dari sekedar membuat siswa memecahkan masalah kata. Mengadakan debat atau diskusi kelas, menantang siswa untuk memecahkan masalah dunia nyata melalui pembelajaran berbasis proyek, dan memberikan siswa waktu untuk merefleksikan pengalaman dan kegiatan mereka adalah cara yang bagus bagi mereka untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis mereka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EFleksibilitas\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nFleksibilitas adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi baru. Ini adalah keterampilan yang siswa akan banyak gunakan dalam kehidupan mereka. Salah satu cara muda untuk mengembangkan keterampilan ini pada siswa adalah dengan menggunakan berbagai format yang berbeda pada suatu ujian.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMisalnya, pada satu kegiatan evaluasi\/ujian, berikan siswa soal-soal yang bervariasi seperti pertanyaan benar\/salah, pilihan ganda, dan esai. Seorang siswa yang dapat dengan mudah melakukan ini akan dianggap memiliki keterampilan fleksibilitas yang baik.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nCara lain yang menyenangkan untuk mengembangkan keterampilan ini adalah meminta siswa memainkan aplikasi pendidikan di gadget misalnya iPad atau tablet. Banyak dari aplikasi ini yang mengharuskan pengguna untuk menggeser permainan mereka di setiap level yang dimajukan. Siswa tidak hanya akan belajar menjadi fleksibel, tetapi mereka juga akan menggunakan keterampilan berpikir kritis mereka untuk membantu mereka memecahkan masalah untuk maju dalam permainan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EInterpretasi data\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nInterpretasi data adalah kemampuan bagi siswa untuk dapat membuat keputusan berdasarkan data ilmiah, tidak hanya pikiran atau perasaan mereka pada topik. Siswa dapat mengembangkan keterampilan ini dengan mengumpulkan, menganalisis, dan memafsirkan data pada berbagai hal yang berbeda seperti membaca grafik, tabel, kemudian menganalisis data.\u0026nbsp; Ajaklah siswa untuk sering berlatih, semakin mereka menggunakan keterampilan ini, semakin mudah bagi mereka untuk menafsirkan data di masa depan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EKreativitas dan Inovasi\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nMengajar siswa untuk mampu berpikir yang tidak biasa atau pemikiran yang mengandung inovasi\u0026nbsp; adalah salah satu dari banyak cara yang bisa dapat dilakukan untuk dapat memastikan siswa menggunakan kreativitas mereka dan menjadi inovatif. Guru dapat memupuk kreativitas siswa mereka dengan memberi mereka banyak kemampuan untuk menjadi inovatif.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nJika siswa memiliki ide, izinkan mereka untuk menjalankannya. Ajukan kepada mereka pertanyaan terbuka, dan izinkan siswa untuk memberikan solusi mereka sendiri berdasarkan pemikiran dan ide mereka sendiri.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMenjadi inovatif adalah apa yang akan membantu siswa membedakan mereka dari orang lain di masa depan. Semakin banyak kesempatan yang diberikan guru kepada siswa untuk berpikir sendiri, dan berjalan dengan ide-ide mereka, siswa akan lebih nyaman dengan berbagi ide-ide mereka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSingkatnya, guru perlu mempersiapkan siswa untuk siap menghadapi apa pun. Sebagian besar guru sedang mempersiapkan siswa mereka untuk melakukan pekerjaan yang bahkan belum ada. Sementara pengetahuan dalam semua keterampilan ini dapat digunakan sepanjang kehidupan siswa, memberikan mereka keterampilan dasar STEM (seperti kemampuan untuk berpikir kritis dan menyelesaikan masalah) akan membantu mereka untuk berhasil di dunia kerja serta memiliki masa depan yang cerah."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/1152285891121311240\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/01\/keterampilan-stem-abad-21-yang-harus.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1152285891121311240"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1152285891121311240"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/01\/keterampilan-stem-abad-21-yang-harus.html","title":"Keterampilan STEM Abad 21 yang Harus Diketahui Siswa"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-DbIq4JrpQDY\/XFGrg1Sr93I\/AAAAAAAAAg0\/WAR5lM_x2u0i2VJBAojZKSPysoA8xnMFgCLcBGAs\/s72-c\/Keterampilan-STEM-Abad%2B21-yang-Harus-Diketahui-Siswa.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-4132106067514396779"},"published":{"$t":"2019-01-25T22:54:00.002+08:00"},"updated":{"$t":"2019-01-25T22:54:49.948+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kurikulum"}],"title":{"type":"text","$t":"Beberapa Kesalahan Manajemen Kelas dan Cara Mengatasinya"},"content":{"type":"html","$t":"Pada situs\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/\" target=\"_blank\"\u003Ewww.teachhub.com\u003C\/a\u003E\u0026nbsp;di paparkan tentang kesalahan-kesalahan manajemen kelas dan cara mengatasinya (\u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/classroom-management-mistakes-how-correct-them\" target=\"_blank\"\u003EClassroom Management Mistakes, How to Correct Them\u003C\/a\u003E). Manajemen kelas bukan hanya kemampuan untuk mendisiplinkan siswa serta mengarahkan siswa sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan, tetapi lebih dari itu semua adalah secara efektif mengelolah segala aspek di ruang kelas.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-QIDR-7hKT-Y\/XEshAq7aslI\/AAAAAAAAAgM\/MIjknvylvMcXKCfoXv7Eqrz4Mr-aB4d4wCLcBGAs\/s1600\/Beberapa-Kesalahan-Manajemen-Kelas-dan-Cara-Mengatasinya.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Beberapa Kesalahan Manajemen Kelas dan Cara Mengatasinya\" border=\"0\" data-original-height=\"430\" data-original-width=\"600\" height=\"286\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-QIDR-7hKT-Y\/XEshAq7aslI\/AAAAAAAAAgM\/MIjknvylvMcXKCfoXv7Eqrz4Mr-aB4d4wCLcBGAs\/s400\/Beberapa-Kesalahan-Manajemen-Kelas-dan-Cara-Mengatasinya.jpg\" title=\"Beberapa Kesalahan Manajemen Kelas dan Cara Mengatasinya\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003EManajemen kelas adalah cara guru membuat dan mengomunikasikan aturan dan prosedur, sehingga guru dapat melaksanakan pembelajaran yang menciptakan transisi diantara guru itu sendiri dengan siswa. Bagi kebanyakan guru, manajemen kelas adalah perjuangan yang konstan, yang mereka pelajari dari coba-coba. Melalui kebiasaan ini, mereka para guru banyak membuat kesalahan. Berikut ini beberapa kesalahan yang mungkin guru lakukan dan bagaimana cara mengatasinya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cb\u003EAturan dan Prosedur Manajemen Kelas Terlalu Rumit Bagi Siswa\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPeraturan dan prosedur manajemen kelas harus singkat dan langsung. Peraturan dan prosedur itu seharusnya tidak boleh rumit, dan memiliki langkah-langkah, jika tidak demikian akan membingunkan anak-anak. Saat memilih aturan yang akan dilaksanakan di ruang kelas, pilihlan 3 sampai 5 aturan yang akan digunakan dan mempostingnya di suatu tempat di ruang kelas yang mudah bagi siswa untuk bisa dirujuk.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPastikan bahwa aturan yang akan dijalankan memuat positif versus negatif, untuk mengajar siswa perilaku yang disukai dan diharapkan oleh guru. Misalnya, aturan ruang kelas yang positif adalah \"Angkat tangan sebelum berbicara\". Aturan ruang kelas yang negatif adalah \"Jangan berbicara tanpa mengangkat tangan Anda\". Pilih aturan positif yang jelas dan langsung pada tujuan sehingga siswa tahu persis apa yang diharapkan dari mereka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSama seperti peraturan di ruang kelas, prosedur harus sederhana dan langsung ketujuan. Para siswa juga harus dapat diprediksi sehingga dapat dengan mudah diarahkan. Sebagai contoh, jika harapan guru adalah agar siswa datang ke kelas setiap pagi dan melakukan kegiatan ketika pelajaran dimulai, maka guru harus memastikan bahwa dia juga dapat melakukan rutunitas tersebut.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nJika tidak memiliki prosedur yang jelas dapat menyebabkan terjadinya kekacauan dalam kelas, karena siswa tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Ketika hal ini terjadi, siswa cenderung berperilaku buruk. Ingatlah bahwa guru harus selalu membuat aturan dan prosedur yang singkat, mudah dan dapat diprediksi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EMembuat Pelajaran yang Terlalu Panjang\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nKesalahan manajemen kelas populer lainnya yang dilakukan banyak guru adalah mendesain pelajaran yang terlalu panjang. Bahkan jika guru merancang pelajaran yang dibagi kedalam dua bagian, satu bagian penjelasan oleh guru dan bagian lainnya adalah siswa bekerja dalam kelompok, jika itu berlangsung selama satu jam dengan topik yang sama, maka siswa akan kehilangan minat. Buat pelajaran singkat dan langsung kesasaran.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-RJPr7vLuGD0\/XEshpYSZxkI\/AAAAAAAAAgU\/jhsOSALSb-skl-Kqp4gUz1ge6B3XN_eZQCLcBGAs\/s1600\/Beberapa-Kesalahan-Manajemen-Kelas-dan-Cara-Mengatasinya.png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Beberapa Kesalahan Manajemen Kelas dan Cara Mengatasinya\" border=\"0\" data-original-height=\"300\" data-original-width=\"600\" height=\"300\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-RJPr7vLuGD0\/XEshpYSZxkI\/AAAAAAAAAgU\/jhsOSALSb-skl-Kqp4gUz1ge6B3XN_eZQCLcBGAs\/s320\/Beberapa-Kesalahan-Manajemen-Kelas-dan-Cara-Mengatasinya.png\" title=\"Beberapa Kesalahan Manajemen Kelas dan Cara Mengatasinya\" width=\"320\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\nPenelitian telah menunjukkan bahwa siswa tidak dapat mempertahankan perhatian selama lebih dari 5 hingga 10 menit. Dengan dasar tersebut, penting bagi guru untuk mencoba dan membagi pelajaran menjadi beberapa bagian. Jika guru ingin siswanya mempelajari sesuatu yang diketahui akan memakan waktu lama, mintalah siswa membaca atau menonton video pada topik malam sebelumnya untuk tugas di rumah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDengan cara ini, guru dapat menggunakan ruang kelas untuk meminta siswa bekerja dalam kelompok. Guru juga dapat merancan beberapa \"refresing otak\" di antara pelajaran si mana siswa berdiri dan bergerak untuk membantu melepaskan kelelahan mereka. Dengan melakukan kegiatan ini maka terasa belajar itu lebih singkat dan tidak lama.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ETransisi Kelas Kacau\/berantakan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nSelain membuat waktu pelajaran yang panjang, guru mungkin lupa merencanakan transisi antara pelajaran. Waktu transisi dapat menjadi kacau jika guru tidak merencanakan sebelumnya. Faktanya, banyak guru mengalami waktu ini sebagai bagian yang kurang baik, karena para siswa berpikir bahwa hal itu adalah waktu bebas untuk berbicara dengan temannya. Guru harus mengambil kembali kendali dan lakukan transisi secepat mungkin.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EMenangani Siswa untuk Disiplin\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nBanyak guru berpikir bahwa jika mereka berurusan dengan disiplin, itu akan membantu untuk tidak mengganggu siswa lain dan pelajaran. Guru perlu menangani masalah disiplin apapun saat terjadi. Ketika seorang siswa menggangu siswa lain selama pelajaran berjalan, itu tidak hanya menimbulkan masalah bagi siswa, tetapi juga mengganggu pelajaran.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nCara terbaik untuk menghadapi situasi manajemen kelas ini adalah dengan mengamati siswa dengan seksama, atau mendekati mereka dan melanjutkan pelajaran sambil berdiri tepat disebelah mereka. Atasi masalah segera jika terjadi. Dengan cara ini guru dapat memastikan bahwa tidak akan ada masalah yang lebih besar akan terjadi di kemudian hari."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/4132106067514396779\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/01\/beberapa-kesalahan-manajemen-kelas-dan.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4132106067514396779"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4132106067514396779"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/01\/beberapa-kesalahan-manajemen-kelas-dan.html","title":"Beberapa Kesalahan Manajemen Kelas dan Cara Mengatasinya"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-QIDR-7hKT-Y\/XEshAq7aslI\/AAAAAAAAAgM\/MIjknvylvMcXKCfoXv7Eqrz4Mr-aB4d4wCLcBGAs\/s72-c\/Beberapa-Kesalahan-Manajemen-Kelas-dan-Cara-Mengatasinya.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-735555844365265003"},"published":{"$t":"2019-01-23T20:46:00.002+08:00"},"updated":{"$t":"2019-01-23T20:46:26.785+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kurikulum"}],"title":{"type":"text","$t":"Strategi Mengajar untuk Mengembangkan Berpikir Tingkat Tinggi"},"content":{"type":"html","$t":"Keterampilan berpikir tingkat tinggi\u0026nbsp; (\u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/teaching-strategies-develop-higher-level-thinking\" target=\"_blank\"\u003E\u003Ci\u003EHigher-Level Thinking\u003C\/i\u003E\u003C\/a\u003E) adalah keterampilan seperti berpikir kritis, menganalisis, dan memecahkan masalah. Semua itu adalah keterampilan penting abad ke- 21 yang mempersiapkan siswa untuk menerapkan apa yang sudah mereka ketahui (pengetahuan mereka sebelumnya) dengan apa yang mereka pelajari saat ini .\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-0OyZNEMNKnw\/XEhgr2UMdsI\/AAAAAAAAAfw\/X2T0Hxp_UqQEgR5o6ygCl7nbPBAxyrZswCLcBGAs\/s1600\/Strategi-Mengajar-untuk-Mengembangkan-Berpikir-Tingkat-Tinggi.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Strategi Mengajar untuk Mengembangkan Berpikir Tingkat Tinggi\" border=\"0\" data-original-height=\"344\" data-original-width=\"600\" height=\"366\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-0OyZNEMNKnw\/XEhgr2UMdsI\/AAAAAAAAAfw\/X2T0Hxp_UqQEgR5o6ygCl7nbPBAxyrZswCLcBGAs\/s640\/Strategi-Mengajar-untuk-Mengembangkan-Berpikir-Tingkat-Tinggi.jpg\" title=\"Strategi Mengajar untuk Mengembangkan Berpikir Tingkat Tinggi\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\nKeterampilan ini membuat siswa menggunakan pemikiran tingkat tinggi yang merupakan peralihan berpikir dari tingkat rendah, dimana siswa hanya menghapal fakta. Strategi ini pada dasarnya meminta siswa menggunakan cara-cara yang dianggap rumit untuk benar-benar menggali lebih dalam dan memikirkan apa yang mereka pelajari.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSiswa\u0026nbsp; tidak hanya harus memahami konsep, tetapi juga menyimpulkan, serta menghubungkan dengan konsep lain. Beberapa strategi pengajaran tentang cara meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, serta beberapa strategi pengajaran tentang cara mempromosikan dan memanfaatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dapat melalui penggunaan teknologi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMeskipun banyak strategi pengajaran untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa, ada beberapa keterampilan penting yang dapat dimulai, dengan mengajarkan siswa apa yang dimaksud dengan pemikiran tingkat tinggi.Jelaskan kepada siswa mengapa mereka membutuhkan berpikir tingkat tinggi. Guru dapat melakukan strategi ini dengan menunjukkan kepada siswa bagaimana mereka dapat mengajukan pertanyaan kepada diri mereka sendiri sambil belajar.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBerikut beberapa strategi mengajar untuk mengembangkan berpikir tingkat tinggi:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDorong Siswa untuk Membuat Pertanyaan\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMotivasi siswa untuk mengajukan pertanyaan. Ruang kelas dimana siswa merasa bebas untuk mengajukan pertanyaan tanpa reaksi negatif dari teman sekelas mereka, adalah ruang kelas di mana siswa akan merasa bebas untuk menggunakan pikiran mereka dan menjadi kreatif.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nLatih Siswa untuk Menyelidiki\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMemiliki kemampuan untuk membuat kesimpulan adalah keterampilan berpikir tingkat tinggi lainnya. Latih siswa untuk membuat kesimpulan dengan memberi mereka contoh \"dunia nyata\". Salah satu cara untuk mengajar siswa tentang bagaimana menyimpulkan adalah dengan mengajarkan konsep yang mudah seperti cuaca. Mintalah siswa melihat ke luar ruangan dan menyimpulkan seperti apa keadaan cuaca.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDorong Siswa Berpikir Kreatif\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBerpikir kreatif adalah ketika siswa menemukan, membayangkan, dan merancang apa yang mereka pikirkan dalam pikiran mereka. Dengan kreatifitas guru, bantu siswa memproses dan memahami informasi dengan baik. Penelitian menunjukkan bahwa ketika siswa memanfaatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang kreatif, dapat membantu untuk meningkatkan pemahaman mereka. Ajaklah siswa untuk berpikir di luar suasana formal dan berilah penghargaan atas apa yang mereka sampaikan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPerlihatkan Siswa Cara Menghubungkan Konsep\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPerlihatkan kepada siswa bagaimana menghubungkan satu konsep dengan konsep lainnya. Ajari mereka untuk menghubungkan apa yang sudah mereka ketahui dengan apa yang sedang mereka pelajari. Ini akan membantu siswa belajar membuat koneksi kapan pun memungkinkan, yang akan membantu mereka mendapatkan lebih banyak pemahaman tentang apa yang mereka pelajari. Setiap konsep kecil dapat dihubungkan dengan konsep yeng lebih besar dan lebih luas.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAjarkan Siswa Strategi Pemecahan Masalah\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAjari siswa untuk menggunakan metode langkah demi langkah untuk menyelesaikan masalah. Cara berpikir tingkat tinggi ini akan membantu mereka memecahkan masalah lebih cepat dan lebih mudah. Imbaulah siswa untuk menggunakan metode alternatif untuk memecahkan masalah serta menawarkan kepada mereka metode pemecahan masalah yang berbeda.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMisalnya mereka dapat menggunakan grafik organisator (grafik visual yang menampilkan hubungan antar berbagai ide, konsep, fakta dan dan istilah dalam satu topik utama) untuk membantu mereka memecahkan masalah. Penyelenggara grafis memberikan siswa cara yang bagus untuk membingkai pemikiran mereka secara terorganisir. Mereka juga dapat menggunakan alam pikiran. Siswa dapat memecahkan masalah dengan menutup mata mereka dan membuat alam pikiran mereka berjalan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDemikian beberapa strategi mengajar yang dapat dilakukan oleh guru dan siswa untuk mengembangkan berpikir tingkat tinggi."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/735555844365265003\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/01\/strategi-mengajar-untuk-mengembangkan.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/735555844365265003"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/735555844365265003"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/01\/strategi-mengajar-untuk-mengembangkan.html","title":"Strategi Mengajar untuk Mengembangkan Berpikir Tingkat Tinggi"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-0OyZNEMNKnw\/XEhgr2UMdsI\/AAAAAAAAAfw\/X2T0Hxp_UqQEgR5o6ygCl7nbPBAxyrZswCLcBGAs\/s72-c\/Strategi-Mengajar-untuk-Mengembangkan-Berpikir-Tingkat-Tinggi.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-6254638885596889403"},"published":{"$t":"2019-01-21T22:15:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2019-01-27T21:04:09.944+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Guru"}],"title":{"type":"text","$t":"15 Macam Keterampilan Pengembangan Profesional Untuk Menjadi Guru Modern"},"content":{"type":"html","$t":"Ketika sekolah membutuhkan atau ingin mengankat seorang guru ada beberapa syarat yang harus di penuhi diantaranya : gelar sarjana, pengalaman kerja dengan siswa atau anak-anak, dan tentu saja kesabaran (\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.teachhub.com\/15-professional-development-skills-modern-teachers\" target=\"_blank\"\u003E\u003Ci\u003E15 Professional Development Skills for Modern Teachers\u003C\/i\u003E\u003C\/a\u003E\u0026nbsp;)\u0026nbsp; Seorang guru membutuhkan berbagai keterampilan pengembangan profesional bersama dengan pengetahuan tentang materi pelajaran dan pengalaman mereka untuk menjadi guru yang efektif.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-UnnQ7-sgV2c\/XEXS9rvTeZI\/AAAAAAAAAfc\/ZKWAcn3sTpwt4-CP4Wb6c4boQnUbtEbrACLcBGAs\/s1600\/15%2BMacam-Keterampilan-Pengembangan-Profesional-Untuk-Menjadi-Guru-Modern.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"15 Macam Keterampilan Pengembangan Profesional Untuk Menjadi Guru Modern\" border=\"0\" data-original-height=\"355\" data-original-width=\"600\" height=\"377\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-UnnQ7-sgV2c\/XEXS9rvTeZI\/AAAAAAAAAfc\/ZKWAcn3sTpwt4-CP4Wb6c4boQnUbtEbrACLcBGAs\/s640\/15%2BMacam-Keterampilan-Pengembangan-Profesional-Untuk-Menjadi-Guru-Modern.jpg\" title=\"15 Macam Keterampilan Pengembangan Profesional Untuk Menjadi Guru Modern\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\nDemikian juga, seiring perkembangan pesat dalam teknologi yang masuk ke dalam kehidupan kita, telah berpengaruh terhadap cara siswa dalam belajar dan cara guru mengajar. Guru modern harus kompoten tidak hanya dalam keterampilan dasar, tetapi juga keterampilan baru.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBerikut adalah 15 dari banyak keterampilan pengembangan profesional abad ke-21, atau bisa juga disebut \"keterampilan modern\" yang harus dimiliki para guru saat ini.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n1. Pengembangan Profesional: Kemampuan Beradaptasi\u003Cbr \/\u003E\nDi era digital dan modern ini, para guru harus fleksibel dan mampu beradaptasi dengan apa pun yang dilemparkan dengan cara mereka. Teknologi baru dikembangkan setiap hari yang dapat mengubah cara siswa belajar, dan cara guru mengajar. Demikian juga, administrator mengubah dan memperbaharui harapan dan standar pembelajaran. Mampu beradaptasi adalah keterampilan yang harus dimiliki setiap guru modern. Guru harus mampu beradaptasi dengan cara siswa belajar, karakteristik\u0026nbsp; ruang kelas, rencana pembelajaran,\u0026nbsp; semua itu harus dimiliki oleh guru.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n2. Keyakinan\u003Cbr \/\u003E\nSetiap guru perlu memiliki kepercayaan diri, tidak hanya pada diri mereka sendiri tetapi terhadap siswa dan teman sejawab\/kolega mereka. Orang yang percaya diri menginspirasi orang lain untuk percaya diri, dan kepercayaan diri seorang guru dapat membantu mempengaruhi orang lain untuk menjadi orang yang lebih baik.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n3. Komunikasi\u003Cbr \/\u003E\nMampu berkomunikasi dengan bukan hanya siswa tetapi juga dengan orang tua siswa dan pegawai sekolah lain, hal ini adalah suatu keterampilan yang penting. Beberapa hal penting yang perlu dipikirkan : Hampir semua waktu yang dimiliki guru digunakan untuk berkomunikasi dengan siswa dan kolega lainnya sehingga sangat penting guru memiliki keterampilan berbicara dengan jelas untuk menyampaikan maksud dan tujuan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n4. Keterlibatan dalam Tim\u003Cbr \/\u003E\nMampu bekerja sama sebagai bagian dari tim atau kelompok adalah keterampilan yang harus dimiliki oleh guru. Ketika bekerjasama dalam tim, guru dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar lebih baik dan merasakan kesenangan. Berjejaring dengan guru lain (bahkan secara virtual) dan menyelesaikan masalah bersama akan menghasilkan kesuksesan. Melakukan hal itu menumbuhkan rasa kebersamaan bukan hanya di kelas sendiri, tetapi juga di seluruh lingkungan sekolah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n5. Pembelajar Berkelanjutan\u003Cbr \/\u003E\nMengajar adalah proses belajar seumur hidup. Selalu ada sesuatu untuk dipelajari ketika seseorang berstatus sebagai guru. Dunia selalu berubah, bersama dengan kurikulum dan teknologi pendidikan, sehingga guru dituntut untuk mengikuti perkembangan ini. Seorang guru yang selalu bekerja keras untuk belajar akan selalu menjadi guru yang efektif dan sukses.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n6. Imajinatif\u003Cbr \/\u003E\nKegiatan yang efektif yang dapat digunakan guru adalah imajinasi mereka. Para guru perlu kreatif dan memikirkan cara-cara unik untuk membuat siswa mereka tetap terlibat dalam pembelajaran, terutama sekarang karena banyak negara telah menerapkan Standar Inti Pembelajaran Inti ke dalam kurikulum mereka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n7. Kepemimpinan\u003Cbr \/\u003E\nSeorang guru yang efektif adalah seorang mentor dan tahu bagaimana membimbing siswa-siswanya ke arah yang benar. Guru memimpin dengan memberi contoh dan merupakan teladan yang baik. Guru mendorong siswa dan menuntun mereka ke arah yang sukses.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n8. Organisasi\u003Cbr \/\u003E\nGuru modern harus\u0026nbsp; memiliki kemampuan untuk mengatur dan mempersiapkan hal-hal yang mungkin terjadi. Mereka selalu siap untuk mengantisipasi dengan cara mereka sendiri. Jika mereka berhalangan misalnya sakit, tidak masalah mereka telah memiliki strategi\u0026nbsp; untuk mengantisipasi untuk siap dilaksanakan. Studi menunjukkan bahwa guru yang memimpin secara terorganisir dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebi efekti dalam mencapai siswa berprestasi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n9. Inovatif\u003Cbr \/\u003E\nSeorang guru modern bersedia untuk mencoba hal-hal baru, dari aplikasi pendidikan baru hingga keterampilan mengajar dan perangkat elektronik. Menjadi inovatif berarti tidak hanya mencoba hal-hal baru, tetapi mengajak siswa, membuat koneksi yang nyata dan menumbuhkan pola pikir kreatif. Ini membuat siswa berani mengambil risiko dan membuat siswa belajar untuk berkolaborasi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n10. Komitmen\u003Cbr \/\u003E\nSeorang guru modern harus selalu terlibat dalam profesinya. Para siswa perlu melihat bahwa guru mereka selalu hadir dan berdedikasi untuk berada ditengah-tengah mereka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n11. Kemampuan untuk Mengelolah Reputasi Online\u003Cbr \/\u003E\nKeterampilan mengajar modern abad ke-21 ini jelas merupakan keterampilan yang baru. Di era digital ini guru modern perlu tahu cara mengelolah reputasi daring dan jejaring sosial mana yang boleh digunakan. misalnya Linkedin adalah jejaring sosial profesional untuk terhubung dengan kolega.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n12. Kemampuan untuk Terlibat\u003Cbr \/\u003E\nGuru modern tahu cara menemukan sumber daya yang menarik. Dalam era digital ini, penting untuk menemukan bahan dan sumber daya bagi siswa yang akan membuat mereka tertarik. Ini berarti tetap mengikuti perkembangan teknologi dan aplikasi pembelajaran baru, dan menjelajahi web serta menghubungkan dengan sesama guru. Bahkan dapat melibatkan siswa dan menjaga hal-hal yang menarik dalam proses pembelajaran adalah suatu keharusan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n13. Pemahaman Teknologi\u003Cbr \/\u003E\nTeknologi berkembang dengan pesat. Dalam lima tahun terakhir kita telah melihat kemajuan besar yang akan terus tumbuh. Walaupun mungkin sulit untuk mengikutinya, itu adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh semua guru modern. Guru tidak hanya perlu memahami teknologi terbaru, tetapi guru juga harus tahu alat digital mana yang tepat untuk siswa. Ini memakan waktu tetapi sangat berpengaruh dalam keberhasilan siswa.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n14. Mengetahui Kapan harus Beristirahat\u003Cbr \/\u003E\nGuru modern tahu kapan ia beristirahat. Mereka juga memahami bahwa tingkat kejenuhan guru tinggi, sehingga mereka perlu meluangkan waktu sejenak untuk diri mereka sendiri. termasuk kepada siswa untuk beristirahat.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n15. Kemampuan Memberdayakan\u003Cbr \/\u003E\nGuru modern memiliki kemampuan untuk memberdayakan siswa untuk berpikir kritis, menjadi inovatif, kreatif, mudah beradaptasi, bersemangat, dan fleksibel. Guru dapat memberdayakan diri sendiri untuk dapat menyelesaikan masalah, mengarahkan diri, mencerminkan diri sendiri, dan memimpin, tidak hanya di sekolah tetapi juga dalam kehidupan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nItulah 15 keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru untuk dapat menjadikan dirinya menjadi guru modern."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/6254638885596889403\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/01\/15-macam-keterampilan-pengembangan.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6254638885596889403"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6254638885596889403"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/01\/15-macam-keterampilan-pengembangan.html","title":"15 Macam Keterampilan Pengembangan Profesional Untuk Menjadi Guru Modern"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-UnnQ7-sgV2c\/XEXS9rvTeZI\/AAAAAAAAAfc\/ZKWAcn3sTpwt4-CP4Wb6c4boQnUbtEbrACLcBGAs\/s72-c\/15%2BMacam-Keterampilan-Pengembangan-Profesional-Untuk-Menjadi-Guru-Modern.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-8581351183932862607"},"published":{"$t":"2019-01-19T19:32:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2019-01-19T19:32:05.876+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Referensi"}],"title":{"type":"text","$t":"Definisi Sarana dan Prasarana Dalam Pendidikan"},"content":{"type":"html","$t":"Sarana adalah segala sesuatu yang dipakai sebagai alat untuk mencapai makna dan tujuan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2008). Sebagai contoh sarana pendidikan diartikan sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, misalnya buku, tas, pulpen, komputer, dll. Sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses. Sebagai contoh prasarana pendidikan berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan dalam pendidikan, misalnya lokasi, bangunan sekolah, lapangan olahraga, kantin, dan lain-lain.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-yhtcT2C2NCw\/XEMIJKdL1_I\/AAAAAAAAAew\/WoOxR1uwtc4Z7G0xPdVx0te1hucBro4MwCLcBGAs\/s1600\/Definisi-Sarana-%2Bdan-Prasarana-%2BDalam-Pendidikan.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Definisi Sarana dan Prasarana Dalam Pendidikan\" border=\"0\" data-original-height=\"388\" data-original-width=\"600\" height=\"257\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-yhtcT2C2NCw\/XEMIJKdL1_I\/AAAAAAAAAew\/WoOxR1uwtc4Z7G0xPdVx0te1hucBro4MwCLcBGAs\/s400\/Definisi-Sarana-%2Bdan-Prasarana-%2BDalam-Pendidikan.jpg\" title=\"Definisi Sarana dan Prasarana Dalam Pendidikan\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\nSekolah yang memiliki satrana dan prasarana pendidikan yang lengkap sangat menunjang proses pendidikan di sekolah.\u0026nbsp; Dalam Permendikbud No. 24 Tahun 2007 menyebutkan sarana adalah perlengkapan pembelajaran yang dapat dipindah-pindah sedangkan prasaranan adalah fasilitas dasar untuk menjalankan fungsi sekolah\/madrasah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPendapat lain, Nurchim (2016:181) menyatakan bahwa sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan dan perabotang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah sedangkan prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPrasarana pendidikan diklasifikasikan menjadi dua macam, \u003Ci\u003Epertama\u003C\/i\u003E prasarana pendidikan secara langsung digunakan untuk proses pembelajaran seperti ruang teori, ruang perpustakaan, ruang praktek keterampilan dan ruang laboratorium. \u003Ci\u003EKedua\u003C\/i\u003E, parasarana sekolah yang keberadaannya tidak langsung digunakan untuk proses pembelajaran, tetapi sangat menunjang terjadinya proses pembelajaran. Misalnya ruang kantor, kantin sekolah, kamar kecil, jalan menuju sekolah, ruang guru, ruang kepala sekolah, dan tempat parkir kendaraan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBerdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah segala perangkat peralatan bahan dan perabot yang dapat dipindah-pindah yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. Sedangkan prasarana adalah fasilitas dasar yang secara tidak langsung menunjang untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSarana pendidikan terdiri dari tiga kelompok besar yaitu :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EAlat pelajaran adalah sarana pendidikan yang digunakan secara langsung dalam proses pembelajaran, misalnya: buku, alat tulis, penggarais, alat dan bahan praktikum.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EAlat peraga adalah semua alat bantu proses pendidikan dan pengajaran yang dapat mempermudah dan memberikan pengertian kepada anak didik baik yang bersifat abstrak maupun konkret, misalnya gambar.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMedia Pembelajaran adalah sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara dalam pembelajaran. Media pembelajaran ini di bagi menjadi tiga jenis yaitu media audio, media visual dan media audio visual. Media audio seperti tape recorder, radio, lab bahasa, dan sebagainya. Media visual seperti poster, bagan, gambar, kartun, dan sebagainya. Media audio visual seperti film, vcd, dan sebagainya.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\nKeberhasilan kegiatan-kegiatan proses pendidikan sekolah adalah:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003ERuang kelas tempat siswa dan guru melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ERuang perpustakaan: ruang untuk menyimpan dan memperoleh informasi dari berbagai jenis bahan pustaka.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ERuang laboratorium: tempat siswa mengembangkan pengetahuan sikap dan keterampilan serta tempat meneliti dengan menggunakan media yang ada untuk memecahkan suatu masalah atau konsep pengetahuan.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ERuang Keterampilan: tempat siswa melaksanakan latihan mengenai keterampilan tertentu.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ERuang kesenian: adalah tempat berlangsungnya kegiatan-kegiatan seni.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EFasilitas olah raga: tempat berlangsungnya latiha-latihan olah raga\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-57VwWmkagAQ\/XEMKZl-PMLI\/AAAAAAAAAfE\/Qf3Hhw4igLQuoNFyeY2IYiCt1RRsebSIACLcBGAs\/s1600\/Definisi-Sarana-%2Bdan-Prasarana-%2BDalam-Pendidikan.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Definisi Sarana dan Prasarana Dalam Pendidikan\" border=\"0\" data-original-height=\"402\" data-original-width=\"600\" height=\"267\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-57VwWmkagAQ\/XEMKZl-PMLI\/AAAAAAAAAfE\/Qf3Hhw4igLQuoNFyeY2IYiCt1RRsebSIACLcBGAs\/s400\/Definisi-Sarana-%2Bdan-Prasarana-%2BDalam-Pendidikan.JPG\" title=\"Definisi Sarana dan Prasarana Dalam Pendidikan\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKomponen-komponen sarana dan prasarana pendidikan\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Ci\u003E\u003Cb\u003ELahan \u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003Eyang diperlukan untuk mendirikan sekolah harus disertai dengan surat bukti kepemilikan yang sah dan lengkap (sertfikat), adapun jenis lahan tersebut harus memenuhi beberapa kriteria antara lain lahan terbangun adalah lahan yang di atasnya berisi bangunan dan lahan terbuka adalah lahan yang belum ada bangunan di atasnya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Ci\u003ELahan kegiatan praktik \u003C\/i\u003Eadalah lahan yang digunakan untuk pelaksanaan kegiatan praktek.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Ci\u003ELahan pengembangan\u003C\/i\u003E adalah lahan yang dibutuhkan untuk mengembangkan bangunan dan kegiatan praktek. Lokasi sekolah harus berada di wilayah pemukiman yang sesuai dengan cakupan wilayah sehingga mudah dijangkau dan aman dari gangguan bencana alam lingkungan yang kuran baik\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Ci\u003E\u003Cb\u003ERuang \u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003ESecara umum jenis ruang ditinjau dari fungsinya dapat dikelompokkan dalam:\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Ci\u003ERuang pendidikan\u003C\/i\u003E berfungsi untuk menampung proses kegiatan belajar mengajar teori dan praktik antara lain: ruang teori sejumlah rombel, ruang perpustakaan, ruang laboratoriun, ruang kesenian, ruang olah raga, ruang keterampilan\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Ci\u003ERuang administrasi\u003C\/i\u003E berfungsi untuk melaksanakan berbagai kegiatan kantor, yang terdiri atas ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, ruang guru, gudang.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Ci\u003ERuang penunjang\u003C\/i\u003E: berfungsi untuk menunjang kegiatan yang mendukung proses kegiatan belajar mengajar antara lain ruang ibadah, ruang serbaguna, ruang koperasi sekolah, ruang UKS, ruang OSIS, ruang BP, WC\/jamban dan kamar mandi.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cb style=\"font-style: italic;\"\u003EPerabot\u003C\/b\u003E\u0026nbsp; Secara umum perabot sekolah mendukung tiga fungsi yaitu: fungsi pendidikan, fungsi administrasi, fungsi penunjang. Jenis perabot sekolah dikelompokkan menjadi tiga macam.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Ci\u003EPerabot pendidikan\u003C\/i\u003E adalah semua jenis mebel yang digunakan untuk proses kegiatan belajar mengajar. Adapun jenis bentuk dan ukurannya mengacu pada kegiatan itu sendiri.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Ci\u003EPerabot administrasi\u003C\/i\u003E: adalah perabot yang digunakan untuk mendukung kegiatan kantor. Jenis perabot ini banyak sekali ragam dan jenisnya.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPerabot penunjang: adalah perabot yang digunakan atau dibutuhkan dalam ruang penunjang seperti perabot perpustakaan, perabot UKS, perabot OSIS dan sebagainya.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cb style=\"font-style: italic;\"\u003EAlat dan media pendidikan \u003C\/b\u003ESetiap mata pelajaran sekurang-kurangnya memiliki satu jenis alat peraga praktek yang sesuai dengan keperluan pendidikan dan pembelajaran, sehingga proses pembelajaran tersebut akan berjalan dengan optimal.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Ci\u003EBuku atau bahan pembelajaran\u003C\/i\u003E adalah sekumpulan bahan pelajaran yang digunakan dalam kegiatan proses belajar mengajar\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Ci\u003EBuku pegangan \u003C\/i\u003Edigunakan oleh guru dan peserta didik sebagai acuan dalam pembelajaran yang bersifat normatif, adaptif dan produktif.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Ci\u003EBuku pelengkap\u003C\/i\u003E digunakan oleh guru untuk memperluas dan memperdalam penguasaan materi\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Ci\u003EBuku sumber\u003C\/i\u003E digunakan oleh guru dan peserta didik untuk memperoleh kejelasan informasi mengenai suatu ilmu\/keterampilan.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Ci\u003EBuku bacaan\u003C\/i\u003E dapat digunakan oleh gutru dan peserta didiksebagai bahan bacaan tambahan untuk memperluas pengetahuan dan wawasan serta sebagai bahan bacaan (fiksi) yang bersifat relatif\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/8581351183932862607\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/01\/definisi-sarana-dan-prasarana-dalam.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8581351183932862607"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8581351183932862607"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/01\/definisi-sarana-dan-prasarana-dalam.html","title":"Definisi Sarana dan Prasarana Dalam Pendidikan"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-yhtcT2C2NCw\/XEMIJKdL1_I\/AAAAAAAAAew\/WoOxR1uwtc4Z7G0xPdVx0te1hucBro4MwCLcBGAs\/s72-c\/Definisi-Sarana-%2Bdan-Prasarana-%2BDalam-Pendidikan.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-2305091916706351473"},"published":{"$t":"2019-01-19T10:19:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2019-01-19T10:21:13.917+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Berita"}],"title":{"type":"text","$t":"Peningkatan Kompetensi di Era Zonasi Diawali dari Kepala sekolah"},"content":{"type":"html","$t":"Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan kabupaten\/kota mulai menggodok jadwal dan gelombang pelatihan guru berbasis zonasi. Targetnya adalah penguatan guru-guru ini di setiap mata pelajaran dan level di zona masing-masing.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Osrds45XLLY\/XEKIJRBaMlI\/AAAAAAAAAeU\/wHxxLzOqzRoGrwLfv8o-89CP34z4DYIlgCLcBGAs\/s1600\/Peningkatan-%2BKompetensi-di%2BEra-Zonasi-Diawali-dari-Kepala-sekolah.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Peningkatan Kompetensi di Era Zonasi Diawali dari Kepala sekolah\" border=\"0\" data-original-height=\"390\" data-original-width=\"600\" height=\"260\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Osrds45XLLY\/XEKIJRBaMlI\/AAAAAAAAAeU\/wHxxLzOqzRoGrwLfv8o-89CP34z4DYIlgCLcBGAs\/s400\/Peningkatan-%2BKompetensi-di%2BEra-Zonasi-Diawali-dari-Kepala-sekolah.jpg\" title=\"Peningkatan Kompetensi di Era Zonasi Diawali dari Kepala sekolah\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003EIdealnya, disetiap zona terdapat guru-guru inti. Pada level PAUD dan SD guru-guru inti akan menularkan ilmu lewat Kelompok Kerja Guru dan pada level SMP, SMA, dan SMK melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran [1]\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKemdikbud\u0026nbsp; dan pemerintah DKI Jakarta\u0026nbsp; telah menandatangani nota kesepahaman terkait penganggaran bersama pelatihan kepala sekolah dan pengawas. Kedua profesi ini merupakan pimpinan dalam komunitas sekolah sehingga apabila mereka dilatih terlebih dahulu, ke depannya bisa memberi wawasan kepada guru-guru di sekolah. Bagi daerah lain, nota kesepahaman ini bisa menjadi inspirasi untuk mengalokasikan anggaran untuk peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPada tahun 2018 Kemdikbud mencatat terdapat 230.000 kepala sekolah yang belum mendapat pelatihan melalui penguatan kompetensi. Apabila kepala sekolah tidak dimutakhirkan keterampilannya, persepsi pemajuan proses pendidikan dikhawatirkan tidak sesuai dengan visi dan misi pendidikan masa depan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPada tahun 2018 telah terjadi perubahan materi pelatihan guru, kepala sekolah, dan pengawas. Pendekatan yang dipakai kini adalah cara berpikir tingkat tinggi yang fleksibel. Hal ini karena sesuai dengan kompetensi abad ke-21 yang mengedepankan rasionalitas, analisis, empati, kreativitas, komunikasi, dan kerjasama [1]\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-8rjp90-rn8I\/XEKIlM6vqJI\/AAAAAAAAAec\/QhwfEebRwTUTYUwcwPG-j_Q8XwjogLZVQCLcBGAs\/s1600\/Peningkatan-%2BKompetensi-di%2BEra-Zonasi-Diawali-dari-Kepala-sekolah..jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Peningkatan Kompetensi di Era Zonasi Diawali dari Kepala sekolah\" border=\"0\" data-original-height=\"450\" data-original-width=\"600\" height=\"240\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-8rjp90-rn8I\/XEKIlM6vqJI\/AAAAAAAAAec\/QhwfEebRwTUTYUwcwPG-j_Q8XwjogLZVQCLcBGAs\/s320\/Peningkatan-%2BKompetensi-di%2BEra-Zonasi-Diawali-dari-Kepala-sekolah..jpg\" title=\"Peningkatan Kompetensi di Era Zonasi Diawali dari Kepala sekolah\" width=\"320\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKewenangan pemerintah pusat adalah menyediakan modul dan standar pelatihan. Terdapat pula widyaiswara yang akan diturunkan untuk melatih guru-guru inti. Adapun jadwal pelatihan dan kuota setiap gelombang ditentukan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) di setiap propinsi. Setiap anggota komunitas pendidikan mengetahui fungsi masing-masing, juga supaya membuat pemerintah daerah taat azas dan melangsungkan pelatihan berkualitas. [2]\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSelain pelatihan dari pemerintah, organisasi-organisasi profesi guru juga didorong untuk menyelenggarakan pelatihan mandiri agar penguatan kompetensi guru bisa dibenahi bersama-sama, tidak tergantung pada pemerintah. Guru-guru inti akan menjadi ujung tombak pelatihan di 2.580 zona.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDKI Jakarta selama tahun 2019 akan diadakan pelatihan sebanyak 25 angkatan. Perinciannya adalah 20 angkatan untuk pelatihan penguatan kepala sekolah, tiga angkatan untuk pelatihan kepemimpinan kepala sekolah, dan dua angkatan pelatihan pengawas sekolah. Keefektifan keterampilan guru akan diukur melalui perubahan pada siswa yang akan diuji oleh \u003Ci\u003EAustralian Council Educational Research.\u003C\/i\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ci\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/i\u003E\n\u003Ci\u003E------------------------------\u003C\/i\u003E\u003Cbr \/\u003E\n[1] Supriano (Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud) Kompas\/19\/01\/2019\u003Cbr \/\u003E\n[2] Temu Ismail (Kabag Hukum Tata Laksana Kepegawaian Ditjen GTK Kemdikbud) Kompas\/19\/01\/2019"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/2305091916706351473\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/01\/peningkatan-kompetensi-di-era-zonasi.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2305091916706351473"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2305091916706351473"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/01\/peningkatan-kompetensi-di-era-zonasi.html","title":"Peningkatan Kompetensi di Era Zonasi Diawali dari Kepala sekolah"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Osrds45XLLY\/XEKIJRBaMlI\/AAAAAAAAAeU\/wHxxLzOqzRoGrwLfv8o-89CP34z4DYIlgCLcBGAs\/s72-c\/Peningkatan-%2BKompetensi-di%2BEra-Zonasi-Diawali-dari-Kepala-sekolah.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-8131724836601324268"},"published":{"$t":"2019-01-18T19:26:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2019-01-18T19:36:43.514+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Peraturan"}],"title":{"type":"text","$t":"Permendikbud Nomor 51 Tahun 2015 Perketat Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru"},"content":{"type":"html","$t":"Aturan mengenai zonasi diperkuat melalui \u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1VOa7Sa-5nKw2M77kyutFk9oJifRqUOGh\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cspan style=\"color: blue;\"\u003EPeraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2018 tentang penerimaan peserta didik baru\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E. Melalui aturan ini, potensi kecurangan jual beli kursi sekolah dan penerimaan siswa tidak berdasarkan jarak rumah kesekolah bisa diantisipasi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-wC2ScY8ySLY\/XEG2mYiz9wI\/AAAAAAAAAd4\/RQYUQ78iFlYx8WaawrdgduoJ6QViMIBvACLcBGAs\/s1600\/Permendikbud-Nomor-51-Tahun-2015-Perketat-Zonasi-Penerimaan-Peserta-Didik-Baru.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Permendikbud Nomor 51 Tahun 2015 Perketat Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru\" border=\"0\" data-original-height=\"252\" data-original-width=\"600\" height=\"267\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-wC2ScY8ySLY\/XEG2mYiz9wI\/AAAAAAAAAd4\/RQYUQ78iFlYx8WaawrdgduoJ6QViMIBvACLcBGAs\/s640\/Permendikbud-Nomor-51-Tahun-2015-Perketat-Zonasi-Penerimaan-Peserta-Didik-Baru.png\" title=\"Permendikbud Nomor 51 Tahun 2015 Perketat Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\nPermendikbud 51 tahun 2018 merupakan penyempurnaan dari Permendikbud 14 tahun 2018 tentang PPDB (Penerimaan Peserta Dididk Baru) setelah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan evaluasi dari sistem zonasi pada tahun ajaran 2018\/2019.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDengan aturan baru ini, targetnya adalah sekolah yang proaktif mendata calon siswa berdasarkan data sebaran anak usia sekolah milik dinas pendidikan di kabupaten\/kota dan provinsi. Aturan menegaskan bahwa syarat PPDB adalah jarak rumah ke sekolah, bukan nilai rapor maupun Ujian Nasional. Sekolah wajib menerapkan PPDB berbasis zonasi untuk 90 persen dari siswa baru. Jalur prestasi akademik dan non akademik memiliki kuota tersendiri, yaitu 5 persen. Dapat pula dipakai untuk kuota 5 persen sisanya bagi pelajar yang mendaftar ke sekolah di luar zona mereka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nApabila tersisa satu kursi di sekolah sementara yang mendaftar lebih dari satu orang, sekolah bisa memilih siswa dengan nilai UN atau rapor lebih tinggi. Akan tetapi, sekolah tidak bisa menemukan batas minimal nilai UN dan rapor dalam melakukan seleksi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSistem zonasi bertujuan mendobrak mental \"sekolah favorit\" yang tertanam di benak masyarakat. Semua sekolah harus memiliki mutu pendidikan yang baik agar semua anak yang ada di zona bisa bersekolah di tempat terdekat dan dijamin tidak mengalami diskriminasi dalam dunia pendidikan, karena pendidikan sejatinya menambah mutu hidup manusia.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-bzM-GmaGy0I\/XEG3X3OW_3I\/AAAAAAAAAeA\/peZEXelrJDcZ_pYnTaFR__ybD9YytGkLACLcBGAs\/s1600\/Permendikbud-Nomor-51%2BTahun-2015-Perketat-Zonasi-Penerimaan-Peserta-Didik-Baru.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Permendikbud Nomor 51 Tahun 2015 Perketat Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru\" border=\"0\" data-original-height=\"451\" data-original-width=\"630\" height=\"457\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-bzM-GmaGy0I\/XEG3X3OW_3I\/AAAAAAAAAeA\/peZEXelrJDcZ_pYnTaFR__ybD9YytGkLACLcBGAs\/s640\/Permendikbud-Nomor-51%2BTahun-2015-Perketat-Zonasi-Penerimaan-Peserta-Didik-Baru.png\" title=\"Permendikbud Nomor 51 Tahun 2015 Perketat Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSekolah harus menetapkan keterbukaan informasi jumlah kursi siswa baru. Sekolah tidak lagi bisa berbohong soal jumlah kuota siswa baru. Misalnya jumlah kursi yang tersedia ada 300, tetapi sekolah mengumumkan hanya 200 ketika PPDB. Sisanya digunakan untuk praktik jual beli kursi. Sekolah tidak boleh membuka rombongan belajar atau kelas baru setelah PPDB ditutup atau pun di tengah tahun ajaran. Penambahan jumlah siswa setelah PPDB usai merupakan tanda kemungkinan praktik kecurangan telah terjadi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSistem zonasi diterapkan di semua wilayah, kecuali di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal karena faktor geografis yang sukar. Selain itu, sekolah berasrama dan satuan pendidikan kerja sama yang mengombinasikan kurikulum nasional dengan internasional juga tidak mempraktikkan zonasi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nUntuk mencegah orang tua memindahkan domisili pada akhir tahun pelajaran demi mengincar sekolah tertentu, sekolah memiliki aturan tidak menerima siswa baru di kelas VI dan IX. Sekolah juga tidak bisa menerima siswa pindahan apabila tidak ada kursi kosong. Demikian pula, Surat Keterangan Tanda Miskin (SKTM) mulai tahun 2019 tidak sah sebagai lampiran berkas pendaftaran sekolah. Alasannya karena berkaca pada pengalaman terdahulu,\u0026nbsp; SKTM sangat mudah dipalsukan. Dengan kewajiban kuota zonasi 90 persen semua anak usia didik di wilayah mendapat sekolah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nHendaknya ada pengoptimalan sekolah-sekolah swasta yang memenuhi standar pelayanan minimal. Tujuan zonasi menghapus diskriminal pendidikan turut berlaku bagi sekolah swasta. Mereka yang mampu memberi pelayanan sesuai standar minimal hendaknya disubsidi agar memperbaiki mutu pembelajaran beserta sarana prasarananya sehingga siswa nyaman bersekolah di sana. Hal ini juga menghilangkan kasta anatara sekolah negeri dan swasta."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/8131724836601324268\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/01\/permendikbud-nomor-51-tahun-2015.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8131724836601324268"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8131724836601324268"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/01\/permendikbud-nomor-51-tahun-2015.html","title":"Permendikbud Nomor 51 Tahun 2015 Perketat Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-wC2ScY8ySLY\/XEG2mYiz9wI\/AAAAAAAAAd4\/RQYUQ78iFlYx8WaawrdgduoJ6QViMIBvACLcBGAs\/s72-c\/Permendikbud-Nomor-51-Tahun-2015-Perketat-Zonasi-Penerimaan-Peserta-Didik-Baru.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-8039587641070696723"},"published":{"$t":"2019-01-15T20:42:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2019-01-15T20:42:23.010+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Seputar Edukasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Pentingnya Pendidikan Kebencanaan Dimasukkan ke Semua Mata Pelajaran"},"content":{"type":"html","$t":"Pendidikan mitigasi bencana hendaknya dimasukkan ke dalam semua mata pelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, dan kebiasaan sehari-hari warga sekolah. Dalam penerapannya memang harus ada persepsi kolaboratif dan lintas disipliner di kalangan guru. \u003Ca href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Persiapan_bencana#Mitigasi\" target=\"_blank\"\u003EMitigasi bencana\u003C\/a\u003E sendiri adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-ff5tT9l6KnM\/XD3TIhbTGlI\/AAAAAAAAAdQ\/JI3r48h-YMwAeI2w-SpPv2jZjaIdnMZ-QCLcBGAs\/s1600\/Pentingnya-Pendidikan-Kebencanaan-Dimasukkan-ke%2BSemua-Mata-Pelajaran.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Pentingnya Pendidikan Kebencanaan Dimasukkan ke Semua Mata Pelajaran\" border=\"0\" data-original-height=\"337\" data-original-width=\"600\" height=\"223\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-ff5tT9l6KnM\/XD3TIhbTGlI\/AAAAAAAAAdQ\/JI3r48h-YMwAeI2w-SpPv2jZjaIdnMZ-QCLcBGAs\/s400\/Pentingnya-Pendidikan-Kebencanaan-Dimasukkan-ke%2BSemua-Mata-Pelajaran.jpg\" title=\"Pentingnya Pendidikan Kebencanaan Dimasukkan ke Semua Mata Pelajaran\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\nPendidikan sejatinya untuk memanusiakan manusia dan menyelamatkan manusia dari risiko bencana, baik bencana alam maupun bencana sosial. Mitigasi bencana merupakan pengetahuan yang harus dipahami oleh masyarakat Nusantara karena posisi Indonesia di Cincin Api. Terlebih, setiap wilayah memiliki jenis-jenis bencana yang spesifik.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPendidikan mitigasi bencana bersifat lintas disipliner. Sebaiknya pendidikan mitigasi bencana tidak hanya dimasukkan ke dalam satu mata pelajaran saja karena berisiko ada jenjang pendidikan tertentu yang tidak mendapatkan pelajaran tersebut sehingga tidak memiliki pemahaman mitigasi bencana.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPenjelasan hubungan antara mata pelajaran yang diampu dengan mitigasi bencana. Misalnya, pelajaran mengenai urutan bilangan untuk kelas I SD. Mengurutkan bilangan adalah cara siswa belajar mengenai proses, logika, dan sebab akibat. Di dalam pelajaran bisa disisipkan kronologi proses dalam kehidupan sehari-hari, termasuk mitigasi bencana.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSiswa belajar urutan penebangan pohon secara sembarangan mengakibatkan air hujan tidak teresap dan terikat baik oleh tanah, Akibatnya, terjadi longsor dan banjir. Pada pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat dibahas mengenai berbagai undang-undang yang mengamanatkan pelestarian lingkungan hidup, keadilan sosial, dan pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab. Demikian pula pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPertanyaan sederhana mengenai bahan-bahan pembuat rumah yang kemudian dilanjutkan dengan analisa cara menambang pasir atau pun mendapatkan batang kayu tanpa menimbulkan kerusakan permanen. Siswa dibiasakan mengerti proses terjadinya suatu peristiwa maupun produksi barang-barang yang lekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKurikulum merupakan semua aspek pendidikan. Tidak hanya buku teks, tetapi juga cara guru mengajar, dan segala kegiatan yang dilakukan di sekolah. Butuh kompetensi guru bisa mengajar secara kolaboratif, yaitu memahami inti sebuah fenomena dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari hari, juga mengerti atau setidaknya mengetahui persepsi ilmu-ilmu lain terkait fenomena itu.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTantangan pengembangan kurikulum tematik dan sesuai dengan pembelajaran abad ke-21 ialah apabila masyarakat, terutama guru dan orang tua, masih terperangkap pada pandangan ilmu parsial. Persepsi ini mengasumsi bahwa setiap ilmu berdiri sendiri dan tidak saling terkait.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPendidikan masyarakat mengenai perubahan pandangan terhadap bencana harus ditingkatkan. Di sisi lain, koordinasi antar setiap aspek pendidikan mulai dari tata ruang sekolah hingga kompetensi guru juga harus berkesinambungan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-yYzsJ_ZUu70\/XD3UjsCPAgI\/AAAAAAAAAdc\/WuzYNWVTByEbQaT7iT_2bdbcC0n704L8gCLcBGAs\/s1600\/Pentingnya-%2BPendidikan-%2BKebencanaan-%2BDimasukkan-ke%2BSemua-Mata-Pelajaran.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Pentingnya Pendidikan Kebencanaan Dimasukkan ke Semua Mata Pelajaran\" border=\"0\" data-original-height=\"450\" data-original-width=\"600\" height=\"300\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-yYzsJ_ZUu70\/XD3UjsCPAgI\/AAAAAAAAAdc\/WuzYNWVTByEbQaT7iT_2bdbcC0n704L8gCLcBGAs\/s400\/Pentingnya-%2BPendidikan-%2BKebencanaan-%2BDimasukkan-ke%2BSemua-Mata-Pelajaran.jpg\" title=\"Pentingnya Pendidikan Kebencanaan Dimasukkan ke Semua Mata Pelajaran\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\nPara ahli geografi telah merekomendasikan rencana jangka pendek bagi pemerintah agar memperkenalkan materi geografi kepada semua jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMP sederajat. Selama ini, geografi hanya diajarkan di SMA untuk jurusan IPS. Jurusan IPA dan Bahasa, siswa SMK tidak mendapatkan pengetahuan tersebut. Materi mitigasi kebencanaan sangat cocok dimasukkan ke dalam pelajaran di sekolah dasar. Misalnya di Aceh, materi mngenai \u003Ci\u003Esmong \u003C\/i\u003E(tsunami)\u003Ci\u003E\u0026nbsp;\u003C\/i\u003Ediajar\u0026nbsp; melalui lagu-lagu di TK dan SD.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMateri IPS kelas VII ada materi tentang situasi sumber daya alam di Indonesia. Hal ini cocok digunakan membahas soal mitigasi bencana. Apalagi ditambah dengan ekstrakurikuler pramuka sejak SD. Termasuk ekstrakurikuler Palang Merah Remaja, Kelompok Ilmiah Remaja, dan pecinta alam di sekolah menengah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nCara mengajar IPS dan geografi pun harus berubah total. Tidak sekadar menghafal nama-nama sungai, laut, gunung, dan danau di Indonesia, melainkan membahas risiko bencana apabila tidak ada mitigasi. Perlu juga mengetahui pendapat siswa mengenai pengamatan mereka terkait mitigasi bencana\u0026nbsp; di lingkungan sekitar serta intervensi yang bisa mereka lakukan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPada rencana jangka panjang secara formal memasukkan materi mitigasi kebencanaan yang terperinci ke dalam kurikulum. Proses ini perlu waktu dalam perumusannya."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/8039587641070696723\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/01\/pentingnya-pendidikan-kebencanaan.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8039587641070696723"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8039587641070696723"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/01\/pentingnya-pendidikan-kebencanaan.html","title":"Pentingnya Pendidikan Kebencanaan Dimasukkan ke Semua Mata Pelajaran"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-ff5tT9l6KnM\/XD3TIhbTGlI\/AAAAAAAAAdQ\/JI3r48h-YMwAeI2w-SpPv2jZjaIdnMZ-QCLcBGAs\/s72-c\/Pentingnya-Pendidikan-Kebencanaan-Dimasukkan-ke%2BSemua-Mata-Pelajaran.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-5379878823637983905"},"published":{"$t":"2019-01-14T20:56:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2019-01-14T20:56:22.448+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Peraturan"}],"title":{"type":"text","$t":"Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 35 Tahun 2018 Tentang  Perubahan Dalam Kurikulum 2013"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cb\u003EPengertian Kurikulum\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nUndang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-7J2qlgGC5EE\/XDyF2pHjH0I\/AAAAAAAAAc8\/qDO24l6TEgwDJEbnvmEg70NIWJ0gd2s6ACLcBGAs\/s1600\/Peraturan-Menteri-Pendidikan-dan-Kebudayaan-Nomor-35-Tahun-2018-Tentang-Perubahan-Dalam-Kurikulum-2013.png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 35 Tahun 2018 Tentang  Perubahan Dalam Kurikulum 2013\" border=\"0\" data-original-height=\"548\" data-original-width=\"994\" height=\"352\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-7J2qlgGC5EE\/XDyF2pHjH0I\/AAAAAAAAAc8\/qDO24l6TEgwDJEbnvmEg70NIWJ0gd2s6ACLcBGAs\/s640\/Peraturan-Menteri-Pendidikan-dan-Kebudayaan-Nomor-35-Tahun-2018-Tentang-Perubahan-Dalam-Kurikulum-2013.png\" title=\"Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 35 Tahun 2018 Tentang  Perubahan Dalam Kurikulum 2013\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\nBerdasarkan pengertian tersebut, ada dua dimensi kurikulum, yang pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKurikulum 2013 yang diberlakukan mulai tahun ajaran 2013\/2014 memenuhi kedua dimensi tersebut.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ERasional Pengembangan Kurikulum 2013\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan faktor-faktor sebagai berikut:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTantangan Internal\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ci\u003ETantangan Internal \u003C\/i\u003Eantara lain terkait dengan kondisi pendidikan dikaitkan dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ci\u003ETantangan internal\u003C\/i\u003E lainnya terkait dengan perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif (15 - 64 tahun) lebih banyak dari usia tidak produktif (anak-anak berusia 0-14 tahun dan orang tua berusia 65 tahun keatas).\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nJumlah penduduk usia produktif ini akan mencapai 70%. Oleh sebab itu tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana mengupayakan agar sumberdaya manusia usia produktif yang melimpah yang memiliki kompetensi dan keterampilan melalui pendidikan agar tidak menjadi beban.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTantangan Eksternal\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ci\u003ETantangan Eksternal\u0026nbsp;\u003C\/i\u003E\u0026nbsp;antara lain terkait dengan arus globalisasi dan berbagai isu yang terkait dengan masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan industri kreatif dan budaya, dan perkembangan pendidikan di tingkat internasional.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nArus globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat dari agraris dan perniagaan tradisional menjadi masyarakat industri dan perdagangan modern seperti dapat terlihat di \u003Ci\u003EWorld Trade Organization \u003C\/i\u003E(WTO)\u003Ci\u003E, Association of Southeast Asian Nations \u003C\/i\u003E(ASEAN)\u003Ci\u003E Community, Asia-Facific Economic Cooperation \u003C\/i\u003E(APEC)\u003Ci\u003E, dan \u003C\/i\u003EASEAN\u003Ci\u003E Free Trade Area \u003C\/i\u003E(AFTA)\u003Ci\u003E.\u003C\/i\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ci\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/i\u003E\n\u003Ci\u003ETantangan eksternal\u003C\/i\u003E juga terkait dengan pergeseran kekuatan ekonomi dunia, pengaruh dan imbas teknosains serta mutu, investasi, dan transformasi bidang pendidikan.Keikutsertaan Indonesia di dalam \u003Ci\u003EStudy International Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS)\u003C\/i\u003E dan \u003Ci\u003EProgram for International Student Assessment (PISA) \u003C\/i\u003Esejak tahun 1999 juga menunjukkan bahwa capaian anak-anak Indonesia tidak menggembirakan dalam beberapa kali laporan yang dikeluarkan TIMSS dan PISA. Hal ini di sebabkan antara lain banyaknya materi uji yang ditanyakan di TIMSS dan PISA tidak terdapat dalam kurikulum Indonesia.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPenyempurnaan Pola Pikir\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKurikulum 2013 dikembangkan dengan penyempurnaan pola pikir sebagai berikut:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003Epenguatan pola pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Peserta didik harus memiliki pilihan-pilihan terhadap materi yang dipelajari dan gaya belajarnya\u0026nbsp; (learning style) untuk memiliki kompetensi yang sama;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Epenguatan pola pembelajaran interaktif (interaktif guru-peserta didik-masyarakat-lingkungan alam, sumber\/media lainnya);\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Epenguatan pola pembelajaran secara jejaring (peserta didik dapat menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja yang dapat dihubungi serta diperoleh melalui internet)\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Epenguatan pembelajaran aktif-mencari (pembelajaran siswa aktif mencari semakin diperkuat dengan pendekatan pembelajaran saintifik);\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Epenguatan pola belajar sendiri dan kelompok (berbasis tim);\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Epenguatan pembelajaran berbasis multimedia;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Epenguatan pola pembelajaran berbasis klasikal-massal dengan dengan tetap memperhatikan pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap peserta didik;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Epenguatan pola pembelajaran ilmu pengetahuan jamak (\u003Ci\u003Emultidisciplines\u003C\/i\u003E); dan\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Epenguatan pola pembelajaran kritis.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\nPenguatan Tata Kelola Kurikulum\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKurikulum 2013 dilakukan penguatan tata kelola sebagai berikut:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003Epenguatan tata kerja guru lebih bersifat kolaboratif;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Epenguatan manajemen sekolah melalui penguatan kemampuan manajemen kepala sekolah sebagai pimpinan kependidikan (\u003Ci\u003Eeducational leader\u003C\/i\u003E); dan\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Epenguatan sarana dan prasarana untuk kepentingan manajemen dan proses pembelajaran.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\nPenguatan Materi\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPenguatan materi dilakukan dengan cara pengurangan materi yang tidak relevan serta pendalaman dan perluasan materi yang relevan bagi peserta didik.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKarakteristik Kurikulum 2013\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSelengkapnya karakteristik kurikulum 2013 dan seterusnya dapat di baca pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 35 Tahun 2018 tentang\u0026nbsp; Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama \/Madrasah Tsanawiyah :\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1SLcNHNEMU1Wtk7-JdGxAYiguJ-7FX_VZ\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"\u003EPeraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 35 Tahun 2018  tentang Perubahan Kurikulum 2013\u003C\/a\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/5379878823637983905\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/01\/peraturan-menteri-pendidikan-dan.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5379878823637983905"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5379878823637983905"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/01\/peraturan-menteri-pendidikan-dan.html","title":"Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 35 Tahun 2018 Tentang  Perubahan Dalam Kurikulum 2013"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-7J2qlgGC5EE\/XDyF2pHjH0I\/AAAAAAAAAc8\/qDO24l6TEgwDJEbnvmEg70NIWJ0gd2s6ACLcBGAs\/s72-c\/Peraturan-Menteri-Pendidikan-dan-Kebudayaan-Nomor-35-Tahun-2018-Tentang-Perubahan-Dalam-Kurikulum-2013.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-8494465562078357782"},"published":{"$t":"2019-01-11T23:14:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2019-01-11T23:18:23.963+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Peraturan"}],"title":{"type":"text","$t":"Kriteria Penerima dan Mekanisme Penyaluran Tunjangan Profesi Guru Tahun 2019"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\nA. Tujuan\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;Penyaluran tunjangan profesi guru bertujuan untuk :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/--HIt3dkRCLc\/XDivFxkp7II\/AAAAAAAAAco\/1RW_9QZfl_kA7MTO2fGtjnm5uZg4Hhs9ACLcBGAs\/s1600\/Kriteria-Penerima-dan-Mekanisme-Penyaluran-Tunjangan-Profesi-Guru.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Kriteria Penerima dan Mekanisme Penyaluran Tunjangan Profesi Guru Tahun 2019\" border=\"0\" data-original-height=\"600\" data-original-width=\"1183\" height=\"324\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/--HIt3dkRCLc\/XDivFxkp7II\/AAAAAAAAAco\/1RW_9QZfl_kA7MTO2fGtjnm5uZg4Hhs9ACLcBGAs\/s640\/Kriteria-Penerima-dan-Mekanisme-Penyaluran-Tunjangan-Profesi-Guru.png\" title=\"Kriteria Penerima dan Mekanisme Penyaluran Tunjangan Profesi Guru Tahun 2019\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EMemberikan penghargaan kepada guru PNSD sebagai tenaga profesional dalam melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi\u0026nbsp; manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahklak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Emengankat martabat guru PNSD, meningkatkan kompetensi guru PNSD, memajukan profesi guru PNSD, meningkatkan mutu pembelajaran, dan meningkatkan pelayanan pendidikan yang bermutu; dan\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Emembiayai pelaksanaan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan yang mendukung pelaksanaan tugas sebagai guru PNSD profesional.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\nB. Kriteria Penerima Tunjangan Profesi\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;Kriteria Guru PNSD penerima Tunjangan Profesi sebagai berikut:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003Eberstatus sebagai\u0026nbsp; guru PNSD yang diangkat oleh Pemerintah Daerah dan mengajar pada sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah yang tercatat pada Dapodik;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Eaktif mengajar sebagai guru mata pelajaran\/Guru kelas atau aktif membimbing sebagai guru bimbingan konseling\/guru teknologi informasi dan komunikasi, pada satuan pendidikan yang sesuai dengan peruntukan Sertifikat pendidik yang dimiliki;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Ememiliki satu atau lebih sertifikat pendidik;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Ememiliki Nomor Registrasi Guru (NRG) yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Ememenuhi beban kerja guru PNSD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Ememiliki nilai hasil penilaian kinerja paling rendah dengan sebutan \"Baik\";\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Emengajar dikelas sesuai rasio Guru dan siswa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Etidak beralih status dari Guru, Guru yang diberi tugas sebagai kepala satuan pendidikan, Guru yang mendapat tugas tambahan atau Guru yang diangkat sebagai pengawas satuan pendidikan; dan\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Etidak terikat sebagai tenaga tetap pada instansi selain satuan pendidikan bagi Guru PNSD atau dinas pendidikan bagi pengawas sekolah.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; Ketentuan pada angka 1 sanpai dengan angka 9 berlaku juga bagi;\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003Eguru yang mengikuti program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dengan pola Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) paling banyak 100 (seratus) jam (14 hari kalender) dalam bulan yang sama, dan mendapat izin\/persetujuan dari dinas pendidikan setempat;\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EGuru berstatus CPNSD, maka tunjangan profesinya dibayarkan sebesar 80% dari gaji pokoknya;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EGuru PNSD dalam golongan ruang II;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPNSD dalam golongan ruang II, III, atau IV yang diberi tugas mengajar pada satuan pendidikan, maka tunjangan profesinya akan dibayarkan setelah ada perubahan menjadi jabatan fungsional guru berdasarkan Surat Keputusan dari Badan Kepegawaian Negara; dan\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EGuru PNSD yang berdasarkan kepentingan\u0026nbsp; nasional dan merupakan Guru Garis Depan (GGD), dapat serta merta menerima Tunjangan Profesi selama 2 (dua) tahun sejak yang bersangkutan bertugas dilokasi penempatan pada bulan tahun berkenaan, dan\/atau sesuai dengan ketersediaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Selanjutnya, GGD tersebut tetap menerima Tunjangan Profesi pada tahun ketiga dan seterusnya apabila yang bersangkutan memenuhi kriteria penerima Tunjangan Profesi.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\nC. Mekanisme Penyaluran Tunjangan Profesi\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nUntuk lebih lengkap dan jelas\u0026nbsp; mengenai kriteria penerima dan mekanisme penerimaan tunjangan profesi\u0026nbsp; guru\u0026nbsp; dapat di unduh pada link\u0026nbsp; berikut yang terdiri dari Permendikbud No 33 tahun 2018 dan lampirannya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n-\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1rsrMsmiVKHr_ANOQHbHHVg8m8uOrcDTl\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"\u003EPermendikbud Nomor 33 Tahun 2018 tentang Tunjangan Profesi Guru\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n-\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1rQI48R96R4K1GQ9-_conGUK1oPJAuC_N\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"\u003ELampiran I Permendikbu Nomor 33 tahun 2018\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n-\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1X1lvWnigXBHIyhco1_s_eds5zsTjKYdd\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"\u003ELampiran II Permendikbud Nomor 33 tahun 2018\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n-\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1xpQNlpPN3U4j3vYyuqp8yFmI8ZTEk82N\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"\u003ELampiran III Permendikbud Nomor 33 tahun 2018\u003C\/a\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/8494465562078357782\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/01\/kriteria-penerima-dan-mekanisme.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8494465562078357782"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8494465562078357782"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2019\/01\/kriteria-penerima-dan-mekanisme.html","title":"Kriteria Penerima dan Mekanisme Penyaluran Tunjangan Profesi Guru Tahun 2019"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/--HIt3dkRCLc\/XDivFxkp7II\/AAAAAAAAAco\/1RW_9QZfl_kA7MTO2fGtjnm5uZg4Hhs9ACLcBGAs\/s72-c\/Kriteria-Penerima-dan-Mekanisme-Penyaluran-Tunjangan-Profesi-Guru.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-6453929472965369726"},"published":{"$t":"2018-11-08T22:11:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2018-11-08T22:11:41.642+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"LKPD IPS 7 SMP"}],"title":{"type":"text","$t":"Lembar Kerja Peserta Didik Kondisi Geologi Indonesia"},"content":{"type":"html","$t":"Bumi tempat kita hidup, tidak bulat secarah utuh, tetapi terdiri atas lempengan yang bergerak terhadap satu dan lainnya. Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik besar yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Lempeng Pasifik.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nLempeng Indo-Australia bertumbukan dengan Lempeng Eurasia di lepas pantai Sumatera, Jawa, dan Nusa Tenggara. Lempeng Pasifik bertumbukan dengan Eurasia di utara Papua dan Maluku Utara. Tumbukan lempeng tersebut kemudian membentuk rangkaianpegunungan yang sebagaian menjadi gunung api di sepanjang Pulau Sumatera, Jawa, dan Nusa Tenggara.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-B8DJ5XT2Cv8\/W-QvKEe3IjI\/AAAAAAAAAbs\/urSajPcGMx8XqIdCu6Iw29J8zBofVyrSQCLcBGAs\/s1600\/Lembar-Kerja-Peserta-%2BDidik-Kondisi-%2BGeologi-Indonesia.gif\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Lembar Kerja Peserta Didik Kondisi Geologi Indonesia\" border=\"0\" data-original-height=\"270\" data-original-width=\"461\" height=\"372\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-B8DJ5XT2Cv8\/W-QvKEe3IjI\/AAAAAAAAAbs\/urSajPcGMx8XqIdCu6Iw29J8zBofVyrSQCLcBGAs\/s640\/Lembar-Kerja-Peserta-%2BDidik-Kondisi-%2BGeologi-Indonesia.gif\" title=\"Lembar Kerja Peserta Didik Kondisi Geologi Indonesia\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003ESelain terbentuk pegunungan dan gunung api, tumbukan antar lempeng juga menghasilkan fenomena gempa bumi. Gempa bumi terjadi karena lempeng yang saling bertumbukan kemudian menghasilkan getaran yang sampai ke permukaan bumi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nIndonesia merupakan salah satu negara yang sering mengalami gempa bumi, terutama pulau-pulau sepanjang pertemuan lempeng Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Maluku dan Sulawesi. Gempa yang terjadi dapat dibedakan menjadi gempa tektonik maupun\u0026nbsp; vulkanik. Gempa tektonik adalah gempa karena pergerakan lempeng tektonik, sedangkan gempa vulkanik adalah gempa yang terjadi karena adanya aktivitas kegunungapian.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nGempa bumi dapat menimbulkan bencana lainnya yaitu Tsunami. Goncangan akibat gempa bumi membuat gerakan tanah di dasar laut, sehingga menimbulkan gelombang. Ketika sampai dipantai, gelombang tersebut semakin besar dan menimbulkan bencana tsunami.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSelain gempa bumi, Indonesia juga rawan akan bencana letusan gunung api. Gunung berapi adalah lubang kepundan atau rekahan dalam kerak bumi tempat keluarnya cairan magma atau gas atau cairan lainnya kepermukaan bumi. Ciri gunung berapi adalah adanya kawah atau rekahan. Sewaktu-waktu gunung berapi tersebut dapat meletus.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: left;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-qCmk-hk615s\/W-Q6WmpsbZI\/AAAAAAAAAcA\/er5K5T3zn-Yv3N36961AyBWTvSFmy7n-QCLcBGAs\/s1600\/Lembar-Kerja-Peserta-%2BDidik-Kondisi-%2BGeologi-Indonesia..gif\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Lembar Kerja Peserta Didik Kondisi Geologi Indonesia\" border=\"0\" data-original-height=\"477\" data-original-width=\"747\" height=\"408\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-qCmk-hk615s\/W-Q6WmpsbZI\/AAAAAAAAAcA\/er5K5T3zn-Yv3N36961AyBWTvSFmy7n-QCLcBGAs\/s640\/Lembar-Kerja-Peserta-%2BDidik-Kondisi-%2BGeologi-Indonesia..gif\" title=\"Lembar Kerja Peserta Didik Kondisi Geologi Indonesia\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSebagian gunung yang ada di Indonesia merupakan gunung berapi yang aktif. Ciri gunung berapi yang aktif adalah adanya aktivitas kegunungapian seperti semburan gas, asap, dan material dari dalam gunung berapi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDi Indonesia, sebagian besar gunung berapi tersebar di sepanjang Pulau Sumatera, Jawa, sampai Nusa Tenggara. Gunung berapi juga banyak ditemui di Pulau Sulawesi dan Maluku. Beberapa gunung berapi di Nusantara sangat terkenal di dunia karena letusannya yang sangat dahsyat, yaitu gunung berapi Tambora dan Krakatau.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nGunung berapi adalah lubang kepundan atau rekahan dalam kerak bumi tempat keluarnya cairan magma atau gas atau cairan lainnya ke permukaan bumi. Ciri gunung berapi adalah adanya kawah atau rekahan. Sewaktu-waktu gunung berapi tersebut dapat meletus. \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nRincian Kegiatan\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EBaca materi pelajaran diatas !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPerhatikan peta persebaran gunung berapi di Indonesia !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETentukan 10 nama gunung berapi yang terbentuk akibat tumbukan antara Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia !\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETentukan 5 nama gunung berapi yang terbentuk akibat tumbukan lempeng Pasifik dengan lempeng Pasifik !\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\nPertanyaan\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003ESebutkan 10 gunung berapi yang terbentuk akibat tumbukan antara Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia ?\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESebutkan 5 gunung berapi yang terbentuk akibat tumbukan Lempeng Pasifik dengan lempeng Eurasia ?\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/6453929472965369726\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/11\/lembar-kerja-peserta-didik-kondisi.html#comment-form","title":"2 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6453929472965369726"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6453929472965369726"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/11\/lembar-kerja-peserta-didik-kondisi.html","title":"Lembar Kerja Peserta Didik Kondisi Geologi Indonesia"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-B8DJ5XT2Cv8\/W-QvKEe3IjI\/AAAAAAAAAbs\/urSajPcGMx8XqIdCu6Iw29J8zBofVyrSQCLcBGAs\/s72-c\/Lembar-Kerja-Peserta-%2BDidik-Kondisi-%2BGeologi-Indonesia.gif","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"2"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-1128683076484982683"},"published":{"$t":"2018-10-26T20:18:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2020-06-12T21:29:06.663+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Berita"}],"title":{"type":"text","$t":"PGRI Terus Memperjuangkan Guru Honor Jadi PPPK"},"content":{"type":"html","$t":"Peluang guru honorer berusia di atas 35 tahun diangkat menjadi aparatur sipil negara dengan status pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) terus diperjuangkan Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI). Guru honorer K2 yang masuk dalam database sebanyak 157.210 guru, namun sebanyak 12.883 guru yang dinilai bisa ikut tes CPNS.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-RoPzF0OOahQ\/XuOCtGt-wqI\/AAAAAAAABGI\/1Yxoq7YS2gcBynmeepnOXKuceI56K7O3ACLcBGAsYHQ\/s1600\/PGRI-Terus-Memperjuangkan-Guru-Honor-Jadi-PPPK.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"PGRI Terus Memperjuangkan Guru Honor Jadi PPPK\" border=\"0\" data-original-height=\"319\" data-original-width=\"529\" height=\"384\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-RoPzF0OOahQ\/XuOCtGt-wqI\/AAAAAAAABGI\/1Yxoq7YS2gcBynmeepnOXKuceI56K7O3ACLcBGAsYHQ\/s640\/PGRI-Terus-Memperjuangkan-Guru-Honor-Jadi-PPPK.jpg\" title=\"PGRI Terus Memperjuangkan Guru Honor Jadi PPPK\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\nBanyak guru honorer K2 yang tidak bisa ikut tes CPNS karena faktor usia sehingga tidak sesuai ketentuan Undang-undang ASN. PGRI tetap memperjuangkan guru K2 yang tidak bisa ikut tes CPNS bisa jadi PPPK. Bahkan diperjuangkan supaya kontraknya bukan diperbaharui setiap tahun dan juga tesnya administratif dan diakomodasi di Peraturan Pemerintah soal PPPK.[1]\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003EAda pihak yang menuding PGRI tidak optimal memperjuangkan guru honorer K2 jadi PNS. Bahkan, PGRI dituding menghambat guru honorer jadi CPNS.\u0026nbsp; Aturan yang ada di UU ASN tidak mungkin dilanggar, termasuk soal umur. Justru PGRI mengawal supaya guru honorer K2 bisa terakomodasi sebagai PPPK.[1]\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDalam berbagai keputusan menempatkan penyelesaian honorer sebagai prioritas organisasi. Berbagai keberhasilan di daerah sampai ke tingkat nasional, seperti tambahan penghasilan dari Pemda yang dirasakan oleh honorer di berbagai daerah, dan bentuk kesejahteraan lainnya adalah merupakan perjuangan PGRI sebagai kesatuan.[1]\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAda dua alternatif solusi yang ditawarkan PGRI dalam menyelesaikan guru honorer. Dalam jangka panjang merevisi UU ASN. Dalam jangka pendek, mendesak pemerintah segera menetapkan PP PPPK dengan segala permohonan pengecualian yang berpihak kepada honorer. Hal ini dilakukan demi menyelamatkan honorer yang telah berusia \u0026gt; 35 karena tidak bisa mengikuti tes CPNS sesuai UU ASN.[1]\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\nSelama UU ASN itu belum direvisi, maka dasar rekruitmen CPNS adalah UU ASN tersebut. Karena itu, PGRI mengajak para guru honorer untuk sabar menunggu kebijakan baru pemerintah. Sikap PGRI sepakat menunggu PP PPPK. Selain itu Pemerintah juga tidak akan berani melanggar UU ASN dalam pengangkatan guru honorer jadi CPNS.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nUU ASN membatasi banyak hal: usia, kompetensi, kualifikasi, linearitas, dan tes. Semua itu mengarah ke merit system. PP PPPK adalah jalan tengah yang berpihak pada honorer. PGRI mendesak Pemerintah demi penghargaan kepada dedikasi honorer, agar tes bersifat administratif, perjanjian kerja hanya dilakukan sekali agar terlindungi, ada jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan, mengikuti sertifikasi dan lainnya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPemerintah berkomitmen menuntaskan pengankatan guru honorer secara bertahap. Guru honorer yang memenuhi syarat bisa ikut seleksi CPNS. Jika sudah tuntas pengankatan guru CPNS, baru dilanjutkan dengan pengankatan PPPK. Yang terakhir jika guru honorer tetap dibutuhkan, pemerintah akan menetapkan supaya gaji honorer minimal sesuai upah minimun daerah. Pemerintah berkomitmen meningkatkan martabat guru dengan status lebih jelas. [2]\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n------------------------------------\u003Cbr \/\u003E\n[1] Unifah Rosyidi (Ketua Umum PB PGRI) kompas.id\/15\/10\/2018\u003Cbr \/\u003E\n[2] Muhadjir Effendy (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) kompas.id\/15\/10\/2018 \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/1128683076484982683\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/10\/pgri-terus-memperjuangkan-guru-honor.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1128683076484982683"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/1128683076484982683"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/10\/pgri-terus-memperjuangkan-guru-honor.html","title":"PGRI Terus Memperjuangkan Guru Honor Jadi PPPK"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-RoPzF0OOahQ\/XuOCtGt-wqI\/AAAAAAAABGI\/1Yxoq7YS2gcBynmeepnOXKuceI56K7O3ACLcBGAsYHQ\/s72-c\/PGRI-Terus-Memperjuangkan-Guru-Honor-Jadi-PPPK.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-2810188521626866527"},"published":{"$t":"2018-10-23T22:08:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2018-10-24T18:49:16.627+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"PBM"}],"title":{"type":"text","$t":"Pentingnya Kreatifitas Guru Dalam Pengajaran Bahasa Indonesia"},"content":{"type":"html","$t":"Pengajaran Bahasa Indonesia yang belum menyeluruh di sekolah menyebabkan kemampuan kebahasaan dan keberbahasaan siswa kurang. Dituntut kreativitas guru Bahasa Indonesia dalam mengembangkan beragam model belajar mulai dari mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis untuk membantu siswa cakap berkomunikasi sesuai konteks.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKemampuan kebahasaan adalah penguasaan seorang penutur bahasa atas kaidah kebahasaan. Adapun kemampuan keberbahasaan berarti keterampilan penutur tersebut menggunakan bahasa sesuai dengan fungsi-fungsinya, misalnya untuk lisan, tulisan, dan informal. Kemampuan kebahasaan dan keberbahasaan siswa yang kurang akan terbawa hingga mereka dewasa.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-052cQxWzZo4\/W88qB-pm4uI\/AAAAAAAAAa0\/956nUdJYeR0jIfbG2jlFlKklsHgawgEdQCLcBGAs\/s1600\/Pentingnya-%2BKreatifitas-Guru-%2BDalam-Pengajaran-%2BBahasa-Indonesia..png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Pentingnya Kreatifitas Guru Dalam Pengajaran Bahasa Indonesia\" border=\"0\" data-original-height=\"336\" data-original-width=\"599\" height=\"223\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-052cQxWzZo4\/W88qB-pm4uI\/AAAAAAAAAa0\/956nUdJYeR0jIfbG2jlFlKklsHgawgEdQCLcBGAs\/s400\/Pentingnya-%2BKreatifitas-Guru-%2BDalam-Pengajaran-%2BBahasa-Indonesia..png\" title=\"Pentingnya Kreatifitas Guru Dalam Pengajaran Bahasa Indonesia\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003EMasih banyak mahasiswa yang tidak menguasai kompetensi dasar Bahasa Indonesia seperti bentuk kalimat pasif dan aktif, preposisi, tanda baca, imbuhan dan sisipan. Kemampuan kebahasaan sangat mudah dilihat dari kemampuan mahasiswa menulis karya ilmiah dan ketika mereka menyajikan karya tersebut secara lisan. Hal ini karena karya ilmiah menuntut pembuatnya membeberkan fakta dan mempresentasikan sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang formal.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nLemahnya kemampuan kebahasaan dan keberbahasaan termasuk penghalang penguasaan konsep secara mendalam. Karena itu, hendaknya guru melatih kemampuan kebahasaan dan keberbahasaan. Pengajaran bahasa Indonesia dengan Kurikulum 2013 didominasi struktur bahasa. Guru harus punya bekal beragam model belajar yang membuat siswa paham dan dapat mengaplikasikan struktur bahasa yang baik, terutama terkait beragam teks.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPenting ditekankan agar guru menggunakan pendekatan sastra untuk masuk dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Materi sastra beragam dan menarik serta tetap bisa dipakai untuk mempelajari struktur bahasa Indonesia bisa menarik.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPembelajaran Bahasa Indonesia selama ini memisahkan unsur-unsur pembentukan bahasa sehingga pemahaman struktur bahasa tidak pernah sebagai sebuah kesatuan. Di kelas, guru mengajarkan materi tentang fonem, kalimat aktif, kalimat pasif, dan penggunaan tanda baca sebagai subyek yang terpisah-pisah dan berdiri sendiri.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSalah satu penyebab karena guru Bahasa Indonesia sejak kuliah di lembaga pendidikan tenaga kependidikan juga hanya diajar dtruktur bahasa yang bercerai-berai. Intervensi pertama yang dilakukan adalah mengakrabkan guru kepada jenis-jenis teks. Guru dituntut rajin membaca dan menganalisa teks sehingga mempunyai kemampuan Bahasa Indonesia di level unggul.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKreativitas guru bahasa Indonesia dalam mengembangkan beragam model belajar masih belum optimal. Sebab, kemampuan guru untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Indonesia siswa melalui mata pelajaran Bahasa Indonesia mulai dari mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis, membantu siswa cakap untuk berkomunikasi sesuai konteks.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPengajaran Bahasa Indonesia dengan Kurikulum 2013 didominasi struktur bahasa. Guru harus punya bekal beragam model belajar yang membuat siswa paham dan dapat mengaplikasikan struktur bahasa yang baik, terutama terkait beragam teks.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nGuru ditekankan untuk bisa menggunakan pendekatan sastra untuk masuk dalam\u0026nbsp; pelajaran Bahasa Indonesia. Materi sastra beragam dan menarik serta tetap bisa dipakai untuk mempelajari struktur bahasa Indonesia yang baik dan benar. Guru bahasa Indonesia didorong untuk jadi model sebagai agen literasi. Dengan demikian, guru jadi teladan dalam mengembangkan kebiasaan membaca dan menulis.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPara siswa di era digital punya referensi membaca dalam bahasa Indonesia secara digital. Bahkan, ada juga yang aktif menulis karya sastra, seperti puisi dan cerpen. Dengan pendekatan yang bersumber dari apa yang dipahami atau dimiliki siswa, belajar bahasa Indonesia bisa menarik. Guru bisa mencari banyak bahan lain yang baik yang bisa dikaji bersama.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDi sekolah, kemampuan berbahasa harus dikuasai dengan baik secara bertahap. Dimulai dari kemampuan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Kemampuan ini yang juga dites dalam Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang terstandar oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud. Sayangnya belum semua guru bahasa Indonesia ikut UKBI.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-tJhH_0vZ_IE\/W88qVvXuloI\/AAAAAAAAAa8\/5ksXSbqbhg8geLW4od2LFW_eR2oTyhagwCLcBGAs\/s1600\/Pentingnya-%2BKreatifitas-Guru-%2BDalam-Pengajaran-%2BBahasa-Indonesia.png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Pentingnya Kreatifitas Guru Dalam Pengajaran Bahasa Indonesia\" border=\"0\" data-original-height=\"339\" data-original-width=\"600\" height=\"225\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-tJhH_0vZ_IE\/W88qVvXuloI\/AAAAAAAAAa8\/5ksXSbqbhg8geLW4od2LFW_eR2oTyhagwCLcBGAs\/s400\/Pentingnya-%2BKreatifitas-Guru-%2BDalam-Pengajaran-%2BBahasa-Indonesia.png\" title=\"Pentingnya Kreatifitas Guru Dalam Pengajaran Bahasa Indonesia\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003EKemahiran berbahasa Indonesia penutur warga negara Indonesia masih didominasi di level madya ke bawah sekitar 66 persen.\u0026nbsp; Di level ini, masyarakat masih terkendala berkomunikasi dalam bahasa Indonesia untuk kebutuhan yang terkait keprofesian dan ilmiah yang kompleks.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBerdasarkan \u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1WuxLTjRhsoIRAy5duk4JPnjdJn57qObm\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"\u003EPeraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2016 Tentang Standar Kemahiran Berbahasa Indonesia\u003C\/a\u003E sudah ditetapkan pula level peringkat yang harus dipenuhi sesuai Profesi. Termasuk pula ketentuan soal level kemampuan berbahasa Indonesia warga negara asing yang belajar atau bekerja di Indonesia.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDari hasil UKBI kurung waktu 2005 - 2017 yang diikuti 37.893 peserta yang mayoritas diikuti guru bahasa Indonesia (termasuk di dalamnya 1.158 penutur asing), kemahiran berbahasa Indonesia secara umum masih di bawah level yang diharapkan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nGuru bahasa Indonesia ditetapkan di level unggul. Guru dengan kemahiran unggul mampu berkomunikasi dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, termasuk untuk tujuan keprofesian yang sederhana dan kompleks.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSedini mungkin hendaknya guru melatih kemampuan keberbahasaan siswa. Dalam hal ini adalah cara siswa bertutur secara lisan. Misalnya ketika mengajukan pertanyaan kepada guru, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, meminta secara santun dan berargumen. "},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/2810188521626866527\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/10\/pentingnya-kreatifitas-guru-dalam.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2810188521626866527"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/2810188521626866527"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/10\/pentingnya-kreatifitas-guru-dalam.html","title":"Pentingnya Kreatifitas Guru Dalam Pengajaran Bahasa Indonesia"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-052cQxWzZo4\/W88qB-pm4uI\/AAAAAAAAAa0\/956nUdJYeR0jIfbG2jlFlKklsHgawgEdQCLcBGAs\/s72-c\/Pentingnya-%2BKreatifitas-Guru-%2BDalam-Pengajaran-%2BBahasa-Indonesia..png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-5667006165534165642"},"published":{"$t":"2018-10-17T21:26:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2018-10-17T21:26:52.497+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kurikulum"}],"title":{"type":"text","$t":"Pengajaran Bahasa di Era Media Sosial"},"content":{"type":"html","$t":"Kesenangan memakai gawai di kalangan siswa memberi tantangan tersendiri bagi guru dalam mengajarkan bahasa Indonesia. Teks-teks yang menyebar di media sosial tidak tertulis sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Disisi lain, siswa cenderung memandang materi tata bahasa sebagai sesuatu yang membosangkan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-rY29pC6g6jM\/W8c4KeM00iI\/AAAAAAAAAaM\/n7yT7GomrjU4lcTyaEeIhLs9Ddr4qFSxwCLcBGAs\/s1600\/Pengajaran-Bahasa-di%2BEra-%2BMedia-Sosial.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Pengajaran Bahasa di Era Media Sosial\" border=\"0\" data-original-height=\"466\" data-original-width=\"495\" height=\"376\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-rY29pC6g6jM\/W8c4KeM00iI\/AAAAAAAAAaM\/n7yT7GomrjU4lcTyaEeIhLs9Ddr4qFSxwCLcBGAs\/s400\/Pengajaran-Bahasa-di%2BEra-%2BMedia-Sosial.jpg\" title=\"Pengajaran Bahasa di Era Media Sosial\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003EKarena itu, sejumlah guru Bahasa Indonesia perlu menyisipkan materi tata bahasa ketika membahas sebuah teks.\u0026nbsp; Cara ini membuat pelajaran tata bahasa dan pemahaman teks sebagai satu kesatuan sehingga siswa bisa melihat langsung penerapannya di dalam cara membaca dan menulis.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMayoritas siswa sekarang mendapat bahan bacaan dari media sosial. seperti blog, laman facebook, pesan-pesan yang disebarkan di Whatsapp, dan cerita pendek yang diunggah ke aplikasi Line. Siswa menggemari teks media sosial ini karena isinya lekat dengan kehidupan remaja, seperti cerita asmara, kegalauan, dan berbagai hobi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nYang menjadi masalah adalah teks di media sosial cenderung merujuk bahasa lisan dan menabrak tata bahasa, misalnya banyak kesalahan antara bentuk pasif dan kata depan 'di'. Struktur kalimatnya juga tidak tertib.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nHal itu dapat berimbas pada cara menulis teks seperti tugas sekolah dan esai. Minat membaca informasi dari media sosial tak berbanding lurus dengan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Kepedulian berbahasa yang benar harus ditunjukkan semua guru mata pelajaran.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBahasa Indonesia sejatinya mencakup kehidupan dan materi pelajaran. Dalam pelajaran matematika, contohnya, soal cerita harus dijabarkan dengan kalimat logis. Guru jangan hanya memperhatikan ketepatan siswa menghitung angka, tetapi juga memperhatikan penuturan tertulis siswa. Sumber bacaan kini ada ada dimana-mana. Kuncinya adalah kejelian dan metode guru mengajarkan cara bertutur, menulis serta memahami teks dengan benar.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBeberapa siswa mengakui, Bahasa Indonesia merupakan pelajaran yang cukup sukur untuk dikuasai karena tata bahasa dan kosakata yang rumit. Padahal, bahasa Indonesia amat penting dalam berkomunikasi. Tata bahasa yang dipelajari cukup rumik, misalnya tanda baca. Pasalnya penempatan tanda baca yang tidak langsung mengubah arti sebuah kalimat.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMisalnya, kapan kata dasar 'ajar' bisa berubah jadi belajar, mengajar, diajar, mempelajari, pelajaran, pembelajaran, dan lain-lain. Kenapa imbuhan itu yang harus dipakai dan kapan memakainya ? "},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/5667006165534165642\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/10\/pengajaran-bahasa-di-era-media-sosial.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5667006165534165642"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5667006165534165642"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/10\/pengajaran-bahasa-di-era-media-sosial.html","title":"Pengajaran Bahasa di Era Media Sosial"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-rY29pC6g6jM\/W8c4KeM00iI\/AAAAAAAAAaM\/n7yT7GomrjU4lcTyaEeIhLs9Ddr4qFSxwCLcBGAs\/s72-c\/Pengajaran-Bahasa-di%2BEra-%2BMedia-Sosial.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-8740765824834358927"},"published":{"$t":"2018-10-15T21:21:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2018-10-15T21:22:09.863+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Berita"}],"title":{"type":"text","$t":"Tahun 2019 akan Diterapkan Bantuan Operasional Sekolah Afirmasi dan Berbasis Kinerja"},"content":{"type":"html","$t":"Bantuan operasional sekolah (BOS) menjadi andalan utama bagi sekolah negeri dalam menjalankan proses belajar-mengajar. Namun, pemberian alokasi dana bantuan operasional sekolah yang selama ini seragam di semua wilayah mulai 2019 akan dirombak dengan merujuk kondisi sekolah dan daerahnya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-kHlgean-97g\/W8STpVm_fHI\/AAAAAAAAAZ4\/cvjjtGajM4MObaU6Jx_JKbAMqVRsid5VACLcBGAs\/s1600\/Tahun-2019-akan-%2BDiterapkan-%2BBantuan-%2BOperasional-%2BSekolah-Afirmasi-%2Bdan-Berbasis-%2BKinerja.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Tahun 2019 akan Diterapkan Bantuan Operasional Sekolah Afirmasi dan Berbasis Kinerja\" border=\"0\" data-original-height=\"314\" data-original-width=\"600\" height=\"250\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-kHlgean-97g\/W8STpVm_fHI\/AAAAAAAAAZ4\/cvjjtGajM4MObaU6Jx_JKbAMqVRsid5VACLcBGAs\/s640\/Tahun-2019-akan-%2BDiterapkan-%2BBantuan-%2BOperasional-%2BSekolah-Afirmasi-%2Bdan-Berbasis-%2BKinerja.png\" title=\"Tahun 2019 akan Diterapkan Bantuan Operasional Sekolah Afirmasi dan Berbasis Kinerja\" width=\"500\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003EMulai tahun depan akan diterapkan bantuan operasional sekolah (BOS) afirmasi. Selain itu, akan diterapkan pula BOS berbasis kinerja. Sampai saat ini besaran BOS afirmasi dan kinerja itu masih dikaji, termasuk pula kriteria bagi sekolah atau daerah yang bisa mendapatkan tambahan BOS di luar yang rutin.[1]\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSelama ini, besaran BOS rutin yang dialokasikan ke sekolah di jenjang SD adalah Rp. 800.000 per siswa per tahun. Untuk SMP sebesar Rp 1 juta per siswa per tahun, sedangkan SMA Rp 1,2 juta dan SMK Rp 1,4 juta.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDirencanakan BOS afirmasi diberikan untuk sekolah di daerah khusus, yakni daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), yang memang perlu perhatian khusus dalam mengatasi kesenjangan mutu pendidikan. Di daerah 3T, nilai uang yang didapat dari BOS rutin menjadi lebih lecil karena tingkat kemahalan di daerah bersangkutan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSaat ini BOS afirmasi sedang dihitung. Dari BOS rutin yang diterima, nanti ditambah. Bisa saja untuk SD di daerah 3T, misalnya, ditambah lagi Rp. 30 juta. Adapun BOS kinerja masih didefinisikan. Ukuran kinerja sekolah bisa dilihat dari indikator mutu yang ditetapkan Kemdikbud. Ada empat indikator mutu yang ditetapkan Kemdikbud, yakni ujian nasional, ujian kompetensi guru, akreditasi sekolah, dan peta mutu.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBank Dunia dalam Kajian 10 tahun BOS yang dirilis pada Juni 2015 memberikan masukan agar BOS yang diperkenalkan sejak tahun 2005 ini perlu perbaikan. Alasannya, Indonesia adalah negara yang luas dan beragam.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBank dunia menyampaikan bahwa pemberian dana dengan jumlah yang sama untuk siswa di daerah dengan biaya hidup lebih tinggi adalah sesuatu yang tidak adail. Karena itu, di masa depan, program BOS secara berkala bisa menyesuaikan nilai bantuan dengan mempertimbangkan perbedaan harga-harga antardaerah dan inflasi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAnggaran pendidikan harus dipastikan efektif, terutama untuk meningkatkan mutu pembelajaran di semua sekolah. Saat ini, alokasi untuk peningkatan mutu pendidikan, termasuk pendidikan dan pelatihan guru bermutu, belum memadai. Sekolah mengandalkan BOS untuk operasional sekolah yang sebenarnya minim untuk mendongkrak mutu. Peningkatan jumlah BOS tentu baik, asal sekolah diberi fleksibilitas untuk penggunaannya serta penyalurannya jangan terlambat.[2]\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n-------------------------------------\u003Cbr \/\u003E\n[1]. Didik Suryadi (Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), kompas.id\/15\/10\/2018.\u003Cbr \/\u003E\n[2]. Unifah Rosidi (Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia), kompas.id \/51\/10\/2018 "},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/8740765824834358927\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/10\/tahun-2019-akan-diterapkan-bantuan.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8740765824834358927"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8740765824834358927"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/10\/tahun-2019-akan-diterapkan-bantuan.html","title":"Tahun 2019 akan Diterapkan Bantuan Operasional Sekolah Afirmasi dan Berbasis Kinerja"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-kHlgean-97g\/W8STpVm_fHI\/AAAAAAAAAZ4\/cvjjtGajM4MObaU6Jx_JKbAMqVRsid5VACLcBGAs\/s72-c\/Tahun-2019-akan-%2BDiterapkan-%2BBantuan-%2BOperasional-%2BSekolah-Afirmasi-%2Bdan-Berbasis-%2BKinerja.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-40557681325608324"},"published":{"$t":"2018-10-14T20:23:00.002+08:00"},"updated":{"$t":"2018-10-14T20:23:51.223+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Seputar Edukasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Memaksimalkan Fungsi Pengawasan Kepala Sekolah"},"content":{"type":"html","$t":"Kepala sekolah sebagai pemimpin dan pengelolah sekolah merupakan tokoh kunci dalam keberhasilan pendidikan. Peningkatan kapasitas kepala sekolah merupakan keniscayaan agar memiliki wawasan yang luas dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan zaman.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-IsjQCZElqZI\/W8MzmRjX0ZI\/AAAAAAAAAZc\/Ej2h05ZtLOkuOB3TW5PNysOdAzT6j4gLACLcBGAs\/s1600\/Memaksimalkan-%2BFungsi-%2BPengawasan-%2BKepala-Sekolah.png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Memaksimalkan Fungsi Pengawasan Kepala Sekolah\" border=\"0\" data-original-height=\"339\" data-original-width=\"600\" height=\"225\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-IsjQCZElqZI\/W8MzmRjX0ZI\/AAAAAAAAAZc\/Ej2h05ZtLOkuOB3TW5PNysOdAzT6j4gLACLcBGAs\/s400\/Memaksimalkan-%2BFungsi-%2BPengawasan-%2BKepala-Sekolah.png\" title=\"Memaksimalkan Fungsi Pengawasan Kepala Sekolah\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003EPermasalahan mendasar dunia pendidikan adalah siswa dituntut agar bisa bersaing di abad ke-21. Akan tetapi, kemampuan kepala sekolah dan guru masih ada yang terpaku pada kompetensi abad ke-19. Fungsi kepala sekolah ialah sebagai pengelolah, pengawas, dan pengembang kemampuan wirausaha komunitas sekolah guna mencapai delapan standar pendidikan nasional. Didalamnya termasuk memotivasi guru dan membantu mereka meningkatkan kompetensi secara berkala.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003EKepala sekolah diangkat oleh pemerintah daerah. Untuk level SD dan SMP diangkat oleh Bupati atau Walikota. Sementara untuk SMA dan SMK oleh Gubernur. Meskipun demikian, diharapkan guru yang sudah berpengalaman dan bermutu yang diangkat menjadi kepala sekolah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKepala sekolah yang memiliki wawasan luas bisa memberi otonomi kepada guru-guru untuk mengembangkan rencana serta metode pembelajaran yang memang sesuai kebutuhan tiap-tiap rombongan belajar. Hal ini membuat pendidikan berjalan dengan semestinya, bukan kaku, dan sekadar mengikuti panduan di buku teks.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nContoh paparan mengenai program pemberdayaan kepala sekolah misalnya yang dijalankan di India. Hal pertama yang dilakukan ialah mengajak pemerintah beserta masyarakat memastikan seleksi kepala sekolah memang berdasarkan mutu dan kinerja, bukan pendekatan personal dengan penguasa lokal.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-I3N5bgjNiv0\/W8M0LIxHCzI\/AAAAAAAAAZk\/dZ-kZQ1iuysvrPD0gaKRV0VG2TBWtwATACLcBGAs\/s1600\/Memaksimalkan-%2BFungsi-%2BPengawasan-%2BKepala-Sekolah..jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Memaksimalkan Fungsi Pengawasan Kepala Sekolah\" border=\"0\" data-original-height=\"333\" data-original-width=\"600\" height=\"221\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-I3N5bgjNiv0\/W8M0LIxHCzI\/AAAAAAAAAZk\/dZ-kZQ1iuysvrPD0gaKRV0VG2TBWtwATACLcBGAs\/s400\/Memaksimalkan-%2BFungsi-%2BPengawasan-%2BKepala-Sekolah..jpg\" title=\"Memaksimalkan Fungsi Pengawasan Kepala Sekolah\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003EKedua ialah memastikan keaktifan organisasi kepala sekolah kalau di Indonesia MKKS. Selain itu, juga rutin mengadakan pembekalan sebelum pengangkatan menjadi kepala sekolah dan ketika menjabat. Pelibatan guru dan siswa dalam memberikan umpan balik serta mengedepankan pembelajaran yang berbasis data juga memastikan fungsi pengelolaan dan pengawasan sekolah berjalan baik.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBerdasarkan data Kemitraan untuk Pengembangan Kapasitas dan Analisis Pendidikan (ACDP) tahun 2016, para guru mengeluh kepala sekolah terlalu sibuk dengan tugas administrasi sehingga kurang memerhatikan aspek peningkatan kompetensi guru. Ini merupakan kesempatan melakukan pendampingan kepada kepala sekolah untuk mengatur jadwal kerja mereka.[1]\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKepala sekolah bisa membangun kemitraan dengan guru-guru senior untuk membantu melakukan pengawasan. Guru senior adalah guru yang sudah memenuhi jam belajar minimal 5.000 jam.\u0026nbsp; Misalnya latar belakang kepala sekolah ialah guru sejarah, untuk mengevaluasi kinerja guru fisika, guru senior di mata pelajaran tersebut bisa membantu mengembangkan indikator penilaiannya.\u0026nbsp; Dengan harapan hasil pengawasan tepat sasaran dan bisa memperbaiki proses pembelajaran.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n-----------------------------------\u003Cbr \/\u003E\n[1]. kompas.id 12\/10\/2018 "},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/40557681325608324\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/10\/memaksimalkan-fungsi-pengawasan-kepala.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/40557681325608324"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/40557681325608324"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/10\/memaksimalkan-fungsi-pengawasan-kepala.html","title":"Memaksimalkan Fungsi Pengawasan Kepala Sekolah"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-IsjQCZElqZI\/W8MzmRjX0ZI\/AAAAAAAAAZc\/Ej2h05ZtLOkuOB3TW5PNysOdAzT6j4gLACLcBGAs\/s72-c\/Memaksimalkan-%2BFungsi-%2BPengawasan-%2BKepala-Sekolah.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-8090527741900640785"},"published":{"$t":"2018-10-12T22:04:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2018-10-12T22:10:22.618+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Referensi"}],"title":{"type":"text","$t":"Gempa Tektonik, Ring of Fire Hingga Supervolcano"},"content":{"type":"html","$t":"Hari Kamis tanggal (11\/10\/2018) gempa bumi terjadi di Jawa Timur, sebelumnya dalam tenggang waktu yang tidak lama terjadi di Sulawesi tengah dan Lombok.\u0026nbsp; Indonesia merupakan salah satu negara yang rentan mengalami peristiwa gempa bumi karena terletak di Cincing Api Pasifik atau Ring of Fire.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"float: left; margin-right: 1em; text-align: left;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-gCRQSqS1uUI\/W8Cj6F7iG2I\/AAAAAAAAAYg\/yMcxseKHf2UI1ezZ8jaGwz3Ld9fuMH0FQCLcBGAs\/s1600\/Gempa-Tektonik%252C-%2BRing-of-Fire-%2BHingga-%2BSupervolcano.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Gempa Tektonik, Ring of Fire Hingga Supervolcano\" border=\"0\" data-original-height=\"609\" data-original-width=\"858\" height=\"283\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-gCRQSqS1uUI\/W8Cj6F7iG2I\/AAAAAAAAAYg\/yMcxseKHf2UI1ezZ8jaGwz3Ld9fuMH0FQCLcBGAs\/s400\/Gempa-Tektonik%252C-%2BRing-of-Fire-%2BHingga-%2BSupervolcano.jpg\" title=\"Gempa Tektonik, Ring of Fire Hingga Supervolcano\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003ESumber: National Geografic\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\nCincing Api Pasifik atau Ring of\u0026nbsp; Fire adalah istilah yang digunakan untuk menyebut wilayah yang sering mengalami letusan gunung berapi aktif dan gempa bumi. Cincing Api Pasifik meliputi wilayah cekungan Samudera Pasifik. Disebut Ring of Fire karena wilayah tersebut memiliki bentuk tapal kuda.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003E\u0026nbsp;Panjang area yang termasuk dalam Cincing Api Pasifik adalah 40,000 km. Dari sekitar 90% gempa bumi yang terjadi sejauh uni, 81 persen diantaranya terjadi di wilayah Cincing Api Pasifik. Wilayah daratan dan lautan yang mencakup dalam Cincing Api Pasifik adalah:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n(1) Selandia Baru, (2) Palung Kermadec, (3) Palung Tonga, (4) Palung Bougainville, (5) Indonesia, (6) Gunung Merapi, (7) Filipina, (8) Palung Filipina, (9) Palung Yap, (10) Palung Mariana, (11) Palung Izu Bonin, (12) Palung Ryukyu, (13) Jepang, (14) Gunung Fuji, (15) Palung Jepang, (16) Palung Kurile, (17) Kamchatka, (18) Kepulauan Aleutia, (19) American Cordillera, (20) Alaska, (21) Pesisir Pasifik, (22) British Columbia, (23) Pegunungan Cascade, (24) Gunung St. Hellens, (25) California, (26) Meksiko, (27) Palung Amerika Tengah, (28) Guatemala, (29) Nikaragua, (30) Kolombia, (31) Ekuador, (32) Peru, dan (33) Palung Peru - Palung Chili.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSekitar 17 persen dari gempa bumi terbesar atau sekitar 5 hingga 6 persen gempa bumi yang terjadi di dunia terjadi di daerah Sabuk Alpine. Baik Cincin Api Pasifik maupun Sabuk Alpine, Indonesia termasuk di kedua jalur ini.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBahkan Ilmuwan memperingatkan tentang akan datangnya letusan supervolcano atau letusan gunung berapi kolosal yang bisa membuat bumi seperti kiamat. Letusan super besar itu, menurut studi yang terbit dalam jurnal \u003Ci\u003EEarth and Planetary Science Letter\u003C\/i\u003E edisi 29 November 2017 dalam tempo.co, bisa membuat bumi kembali ke keadaan sebelum peradaban.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"float: right; margin-left: 1em; text-align: right;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-YbO0r4JI8Pc\/W8CnKP09ZwI\/AAAAAAAAAZA\/GgMMEbGKxfofQHeIhxjUk6QOq095DCkjACLcBGAs\/s1600\/Gempa-Tektonik%252C-%2BRing-of%2BFire-%2BHingga-%2BSupervolcano.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Gempa Tektonik, Ring of Fire Hingga Supervolcano\" border=\"0\" data-original-height=\"225\" data-original-width=\"300\" height=\"300\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-YbO0r4JI8Pc\/W8CnKP09ZwI\/AAAAAAAAAZA\/GgMMEbGKxfofQHeIhxjUk6QOq095DCkjACLcBGAs\/s400\/Gempa-Tektonik%252C-%2BRing-of%2BFire-%2BHingga-%2BSupervolcano.jpg\" title=\"Gempa Tektonik, Ring of Fire Hingga Supervolcano\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003ESumber: wikipedia.org\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\nTidak ada letusan super dalam 20 ribu tahun terakhir. Ledakan raksasa, bisa menghancurkan planet yang kita tempati saat ini dengan abu vulkanik yang cukup untuk menutupi seluruh benua. Dalam studi berjudul \"\u003Ci\u003EThe global magnitude-frequency relationship for large exlosive volcanic eruptions\u003C\/i\u003E\" Rougier dan tim mengungkap letusan supervolcano bisa terjadi lebih dekat dari yang diperkirakan. Letusan super rata-rata terjadi setiap 17 ribu tahun sekali. Namun bisa saja terjadi dalam waktu 5.200 tahun. Erupsi supervolcano bisa melepaskan 1.000 gigaton abu ke udara.(tempo.co).\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBerdasarkan sejarah geologi letusan super terakhir terjadi pada 20-30 ribu tahun yang lalu.\u0026nbsp; Gunung berapi super seperti Yellowstone mulai menunjukkan tanda-tanda potensi letusan, yang diduga dalam waktu dekat dapat mendatangkan malapetaka bagi kehidupan di bumi. Selain itu, pulau yang berada di tengah Danau Toba menunjukkan pertanda bahwa permukaan bumi mulai mengelembung akibat tekanan magma dari perut bumi. Menurut peneliti sampai saat ini situs di Danau Toba tersebut semakin aktif. (tempo.co).\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSupervolcano diketahui mengancam dunia jika meletus, namun potensi mereka untuk menghancurkan peradaban sering tidak terdokumentasi karena berlangsung di zaman lampau. Supervolcano ini telah menghapus banyak bagian kehidupan sebelumnya dan ada kemungkinan serius bahwa mereka akan melakukannya lagi di masa depan. Hal ini menimbulkan pertanyaan supervolcano mana yang seharusnya paling dikhawatirkan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nYellowstone adalah supervolcano yang menerima sejumlah besar liputan media di seluruh dunia. Tapi apakah ini benar-benar gunung berapi terbesar dan paling mengancam. Dalam hal ini pesaingnya adalah Toba yang terletak di Indonesia. Letusan Toba lebih baru dalam hal jam geologi. Ketika meletus, letusan Toba dianggap telah menciptakan kerusakan di dunia, yang hampir memusnahkan manusia periode awal.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBaik Yellowstone maupun Toba telah menghasilkan letusan dengan ukuran yang sama sekitar 5.000 kilometer kubik. Tidak hanya mampu melepaskan lava dalam jumlah besar, tetapi juga sejumlah besar batu, abu, dan zat lain seperti belerang. Juga menurunkan suhu global sangat jauh, meski sementara. Keduanya menghasilkan letusan yang lebih dari mampu membunuh lebih dari 6 miliar orang di planet ini.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nYellowstone yang terletak di Wyoming, AS, adalah gunung berapi paling terkenal dan juga memiliki potensi untuk menjadi yang paling kuat. Supervolcano Yellowstone terakhir meletus 700.000 tahun yang lalu, tetapi para ahli mengatakan gunung itu bakal meledak setiap satu juta tahun atau lebih. Jika gunung berapi yang kuat itu meletus, diperkirakan 87.000 orang akan terbunuh dan dua pertiga dari AS akan tidak layak huni.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"float: left; margin-right: 1em; text-align: left;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-Tb2e8cdIBr8\/W8Cl1ys-sPI\/AAAAAAAAAYs\/nHvfMNoE6m03_vzAR7z_B8ld1vbmdXUegCLcBGAs\/s1600\/Gempa-Tektonik%252C-%2BRing-of-Fire-%2BHingga-%2BSupervolcano..jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Gempa Tektonik, Ring of Fire Hingga Supervolcano\" border=\"0\" data-original-height=\"350\" data-original-width=\"590\" height=\"236\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-Tb2e8cdIBr8\/W8Cl1ys-sPI\/AAAAAAAAAYs\/nHvfMNoE6m03_vzAR7z_B8ld1vbmdXUegCLcBGAs\/s400\/Gempa-Tektonik%252C-%2BRing-of-Fire-%2BHingga-%2BSupervolcano..jpg\" title=\"Gempa Tektonik, Ring of Fire Hingga Supervolcano\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003ESumber: Daily Express\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\nRibuan ton abu memuntahkan ke atmosfer akan menghalangi sinar matahari dan langsung mempengaruhi kehidupan di bawahnya yang menciptakan \"musim dingin nuklir\". Sejumlah besar sulfur dioksida yang dilemparkan ke atmosfer akan membentuk sulfur aerosol yang memantulkan dan menyerap sinar matahari.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPada 2015, para ilmuwan mengumunkan Yellowstone memiliki waduk magma empat kali lebih besar dari ruang dibawahnya. Mereka mengatakan ini bisa menjadikannya waduk magma terbesar di dunia, dengan volumenya 46.000 km3 - cukup besar untuk mengisi Grand Canyon 11 kali lebih.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDanau Toba adalah salah satu supervolcano terbesar di dunia dan terletak di Sumatera Utara, Indonesia. Terakhir meletus 74.000 tahun yang lalu menyebabkan 2.800 - 5.300 km kubik bahan terlontar ke atmosfer.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMenyusul letusan itu, suhu global menurun drastis selama satu dekade, dan menutupi wilayah besar Indonesia dan India dalam abu. Sebuah pulau di tengah Danau Toba, Indonesia, perlahan naik dan dianggap sebagai tanda Bumi menggembung karena tekanan magma di bawah permukaan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMeski demikian, karena baru meledak, Toba meletus 74 ribu tahun lalu dibandingkan Yellowstone 640 ribu tahun lalu, meski Toba hampir 3 kali lebih besar, tapi siklusnya masih lama. Dalam hal ini Yellowstone cukup lebih berbahaya. \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n----------------------------------------- \u003Cbr \/\u003E\nReferensi\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003Ehttp:\/\/makassar.tribunnews.com\/2018\/10\/11\/gempa-bumi-hari-ini-7-sebab-indonesia-rawan-diguncang-nomor-1-ada-di-kawasan-cincin-api?page=2\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Ehttps:\/\/tekno.tempo.co\/read\/1134874\/Supervolcano Yellowstone vs Toba, Mana yang Lebih Berbahaya?\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Ehttps:\/\/www.express.co.uk\/news\/science\/1001943\/yellowstone-supervolcano-eruption-power-NASA-jet-propulsion-laboratory-yellowstone-volcano\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/8090527741900640785\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/10\/gempa-tektonik-ring-of-fire-hingga.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8090527741900640785"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/8090527741900640785"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/10\/gempa-tektonik-ring-of-fire-hingga.html","title":"Gempa Tektonik, Ring of Fire Hingga Supervolcano"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-gCRQSqS1uUI\/W8Cj6F7iG2I\/AAAAAAAAAYg\/yMcxseKHf2UI1ezZ8jaGwz3Ld9fuMH0FQCLcBGAs\/s72-c\/Gempa-Tektonik%252C-%2BRing-of-Fire-%2BHingga-%2BSupervolcano.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-5310604992351478186"},"published":{"$t":"2018-10-08T23:39:00.002+08:00"},"updated":{"$t":"2018-10-08T23:40:44.915+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"LKPD IPS 9 SMP"}],"title":{"type":"text","$t":"Lembar Kerja Peserta Didik Potensi Sumber Daya Alam Indonesia dan Pemanfaatannya"},"content":{"type":"html","$t":"Potensi Sumber daya alam Indonesia sangat besar dan beraneka ragam jenisnya. Kekayaan sumber daya alam tersebut berupa hutan, minyak, dan gas serta beraneka ragam jenis mineral seperti tembaga, nikel, dan timah. Disamping itu, Indonesia juga kaya akan sumber daya energi terbarukan seperti panas bumi, energi surya, angin, dan energi ombak. Kekayaan sumber daya alam juga tidak hanya di daratan, tetapi juga banyak terdapat di hutan. Selain ikan, di laut juga ditemukan minyak bumi, timah, dan lain-lain.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKekayaan sumber daya alam Indonesia telah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bangsa Indonesia. Sebagian lainnya masih berupa potensi yang belum dimanfaatkan karena berbagai keterbatasan seperti kemampuan teknologi dan ekonomi. Kekayaan sumber daya alam tersebut meliputi bahan tambang, hutan, laut, dan sebagainya. Gambaran umum kekayaan sumber daya alam dan perbandingannya dengan beberapa negara maju di dunia akan dijelaskan sebagai berikut.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E1 Hutan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKekayaan hutan Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia selain Brazil dan Zaire. Berdasarkan catatan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia tahun 2011, hutan Indonesia mencapai 99,6 juta hektar. Luas hutan tersebut selama ini telah mengalami penurunan yang cukup besar. Laju kerusakan hutan Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Laju kerusakan hutan mencapai 610.375,92 ha per tahun.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-0TLbkIrTFYc\/W7oettl93rI\/AAAAAAAAAYA\/dtsL6mLjLawqm3lq1rmqXI43HUiv1nu_wCLcBGAs\/s1600\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Potensi-Sumber-Daya-Alam-Indonesia-dan-Pemanfaatannya..png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Lembar Kerja Peserta Didik Potensi Sumber Daya Alam Indonesia dan Pemanfaatannya\" border=\"0\" data-original-height=\"613\" data-original-width=\"870\" height=\"450\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-0TLbkIrTFYc\/W7oettl93rI\/AAAAAAAAAYA\/dtsL6mLjLawqm3lq1rmqXI43HUiv1nu_wCLcBGAs\/s640\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Potensi-Sumber-Daya-Alam-Indonesia-dan-Pemanfaatannya..png\" title=\"Lembar Kerja Peserta Didik Potensi Sumber Daya Alam Indonesia dan Pemanfaatannya\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003EPeta sebaran hutan Indonesia dan dunia menunjukkan bahwa luas hutan di tiap negara beragam, oleh karena itu, tidak semua negara mampu memenuhi kebutuhan akan sumber daya yang dihasilkan dari hutan. Sejumlah negara menjadi importir hasil hutan, khususnya kayu. Indonesia menjadi pengekspor hasil hutan ke sejumlah negara seperti Malaysia dan Jepang.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003C\/b\u003E\nHasil hutan tidak hanya sekedar kayu, tetapi juga kekayaan sumber daya hayati yang hidup di dalamnya. Hutan menjadi sumber pangan dan obat-obatan untuk kebutuhan saat ini maupun untuk kebutuhan masa depan. Keanekaragaman hayati hutan di Indonesia juga sangat tinggi. Jika dibandingkan dengan negara lainnya, hanya Brazil dan Zaire yang bisa menandingi keanekaragaman hutan Indonesia.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003C\/b\u003E\nHutan di Indonesia dapat dibedakan menjadi htan produksi, hutan konversi, hutan lindung. Hutan produksi adalah hutan yang sengaja ditanan untuk diambil kayunya. Hutan produksi mencapai 69,4 juta hektar yang diusahakan melalui Hak Pengusahaan Hutan (HPH) oleh swasta maupun BUMN. Hasil hutan yang dimanfaatkan dapat berupa kayu dan nonkayu.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nHutan konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.Indonesia telah menetapkan sejumlah kawasan konservasi dalam bentuk taman nasional, suaka margasatwa, cagar alam dan taman hutan rakyat dan lain-lain.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nHutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi laut, dan memelihara kesuburan tanah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nHasil hutan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan manusia. Selain itu hutan juga menghasilkan berbagai jenis bahan untuk oabt-obatan. Hutan di Indonesia juga\u0026nbsp; dimanfaatkan penduduk untuk sumber pangan misalnya buah-buahan dan sejumlah binatang buruan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E2. Minyak Bumi\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMinyak bumi atau dikenal juga sebagai emas hitam merupakan cairan kental, cokelap gelap, atau kehijauan yang muda terbakar yang terdapat pada lapisan teratas dari beberapa area di kerak bumi. Tidak semua negara memiliki minyak bumi. Indonesia salah satu negara yang memiliki minyak bumi. Minyak bumi dimanfaatkan sebagai sumber energi kendaraan bermotor, mesin pabrik, dan lain-lain.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-7IYhKzpHBfc\/W7oe5PwR06I\/AAAAAAAAAYE\/OkQn5Ov42Q0MztCiYb_6ZEBEtOZklsEggCLcBGAs\/s1600\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Potensi-Sumber-Daya-Alam-Indonesia-dan%2BPemanfaatannya.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Lembar Kerja Peserta Didik Potensi Sumber Daya Alam Indonesia dan Pemanfaatannya\" border=\"0\" data-original-height=\"451\" data-original-width=\"860\" height=\"334\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-7IYhKzpHBfc\/W7oe5PwR06I\/AAAAAAAAAYE\/OkQn5Ov42Q0MztCiYb_6ZEBEtOZklsEggCLcBGAs\/s640\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Potensi-Sumber-Daya-Alam-Indonesia-dan%2BPemanfaatannya.png\" title=\"Lembar Kerja Peserta Didik Potensi Sumber Daya Alam Indonesia dan Pemanfaatannya\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E3. Batu Bara\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBatu\u0026nbsp; bara merupakan bahan bakar fosil yang terbentuk dari tumbuhan yang mati dan kemudian tertimbun selama jutaan tahun. Indonesia merupakan penghasil batu bara terbesar kelima di dunia. Negara ini menjadi negara pengekspor batu bara terbesar di dunia karena masih minimnya pemanfaatan batu bara di dalam negeri. Negara tujuan ekspor batu bara Indonesia di antaranya Hongkong, Taiwan, China, Korea Selatan, Jepang, India, Eropa, dan Italia.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003C\/b\u003E\n\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Px9McgiXzGM\/W7oeD85BRsI\/AAAAAAAAAXw\/AqxZ5K-SuSsHj8DEEHDE1mU-gJV-L2trACLcBGAs\/s1600\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Potensi-Sumber-Daya-Alam-Indonesia-dan-Pemanfaatannya.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Lembar Kerja Peserta Didik Potensi Sumber Daya Alam Indonesia dan Pemanfaatannya\" border=\"0\" data-original-height=\"549\" data-original-width=\"939\" height=\"374\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Px9McgiXzGM\/W7oeD85BRsI\/AAAAAAAAAXw\/AqxZ5K-SuSsHj8DEEHDE1mU-gJV-L2trACLcBGAs\/s640\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Potensi-Sumber-Daya-Alam-Indonesia-dan-Pemanfaatannya.png\" title=\"Lembar Kerja Peserta Didik Potensi Sumber Daya Alam Indonesia dan Pemanfaatannya\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSebaran batu bara dunia menunjukkan adanya negara penghasil batu bara. Negara penghasil batu bara terbatas jumlahnya, yaitu China (3,6 miliar ton), Amerika Serikat (800 juta - 1 miliar ton), India (585 juta ton), Australia (414 juta ton), Indonesia (376 juta ton), Rusia (334 jta ton), Afrika Selatan (253 juta ton), Jerman (189 juta ton), Polandia (139 juta ton).\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003C\/b\u003E\nDi Indonesia, batu bara dimanfaatkan sebagai sumber energi. Namun pemanfaatannya masih kalah dibandingkan dengan pemanfaatan BBM. Beberapa kendala masih minimnya pemanfaatan batu bara adalah karena masarakat belum terbiasa menggunakan batu bara dan minimnya sosialiasi tentang manfaat batu bara. BBM dinilai lebih praktis dan tidak menimbulkan polusi walaupun harganya lebih mahal.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003C\/b\u003E\n\u003Cb\u003E4. Gas Alam\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nIndonesia memiliki cadangan gas alam sebesar 2,8 triliun meter kubit. Jumlah ini tidak terlampau besar jika dibandingkan dengan jumlah gas alam yang dihasilkan beberapa penghasil gas alam lainnya. Cadangan gas alam Indonesia hanya 1,5% dari cadangan gas alam dunia. Negara yang memiliki cadangan gas alam secara berurutan : Rusia 48 triliun meter kubik, iran 27 trilun meter kubik, dan Qatar 26 triliun meter kubit.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E \u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\nWalaupun persentasenya kecil, namun Indonesia merupakan negara pengekspor gas alam terbesar di dunia. Negara tujuan ekspor gas alam Indonesia adalah Jepang, Korea, Taiwan, China, dan AS.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003ETabel Persebaran Batu Bara, Minyak Bumi, dan Hutan\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003C\/b\u003E\n\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 1.0cm;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #b6dde8; border: solid 1.0pt; height: 1.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 33.75pt;\" width=\"45\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"IN\"\u003ENo\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #b6dde8; border-left: none; border: solid 1.0pt; height: 1.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 125.85pt;\" width=\"168\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"IN\"\u003EBatu Bara\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #b6dde8; border-left: none; border: solid 1.0pt; height: 1.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 30.1pt;\" width=\"40\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"IN\"\u003ENo\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #b6dde8; border-left: none; border: solid 1.0pt; height: 1.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 129.5pt;\" width=\"173\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"IN\"\u003EMinyak Bumi\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #b6dde8; border-left: none; border: solid 1.0pt; height: 1.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 33.5pt;\" width=\"45\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"IN\"\u003ENo\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #b6dde8; border-left: none; border: solid 1.0pt; height: 1.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 126.1pt;\" width=\"168\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"IN\"\u003EHutan\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 229.6pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 229.6pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 33.75pt;\" valign=\"top\" width=\"45\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E1\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E2\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E3\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E4\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E5\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E6\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E7\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E8\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 229.6pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 125.85pt;\" valign=\"top\" width=\"168\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E..................................\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E..................................\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E..................................\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E..................................\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E..................................\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E..................................\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E..................................\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E..................................\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 229.6pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 30.1pt;\" valign=\"top\" width=\"40\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E1\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E2\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E3\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E4\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E5\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E6\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E7\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E8\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 229.6pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 129.5pt;\" valign=\"top\" width=\"173\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E..................................\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E..................................\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E..................................\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E..................................\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E..................................\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E..................................\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E..................................\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E..................................\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 229.6pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 33.5pt;\" valign=\"top\" width=\"45\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003EA\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003EB\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003EC\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 229.6pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 126.1pt;\" valign=\"top\" width=\"168\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E..................................\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E..................................\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003E..................................\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ERincian Tugas\/kegiatan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EBaca wacana\/ materi pelajaran diatas !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPerhatikan peta persebaran minyak bumi, batu bara dan hutan !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EIsi tabel diatas dengan nama negara persebaran tambang batu bara yang ditandai dengan angka 1 - 8,\u0026nbsp; minyak bumi berdasarkan persebaran tambang minyak bumi dan hutan tropis yang ditandai dengan huruf A, B dan C !\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cb\u003EPertanyaan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003ESebutkan delapan negara penghasil batu bara di dunia ?\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESebutkan 10 negara penghasil minyak bumi di dunia ?\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESebutkan 3 negara yang memiliki hutan tropis terluas didunia ?\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/5310604992351478186\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/10\/lembar-kerja-peserta-didik-potensi.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5310604992351478186"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/5310604992351478186"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/10\/lembar-kerja-peserta-didik-potensi.html","title":"Lembar Kerja Peserta Didik Potensi Sumber Daya Alam Indonesia dan Pemanfaatannya"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-0TLbkIrTFYc\/W7oettl93rI\/AAAAAAAAAYA\/dtsL6mLjLawqm3lq1rmqXI43HUiv1nu_wCLcBGAs\/s72-c\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Potensi-Sumber-Daya-Alam-Indonesia-dan-Pemanfaatannya..png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-7749000329173065672"},"published":{"$t":"2018-10-01T12:54:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2018-10-04T08:57:41.186+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Referensi"}],"title":{"type":"text","$t":"Patahan Palu-Koro  gempa Bumi, Tsunami dan Likuifaksi"},"content":{"type":"html","$t":"Pada jumat (28\/9\/2018) sore kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tangah dilanda gempa yang disusul Tsunami. Gempa yang berkekuatan M 7,4 yang dikoreksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geopisika (BMKG) mengguncang Kota Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah pada pukul 18.02.44 WITA. Pusat gempa berada di kedalaman 11 kilometer (km) dan berjarak 26 utara kota Donggala.\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-0S8HuO9bOR8\/W7Gmvh-DAkI\/AAAAAAAAAW0\/_Gc3-15Rqm0MqJNG-kHOBkioYVSWmaWIgCLcBGAs\/s1600\/Patahan-%2BPalu-Koro-%2BPenyebab-%2Bgempa-%2BBumi-dan-%2BTsunami..png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Patahan Palu-Koro  gempa Bumi, Tsunami dan Likuifaksi\" border=\"0\" data-original-height=\"479\" data-original-width=\"410\" height=\"640\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-0S8HuO9bOR8\/W7Gmvh-DAkI\/AAAAAAAAAW0\/_Gc3-15Rqm0MqJNG-kHOBkioYVSWmaWIgCLcBGAs\/s640\/Patahan-%2BPalu-Koro-%2BPenyebab-%2Bgempa-%2BBumi-dan-%2BTsunami..png\" title=\"Patahan Palu-Koro  gempa Bumi, Tsunami dan Likuifaksi\" width=\"545\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EGambar : kompas.id\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003EPalu dan Donggala telah lama diketahui sangat rentan gempa dan tsunami. Sebanyak 14 tsunami terjadi di kawasan sesar Palu-Koro dari tahun 1820 hingga 1882. Sedangkan sejak 1927 hingga tahun 2001, telah terjadi enam kali tsunami di kawasan ini. Seluruh kejadian tsunami dikawasan ini bersumber dari aktivitas gempa\u0026nbsp; patahan Palu-Koro, zona subduksi di utara Sulawesi, dan jalur sesar di Asternoster. [1]\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSejak 1990-an, patahan Palu-Koro telah memicu tiga tsunami, yaitu pada 1 Desember 1927 di Teluk Palu, 14 Agustus 1968 di Teluk Palu, dan 1 Januari 1996 di Simuntu-Pangalaseang. Semua sumber gempa yang memicu tsunami ini berada di dekat pantai barat Sulawesi Tengah. Tiga tsunami lainnya dipicu gempa yang terjadi di patahan Pasternoster, yaitu 11 April 1967 yang melanda Tinambung, 23 Februari 1969 melanja Majene, dan 8 Januari 1984 melanda Mamuju.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTsunami di zona ini merupakan yang paling sering terjadi di Indonesia yang tercatat. Rata-rata 25 tahun sekali terjadi tsunami. Ini karena pergerakan geologi Pulau Sulawesi yang sangat aktif. Sulawesi yang berada tepat di jantung Nusantara, terbentuk dari tumbukan tiga lempeng dunia, yaitu Eurasia, Indo-Australia dan Pasifik. Jejak tumbukan ini menorehkan jalur-jalur patahan di sekujur pulau dan sebagian menerus hingga lautan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nJalur patahan Palu-koro yang membela pulau Sulawesi dari Teluk Palu ke Teluk Bone memiliki pergerakan sangat cepat, yaitu 41-45 milimeter per tahun. Kecepatan gerak patahan ini empat kali lebih cepat dibandingkan sesar Sumatera sebesar 10 mm pertahun, apalagi jika dibandingkan pergeseran sesar di Jawa yang hanya 3 mm per tahun.[2].\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"float: left; margin-right: 1em; text-align: left;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-FJrSIyaOOoU\/W7GnfZVdJjI\/AAAAAAAAAW8\/KgmcazItQHEK80lTC1cabw7jnqEq6MHjgCLcBGAs\/s1600\/Patahan-%2BPalu-Koro-%2BPenyebab-%2Bgempa-Bumi-dan-%2BTsunami.png\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Patahan Palu-Koro  gempa Bumi, Tsunami dan Likuifaksi\" border=\"0\" data-original-height=\"613\" data-original-width=\"617\" height=\"396\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-FJrSIyaOOoU\/W7GnfZVdJjI\/AAAAAAAAAW8\/KgmcazItQHEK80lTC1cabw7jnqEq6MHjgCLcBGAs\/s400\/Patahan-%2BPalu-Koro-%2BPenyebab-%2Bgempa-Bumi-dan-%2BTsunami.png\" title=\"Patahan Palu-Koro  gempa Bumi, Tsunami dan Likuifaksi\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003ESumber : kompas.id\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSesar Palu-Koro merupakan patahan dengan pergerakan terbesar kedua di Indonesia, setelah patahan Yapen, Kepulauan Yapen Papua Barat, dengan pergerakan mencapai 46 milimeter pertahun. Sesar Palu-koro adalah daerah yang rawan gempa, dimana kota Palu berkembang diatasnya. Ativitas sesar Palu-koro sangat kecil kemungkinannya untuk menimbulkan tsunami karena aktivitasnya yang hanya saling menggeser terutama terjadi di darat.[3]\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBagian tengah zona sesar Palu-Korodari Sigi ke Kota Palu tersusun oleh endapan sedimen berumur muda yang belum mengalami\u0026nbsp; konsolidasi atau pemadatan sehingga sangat rentan mengalami likuifaksi jika terjadi gempa. Jika ada gempa besar daerah-daerah zona ini dapat mengalami amblas.[4]\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nLikuifaksi terutama terjadi di daerah Petobo yang menyebabkan ratusan rumah tertimbung lumpur hitam tiga hingga lima meter. Tidak lama setelah gempa, tanah didaerah itu berubah menjadi lumpur yang menyeret bangunan-bangunan diatasnya. Jejak likuifaksi dari bekas gempa-gempa di masa lalu ditemukan sekitar Palu-Sigi. Namun temuan\u0026nbsp; itu nyaris tak menjadi perhatian.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nLikuipaksi atau tanah mengalir terjadi ketika goncangan gempa meningkatkan tekanan air tanah dan membuat partikel tanah yang berpasir berubah karakteristik menjadi seperti cairan dan bergerak mengalir. Secara ilmiah diartikan hilangnya kekuatan lapisan tanah pasir lepas akibat kenaikan tekanan air pada saat gempa bumi kuat dengan durasi lama.[4]\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-7wG3wuF6J_Y\/W7VjzZ4OseI\/AAAAAAAAAXQ\/ieDPqd5zDVcIUnSze4tLocAGGF7wpMn-wCLcBGAs\/s1600\/Patahan%2BPalu-Koro%2BPenyebab%2Bgempa%2BBumi%2Bdan%2BTsunami.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Patahan Palu-Koro  gempa Bumi, Tsunami dan Likuifaksi\" border=\"0\" data-original-height=\"312\" data-original-width=\"535\" height=\"371\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-7wG3wuF6J_Y\/W7VjzZ4OseI\/AAAAAAAAAXQ\/ieDPqd5zDVcIUnSze4tLocAGGF7wpMn-wCLcBGAs\/s640\/Patahan%2BPalu-Koro%2BPenyebab%2Bgempa%2BBumi%2Bdan%2BTsunami.png\" title=\"Patahan Palu-Koro  gempa Bumi, Tsunami dan Likuifaksi\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nLikuifaksi bisa terjadi akibat berbagai macam goncangan yang kuat, seperti gempa tektonik, gempa vulkanik, dan gempa akibat uji coba nuklir bawah laut. Likuifaksi sifatnya tidak menghancurkan bangunan tetapi lebih merusak fondasi dari bangunan sehingga tidak jarang bangunan menjadi miring ataupun tumbang. Wilayah yang sudah pernah terdampak likuifaksi memiliki kemungkinan mengalami kejadian yang sama ketika terjadi goncangan yang kuat.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nLikuifaksi tidak bisa dideteksi sebelum goncangan gempa terjadi kecuali melalui penelitian dan investigasi khusus didaerah sasaran. Investigasi dilakukan untuk mengetahui uji profil kepadatan lapisan tanah, jenis tanah, tebal tanah, serta muka air tanah.\u0026nbsp; \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDari hasil survei sosial tentang persepsi dan pengetahuan masyarakat terkait ancaman gempa dan tsunami. Hasilnya sebagain besar masyarakat di kota Palu tidak mengetahui ancaman bencana dan tidak\u0026nbsp; bersiap untuk menhadapi kemungkinan terjadinya gempa dan tsunami. \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n---------------------------\u003Cbr \/\u003E\n[1] Geger Prasetyo : Ketua Ikatan Ahli Tsunami Indonesia\/ (Kompas.id\/30\/09\/2018).\u003Cbr \/\u003E\n[2] Mudrik Rahmawan Daryono: Peneliti bumi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) (kompas.id\/30\/09\/2018).\u003Cbr \/\u003E\n[3].https:\/\/sains.kompas.com\/read\/2018\/09\/29\/\u003Cbr \/\u003E\n[4] Adrin Tohari (Peneliti likuifaksi Geoteknologi LIPI) kompas.id\/02\/10\/2018.\u003Cbr \/\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; -------------------------------------------------------------- kompas.id\/03\/10\/2018 "},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/7749000329173065672\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/10\/patahan-palu-koro-penyebab-gempa-bumi.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/7749000329173065672"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/7749000329173065672"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/10\/patahan-palu-koro-penyebab-gempa-bumi.html","title":"Patahan Palu-Koro  gempa Bumi, Tsunami dan Likuifaksi"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-0S8HuO9bOR8\/W7Gmvh-DAkI\/AAAAAAAAAW0\/_Gc3-15Rqm0MqJNG-kHOBkioYVSWmaWIgCLcBGAs\/s72-c\/Patahan-%2BPalu-Koro-%2BPenyebab-%2Bgempa-%2BBumi-dan-%2BTsunami..png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-89487505578960666"},"published":{"$t":"2018-09-30T21:22:00.002+08:00"},"updated":{"$t":"2018-10-01T19:31:13.399+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"LKPD IPS 9 SMP"}],"title":{"type":"text","$t":"Lembar Kerja Peserta Didik Potensi Lokasi Indonesia dan Upaya Pemanfaatannya"},"content":{"type":"html","$t":"Indonesia dikenal sebagai negara dengan lokasinya yang strategis. Posisinya berada di antara dua benua dan dua samudera sehingga dilalui jalur pelayaran internasional. Karena lokasinya juga, Indonesia merupakan negara tropis, dengan suhu dan curah hujan yang tinggi. Ini memungkinkan Indonesia memiliki beragam tumbuhan dan hewan sebagai sumber pangan dan obat-obatan. Kekayaan Indonesia berupa bahan tambang juga terkait dengan lokasinya yang secara geologis terletak pada pertemuan lempeng Eurasia, Pasifik dan Hindia.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-158mZuNy4f4\/W7CtpKHNDmI\/AAAAAAAAAWg\/4EEox-t5Wwc6AmkmsXF_iyRNqj_ZpeI9QCLcBGAs\/s1600\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Potensi-%2BLokasi-Indonesia-%2Bdan-Upaya-%2BPemanfaatannya.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Lembar Kerja Peserta Didik Potensi Lokasi Indonesia dan Upaya Pemanfaatannya\" border=\"0\" data-original-height=\"595\" data-original-width=\"1112\" height=\"340\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-158mZuNy4f4\/W7CtpKHNDmI\/AAAAAAAAAWg\/4EEox-t5Wwc6AmkmsXF_iyRNqj_ZpeI9QCLcBGAs\/s640\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Potensi-%2BLokasi-Indonesia-%2Bdan-Upaya-%2BPemanfaatannya.png\" title=\"Lembar Kerja Peserta Didik Potensi Lokasi Indonesia dan Upaya Pemanfaatannya\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003EIndonesia memiliki jumlah penduduk yang besar. Jika diurutkan, posisi Indonesia berada pada urutan keempat terbesar di dunia dalam hal jumlah penduduk. Jumlah penduduk yang bsar menguntungkan Indonesia karena tersedia tenaga kerja untuk mengolah sumber daya alam. Selain kaya akan sumber daya alam, Indonesia juga kaya akan budaya. Beraneka ragam budaya dapat dijumpai di negara ini. Kekayaan budaya tersebut menjadi daya tarik wisatawan dari berbagai negara sehingga Indonesia menjadi daerah tujuan wisata.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSetiap lokasi di permukaan bumi memiliki keunikan dan potensi yang berbeda dengan lokasi lainnya. Tidak ada satu lokasi pun yang karakteristiknya sama persis antara satu dan lainnya. Indonesia sebagai suatu wilayah di permukaan bumi juga memiliki karakteristik sendiri yang berbeda dengan wilayah lainnya, sekalgus menyimpan potensi yang dimilikinya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSecara astronomis, Indonesia terletak pada 95 derajat BT - 141 derajat BT dan 6 derajat LU - 11 derajat LS. Posisi tersebut membuat Indonesia berada pada wilayah tropis. Akibatnya, Indonesia memiliki iklim tropis yang ditandai dengan suhu dan curah hujan yang tinggi.\u0026nbsp; Suhu di Indonesia berkisar antara 27 derajat - 32 derajat celsius dan curah hujan tahunan berkisar antara 1000 - 4000 mm\/tahun.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSecara geografis, Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera. Benua yang mengapit Indonesia adalah benua Asia dan Australia. Samudera yang mengapit Indonesia adalah Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Posisi ini membuat Indonesia dilalui oleh jalur pelayaran internasional antarnegara dan antar benua.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nWalaupun tampak rumit, rute pelayaran utama (\u003Ci\u003Ecore route\u003C\/i\u003E) pelayaran dunia relatif sederhana, yaitu menghubungkan Amerika Utara, Eropa dan Asia Pasifik melalui Terusan Suez, Selat Malaka, dan terusan Panama. Indonesia dilalui oleh jalur pelayaran utama dunia. Jalur utama tersebut merupakan jalur pelayaran komersial paling penting dan melayani pasar utama dunia. Selain jalur utama Indonesia juga dilalui jalur pelayaran sekunder.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nIndonesia berada di Benua Asia yang saat ini perkembangan ekonominya sangat cepat. Kemajuan yang pesat dari negara Jepang, China, Korea, dan Taiwan. Kemana, jalur mana dan lautan apasaja yang mereka lewati untuk mengirimkan barangnya ke Australia, Eropa, Afrika dan Timur Tengah ?\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nNegara-negara Asia Timur, seperti Jepang dan Korea Selatan, menggunakan jalur Selat Malaka untuk mengirimkan barang-barang ekspor ke berbagai wilayah di dunia seperti Afrika, Timur Tengah, dan Eropa. Demikian juga halnya engan negara-negara Eropa yang menggunakan Selat Malaka untuk menyalurkan ekspornya ke berbagai negara di Asia.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKeuntungan posisi Indonesia juga dapat dilihat secara geologis. Indonesia berada pada jalur pertemuan tiga lempeng, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Hindia. Posisi tersebut membuat Indonesia memiliki banyak gunung api dengan berbagai implikasinya. Keuntungan dari letak geologi seperti ini adalah beragamnya potensi sumber energi dan mineral.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSebagai contoh energi panas bumi banyak ditemukan di Indonesia karena adanya aktivitas kegunungapian. Aktivitas kegunungapian juga membuat banyaknya batuan yang mengandung berbagai mineral berharga serta menyubrkan tanah. Namun demikian, loksi ini juga sekaligus menjadikan Indonesia rawan bencana alam, khususnya letusan gunung api dan gempa bumi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPosisi Indonesia sangat strategis sehingga banyak dilalui pelayaran internasional. Posisi yang strategis tersebut memungkinkan bangsa Indonesia berhubungan dengan berbagai negara atau bangsa lainnya di dunia. Para pedagang Indonesia telah lama menjalin hubungan dagang dengan bangsa lain yang melewati wilayah Indonesia. Sejumlah pelabuhan berkembang di Indonesia untuk mempermudah hubungan dagang tersebut.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #b6dde8; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 175.5pt;\" valign=\"top\" width=\"234\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"IN\"\u003ETabel 1 : Potensi Lokasi\n  Indonesia \u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 24.0pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #fabf8f; border: solid 1.0pt; height: 24.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 97.55pt;\" width=\"130\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"IN\"\u003EPotensi Lokasi\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #fabf8f; border-left: none; border: solid 1.0pt; height: 24.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 191.35pt;\" width=\"255\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"IN\"\u003EDeskripsi Potensi\n  Lokasi\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #fabf8f; border-left: none; border: solid 1.0pt; height: 24.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 189.9pt;\" width=\"253\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"IN\"\u003EUpaya Pemanfaatan\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 2.0cm;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 2.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 97.55pt;\" width=\"130\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003ESecara Astronomis\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 2.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 191.35pt;\" valign=\"top\" width=\"255\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 2.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 189.9pt;\" valign=\"top\" width=\"253\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 2.0cm;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 2.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 97.55pt;\" width=\"130\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003ESecara  Geografis\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 2.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 191.35pt;\" valign=\"top\" width=\"255\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 2.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 189.9pt;\" valign=\"top\" width=\"253\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 2.0cm;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 2.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 97.55pt;\" width=\"130\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003ESecara  Geologis\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 2.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 191.35pt;\" valign=\"top\" width=\"255\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 2.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 189.9pt;\" valign=\"top\" width=\"253\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #b6dde8; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 175.5pt;\" valign=\"top\" width=\"234\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"IN\"\u003ETabel 2 :  Rute Pelayaran Dunia\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 24.0pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #fabf8f; border: solid 1.0pt; height: 24.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 97.55pt;\" width=\"130\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"IN\"\u003EJalur Pelayaran\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #fabf8f; border-left: none; border: solid 1.0pt; height: 24.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 191.35pt;\" width=\"255\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"IN\"\u003ENegara yang dilewati\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"background: #fabf8f; border-left: none; border: solid 1.0pt; height: 24.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 189.9pt;\" width=\"253\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan lang=\"IN\"\u003ESelat yang dilewati\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 2.0cm;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 2.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 97.55pt;\" width=\"130\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003EJepang - Inggris\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 2.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 191.35pt;\" valign=\"top\" width=\"255\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 2.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 189.9pt;\" valign=\"top\" width=\"253\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 2.0cm;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 2.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 97.55pt;\" width=\"130\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003EIndonesia – Saudi Arabia\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 2.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 191.35pt;\" valign=\"top\" width=\"255\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 2.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 189.9pt;\" valign=\"top\" width=\"253\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 2.0cm;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 2.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 97.55pt;\" width=\"130\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003EJepan  - Australia\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 2.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 191.35pt;\" valign=\"top\" width=\"255\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 2.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 189.9pt;\" valign=\"top\" width=\"253\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 2.0cm;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 2.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 97.55pt;\" width=\"130\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003EKorea  Selatan – Iran\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 2.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 191.35pt;\" valign=\"top\" width=\"255\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 2.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 189.9pt;\" valign=\"top\" width=\"253\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 2.0cm;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 2.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 97.55pt;\" width=\"130\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003EChina – Australia\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 2.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 191.35pt;\" valign=\"top\" width=\"255\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 2.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 189.9pt;\" valign=\"top\" width=\"253\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 2.0cm;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 2.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 97.55pt;\" width=\"130\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"IN\"\u003EJerman - Jepang\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 2.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 191.35pt;\" valign=\"top\" width=\"255\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 2.0cm; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 189.9pt;\" valign=\"top\" width=\"253\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ERincian Kerja\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EBaca materi\/wacana diatas !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPerhatikan Peta jalur pelayaran internasional diatas !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ELengkap tabel 1 tentang potensi lokasi Indonesia dan tabel 2 rute pelayaran dunia !\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cb\u003EPertanyaan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003ESebutkan potensi\u0026nbsp; Letak astronomis Indonesia dan upaya pemanfaatannya !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESebutkan potensi letak geologis Indonesia !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESebutka negara dan selat yang dilewati pelayaran antara Jepang dan Inggris !\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESebutkan apa yang harus dilakukan untuk memperoleh manfaat maksimal dari kondisi Indonesia sebagai jalur pelayaran internasional ! \u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/89487505578960666\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/09\/lembar-kerja-peserta-didik-potensi.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/89487505578960666"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/89487505578960666"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/09\/lembar-kerja-peserta-didik-potensi.html","title":"Lembar Kerja Peserta Didik Potensi Lokasi Indonesia dan Upaya Pemanfaatannya"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-158mZuNy4f4\/W7CtpKHNDmI\/AAAAAAAAAWg\/4EEox-t5Wwc6AmkmsXF_iyRNqj_ZpeI9QCLcBGAs\/s72-c\/Lembar-Kerja-Peserta-Didik-Potensi-%2BLokasi-Indonesia-%2Bdan-Upaya-%2BPemanfaatannya.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-6034202991507613029"},"published":{"$t":"2018-09-28T20:55:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2018-09-28T20:55:58.879+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"LKPD IPS 7 SMP"}],"title":{"type":"text","$t":"Lembar Kerja Peserta Didik Keragaman Etnik dan Budaya Indonesia"},"content":{"type":"html","$t":"Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang memiliki suku bangsa dan budaya yang beragam. Suku bangsa sering juga disebut etnik. Menurut Koentjaranigrat, suku bangsa berarti sekolompok manusia yang mempunyai kesatuan budaya dan terikat oleh kesadaran budaya tersebut, sehingga menjadi identitas.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"float: left; margin-right: 1em; text-align: left;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-UWxzqPnmNSA\/W64acP5t21I\/AAAAAAAAAV4\/e-2MO4yib-M0T81AR244it4fV3VkGIfsACLcBGAs\/s1600\/Lembar-Kerja-Peserta-%2BDidik-Keragaman-%2BEtnik-dan-Budaya-%2BIndonesia.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Lembar Kerja Peserta Didik Keragaman Etnik dan Budaya Indonesia\" border=\"0\" data-original-height=\"450\" data-original-width=\"600\" height=\"240\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-UWxzqPnmNSA\/W64acP5t21I\/AAAAAAAAAV4\/e-2MO4yib-M0T81AR244it4fV3VkGIfsACLcBGAs\/s320\/Lembar-Kerja-Peserta-%2BDidik-Keragaman-%2BEtnik-dan-Budaya-%2BIndonesia.JPG\" title=\"Lembar Kerja Peserta Didik Keragaman Etnik dan Budaya Indonesia\" width=\"320\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EBalla Lompoa Kab. Gowa Sulawesi Selatan\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\nKesadaran dan identitas biasanya dikuatkan oleh kesatuan bahasa. Jadi, suku bangsa adalah gabungan sosial yang dibedakan dari golongan-golongan sosial sebab mempunyai ciri-ciri paling mendasar dan umum berkaitan dengan asal-usul dan tempat asal serta kebudayaan. Ciri-ciri suku bangsa memiliki kesamaan kebudayaan, bahasa,\u0026nbsp; adat istiadat, dan nenek moyang.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nCiri-ciri mendasar yang membedakan suku bangsa atau dengan lainnya, antara lain bahasa daerah, adat istiadat, sistem kekerabatan, kesenian daerah dan tempat asal.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKeragaman bangsa Indonesia, terutama terbentuk oleh jumlah suku bangsa yang mendiami berbagai lokasi yang tersebar. Setiap suku bangsa mempunyai ciri atau karakter tersendiri, baik dalam aspek sosial atau budaya. Menurut Badan Pusat Statistik yang dilaksanakan tahun 2010, di Indonesia terdapat 1.128 suku bangsa. Antar suku bangsa di Indonesia mempunyai berbagai perbedaan dan itulah yang membentuk keanekaragaman di Indonesia.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKehidupan sosial budaya masyarakat Indonesia sangat beragam. Keragaman tersebut dipengaruhi faktor lingkugan. Masyarakat yang tingal di daerah pegunungan akan lebih banyak menggantungkan kehidupannya dari pertanian, sehingga berkembang kehidupan sosial budaya masyarakat petani. Sementara itu, darah pantai akan memengaruhi masyarakatnya untuk mempunyai mata\u0026nbsp; pencarian\u0026nbsp; sebagai nelayan dan berkembanglah kehidupan sosial masyarakat nelayan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"float: right; margin-left: 1em; text-align: right;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-95TPSfUYOpg\/W64hP7XWSNI\/AAAAAAAAAWM\/jSi9kp_B8bYsNgbtFgc0GErCy1FdBI4awCLcBGAs\/s1600\/Lembar-Kerja-Peserta-%2BDidik-Keragaman-%2BEtnik-dan-Budaya-%2BIndonesia..JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Lembar Kerja Peserta Didik Keragaman Etnik dan Budaya Indonesia\" border=\"0\" data-original-height=\"450\" data-original-width=\"600\" height=\"240\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-95TPSfUYOpg\/W64hP7XWSNI\/AAAAAAAAAWM\/jSi9kp_B8bYsNgbtFgc0GErCy1FdBI4awCLcBGAs\/s320\/Lembar-Kerja-Peserta-%2BDidik-Keragaman-%2BEtnik-dan-Budaya-%2BIndonesia..JPG\" title=\"Lembar Kerja Peserta Didik Keragaman Etnik dan Budaya Indonesia\" width=\"320\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003ERuang utama Balla Lopoa\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\nKeragaman bangsa Indonesia tampak pula dalam seni sebagai hasil kebudayaan daerah di Indonesia, misalnya dalam bentuk tarian dan nyanyian. Hampir semua daearah atau suku bangsa mempunyai tarian dan nyanyian yang berbeda. Begitu juga dalam hasil karya, setiap daerah mempunyai hasil karya yang berbeda dan menjadi ciri khas daerahya masing-masing.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKeanekaragaman budaya Indonesia dari Sabang sampai Marauke merupakan aset yang tidak ternilai harganya, sehingga harus tetap diperhatikan dan dilestarikan. Ada sebagian warga Indonesia yang tidak mengetahui ragam budaya daerah lain di Indonesia, salah satunya budaya melukis tubuh di Mentawai, Sumatera Barat, tindik sebagai tanda kedewasaan dan masih banyak kebudayaan lain yang belum tereksplorasi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSetiap daerah memiliki kebudayaan yang khas. Keragaman budaya tersebut dapat diketahui melalui bentuk-bentuk pakaian adat, lagu daerah, tarian daerah, rumah adat, upacara adat dan lain sebagainya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003Ea. Rumah Adat\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\nIndonesia kaya akan budaya dengan terdapatnya wujud keanekaragaman budaya bangsa kita yang tersebar di berbagai provinsi pada umumnya. hal yang paling kongkrit adalah adanya rumah adat disetiap daerah provinsi di negara kita. Beberapa rumah adat di Indonesia adalah: \u003Ci\u003EKrong Bade, Rumah Joglo, Rumah Gadang, Rumah adat Gapura Candi Bentar, Rumah adat Honai, Rumah adat Istana Buton, Rumah adat lamin, Banjar atau Betang, Musalaki, Betang dan Honai.\u003C\/i\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTabel 1 Persebaran Rumah Adat di Indonesia \u003Cbr \/\u003E\n\u003Ci\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/i\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 25.7pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border: solid 1.0pt; height: 25.7pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 28.1pt;\" width=\"37\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003ENo\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; height: 25.7pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EProvinsi\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; height: 25.7pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 233.85pt;\" width=\"312\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003ERumah Adat\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 19.85pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 28.1pt;\" valign=\"top\" width=\"37\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n1\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 233.85pt;\" valign=\"top\" width=\"312\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nHonai\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 19.85pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 28.1pt;\" valign=\"top\" width=\"37\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n2\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 233.85pt;\" valign=\"top\" width=\"312\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nBetang\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 19.85pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 28.1pt;\" valign=\"top\" width=\"37\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n3\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 233.85pt;\" valign=\"top\" width=\"312\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nMusalaki\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 19.85pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 28.1pt;\" valign=\"top\" width=\"37\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n4\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 233.85pt;\" valign=\"top\" width=\"312\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nRumah Joglo\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 19.85pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 28.1pt;\" valign=\"top\" width=\"37\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n5\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 233.85pt;\" valign=\"top\" width=\"312\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nKrong Bade\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 19.85pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 28.1pt;\" valign=\"top\" width=\"37\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n6\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 233.85pt;\" valign=\"top\" width=\"312\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nRumah Gadang\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 19.85pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 28.1pt;\" valign=\"top\" width=\"37\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n7\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 233.85pt;\" valign=\"top\" width=\"312\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nRumah adat Gapura Candi Bentar\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 19.85pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 28.1pt;\" valign=\"top\" width=\"37\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n8\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 233.85pt;\" valign=\"top\" width=\"312\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nRumah adat Honai\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 19.85pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 28.1pt;\" valign=\"top\" width=\"37\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n9\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 233.85pt;\" valign=\"top\" width=\"312\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nRumah adat Istana Buton\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 19.85pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 28.1pt;\" valign=\"top\" width=\"37\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n10\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 233.85pt;\" valign=\"top\" width=\"312\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nRumah adat lamin\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 19.85pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 28.1pt;\" valign=\"top\" width=\"37\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n11\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 233.85pt;\" valign=\"top\" width=\"312\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nBanjar atau Betang\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003Eb. Pakaian Adat\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPakaian\u0026nbsp; adat tradisional di Indonesia begitu banyak dan beragam, ini merupakan nilai-nilai buadaya Indonesia yang tak ternilai harganya yang seharusnya kita jaga dan lestarikan. Contoh pakaian adat di Indonesia antara lain: \u003Ci\u003EUlee Balang, Karo\/Ulos, Bundo Kandung, Kebaya Labuh, Aisan Gede, Kain Tapis dan Abang dan None.\u003C\/i\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTabel 2 : Persebaran Pakaian Adat di Indonesia\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003C\/b\u003E\n\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 26.8pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border: solid 1.0pt; height: 26.8pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 35.2pt;\" width=\"47\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003ENo\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; height: 26.8pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EProvinsi\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; height: 26.8pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 226.75pt;\" width=\"302\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EPakaian Adat\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 19.85pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 35.2pt;\" width=\"47\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n1\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 226.75pt;\" width=\"302\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nUlee Balang\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 19.85pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 35.2pt;\" width=\"47\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n2\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 226.75pt;\" width=\"302\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nAbang dan None\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 19.85pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 35.2pt;\" width=\"47\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n3\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 226.75pt;\" width=\"302\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nKain Tapis\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 19.85pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 35.2pt;\" width=\"47\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n4\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 226.75pt;\" width=\"302\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nAisan Gede\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 19.85pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 35.2pt;\" width=\"47\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n5\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 226.75pt;\" width=\"302\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nKebaya Labuh\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 19.85pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 35.2pt;\" width=\"47\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n6\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 226.75pt;\" width=\"302\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nBundo Kandung\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 19.85pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 35.2pt;\" width=\"47\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n7\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 19.85pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 226.75pt;\" width=\"302\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\nKaro\/Ulos\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003Ec. Tarian Daerah\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTari merupakan salah satu aspek seni untuk mengungkapkan perasaan melalui gerak. Tarian setiap daerah memiliki ciri khasnya tersendiri, biasanya memiliki makna dan simbol tertentu yang terkandung didalamnya. Beberapa contoh tarian daerah adalah : \u003Ci\u003ETari Saman, Tari serampang dua belas, Tari Rantak Minangkabau, Tari Joged Lambak, Tari Madah Gurindam Tanjung Pinang, Tari Sekapur Sirih, Tari Ronggeng, tari Pakarena.\u003C\/i\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTabel 3 : Persebaran tarian daerah di Indonesia\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ci\u003E\u0026nbsp;\u003C\/i\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 27.9pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border: 1pt solid; height: 27.9pt; padding: 0cm 5.4pt; text-align: center; width: 33.75pt;\" valign=\"top\" width=\"45\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u0026nbsp;No\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border: 1pt solid; height: 27.9pt; padding: 0cm 5.4pt; text-align: center; width: 219.75pt;\" valign=\"top\" width=\"293\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cb\u003EProvinsi \u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border: 1pt solid; height: 27.9pt; padding: 0cm 5.4pt; text-align: center; width: 225.3pt;\" valign=\"top\" width=\"300\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u0026nbsp;Tarian Daerah\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 17.0pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border: 1pt solid; height: 17pt; padding: 0cm 5.4pt; text-align: center; width: 33.75pt;\" valign=\"top\" width=\"45\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u0026nbsp;1\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 17.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 219.75pt;\" valign=\"top\" width=\"293\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 17.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 225.3pt;\" valign=\"top\" width=\"300\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u0026nbsp;Tari Saman\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 17.0pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border: 1pt solid; height: 17pt; padding: 0cm 5.4pt; text-align: center; width: 33.75pt;\" valign=\"top\" width=\"45\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u0026nbsp;2\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 17.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 219.75pt;\" valign=\"top\" width=\"293\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 17.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 225.3pt;\" valign=\"top\" width=\"300\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u0026nbsp;Tari serampang dua belas\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 17.0pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border: 1pt solid; height: 17pt; padding: 0cm 5.4pt; text-align: center; width: 33.75pt;\" valign=\"top\" width=\"45\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u0026nbsp;3\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 17.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 219.75pt;\" valign=\"top\" width=\"293\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 17.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 225.3pt;\" valign=\"top\" width=\"300\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u0026nbsp;Tari Rantak Minagkabau\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 17.0pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border: 1pt solid; height: 17pt; padding: 0cm 5.4pt; text-align: center; width: 33.75pt;\" valign=\"top\" width=\"45\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u0026nbsp;4\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 17.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 219.75pt;\" valign=\"top\" width=\"293\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 17.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 225.3pt;\" valign=\"top\" width=\"300\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u0026nbsp;Tari joget lambat\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 17.0pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border: 1pt solid; height: 17pt; padding: 0cm 5.4pt; text-align: center; width: 33.75pt;\" valign=\"top\" width=\"45\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u0026nbsp;5\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 17.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 219.75pt;\" valign=\"top\" width=\"293\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 17.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 225.3pt;\" valign=\"top\" width=\"300\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u0026nbsp;Tari Madah Gurindam tanjung Pinag\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 17.0pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border: 1pt solid; height: 17pt; padding: 0cm 5.4pt; text-align: center; width: 33.75pt;\" valign=\"top\" width=\"45\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u0026nbsp;6\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 17.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 219.75pt;\" valign=\"top\" width=\"293\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 17.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 225.3pt;\" valign=\"top\" width=\"300\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u0026nbsp;Tari Sekapur srih\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 17.0pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border: 1pt solid; height: 17pt; padding: 0cm 5.4pt; text-align: center; width: 33.75pt;\" valign=\"top\" width=\"45\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u0026nbsp;7\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 17.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 219.75pt;\" valign=\"top\" width=\"293\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 17.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 225.3pt;\" valign=\"top\" width=\"300\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u0026nbsp;Tari ronggeng\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 17.0pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border: 1pt solid; height: 17pt; padding: 0cm 5.4pt; text-align: center; width: 33.75pt;\" valign=\"top\" width=\"45\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u0026nbsp;8\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 17.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 219.75pt;\" valign=\"top\" width=\"293\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 17.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 225.3pt;\" valign=\"top\" width=\"300\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u0026nbsp;Tari Pakarena\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr style=\"height: 17.0pt;\"\u003E\n  \u003Ctd style=\"border: 1pt solid; height: 17pt; padding: 0cm 5.4pt; text-align: center; width: 33.75pt;\" valign=\"top\" width=\"45\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u0026nbsp;9\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 17.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 219.75pt;\" valign=\"top\" width=\"293\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; height: 17.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 225.3pt;\" valign=\"top\" width=\"300\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDari contoh diatas, menunjukkan betapa kaya dan beragamnya kebudayaan Indonesia. Grakan yang indah diiringi dengan irama musik yang memukau, dapat menyuguhkan suatu pertunjukan karya seni yang luar biasa.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ERincian Kegiatan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EBaca wacana\/materi pelajaran diatas\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESiapkan buku teks wajib atau buku penunjang lainnya dan akses internet jika perlu\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EIsilah\/lengkapi tabel persebaran rumah adat, pakaian adat dan tarian daerah\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cb\u003EPertanyaan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003ESebutkan nama rumah adat provinsi Aceh, Riau dan Sumatera Utara ?\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Cb\u003E \u003C\/b\u003ESebutkan nama pakaian adat provinsi Bali ?\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESebutkan nama tari yang berasal dari Sulawesi Selatan ?\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/6034202991507613029\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/09\/lembar-kerja-peserta-didik-keragaman_28.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6034202991507613029"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6034202991507613029"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/09\/lembar-kerja-peserta-didik-keragaman_28.html","title":"Lembar Kerja Peserta Didik Keragaman Etnik dan Budaya Indonesia"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-UWxzqPnmNSA\/W64acP5t21I\/AAAAAAAAAV4\/e-2MO4yib-M0T81AR244it4fV3VkGIfsACLcBGAs\/s72-c\/Lembar-Kerja-Peserta-%2BDidik-Keragaman-%2BEtnik-dan-Budaya-%2BIndonesia.JPG","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-6388474559510038498"},"published":{"$t":"2018-09-13T20:46:00.002+08:00"},"updated":{"$t":"2018-09-13T20:46:48.867+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Teknologi Informasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Pentingnya Mengembalikan Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi "},"content":{"type":"html","$t":"Sejumlah guru berharap, mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kembali diadakan dan diajarkan. Mata pelajaran ini penting bagi siswa dalam proses pembelajaran di era pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-lcnhPTXgN7Q\/W5pbxIxr0RI\/AAAAAAAAAVY\/uHC02bkiZAQyefq5FZI8HcdqQRsnjbDoACLcBGAs\/s1600\/Pentingnya-%2BMengembalikan-%2BPelajaran-%2BTeknologi-%2BInformasi-dan-%2BKomunikasi..jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Pentingnya Mengembalikan Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi \" border=\"0\" data-original-height=\"450\" data-original-width=\"600\" height=\"240\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-lcnhPTXgN7Q\/W5pbxIxr0RI\/AAAAAAAAAVY\/uHC02bkiZAQyefq5FZI8HcdqQRsnjbDoACLcBGAs\/s320\/Pentingnya-%2BMengembalikan-%2BPelajaran-%2BTeknologi-%2BInformasi-dan-%2BKomunikasi..jpg\" title=\"Pentingnya Mengembalikan Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi \" width=\"320\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\nMata pelajaran TIK sebelumnay dimuat dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (2006), Namun, pada Kurikulum 2013, mata pelajaran TIK dihapus. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Nomor 45 Tahun 2015 tentang Peraturan atas Peraturan Mendikbud No. 68\/2014 tentang Peran Guru TIK\/KKPI dalam Kurikulum 2013, TIK diberikan sebatas bimbingan, bukan mata pelajaran.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\nTIK perlu kembali diadakan atau diajarkan, terutama dengan mulai diterapkannya ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Siswa bisa mengakses komputer di sekolah ataupun di luar sekolah. Namun, untuk bisa mengoporasikannya dengan benar dan aman, siswa perlu diajari dengan baik dan benar pula. Waktu bimbingan TIK yang satu jam pelajaran dinilai tidak cukup memadai untuk mengajari mereka.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMata pelajaran TIK penting bagi siswa dalam mempelajari kemampuan dasar mengoporasikan komputer, seperti keterampilan menggunakan Microsoft Power Point. Karena siswa belajar secara otodidak, kemampuannya bisa saja belum begitu baik. Diharapkan TIK kembali dimasukkan kedalam kurikulum. Dengan demikian, siswa bisa menguasai komputer dengan baik.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPenguatan teknologi informasi dan komunikasi siswa lewat mata pelajaran informatika dapat diberikan sejak jenjang Sekolah Dasar. Namun, pemberlakuan mata pelajaran informatika ini bergantung pada kesiapan sekolah, utamanya dengan melihat ketersediaan guru serta sarana dan prasarana.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPusat Kurikulum dan Perbukuan terus menyiapkan beragam perangkat untuk menyambut diberlakukannya mata pelajaran Informatika. Mata pelajaran ini sebagai pengganti\u0026nbsp; TIK di jenjang SMP dan SMA sederajat yang sempat dihapus seiring diberlakukannya kurikulum 2013. Mata pelajaran TIK dijadikan sebagai Bimbingan TIK atau dimasukkan dalam mata pelajaran Prakarya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nNamun dilapangan implementasinya tidak mulus. Pembelajaran TIK dinilai tetap penting. tapi legalitasnya dalam kurikulum yang tidak diakui sebagai mata pelajaran membuat pembelajaran TIK tak optimal. Ada desakan\u0026nbsp; untuk tetap mengadakan mata pelajarn TIK\u0026nbsp; dengan mereformasi materi sesuai perkembangan zaman. Bisa dilakukan yakni membuat mata pelajaran informatika.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDalam rancangan puskurbuk, mata pelajaran informatika di jenjang SD bisa dimasukkan sebagai pilihan di muatan lokal atau bisa juga untuk ekstrakurikuler. Adapun dijenjang SMP bisa memilih juga untuk mengajarkan prakarya atau informatika. Adapun di SMA sebagai pilihan lintas minat.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKemampuan TIK sebenarnya sudah ada dalam diri anak saat ini. Pembelajaran informatika didasari untuk memperkuat berpikir komputasi dan menguatkan kecakapan literasi digital para siswa. Materi yang disajikan meliputi sistem komputer, jaringan dan internet, algoritma dan program, data dan analisis, serta dampak sosial dari perkembangan TIK.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBanyak negara lain juga menyediakan pembelajaran TIK dengan beragam nama untuk membuat siswa mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu TIK yang semakin penting dalam semua aspek kehidupan di masa depan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-2Ex2OqJ0gIc\/W5pZ-jpSXlI\/AAAAAAAAAVM\/aIl1QaYijaUpvddUcsgeExvCue0UKd6cgCLcBGAs\/s1600\/Pentingnya-%2BMengembalikan-%2BPelajaran-%2BTeknologi-%2BInformasi-dan-%2BKomunikasi.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Pentingnya Mengembalikan Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi \" border=\"0\" data-original-height=\"349\" data-original-width=\"540\" height=\"206\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-2Ex2OqJ0gIc\/W5pZ-jpSXlI\/AAAAAAAAAVM\/aIl1QaYijaUpvddUcsgeExvCue0UKd6cgCLcBGAs\/s320\/Pentingnya-%2BMengembalikan-%2BPelajaran-%2BTeknologi-%2BInformasi-dan-%2BKomunikasi.jpg\" title=\"Pentingnya Mengembalikan Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi \" width=\"320\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\nPembelajaran TIK bagi siswa menurut UNESCO penting untuk menghasilkan pekerja yang profesional di bidang TIK. Namun tak kalah penting dengan menguatkan kompetensi TIK siswa di sekolah dapat membantu mereka menjadi profesional di bidangnya yang dapat makin berkembang karena mampu memanfaatkan TIK.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMengajarkan coding dalam informatika pada siswa bukan untuk menjadikan semua siswa sebagai programmer. Dengan memperkuat kemampuan ini, membekali siswa untuk dapat berpikir kritis dan memecahkan masalah dengan berpikir komputasional.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDengan memperkuat kemampuan TIK, membekali siswa untuk dapat berpikir kritis dan memecahkan masalah dengan berpikir komputasional. Dalam memberlakukan mata pelajaran informatika yang akan dimulai di tahun ajaran 2019 ada tantangan dalam kompetensi guru TIK. Masih banyak guru TIK yang belum bersertifikat pendidik. Sebagian besar guru TIK yang ada berasal dari pendidikan non TIK.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKita tidak ingin anak-anak hanya memandang TIK sebagai alat pemebelajaran yang artinya tercipta minset sebagai pemakai atau konsumen saja. Tetapi mendorong supaya anak-anak Indonesia juga kreatif dalam memanfaatkan TIK untuk kehidupan dan inovasi."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/6388474559510038498\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/09\/pentingnya-mengembalikan-pelajaran.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6388474559510038498"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/6388474559510038498"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/09\/pentingnya-mengembalikan-pelajaran.html","title":"Pentingnya Mengembalikan Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi "}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-lcnhPTXgN7Q\/W5pbxIxr0RI\/AAAAAAAAAVY\/uHC02bkiZAQyefq5FZI8HcdqQRsnjbDoACLcBGAs\/s72-c\/Pentingnya-%2BMengembalikan-%2BPelajaran-%2BTeknologi-%2BInformasi-dan-%2BKomunikasi..jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-3159668900462978708"},"published":{"$t":"2018-09-11T21:01:00.003+08:00"},"updated":{"$t":"2018-09-11T21:01:34.711+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Administrasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Instrumen Telaah Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013"},"content":{"type":"html","$t":"Untuk melaksanakan supervisi akademik perangkat pembelajaran ada dua aktivitas yang harus dilakukan. Pertama melakukan telaah administrasi perangkat pembelajaran. Kedua, melakukan telaah RPP yang telah dibawah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-O7jWZR1hoM4\/W5e8Px8IHbI\/AAAAAAAAAU4\/lNqYN9iHVZQI9NlgoJcltOFfbQZivw4QACLcBGAs\/s1600\/Instrumen-Telaah-Perangkat-Pembelajaran-Kurikulum-2013.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Instrumen Telaah Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013\" border=\"0\" data-original-height=\"440\" data-original-width=\"619\" height=\"227\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-O7jWZR1hoM4\/W5e8Px8IHbI\/AAAAAAAAAU4\/lNqYN9iHVZQI9NlgoJcltOFfbQZivw4QACLcBGAs\/s320\/Instrumen-Telaah-Perangkat-Pembelajaran-Kurikulum-2013.jpg\" title=\"Instrumen Telaah Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013\" width=\"320\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKegiatan supervisi akademik perangkat pembelajaran ini dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Supervisi akademik ini perlu dilakukan sesuai jadwal karena telah disepakati dengan guru yang disupervisi. Dengan melaksanakan supervisi akademik secara disiplin, guru akan termotivasi untuk memperbaiki proses pembelajarannya secara berkelanjutan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\nUntuk lebih memahami tentang pelaksanaan Supervisi Akademik Perangkat Pembelajaran, bacalah bahan bacaan tentang Supervisi Akademik dan bahan tentang Pendekatan dan Teknik Supervisi Akademik.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nContoh Kasus:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPada Oktober, seorang guru SMP di supervisi oleh kepala sekolahnya. Guru yang disupervisi tersebut memiliki perangkat pembelajaran meliputi buku teks pelajaran, program tahunan yang belum mencantumkan jadwal ujian tengah semester, program semester, silabus mata pelajaran yang diampuh, beberapa RPP yang belum memuat rubrik penilaian, dan kalender pendidikan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDaftar nilai dan daftar hadir siswa sudah ada, dokumen KKM belum tersedia dan agenda harian tidak pernah diisi. Buku teks pelajaran untuk siswa sudah tersedia dengan rasio 1:2. Telah memiliki buku pedoman guru dan jadwal pelajaran lengkap. Guru tersebut telah mengajar di sekolah tersebut selama 5 tahun\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EInstrumen Telaah Perangkat Pembelajaran\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nNama Sekolah\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; : .................................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nNama Guru\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;: .................................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPangkat\/Golongan\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; : .................................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nMata Pelajaran\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; : .................................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nJumlah Jam Tatap Muka\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;: .................................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSemester\/Kelas\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;:..................................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nTahun Ajaran\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; :..................................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003ENo\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.0pt;\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003EKomponen\n  Administrasi Pembelajaran\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd colspan=\"2\" style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 99.2pt;\" width=\"132\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003EKondisi\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd colspan=\"4\" style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;\" width=\"113\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003ESkor\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 88.15pt;\" width=\"118\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003EKeterangan\n  Ketercapaian\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003EAda\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003ETidak\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.3pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003E4\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003E3\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003E2\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003E1\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003E1\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.0pt;\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003EProgram Tahunan\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.3pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd rowspan=\"12\" style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 88.15pt;\" valign=\"top\" width=\"118\"\u003E\u003Cdiv style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003E4 = sangat baik\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003E3 = baik\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003E4 = cukup\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003E1 = kurang\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003E2\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.0pt;\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003EProgram Semester\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.3pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003E3\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.0pt;\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003ESilabus\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.3pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003E4\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.0pt;\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003ERPP\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.3pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003E5\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.0pt;\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003EKalender Pendidikan\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.3pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003E6\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.0pt;\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003EJadwal Pelajaran\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.3pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003E7\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.0pt;\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003EAgenda Harian\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.3pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003E8\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.0pt;\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003EDaftar Nilai (Sikap,\n  pengetahuan, dan keterampilan)\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.3pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003E9\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.0pt;\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003EDokumen KKM\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.3pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003E10\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.0pt;\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003EPresensi\/Daftar Hadir Peserta\n  didik\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.3pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003E11\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.0pt;\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003EBuku Pedoman Guru\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.3pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003E12\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 163.0pt;\" width=\"217\"\u003E\u003Cdiv style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"color: black; font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , \u0026quot;sans-serif\u0026quot;; font-size: 11.0pt;\"\u003EBuku Teks Pelajaran\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;\" width=\"66\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.3pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 21.25pt;\" width=\"28\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; margin: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv\u003E\n\u003Cb\u003EKeterangan:\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\nNilai akhir\u0026nbsp; = skor perolehan\u003Cb\u003E \/ \u003C\/b\u003Eskor maksimal\u0026nbsp; x 100 %\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cb\u003EKriteria \u003C\/b\u003E:\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EAmat baik (A)\u0026nbsp; \u0026nbsp;: 90 \u0026lt; A\u0026nbsp;\u003Cspan style=\"font-size: 11pt;\"\u003E≤ 100,\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 14.6667px;\"\u003EBaik (B) :\u0026nbsp; 80 \u0026lt; B\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 11pt;\"\u003E≤\u0026nbsp; 90,\u0026nbsp; \u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 14.6667px;\"\u003ECukup (C)\u0026nbsp; :\u0026nbsp; 70 \u0026lt; C\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 11pt;\"\u003E≤\u0026nbsp; 80,\u0026nbsp; \u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 14.6667px;\"\u003EKurang (K)\u0026nbsp; :\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 11pt;\"\u003E≤ 70\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 14.6667px;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 14.6667px;\"\u003E\u003Cb\u003EFile word nya dapat diunduh pada link berikut :\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1SgC0cw9heBJfJnbAH1cfgd20trEq1SqM\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"\u003EInstrumen Telaah Perangkat Pembelajaran\u003C\/a\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 14.6667px;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 14.6667px;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 14.6667px;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;Kepala Sekolah,\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; Guru yang disupervisi,\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 14.6667px;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 14.6667px;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 14.6667px;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; .........................................\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; ...........................................\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 14.6667px;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; NIP.\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; NIP.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 14.6667px;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 14.6667px;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/3159668900462978708\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/09\/instrumen-telaah-perangkat-pembelajaran.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/3159668900462978708"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/3159668900462978708"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/09\/instrumen-telaah-perangkat-pembelajaran.html","title":"Instrumen Telaah Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-O7jWZR1hoM4\/W5e8Px8IHbI\/AAAAAAAAAU4\/lNqYN9iHVZQI9NlgoJcltOFfbQZivw4QACLcBGAs\/s72-c\/Instrumen-Telaah-Perangkat-Pembelajaran-Kurikulum-2013.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-3774632538425549239"},"published":{"$t":"2018-09-10T21:39:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2018-09-10T21:52:01.711+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Administrasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Instrumen Supervisi Penilaian Hasil Belajar"},"content":{"type":"html","$t":"Setelah melaksanakan supervisi perangkat pembelajaran dan proses pemeblajaran, selanjutnya kita akan melakukan supervisi penilaian hasil belajar peserta didik. Supervisi pelaksanaan penilaian hasil belajar ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi diri sekolah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-u0X5rOhObYk\/W5Z2zVbyfLI\/AAAAAAAAAUk\/Fc_9Ld9y5mYa7I7T3t4qOboYbt4OtvDtQCLcBGAs\/s1600\/Instrumen-%2BSupervisi-%2BPenilaian-Hasil-%2BBelajar.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Instrumen Supervisi Penilaian Hasil Belajar\" border=\"0\" data-original-height=\"447\" data-original-width=\"696\" height=\"205\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-u0X5rOhObYk\/W5Z2zVbyfLI\/AAAAAAAAAUk\/Fc_9Ld9y5mYa7I7T3t4qOboYbt4OtvDtQCLcBGAs\/s320\/Instrumen-%2BSupervisi-%2BPenilaian-Hasil-%2BBelajar.jpg\" title=\"Instrumen Supervisi Penilaian Hasil Belajar\" width=\"320\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\nUntuk melaksanakan kegiatan ini, pastikan kita membawa perangkat Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik. Gunakan instrumen Supervisi Penilaian Hasil Belajar dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Kita juga dapat memperkaya pemahaman dengan melakukan telaah kisi-kisi soal, telaah soal pilihan ganda, telaah soal uraian, dan telaah soal HOTS.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nContoh Kasus :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSeorang guru SMP yang mengampu mata pelajaran IPS Terpadu memiliki administrasi perangkat penilaian hasil pembelajaran peserta didik (penilaian peserta didik), antara lain buku nilai (yang berisi nilai ulangan harian, nilai UAS, dan nilai tugas). Guru tersebut juga memiliki kumpulan soal, kisi-kisi soal, dan SK kepala sekolah tentang penetapan KKM.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nNamun, guru tersebut belum pernah melakukan remidi bagi peserta didiknya yang belum memenuhi nilai KKM. Soal yang dibuat sebagian. Penilaian secara kognitif meliputi tes tulis, tes lisan dan penugasan mandiri.\u0026nbsp; Sedangkan penilaian afektif dan psikomotorik tidak lengkap.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBerdasarkan kasus tersebut, cermati dan isilah Lembar Supervisi Penilaian Hasil Belajar berikut.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EInstrumen Supervisi Penilaian Hasil Belajar\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; Nama Sekolah\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; : .......................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; Nama Guru\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;: .......................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; Kelas\/Semester\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;: .......................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; Mata Pelajaran\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; : .......................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; Hari\/Tanggal\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;: .......................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003EPetunjuk :\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nAmatilah dokumen penilaian hasil belajar peserta didik yang dimiliki guru. Berilah tanda cek (\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , sans-serif; font-size: 11pt;\"\u003E√) pada kolom 'Ya' bila ada\/dilaksanakan, dan pada kolom 'Tidak' bila tidak ada\/tidak dilaksanakan.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none; margin-left: 5.4pt;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" valign=\"top\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003ENo\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EAspek Yang Diamati\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EYa\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003ETidak\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" valign=\"top\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003ECatatan\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" valign=\"top\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n1\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\nDokumen KKM\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" valign=\"top\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" valign=\"top\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n2\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\nBuku Nilai\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" valign=\"top\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" valign=\"top\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n3\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\nMelakukan Tes\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" valign=\"top\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" valign=\"top\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoListParagraph\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003E\na.\u003Cspan style=\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003C\/span\u003EPenilaian\n  Harian\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" valign=\"top\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" valign=\"top\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoListParagraph\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003E\nb.\u003Cspan style=\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003C\/span\u003EPenilaian\n  Tengah Semester\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" valign=\"top\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" valign=\"top\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoListParagraph\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003E\nc.\u003Cspan style=\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003C\/span\u003EPenilaian\n  Akhir Semester\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" valign=\"top\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" valign=\"top\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n4\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\nPenilaian Sikap\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" valign=\"top\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" valign=\"top\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoListParagraph\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003E\n1)\u003Cspan style=\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003C\/span\u003EObservasi\n  (jurnal)\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" valign=\"top\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" valign=\"top\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoListParagraph\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003E\n2)\u003Cspan style=\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003C\/span\u003EPenilaian\n  diri \u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" valign=\"top\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" valign=\"top\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoListParagraph\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003E\n3)\u003Cspan style=\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003C\/span\u003EPenilaian\n  antarpeserta didik\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" valign=\"top\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" valign=\"top\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n5\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\nPenilaian Pengetahuan\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" valign=\"top\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" valign=\"top\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoListParagraph\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003E\n1)\u003Cspan style=\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003C\/span\u003ETes\n  Tulis\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" valign=\"top\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" valign=\"top\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoListParagraph\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003E\n2)\u003Cspan style=\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003C\/span\u003ETes\n  Lisan\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" valign=\"top\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" valign=\"top\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoListParagraph\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003E\n3)\u003Cspan style=\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003C\/span\u003EPenugasan\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" valign=\"top\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" valign=\"top\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n6\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\nPenilaian Keterampilan\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" valign=\"top\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" valign=\"top\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoListParagraph\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003E\n1)\u003Cspan style=\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003C\/span\u003EUnjuk\n  kerja\/praktik\/kinerja\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" valign=\"top\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" valign=\"top\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoListParagraph\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003E\n2)\u003Cspan style=\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003C\/span\u003EProyek\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" valign=\"top\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" valign=\"top\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoListParagraph\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003E\n3)\u003Cspan style=\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003C\/span\u003EProduk\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" valign=\"top\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" valign=\"top\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoListParagraph\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003E\n4)\u003Cspan style=\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003C\/span\u003EPortopolio\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" valign=\"top\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" valign=\"top\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n7\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\nAnalisis Penilaian Harian\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" valign=\"top\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" valign=\"top\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n8\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\nRemedial\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" valign=\"top\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" valign=\"top\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n9\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\nPengayaan\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" valign=\"top\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" valign=\"top\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n10\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\nAnalisis Butir Soal Penilaian\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" valign=\"top\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" valign=\"top\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n11\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\nBank Soal\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" valign=\"top\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 1.0cm;\" valign=\"top\" width=\"38\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 205.55pt;\" valign=\"top\" width=\"274\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\nJumlah Skor\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 2.0cm;\" valign=\"top\" width=\"76\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.3pt;\" valign=\"top\" width=\"142\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv\u003E\nCatatan :\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n.....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;....................., .......................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; Guru yang disupervisi,\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;Kepala Sekolah,\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; .......................................\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; ..................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; NIP.\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; NIP.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cb\u003EKeterangan :\u0026nbsp; \u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\nNilai = skor perolehan \/ skor maksimun\u0026nbsp; x 100\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\nSkor maksimun = 20\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\nKriteria : Amat baik (A) : 90 \u0026lt; A\u0026nbsp;\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , sans-serif; font-size: 11pt;\"\u003E≤ 100,\u0026nbsp; Baik (B) : 80 \u0026lt; B\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u0026nbsp;\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , sans-serif; font-size: 11pt;\"\u003E≤ 90,\u0026nbsp; Cukup (C) : 70 \u0026lt; C\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , sans-serif; font-size: 11pt;\"\u003E≤\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , sans-serif; font-size: 11pt;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u0026nbsp;80,\u0026nbsp; \u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\nKurang (K):\u0026nbsp;\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;calibri\u0026quot; , sans-serif; font-size: 11pt;\"\u003E≤70\u003C\/span\u003E\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cb\u003EFilenya dapat diunduh pada link berikut :\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1kcUKcBbRzFooi_0J-AzYBEJpL0zc-bqC\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"\u003EInstrumen Supervisi Penilaian Hasil Belajar\u003C\/a\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/3774632538425549239\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/09\/instrumen-supervisi-penilaian-hasil.html#comment-form","title":"1 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/3774632538425549239"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/3774632538425549239"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/09\/instrumen-supervisi-penilaian-hasil.html","title":"Instrumen Supervisi Penilaian Hasil Belajar"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-u0X5rOhObYk\/W5Z2zVbyfLI\/AAAAAAAAAUk\/Fc_9Ld9y5mYa7I7T3t4qOboYbt4OtvDtQCLcBGAs\/s72-c\/Instrumen-%2BSupervisi-%2BPenilaian-Hasil-%2BBelajar.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-414569533184932157.post-4463840055078841260"},"published":{"$t":"2018-09-09T21:02:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2018-09-09T21:26:20.024+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Administrasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Instrumen Supervisi Akademik Proses Pembelajaran Kurikulum 2013"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-YmsyTzFxInY\/W5UePnDMqOI\/AAAAAAAAAUQ\/mwfW8pqd_DcA5U2vpTPPL-4nOPmR0w3HgCLcBGAs\/s1600\/Instrumen-%2BSupervisi-%2BAkademik-Proses-Pembelajaran-%2BKurikulum-2013..jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Instrumen Supervisi Akademik Proses Pembelajaran Kurikulum 2013\" border=\"0\" data-original-height=\"392\" data-original-width=\"611\" height=\"205\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-YmsyTzFxInY\/W5UePnDMqOI\/AAAAAAAAAUQ\/mwfW8pqd_DcA5U2vpTPPL-4nOPmR0w3HgCLcBGAs\/s320\/Instrumen-%2BSupervisi-%2BAkademik-Proses-Pembelajaran-%2BKurikulum-2013..jpg\" title=\"Instrumen Supervisi Akademik Proses Pembelajaran Kurikulum 2013\" width=\"320\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\nDalam melaksanakan supervisi akademik proses pembelajaran, sebelumnya sebagai kepala sekolah harus memastikan dokumen RPP yang dibuat oleh guru telah memenuhi proses pembuatan RPP yang mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses. Selanjutnya kepala sekolah atau guru senior yang ditunjuk mengamati proses pembelajaran untuk mengisi instrumen Pengamatan Pelaksanaan Pembelajaran.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EInstrumen Pengamatan Pelaksanaan Pembelajaran\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSekolah\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;: ..........................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nNama Guru\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;: ..........................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKelas \/ Semester\u0026nbsp; \u0026nbsp;: ..........................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nMata Pelajaran\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; : ..........................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nHari\/tanggal\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; : ..........................................................\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003EPetunjuk:\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Col\u003E\n\u003Cli\u003EBerikan tanda cek (v) pada kolom pilihan YA atau TIDAK sesuai dengan penilaian Anda terhadap penyajian guru pada saat pelaksanaan pembelajaran.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EBerikan catatan atau saran perbaikan pelaksanaan pembelajaran\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESetelah selesai penilaian, hitung jumlah nilai YA dan TIDAK\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETentukan nilai dengan menggunakan rumus yang telah disediakan\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"MsoTableGrid\" style=\"border-collapse: collapse; border: none;\"\u003E\n \u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003ENo\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EAspek Pengamatan\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd colspan=\"2\" style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 87.8pt;\" width=\"117\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EHasil\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"border-left: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003ECatatan\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EYa\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003ETidak\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EA\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EKegiatan\n  Pendahuluan\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E1\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EMembangun sikap\n  religius sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E2\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EMembangun motivasi\n  peserta didik untuk belajar\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E3\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EMemberikan\n  apresiasi dengan cara menghubungkan materi pembelajaran dengan pengalaman\n  peserta didik\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E4\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EMenyampaikan\n  tujuan pembelajaran dan kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E5\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EMenyampaikan\n  langkah-langkah kegiatan pembelajaran dan kompetensi yang akan dinilai\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EB\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EKegiatan Inti\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EB1\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EPenguasaan\n  Materi Pembelajaran\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E6\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EKemampuan\n  menyesuaikan materi pembelajaran dengan tujuan pembelajaran\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E7\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EKemampuan\n  mengkaitkan materi pembelajaran dengan pengetahuan lain yang relevan dengan\n  kehidupan sehari-hari\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E8\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EMenyajikan\n  pembahasan materi pembelajaran dengan tepat dan lengkap sesuai dengan konsep\n  yang benar\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E9\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EMenyajikan materi\n  secara sistematis (dari materi mudah ke yang sulit, dari materi sederhana ke yang\n  kompleks, dari materi konkrit ke abstrak atau sebaliknya) sesuai dengan\n  kompetensi yang akan dicapai peserta didik.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EB2\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EImplementasi\n  Pembelajaran\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E10\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EMelaksanakan\n  pembelajaran mengikuti kerangka RPP\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E11\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EPembelajaran yang\n  dilaksanakan bersifat interaktif yang mendorong munculnya interaksi\n  multi-arah, yaitu antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, dan peserta\n  didik dengan sumber belajar, serta peserta didik dengan lingkungan belajar\n  sehingga memiliki kemampuan komunikatif dan kerjasama yang baik\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E12\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EPembelajaran yang\n  dilaksanakan bersifat inspiratif dan multifaset (variasi proses berpikir\n  C1-C6) untuk memunculkan kebiasaan positif peserta didik yaitu terbangunnya\n  karakter dan berkembangnya \u003Ci\u003EHigher Order Thinking Skills (HOTs) \u003C\/i\u003Eatau\n  Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (KeBiTT) peserta didik.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E13\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EPembelajaran yang\n  dilaksanakan menarik, menyenangkan, dan membelajarkan\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E14\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EPembelajaran yang\n  dilaksanakan menantang sehingga memunculkan kemampuan berpikir kritis\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E15\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EPembelajaran yang\n  dilaksanakan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif dan bermakna\n  (meaningful)\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E16\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EPembelajaran yang\n  dilaksanakan memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa sesuai dengan bakat,\n  minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E17\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EPembelajaran yang\n  dilaksanakan menumbuhkan kreativitas sesuai dengan bakat,  minat, dan\n  perkembangan fisik serta psikologis peserta didik\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E18\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EPembelajaran yang\n  dilaksanakan menumbuhkan kemandirian berpikir dan bertindak sesuai dengan\n  bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E19\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EPembelajaran yang\n  dilaksanakan menumbuhkan dan memperkuat budaya literasi\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E20\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EGuru menerapkan\n  teknik bertanya dengan tidak memunculkan jawaban serempak (\u003Ci\u003Echours answer\u003C\/i\u003E)\n  dari peserta didik\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E21\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EGuru memberikan\n  pertanyaan kepada peserta didik dengan pertanyaan pelacak (\u003Ci\u003Eprobing\n  question\u003C\/i\u003E) untuk mendorong kemampuan bernalar (berpikir kritis, logis, dan\n  sistematis)\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E22\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EGuru mendorong\n  peserta didik untuk mengembangkan keterampilan bertanya untuk membangun\n  kebiasaan mencari tahu (\u003Ci\u003Einquisiveness\u003C\/i\u003E)\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EB3\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EPemanfaatan\n  Media dan Sumber Belajar\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E23\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EMengakomodasi\n  perkembangan teknologi pembelajaran sesuai dengan konsep dan prinsip \u003Ci\u003ETechno-Pedagogical\n  Content Knowledge (TPACK)\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E24\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EMenunjukkan\n  keterampilan dalam menggunakan media pembelajaran\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E25\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EMenunjukkan\n  keterampilan dalam penggunaan sumber belajar\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E26\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EMelibatkan\n  peserta didik dalam pemanfaatan media pembelaran\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E27\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EMelibatkan\n  peserta didik dalam pemanfaatan sumber belajar\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan lang=\"EN-US\" style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E28\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EMedia dan sumber\n  belajar yang digunakan mampu menghasilkan pesan yang menarik dan mengesangkan\n  \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EB4\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EInteraksi\n  dengan peserta didik\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E29\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EGuru menumbuhkan\n  partisipasi aktif peserta didik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta\n  didik dengan guru, peserta didik dengan media dan sumber belajar\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E30\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EGuru memberikan\n  respon positif terhadap partisipasi peserta didik\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E31\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EGuru menunjukkan\n  sikap terbuka terhadap respons peserta didik\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E32\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EGuru menunjukkan\n  hubungan pribadi yang kondusif dan konstruktif\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003E33\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: 10.0pt;\"\u003EMenumbuhkan\n  keceriaan dan antusiasme peserta didik dalam pembelajaran\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EB5\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003EPenggunaan Bahasa yang Benar dan Tepat dalam pembelajaran\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n34\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\nMenggunakan bahasa Indonesia yang baik, benar,\n  dan kontekstual\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n35\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\nMenggunakan pilihan kata yang mudah dipahami oleh\n  peserta didik\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EC\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003EKegiatan Penutup\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n36\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\nMembuat rangkuman dan\/atau kesimpulan dengan\n  melibatkan peserta didik\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n37\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\nMelaksanakan penilaian pembelajaran (secara\n  lisan\/tertulis)\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n38\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\nMengumpulkan hasil kerja peserta didik sebagai\n  bahan portofolio\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n39\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\nMemberikan tindak lanjut hasil penilaian \n  (remediasi\/pengayaan)\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-top: none; border: solid 1.0pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;\" valign=\"top\" width=\"36\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n40\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 9.0cm;\" valign=\"top\" width=\"340\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\nMelakukan refleksi pembelajaran (kebermaknaan\n  pembelajaran untuk perkembangan pribadi peserta didik)\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;\" valign=\"top\" width=\"57\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 45.3pt;\" valign=\"top\" width=\"60\"\u003E\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n  \u003Ctd style=\"border-bottom: solid 1.0pt; border-left: none; border-right: solid 1.0pt; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 92.45pt;\" valign=\"top\" width=\"123\"\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/td\u003E\n \u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-8kYCob7YkIc\/W5UXwUW5a7I\/AAAAAAAAAT8\/0JAwStEfRYMtW0oDOw761WJdSHtSuAT0ACLcBGAs\/s1600\/Instrumen-Supervisi-%2BAkademik-Proses-%2BPembelajaran-%2BKurikulum-2013.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Instrumen Supervisi Akademik Proses Pembelajaran Kurikulum 2013\" border=\"0\" data-original-height=\"497\" data-original-width=\"602\" height=\"528\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-8kYCob7YkIc\/W5UXwUW5a7I\/AAAAAAAAAT8\/0JAwStEfRYMtW0oDOw761WJdSHtSuAT0ACLcBGAs\/s640\/Instrumen-Supervisi-%2BAkademik-Proses-%2BPembelajaran-%2BKurikulum-2013.png\" title=\"Instrumen Supervisi Akademik Proses Pembelajaran Kurikulum 2013\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\nFilenya dapat di unduh pada link berikut :\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1FZ78vs7RIc-MULAf2oTuEI9v84es9T9j\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cb\u003EInstrumen Supervisi Akademik Proses Pembelajaran Kurikulum 2013\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/feeds\/4463840055078841260\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/09\/instrumen-supervisi-akademik-proses.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4463840055078841260"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/414569533184932157\/posts\/default\/4463840055078841260"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.manajemensekolah.web.id\/2018\/09\/instrumen-supervisi-akademik-proses.html","title":"Instrumen Supervisi Akademik Proses Pembelajaran Kurikulum 2013"}],"author":[{"name":{"$t":"Manajemen Sekolah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08505037816687022587"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"24","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhzQhrQISH5sn079YPj_HgFYP-UcTM_MziWFsgujTGzz8FsJUGjWBsxwZY-zy_z-4ZGYuYjha5QKC6fRQcqZgqpMJj4cC3fRS8JXY7jHuTp3WtMPzujyFsauADihNR1hw\/s220\/IMG_20190909_074521.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-YmsyTzFxInY\/W5UePnDMqOI\/AAAAAAAAAUQ\/mwfW8pqd_DcA5U2vpTPPL-4nOPmR0w3HgCLcBGAs\/s72-c\/Instrumen-%2BSupervisi-%2BAkademik-Proses-Pembelajaran-%2BKurikulum-2013..jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}}]}});